Anda di halaman 1dari 3

INDIKATOR KINERJA Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan/atau kualitatif yang

menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran. Melalui penggunaan indikator kinerja, para manajer dan pengambil keputusan dapat memantau apa yang sedang dilakukan, menilai apakah pekerjaan yang benar telah dilakukan, melakukan penyesuaian terhadap perubahan jika dibutuhkan, mengelola perubahan, mempertanggungjawabkan apa yang telah dicapai dan meningkatkan penyediaan barang dan jasa bagi masyarakat. Penetapan indikator kinerja bermanfaat untuk memperbaiki kinerja, memperbaiki tingkat kepuasan pelanggan, meningkatkan akuntabilitas, mendorong produktivitas dan kreativitas, membantu proses penganggaran, mendukung rencana stratejik dan membantu penyusunan tujuan, dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan efektif. Sebelum menentukan indikator kinerja, langkah yang harus dilakukan adalah menkaji ulang misi, tujuan dan sasaran organisasi. emudian mendefinisikan indikator untuk mencapai suatu sasaran dengan mengidentifikasi target untuk masing!masing sasaran. "ntuk menentukan apakah indikator telah tercapai atau belum maka harus direncanakan metode yang akan digunakan untuk mengukurnya. #da beberapa pertimbangan yang digunakan dalam menentukan indikator kinerja. Pertimbangan!pertimbangan tersebut antara lain manfaat, ketersediaan data, validitas, kejelasan, reliabilitas, dapat dikendalikan, biaya dan dapat dibandingkan. Manfaat$#pakah pengukuran memberikan informasi yang dibutuhkan penggunanya dalam pengambilan keputusan atau melakukan tindakan perbaikan% Ketersediaan Data$#pakah informasi untuk pengukuran sudah tersedia% Validitas$#pakah pengukuran berhubungan dengan pelayanan dan tujuan pelayanan% #pakah hal ini mengukur sumber daya yang digunakan, output, outcome atau biaya pelayanan% #pakah pengukuran mengindikasikan adanya kebutuhan untuk melakukan tindakan atas hasil yang diperoleh dari pengukuran tersebut% Kejelasan$#pakah pengukuran dapat dipahami oleh pihak yang mengumpulkan dan menggunakannya% Reliabilitas$ &ika pengukuran diulang, apakah hasilnya akan sama% Dapat dikendalikan$#pakah pengguna memiliki kendali atas kinerja pelayanan% Biaya$#pakah biaya pengumpulan

dan analisa data melebihi manfaat yang diperoleh% Dapat dibandingkan$#pakah pengukuran dapat digunakan antar periode dan antar kewenangan serta bentuk perbandingan lainnya% 'erdasarkan tujuan pengukurannya indikator kinerja dibedakan atas dua yaitu untuk tolok ukur jangka pendek dan tolok ukur jangka panjang. "ntuk tolok ukur jangka pendek ada tiga indikator kinerja yaitu masukan ( input), keluaran (output) dan hasil (outcome). Sedangkan untuk tolok ukur jangka panjang berupa manfaat ( benefit) dan dampak (impact). Indikator manfaat dan dampak ini tidak banyak digunakan dalam mengukur kinerja satuan kerja karena selain untuk tolok ukur jangka panjang, faktor ketersediaan data yang terbatas dan kesulitan pengukurannya menjadi kendala dalam menggunakan indikator ini. esulitan pengukuran manfaat dan dampak ini karena indikator ini tidak hanya dipengaruhi oleh satu program/kegiatan saja, tetapi dipengaruhi oleh program/kegiatan lainnya dan juga faktor!faktor lainnya. Indikator masukan (input) dapat diidentifikasi dari jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk menyediakan barang dan jasa tertentu yang mencakup tenaga, material, peralatan, dan perlengkapan. Sebagai contoh untuk kegiatan rehabilitasi / pemeliharaan jalan dan jembatan, indikator masukannya (input) adalah jumlah dana yang dibutuhkan, jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan, peralatan yang digunakan, dan jumlah bahan yang digunakan. arena pada S P* untuk kegiatan rehabilitasi / pemeliharaan jalan dan jembatan diserahkan pada penyedia barang dan jasa, maka jumlah dana yang dibutuhkan adalah jumlah anggaran untuk kegiatan tersebut, jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan adalah pelaksana kegiatan tersebut seperti pejabat pembuat komitmen (PP ), panitia lelang, pengawas teknik, dan petugas lainnya, peralatan yang digunakan adalah peralatan kantor yang digunakan seperti komputer, kendaraan dinas dsb, sedangkan jumlah bahan yang digunakan seperti kertas, tinta dsb. "ntuk peralatan dan bahan biasanya banyak satuan kerja yang tidak memasukan dalam indikator kinerja masukan (input). Indikator keluaran (output) menggambarkan jumlah barang atau jasa dan/atau pelayanan yang akan disediakan. +ara menentukan indikator keluaran ( output) dengan menetapkan apa yang akan dihasilkan dari sebuah pelayanan atau kegiatan tersebut yang dapat berupa jumlah pelayanan yang direncanakan dan jumlah barang yang

dibeli/dihasilkan. &umlah pelayanan yang direncanakan seperti jumlah orang yang diimunisasi atau divaksinasi, jumlah permohonan yang diproses, atau jumlah pelatihan/peserta pelatihan. Sedangkan jumlah barang yang dibeli/dihasilkan seperti jumlah gedung/jembatan yg dibangun dan jumlah meter panjang jalan yang dibangun/direhabilitasi. Sebagai contoh untuk kegiatan rehabilitasi / pemeliharaan jalan dan jembatan, indikator kinerja keluaran ( output) adalah jumlah meter panjang jalan yang direhabilitasi dan jumlah jembatan yang direhabilitasi. Indikator hasil (outcome) menggambarkan tingkat pencapaian hasil yang lebih luas dari output. Indikator outcome dapat digunakan untuk menunjukkan hasil apa yang telah dicapai dalam bentuk output sehingga bisa memberikan kegunaan yang lebih besar bagi masyarakat. Indikator outcome diukur dengan melakukan penilaian terhadap output, apakah output tersebut berfungsi atau tidak. Indikator Outcome memastikan pencapaian suatu sasaran dapat berupa jumlah atau persentase (,) hasil dari kegiatan, peningkatan tren untuk hal!hal yang positif atau penurunan tren untuk hal!hal yang negatif. "ntuk kegiatan rehabilitasi / pemeliharaan jalan dan jembatan, indikator outcome!nya adalah terkait dengan berfungsinya jalan dan jembatan yang telah direhabilitasi yang dapat mempengaruhi secara positif terhadap arus lalu lintas. Sehingga indikator outcome yang dapat dirumuskan adalah peningkatan arus lalu lintas atau penurunan tingkat kemacetan.
Tabel 1 Contoh Indikator Kinerja

Indikator Kinerja Uraian egiatan rehabilitasi / pemeliharaan jalan dan jembatan a. Indikator Input a. &umlah dana b. &umlah S*M c. &umlah peralatan (dapat dijabarkan per masing!masing peralatan seperti komputer, kendaraan dinas, dsb) d. &umlah bahan (dapat dijabarkan per masing! masing bahan seperti kertas, tinta dsb) b. Indikator .utput a. &umlah meter jalan yang direhabilitasi b. &umlah jembatan yang direhabilitasi c. Indikator .utcome a. Peningkatan arus lalu lintas atau b. Penurunan tingkat kemacetan

Tolok Ukur

Satuan -upiah .rang /ari "nit Set/'uah Meter 'uah , ,