Anda di halaman 1dari 15

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Seiring dengan kemajuan tekhnologi dan informasi membuat kebutuhan masyarakat akan sesuatu hal terus berkembang dan kompleks. Kebutuhan masyarakat yang terus meningkat dalam segala hal menjadi sebuah trend yang sangat sering gunakan dikalangan pebisnis umunya berbasis kepada pemuasan kebutuhan yang diinginkan oleh konsumen sebagai langkah untuk kelangsungan hidup produk yang akan ditawarkan. Dalam memasarkan sebuah produk, srategi pemasaran merupakan salah satu tahap awal dalam rangka mengenalkan produk pada konsumen karena akan berkaitan dengan profit yang akan diperoleh oleh perusahaan. Strategi pemasaran akan bisa berguna dengan optimal bila didukung dengan perencanaan yang terstruktur baik secara internal maupun eksternal. Lebih dari 60% kegagalan bisnis yang terjadi, jika ditelesuri ternyata disebabkan oleh gagalnya pebisnis untuk menjawab pertanyaan siapa pasar yang akan dituju atau bagaimanakah potensi yang ada dalam pasar tersebut. Hal ini dikarenakan konsumen terlalu banyak dan beraneka ragam persyaratannya dalam melakukan pembelian. Sehingga dari pada bersaing pada semua segmen, perusahaan perlu mengidentifikasi segmen pasar yang dapat dilayani paling efektif yaitu dengan melakukan penelitian segmentasi Jika kita kaitkan dengan lembaga perbankan, bank sebagai lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk kredit maupun lainnya juga perlu untuk mengkomunikasikansetiap produk yang ditawarkan agar masyarakat mempuyai keinginan dan kebutuhan untuk membeli manfaat dari produk yang ditawarkan oleh bank tersebut. Banyak diantaranya melakukan inovasi dari produk yang telah ada maupun mencoba untuk mengembangkan terobosan baru dari fungsi bank yang hanya sebagai lembaga keuangan untuk menghimpun dana dan penyaluran dana dari masyarakat. Dalam dunia perbankan, segmentasi menjadi sangatlah penting dilakukan terutama mengingat semakin meningkatnya persaingan dikalangan perusahaan yang bersifat homogen. Segmentasi berperan penting dan menjadi dasar bankers untuk memposisikan produknya (positioning product) agar berbeda dengan persaingnya dihati konsumen. Pendekatan
1

segmentasi yang dapat digunakan dalam dunia perbankan adalah berdasarkan pendekatan demografi, geografi, psikografi dan perilaku. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang perlu diperhatikan ketika melakukan strategi pemasaran

produk/jasa perbankan? 2. Jelaskan mengenai strategi produk perbankan? 3. Bagaimana cara untuk mempertahankan produk bank tersebut dalam mengahadapi persaingan di Indonesia?

1.3 Tujuan 1. Untuk mendeskripsikan hal apa saja yang perlu diperhatikan ketika melakukan strategi pemasaran produk/jasa perbankan. 2. Untuk mendeskripsikan mengenai strategi produk perbankan. 3. Untuk mendeskripsikan mengenai cara untuk mempertahankan produk bank tersebut dalam menghadapi persaingan di Indonesia

1.4 Manfaat Hasil penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak antara lain sebagai berikut: a. Mengaplikasikan teori Segmentasi, Targeting, dan Positioning pada produk perbankan. b. Sebagai masukan dan bahan informasi bagi lembaga perbankan dalam pengambilan keputusan khusus mengenai strategi pemasaran guna menghadapi persaingan di Indonesia. c. Menambah pengetahuan masyarakat yang lebih mendalam mengenai lembaga perbankan terutama dari fungsi bank sebagai lembaga yang dapat meningkatkan perekonomian di suatu negara. d. Sebagai bahan referensi bagi penulis lain untuk melakukan penulisan selanjutnya dalam bidang yang sama.

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Hal yang Harus diperhatikan Produk/Jasa Perbankan

ketika

Melakukan

Strategi

Pemasaran

Dalam menggunakan strategi pemasaran dalam bentuk barang ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam memasarkan produk yang telah diproduksi yaitu yang sering dikenal dengan Marketing Mix, terdiri dari 4 P yaitu:Product, Price, Promotion dan Place. Untuk perusahaan Jasa seperti perbankan perlu ditambah 2 P lagi, yaitu: People dan Process. Adapun penjelasannya sebagai berikut: 1. Product. Yang terpenting untuk perhatikan dalam desain dan produk jasa Bank adalah atribut yang menyertai bank itu sendiri seperti: sistem, prosedur dan pelayanannya. Desain produk dan jasa Bank juga memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan ukuran bentuk, dan kualitas produk yang mereka tawarkan. 2. Price. Pengertian harga dalam produk dan jasa Bank, berupa kontra prestasi dalam bentuk suku bunga, baik untuk produk simpanan maupun pinjaman, serta fee untuk jasa-jasa perbankan. Dimana suku bunga yang di tetapkan oleh suatu lembaga perbankan harus bersaing dengan suku bunga pesaing, dimana konsumen yang menggunakan jasa perbankan tentu memilih bank yang memiliki suku bunga yang kompetitif dari pada suku bunga bank pesaing. 3. Promotion. Kegiatan promosi pada produk dan jasa Bank pada umumnya dilakukan melalui iklan di media masa, atau televisi. Konsep kegiatan promosi secara menyeluruh meliputi advertising, sales promotion,public relation, sales trainning, marketing research & development. Pada tahap ini bank

memperkenalkan dirinya secara luas kepada masyarakat sebagai pengguna jasa perbankan, jika eksistensi suatu bank telah di ingat oleh masyarakat, maka bank tersebut akan selalu di ingat ketika konsumen membutuhkan akan jasa keuangan kepada bank tersebut. 4. Place. Atau disebut juga saluran distribusi. Saluran distribusi produk dan jasa Bank berupa kantor cabang, yang secara langsung menyediakan produk dan jasa yang ditawarkan. Dengan semakin majunya teknologi, saluran distribusi dapat dilakukan melalui saluran telekomunikasi seperti telepon dan jaringan internet. 5. People. Ciri bisnis bank adalah dominannya unsur personal approach, baik dari jajaran dari yang pertama kali ditemui dalam bank sampai tingkat manajerial. Para pekerja Bank dituntut untuk melayani nasabah secara optimal dan profesional. Sehingga pendekatan secara personal sangat penting dalam mengetahui criteria dan watak calon konsumen dari jasa perbankan itu sendiri. 6. Process. Meliputi sistem dan prosedur, termasuk persyaratan ataupun ketentuan yang diberlakukan oleh Bank terhadap produk dan jasa Bank. Sistem dan prosedur akan merefleksikan penilaian, apakah pelayanan cepat atau lambat. Pada umumnya nasabah lebih menyenangi proses yang cepat, walaupun bagi Bank akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi. Penggunaan teknologi yang tepat guna serta kreativitas yang prima diperlukan, untuk suatu proses yang cepat namun aman. Pada tahap proses inilah pihak bank akan lebih menganalisis manakah konsumen yang layak untuk di berikan pinjaman atau jasa perbankan oleh bank.

2.2 Strategi Produk Perbankan Dalam dunia perbankan mengembangkan startegi produk dapat dilakukan dengan cara:

1. Penentuan Logo dan Motto Logo merupakan suatu bentuk, gambar, pola atau sekedar sketsa dengan arti tertentu untuk mewakili suatu arti perusahaan yang menggunakan logo tersebut, sedangkan motto merupakan serangkaian kata-kata yang berisikan misi dan visi bank dalam melayani masyarakat. Logo dan motto juga sering disebut sebagai ciri produk. Pertimbangan pembuatan logo dan motto adalah sebagai berikut : a) Memiliki arti b) Menarik perhatian c) Mudah diingat d) Memiliki ciri khas. 2. Menciptakan merek Tujuan dari penggunaan merek adalah agar mudah dikenal dan diingat.Merek merupakan sesuatu untuk mengenal barang/jasa yang ditawarkan. Pengertian merek sering diartikan sebagai nama, istilah, symbol, disain atau kombinasi dari semuanya. Penciptaan merek harus mempertimbangkan faktor-faktor antara lain : a) Mudah diingat. Seberapa mudah elemen merek itu mudah diingat dan dikenali oleh konsumen. Dan apakah merek itu berlaku dalam pembelian maupun konsumsi. b) Dapat disukai.Seberapa menarik estetika elemen merek? Apakah elemen merek itu dapat disukai secara visual, verbal maupun cara lain c) Memiliki arti, maksudnya apakah merek itu kredibel dan mengindikasikan kategori yang berhubungan dengannya serta apakah elemen itu menyiratkan sesuatu tentang bahan produk atau tipe orang yang meungkin menggunakan merek d) Dapat ditransfer. Maksudnya apakah elemen merek dapat digunakan untuk memperkenalkan produk baru dalam kategori yang sam atau berbeda? e) Dapat disesuaikan. Seberapa mudah elemen merek itu disesuaikan dan diperbaharui. f) Dapat dilindungi. Seberapa mudah elemn merek itu dapat dilindungi secara hukum dan seberapa mudah elemen merek dapat dilindungi secra kompetitf.

3. Menciptakan kemasan Kemasan merupakan bungkus suatu produk. Dalam dunia perbankan kemasan lebih diartikan kepada pemberian pelayanan atau jasa kepada para nasabah, disamping juga sebagai pembungkus untuk beberapa jenis jasanya seperti buku tabungan, cek, buyet giro atau kartu kredit. 4. Keputusan label Label umumnya dipilih langsung secara informal oleh pembuat item (perusahaan) yang bergantung terhadap sistem yang ada dalam perusahaan. Di dalam label dijelaskan siapa yang membuat, dimana dibuat, kapan dibuat, cara menggunakannya, waktu kadaluarsa, komposisi isi dan informasi lainnya. a. Strategi Pemasaran Produk dan Jasa Bank Menggunakan Triangle Marketing. Didalam memasarkan produk dan jasa Bank, maka Bank berusaha memuaskan nasabahnya, agar tidak berpaling pada pesaing. Di dalam konsep pemasaran produk dan jasa perbankan, dikenal istilah Triangle Marketing, yaitu meliputi berbagai kegiatan pemasaran, yang satu dan lainnya saling berinteraksi secara optimal.

Kegiatan pemasaran yang saling berinteraksi digolongkan menjadi tiga, yaitu:

Internal Marketing (IM) Merupakan garis yang menghubungkan antara karyawan dengan lembaga bank. Agar bisa memasarkan produk Bank, maka Bank tidak boleh melupakan para karyawannya, mereka harus diberikan sosialisasi tentang produk dan jasa bank apa saja yang dapat dipasarkan kepada nasabah. Dengan demikian para karyawan dapat memahami semua produk dan jasa yang ditawarkan Bank nya, dan dapat membantu memberikan informasi kepada nasabah jika diperlukan.

Eksternal Marketing (EM)


6

Merupakan garis yang menghubungkan antara nasabah dengan bank. Hubungan langsung antara nasabah dan Bank pada umumnya melalui petugas front office atau Customer Service. Disini petugas front office akan berusaha memberikan penjelasan tentang produk dan jasa bank secara terinci. Berhasil tidaknya nasabah membeli produk dan jasa bank, akan sangat dipengaruhi dari hasil pelayanan petugas yang berada di jajaran front office.

Interactive Marketing (ITM)

Garis yang menghubungan antara karyawan dan nasabahnya. Disini karyawan harus memahami produk dan jasa banknya, agar dapat ikut serta membantu program pemasaran, dan menjelaskan dengan menarik dan benar bila ada pihak luar atau nasabah yang ingin mengetahui produk dan jasa Bank di tempat karyawan tadi bekerja. Bayangkan apabila seorang nasabah ingin mencoba produk dan jasa Bank, dan bertanya pada karyawan yang bekerja di Bank tersebut, namun karyawan tersebut malah memberikan efek yang negatif, tentu nasabah tidak akan membeli produk dan jasa Bank di Bank tersebut. Ketiga konsep tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat berdiri sendiri, dan saling terkait antara satu dan lainnya. Hal ini bertujuan agar terbentuknya layanan prima dalam mencapai visi, misi, dan tujuan bank dalam mempertahankan dan menarik para nasabah yang memiliki loyalty terhadap perusahaan.

b. Langkah-Langkah dalam Pengembangan Produk Baru Perbankan Strategi pengembangan produk baru ini sangatlah penting untuk mengingatkan perbankan karena tidak selamanya produk yang ditawarkan laku dipasar. Oleh karena itu, pihak bank perlu mengembangkan produk baru sebagai pengganti dari produk yang lama dengan maksud menjaga kelangsungan hidup produk yang mereka tawarkan kepada nasabah. Produk baru yang ditawarkan dipasar haruslah memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabahnya guna terealisasinya daya beli dari produk baru tersebut. Dalam rangka mengembangkan produk baru diperlukan langkah-langkah tertentu, sehingga hasil pengembangan tersebut benar-benar tepat sasaran. Adapun langkah-langkah/proses pengembangan produk baru adalah sebagai berikut:
7

1. Pembangkit Gagasan Pembangkit gagasan yaitu pencarian gagasan produk baru secara sistematis melalui berbagai sumber seperti dari internal, pelanggan, pesaing, penyalur dan sumber-sumber lainnya. 2. Penyaringan Gagasan Penyaringan gagasan bertujuan untuk memilih yang baik dari sejumlah gagasan yang ada sehingga menghasilkan gagasan yang menguntungkan. 3. Pengembangan dan Pengujian Konsep Pengujian konsep perlu dilakukan kepada sekelompok konsumen melalui beberapa pertanyaan menyangkut konsep yang ditawarkan

4. Strategi Pemasaran Strategi pemasaran meliputi pengembangan mutu ukuran, model, penjualan, market share dan laba yang diinginkan, karna strategi pemasaran menyangkut pula tentang harga yang layak dimasyarakat.

5. Analisis Bisnis Yaitu melakukan Analisis terhadap strategi pemasaran yang akan dijalankan nantinya dengan memberi berbagai alternatif yang ada. 6. Pengembangan produk Pengembangan produk merupakan kelanjutan dari proses yang sudah dilalui. Pengembangan produk dapat berupa gambar contoh sampai kepada uraian kata-kata.

7. Pengujian Pasar Dalam hal ini produk sudah dipasarkan untuk mengetahui respon pasar dalam antisipasi terhadap permasalahan yang mungkin timbul.Tujuan pengujian pasar untuk menguji penerimaan pasar yang sesungguhnya. Dimana pada produk perbankan guna dilakukan pengujian pasar adalah melihat respon konsumen atas produk jasa perbankan yang akan dipasarkan ke masyarkat luas. 8. Komersialisasi Apabila uji pasar berhasil maka dilakukan langkah penjualan produk secara besarbesaran. Dimana pada layanan jasa perbankan tentu mulai menwarkan dan memasarkan produk perbankan secara luas di masyarakat yang menjadi segmen atau target pasar dari perusahaan perbankan itu sendiri. C. Pemasaran Berbasis Lingkungan Pemasaran berbasis lingkungan, tidak hanya akan memperlama jangka waktu nasabah dalam berhubungan dengan Bank, namun juga dapat meningkatkan aset nasabah yang ditanamkan pada Bank yang bersangkutan. Persaingan yang makin ketat dalam pemasaran produk dan jasa pada perbankan diperlukan tingkat kefokusan yang serius dalam pensegmentasi nasabah supaya pemasaran produk tidak hanya untuk penggunaan jangka pendek tetapi mempertahankan nasabah dalam jangka waktuyang lama, selain itu dapat juga melakukan crossselling (penjualan silang) untuk mendapatkan tambahan aset yang ditanamkan pada bank. d. Daur Hidup Produk Perbankan Daur hidup produk (product life circle) merupakan perjalanan hidup suatu produk mulai dari produk dijual di pasar sampai produk tersebut tidak digunakan lagi oleh konsumennya. Umur dari produk sangat tergantung dari strategi yang dijalankan perusahaan.Terkadang umur suatu produk sangatlah singkat dan tidak sedikit pula produk yang memiliki umur yang relatif panjang. Daur hidup suatu produk berarti menegaskan empat hal, yaitu:

Produk memiliki umur yang terbatas.

Penjualan produk melalui berbagai tahapan yang khas dan masing-masing tahapan memberikan tantangan, peluang dan masalah yang berbeda bagi penjualnya.

Fluktuasi laba naik dan turun pada berbagai tahap yang berbeda selama siklus hidup produk.

Produk memerlukan strategi pemasaran, keuangan, manufaktur, pembelian dan sumber daya manusia yang berbeda dalam tiap tahap siklus hidupnya.

Daur hidup suatu produk biasanya dibagi dalam 4 tahap, seperti di bawah ini: a. Tahap perkenalan, merupakan tahap setelah produk diperkenalkan ke pasar. Dalam tahap ini laba yang diterima negatif atau rendah dan pengeluaran promosi yang dilakukan bank mencapai rasio tertinggi terhadap penjualan karena kebutuhan untuk memberitahukan kepada nasabah potensial, mendorong percobaan produk baru yang akan ditawarkan dan mengamankan distribusi pemasaran produk perbankan. b. Tahap pertumbuhan, pada tahap ini ditandai dengan peningkatan pesat dalam penjualan produk yan ditawarkan oleh lembaga perbankan. Pengadopsi awal menyukai produk dan konsumen selanjutnya memulai membelinya. Pesaing baru masuk, tertarik oleh peluang. Mereka memperkenalkan fitur produk baru dan memperluas distribusi. Selama tahap ini perusahaan mengunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertahanan yang pesat selama mungkin, seperti:

Perusahaan memperbaiki kualitas produk dan menambah fitur produk baru serta memperbaiki kinerja karyawannya.

Perusahaan menambahkan model baru dan produk penyerta, yaitu produkproduk dengan berbagai ukuran, rasa dan sebagainya yang melindungi produk utama.

Perusahaan memasukkan segmen pasar baru. Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi baru.

Perusahaan baralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk atau pengenalan produk (product awareness advertising) menuju kepada iklan yang membuat orang untuk mengambil keputusan atau memilih produk yang ditawarkan oleh perusahaan (product preference advertising).

Perusahaan menurunkan harga untuk menarik lapisan berikutnya yang terdiri dari pembeli yang sensitif terhadap harga.
10

c.

Tahap kedewasaan, dalam tahap ini tingkat pertumbuhan penjualan terus meningkat dan akan mencapai puncak, kemudian turun secara perlahan akibat mulai masuknya pesaing. Tahap ini biasanya lebih lama dari pada tahap-tahap sebelumnya dan memberikan tantangan besar bagi manajemen pemasaran produk. Pada tahap ini perusahaan harus melakukan beberapa modifikasi untuk mempertahankan

keunggulannya, yaitu:

Modifikasi pasar. Perusahaan dapat berusaha memperluas pasar untuk merek dewasanya dengan menghitung-hitung dau factor yang membentuk volume penjualan

Modifikasi produk, dengan melalui strategi perbaikan dan peningkatan mutu serta kualitas produk dan jaringan, strategi perbaikan fitur layanan produk danstrategi perbaikan gaya.

Modifikasi program pemasaran. Manajer produk juga dapat berusaha merangsang penjualan dengan memodifikasi elemen program pemasaran lainnya. Mereka harus mengajukan pertanyaan tentang harga, distribusi, iklan, promosi penjualan, penjualan personal dan layanan yang diberikan.

d. Tahap penurunan, dalam tahap ini penjualan menurun dengan cepat karena sejumlah alasan meliputi kemajuan teknologi, perubahan selera konsumen dan peningkatan persaingan domestic maupunluar negeri. Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan perusahaan pada tahap ini agar dapat mempertahankan eksistensi perusahaan, yaitu:

Meningkatkan investasi perusahaan dalam bisnis tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan dominasi pesaingnya. atau memperkuat posisi terhadap perusahaan

Mempertahankan level investasi perusahaan sampai ketidak pastian tentang industri itu terselesikan.

Mengurangi level investasi perusahaan secara selektif, dengan melepas kelompok pelnggan yang tidak menguntungkan, sambil memperkuat investasi di tempat-tempat yang menguntungkan.

Menuai investasi perusahaan untuk memulihkan kas secepatnya. Melepaskan bisnis itu secepatnya dengan menjual asetnya dengan cara yang paling menguntungkan. Hal ini sering dilakukan oleh perusahaan dengan

11

menjual anak perusahaan yang tidak menguntungkan lagi agar perusahaan dapat fokus kepada bisnis intinya. 2.3 Cara untuk Mempertahankan Produk Bank dalam Menghadapi Persaingan di Indonesia Di Indonesia, minat masyarakat untuk menyimpan dana di bank tergolong rendah. Rendahnya perputaran dana masyarakat melalui perbankan akan berdampak pada rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat tersebut. Hal ini dibuktikan dengan masih besarnya angka kemiskinan di Indonesia. Rendahnya minat masyarakat pada perbankan, baik dalam bentuk penyimpanan maupum pinjaman dana dapat disebabkan oleh beberapa faktor: 1. Tingkat pendapatan masyarakat yang masih rendah. 2. Sebagian besar lokasi perbankan terkonsentrasi di perkotaan 3. Pelayanan perbankan yang cenderung berpihak pada kepentingan orang yang perekonomiannya menengah keatas 4. Pengetahuan masyarakat tentang perbankan yang masih kurang, seperti jenis-jenis bank, fungsi bank, produk-produk perbankan, fasilitas perbankan dll 5. Pelayanan perbankan kurang optimal 6. Sifat eksklusif perbankan, dalam artian semakin besar sebuah bank semakin pasif mencari dan mengunjungi konsumen terutama UMKM Dengan memperhatikan keenam permasalahan tersebut, maka diperlukan beberapa alternatif tertentu untuk meningkatkan minat masyarakat pada perbankan, baik dalam bentuk penyimpanan maupun peminjamanan dana. Ada empat alternatif yang dapat dilaksanakan oleh perbankan untuk meningkatkan minat masyarakat pada perbankan, sekaligus untuk memenangkan persaingan perbankan yang semakin ketat di Indonesia. Alternatif pertama, mengoperasikan Unit Bank Keliling (UBK). UBK meupakan unit pelayanan bank kepada konsumen dengan mengoperasikan sebuah mobil yang dilengkapi berbagai fasilitas produk perbankan yang memungkinkan konsumen melakukan berbagai transaksi perbankan. UBK merupakan fasilitas perbankan yang dapat menjangkau konsumen

12

yang berlokasi jauh dai kantor bank, utamanya yang bertempat tinggal di perdesaan supaya dapat menggunakan jasa perbankan dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomiannya . Alternatif kedua, melibatkan Perguruan TInggi (PT) dan lembaga Business Development Service Provider (BDPS) dalam menyalurkan perkreditan. Keterlibatan PT dan BDPS dalam menyalurkan kredit perbankan mencakup berbagai kegiatan mulai pendataan UKM, proses pengajuan kredit, pembinaan UKM, sampai monitoring angsuran pinjaman. Hal ini bermanfaat supaya likuiditas suatu bank dalam menjalakan fungsinya sebagai lembaga yang menghimpun dana dari masyrakat dan menyalurkannya kembali dapat terlaksankan dengan optimal Alternatif ketiga, menggandeng notaris dalalm proses sertifikasi agunan. Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa salah satu kendala utama UKM pada saat ini dalam memenuhi persyaratan perkreditan adalah ketidakmilikan agunan yang dapat diterima oleh bank utamanya berupa sertifikat hak milik atas tanah dan bangunan sebagai syarat untuk mengajukan pinjaman dalam memperluas usaha yang mereka kembangkan . Kendala ini akan dapat di atasi dengan melibatkan notaris dalam proses setifikasi agunan. Bagi UKM yang menilai memeiliki usaha yang layak dibiayai kredit tetapi tidak memiliki agunan SHM, maka bersamaan dengan proses reaslisasi kredit, surat tanah diproses sertifikasinya oleh notaries dengan biaya yang diambilkan dari sebagian kredit yang diterima oleh UKM melalui lembaga perbankan Alternatif keempat, memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Melalui kerjasama dengan perusahaan, dana CSR dari perseroan dapat ditampung oleh perbankan dan disalurkan kepada UKM dengan prosedur sesuai standar penyaluran kredit, tetapi dengan tingkat bunga kredit umum perbankan. Berdasarkan kesepakatan dengan pihak bank, tingkat bunga kredit bahkan bisa ditekan sampai hanya 1-2 % untuk biaya operasional penyaluran kredit CSR, sedangkan dana CSR itu sendiri tidak mengharapkan keuntungan berupa bunga bank. Dalam keadaan resesi perekonomian dunia saat ini, kredit dana CSR dengan bunga rendah tentu akan berpengaruh langsung secara signifkan dalam memulihkan perekonomian.

BAB III PENUTUP

13

3.1 Kesimpulan
Dalam dunia bisnis umumnya produk dapat berbentuk dua macam yaitu yang berwujud dan tidak berwujud. Produk tersebut dikatakan berwujud atau tidak berwujud dapat dilihat dari karakteristik atau ciri-ciri tertentu yang ada pada produk tersebut. Produk yang berwujud identik dengan barang yang dapat dilihat, dipegang dan dirasa secara langsung sebelum dibeli, sedangkan produk tidak berwujud identik dengan jasa dimana tidak dapat dilihat atau dirasakan sebelum dibeli. Dalam dunia perbankan, segmentasi menjadi sangatlah penting dilakukan terutama mengingat semakin meningkatnya persaingan dikalangan perusahaan perbankan yang bersifat homogen. Segmentasi di dalam jasa perbakan berperan penting dan menjadi dasar bankers untuk memposisikan produknya (positioning product) agar berbeda dengan persaingnya dihati konsumen. Pendekatan segmentasi yang dapat digunakan dalam dunia perbankan adalah berdasarkan pendekatan demografi, geografi, psikografi dan perilaku. Strategi pengembangan produk perbankan penting mengingatkan kepada lembaga perbankan bahwasannya tidak selamanya produk yang ditawarkan laku dipasar. Oleh karena itu, pihak bank perlu mengembangkan produk baru. Selain itu, Produk yang ditawarkan dipasar haruslah memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabahnya. Jadi, setiap produk selalu diarahkan guna memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

14

Wahjono, Imam Sentot. 2010. Manajemen Pemasaran Bank. Graha Ilmu. Jakarta Fadli, Arief. 2009. Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Memanfaatkan Kredit Konsumsi pada Perbankan Sofjan, Assauri. 2004. Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep, dan Strategi. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta

15