Anda di halaman 1dari 11

SMK PGRI 3 MALANG Program Keahlian : Mekanik Otomotif Sepeda Motor - Mekanik Otomotif Mobil - Bodi Otomotif - Teknik

Elektronika Industri - Teknik Pembangkit Tenaga Listrik - Rekayasa Perangkat Lunak - Multimedia Teknik Las - Teknik Pemesinan - Penjualan/Retail Alamat : JL. Raya Tlogomas Gg. IX No. 29 Telp (0341) 554383 Fax. (0341) 574755 Malang 65144 Rencana Proses Pembelajaran Nama Sekolah : SMK PGRI 3 MALANG Mata Pelajaran : TekniK Sepeda Motor Kelas / Semester : X / 2 (Genap) Alokasi Waktu : 48 jam pelajaran @40 menit Standar Kompetensi : Memperbaiki sistem pengapian Kode Standar Kompetensi : 021 KK 17 Kompetensi Dasar : 1. Mengindentifikasi komponen sistem pengapian 2. Mendiagnosis gangguan pada sistem pengapian 3. Memperbaiki gangguan sistem pengapian Indikator Menjelaskan fungsi sistem pengapian Mengidentifikasi komponen- komponen sistem pengapian Menjelaskan fungsi komponen-komponen sistem pengapian Menjelaskan cara kerja komponen sistem pengapian Menjelaskan jenis-jenis sistem pengapian Menjelaskan cara kerja sistem pengapian Melaksanakan diagnose gangguan pada sistem pengapian Memperbaiki gangguan sistem pengapian I. TUJUAN PEMBELAJARAN Siswa dapat menjelaskan fungsi sistem pengapian Siswa dapat mengidentifikasi komponen- komponen sistem pengapian Siswa dapat menjelaskan fungsi komponen-komponen sistem pengapian Siswa dapat menjelaskan cara kerja komponen sistem pengapian Siswa dapat menjelaskan jenis-jenis sistem pengapian Siswa dapat menjelaskan cara kerja sistem pengapian Siswa dapat melaksanakan diagnose gangguan pada sistem pengapian Siswa dapat memperbaikigangguan sistem pengapian

50

II. NILAI KARAKTER Selama dan setelah mengikuti pembelajaran ini siswa diharapkan mampu memperlihatkan nilai nilai karakter yang mengacu kepada PP 19 Thn 2005 dan UU No. 17 Tahun 2007: a. Rasa ingin tau mengenai sistem pengapian b. Menumbuhkan budaya membaca, terutama membaca materi tentang sistem pengapian c. Membangun rasa percaya diri dengan meminta siswa untuk maju ke depan kelas untukmenjelaskan tentang sistem pengapian atau menjawab pertanyaan. d. Disiplin dalam mengerjakan tugas yang diberikan dan mematuhi tata tertib sekolah. e. Bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. f. Jujur

III. MATERI AJAR 1. Fungsi sistem pengapian(terlampir) 2. Komponen-komponen sistem pengapian (terlampir) 3. Fungsi komponen-komponen sistem pengapian (terlampir) 4. Jenis-jenis sistem pengapian (terlampir) 5. Cara kerja komponen sistem pengapian (terlampir) 6. Diagnosa sistem pengapian (terlampir) 7. Perbaikan sistem pengapian (terlampir) IV. METODE PEMBELAJARAN Informasi aktif Tanya jawab Praktik V. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan pertama a) Kegiatan Awal ( 20) Membuka pelajaran dengan memberikan motivasi dan mencipatakan situasi belajar yang kondusif. Memberikan gambaran tentang pentingnya sistem pengapian pada sepeda motor. Menginformasikan tujuan pembelajaran dan tanya jawab tentang materi yang akan diajarkan. b) Kegiatan Inti ( 200) Menginformasikan materi tentang fungsi dari sistem pengapian sepeda motor.

51

Menginformasikan komponen-komponen dari sistem pengapian. Menginformasikan jenis-jenis sistem pengapian. Menginformasikan fungsi dan cara kerja dari komponen sistem pengapian : batrai, kunci kontak, coil, platina. c) Kegiatan Akhir ( 20) Tanya jawab mengenai materi yang talah dipelajari. Menyimpulkan materi yang telah diberikan. Menyampaikan tindak lanjut pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Pertemuan kedua a) Kegiatan Awal ( 30) Membuka pelajaran dengan memberikan motivasi dan mencipatakan situasi belajar yang kondusif. Menyampaikan materi yang akan dipelajari. Menjelaskan tujuan pembelajaran. Melaksanakan tanya jawab tentang materi sebelumnya kemudian menghubungkan dengan materi yang akan dipelajari. b) Kegiatan Inti ( 195) Menginformasikan materi fungsi dan cara kerja komponen sistem pengapian : CDI, Busi. Cara kerja sistem pengapian konvensional. c) Kegiatan Akhir ( 15) Menyimpulkan materi yang telah diberikan. Memberikan tugas individu tentang materi berikutnya. Menyampaikan tindak lanjut pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Pertemuan ketiga a) Kegiatan Awal ( 20) Membuka pelajaran dengan memberikan motivasi dan mencipatakan situasi belajar yang kondusif. Mengulas sedikit materi yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya dengan melakukan Tanya jawab dengan siswa. Membahas tugas individu. b) Kegiatan Inti ( 210) Menjelaskan cara kerja sistem pengapian CDI. Melaksanakan tanya jawab tentang diagnose dan perbaikan sistem pengapian. c) Kegiatan Akhir ( 10) Menyimpulkan materi yang telah disampaikan. Menyampaikan tindak lanjut pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

52

Pertemuan keempat a) Kegiatan Awal ( 20 ) Membuka pelajaran dengan memberikan motivasi dan mencipatakan situasi belajar yang kondusif. Mengulas sedikit materi yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya. b) Kegiatan Inti ( 205) Test Tulis sistem pengapian. Membahas test tulis. Mengulas materi sistem pengapian. c) Kegiatan Akhir ( 15) Menyimpulkan kegiatan pembelajaran hari ini. Melakukan tanya jawab terhadap beberapa siswa mengenai materi yang telah dipelajari. Menyampaikan tindak lanjut pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Pertemuan kelima a) Kegiatan Awal ( 20 ) Membuka pelajaran dengan memberikan motivasi dan menciptakan suasana kelas kondusif. Menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran. Menyampaikan tujuan pembelajaran. b) Kegiatan Inti ( 200 ) Praktik mengukur arus pada sistem pengapian.. Siswa maju secara berpasangan., namu pengukuran dilaksanakan secara bergantian. c) Kegiatan Akhir ( 20) Melakukan sharing mengenai kesulitan dalam praktik sistem pengapian. Menyimpulkan kegiatan pembelajaran hari ini Menginformasikan acara pembelajaran berikutnya. Pertemuan keenam a) Kegiatan Awal ( 20 ) Membuka pelajaran dengan memberikan motivasi dan menciptakan suasana kelas kondusif. Menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran. Menyampaikan tujuan pembelajaran. b) Kegiatan Inti ( 200 ) Praktik mengukur arus pada sistem pengapian.. Siswa maju secara berpasangan., namu pengukuran dilaksanakan secara bergantian. c) Kegiatan Akhir ( 20)

53

Melakukan sharing mengenai kesulitan dalam praktik sistem pengapian. Menyimpulkan kegiatan pembelajaran hari ini Menginformasikan acara pembelajaran berikutnya.

Pertemuan ketujuh a) Kegiatan awal (15) Membuka pelajaran dengan memberikan motivasi serta menciptakan suasana belajar yang kondusif. b) Kegiatan Inti (115) Praktik mengukur arus pada sistem pengapian.. Siswa maju secara individu, dan urutan siswa ditentukan secara acak. c) Kegiatan Akhir (10) Sharing tentang kesulitan yang dialami selama melaksanakan pengukuran. Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Pertemuan kedelapan a) Kegiatan awal (15) Membuka pelajaran dengan memberikan motivasi serta menciptakan suasana belajar yang kondusif. b) Kegiatan Inti (115) Praktik mengukur arus pada sistem pengapian.. Siswa maju secara individu, dan urutan siswa ditentukan secara acak. c) Kegiatan Akhir (10) Sharing tentang kesulitan yang dialami selama melaksanakan pengukuran. Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya. VI. BAHAN / SUMBER BELAJAR a. Teknik Sepeda Motor Jilid 2 disusun oleh Jalius Jama, dkk. b. Prosedur Cara Kerja Sistem Pengapian disusun oleh Anonim. c. CDI Programmable Untuk Produksi Massal Sepeda Motor di Indonesi disusun oleh M. Yuga Pratama. d. Power Point Sistem Pengapian e. Yamaha Technician Academy f. Video VII. ALAT a. LCD Proyektor b. Laptop

54

c. Avometer d. 1 unit sepeda motor supra. VIII. PENILAIAN 1. Kognitif SOAL ULANGAN PILIHAN GANDA 1. Waktu terjadinya percikan bunga api busi beberapa derajat sebelum Titik Mati Atas (TMA) pada akhir langkah kompresi adalah . . . a. Saat tercampurnya bahan bakar dan udara b. Saat bahan bakar dan udara disemprotkan ke ruang bakar c. Sudut pengapian d. Saat pengapian e. Sudut dweel 2. 1) Elektrolit yang digunakan 2) Tingkat transparansi wadah/ batrai case 3) Tingkat penguapan elektrolit 4) Arah arus listrik yang disimpan Perbedaan batrai basah dan kering terletak pada a. 1 b. 1,2 c. 1,2,3 d. 1,2,4 e. 1,2,3,4 3. Yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan rangkaian tegangan batrai ke koil saat menghidupkan dan mematikan mesin adalah a. Platina b. Fuse c. Transistor d. Capasitor e. Kunci kontak 4. Tipe coil moulded banyak digunakan pada sepeda motor karena . . . a. Tahan terhadap goncangan b. Tidak cepat panas c. Tidak perlu memakai kabel tegangan tinggi d. Ukuran lebih kecil dan lebih ringan e. Menghemat tempat dan tahan lama 5. Besarnya tegangan yang dibangkitkan oleh kumparan sekunder ditentukan oleh a. Arah garis gaya magnet b. Perubahan garis gaya magnit c. Letak kumparan sekunder d. Besarnya kapasitas kondensor

55

e. Penyekat antara kumparan primer dan sekunder 6. Sudut dweel adalah lamanya platina . . . , dengan memperlebar celah platina maka sudut dweel menjadi sehingga a. Membuka ; kecil ; performa mesin jelek b. Membuka ; besar ; mesin overheating c. Menutup ; kecil ; pengapian terlambat d. Menutup ; besar ; pengapian terlambat e. Menutup ; kecil ; percikan bunga api lemah 7. Pemberian gemuk pada tumit ebonite untuk sehingga a. Menghindari aus ; memudahkan cam mendorong platina b. Menghindari aus ; platina menutup sempurna c. Menghindari aus ; platina terbuka dengan sempurna d. Memperlancar gerakan platina ; platina terbuka dengan sempurna e. Memperlancara gerakan platina ; platina menutup dengan sempurna 8. Komponen dibawah ini bertugas untuk

a. Memutus arus primer b. Mempercepat pemutusan arus primer c. Memutuskan arus sekunder d. Mempercepat pemutusan arus sekunder e. Memutus dan mempercepat pemutusan arus sekunder 9. Gambar dibawah ini menunjukkan bahwa busi tersebut . . .

a. terdapat endapan oli b. terdapat endapan karbon c. terdapat sisa abu aditif oli d. terdapat timah dalam aditif bahan bakar e. dalam keadaan normal 10. Elektroda busi harus dipertahankan pada suhu kerja antara 400C- 800C. Apabila suhu elektroda tengah kurang dari 400C maka . . . a. Terjadi misfiring

56

b. Tegangan tinggi dari elektroda positif menuju massa tanpa meloncat dalam bentuk bunga api c. Terdapat endapan karbon pada busi d. Tidak semua endapan karbon sisa pembakaran terbakar e. Semua jawaban benar SOAL BENAR-SALAH 11. Pergerakan membuka dan menutup platina digerakkan sec. mekanis cam/nok yang menekan tumit platina dalam interval waktu tertentu. 12. Jika tidak terdapat kondensor, maka platina cepat aus, medan magnet menghilang cepat sehingga tegangan sekunder tidak cukup kuat untuk menyalakan bunga api pada busi. 13. Sudut dwell adalah lamanya posisi platina saat membuka, atau sudut yang diperlukan untuk satu kali pengapian pada satu silinder motor. 14. Yang merupakan syarat penting pada sistem pengapian yaitu tekanan kompresi yang tinggi, saat pengapian tepat, percikan bunga api kuat, campuran bahan bakar dan udara yang tepat 15. Saat platina membuka, terjadi kemagnetan pada inti besi sehingga menghasilkan tegangan tinggi pada kumparan sekunder kemudian dialirkan ke busi. SOAL ISIAN 16. Saat memasang batrai, dahulukan kutub kemudian kutub 17. Yang berfungsi mengaturproses pembakaran campuran bensin dan udara di dalam silinder sesuai waktu yang sudah ditentukan disebut . . . 18. Yang mengalami kemagnetan saat kumparan primer pada coil dialiri arus listrik ke massa adalah . . . 19. Gerakan membuka dan menutup platina dipengaruhi oleh gerakan memutar cam dan mendorong . . . 20. Busi memiliki beberapa tingkatan panas. Busi yang sulit mencapai preignition adalah busi . . . JAWABAN SOAL SOAL PILIHAN GANDA 1. D 2. C 3. E 4. A 5. B

6. E 7. C 8. A 9. B 10. E

57

SOAL BENAR SALAH 11. B 12. S 13. S 14. B 15. B

SOAL ISIAN 16. (+);(-) 17. Saat pengapian 18. inti besi 19. tuas ebonit 20. busi dingin

PENILAIAN
Kriteria Jawaban benar Jawaban salah Jumlah jawaban ... ... Total Nilai Nilai per soal 5 0 Nilai ... ... ...

2. Sikap (Afektif)
Aspek Penilaian Minat Aspek yang dinilai Presensi Keaktifan dalam kelas (mencatat) Tanggapan pada saat materi disampaikan Perhatian pada saat diterangkan/ bertanya Cara memegang alat ukur Kriteria SB B C 100% khd 90% khd 80% khd Aktif Kadang Mengekor melakuka melakuka n n 3x 2x 1x menangg menangg menanggap api api i 3x 2x 1x bertanya bertanya bertanya Nilai

K <80% khd Pasif

Tidak menangga pi Tidak bertanya

Sikap

Total Nilai

Keterangan untuk setiap aspek yang dinilai : Sangat Baik (SB) = 20 Baik (B) Cukup (C) Kurang (K) = 16 = 14 = 10

3. Psikomotor Mengukur hambatan

58

Dalam keadaan kabel primer coil pengapianterhubungkan, hubungkan adaptor tegangan puncak (peak voltage adaptor) ke coil pengapian. SAMBUNGAN: Terminal Hitam/Kuning (+) ke Massa (-) Putar kunci kontak ke ON. Hidupkan mesin dan baca tegangan primer puncak dari coil pengapian primer. TEGANGAN PUNCAK: minimum 100 V

Ukur tahanan antara terminal kabel primer dan massa. STANDAR: 0,5 - 0,6 (20oC)

Ukur tahanan kumparan sekunder antara terminal kabel primer dan tutup busi. STANDAR: 11,5 - 14,5 (20oC)

Lepaskan tutup busi dari kabel busi.Ukur tahanan kumparan sekunder antara terminal kabel primer dan kabel busi. STANDAR: 7,8 - 8,2 (20oC)

59

Nilai
No. 1 2 Aspek Penggunaan alat ukur Kriteria Baik (20) Kurang ( 10-5) Hasil 4 pengukuran 4 pengukuran sesuai ( 80) 3 pengukuran sesuai ( 60) 2 pengukuran sesuai (40) 1 pengukuran sesuai (20) 0 pengukuran sesuai (5) Total Nilai Nilai

Mengetahui Kepala Bidang Automotive

Malang, 19 Januari 2012 Penyusun Malang,1 Februari 2012 Penyusun

Kamsuri, S.Pd

Yulinda A.P. Yulinda A.P.

60