Anda di halaman 1dari 25

1

BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Epispadia merupakan suatu kelainan bawaan pada bayi laki-laki, dimana lubang uretra terdapat di bagian punggung penis atau uretra tidak berbentuk tabung, tetapi terbuka. Bagi wanita, epispadia adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan uretra wanita yang bermuara ke atas menjadi klitoris bifida akibat kegagalan penggabungan normal dinding anterior sinus urogenital. Keadaan ini dapat disertai dengan ekstrofi kandung kemih dan defek dinding abdomen serta gelang pangggul. Penyebab dari epispadia ini bisa dari faktor genetik dan faktor nongenetik, Sehingga walaupun hormon eandrogen sendiri telah terbentuk cukup akan tetapi apabila reseptornya tidak ada tetap saja tidak akan memberikan suatu efek yang semestinya. tau en!im yang berperan dalam sintesis hormone androgen tidak mencukupi pun akan berdampak sama. 1.2 Rumusan Masalah ".#." ".#.# ".#.% pakah penyakit Epispadia$ Bagaimana cara pencegahan dan pengobatan dari penyakit Epispadia$ Bagaimana asuhan keperawatan pada penyakit Epispadia.$

1.3 Tujuan Pembahasan ".%." ".%.# ".%.% untuk mengetahui penyakit Epispadia untuk mengetahui bagaimana pencegahan dan pengobatan pada penderita epispadia untuk mengetahui asuhan keperawatan pada penyakit epispadia

BAB 2 PEMBAHA AN 2.1 Pengert!an Epispadias merupakan kelainan kongiental berupa tidak adanya dinding uretra bagian atas. Kelainan ini terjadi pada laki-laki maupun perempuan, tetapi lebih sering pada laki-laki. &itandai dengan terdapat nya lubang uretra di suatu tempat pada permukaan dorsum penis '&orland, #(""). *enurut Kamus Keperawatan halaman #"+ dikutip oleh ,urhamsyah '#("#), Epispadias merupakan malformasi congenital dimana uretra bermuara pada permukaan dorsal penis. Epispadia adalah suatu anomaly congiental yaitu terletak pada permukaan dorsal penis. -nsiden epispadia yang lengkap sekitar " dalam "#(.((( laki-laki. Keadaan ini biasanya tidak terjadi sendirian, tetapi juga disertai anomaly saluran kemih disepanjang batang penis. Epispadia merupakan suatu kelainan bawaan pada bayi laki-laki, dimana lubang uretra terdapat di bagian punggung penis atau uretra tidak berbentuk tabung tetapi terbuka. Epispadias adalah kelainan bawaan dari alat kelamin eksternal dan bawah saluran kemih akibat perkembangan yang tidak lengkap dari permukaan dorsal penis atau klitoris dan dinding atas dari uretra yang karena itu terbuka. kibatnya, meatus uretra eksternal memiliki lokasi yang tidak biasa di titik .ariabel antara leher kandung kemih dan puncak kepala penis. 2.2 E"!#em!$l$g! *enurut ,urhamsyah '#("#), epispadia adalah suatu anomali kongenital yaitu meatus uretra terletak pada permukaan dorsal penis. -nsiden epispadia yang lengkap sekitar " dalam "#(.((( laki-laki. Keadaan ini biasanya tidak terjadi sendirian, tetapi juga disertai anomali saluran kemih. -nkontinensia urine timbul pada epispadia penopubis '/01) dan penis '+01) karena perkembangan yang salah dari spingter urinarius.

2.3 Et!$l$g! Penyebab dari epispadia sebagai berikut2 ". -diopatik, yakni penyebab masih belum diketahui jelas. #. &apat dihubungkan dengan faktor genetik, lingkungan atau pengaruh hormonal. %. *askulinisasi inkomplit dari genitalia karena in.olusi menyangkut prematur dari sel intertisial testis. Penyebab kelainan ini adalah maskulinisasi inkomplit dari genitalia karena in.olusi yang prematur dari sel interstisial testis selain itu etiologi dari penyakit ini dapat dihubungkan dengan faktor genetik, lingkungan, dan hormonal.

2.% Tan#a #an gejala 3anda dan gejala dari epispadia adalah2 ". 4retra terbuka pada saat lahir, posisi dorsal #. 3erdapat penis yg melengkung ke arah dorsal, tampak jelas pada saat ereksi %. 3erdapat chordae 5. 3erdapat lekukan pada ujung penis 0. -nkontinesia urin timbul pd epispadia penopubis '/01) dan penis '+01) karena perkembangan yang salah dari sfingter urinarius. 2.& Pat$'!s!$l$g! Epispadia merupakan kelainan kongenital pada bayi laki-laki ataupun perempuan karena suatu kelainan bawaan pada bayi laki-laki, dimana lubang uretra terdapat di bagian punggung penis atau uretra tidak berbentuk tabung, tetapi terbuka. 6angguan dan ketidakseimbangan hormon juga memicu terjadinya epistasia dimana hormon androgen yang mengatur organogenesis kelamin 'pria) atau karena reseptor hormon androgen sendiri di dalam tubuh yang kurang atau tidak ada. Sehingga walaupun hormon eandrogen sendiri telah terbentuk cukup akan tetapi apabila reseptornya tidak ada tetap saja tidak akan memberikan suatu

efek yang semestinya.

tau en!im yang berperan dalam sintesis hormone

androgen tidak mencukupi pun akan berdampak sama. Keadaan epispadia atau letak lubang uretra kongenital ke sisi dorsal peniis menyebabkan kesulitan atau ketidakmampuan berkemih secara adekuat dengan posisi berdiri, '7orwin. Elisabeth 82 +"%). 2.( )$m"l!kas! #an Pr$gn$s!s Epispadia adalah kelainan letak lubang uretra kongenital ke sisi dorsal pedis, apabila lubang uretra di dorsal luas, dapat menimbulkan terjadinya ekstrofi 'pemajanan melalui kulit) kandung kemih. Ekstrofi kandung kemih terjadi kirakira satu dalam 5(.((( kelahiran. 9al ini lebih banyak ditemukan pada laki-laki daripada wanita. Berat-ringan berkisar dari suatu fistula kulit kecil didalam dinding perut atau epispadia sederhana sampai ekstrofi sempurna dari kloaka yang melibatkan pemaparan seluruh usus bagian belakang dan kandung kemih ' rwin. Benheman Kliegma2 "::(). Pada laki-laki ada epispadia sempurna dengan skrotum yang lebar dan dangkal, testis yang tidak turun dan hernia inguinalis biasa terjadi. Pada wanita epispadia dengan duplikasi klitoris dan labia yang terpisah lebar, anus berpindah tempat ke arah anterior pada kedua jenis kelamin, dan mungkin terjadi prolaps rekti. &apat terjadi komplikasi pseudohermatroditisme merupakan laki-laki sejati tetapi tidak mendapat cukup androgen atau memberi respon kurang baik terhadap apa yang diterimanya, sebagai akibat genitalia eksternal laki-lakinya tidak berkembang dengan sempurna, dan anak tumbuh seperti halnya anak wanita serta kesukaran saat berhubungan se;sual, bila tidak segera dioperasi saat dewasa '9amilton. Persis2 #<(). Komplikasi yang dapat timbul dari epispadia, antara lain2 ". Pseudohematrodisme 'keadaan yang ditandai dengan alat-alat kelamin dalam " jenis kelamin tetapi dengan satu beberapa cirri se;sual tertentu) #. Psikis 'malu) karena perubahan posisi B K %. Kesukaran saat berhubungan se;sual, bila tidak segera di operasi saat dewasa. Komplikasi paska operasi2

". edema= pembengkakan yang terjadi akibat reaksi jaringan besarnya dapat ber.ariasi, juga terbentuknya hematom=kumpulan darah dibawah kulit, yang biasanya dicegah dengan balut tekan selama # sampai % hari paska operasi. #. striktur, pada proksimal anastomosis yang kemungkinan disebabkan oleh angulasi dari anastomosis rambut dalam uretra, yang dapat mengakibat infeksi saluran kencing berulang atau pembentukan batu saat pubertas %. >itula uretrokutan, merupakan komplikasi yang sering dan digunakan sebagai parameter untuk menilai keberhasilan operasi. Pada prosedur satu tahap saat ini angka kejadian yang dapat diterima adalah 0-"(1. 5. residual chodee=rekuren chordee, akibat dari riliskorde yang tidak sempurna, dimana tidak melakukan ereksi artificial saat operasi atau pembentukan skar yang berlebihan di .entral penis walaupun sangat jarang. 0. &i.ertikulum, terjadi pada pembentukan neouretra yang terlalu lebar, atau adanya stenosis meatal yang mengakibatkan dilatasi yang lanjut.

2.* Peng$batan Pembedahan mungkin perlu dilakukan sebelum usia anak " atau # tahun. Sirkumsisi harus dihindari pada bayi baru lahir agar kulup dapat digunakan untuk perbaikan dimasa mendatang karena kulit depan penis akan digunakan untuk pembedahan. Pasca bedah saluran bagian atas bayi diamati dengan teliti untuk melihat kemungkinan berkembangnya hidronefrosis dan infeksi. Kebanyakan bayi seperti ini mengalami refluks .esikouretra dan harus mendapat antibiotika. pabila anak berumur " dan # tahun, epispadia yang terjadi direparasi untuk menciptakan suatu uretra anterior dan memperbaiki malformasi penis. Penatalaksanaan bedah merekomendasikan penis menjadi lurus dengan meatus uretra ditempat yang normal sehingga aliran kencing arahnya ke depan dan dapat melakukan coitus dengan normal ' rwin. Benheman Kliegma2 "::"). Penanganan inkontensia dengan rekonstruksi leher kandung kemih dicadangkan untuk anak yang tetap mengalami inkontinensis urin sesudah mereka mencapai pengendalian rektum ' rwin. Benheman Kliegma2 "::"). 3ujuan dari

penatalaksanaan bedah dari epispadia adalah merekomendasikan penis menjadi lurus dengan meatus uretra di tempat yang normal atau dekat normal sehingga aliran kencing arahnya ke depan dan dapat melakukan coitus dengan normal. a. One stage Uretroplasty dalah teknik operasi sederhana yang sering digunakan, terutama untuk hipospadia dan epispadia tipe distal. 3ipe distal ini meatusnya letak anterior atau yang middle. *eskipun sering hasilnya kurang begitu bagus untuk kelainan yang berat. Sehingga banyak dokter lebih memilih untuk melakukan # tahap. b. ?perasi epispadia # tahap 3ahap pertama operasi pelepasan chordee dan tunneling dilakukan untuk meluruskan penis supaya posisi meatus 'lubang tempat keluar kencing) nantinya letaknya lebih proksimal 'lebih mendekati letak yang normal), memobilisasi kulit dan preputium untuk menutup bagian .entral=bawah penis. 3ahap selanjutnya 'tahap kedua) dilakukan uretroplasty 'pembuatan saluran kencing buatan=.uretra) sesudah < bulan. &okter akan menentukan tekhnik operasi yang terbaik. Satu tahap maupun dua tahap dapat dilakukan sesuai dengan kelainan yang dialami oleh pasien. da beberapa tahap pembedahan yang dialakukan untuk penatalaksanaan epispadia 2

2.+ Pen,egahan Pencegahan epispadia dapat dilakukan dengan mencegah adannya pemaparan lingkugan yang buruk, polusi, karsinogen, trauma fisik dan trauma psikis saat wanita dalam keadaan hamil. Karena mengingat etiologi dari epispadia yang merupakan kelainan congenital berkaitan dengan sekresi hormone, genetic dan lingkungan yang menyebabkan pembentukan meatus uretra pada janin abnormal.

BAB -.. A UHAN )EPERA/ATAN A. -#ent!tas )l!en ". ,ama=,ama panggilan #. 3empat tgl lahir=usia %. 8enis kelamin 5. gama 2 nama lengkap= nama panggilan tidak selalu sama dengan nama asli 2 anak dengan epispadia biasanya ditemukan sejak awal kelahiran 2 paling sering pada anak laki-laki. 2 agama dapat berpengaruh terhadap kemampuan orang tua terhadap respon koping selama kehamilan yang dapat berdampak pada respon hormon selama kehamilan 0. Pendidikan 2 seberapa besar pengetahuan keluarga pasien dtengtang masalah kesehatan yang di alami anak. Pendidikan juga dapat menjadi penyebab seperti pengetahuan ibu tentang obat-obat yang dikonsumsi selama kehamilan <. lamat 2 adanya pemaparan lingkugan yang buruk, polusi, karsinogen, trauma fisik dan trauma wanita dalam keadaan hamil +. 3gl masuk :. 3gl pengkajian /. &iagnosa medik "(. @encana terapi B. -#ent!tas 0rang tua Pengkajian identitas pada orang tua pasien dilakukan pada ayah dan ibu pasien, yaitu2 nama, usia, pendidikan, pekerjaan, agama, dan alamat. 2 saat masuk ke pelayanan kesehatat 2 saat masuk ke pelayanan kesehatat 2 Epispadia 2 operasi dan terapi analgetik untuk mengurangi nyeri psikis saat

1. -#ent!tas au#ara )an#ung -dentitas saudara kandung diperlukan untuk mengetahui apakan ada saudara yang pernah mengalami epispadia, karena penyebeb epispadia lebih condong kepada faktor genetik atau keturunan @iwayat Kesehatan . @iwayat Kesehatan Sekarang 2 2 lasan utama mengapa ia datang ke rumah sakit. Keluhan utama yang sering muncul adalah orang tua pasien datang karena mengeluh B K keluar dari atas. @iwayat Keluhan 4tama 2 Pengkajian pada sejak kapan keluhan utama itu muncul dan kapan saja keluhan itu muncul. Keluhan Pada Saat Pengkajian 2 danya rasa nyeri2 kaji lokas ' orang tua mengeluh sejak lahir lubang penis berada di di atas, bila pasien B K pancaran urin tidak keluar dari ujung penis melainkan dari atas), karakter, durasi, dan hubungannya dengan urinasiA faktor-faktor yang memicu rasa nyeri dan yang meringankannya. danya gejala panas atau menggigil, sering lelah, perubahan berat badan, perubahan nafsu makan, sering haus, retensi cairan, sakit kepala, pruritus, dan penglihatan kabur. ?rang tua mengeluh sejak lahir lubang penis berada di di atas, bila pasien B K pancaran urin tidak keluar dari ujung penis melainkan dari atas, saat B K pasien tidak memnangis, warna urin kuning jernih tidak ada darah dan tidak ada demam. B. @iwayat Kesehatan Balu 'khusus untuk anak usia ( C 0 tahun) ". Prenatal care Selama sebelum kehamilan sampai proses kehamilan apakah ibu ada riwayat terkena radiasi, memeriksakan kehamilannya setiap minggu di pelayana kersehatan, riwayat berat badan selama, riwayat -munisasi, golongan darah ibu , dan golongan darah ayah. Keluhan 4tama

10

#. ,atal 9al yang perlu di kaji yaitu2 tempat melahirkan, jenis persalinan, dan penolong persalinan. %. Post natal Kondisi bayi 2 epispadia biasanya dapat diketahui saat kelahiran bayi.

'4ntuk semua 4sia) a. @iwayat infeksi traktur urinarius ") 3erapi atau perawatan rumah sakit yang pernah dialami untuk menanggani infeksi traktus urinarius, berapa lama dirawat. #) danya gejala panas atau menggigil.

%) Sistoskopi sebelumnya, riwayat penggunaan kateter urine dan hasil-hasil pemeriksaan diagnostik renal atau urinarius. 'pasien tidak pernah mengalami riwayat mondok, alergi ataupun trauma) b. @iwayat keadaan berikut ini2 ") 9ematuria, perubahan warna, atau .olume urin. #) ,okturia dan sejak kapan dimulainya. %) Penyakit pada usia kanak-kanak 'Dstrep throatE, impetigo, sindrom nefrotik). 5) Batu ginjal 'kalkuli renal), ekskresi batu kemih ke dalam urin. 0) Kelainan yang mempengaruhi fungsi ginjal atau traktus urinarius 'diabetes mellitus, hipertensi, trauma abdomen, cedera medula spinalis, kelainan neurologi lain, lupus eritematosus sistemik, scleroderma, infeksi streptococcus pada kulit dan saluran napas

11

atas,

tuberculosis,

hepatitis

.irus,

gangguan kongenital, kanker, dan hyperplasia prostate jinak). 'pasien tidak memiliki riwayat penyakit keluarga serupa atau riwayat alergi obat dan makanan) c. 4ntuk pasien wanita 2 kaji jumlah dan tipe persalinan 'persalinan per.aginan, sectio caesarea)A persalinan dengan forsepsA infeksi .agina, keputihan atau iritasiA penggunaan kontrasepsi. d. e. f. g. danya atau riwayat lesi genital atau penyakit menular seksual. Pernahkah mengalami pembedahanA pel.is atau saluran perkemihan. Pernahkah menjalani terapi radiasi atau kemoterapi. Kaji riwayat merokok. *erokok dapat mengakibatkan risiko kanker ngka kejadian tumor kandung kemih empat kali lebih tinggi

kandung kemih.

pada perokok daripada bukan perokok.

1. R!2a3at )esehatan )eluarga a. Kaji adanya riwayat penyakit ginjal atau kandung kemih dalam keluarga 'polisistik renal, abnormalitas kongenital saluran kemih, sindrom Alports / nephritis herediter). b. Kaji adanya masalah eliminasi yang dikaitkan dengan kebiasaan keluarga. 'Keluarga tidak memiliki riwayat penyakit serupa atau riwayat alergi obat dan makanan) @iwayat 3umbuh Kembang . Pertumbuhan >isik ". Berat badan 2 saat lahir-pengkajian #. 3inggi badan 2 saat lahir-pengkajian B. Perkembangan 3iap tahap

12

3umbuh kembang pada anak juga harus diperhatikan, untuk mengetahui apakah ada keterlambatan tumbh kembang akaibat adanya epispadia. @iwayat ,utrisi . Pemberian SSelama sakit sebaiknya ibu tetap memberikan asupan S-. B. Pemberian susu formula 8ika pasien di beri susu formula, hal yang perlu dikaji adalah alasan pemberian, jumlah pemberian, dan cara pemberian. @iwayat Psikososial 9al-hal yang perlu dikaji antara lain2 anak tinggal orang tua, lingkungan, hubungan antar anggota dan Pengasuh anak. @iwayat Spiritual 9al-hal yang perlu dikaji adalah support sistem dalam keluarga dan kegiatan keagamaan di dalam keluarga. @eaksi 9ospitalisasi Pengkajian kti.itas sehari-hari . ,utrisi ") Kaji jumlah dan jenis cairan yang biasa diminum ibu pasien 2 kopi, alkohol, minuman berkarbonat. *inuman tersebut sering memperburuk keadaan inflamasi system perkemihan. #) Kaji adanya dehidrasi A dapat berkontribusi terjadinya infeksi saluran kemih, pembentukkan batu ginjal, dan gagal ginjal. %) Kaji jenis makanan yang sering dikonsumsi ibu pasien. -bu Pasien biasanya sering mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi protein seperti ikan dan daging dengan rasa yang pedas. *akanan yang mengandung tinggi protein dapat menyebabkan pembentukkan batu saluran kemih. *akanan pedas memperburuk keadaan inflamasi system perkemihan. hospitalisasi untuk mengetahui respon anak terhadap pengalaman dan pemahamannya terhadap perawatan tan pengobatan.

13

5) Kaji adanya anoreksia, mual, dan muntah. Keadaan tersebut dapat mempengaruhi status cairan. 0) Kaji kebiasaan mengkonsumsi suplemen .itamin, mineral, dan terapi herbal.

B. Eliminasi ") Kaji frekuensi "( kali sehari, urgensi, dan jumlah urine output F gelas belimbing. #) Kaji perubahan warna urin. Garna kuning jernih %) Kaji adanya darah dalam urin. 3idak ada darah 5) &isuriaA kapan keluhan ini terjadi 2 pada saat urinasi, pada awal urinasi, atau akhir urinasi. 0) HesitancyA mengejan 2 nyeri selama atau sesudah urinasi. <) -nkontinensia 'stress inkontinensiaA urge incontinence; overflow incontinenceA inkontinensia fungsional). kandungkemih. +) Konstipasi dapat menyumbat sebagian urethra, menyebabkan tidak adekuatnya pengosongan kandung kemih. 7. -stirahat tidur 9al yang dikaji yaitu jam tidur, pola tidur, dan kebiasaan tidur. Pada anak epispadia, pola istirahat dan tidur tergantung dari tingkat keparahan dari epispadia. &. Personal 9ygiene danya inkontinensia fekal menunjukkan tanda neurologik yang disebabkan oleh gangguan

14

Personal hygiene lebih difokuskan pada kebersihan genetalia dan anus, untuk menghindari timbulnya infeksi. E. ktifitas=*obilitas >isik Kondisi yang sakit menyebabkan anak lebih sering berada di dalam rumah. >. Kognitif dan Perseptual pakah gangguan eliminasi urin mempengaruhi perasaan dan kehidupan normal pasien. 6. Pola Persepsi &iri 9. Pola Seksual dan @eproduksi -. Pola Peran dan 9ubungan 8. Pola *anajemen Koping-Stress K. Sistem ,ilai dan Keyakinan Pemer!ksaan 4!s!k ". Keadaan 4mum Keadaan 4mum &erajat kesadaran &erajat gi!i #. 3anda-tanda Hital 9eart @ate >rekuensi Pernafasan Suhu a. Kulit Kulit putih kecoklatan, kering, wujud kelainan kulit '-), hiperpigmentasi '-) b. Kepala Bentuk mesosefal, rambut kering '-), rambut warna hitam, sukar dicabut. c. Gajah ?dema '-), wajah orang tua '-) 2 "%";=menit 2 5+ ;= menit, tipe toracoabdominal. 2 %+,((7 2 baik 2 compos mentis 2 kesan gi!i cukup

15

d. *ata 7ekung '-=-), ?edema palpebra '-=-), ?dema periorbita '-=-), konjungti.a anemis '-=-),sklera ikterik '-=-), refleks cahaya 'I=I), pupil isokor '#mm=#mm) e. 9idung ,apas cuping hidung '-), sekret '-=-), darah '-=-), de.iasi'-=-), low nasal bridge'I) f. *ulut *ukosa basah 'I), sianosis '-), pucat '-), kering '-) g. 3elinga &aun telinga dalam batas normal, sekret '-) h. 3enggorok 4.ula di tengah, mukosa pharing hiperemis '-), tonsil 3" - 3"

i. Beher Bentuk normocolli, limfonodi tidak membesar, glandula thyroid tidak membesar, kaku kuduk '-), gerak bebas, de.iasi trakhea '-) j. 3oraks Bentuk 2 normochest, retraksi '-), gerakan dinding dada simetris 7or 2 -nspeksi 2 iktus kordis tidak tampak Palpasi 2 iktus kordis tidak kuat angkat Perkusi 2 batas jantung kesan tidak melebar uskultasi 2 B8 ---- intensitas normal, reguler, bising '-) Pulmo 2 -nspeksi 2 Pengembangan dada kanan J kiri Palpasi 2 >remitus raba dada kanan J kiri Perkusi 2 Sonor di seluruh lapang paru uskultasi 2 Suara dasar .esikuler 'I=I) Suara tambahan 2 '-=-) k. bdomen -nspeksi 2 dinding perut J dinding dada uskultasi 2 bising usus 'I) normal Perkusi 2 tympani Palpasi 2 supel, hepar dan lien tidak teraba l. 6enitalia dan nus 2 Saat diinspeksi tidak terdapat tumor, terdapat kelainan lubang penis yang berada di dorsal penis.

16

m. @ektum

2 Saat diinspeksi tidak ada tanda-tanda hemoroid,

tidak tampak tanda-tanda tumor.

%.2 D!agn$sa )e"era2atan ". 6angguan pola eliminasi urin berhubungan dengan inkontinensia urin'pre-op) #. 6angguan citra tubuh berhubungan dengan cacat fisik 'meatus terletak di bagian atas penis) 'pre-op) %. nsietas berhubungan dengan proses pembedahan 'pre-op)

5. 6angguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan pembedahan 'Post op) 0. @esiko tinggi infeksi berhubungan dengan penyembuhan luka tidak sempurna 'Post op).

17

18

19

20

21

22

23

%.& E5aluas! )e"era2atan &iagnosa Keperawatan " S 2 pasien mengatakan bahwa Dsaya sudah dapat mengeluarkan urine secara teraturE ?2 output dan input cairan seimbang 2 masalah teratasi P2 inter.ensi dihentikan &iagnosis keperawatan # S2 pasien mengatakan bahwa D saya mulai dapat menerima keadaan yang saya alamiE ?2 pasien terlihat tidak murung dan mau berinteraksi dengan lingkungan 2 masalah teratasi P2 inter.ensi dihentikan. &iagnosa Keperawatan % S2 pasien mengatakan bahwa D sya sudah dapat berjalan-jalan dan melakukan akti.itas ringanE ?2 pasien terlihat dapat melakukan akti.itas-akti.itas ringan. 2 masalah teratasi P2 inter.ensi dihentikan

24

BAB .. PENUTUP 1.1 )es!m"ulan Epispadia merupakan suatu kelainan bawaan pada bayi laki-laki, dimana lubang uretra terdapat di bagian punggung penis atau uretra tidak berbentuk tabung, tetapi terbuka. Bagi wanita, epispadia adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan uretra wanita yang bermuara ke atas menjadi klitoris bifida akibat kegagalan penggabungan normal dinding anterior sinus urogenital. Keadaan ini dapat disertai dengan ekstrofi kandung kemih dan defek dinding abdomen serta gelang pangggul. Penyebab dari epispadia ini bisa dari faktor genetik dan faktor nongenetik. 4ntuk penatalaksanaan pasien dengan epispadia, pembedahan mungkin perlu dilakukan sebelum usia anak " atau # tahun. Sirkumsisi harus dihindari pada bayi baru lahir agar kulup dapat digunakan untuk perbaikan dimasa mendatang karena kulit depan penis akan digunakan untuk pembedahan. Penatalaksanaan bedah merekomendasikan penis menjadi lurus dengan meatus uretra ditempat yang normal sehingga aliran kencing arahnya ke depan dan dapat melakukan coitus dengan normal. 1.2 aran Perawat hendaknya senantiasa mengembangkan diri dan menambah pengetahuan dalam memberikan asuhan keperawatan khususnya pada klien dengan epispadia terutama tentang perjalanan penyakit dan penatalaksanaannya. Penderita epispadia memerlukan perawatan yang baik untuk meningkatkan kesembuhan dan mencegah komplikasi. Keterlibatan keluarga dalam inter.ensi hendaknya ditingkatkan sehingga tujuan yang ingin dicapai klien juga ikut benarbenar berperan dan berusaha mencapai tujuan yang direncanakan.

25

DA4TAR PU TA)A 6ibson, 8ohn. #((#. Patofisiologi Modern untuk Perawat. Ed #. 8akarta2 E67. Pearce, E.elyn 7. #((/. u!pulan penyakit untuk Para!edis. 8akarta2 P3. 6ramedia). Syaifuddin. #((<. Anato!i "isiologi untuk Mahasiswa eperawatan. Ed %. 8akarta2 E67) Bloom B, 7ohen @ .. #ational $enter forHealth %tatistics. &ital Health %tat. #((/A"('#%/)2"-::.