Anda di halaman 1dari 57

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI ASAP CAIR SEKAM PADI GRADE 1 TERHADAP BEBERAPA BAKTERI PENCEMAR PANGAN

SKRIPSI

BQ. MUTMAINNAH G1A 005 015

PROGRAM STUDI BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS MATARAM MATARAM 2010

HALAMAN PERSETUJUAN

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI


DARI ASAP CAIR SEKAM PADI GRADE 1 TERHADAP BEBERAPA BAKTERI PENCEMAR PANGAN

SKRIPSI

Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains Bidang Biologi Pada Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mataram

Oleh

BQ. MUTMAINNAH G1A 005 015

anggal !ulus" #$ Agustus %#&# 'isetujui Oleh"

'osen Pembimbing &(

)rnin *idayati( S+Si+( M+Si ,IP " &-$.&%/& %##/&% % ##&

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

'osen Pembimbing II(

!ely 0urnia1ati( S+Pd+( M+Si ,IP " &-$.#2#. %##2#& % #&&

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI

3udul

" Uji Aktivitas Antibakteri dari Asap 4air Sekam Padi grade 1 terhadap Beberapa Bakteri Pen5emar Pangan+

Penyusun ,IM anggal Ujian

" B6+ MU MAI,,A* " G&A ##7 #&7 " #$ Agustus %#&# 'isetujui Oleh "

&+ )rnin *idayati( S+Si+( M+Si ,IP+ &-$.&%/& %##/&% % ##& %+ !ely 0urnia1ati( S+Pd+( M+Si ,IP+ &-$.#2#. %##2#& % #&& + Bambang F+ Suryadi( S+Si+( M+Si ,IP+ &-$%&#&& %##/&% &##&

80etua9

++++++++++++++++++++++++++++++++

8Sekertaris9

++++++++++++++++++++++++++++++++

8Anggota9

+++++++++++++++++++++++++++++++

Mengetahui " 'ekan Fakultas MIPA Universitas Mataram 0etua Program Studi Biologi Universitas Mataram

Pro:+ Ir+ I Made Sudarma M+S5( Ph+ '

Bambang F+ Suryadi( S+Si+( M+Si

,IP " &-;##;#; &-27#/ & #/%

,IP " &-$%&#&& %##/&% &##&

MO

O 'A, P)<S)MBA*A,

Motto

Orang yang dapat meman:aatkan 1aktunya dengan baik( pasti bisa menguasai arah tujuan yang ingin di5apai

Jika A !a "i!ak #i$a %& 'a!i ()a * +a !ai, 'a!i-a. ()a * /a * #aik. Ja *a %& *a **a+ )&%&. !i)i $& !i)i, ka)& a $&"ia+ ()a * %&%i-iki k&%0 *ki a /a * "ak "&).i **a.

K&$0k$&$a /a * +a-i * #&$a) !a-a% .i!0+ a!a-a. #i$a #a *ki" k&%#a-i !a)i k&*a*a-a

P&)$&%#a.a

Ba#a. !a Ma%a. "&)1i "a a"a$ -i%+a.a k&$a#a)a /a * !& *a $a#a) %&%#&$a)ka !a %&)a2a"k0, $&)"a ka$i. $a/a * /a /a * "ak +&) a. +0"0$, a!&k3a!&k Q, A#a * /a!i /a * $-a-0 $&"ia %& &%a i Q !a-a% $0ka 4 !0ka, k&-0a)*a #&$a) Q, !($& 3!($& Q, $&)"a "&%a 3"&%a "&)#aik Q, a"a$ %("i5a$i !a)i ka-ia ,,,I

-(5& U a--.

".6 7 a-L8. Tia!a k"a Lai /G Q +&)$&%#a.ka +Da 63a S%2 T&)i%aka$i.8.. T&)i%aka$i....... T&)i%aka$i.......
KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah S= ( <obbi Semesta Alam atas 0arunia dan <ahmat>,?A( sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul @U'i Ak"i5i"a$ A "i#ak"&)i Da)i A$a+ Cai) S&ka% Pa!i Grade 1 T&).a!a+ B&#&)a+a Bak"&)i P& 1&%a) Pa *a tepat 1aktu serta sela1at serta salam semoga dihaturkan

kepada ,abi dan <asul Pilihan Muhammad SA=( keluarga beserta sahabatnya+ U5apan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu baik :isik maupun material( terutama kepada" &+ )rnin *idayati( S+Si+( M+Si+ selaku 'osen Pembimbing Utama atas bimbingan( arahan( nasehat( dan motivasi yang sangat berharga dan berarti( serta hasil dokumentasi beliau yang membuat skripsi ini menjadi lebih ber1arna dan bermakna+ %+ !ely 0urnia1ati( S+Pd+( M+Si+ selaku 'osen pembimbing pendamaping atas segala nasehat( bimbingan( dan dukungannya hingga terselesaikannya skripsi ini+

/+ Bambang F+ Suryadi( S+Si+( M+Si selaku 'osen Pembahas atas segala bimbingan( arahan dan masukannya selama ini yang menjadi koreksi berharga sehingga membuat skripsi ini menjadi lebih baik+ .+ Pro:+ Ir+ I Made Sudarma( M+S5+( Ph+'+ selaku 'ekan Fakultas MIPA dan atas kebaikan serta kesempatan yang banyak diberikan kepada penulis+ 7+ Arben Airgota( S+Si+( M+Si selaku 'osen Pembimbing Akademik ;+ Maria Ul:a( S+Si+( M+Si atas bimbingan( motivasi yang tak terhingga( doBa dan telah sabar membimbing penulis hingga skripsi terselesaikan+ $+ Seluruh Sta: !aboratorium Biomedik <umah Sakit Umum Mataram dan !ab+ Biologi MIPA Unram yang telah mem:asilitasi dan memberikan bimbingan selama penelitian+ 2+ 0edua orang tuaku yang selalu menumpahkan rasa 5inta dan kasih sayang yang penuh kepada penulis serta bantuan material yang sangat mendukung penulis( Adek> adek 6( dan 0eluarga besarku atas segala doa( perhatian( kasih sayang( dan keper5ayaan yang menjadi kekuatan dan motivasi terbesarku+ -+ eman>temanku BioB#7 yang selalu kompak terutama kelompok mikroB#7 8?ana( !ina( <atna( ?uyun( Al:it( Shanti9( mbk AinaB#.( mbk SriB#.( mbk *ilB#.( mbk !estiB#. Serta semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu>persatu dalam tulisan ini+ &#+ !+0usmayadi atas segala motivasi( kesabaran( dan masukannya selama ini++ Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangan dan penulis sangat memerlukan kritik dan saran yang si:atnya membangun demi kesempurnaan skripsi ini+ Mataram( &. Agustus %#&# P& 0-i$

U'i Ak"i5i"a$ A "i#ak"&)i Da)i A$a+ Cai) S&ka% Pa!i Grade 1 T&).a!a+ B&#&)a+a Bak"&)i P& 1&%a) Pa *a

B9. M0"%ai

a.

GIA 005 015

ABSTRAK

Asap 5air sekam padi merupakan dispersi asap kayu dalam air( yang dibuat dengan mengkondensasikan asap dari hasil pembakaran kayu+ Asap 5air dibedakan berdasarkan kualitasnya yaitu grade 1( grade 2( dan grade 3+ Asap 5air sekam padi grade 1 dapat dijadikan sebagai penga1et makanan kerena mengandung senya1a fenol yang berperan sebagai antimikroba+ Akan tetapi( belum diketahui seberapa besar aktivitas antimikroba dalam peman:aatannya+ Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan antibakteri dari asap 5air sekam padi grade 1 pada berbagai konsentrasi terhadap bakteri pen5emar pangan yaitu E.coli, S.aureus, V.cholerae( dan B.cereus+ Penelitian ini dilakukan di Unit <iset Biomedik <SU Mataram dengan metode penelitian yang bersi:at eksperimen+ Asap 5air sekam padi grade 1 di uji aktivitas antibakterinya menggunakan metode sumuran+ *asil uji antibakteri asap 5air tersebut mampu menghambat bakteri uji+ Cona hambatan tertinggi dari E.coli, V.cholerae, dan B.cereus masing>masing sebesar %&(; mm( &/ mm( dan %&(; mm setelah inkubasi &% jam( sedangkan S.aureus sebesar &2 mm setelah inkubasi &2 jam+ 'ata hasil pengamatan dianalisis se5ara statistik dengan analisis sidik ragam 8A,OAA9 dengan <an5angan A5ak !engkap 8<A!9 berpola :aktorial dengan dua :aktor 8:aktor pertama perlakuan konsentrasi dan :aktor kedua 1aktu inkubasi9( dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur 8B,39 pada tara: 7D+ *asil penelitian menunjukkan bah1a :aktor perbedaan konsentrasi memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kemampuan asap 5air sekam padi grade 1 sebagai antibakteri E. coli+ Sedangkan :aktor 1aktu inkubasi memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kemampuan antibakteri asap 5air sekam padi grade 1 terhadap bakteri B. cereus+ Penggunaan konsentrasi &##D( $7D( 7#D( dan %7D setelah inkubasi ; jam telah

memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri E. coli, S. aureus( dan B. cereus+

0ata 0un5i " Asap 5air sekam padi grade 1( antibakteri( bakteri pen5emar pangan( metode sumuran+

DAFTAR ISI

Halaman

*A!AMA, 3U'U!+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++i *A!AMA, P)<S) U3UA,+ +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++ii *A!AMA, P),G)SA*A, S0<IPSI +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++iii +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ MO O 'A, P)<S)MBA*A, +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++iv 0A A P),GA, A<+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++v ABS <A0 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++vii

'AF A< ISI+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++viii 'AF A< AB)! +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++Ei 'AF A< GAMBA<

10

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++Eii 'AF A< !AMPI<A, +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++Eiv ............................................................................................. BAB I PENDAHULUAN

&+& !atar Belakang++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++& &+% <umusan Masalah+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++/ &+/ ujuan Penelitian+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++/ &+. Man:aat Penelitian+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++/ BAB II TINJAUAN PUSTAKA %+& injauan Umum entang Asap 4air++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++7 %+%+& Senya1a :enol ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++; %+%+% Senya1a karbonil++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++$ %+%+/ Senya1a asam++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++2 %+%+. Senya1a hidrokarbon pirosiklik aromatis++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++2 %+/ Pemurnian Asap 4air+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++2 %+. 0euntungan dan Si:at Fungsional Asap 4air ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++&& %+7 Asap 4air *asil Pirolisis Sekam Padi Grade 1 +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++&% %+.+& 0omponen Asap 4air Sekam Padi Grade 1+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++&% %+.+% Potensi Asap 4air Sekam Padi Grade 1 Sebagai AntimikrobaF+&/ %+; injauan Umum entang Beberapa Bakteri Pen5emar Makanan++++++++++++++++++++&. %+;+& Escherichia coli..................................................................................... &7 %+;+% Staphylococcus aureus+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++&; %+;+/ Vibrio cholera........................................................................................ &$

%+% 0andungan Asap 4air++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++;

11

%+;+. Bacillus cereusFFFFFFFFFFFFFFFFFFF+++&2 %+$ Mekanisme 0erja Bahan Antibakteri dalam Membunuh Bakteri++++++++++++++++++++&%+$+& 'aya kerja antibakteri dengan merusak dinding sel+++++++++++++++++++++++++++++++&%+$+% 'aya kerja bahan antibakteri melalui gangguan permeabilitas sel+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%# %+$+/ 'aya kerja antibakteri melalui hambatan sintesa protein++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%# %+$+. 'aya kerja antibakteri melalui hambatan aktivitas enGim+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%# %+$+7 'aya kerja antibakteri melalui hambatan sintesa asam nukleat+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%& BAB III METODE PENELITIAN /+& 3enis Penelitian++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%% /+% =aktu dan empat Penelitian++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%% /+/ Alat dan Bahan Penelitian+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%% /+/+& Alat penelitian +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%% /+/+% Bahan dan media Penelitian+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%/ /+. 4ara 0erja+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%. /+.+& Uji aktivitas antibakteri++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%. /+.+&+& Persiapan alat dan bahan uji++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%. /+.+&+% Pembuatan media++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%. /+.+&+/ Uji penegasan kemurnian isolat bakteri uji+++++++++++++++++++++++++++++%7 /+.+/+/+& Pengamatan mor:ologi koloni++++++++++++++++++++++++++++++++%7 /+.+/+/+% Pengamatan mor:ologi sel+++++++++++++++++++++++++++++++++++++%7

12

/+.+&+. Peremajaan biakan bakteri uji++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%; /+.+&+7 Penentuan jumlah bakteri uji ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%; /+.+% Pembuatan konsentrasi larutan+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%; /+7 Pelaksanaan Uji Aktivitas Antibakteri +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%$ /+; Analisis 'ataFFFFFFFFFFFFF+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%2 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++%BAB V PENUTUP 7+& 0esimpulan+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++.. 7+% Saran+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++.. DAFTAR PUSTAKA++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++.7 LAMPIRAN3LAMPIRAN++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++.$

DAFTAR TABEL

abel

*alaman

%+& .+&

Perbedaan kualitas asap 5air dari pembakaran batu bata 'iameter Gona hambat bakteri uji dari asap 5air sekam padi grade 1 dengan berbagai perlakuan konsentrasi menggunakan metode sumuran pada volume &## H! asap 5air sekam padi grade 1

&% %-

13

DAFTAR GAMBAR

Gambar

*alaman

%+&

Alat pirolisis asap 5air sekam padi kelompok masyarakat @Banjar Ih1anI sentra kerajinan batu bata 'esa Pringgajurang( 0e5amatan Montonggading 0abupaten !ombok imur( ,usa enggara Barat+

%+/

Struktur ikatan kimia dari asap 5air sekam padi grade 1

%+/

Pertumbuhan Escherichia coli pada medium Nutrien Agar dengan metode gores empat k1adran 8Sumber" http"JJ ASM Mi5robe!ibrary+org9

&7

14

%+.

Pertumbuhan Staphylococcus aureus pada medium Nutrient Agar dengan metode gores empat k1adran 8Sumber" http"JJ ASM Mi5robe!ibrary+org9

&$

%+7

Pertumbuhan Vibrio cholerae pada medium !BS dengan metode gores empat k1adran 8Sumber" http"JJ ASM Mi5robe!ibrary+org9 Pertumbuhan Bacillus cereus pada medium Nutrient Agar dengan metode gores empat k1adran 8Sumber" http"JJ ASM Mi5robe!ibrary+org9 Cona hambatan E.coli dari asap 5air sekam padi grade 1 dengan berbagai perlakuan konsentrasi menggunakan metode sumuran 'iameter Gona hambatan pertumbuhan bakteri E.coli pada berbagai konsentrasi asap 5air sekam padi grade 1 pada setiap jam pengamatan Bintik>bintik pertumbuhan koloni di sekitar sumuran dari asap 5air sekam padi grade 1 pada E.coli
'iameter Gona hambatan pertumbuhan bakteri S.aureus pada berbagai konsentrasi asap 5air sekam padi grade 1 pada setiap jam pengamatan

&2

%+;

&-

.+&

/#

.+%

/7

.+/

/;

.+.

/$

.+7

'iameter Gona hambatan pertumbuhan bakteri V.cholerae pada berbagai konsentrasi asap 5air sekam padi grade 1 pada setiap jam pengamatan

/-

.+;

'iameter Gona hambatan pertumbuhan bakteri B.cereus pada berbagai konsentrasi asap 5air sekam padi grade 1 pada setiap jam pengamatan+

.#

15

DAFTAR LAMPIRAN

!ampiran

*alaman

&+

'iameter Gona hambatan asap 5air sekam padi grade 1 pada bakteri uji 8mm9

.$

%+

*asil penge5atan gram bakteri uji

7-

0oloni bakteri uji

;#

16

.+

0omposisi media

;&

7+

Perhitungan konsentrasi asap 5air

;/

;+

*asil analisis varian pengaruh :aktor konsentrasi dan 1aktu inkubasi terhadap diameter Gona hambatan yang terbentuk pada bakteri uji

;7

$+

*asil uji lanjut B,3 pada tara: signi:ikansi 7D

;$

BAB I PENDAHULUAN 1.1 La"a) B&-aka * Asap 5air merupakan dispersi asap kayu dalam air yang dibuat dengan mengkondensasikan asap 5air hasil pirolisis kayu pada suhu air %7 #4 8'armadji( &---9+ Sedangkan menurut Girard 8&--%9( asap 5air diartikan sebagai suatu suspensi partikel>partikel padat dan 5air dalam medium gas+ Asap 5air telah banyak diman:aatkan dan diproduksi se5ara komersial untuk diperdagangkan+ Peman:aatan asap 5air dibedakan berdasarkan kualitasnya+ Grade 1 8satu9 dengan karakteristik ber1arna bening( rasa sedikit asam(

17

kualitasnya tinggi dan tidak mengandung senya1a yang berbahaya untuk diaplikasikan dalam produk makanan sehingga dapat dijadikan sebagai penga1et makanan seperti tahu dan bakso 8Oramahi( %##-9+ Asap 5air Grade 2 8dua9 digunakan sebagai penga1et makanan pada makanan dengan rasa asap seperti daging asap dan bandeng asapJikan asap+ Sedangkan Grade 3 8tiga9 tidak digunakan sebagai bahan penga1et pangan( tetapi digunakan pada pengolahan karet penghilang bau dan penga1et kayu 8Astuti( %###9+ Menurut Amritama 8%##$9( penga1etan bahan pangan mentah dengan asap 5air dapat memperpanjang masa kesegaran buah>buahan+ Pangan sangat rentan kontaminan oleh mikroba berbahaya+ 0ontaminan makanan menyebabkan penyakit yang bervariasi seperti diare akibat in:eksi Escherichia coliK Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus menyebabkan kera5unan makanan 8Irianto( %##$9K dan Vibrio cholerae menyebabkan kolera El or 8Supardi dan Sukamto( &---9+ Mengingat bahaya dan tingginya tingkat
1 kontaminasi makanan oleh bakteri pen5emar pangan menyebabkan perlunya

peman:aatan senya1a bioakti: yang lebih e:ekti: dan aman+ Salah satu sumber yang perlu dipertimbangkan adalah asap 5air sekam padi grade 1+ Asap 5air sudah digunakan di Amerika Serikat untuk pengolahan penga1etan daging+ Sedangkan di Sidoarjo asap 5air digunakan untuk bandeng asap 8 ranggono( &--;9+ Berdasarkan penelitian ranggono dan 'armadji 8&--;9( asap 5air dari tempurung kelapa memiliki kemampuan untuk menga1etkan bahan makanan( karena adanya kandungan senya1a fenolat( asa" dan #arbonil+

18

0ualitas asap 5air yang dihasilkan tergantung dari bahan dasar kayu yang dipirolisis+ Bahan dasar yang telah banyak digunakan untuk produksi asap 5air antara lain limbah kayu( tempurung kelapa( bongkol kelapa sa1it( dan ampas hasil penggergajian kayu 8Amritama( %##$9+ Bahan dasar lain yang bisa diperoleh dari limbah>limbah pertanian misalnya sekam padi( batang padi( batang jagung( dan batang tembakau+ Salah satu limbah pertanian yang banyak ditemukan di , B adalah sekam padi+ 'i Propinsi ,usa enggara Barat 8, B9( limbah pertanian seperti sekam padi belum banyak diman:aatkan+ Asap 5air dari pembakaran sekam padi mempunyai kandungan yang relati: sama dengan asap 5air yang selama ini beredar di pasaran seperti asap 5air hasil pirolisis tempurung kelapa dan 5angkang kelapa sa1it yang diaplikasikan sebagai pestisida organik( penga1et organik( dan obat ternak+ Akan tetapi( hasil yang ditunjukkan belum optimal karena belum diketahui seberapa besar aktivitas antimikroba dalam peman:aatannya 8Ih1an( %##29+ Berdasarkan pemikiran tersebut( perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari asap 5air pembakaran sekam padi grade 1 sebagai antibakteri dalam kemampuannya menghambat pertumbuhan bakteri pen5emar pangan yaitu E. coli, S. aureus, B. cereus dan V. cholerae, sehingga dapat diketahui kemampuan antibakteri dari asap 5air sekam padi grade 1 tersebut+ 1.2 R0%0$a Ma$a-a. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan antibakteri dari asap 5air sekam padi grade 1 pada berbagai konsentrasi terhadap bakteri

19

pen5emar pangan yaitu Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Bacillus cereus dan Vibrio choleraeL 1.: T0'0a ujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan antibakteri dari asap 5air sekam padi grade 1 pada berbagai konsentrasi terhadap bakteri pen5emar pangan yaitu Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Bacillus cereus dan Vibrio cholerae. 1.7 Ma ;aa" Man:aat yang diharapkan dari penelitian ini adalah " &+ 'iperoleh data ilmiah mengenai kemampuan asap 5air sekam padi grade 1 sebagai antibakteri terhadap beberapa bakteri pen5emar pangan yaitu Escherichia coli, Staphylococcus aureus( Bacillus cereus dan Vibrio cholerae. %+ Sebagai data a1al untuk penelitian selanjutnya dalam melakukan eksplorasi potensi asap 5air sekam grade 1 padi yang dapat diaplikasikan sebagai penga1et makanan+
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ti 'a0a U%0% T& "a * A$a+ Cai) Asap 5air merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan>bahan yang banyak mengandung karbon serta senya1a>senya1a lain 8Amritama( %##$9+ Asap 5air merupakan suatu 5ampuran larutan dari dispersi koloid asap kayu dalam air( yang dibuat dengan mengkondensasikan asap dari hasil pembakaran kayu tersebut 8Oramahi( %##$9+

20

Sedangkan menurut 0amus =ebsterBs mendi:inisikan asap hasil dari pembakaran sebagai suspensi dari partikel padat dan 5air dalam medium gas+ Salah satu 5ara untuk membuat asap 5air adalah dengan mengkondensasikan asap hasil pembakaran tidak sempurna dari kayu+ Selama pembakaran( komponen kayu seperti hemiselulosa( selulosa( dan lignin akan mengalami pirolisis yang menghasilkan tiga kelompok senya1a yaitu senya1a mudah menguap yang dapat dikondensasikan( gas>gas yang tidak dapat dikondensasikan dan Gat padat berupa arang 8Maga( &-2$9+ Pirolisis adalah proses penguraian yang tidak teratur dari bahan>bahan organik atau senya1a kompleks menjadi Gat dalam tiga bentuk yaitu padatan( 5airan( dan gas yang disebabkan oleh adanya pemanasan tanpa berhubungan dengan udara luar pada suhu yang 5ukup tinggi 8Sulaiman( %##.9+ Alat produksi dari asap 5air sekam padi grade 1 dapat dilihat pada gambar %+&+

Gambar %+& Alat pirolisis asap 5air sekam padi kelompok masyarakat @Banjar Ih1anI sentra kerajinan batu bata 'esa Pringgajurang( 0e5amatan Montonggading 0abupaten !ombok imur( ,usa enggara Barat+

21

2.2 Ka !0 *a A$a+ Cai) 2.2.1 S& /a2a fenol Senya1a fenol diduga berperan sebagai antioksidan sehingga dapat

memperpanjang masa simpan produk asapan+ 0andungan senya1a fenol dalam asap sangat tergantung dari jumlah komponen lignin pada pirolisis kayu+ !ignin merupakan makromolekul dalam kayu yang strukturnya sangat berbeda jika dibandingkan dengan polisakarida karena terdiri atas sistem aromatik yang tersusun atas unit>unit :enilpropana 8gambar %+%9+

Gambar %+% Struktur ikatan kimia lignin dari asap 5air grade 1 Menurut Girard 8&--%9( kuantitas fenol pada kayu sangat bervariasi yaitu antara &#> %## mgJkg+ Beberapa jenis fenol yang biasanya terdapat dalam produk asapan adalah guaiakol dan siringol+

22

Senya1a fenol yang terdapat pada kayu umumnya hidro#arbon aro"ati# yang tersusun dari 5in5in benGena dengan sejumlah hidroksil yang terikat+ Senya1a>senya1a fenol juga dapat mengikat gugus>gugus lain seperti aldehid( keton( asam( dan ester 8Maga( &-2$9+ 2.2.2 S& /a2a karbonil Senya1a #arbonil dalam asap memiliki peranan pada pe1arnaan dan 5ita rasa produk asapan+ Golongan senya1a ini mempunyai aroma seperti aroma karamel yang unik+ 3enis senya1a #arbonil yang terdapat dalam asap 5air antara lain vanilin dan siringaldehida+ 2.2.: S& /a2a asam Senya1a asa" mempunyai peranan sebagai antibakteri dan membentuk 5ita rasa produk asapan baik rasa( aroma dan daya simpan produk+ Senya1a asa" ini antara lain asam asetat( propionat( butirat dan valerat+ 2.2.7 S& /a2a hidrokarbon pirosiklik aromatis Menurut Girard 8&--%9( senya1a $idro#arbon %irosi#li# Aro"atis &$%A' dapat terbentuk pada pirolisis kayu+ Senya1a hidro#arbon pirosi#li# aro"atis seperti ben(ene&a'pyrene merupakan senya1a yang memiliki pengaruh buruk karena bersi:at karsinogen+ Pembentukan berbagai senya1a *PA selama pembuatan asap tergantung beberapa hal( seperti temperatur pirolisis( 1aktu dan kelembaban udara pada proses pembuatan asap serta kandungan udara dalam kayu+ 'ikatakan juga bah1a proses yang menyebabkan terpisahnya partikel>partikel besar dari asap akan menurunkan kadar ben(e&a'pyrene+ Proses tersebut antara lain adalah pengendapan dan penyaringan+ 2.: P&%0) ia A$a+ 1ai)

23

Asap 5air yang diperoleh dari tahap pirolisis atau grade 3 masih terdapat kandungan tar dan ben(ene&a'pyrene tinggi sehingga tidak aman diaplikasikan dalam pengasapan dan penga1et makanan 8PsG5Gola( %##%9+ Oleh karena itu( dilakukan proses lebih lanjut untuk meningkatkan potensi asap 5air dari grade 3 menjadi grade 2 dan 1 yang aman diaplikasikan pada makanan+ Beberapa tahapan yang dilakukan dalam pemurnian asap 5air adalah destilasi( selanjutnya dilakukan penyaringan dengan karbon akti: dan Geolit 8'emar5o(&--29+ Penyaringan dengan (eolit a#tif bertujuan untuk mendapatkan asap 5air yang benar>benar bebas dari Gat berbahaya seperti ben(e&a'pyrene+ Sedangkan :iltrasi dengan #arbon a#tif bertujuan untuk mendapatkan :iltrat asap 5air dengan bau asap yang ringan dan tidak menyengat+ Asap 5air grade 1 yang diperoleh setelah penyaringan ini ber1arna bening( rasa sedikit asam( beraroma netral( kualitasnya tinggi dan tidak mengandung senya1a yang berbahaya untuk diaplikasikan dalam produk makanan 8Oramahi( %##-9+ Pemurnian asap 5air dilakukan dengan 5ara destilasi ulang pada asap 5air grade 3+ 'estilasi satu tingkatJsatu kali akan menghasilkan grade 2+ Asap 5air yang keluar dari mesin pirolisis masih memiliki kandungan tar yang sangat pekat+ Oleh karena itu( 5ara yang mudah untuk memisahkannya adalah dengan teknik settlingJpengendapan beberapa hari sampai diperoleh asap 5air yang bening 8Mashuri( %##29+ Menurut 'emar5o 8&--29( menyatakan bah1a beberapa tahapan penyaringan asap 5air sebagai berikut" &+ Proses pemurnian asap 5air Pemurnian asap 5air bertujuan untuk meminimalisir jumlah tar pada asap 5air+ Proses tersebut dapat dilakukan dengan proses destilasi+ 'estilasi merupakan proses pemisahan komponen dalam 5ampuran berdasarkan perbedaan titik didihnya( atau

24

pemisahan 5ampuran berbentuk 5airan atas komponennya dengan proses penguapan dan pengembunan sehingga diperoleh destilat dengan komponen>komponen yang hampir murni 8Astuti( %###9+ 'alam pembuatan asap 5air( destilasi bertujuan untuk memisahkan tar yang bersi:at karsinogenik+ Suhu yang dibutuhkan pada destilasi tidak setinggi pada pirolisis+ Suhu sekitar &7#o4 M %##o4 sudah 5ukup untuk menghasilkan asap 5air yang bagus+ 'estilasi sederhana dilakukan se5ara bertahap( sejumlah 5ampuran dimasukkan ke dalam sebuah reaktor destilasi( dipanaskan bertahap dan dipertahankan selalu berada dalam tahap pendidihan kemudian uap yang terbentuk dikondensasikan dan ditampung dalam derigen plastik+ Produk destilat yang pertama kali tertampung mempunyai kadar komponen yang lebih ringan dibandingkan destilat yang lain+ 0omponen>komponen dominan yang mendukung si:at>si:at :ungsional dari asap 5air adalah senya1a fenolat, #arbonil dan asa"+ etapi asap 5air yang baru keluar dari destilasi masih belum langsung dapat digunakan sebagai penga1et makanan+ 0arena masih ada proses yang harus dilalui+ 2. Filtrasi dengan (eolit a#tif Filtrasi destilat dengan (eolit a#tif bertujuan untuk mendapatkan asap 5air yang benar>benar bebas dari Gat berbahaya seperti ben(e&a'pyrene+ 'ilakukan dengan mengalirkan asap 5air destilat kedalam kolom (eolit a#tif sehingga diperoleh :iltrat asap 5air yang benar>benar aman dari Gat berbahaya seperti ben(e&a'pyrene+ 3. Filtrasi dengan #arbon a#tif Filtrasi dengan #arbon a#tif bertujuan untuk mendapatkan :iltrat asap 5air dengan bau asap yang ringan dan tidak menyengat+ 'ilakukan dengan mengalirkan :iltrat hasil :iltrasi Geolit akti: kedalam kolom yang berisi karbon akti: sehingga diperoleh asap 5air

25

dengan bau yang ringan dan tidak menyengat dan dapat di aplikasikan asap 5air yang diperoleh sebagai penga1et makanan+ 2.7 K&0 "0 *a !a Si;a" F0 *$i( a- A$a+ Cai) Asap 5air mempunyai beberapa keuntungan+ Adapun keuntungan asap 5air sebagai berikut " &+ 0eamanan Produk Asapan Penggunaan asap 5air yang diproses dengan baik dapat mengeliminasi komponen asap berbahaya yang berupa hidrokarbon polisiklis aromatis+ 0omponen ini tidak diharapkan karena beberapa di antaranya terbukti bersi:at karsinogen pada dosis tinggi+ Melalui pembakaran terkontrol( dan teknik pengolahan yang semakin baik( tar dan :raksi minyak berat dapat dipisahkan sehingga produk asapan yang dihasilkan mendekati bebas *PA 8PsG5Gola( &--79+ %+ Aktivitas Antioksidan Adanya senya1a fenol dalam asap 5air memberikan si:at antioksidan terhadap :raksi minyak dalam produk asapan+ Senya1a fenolat ini berperan sebagai donor hidrogen dan e:ekti: dalam jumlah yang sangat ke5il untuk menghambat autooksidasi lemak 8Aaughn dan Gardner( &--/9+ /+ Aktivitas Antibakterial Peran bakteriostatik dari asap 5air semula hanya disebabkan karena adanya :ormaldehid saja tetapi aktivitas dari senya1a ini saja tidak 5ukup sebagai penyebab semua e:ek yang diamati+ 0ombinasi antara komponen :ungsional fenol dan asa")asa" organik yang bekerja se5ara sinergis dapat men5egah dan mengontrol pertumbuhan mikrobia 8PsG5Gola(&--79+

26

.+ Potensi Pembentukan =arna 4oklat Menurut <uiter 8&-$-9( #arbonil mempunyai e:ek terbesar pada terjadinya pembentukan 1arna 5oklat pada produk asapan+ 3enis komponen #arbonil yang paling berperan adalah aldehid glioksal dan metal glioksal sedangkan :ormaldehid dan hidroksiasetol memberikan peranan yang rendah+ *enol juga memberikan kontribusi pada pembentukan 1arna 5oklat pada produk yang diasap meskipun intensitasnya tidak sebesar karbonil+ 7+ 0emudahan dan Aariasi Penggunaan Asap 5air bisa digunakan dalam bentuk 5airan( dalam :asa pelarut minyak dan bentuk serbuk sehingga memungkinkan penggunaan asap 5air yang lebih luas dan mudah untuk berbagai produk 8PsG5Gola(&--79+ Asap 5air tempurung kelapa sa1it telah diaplikasikan dalam industri pengolahan karet alam( berman:aat dalam men5egah pertumbuhan bakteri dalam pengolahan karet sehingga tidak terjadi bau busuk+ Selain itu( asap 5air 5angkang kelapa sa1it diman:aatkan utuk mengurangi bau busuk limbah industri atau sampah lainnya+ Produk asap 5air 5angkang kelapa sa1it ini bisa juga digunakan sebagai penga1et makanan( pupuk organik( pestisida( :ungisida( herbisida( dan obat>obatan 8Oudejans( &--&9+ 2.5 A$a+ Cai) Ha$i- Pi)(-i$i$ S&ka% Pa!i Grade 1 2.5.1 K(%+( & a$a+ 1ai) $&ka% +a!i grade 1 Berdasarkan penelitian Ih1an 8%##29( kandungan asap 5air dari proses pembakaran batu bata menunjukkan kandungan yang sama dengan kandungan asap 5air yang selama ini beredar dipasaran+ Asap 5air yang diperoleh mengandung fenol #(&2 D( asa" #(2$ D( #arbonil 7(&-D( ben(o&a'pirena &;(%. ppm dan kadar air -%(&2 D+ Berat jenis &(#&/.

27

gJml dan p* ;(##+ Asap 5air sekam padi tersebut juga dimurnikan dengan destilasi sehingga didapatkan kandungan fenol #(&# D( asa" #(// D( #arbonil &-(.7 D( ben(o&a'pirena /(&7 ppm dan kadar air 2#(#; D dengan berat jenis &(#& gJml dan p* .(-.+ 0ualitas asap 5air yang dihasilkan dari pembakaran batu>bata ditunjukkan dalam tabel %+&+ abel+ %+& Perbedaan kualitas asap 5air dari pembakaran batu bata

Sumber " !aboratorium !PP UGM tahun %##$ dalam Ih1an( %##2+ 2.5.2 P("& $i a$a+ 1ai) $&ka% +a!i grade 1 $&#a*ai a "i%ik)(#a Asap 5air sekam padi hasil pembakaran batu>bata berpotensi menjadi pestisida organik( penga1et organik dan obat ternak+ Penelitian Ih1an 8%##29( menunjukkan bah1a hasil uji asap 5air sekam padi sebagai pestisida organik pada 5abe dan tomat

28

memperlihatkan hasil yang sama dengan hasil penggunaan pestisida kimia di desa Pringgajurang dengan jenis hama penyakit yang sama+ *asil uji asap 5air sebagai penga1et organik dilakukan pada tomat yang menunjukkan ada peningkatan daya simpan tomat antara yang menggunakan asap 5air dengan yang tidak( yaitu dari 7 hari menjadi $ hari+ Sedangkan pengujian asap 5air sebagai obat ternak telah dilakukan pada sapi yang menunjukkan penyakit sapi dapat sembuh dalam 1aktu & sampai % minggu dengan dioleskan asap 5air+ 2.5 Ti 'a0a U%0% T& "a * B&#&)a+a Bak"&)i P& 1&%a) Maka a Manusia memiliki :lora normal yang melimpah dalam tubuhnya yang biasanya tidak menyebabkan penyakit( tetapi men5apai keseimbangan yang menjamin bakteri dan inang untuk tetap bertahan( tumbuh dan berpropagasi+ Beberapa bakteri penting yang dapat menyebabkan penyakit biasanya tumbuh bersama dengan :lora normal+ Suatu bagian tubuh( dimana bakteri menempel atau melekat pada sel inang biasanya adalah epitel+ Pada bagian yang tepat untuk mengin:eksi( bakteri akan memperbanyak diri dan menyebar melalui jaringan atau aliran darah 83a1etG dkk( %##&9+ Airulensi atau derajat patogenitas yang dinyatakan dengan jumlah mikroorganisme yang mampu menimbulkan kematian dan inangnya dipengaruhi oleh daya invasi dan toksigenitas bakteri+ <eaksi yang dihasilkan akan merespon kerja sistem kekebalan tubuh baik yang bersi:at nonspesi:ik maupun kekebalan spesi:ik+ Bila daya tahan tubuh inang menurun( organisme yang dalam keadaan biasa tidak pathogen dapat menimbulkan penyakit+ 0eadaan demikian dinamakan oportunis 8!u5ky d##( &--.9+ Beberapa bakteri yang menjadi objek penelitian dapat menimbulkan penyakit pada manusia sebagai inangnya+ Bakteri tersebut diantaranya " 2.<.1 Escherichia coli

29

Escherichia coli berbentuk batang pendek 8cocobasil9( Gram negati:( ukuran sel E.coli memiliki panjang sekitar #(. sampai #($ m dan lebar &(. m( beberapa strain mempunyai kapsul( motil( anaerob :akultati: 8!u5ky( d##( &--/9+ E.coli tumbuh pada suhu antara &#o4 sampai .#o4( dengan suhu optimum /$o4+ p* optimum untuk pertumbuhannya adalah $(# sampai $(7K p* minimum pada .(# dan maksimum pada p* -(# 8Supardi dan Sukamto( &---9+ E.coli patogen menimbulkan gastroenteritis akut yang terutama menyerang anak>anak di ba1ah dua tahun dan in:eksi di luar saluran pen5ernaan yaitu in:eksi saluran kemih( usus buntu( peritonitis( radang empedu( dan in:eksi pada luka bakar 8Supardi dan Sukamto( &---9+

Gambar %+/ Pertumbuhan Escherichia coli pada medium Nutrien Agar dengan metode gores empat k1adran 8Sumber" http"JJ ASM Mi5robe!ibrary+org9+
2.<.2 Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus bersi:at gram positi:( umumnya membentuk pigmen kuning keemasan( memproduksi koagulase( dapat mem:ermentasi glukosa dan mannitol dengan memproduksi asam dalam keadaan anaerob( tetapi tumbuh baik

30

pada kondisi aerob+ Selnya berbentuk bulat atau kokus( diameternya berukuran #(7 sampai &(7 m( tidak menghasilkan spora( dan biasanya sel>selnya terdapat dalam kelompok seperti buah anggur atau membentuk tetrad+ Suhu optimum untuk pertumbuhan Staphylococcus aureus adalah /7o4 sampai /$o4( dengan suhu minimum ;($o4 dan suhu maksimum .7(7o4+ Bakteri ini dapat tumbuh pada p* .(# sampai -(2 dengan p* optimum sekitar $(# sampai $(7 8Supardi dan Sukamto( &---9+
Staphylococcus aureus ber1arna kuning emas( mampu menghasilkan enterotoksin yang tahan panas+ Bakteri ini biasanya terdapat di berbagai bagian tubuh manusia( termasuk hidung( tenggorokan dan kulit+ Oleh karena itu( mudah memasuki makanan akibat adanya kontak langsung antara organ>organ tersebut dengan makanan+ Makanan> makanan yang sering menjadi sasaran pertumbuhannya adalah yang mengandung protein tinggi( misalnya sosis( telur dan lain sebagainya 8FardiaG( &--/9+

Gambar %+. Pertumbuhan Staphylococcus aureus pada medium Nutrien Agar dengan metode gores empat k1adran 8Sumber" http"JJ ASM Mi5robe!ibrary+org9
2.<.:. Vibrio cholerae

31

Vibrio cholerae bersi:at gram negati:( bergerak dengan :lagel monotrikus( tidak membentuk spora( berukuran panjang &>/Hm( dan lebar #(.>#(; Hm( Bentuk batang yang melengkung seperti koma( tersusun dalam kelompok berbentuk huru: S atau spiral atau tunggal( anaerobik :akultati:( dan tumbuh pada p* optimum $(2 > 2(# 8Supardi dan Sukamto( &---9+
Vibrio cholerae hidup di air laut dan menetap #(7>&(7 bulan di dalam saluran pen5ernaan he1an laut seperti kerang( kepiting( dan ranjungan+ Vibrio cholerae )l or dapat hidup di dalam air ta1ar sampai &- hari( sedangkan biotipe klasikal hidup selama $ hari+ 'i dalam makanan hasil laut yang masih mentah( Vibrio dapat hidup %>. hari selama .>- hari pada suhu 7 > &#N4+ 'i dalam air laut( biotipe )l or hidup selama &#>&/ hari pada suhu /# > /%N4( atau 72>;# hari pada suhu 7>&#N4 8Fardias( &--/9+

Gambar %+7 Pertumbuhan Vibrio cholerae pada medium 4BS dengan metode gores empat k1adran 8Sumber" http"JJ ASM Mi5robe!ibrary+org9
2.<.7 Bacillus cereus

32

Bacillus cereus adalah bakteri gram positi: berbentuk batang( aerob dan membentuk rantai+ Bakteri ini bersi:at sapro:it yang laGim terdapat di tanah( air( udara dan tumbuh>tumbuhan 83a1etG d##( %##&9+ Bakteri ini memiliki endospora yang berbentuk oval atau silinder dan besarnya tidak melebihi sel induknya+ Bakteri ini menyebabkan kera5unan makanan karena terbentuknya endospora+ Sporulasi terjadi karena makanan yang telah dimasak dihangatkan kembali sehingga terbentuk toksin yang dapat mengganggu kesehatan manusia+ Bakteri ini juga dapat menyebabkan pneumonia 8Pel5Gar dan 4han( &-2;9+

Gambar %+; Pertumbuhan Bacillus cereus pada medium Nutrien Agar dengan metode gores empat k1adran 8Sumber" http"JJ ASM Mi5robe!ibrary+org9
2.= M&ka i$%& K&)'a Ba.a A "i#ak"&)i !a-a% M&%#0 0. Bak"&)i

Menurut Muslimin 8&--;9( mekanisme daya kerja bahan antibakteri terhadap sel dapat dibedakan atas beberapa kelompok yaitu merusak dinding sel( mengganggu permeabilitas sel( merusak molekul protein dan asam nukleat( menghambat aktivitas enGim( dan menghambat sintesa asam nukleat+
2.=.1 Da/a k&)'a a "i#ak"&)i !& *a %&)0$ak !i !i * $&-

33

'inding sel bakteri gram positi: dan gram negati: dapat dirusak oleh enGim lisoGom yang terdapat di dalam air mata( leukosit( sekresi mukosa dan putih telur+ )nGim yang diproduksi oleh beberapa spesies bakteri dapat merusak struktur dinding sel spesies lainnya+ 0erusakan dinding sel biasanya diikuti dengan lisis sel+ Beberapa senya1a dapat menghambat sintesa komponen>komponen penyusun dinding sel pada kultur bakteri yang sedang tumbuh( sehingga membentuk suatu struktur tanpa dinding sel yang disebut protoplas+ Protoplas sangat mudah mengalami lisis( ke5uali jika ditempatkan pada kondisi tertentu+ Salah satu 5ontoh senya1a yang

menghambat sintesa dinding sel adalah peni5illin 83a1et dan Adelberg( %##&9+ 2.=.2 Da/a k&)'a #a.a a "i#ak"&)i %&-a-0i *a **0a +&)%&a#i-i"a$ $&Semua sel hidup mempunyai membran semipermeabel yang mengatur le1atnya substansi ke dalam dan keluar sel+ 0erusakan pada membran ini memungkinkan ion anorganik yang penting( nukleotida( koenGim( dan asam amino merembes keluar sel+ 0erusakan tersebut mengakibatkan pertumbuhan sel terhambat atau menyebabkan kematian sel 8Aolk dan =heeler( &--#9+ Senya1a>senya1a yang mengganggu si:at permeabilitas sel misalnya komponen fenol( deterjen sintetik( sabun dan komponen amonium Ouaterner+ Senya1a>senya1a tersebut merusak permeabilitas selekti: dari membran sehingga menyebabkan kebo5oran 8Mega1ati( %##%9+ 2.=.: Da/a k&)'a a "i#ak"&)i %&-a-0i .a%#a"a $i "&$a +)("&i Protein merupakan penyusun utama struktur sel+ Semua reaksi metabolisme dikatalisis oleh enGim yang terbuat dari protein+ <eaksi metabolisme ini merupakan reaksi biosintesis Gat>Gat penting dan reaksi penting lainnya yang menghasilkan energi

34

8Aolk dan =heeler( &--#9+ Suhu tinggi dan konsentrasi yang tinggi dari suatu senya1a antibakteri dapat menyebabkan koagulasi dan denaturasi terhadap protein dan asam nukleat+ 2.=.7 Da/a k&)'a a "i#ak"&)i %&-a-0i .a%#a"a ak"i5i"a$ & >i% Berbagai enGim yang terdapat dalam sel dapat dihambat oleh senya1a>senya1a antibakteri yang bertindak sebagai inhibitor+ Senya1a>senya1a yang potensial terutama adalah yang menghambat aktivitas enGim>enGim dalam proses glikolisis( daur krebs dan sistem sitokroma+ Sebagai 5ontoh sianida menghambat sito#hro" o#sidase( :luorida menghambat glikolisis( komponen arsenik menghambat daur krebs dan dinitrofenol menghambat :os:orilasi oksidati:+ 2.=.5 Da/a k&)'a a "i#ak"&)i %&-a-0i .a%#a"a $i "&$a a$a% 0k-&a". Beberapa senya1a kimia sintetik dan alami merupakan inhibitor dalam sintesa <,A dan ',A+ Senya1a>senya1a yang menghambat sintesa asam nukleat dapat dibedakan menjadi dua ma5am yaitu senya1a>senya1a yang menghambat pembentukan komponen penyusun asam nukleat( yaitu purin dan pirimidinK dan senya1a yang menghambat polimerisasi nukleotida menjadi asam nukleat+ ',A dan <,A merupakan komponen penting dalam sintesa asam nukleat karena dapat menghambat pertumbuhan sel atau menyebabkan kematian sel+ BAB III METODE PENELITIAN :.1 J& i$ P& &-i"ia Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen( yaitu uji in +itro kemampuan antibakteri dari asap 5air hasil pirolisis sekam padi grade 1 terhadap beberapa bakteri

35

pen5emar pangan yaitu Escherichia coli( Staphylococcus aureus, Bacillus cereus dan Vibrio cholerae. :.2 ?ak"0 !a T&%+a" P& &-i"ia Penelitian ini dilaksanakan pada bulan ,ovember %##- M 3uni %#&#( bertempat di !aboratorium Unit <iset Biomedik( <umah Sakit Umum Mataram+ :.: A-a" !a Ba.a P& &-i"ia :.:.1 A-a" +& &-i"ia

Alat yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah petri disk 8pyre,', tabung reaksi 8pyre,9 %# m!( 22 erlenmeyer 8pyre,' %7# m!( 7## m!( dan &### m!( gelas ukur 8pyre,9( bunsen 8pyre,'( nera5a analitik 8 ipe AB1-. "ere# /ettler oledo'( auto5lave( !aminar Air Flo1 8ES!0 !lass 11 type A29( hot plate 8 her"olyne "ere# !i"arec 29( in5ubator 8"ere# Sanyo dan /e""ert9( pipet ukur( kulkas( kapas( ose( yello1 tip( mikropipet( korek( pipet( M5 Farland #(7( beaker glass &pyre,'( alat pembuat sumuran( rak tabung reaksi( magneti5 stirrer( kertas label( gunting( aluminium :oil( tisu gulung( dan kertas pembungkus+
:.:.2 Ba.a !a %&!ia +& &-i"ia Bahan utama yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah asap 5air hasil pirolisis sekam padi grade 1 masa simpan / 8tiga9 bulan( yang diperoleh dari kelompok masyarakat @Banjar Ih1anI sentra kerajinan batu bata 'esa Pringgajurang( 0e5amatan Montonggading 0abupaten !ombok imur( ,usa enggara Barat+ Bakteri uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri klinis koleksi Unit <iset Biomedik( <umah Sakit Umum Mataram yang terdiri dari dua bakteri gram positi:

36

8Stapylococcus aureus dan Bacilus cereus yang diisolasi dari spesimen urin9 dan dua bakteri gram negati: 8Escherchia coli dan Vibrio cholerae yang diisolasi dari spesimen urin9+ Bakteri tersebut disimpan dalam medium 5air B!*>gliserol &#D pada refigrator bertemperatur >2##4 selama / bulan+ Media yang digunakan adalah medium Nutrien Broth &NB' untuk meremajakan bakteri uji Escherichia coli, Stapylococcus aureus( dan Bacillus cereus+ Sedangkan medium !holera /ediu" !BS untuk remajakan isolat Vibrio cholerae+ Medium /uller $inton Agar 8M*A9 untuk menguji potensi antibakteri asap 5air sekam padi grade 1 8!ampiran .9+ Selain itu( digunakan juga aOuades( alkohol $#D( antibiotik 8 etrasi#lin, !lora"feni#ol, dan Strepto"isin9( dan Gat 1arna untuk pe1arnaan gram 8kristal ungu( iodinJlugol( alkohol( dan sa:ranin9

:.7 Ca)a K&)'a


:.7.1 U'i ak"i5i"a$ a "i#ak"&)i :.7.1.1 P&)$ia+a a-a" !a #a.a 0'i

Peralatan seperti 5a1an petri( tabung reaksi( erlenmeyer disterilisasi pada suhu &%&#4 dan tekanan % atm selama /# menit+ Sedangkan medium yang digunakan akan disterilisasi bersamaan dengan peralatan setiap pembuatan media+ :.7.1.2 P&%#0a"a %&!ia
A. P&%#0a"a %&!i0% 0 "0k +&)&%a'aa #ak"&)i 0'i

Medium yang digunakan untuk peremajaan isolat Escherichia coli, Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus adalah medium Nutrient Broth &NB' sedang isolat Vibrio cholerae adalah !holera /ediu" !BS 8Alphaprint( &--#9+ Sebanyak %(2 gr medium dilarutkan dalam &## m! aOuades steril( kemudian

37

dipanaskan di atas hot plate+ !arutan media kemudian di sterilisasi dalam autoka: pada suhu &%&o4 dan tekanan % atm selama /# menit+
B. P&%#0a"a %&!ia 0 "0k +& *0'ia ak"i5i"a$ a "i#ak"&)i

Medium yang digunakan untuk pelaksanaan uji antibakteri adalah medium M*A 8/uller $inton Agar9+ Sebanyak /(. gram M*A oEoid dilarutkan dalam &## m! aOuades steril( kemudian dipanaskan di atas hot plate 8Alphaprint( &--#9+ !arutan medium kemudian di sterilisasi dalam autoka: pada suhu &%& o4 dan tekanan % atm selama /# menit+ Medium yang telah steril didinginkan selanjutnya dituang dalam 5a1an petri steril yang berdiameter - 5m sebanyak %# m!+
:.7.1.: U'i +& &*a$a k&%0) ia i$(-a" #ak"&)i 0'i

Uji ini bertujuan untuk menegaskan bah1a bakteri uji yang digunakan telah murni+ Isolat bakteri uji yang di peroleh diamati mor:ologi koloni dan mor:ologi selnya+ :.7.1.:.1 P& *a%a"a %();(-(*i k(-( i Pengamatan mor:ologi koloni meliputi bentuk( elevasi( tepi( dan 1arna dilakukan dengan terlebih dahulu menumbuhkan isolat bakteri pada medium NA &Nutrient Agar' dan di inkubasi selama %. jam 8Benson( %##&9+ :.7.1.:.2 P& *a%a"a %();(-(*i $&Pengamatan mor:ologi sel dilakukan dengan penge5atan Gram+

Penge5atan Gram dilakukan untuk membedakan bakteri yang bersi:at Gram positi: atau Gram negati:( bentuk sel( dan susunan sel+ !angkah>langkah dalam penge5atan Gram yaitu sebanyak & ose koloni bakteri diambil se5ara aseptik dan diletakkan pada gelas benda yang telah

38

dibersihkan dengan alkohol kemudian dikering anginkan di atas nyala lampu spiritus+ !arutan 5at crystal +iolet kemudian dibubuhkan sebanyak %>/ tetes dan didiamkan selama %# detik+ Selanjutnya di5u5i dengan air mengalir dan dikering anginkan selama % detik+ Setelah kering kemudian ditetesi dengan larutan iodin dan dibiarkan selama & menit+ Setelah di5u5i dengan air mengalir dan dikering anginkan( selanjutnya di5u5i dengan alkohol selama &#>%# detik kemudian di5u5i kembali dengan air mengalir dan dikering anginkan selama % detik+ Preparat kemudian di tetesi larutan 5at sa:ranin selama %# detik( kemudian di5u5i kembali dengan air mengalir dan dikering anginkan selama % detik+ Preparat diamati dengan mikroskop setelah ditetesi minyak imersi+ Bakteri Gram positi: ber1arna violet dan Gram negati: ber1arna merah 8Benson( %##&9+ :.7.1.7 P&)&%a'aa #iaka #ak"&)i 0'i
Peremajaan ini bertujuan untuk memperoleh biakan bakteri uji yang masih akti: dalam pertumbuhan dan metabolismenya+ Bakteri uji dari persediaan induk 8stok9 diambil sebanyak satu ose( dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi medium Nutrien Broth &NB9 dan diinkubasi pada suhu /$#4 selama %. jam+ :.7.1.5 P& & "0a '0%-a. #ak"&)i 0'i

3umlah bakteri yang akan diuji dihitung berdasarkan perhitungan kekeruhan yang disetarakan dengan M5 Farland #(7 dengan jumlah bekteri &7# E &#; Jm!+ Sebanyak & ose kultur bakteri uji dalam ,a4l :isiologis diko5ok sampai kekeruhanya sama dengan larutan M5 Farland #(7 sehingga diperoleh jumlah bakteri uji sebesar &7# jutaJm!+ :.7.2 P&%#0a"a k( $& ")a$i -a)0"a

39

0onsentrasi larutan yang digunakan adalah konsentrasi dalam persen volume pervolume 8AJA9 dengan konsentrasi yaitu &##D 8& m! asap 5air sekam padi grade 1 J# m! aOuades9( $7D 8#($7 m! asap 5air sekam padi grade 1J#(%7 m! aOuades9( 7#D 8#(7# m! asap 5air sekam padi grade 1J#(7# m! aOuades9( %7D 8#(%7 m! asap 5air sekam padi grade 12#($7 m! aOuades9( &#D 8#(&# m! asap 5air sekam padi grade 1J#(-# m! aOuades9( dan 7D 8#(7 m! asap 5air sekam padi grade 1J#(-7 m! aOuades9+ Sedangkan perlakuan konsentrasi pada Strepto"isin, etrasi#lin, dan 3lora"feni#ol sebagai kontrol positi: digunakan

dalam persen 1eight pervolume 8=JA9( dengan konsentrasi tiap>tiap antibiotik yaitu sebesar %D 8% gr antibiotik J-2 m! aOuades9+
:.5 P&-ak$a aa U'i Ak"i5i"a$ A "i#ak"&)i Pengujian aktivitas antibakteri dari asap 5air dilakukan dengan metode sumuran+ 0apas s1ab dimasukkan ke dalam ,a4l yang telah di5ampur dengan kultur bakteri dan disetarakan dengan M5 Farland #(7( ditekan pada bagian dinding tabung agar 5airan pada kapas s1ab tidak terlalu banyak+ Setelah itu di goreskan se5ara merata pada medium M*A+ 0emudian( dibuat lubang pada media dengan diameter #(7 5m+ Setiap sumuran dipipetkan asap 5air sekam padi grade 1 sebanyak &## ! dari tiap>tiap konsentrasi yang telah dibuat+ Setelah itu( diinkubasi pada suhu /$N4 selama %.>$% jam+ Penghambatan pertumbuhan bakteri uji diukur dengan mengukur Gona bening disekitar sumuran dengan menggunakan penggaris dalam satuan mm 8'ja:ar d##( &--;9+

'alam uji ini digunakan % kontrol( yaitu kontrol negati: dan kontrol positi:+ 0ontrol negati: bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pelarut aOuades pada Gona hambat pertumbuhan bakteri uji yang terbentuk dari

40

berbagai konsentrasi asap 5air sekam padi grade 1+ Sedangkan kontrol positi: adalah antibiotik Strepto"isin, etrasi#lin, dan 3lora"feni#ol dengan tujuan

untuk membandingkan pola hambatan pertumbuhan bakteri uji serta sebagai pembanding kemampuan aktivitas antibakteri dari asap 5air sekam padi dalam menghambat bakteri uji+

:.< A a-i$i$ Da"a 'ata hasil uji antibakteri yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk tabel( gambar( dan gra:ik+ 'ata dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam 8A,OAA9 dengan <an5angan A5ak !engkap 8<A!9 berpola :aktorial dengan dua :aktor 8:aktor pertama perlakuan konsentrasi dan :aktor kedua 1aktu inkubasi9( dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur 8B,39 pada tara: 7D+ BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Asap 5air sekam padi grade 1 diuji antibakterinya menggunakan metode sumuran terhadap empat bakteri uji( yaitu Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Escherichia coli, dan Vibrio cholerae. Berdasarkan hasil uji diketahui bah1a perbedaan perlakuan konsentrasi asap 5air sekam padi grade 1 memberikan hasil berbeda+ *al tersebut terbukti dengan adanya perbedaan Gona hambatan yang terbentuk 8tabel .+&9+ abel .+& 'iameter Gona hambat bakteri uji dari asap 5air sekam padi grade 1 dengan berbagai perlakuan konsentrasi menggunakan metode sumuran dengan volume &## H! asap 5air sekam padi grade 1

41

Perlakuan 0onsentrasi dan 0ontrol

'iameter Cona *ambatan 8mm9 pada masing>masing bakteri uji Eschrichia coli Staphylococcus aureus &2 &7 &. && # # Vibrio cholerae &/ &% && # # # Bacillus cereus %&(; &2(; &7(; &&(/ &# #

&##D $7D 7#D %7D &#D 7D 0ontrol Positi: Strepto"isin etrasi#lin %D %D

%&(; &2 &;(/ && # #

/# /# /#

/# /# /#

%7 /7 .#

/# /# /#

3lora"feni#ol %D 0ontrol ,egati: AOuades steril

29

42

E. coli

Gambar .+& Cona hambatan E. coli dari asap 5air sekam padi grade 1 dengan berbagai perlakuan konsentrasi menggunakan metode sumuran

Asap 5air sekam padi grade 1 mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji E. coli, S. aureus, V. cholerae, dan B. cereus. *al ini ditunjukkan dengan terbentuknya Gona hambatan pertumbuhan berupa daerah jernih di sekitar sumuran+ Cona hambatan yang terbentuk dapat dilihat pada gambar .+&+ Pada tabel .+& terlihat bah1a terjadi penurunan diameter Gona hambatan pertumbuhan bakteri sebanding dengan penurunan konsentrasi asap 5air sekam padi grade 1+ *al ini disebabkan karena berkurangnya kandungan senya1a bioakti: pada asap 5air sekam padi grade 1 yang dien5erkan+ Semakin tinggi jumlah pelarut yang digunakan maka semakin sedikit jumlah biomassa Gat akti: dalam asap 5air sekam padi grade 1, sehingga semakin ke5il kemampuan asap 5air tersebut dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji+ Berdasarkan hasil ini dapat diketahui bah1a Gona hambat yang terbentuk memiliki ukuran bervariasi+ Cona hambatan terbesar terbentuk pada E. coli dan B.cereus dengan konsentrasi &##D sebesar %&(; mm+ Sedangkan Gona hambatan terke5il terbentuk dari asap 5air sekam padi grade 1 dengan konsentrasi &#D dan 7D sebesar # mm+ 'iameter Gona hambat pada konsentrasi &#D masih mampu menghambat B. cereus

43

sebesar &# mm+ Selain itu( tabel .+& memperlihatkan bah1a V. cholerae untuk konsentrasi %7D tidak terbentuk Gona hambatan+ *al tersebut disebabkan karena jenis senya1a bioakti: yang dikeluarkan tidak terlalu kuat atau konsentrasinya ke5il untuk menghambat V.cholerae+ Pada tabel .+& juga terlihat bah1a a4uades sebagai kontrol negati: tidak mempunyai aktivitas antibakteri( artinya aktivitas antibakteri dari asap 5air benar>benar berasal dari asap 5air sekam padi grade 1 dan tidak ada pengaruh dari pelarutnya+ Aktivitas antibakteri asap 5air lebih ke5il dari !hlora"phenicol, Strepto"isin, dan etrasi#lin sebagai kontrol positi:+ Menurut 'armadji 8&--.9( aktivitas antibakteri dari asap 5air sekam padi grade 1 lebih ke5il jika dibandingkan dengan asap 5air yang diproduksi dari sabut kelapa sa1it( kelobot jagung( dan tempurung kelapa+ *al ini dapat disebabkan karena asap 5air sekam padi diproduksi dari bahan dasar kayu sangat lunak sehingga kandungan ligninnya sedikit jika dibandingkan dengan bahan dasar kayu keras seperti hasil pirolisis asap 5air tempurung kelapa+ Menurut PsG5Gola 8&--79( semakin tinggi kandungan lignin pada bahan dasar kayu maka semakin tinggi kemampuan antibakteri dalam asap 5air tersebut+ !ignin merupakan makromolekul dalam kayu yang strukturnya sangat berbeda jika dibandingkan dengan polisakarida karena terdiri atas sistem aromatik yang tersusun atas unit>unit :enilpropana 8gambar %+%9+ 'engan adanya proses pirolisis pada asap 5air sekam padi terjadi reaksi pemutusan ikatan lignin menjadi unit penyusunnya yaitu :enilpropana+ Fenilpropana merupakan unit a1al dari terbentuknya :enol( dimana :enol berperan penting sebagai antimikroba 8'armadji( %##.9+ 0andungan lignin berbeda pada kayu lunak dan kayu keras 8Fengel dan =egener( &--79+ Asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu keras akan berbeda komposisinya dengan asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu lunak+ *al ini menyebabkan bahan

44

kayu yang keras menghasilkan aroma lebih baik serta lebih kaya kandungan senya1a aromatik dan lebih banyak mengandung senya1a asam dibandingkan kayu yang lunak 8Girard( &--%9+ Aktivitas antibakteri dari % bakteri uji gram positi: yaitu B.cereus dan S.aureusK dan % bakteri uji gram negati: yaitu E.coli dan V.cholerae menunjukkan reaksi yang sama terhadap asap 5air sekam padi grade 1+ *al ini berarti bah1a asap 5air sekam padi grade 1 berpengaruh terhadap bakteri uji gram negati: dan gram positi:+ Sedangkan antar jenis bakteri uji gram negati: 8E. coli dan V.cholerae9( diameter Gona hambatan E. coli lebih tinggi daripada V. cholerae+ 'emikian juga untuk bakteri uji gram positi: 8B. cereus dan S. aureus9( diameter Gona hambatan B.cereus lebih tinggi daripada S. aureus. Meskipun E. coli dengan V.cholerae 8gram negati:9 dan B. cereus dengan S. aureus 8gram positi:9 termasuk dalam kelompok gram yang sama( tetapi kemampuannya untuk mela1an jenis senya1a tertentu akan berbeda seperti yang dinyatakan 3a1etG( d##, 8%##&9 bah1a perbedaan ketebalan membran luar dari suatu bakteri akan mempengaruhi ketahanan bakteri terhadap suatu jenis senya1a tertentu+ erbentuknya Gona hambatan pada bakteri yang diujikan disebabkan oleh adanya senya1a fenol, asa", #arbonil, dan ben(e&a'pyrene yang terdapat pada asap 5air sekam padi grade 1 8Ih1an( %##29+ Oleh sebab itu( diduga bah1a senya1a>senya1a tersebut juga berperan menghambat pertumbuhan bakteri uji ini+ Menurut Barylko dan Pikielna 8&-$29( fenol merupakan komponen utama yang menghambat pertumbuhan populasi bakteri yang terdapat pada asap 5air dengan memperpanjang fase lag se5ara proporsional di dalam produk sedangkan ke5epatan pertumbuhan dalam fase e#sponensial tetap tidak berubah ke5uali konsentrasi fenol sangat tinggi. Sedangkan fenol pada konsentrasi rendah hanya menambah permeabilitas membran sel sehingga "etabolit sel akan keluar dan menginakti:kan enGim bakteri+ 'alam bentuk larutan sampai konsentrasi &D( fenol

45

ber:ungsi sebagai bakteriostatik( sedangkan pada konsentrasi yang lebih tinggi berperan sebagai bakterisidal 8=aluyo( %##29+ Pada konsentrasi tertentu senya1a fenol akan merusak membran sitoplasma sehingga menyebabkan bo5ornya membran+ 0erusakan membran ini akan memungkinkan ion organik nukleotida koenGim dan asam amino ikut keluar sel+ Selain itu( kerusakan ini akan men5egah masuknya bahan>bahan penting ke dalam sel karena membran sitoplasma yang bertugas mengendalikan bahan>bahan penting dalam sel tidak ber:ungsi dengan baik+ *al ini akan mengganggu pertumbuhan bakteri( bahkan bisa menyebabkan kematian 8Aolk dan =heiler( &--#9+ 3easa"an mempunyai peranan yang besar dalam menghambat pertumbuhan bakteri+ Asap 5air sekam padi grade 1 dengan p* . mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji sehingga ketahanan masing>masing bakteri uji terhadap perlakuan asap 5air sekam padi grade 1 berbeda>beda+ Menurut Girard 8&--%9 menunjukkan bah1a ketahanan bakteri terhadap perlakuan asap 5air berbeda>beda ada yang sangat peka biasanya pada bakteri patogen dan pembusuk makanan( dan ada yang sangat tahan terhadap asap 5air yaitu jenis "icrococci dan bakteri asam laktat+ Asa" &asa" asetat' dari asap 5air sekam padi grade 1 mengandung bahan akti: yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri diakibatkan oleh molekul yang tidak terdisosiasi se5ara langsung dapat mengasamkan sitoplasma( merusak tegangan permukaan membran dan hilangnya transport akti: makanan melalui membran sehingga menyebabkan destabilisasi berma5am>ma5am :ungsi dan struktur komponen sel 8 ranggono( &--;9+ 3arbonil yang terkandung dalam asap 5air sekam padi grade 1 mempunyai :ungsi sebagai antibakteri dan antioksidan karena bersi:at asam 8'armadji( &--;9+ 0adar #arbonil yang terdapat pada asap tergantung dari jenis kayu sebagai bahan dasarnya+

46

Bahan dasar dengan selulosa tinggi akan menyebabkan kadar #arbonilnya juga tinggi karena perlakuan pemanasan suhu tinggi pada selulosa akan menghasilkan #arbonil+ 0adar #arbonil dalam asap 5air relati: tinggi dibandingkan dengan fenol( hal ini disebabkan karena sebagian fenol ada yang memiliki gugus #arbonil sehingga ikut terhitung 8'armadji( &--.9+ Menurut Girard 8&--%9( 3arbonil mempunyai pengaruh utama pada 1arna asap 5air sekam padi grade 1+ =arna asap yang terdapat pada asap 5air sekam padi ini disebabkan karena adanya interaksi antara #arbonil dengan gugus a"ino+ Ben(il &a'pyrene adalah senya1a yang memiliki pengaruh buruk karena bersi:at #arsinogen. Menurut Girard 8&--%9 menyatakan bah1a pembentukan berbagai senya1a $%A &$idro"ati# pirosi#li# aro"ati#' selama pembuatan asap tergantung dari beberapa hal( seperti temperatur pirolisis( 1aktu dan kelembaban udara pada proses pembuatan asap 5air serta kandungan udara dalam kayu+ *al ini menyebabkan kemampuan antibakteri asap 5air sekam padi grade 1 se5ara in +itro masih relati: ke5il+ =aktu terbentuknya diameter Gona hambatan dari asap 5air sekam padi grade 1 dapat dilihat pada gambar .+%( .+.( .+7( dan .+;+

Gambar .+% 'iameter Gona hambatan pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada berbagai konsentrasi asap 5air sekam padi grade 1 pada setiap jam pengamatan

47

Gambar .+% memperlihatkan diameter Gona hambatan yang terbentuk pada bakteri E.coli dengan diameter Gona hambatan terbesar terbentuk dari asap 5air sekam padi grade 1 dengan konsentrasi &##D setelah inkubasi &% jam sebesar %&(; mm+ 'iameter Gona hambat telah terbentuk pada jam ke>; 8konsentrasi &##D( $7D( 7#D( dan %7D9( yaitu sebesar %#(/ mm( &;(; mm( &7(/ mm( dan && mm+ Selain itu( Gona hambatan pada konsentrasi &##D dan $7D setelah inkubasi /; jam > .% jam terjadi penurunan sebesar %# mm dan &7(/ mmK dan &2 mm dan &7 mm+ erbentuknya Gona hambat terbesar pada E.coli dengan konsentrasi &##D pada jam ke>&% dapat disebabkan karena pengamatan &% jam merupakan 1aktu e:ektivitas tertinggi senya1a akti: dari asap 5air sekam padi grade 1 dapat menghambat isolat uji dengan Gona hambatan terbesar( sehingga pada inkubasi lebih lama dari pengamatan ke>$% jam tidak akan memberikan pengaruh yang lebih besar dari konsentrasi dan inkubasi optimalnya+ Pada gambar .+% juga menunjukkan bah1a bakteri E.coli pada berbagai konsentrasi 5enderung mengalami kenaikan pada jam ke>&% dan turun lagi sampai jam ke>.%+ *al ini dapat dilihat dari rentang diameter Gona hambatan yang terbentuk yaitu && mm > %&(; mm dan mengalami penurunan pada jam ke>.% dengan rentang diameter Gona hambatan berkisar &2 mm M && mm+ Sedangkan pada pengamatan ; jam rentang diameter Gona hambatan dari E.coli tidak sama yang dapat disebabkan karena adanya perbedaan pengaruh di:usi dari senya1a>senya1a akti: yang terdapat dalam asap 5air sekam padi grade 1 pada 1aktu terbentuknya Gona hambatan+ Pada jam ke>.% besarnya diameter Gona hambatan pertumbuhan E.coli mengalami penurunan dan mulai terdapat bintik> bintik bakteri di sekitar sumuran seperti yang terlihat pada gambar .+/+

48

E. coli

Gambar .+/ Bintik>bintik pertumbuhan koloni di sekitar sumuran dari asap 5air sekam padi grade 1 pada E. coli

*al ini dapat disebabkan karena bakteri yang berada di luar Gona bening yang tidak dihambat oleh asap 5air sekam padi grade 1 mengalami pertumbuhan dengan memperbanyak diri( sehingga menembus daerah Gona bening dari luar+ Pada akhirnya mengakibatkan diameter Gona hambatan semakin menyempit+ umbuhnya bakteri pada

daerah terluar Gona bening juga dipi5u oleh konsentrasi bahan bioakti: yang terus mengalami penurunan seiring dengan meluasnya daerah di:usi dari sumuran+

49

Gambar .+. 'iameter Gona hambatan pertumbuhan bakteri S.aureus pada berbagai konsentrasi asap 5air sekam padi grade 1 pada setiap jam pengamatan+ Gambar .+. menunjukkan diameter Gona hambatan yang terbentuk pada bakteri S.aureus dengan Gona hambatan terbesar yang terbentuk dari asap 5air sekam padi grade 1 dengan konsentrasi &##D setelah inkubasi &2 jam yaitu sebesar &2 mm+ erbentuknya diameter Gona hambatan terbesar dari S.aureus dengan 1aktu paling lama dibandingkan dengan bakteri uji lain kemungkinan disebabkan karena isolat uji yang digunakan merupakan isolat bakteri klinik yang ketahanannya terhadap suatu jenis senya1a tertentu tinggi( sehingga membutuhkan 1aktu lama untuk mampu dihambat oleh senya1a akti: dari asap 5air sekam padi grade 1. Peningkatan diameter Gona hambatan pertumbuhan pada S. aureus terjadi pada pengamatan jam ke>&% sampai jam ke>&2+ Pada pengamatan jam ke>&2 sampai pengamatan jam ke> $% diameter Gona hambat tidak mengalami peningkatan yang berarti atau ralati: konstan+ *al ini menunjukkan bah1a 1aktu e:ektivitas antibakteri dari senya1a bioakti: yang terlarut dalam asap 5air sekam padi grade 1 dalam menghambat pertumbuhan S. aureus setelah inkubasi &2 jam+ Meskipun jumlah biomassa senya1a bioakti: dalam asap 5air sekam padi grade 1 dipekatkan tidak akan memberi peningkatan berarti pada terbentuknya Gona hambat pertumbuhan dari S. aureus pengamatan diatas 1aktu e:ektivitas senya1a bioakti:nya+

50

Gambar .+7 'iameter Gona hambatan pertumbuhan bakteri V.cholerae pada konsentrasi asap 5air sekam padi grade 1 pada setiap jam pengamatan

berbagai

Gambar .+7 memperlihatkan diameter Gona hambat bakteri V.cholerae dengan Gona hambatan terbesar adalah sebesar &/ mm yaitu dari asap 5air sekam dengan konsentrasi &##D setelah inkubasi &% jam+ Sedangkan diameter Gona hambatan terke5il adalah sebesar # mm yang dihasilkan dari asap 5air sekam padi grade 1 dengan konsentrasi %7D( &#D( dan 7D setelah inkubasi ; jam+ Pada pengamatan jam ke>&% sampai pengamatan jam ke>%. diameter Gona hambat tidak mengalami peningkatan yang berarti atau relati: konstan+ erbentuknya Gona hambat terbesar dari bakteri V. cholerae pada konsentrasi &##D setelah pengamatan jam ke>&% dan memiliki diameter Gona hambat terke5il jika dibandingkan dengan bakteri uji lainya+ *al ini dapat disebabkan karena V. cholerae memiliki permeabilitas membran luar yang sangat rendah( yaitu &## kali lebih rendah dari Escherichia coli( sehingga tidak dapat ditembus oleh antibakteri dari asap 5air grade 1 8Brooks( %##&9+ iap>tiap spesies bakteri memiliki permeabilitas membran luar yang

berbeda+ Perbedaan permeabilitas membran luar ini dipengaruhi oleh komponen kimia dan panjang rantai lipopolisa#arida &5%S' penyusun membran luar+ Semakin panjang

51

rantai lipopolisakaridanya maka permeabilitas membran luarnya semakin rendah dan sulit ditembus oleh antibakteri 8Igle1ski( %##;9+

Gambar .+; 'iameter Gona hambatan pertumbuhan bakteri B.cereus pada konsentrasi asap 5air sekam padi grade 1 pada setiap jam pengamatan

berbagai

Gambar .+; memperlihatkan diameter Gona hambat pada B.cereus dengan Gona hambatan terbesar terbentuk dengan konsentrasi &##D setelah inkubasi &% jam sebesar %&(; mm+ 'iameter Gona hambat sudah terbentuk pada jam ke>; 8konsentrasi &##D( $7D( dan %7D9( yaitu sebesar %# mm( &2(; mm( dan &.(; mm+ Pertumbuhan bakteri B.cereus masih dapat dihambat oleh asap 5air sekam padi grade 1 pada konsentrasi &#D setelah inkubasi &% jam sebesar &# mm+ Selain itu( Gona hambatan pada konsentrasi &##D( $7D( dan 7#D setelah inkubasi /; jam terjadi penurunan sebesar %#(/ mm( &2 mm( dan &. mm+ erbentuknya Gona hambat terbesar pada B.cereus dengan konsentrasi &##D pada jam ke>&% dapat disebabkan karena pengamatan &% jam merupakan 1aktu e:ektivitas tertinggi senya1a akti: dari asap 5air sekam padi grade 1 dapat menghambat isolat uji dengan Gona hambatan terbesar( sehingga meski di inkubasi lebih lama dari $% jam tidak

52

akan memberikan pengaruh yang lebih besar dari konsentrasi dan inkubasi optimalnya+ Pertumbuhan bakteri B.cereus masih dapat dihambat oleh asap 5air sekam padi grade 1 pada konsentrasi &#D setelah inkubasi &% jam+ *al ini kemungkinan disebabkan karena struktur dinding sel bakteri B.cereus 8gram positi:' lebih sederhana dari bakteri uji lainnya+ Struktur dinding selnya terdiri atas satu lapis yang mengandung peptidoglikan tinggi( yaitu men5apai 7#D+ Sehingga B.cereus yang merupakan bakteri gram positi: bersi:at lebih sensiti: terhadap senya1a>senya1a bioakti: dari asap 5air sekam padi grade 1 8=aluyo( %##$9+ idak terbentuknya Gona hambat pada bakteri uji dengan konsentrasi asap 5air &#D 8ke5uali pada B. cereus9 dan konsentrasi 7D dapat disebabkan karena asap 5air sekam padi grade 1 tersebut tidak mampu menghambat bakteri uji pada kondisi perlakuan konsentrasi yang diberikan( terdapat kemungkinan asap 5air sekam padi tersebut menghambat bakteri uji( tetapi bakteri target yang diujikan tidak sensiti: 8resisten9 terhadap senya1a akti: dari asap 5air sekam padi grade 1+ Untuk mengetahui signi:ikansi pengaruh konsentrasi dan 1aktu inkubasi terhadap pertumbuhan bakteri uji dilakukan analisis keragaman 8A,OAA9 pada tara: signi:ikansi 7D 8lampiran .9+ 'ari hasil analisis keragaman tersebut diketahui bah1a terdapat pengaruh yang berbeda nyata pada :aktor konsentrasi terhadap diameter Gona hambatan yang terbentuk pada bakteri uji E. coli 8lampiran . tabel &9. *al ini dapat disebabkan karena dalam asap 5air sekam padi grade 1 terdapat senya1a yang bersi:at sebagai antibakteri salah satunya adalah :enol 8Ih1an( %##29+ Menurut =aluyo 8%##29( senya1a :enol dapat merusak mambran sel se5ara total dan mengkoagulasi protein bila diberikan pada konsentrasi tinggi+ Sedangkan pada konsentrasi yang rendah interaksi :enol dengan mambran sel dapat menambah permeabilitas dari mambran sel tersebut+ Mambran sel yang permeabel dapat menyebabkan komponen intraseluler keluar atau senya1a>senya1a

53

dari luar dapat masuk kedalam sel+ Sehingga mengakibatkan terganggunya metabolisme sel untuk pertumbuhan bakteri+ Faktor 1aktu inkubasi memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap diameter Gona hambatan yang terbentuk pada bakteri uji B. cereus 8lampiran . tabel .9+ *al ini dapat disebabkan karena senya1a bioakti: dalam asap 5air sekam padi grade 1 dapat mempengaruhi :ase pertumbuhan bakteri B. cereus+ Menurut Barylko dan Pikielna 8&-$29( fenol dapat menghambat pertumbuhan populasi bakteri dengan memperpanjang :ase lag( dan fenol pada konsentrasi tinggi juga mempengaruhi :ase eksponensial pada pertumbuhan bakteri uji+ Selain itu( fenol dapat dikelompokkan bersi:at bakteriostatik bila diberikan pada konsentrasi &D+ Sedangkan pada konsentrasi yang lebih tinggi berperan sebagai bakterisidal+ Sehingga perlakuan asap 5air sekam padi grade 1 memperlihatkan diameter Gona hambatan yang berbeda untuk 1aktu inkubasi yang berbeda+ Sedangkan pada bakteri uji S. aureus dan V. cholerae( baik :aktor konsentrasi maupun 1aktu inkubasi tidak menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda nyata terhadap diameter Gona hambatan yang terbentuk pada kedua bakteri uji tersebut+ Setelah dilakukan uji lanjut pada tara: yang sama 8lampiran 79 diketahui bah1a pada bakteri uji V. cholerae( perlakuan konsentrasi &##D membentuk Gona hambatan paling ke5il+ Sedangkan pada bakteri uji B. cereus dan E.coli( perlakuan konsentrasi &##D 81aktu inkubasi &% jam9 membentuk Gona hambatan terbesar+ 'alam penelitian ini juga dilihat ketahanan atau stabilitas Gona hambatan sehingga dapat diketahui kemampuan antibakteri asap 5air tersebut dalam menghambat bakteri uji+ Menurut =aluyo 8%##29( antibakteri memiliki mekanisme kerja sebagai bakterisidal atau bakteriostatik yang didasarkan pada toksitasnya terhadap bakteri pen5emar pangan+ 'alam penelitian ini( se5ara keseluruhan pengujian antibakteri asap 5air sekam padi

54

grade 1 termasuk dalam kelompok bakteriostatik( karena Gona hambat yang terbentuk hanya mampu menghambat bakteri uji dan terlihat bintik>bintik bakteri di sekitar sumuran setelah pengamatan ke>/; jam pada bakteri uji yang digunakan+ Berdasarkan keseluruhan hasil pengujian aktivitas antibakteri dapat diperoleh hasil bah1a asap 5air sekam padi grade 1 yang di ujikan( memiliki aktivitas antibakteri yang bervariasi dan bersi:at spektrum luas terhadap beberapa bakteri uji yang digunakan+ BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 K&$i%+0-a Asap 5air dari sekam padi grade 1 mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri pen5emar pangan yaitu Escherichia coli, Staphylococcus cereus, Vibrio cholerae ( dan Bacillus cereus+ Aktivitas antibakteri terbesar ditunjukkan oleh konsentrasi &##D pada Escherichia coli dan Bacillus cereus dengan diameter Gona hambat yaitu %&(; mm . 5.2 Sa)a Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai identi:ikasi senya1a bioakti: yang terdapat dalam asap 5air sekam padi grade 1 yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri uji+ Selain itu( penulis juga menyarankan untuk membandingkan produk pangan yang diaplikasikan asap 5air sekam padi grade 1 dengan produk pangan yang tidak diaplikasikasi asap 5air sekam padi grade 1 menggunakan uji mikrobiologis dan uji organoleptik sehingga nantinya aman untuk dikonsumsi+

DAFTAR PUSTAKA

55

Alphaprint( A+( *ants+ &--#+ he 0,oid /anual 6th Edition 177-( Publish by Unipath !imited( =ade <oad( Basingstoke( *amspire( <G %. OP=( )ngland+ Amritama( '+( %##$+ Asap !air &5i4uid s"o#e'. 'ido1nload dari http"JJal5o5onut+ Multiply+5omJjournal+ anggal 7 Agustus %##-( pukul &.+&7 =I A+ Astuti( %###+ %e"anfaatan Asap !air+ 'ido1nload dari http"JJal5o5onut+ Multiply+5omJjournal+ anggal &% Mei %#&#( pukul &#+&7 =I A+ Benson( %##&+ /icrobiological Aplication 8 5aboratoriu" /anual in General /icrobiology, Eight Edition. Barylko( F+( dan Pikielna( )+ &-$2+ %henolic !o"pounds 0f he /esocarp 0f !resthauen %eaches 9uring Storange and :ipening. ;. *ood sci. 7. " &%7->&%;2+ 'armadji( P+( &--.+ %rodu#si Asap !air dan Sifat)Sifat Anti"i#robia,Antio#sidan serta Sensorisnya, !aporan Penelitian Mandiri( 'PP>UGM( &--;( &-K &&>&7+ 'armadji( P+( &--;+ Aktivitas Antibakteri Asap 4air yang 'iproduksi dari Berma5am> Ma5am !imbah Pertanian( !aporan Penelitian Mandiri( 'PP>UGM( &--;( &;" &-> %%+ 'armadji( &---+ A#ti+itasi Antiba#teri Asap !air <ang 9iprodu#si 9ari Ber"aca") /aca" 5i"bah %ertanian, Agritech, Vol 16, No .. Fakultas eknologi Pertanian UGM( yogyakarta+ 'emar5o( &--2+ echnology of /ead And /ead %roducts. )llis *or1ood( ,e1 ?ork+ 'ja:ar( +F+( )+S+( <ahayu( '+ =ibo1o( dan S+ Sudarmaji( &--;+ Anti"icrobial Substance %roduce by 5actobacillus sp. G:)2 1solated fro" Gro=ol. 1ndonesia" *ood and Nutrition %rogress. *ood and Nutrition de+elop"ent and :esearch !enter. Gadjah mada University Press( ?ogyakarta+ FardiaG( S+( &--/+ Analisis /i#robiologi %angan( <aja Gra:indo Persada( 3akarta+ Fengel( '+( and G+ =egener( &--7+ 3ayu 8 3i"ia, >ltrastru#tur, :ea#si)rea#si. *ardono Sastrohamidjojo 8penterjemah9( Gadjah Mada University Press+ Girard( 3+P+( &--%+ echnology 0f /ead %roduct( ,e1york( )llis *or1ood+ Igle1sky( B+ *+ %##;+ Vibrio+ 'ido1nload dari http"JJ111+ S5ien5edire5t+ 5om+ anggal &. 3uni %#&#( pukul &/+ ## =I A+ Ih1an( M+0+( %##2+ %e"buatan Asap !air dari Asap %e"ba#aran Batu)Bata /en?adi %estida dan %enga=et 0rgani#. !aporan 0egiatan Inisiati: !okal>Proyek Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi 8P.MI9( !ombok imur+ Irianto( 0+ %##$+ /i#robiologi, /engua# 9unia /i#roorganis"e+ ?rama =idya+ Bandung+

56

3a1etG( )+( 3+4+ Melni5k dan )+A+ Adelberg( %##&+ /i#robiologi 3edo#teran( Salemba Medika( 3akarta+ !u5ky( *+M+( Suharto( 0arniasih( dan Mardiastuti( &--/+ Batang Negatif Gra" dala" /i#robiologi 3edo#teran Edisi :e+isi( Binarupa Aksara( 3akarta+ !u5ky( *+M+( Suharto( 0arsinah( 45 dan Mardiastuti( *+=+( &--.+ /i#robiologi 3edo#teran Edisi :e+isi, Binarupa Aksara( 3akarta+ Maga( 3+A+( &-2$+ S"o#e 1n *ood %rocesing( 4<4 press( In5orparated( Bo5a <aton( Florida+ Mashuri( %##2+ %e"urnian Asap !air 9engan 9estilasi+ 'ido1nload dari http"JJ111+ Pontianakpost+ 4om( anggal &# 3anuari %#&# pukul &$+.7 =I A+ Mega1ati(?+0+( %##%+ %engaruh %e"berian E#stra# 3unyit &!urcu"a do"estica Val.' terhadap %ertu"buhan Ba#teri Gra" %ositif dan Gra" Negatif. ( Skripsi S>& Fakultas 0eguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram( Mataram+ Muslimin( !+=+( &--;+ /i#robiologi 5ing#ungan, Unhas Press( Makasar+ Oramahi( *+A(( %##-+ Asap !air Sebagai Alternatif %enga=et /a#anan ( 'ido1nload dari http"JJ111+ Pontianakpost+ 4om( anggal &# April %##- pukul #2+#7 =I A+ Oudejans( 3+*+( &--&+ Agro pesticides 8 properties and function in 1ntegrated !rop %rotection, United ,ations Bangkok( /%-p+ Pel5Gar( 3+M+( dan )+4+S+ 4han( &-2;+ 9asar)dasar /i#robiologi( UI Press( 3akarta+ PsG5Gola( '+)+( &--7+ our $iglight productions and use of s"o#e based plafors li4uids "o#e) natural A4ueus !ondensate of @ood S"o#e, food echnol, .7 &1' 8 A-)A.. <uiter( A+( &-$-+ !olor 0f S"o#ed *oods( Food e5hnology( //( 7.>;/+ Sulaiman( S+( %##.+ %en?ernihan Asap !air $asil %irolisis e"purung 3elapa /engguna#an 3olo" 3ro"atografi dengan Beolit Ala" era#ti+asi Sebagai *asa 9ia", Skripsi( FMIPA( UGM( ?ogyakarta+ Supardi( I+( dan Sukamto( &---+ /i#robiologi 9ala" %engolahan 9an 3ea"anan %angan, Penerbit Aumni( Bandung+ ranggono dan Purnama '+( &--;+ 1dentifi#asi Asap !air 9i Berbagai ;enis 3ayu 9an e"purung 3elapa( Fakultas eknologi Pertanian UGM+ Aaughn( S+F+( and Gardner( *+=+( &--/+ 5ipo,ygenase)deri+ed Aldehydes 1nhibit *ungi %athogenic on Soybean, ;. !he". Ecol., 17 &1-'8 233A)23.C. Aolk( A+=+( dan M+F+ =heeler( &--#+ /i#robiologi 9asar ;ilid 1( )rlangga( 3akarta+

57

=aluyo( !+( %##$+ /i#robiologi >"u"+ UMM Press+ Malang+ =aluyo( !+( %##2+ e#ni# /etode 9asar 9ala" /i#robiologi+ UMM Press+ Malang+