Anda di halaman 1dari 4

Nama : Nindy Sabrina NIM : 105070301111009

1. Identifikasi penyakit yang dialami lansia berserta penanganannya dari segi diet Hipertensi menjadi masalah pada usia lanjut karena sering ditemukan menjadi faktor utama payah jantung dan penyakit jantung koroner. Lebih dari separuh kematian diatas usia 60 tahun disebabkan oleh penyakit jantung dan serebrovaskuler. Berikut ini pengklasifikasian hipertensi

(Budisetio, Muljadi. Pencegahan dan pengobatan Hipertensi pada usia dewasa) Menurut Darmojo (2006), faktor yang mempengaruhi hipertensi pada lanjut usia adalah : a. Penurunanya kadar renin karena menurunya jumlah nefron akibat proses menua. Hal ini menyebabkan suatu sirkulus vitiosus: hipertensi glomerelo-sklerosis-hipertensi yang berlangsung terus menerus. b. Peningkatan sensitivitas terhadap asupan natrium. Dengan bertambahnya usia semakin sensitif terhadap peningkatan atau penurunan kadar natrium. c. Penurunan elastisitas pembuluh darah perifer akibat proses menua akan meningkatakan resistensi pembuluh darah perifer yang mengakibatkan hipertensi sistolik. d. Perubahan ateromatous akibat proses menua menyebabkan disfungsi endotel yang berlanjut pada pembentukan berbagai sitokin dan subtansi kimiawi lain yang kemudian meyebabkan resorbi natrium di tubulus ginjal, meningkatkan proses sklerosis pembuluh darah perifer dan keadaan lain berhubungan dengan kenaikan tekanan darah. Diet yang direkomendasikan untuk hipertensi

1. DASH dietary pattern DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah diet yang direkomendasikan American Heart Association dan National Cancer Institute. DASH fokus pada peningkatan konsumsi sayur dan buah 2 kali lebih banyak dari rata rata konsumsi per hari. Prinsip dari diet ini adalah rendah lemak, lemak jenuh, kolesterolm dan natrium serta tinggi kalium, magnesium, dan kalsium . 2. Regulasi dari intake kalori Pengurangan asupan energi berhubungan dengan penurunana tekanan darah sistolik maupun diastolik. DASH diet juga membantu mengurangi intake energi setiap harinya dan mempunyai efek yang bagus dalam penurunan tekanan darah. 3. Diet rendah natrium Pengurangan konsumsi natrium berhubungan dengan penurunan tekanan darah. Dietary Guidelines merekomendasikan konsumsi natrium tidak lebih dari 2300 mg perhari. Namun khusus untuk yang memiliki tekanan darah tinggi, usia dewasa, atau lansia, direkomendasikan mengkonsumsi natrium tidak lebih dari 1500 mg perhari.Diet rendah natrium dilakukan dengan cara membatasi makanan yang mengandung garam, membaca label makanan untuk melihat jumlah natrium di dalam makanan, dan mengganti rasa makanan dengan bumbu lain selain garam. 4. Kalium, kalsium , dan magnesium Kalium dan natrium bekerja sama untuk meregulasi keseimbangan cairan pada tubuh. Penelitian menunjukkan tingginya rasio natrium dan kalium berhubungan dengan tingginya tekanan darah. Direkomendasikan konsumsi kalium untuk dewasa adalah 4.7 gram perhari. Tidak disarankan menggunakan suplemen. Kalium bisa didapatkan melalui makanan tinggi kalium seperti sayur hijau, sayur berumbi seperti kentang maupun wortel, dan buah yang bisa dikonsumsi setiap hari. Peningkatan intake kalsium dan magnesium dapat sedikit menurunkan tekanan darah. Namun penelitian belum dapat memastikan rekomendasi yang pasti dalam menentukan jumlahnya. Secara umum direkomendasikan intake kalsium disesuaikan dengan AI (Adequate intake) dan RDA (recommended Dietary Allowance) untuk magnesium terutama dari makanan. 5. Dietary Fat Di dalam diet ini direkomendasikan untuk menurunkan jumlah asupan lemak terutama lemak jenuh dan trans lemak. Diet ini membantu weight maintenance bagi penderita yang mengalami obesitas maupun overweight. ( L. Bellows. Diet and hypertension. Colorado State University)

2. Gangguan aktivitas dasar lansia Aktivitas dasar lansia (ADL) atau kemampuan fungsional adalah kegiatan melakukan pekerjaan rutin sehari-hari (Hadywinoto, 2005). Presentase terbesar ADL dasar baik adalah pada penduduk usia lanjut laki laki, kelompok umur 55- 59 tahun , pendidikan SMP ke atas, berstatus kawin, bekerjam pengeluaran di

bawah rata rata, tinggal di desa, tidak mempunyai keluhan m tidak mempunyai gangguan kesehatanm tidak pernah dirawat , dan tidak cacat (BPS dalam analisis data susesnas 1995). Laki laki lebih baik dikarenakan masih banyaknya pada usia lansia yang masih produktif untuk bekerja. Namun untuk lansia wanita ADL masih kurang baik dibandingkan laki laki karena didukung faktor menopause dan banyakanya ggangguan kesehatan yang dialami. Penilaian kemampuan melakukan aktivitas dasar sehari-hari pada lansia sering digunakan indeks Katz dan Indeks Barthel. Indeks Katz digunakan untuk mengukur kemampuan mandiri pasien untuk mandi, berpakaian, ketoilet, berpindah tempat, mempertahankan kontinensia, dan makan. Indeks ini membentuk suatu kerangka kerja untuk mengkaji kemampuan hidup mandiri pasien atau, bila ditemukan terjadi penurunan fungsi, maka akan disusun titik-titik fokus perbaikannya. Sedangkan pada indeks Barthel sering digunakan untuk mengkaji kemampuan pasien merawat diri mereka sendiri, namun pokok-pokoknya ditekankan untuk jumlah bantuan fisik yang akan diperlukan bila pasien tak mampu melakukan fungsi yang diberikan (Gallo dkk, 2004). Berikut ini adalah tabel penilaian aktivitas berdasarkan Indeks katz yang dikutip dari Maryam (2008) :175.

Aktivitas Dasar Lansia No 1. 2. 3. Aktivitas Mandi di kamar mandi (menggosok, membersihkan, dan mengeringkan badan) Menyiapkan pakaian, membuka, ddan mengenakannya. Memakan makanan yang telah disiapkan Memelihara kebersihan diri untuk penampilan diri (menyisir rambut, mencuci rambut, menggosok gigi, mencukur kumis) Buang air besar di WC (membersihkan dan mengeringkan daerah bokong) Dapat mengontrol pengeluaran feses (tinja) Buang air kecil di kamar mandi (membersihkan dan mengeringkan daerah kemaluan) Dapat mengontrol pengelauaran air kemih Berjalan di lingkungan tempat tinggal atau ke luar ruanggan tanpa alat bantu, seperti tongkat. Menjalankan ibadah sesuia agama dan kepercayaan yang dianut Kemampuan Mandiri Tergantung

4.

5. 6. 7. 8. 9. 10

11 12 13 14 15

Melakukan pekerjaan rumah, seperti : merapikan tempat tidur, mencuci pakaian, memasak, dan membersihkan ruanggan Berbelanja untuk kebutuhan sendiri atau kebutuhan keluarga Mengelolah keuangan (menyimpan dan menggunakan uang sendiri) Menggunakan sarana transformasi untuk berpergian. Menyiapkan obat dan minum obat sesuai dengan aturan (takaran obat dan waktu minum obat tepat) Merencanakan dan mengambil keputusan untuk kepentingan keluarga dalam hal penggunaan uang, aktivitas sosial yang dilakukan dan kebutuuhan akan pelayanan kesehatan. Melakukan aktivitas di waktu luang ( kegiatan keagamaan, social, rekreasi, olah raga, dan menyalurkan hobi) Jumlah

16

17

Keterangan : Point : 13 17 Mandiri ( mampu melakukan aktivitas dasar) Point : 0 12 ketergantungan (kurang mampu melakukan aktivitas)