Anda di halaman 1dari 2

FIBROMA Fibroma merupakan salah satu tumor jinak non odontogen yang berasal dari jaringan ikat mulut.

Fibroma berasal dari hiperplasia reaktif yang disebabkan oleh iritasi kronis. Fibroma terjadi pada seluruh permukaan rongga mulut, terutama pada daerah yang sering mengalami trauma atau injuri seperti tergigit, atau karena gesekan plat protesa dari gigi palsu Gambaran Klinis a. Biasanya berupa papula yang tumbuh lambat, berbatas jelas b. Berwarna merah muda, dengan permukaan licin dan diameter hingga 1,5 cm c. Keras dan tidak sakit d. Lama kelamaan papula ini akan membesar dan membentuk nodula, biasanya dengan dasar tidak bertangkai Gambaran histopatologis enunjukan suatu proliferasi dari sel ! sel fibrous yang mature dan padat, dengan pembentukan pembuluh darah yang kurang dan lesi dibatasi oleh kapsul fibrous. Diagnosa Banding a. Lipofibroma Lipofibroma adalah suatu neoplasma intraoral jinak yang jarang dijumpai dan berasal dari jaringan ikat campur. "ecara makroskopik merupakan suatu massa submukosa berbatas jelas yang terdiri atas sel#sel berisi lemak yang matang dengan komponen jaringan ikat fibrosa yang mencolok. "ecara klinis gambarannya adalah campuran dari lipoma dan fibroma. $mumnya dijumpai pada bibir dan pipi. %ada palpasi, lesi teresbut tidak keras dan dapat digerakkan, tidak sakit, dan lunak atau kerasnya tergantung pada kandungan lemak kolagennya. Lesi ini tumbuh lambat, tetapi jika dibiarkan tanpa perawatan dapat tumbuh sampai beberapa sentimeter. b. %apiloma %apiloma adalah neoplasma epitel jinak yang paling umum dalam rongga mulut. &ampak sebagai massa#massa yang tumbuh keluar, kecil, berwarna merah muda#putih yang biasanya berdiameter kurang dari 1 cm. %ermukaan papula dapat licin, merah muda dan berbintil#bintilatau mempunyai banyak tonjolan seperti jari#jari kecil. 'asarnya dapat

bertangkai dan berbatas jelas. Lesi intraoral umumnya lunak sedangkan yang pada daerah bibiryang terbuka biasanya kasar dan bersisik. Perawatan dan Prognosa Fibroma paling baik dilakukan perawatan dengan menghilangkan sumber iritasi, diikuti dengan eksisi bedah. &ingkat rekuren sangat jarang, apabila dilakukan perawatan dengan baik dan tepat.