Anda di halaman 1dari 15

1

KEPERAWATAN MATERNITAS II

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN


DENGAN HYPEREMESIS
GRAVIDARUM

DISUSUN OLEH:
1. IRWAN MAHMUDA PUTRA (10.20.1349)

2. YUHADI EFFENDI (10.20.1362)

3. NANANG ARDIANSYAH (10.20.1424)

4. MAULANA (10.20.1467)

5. RIKIE JULIANTO (10.20.1382)

6. RIYAN ISKANDAR (10.20.1521)

7. SEPRIAN DONI (10.20.1463)

8. TAMI SAPUTRA (10.20.1386)

9. DEDY SETIAWAN (10.20.1384)

10. NICO DAMELO HS (10.20.1370)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) CAHAYA BANGSA

BANJARMASIN
2012/ 2013
ASUHAN KEPERAWATAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM
A. Pengertian
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada wanita
hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena pada umumnya menjadi
buruk karena terjadi dehidrasi (Rustam Mochtar, 1998).
Mual dan muntah biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat timbul setiap
saat bahkan malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah
hari pertama haid dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu.
Hiperemesis Gravidarum (Vomitus yang merusak dalam kehamilan) adalah
nousea dan vomitus dalam kehamilan yang berkembang sedemikian luas sehingga
menjadi efek sistemik, dehidrasi dan penurunan berat badan (Ben-Zion, MD,
Hal:232)
Hiperemesis diartikan sebagai muntah yang terjadi secara berlebihan selama
kehamilan (Hellen Farrer, 1999, hal:112)

B. Etiologi
Penyebab Hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Frekuensi
kejadian adalah 2 per 1000 kehamilan. Faktor-faktor predisposisi yang
dikemukakan (Rustam Mochtar, 1998)
o Umumnya terjadi pada Primigravida, mola hidatidosa, diabetes dan
kehamilan ganda akibat peningkatan kadar HCG

o Faktor organik, yaitu karena masuknya viki khoriales dalam sirkulasi


maternal dan perubahan metabollik akibat kehamilan serta resitensi
yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan perubahan ini serta
adanya alergi yaitu merupakan salah satu respon dari jaringan ibu
terhadap janin.
o Faktor ini memegang peranan penting pada penyakit ini. Rumah
tangga yang retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan
persalinan, takut terhadap tanggungan sebagai ibu dapat menyebabkan
konflik mental yang dapat memperberat mual dan muntah sebagai
ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai
pelarian kesukaran hidup.
o Faktor endokrin lainnya : hipertyroid, diabetes dan lain-lain.

C. Patologi
Pada otopsi wanita meninggal karena Hiperemesis

gravidarum diperoleh

keterangan bahwa terjadinya kelainan pada organ-organ tubuh adalah sebagai


berikut :
a. Hepar : pada tingkat ringan hanya ditemukan degenerasi lemak
sentrilobuler tanpa nekrosis
b. Jantung : jantung atrofi, menjadi lebih kecil dari biasa. Kadang
kala dijumpai perdarahan sub-endokardial
c. Otak : terdapat bercak-bercak perdarahan otak dan kelainan seperti
pada ensepalopati wirnicke

d. Ginjal : ginjal tampak pucat dan degenerasi lemak dapat ditemukan


pada tubuli kontorti

D. Patofisiologi
Perasaan mual adalah akibat dari meningkatnya kadar estrogen yang biasa
terjadi pada trimester I. bila perasaan terjadi terus-menerus dapat mengakibatkan
cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. Karena
oksidasi lemak yang tak sempurna, terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam
aseto-asetik, asam hidroksida butirik dan aseton darah. Muntah menyebabkan
dehidrasi, sehingga caira ekstraseluler dan plasma berkurang. Natrium

dan

klorida darah turun. Selain itu dehidrasai menyebabkan hemokonsentrasi,


sehingga aliran darah ke jaringan berkurang. Hal ini menyebabkan jumlah zat
makanan dan oksigen ke jaringan berkuang pula tertimbunnya zat metabolik yang
toksik. Disamping dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit. Disamping
dehidraasi dan gangguan keseimbangan elektrolit, dapat terjadi robekan pada
selaput lendir esofagus dan lambung (sindroma mollary-weiss), dengan akibat
perdarahan gastrointestinal.

E. Tanda dan gejala


Batas mual dan muntah berapa banyak yang disebut Hiperemesis gravidarum
tidak ada kesepakatan. Ada yang mengatakan bila lebih dari sepuluh kali muntah.
Akan tetapi apabila keadaan umum ibu terpengaruh dianggap sebagai Hiperemesis
gravidarum. Menurut berat ringannya gejala dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu :

a. Tingkatan I (ringan)
i. Mual muntah terus-menerus yang mempengaruhi keadaan
umum penderita
ii. Ibu merasa lemah
iii. Nafsu makan tidak ada
iv. Berat badan menurun
v. Merasa nyeri pada epigastrium
vi. Nadi meningkat sekitar 100 per menit
vii. Tekanan darah menurun
viii. Turgor kulit berkurang
ix. Lidah mengering
x. Mata cekung
b. Tingkatan II (sendang)
i. Penderita tampak lebih lemah dan apatis
ii. Turgor kulit mulai jelek
iii. Lidah mengering dan tampak kotor
iv. Nadi kecil dan cepat
v. Suhu badan naik (dehidrasi)
vi. Mata mulai ikterik
vii. Berat badan turun dan mata cekung
viii. Tensi turun, hemokonsentrasi, oliguri dan konstipasi
ix. Aseton tercium dari hawa pernafasan dan terjadi asetonuria
c. Tingkatan III (berat)

i. Keadaan umum lebih parah (kesadaran menurun dari


somnolen sampai koma)
ii. Dehidrasi hebat
iii. Nadi kecil, cepat dan halus
iv. Suhu badan meningkat dan tensi turun
v. Terjadi komplikasi fatal pada susunan saraf yang dikenal
dengan enselopati wernicke dengan gejala nistagmus,
diplopia dan penurunan mental
vi. Timbul ikterus yang menunjukkan adanya payah hati

F. Pathways
Faktor alergi

Faktor predisposisi

Emesis gravidarum

Peningkatan estrogen

Penurunan pengossongan lambung

Peningkatan tekanan gaster


Penyesuaian

Komplikasi

Hiperemesis gravidarum
Intake nutrisi menurun
Gangguan nutrisi
kebutuhan tubuh

Kehilangan cairan berlebih

Pengeluaran nutrisi
berlebihan

Dehidrasi

Cairan eksta seluler dan


plasma

Gangguan
keseimbangan cairan
dan elektrolit

hemokonsentrasi

Aliran darah ke jaringan


menurun
Metabolisme intra sel
menurun
Otot lemah

Kelemahan tubuh

Intoleransi
aktifitas

Perfusi jaringan
otak
Penurunan
kesadaran

G. Penanganan
1. Pencegahan
Pencegahan terhadap Hiperemesis gravidarum diperlukan dengan jalan
memberikan penerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu
proses yang fisiologis. Hal itu dapat dilakukan dengan cara :
a. Memberikan keyakinan bahwa mual dan muntah merupakan gejala
yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah
kehamilan berumur 4 bulan.
b. Ibu dianjurkan untuk mengubah pola makan sehari-hari dengan
makanan dalam jumlah kecil tetapi sering.
c. Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi
dianjurkan untuk makan roti kering arau biskuit dengan teh hangat
d. Hindari makanan yang berminyak dan berbau lemak
e. Makan makanan dan minuman yang disajikan jangan terlalu panas
atau terlalu dingin
f. Usahakan defekasi teratur.

2. Terapi obat-obatan
Apabila dengan cara diatas keluhan dan gejala tidak berkurang maka
diperlukan pengobatan
ii.

Tidak memberikan obat yang terotogen

iii.

Sedativa yang sering diberikan adalah phenobarbital

iv.

Vitamin yang sering dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6

v.

Antihistaminika seperti dramamine, avomine

vi. Pada keadaan berat, anti emetik seperti diklomin hidrokhoride atau
khlorpromazine

1.

Hiperemesis gravidarum tingkatan II dan III harus dirawat inap


di rumah sakit
Adapun terapi dan perawatan yang diberikan adalah sebagai berikut :
a. Isolasi
Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang, tetapi cerah dan
peredaran udara baik. Jangan terlalu banyak tamu, kalau perlu
hanya perawat dan dokter saja yang boleh masuk. Catat cairan
yang keluar dan masuk. Kadang-kadang isolasi dapat mengurangi
atau menghilangkan gejala ini tanpa pengobatan
b. Terapi psikologik
Berikan pengertian bahwa kehamilan adalah suatu hal yang
wajar,normal dan fisiologik. Jadi tidak perlu takur dan khawatir.
Yakinkan penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan dan
dihilangkan masalah atu konflik yang kiranya dapat menjadi latar
belakang penyakit ini.
c. Terapi mental
Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit, karbohidrat dan
protein dengan glukosa 5 %, dalam cairan gram fisiologis sebanya
2-3 liter sehari. Bila perlu dapat ditambah dengan kalium dan

10

vitamin khususnya vitamin B kompleks dn vitamin C dan bila ada


kekurangan protein, dapat diberikan pula asam amino esensial
secara intravena. Buat dalam daftar kontrol cairan yang amsuk dan
dikeluarkan. Berikan pula obat-obatan seperti yang

telah

disebutkan diatas.
d. Terminasi kehamilan
Pada beberapa kasus keadaan tidak menjadi baik, bahkan mundur.
Usahakan mengadakan pemeriksaan medik dan psikiatrik bila
keadaan memburuk. Delirium, kebutaan, takikardia, ikterik, anuria,
dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi organik.
Dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri
kehamilan. Keputusan untuk melakukan abortus terapeutik sering
sulit diambil, oleh karena disatu pihak tidak boleh dilakukan terlalu
capat dan dipihal lain tidak boleh menunggu sampai terjadi
irreversible pada organ vital.

H. Diagnosa Keperawatan yang muncul


1. Gangguan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
pengeluaran nutrisi yang berlebihan dan intake kurang
Tujuan :
a. Menjelaskan komponen diet seimbang prenatal, memberikan
makanan yang mengandung vitamin, mineral, protein dan besi
b. Mengikuti diet yang dianjurkan

11

c. Mengkonsumsi suplemen zat besi/ vitamin sesuai resep


d. Menunjukkan penambahan berat badan yang sesuai (biasanya 1,5
kg pada akhir trimester pertama)
Intervensi
a.

Tunjukkan keadekuatan kebiasaan asupan


nutrisi dulu/ sekarang dengan menggunakan batasan 24 jam.
Perhatikan kondisi rambut, kulit dan kuku.

b.

Dapatkan riwayat kesehatan, cacat usia


(khususnya kurang dari 17 tahun, lebih dari 35 tahun)

c.

Pastikan

tingkat

pengetahuan

tentang

kebutuhan nutrisi
d.

Berikan informasi tertulis / verbal yang


terpat tentang diet pra natal dan suplemen vitamin / zat besi setiap hari

e.

Evaluasi motivasi/ sikap dengan mendengar


keterangan klien dan meminta umpan balik tentang informasi yang
diberikan

f.

Tanyakan keyakinan berkenaan dengan diet


sesuai dengan budaya dan hal hal tabu selama kehamilan

g.

Perhatikan
pilihan

bahwa

memakannya

bukan

makanan

adanya
dan

pika/

tingkat

ngidam.
motivasi

Kaji
untuk

12

h.

Timbang berat badan klien; pastikan berat


badan pregravida biasanya. Berikan inforamasi tentang penambahan
prenatal yang optimum

i.

Tinjau ulang frekuensi dan beratnya mual/


muntah
Kesampingkan muntah pernisiosa (hiperemesis gravidarum )

j.

Pantau kadar hemoglobin (Hb, Hematokrit)

k.

Tes urine terhadap aseton, albumin dan


glukosa

l.

Ukur pembesaran uterus

m.

Buat rujukan yang perlu sesuai dengan


indikasi (misal pada ahli diet, pelayanan sosial)

n.

Rujuk pada program makanan wanita, bayi,


anak-anak dengan tepat

2. gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan


kehilangan cairan
tujuan :
i. Mengidentifikasi dan melakukan tindakan untuk menurunkan
frekuensi dan keparahan mual/ muntah
ii. Mengkonsumsi cairan dengan jumlah yang sesuai setiap hari
iii. Mengidentifikasi tanda-tanda dan gejala dehidrasi yang memerlukan
tindakan

13

Intervensi
a. Tentukan frekuensi / beratnya mual/ muntah
b. Tinjau ulang riwayat kemungkinan masalah medis lain (misalnya
ulkus peptikum, gastritis,kolesistitis)
c. Anjurkan klien mempertahankan masukan/ keluaran, tes urine dan
penurunan berat badan setiap hari.
d. Kaji suhu dan turgor kulit, membrane mukosa, tekanan darah (TD),
suhu, masukan/ keluaran, dan berat jenis urine
Timbang berat badan klien dan bandingkan dengan standar
e. Anjurkan peningkatan masukan minimal berkarbonat, makan enam
kali sehari dengan jumlah yang sedikit dan makanan tinggi
karbohidrat (misalnya popcorn, roti kering sebelum bangun tidur.
3. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan tubuh, penurunan
metabolisme sel
Tujuan :
b. Melaporkan peningkatan rasa sejahtera/ tingkat energi
c. Mendemonstrasikan peningkatan aktivitas fisik yang dapat diukur
Intervensi
a. Pantau respon fisiologis terhadap aktifitas, misal : perubahan
tekanan darah, atau frekuensi denyut jantung/ pernafasan
b. Buat tujuan aktifitas realistis dengan pasien

14

c. Rencanakan perawatan untuk memungkinkan periode istirahat.


Jadwalkan aktifitas untuk periode bila pasien mempunyai banyak
energi. Libatkan pasien/ orang terdekat dalam perencanaan jadwal
d. Dorong pasien untuk melakukan kapanpun. Misal : perawatan diri,
bangun dari kursi, berjalan
e. Berikan latihan rentang gerak pasif/ aktif pada pasien yang
terbaring di tempat tidur
f. Pertahankan tempat tidur pada posisi rendah, singkirkan perabotan,
bantu ambulasi
g. Berikan oksigen suplemen sesuai indikasi
h. Rujuk pada therapi fisik/ okupasi
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
a.

Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah yang


berlebihan pada wanita hamil sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari
karena keadaan umum pasien memburuk.

b.

Penyebab Hiperemesis gravidarum secara pasti belum


diketahui, faktor predisposisinya antara lain ; peningkatan kadar HCG,
faktor organik, dan faktor endokrin lainnya.

c.

Secara patologik menunjukkan adanya kelainankelainan dalam berbagai alat tubuh seperti hati, jantung, otak dan ginjal

15

d.

Hiperemesis gravidarum dapat mengakibatkan dehidrasi,


kekurangan energi, tertimbun zat metabolik toksik, terganggunya
keseimbangan elektrolit dan perdarahan gastrointestinal

e.

Hiperemesis gravidarum terbagi dalam 3 tingkatan


yaitu ringan, sedang dan berat

f.

Penanganan Hiperemesis gravidarum pada tahap awal


adalah pencegahan yaitu dengan memberikan konseling untuk
menghadapi kehamilan dan komplikasinya

g.

Terapi

yang

diberikan

pada

kasus

Hiperemesis

gravidarum adalah terapi obat-obatan, terapi psikologik, terapi parenteral


dan isolasi. Apabila keadaan tetap memburuk terminasi kehamilan perlu
dipertimbangkan.
DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Ida Bagus, 1999, Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, Jakarta,


Penerbit: Arcan
Mochtar, Rustam, 1998, Sinopsis Obsetri, Jilid I, Jakarta; EGC
Prawirohardjo, Sarwono, 2005, Ilmu Kebidanan, Jakarta; Tridasa Printer
Babak, Lowdermik, Jensen, 2004, Buku Ajar Keperawatan Maternitas, Edisi 4;
Jakarta, EGC