Anda di halaman 1dari 5

LTM PERPINDAHAN KALOR Pemicu 2 2012

PERPINDAHAN KALOR KONDUKSI TAK TUNAK


Oleh Rizqi Pandu Sudarmawan [0906557045], Kelompok 3 Perpindahan kalor secara konduksi adalah perpindahan energi dari partikel suatu material atau bahan yang berenergi lebih tinggi ke partikel yang energinya lebih rendah dikarenakan adanya interaksi antar partikel tersebut. Jadi jika pada suatu benda terdapat gradien suhu, maka akan terjadi perpindahan energi dari bagian bersuhu tinggi ke bagian bersuhu rendah sehingga laju perpindahan kalor berbanding dengan gradien suhunya.

(1) Perpindahan kalor secara konduksi pada keadaan tunak terjadi apabila temperatur tidak berubah terhadap waktu.

(2) Bila keadaan suhu sebuah benda berubah terhadap waktu, maka proses perpindahan panas yang berlangsung di dalam benda tersebut dikatakan sebagai proses yang berlangsung dalam keadaan tak tunak (transient/unsteady state). Dalam industri, contohnya dapat ditemui dalam banyak hal misalnya, dalam proses sterilisasi makanan, vulkanisasi karet, quenching (pendinginan dengan cepat), dan annealing (pendinginan dengan pelan). Kasus perpindahan panas tak tunak yang sering dijumpai adalah yang terkait dengan perubahan suhu dan aliran panas secara periodik. Contohnya, pada penghujung hari yang panas, udara luar menjadi lebih dingin, namun suhu di dalam gedung gedung bertembok akan tetap tinggi selama beberapa jam setelah matahari terbenam. Di pagi hari, meskipun udara luar sudah panas, udara di dalam gedung gedung akan tetap sejuk dan nyaman selama beberapa jam. Penyebab gejala ini ialah adanya kelambatan waktu sebelum tercapainya keseimbangan di dalam gedung dan alam di luar. Contoh lain yang khas adalah aliran panas periodik melalui dinding motor yang dipanaskan hanya selama sebagian siklus operasinya, setelah motor tersebut menjadi panas dan beroperasi dalam keadaan steady, maka suhu pada titik manapun di dindingnya akan menjalani perubahan siklik terhadap waktu. Selama motor tersebut mulai menjadi panas, maka aliran panas tak tunak disuperposisikan pada perubahan siklik tersebut.

Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia

LTM PERPINDAHAN KALOR Pemicu 2 2012


Metode kapasitas tergabung, metode analisis, metode grafik (Heisler), teknik grafik dan metode beda hingga, merupakan metode yang bisa dipergunakan untuk menyelesaikan masalah perpindahan panas pada kondisi tak tunak. Persyaratan yang diperlukan pada metode kapasitas tergabung adalah angka Biot harus lebih kecil dari 0.1, dan dengan anggapan bahwa suhu benda mempunyai harga yang seragam untuk waktu yang sama. Metode grafik Heisler, meskipun mampu untuk menyelesaikan kasus dimensi rangkap, metode ini terbatas pada bentuk geometri yang sederhana. Sedangkan metode teknik grafik, yang menggunakan grafik Schmidt, terbatas pada persoalan satu dimensi. Untuk persoalan pada benda padat semi tak terhingga, metode yang baik adalah metode analitis, dimana untuk menganalisis aliran kalor transient dalam benda padat semi-tak berhingga dapat menggunakan persamaan.

(3) di mana Ti merupakan suhu awal dari benda tersebut dan T0 suhu benda setelah waktu t. Sedangkan untuk bentuk geometri yang rumit dan atau kondisi batas yang berubah ubah, penyelesaian dengan metode analitis akan mengalami kesulitan. Metode yang pada saat ini banyak dipergunakan dalam penyelesaian proses perpindahan panas adalah metode beda hingga, selain dapat menyelesaikan persoalan satu dan dua dimensi, mampu pula menyelesaikan kasus tiga dimensi, dengan bentuk geometri yang rumit dan kondisi batas yang berubah terhadap waktu. Persamaan diferensial parabolik yang sesuai untuk kasus perpindahan panas konduksi dua dimensi keadaan tak tunak, tanpa adanya pembangkitan kalor dan dengan mengasumsikan sifat sifat bahan yang tetap, dapat dinyatakan dengan persamaan (4):

(4) Dari persamaan (4), dapat diperoleh suatu hasil penyelesaian yang berupa distribusi suhu yang merupakan fungsi posisi (x dan y) dan fungsi waktu t, T=T(x,y.t). Harga adalah besarnya difusivitas termal dari bahan yang dapat diasumsikan berharga konstan. Nilai difusivitas termal dan konduktivitas termal dari beberapa bahan terdapat pada Tabel 2-327 dan 2-334. Ada beberapa metode beda hingga yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan persoalan perpindahan panas dua dimensi dalam keadaan tak tunak,

Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia

LTM PERPINDAHAN KALOR Pemicu 2 2012


seperti metode eksplisit, implisit dan metode ADI (Alternating Direction Implicit). Dari ketiganya, metode ADI merupakan metode yang paling populer, karena mampu mengatasi kekurangan dari kedua metode tersebut.

(Sumber: Poling, Bruce E., dkk. 2008. Perrys Chemical Engineers Handbook (8th Edition). New York: McGraw-Hill, hal 460)

(Sumber: Poling, Bruce E., dkk. 2008. Perrys Chemical Engineers Handbook (8th Edition). New York: McGraw-Hill, hal 462)

Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia

LTM PERPINDAHAN KALOR Pemicu 2 2012


Penyelesaian masalah perpindahan kalor konduksi tak tunak ini relatif lebih rumit dibandingkan dengan konduksi tunak. Dalam proses pemanasan atau pendinginan transient (berlangsung sebelum tercapainya keseimbangan), analisis yang akan digunakan memperhitungkan perubahan energi-dalam (internal energy, storage energy) benda menurut waktu. Demikian pula kondisi atau syarat-syarat batas (boundary condition) disesuaikan agar cocok dengan situasi fisik yang terdapat dalam perpindahan kalor keadaan tak-tunak. Persamaan penurunan energi dalam dinyatakan dengan persamaan (5):

(5) Maka, rugi kalor konveksinya dapat terlihat dari penurunan energi dalam benda tersebut, yang hubungan matematisnya adalah sebagai berikut.

(6)

Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia

LTM PERPINDAHAN KALOR Pemicu 2 2012


DAFTAR PUSTAKA
Holman, J.P. 1984. Perpindahan Kalor. Jakarta: Penerbit Erlangga. Incopera, Frank P, dan David P. Dewitt. 1985. Introduction to Heat Transfer. Singapura: John Wiley&Sons. Kreith, Frank, dan Arko Prijono. 1991. Prinsip Prinsip Perpindahan Panas. Jakarta: Penerbit Erlangga. Poling, Bruce E., dkk. 2008. Perrys Chemical Engineers Handbook. New York: McGrawHill Purwadi, PK. Metode Alternating Direction Implicit Pada Penyelesaian Persoalan Perpindahan Kalor Konduksi Dua Dimensi Keadaan Tak Tunak. SIGMA, Vol. 3, No.1, Januari 2000: 69-79

Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia