Anda di halaman 1dari 3

Sepsis adalah suatu sindroma klinik yang terjadi sebagai manifestasi proses inflamasi immunologi karena adanya respon

tubuh yang berlebihan terhadap rangsangan produk mikroorgganisme. Sepsis merupakan puncak dari interaksi yang kompleks antara mikroorganisme penyebab infeksi, imun tubuh, inflamasi, dan respon koagulasi. Baik respon imun maupun karakteristik infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme mempunyai pengaruh yang besar dalam menentukan tingkat morbiditas pada sepsis. Sepsis dengan kegagalan fungsi organ primer terjadi ketika respon tubuh terhadap infeksi tidak cukup kuat. Permasalahan sepsis yang paling besar terletak pada karakteristik dari mikroorganisme, seperti adanya superantigen maupun agen toksik lainnya yang resisten terhadap antibodi maupun fagositosis. Untuk mencegah timbulnya kerancuan, disepakati standardisasi terminologi. Pada bulan Agustus 1991, telah dicapai konsesus yang dihasilkn American Collage of Chest Physicians/ Society of Critical Care Medicine. Beberapa pengertian tersebut adalah 1. !nfeksi, respon inflamasi akibat adanya mikroorganisme yang secara normal pada jaringan tersebut harusnya steril ". Bakteriemi, adanya bakteri hidup dalam darah #. Systemic Inflammatory Response Syndrome $sindrom reaksi inflamasi

sistemik%S!&S', merupakan reaksi inflamasi masif sebagai akibat dilepasnya berbagai mediator secara sistemik yang dapat berkembang menjadi disfungsi organ atau Multiple Organ Dysfunction $()*' dengn tanda klinis a' +emperatur ,#-,#./ atau 0#1,2./ b' *enyut jantung ,93kali4 menit

c' 5rekuensi nafas ,"3kali4 menit atau Pa/)" 0 #" torr $06,# kPa' d' 7itung leukosit ,1".333 sel4 mm# atau 06333 sel4 mm# atau ditemukan ,189 sel imatur 6. Sepsis, S!&S yang disebabkan oleh infeksi 1. Sepsis berat $severe sepsis', sepsis disertai disfungsi organ, yaitu kelainan hipotensi $tekanan sistolik 093mm7g atau terjadi penurunan ,63mm7g dari keadaan sebelumnya tanpa disertai penyebab dari penurunan tekanan darah yang lain' 2. Syok septik, sepsis dengan hipoensi :alaupun sudah dilakukan resusitasi cairan yang adekuat tetapi masih didapatkan gangguan perfusi jaringan Etiologi Sepsis Sepsis sampai syok septik secara klasik telah diakui penyebabnya adalah bakteri gram negatif, tetapi mungkin juga disebabkan oleh mikroorganisme lain, gram positif, jamur, ;irus bahkan parasit. Produk yang berperan penting terhadap sepsis adlah lipopolisakarida $<PS'. <PS atau endotoksin glikoprotein kompleks merupaka komponen utama membran terluar dari bakteri gram negatif. <ipopolisakarida merangsang peradangan jaringan, demam dan syok pada penderita yang terinfeksi. Struktur lipid A dan <PS bertanggung ja:ab terhadap reaksi dalam tubuh penderita. Sthaphylococci pneumococci streptococci dan bakteri gram positif lainnya jarang menyebabkan sepsis. Selain itu, jamur opurtunistik, ;irus $dengue dan herpes' atau proto=oa $ !alciparum malariae' dilaporkan dapat menyebabkan sepsis, :alaupun jarang. Pada sepsis sel8sel imun yang paling terlihat mengalami disregulasi apoptosis adalah limfosit, hilangnya limfosit ini akan menurunkan sur;i;al sepsis.

Epidemiologi Angka mortalitas penderita sepsis dengan endotoksemia lebih tinggi dibandingkan tanpa endotoksemia. >alaupun secara statistik tidak ditemukan perbedaan yang bermakna. ?enis kuman yang sering ditemukan adalah kuman gram negatif $11,"2@' diikuti gram positif $#9,6A@' dan jamur atau sel ragi $1,"2@'. Patofisiologi Patofisiologi sepsis sangat kompleks karena melibatkan interaksi antara proses infeksi kuman patogen, inflamasi dan jalur koagulasi yang dikarakteristikkan sebagai

ketidakseimbangan antara sitokin proinflamasi seperti tumor ne"rosis factor#$ $+B58 C', interleukin81D $!<81 D', !<82 dan interferon8E $!5B E' dengan sitokinin antiinflamasi seperti !<81 reseptor antagonis $!<81C', !l86 dan !<813. );erproduksi sitokin inflamasi sebagai hasil dari akti;itas nuklear faktor FB$B58FB akan menyebabkan akti;itasi respon sistemik berupa S!&S terutama pada paru8paru, hati, ginjal usus dan organ lainnya yang mempengaruhi permeabilitas ;askuler, fungsi jantung, dan menginduksi perubahan metabolik sehingga terjai apoptosis maupun nekrosis jaringan, Multiple Organ !ailure $()5', syok septik serta kematian