Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN Kista merupakan kantung yang berisi cairan dan dapat berlokasi di bagian mana sa ja dari tubuh.

Sedangkan kista ovarium adalah suatu kantung yang berisi cairan a tau materi semisolid yang tumbuh dalam indung telur (ovarium). kista dibedakan m enjadi dua macam, yaitu kista non-neoplastik dan kista neoplastik. 75% massa ova rium pada wanita usia reproduksi adalah kista fungsional dan 25% adalah neoplasm a non-fungsional. Kista ovarium non neoplastik kista folikel kista korpus lutein kista teka lutein kista inklusi germinal kista endometrium Neoplasti jinak kistik: kistoma ovari simpleks kistadenoma ovarii serosum kistadenoma ovarii musinosum kista endometroid kista dermoid solid: Fibroma Leimioma Fibroadenoma Penyebab terjadinya kista ovarium yaitu terjadinya gangguan pembentukan hormon p ada hipotalamus, hipofise, atau indung telur itu sendiri. Kista indung telur tim bul dari folikel yang tidak berfungsi selama siklus menstruasi. Kista folikuler secara tipikal kecil dan timbul dari folikel yang tidak sampai saat menopause, s ekresinya akan terlalu banyak mengandung estrogen sebagai respon terhadap hipers ekresi folikel stimulation hormon (FSH) dan luteinizing hormon (LH) normalnya di temui saat menopause berdiameter 1 -10 cm (folikel normal berukuran maximum 2,5 cm); berasal dari folikel ovarium yang gagal mengalami involusi atau meresorpsi cairan. Dapat multipel dan bilateral. Biasanya asimtomatik. Kista granulosa lute in yang terjadi di dalam korpus luteum indung telur yang fungsional dan membesar bukan karena tumor, disebabkan oleh penimbunan darah yang berlebihan saat fase pendarahan dari siklus menstruasi. Fungsi ovarium yang normal tergantung kepada sejumlah hormone dan kegagalan pemb entukan salah satu hormone tersebut bisa mempengaruhi fungsi ovarium. Ovarium ti dak akan berfungsi secara normal jika tubuh wanita tidak menghasilkan hormone hi pofisa dalam jumlah yang tepat. Fungsi ovarium yang abnormal kadang menyebabkan penimbunan folikel yang terbentu k secara tidak sempurna di dalam ovarium. Folikel tersebut gagal mengalami pemat angan dan gagal melepaskan sel telur, terbentuk secara tidak sempurna di dalam o varium karena itu terbentuk kista di dalam ovarium. Setiap hari, ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang disebut Folikel de Graff. Pada pertenga han siklus, folikel dominan dengan diameter lebih dari 2.8 cm akan melepaskan oo sit mature. Folikel yang rupture akan menjadi korpus luteum, yang pada saat matang memiliki struktur 1,5 2 cm dengan kista ditengah-t engah. Bila tidak terjadi fertilisasi pada oosit, korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan secara progresif. Namun bila terjadi fertilisasi, korpus luteum mula-mula akan membesar kemudian secara gradual akan mengecil selama kehamilan. Kista ovari yang berasal dari proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan selalu jinak. Kista dapat berupa kista folikular dan luteal yang kadang-kadang disebut kista theca-lutein. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin, termasuk FSH dan HCG. Kista fungsional multiple dapat terbentuk karena stimulasi gonadotropin atau sen sitivitas terhadap gonadotropin yang berlebih. Kista folikel dan luteal, kelaina

n yang tidak berbahaya ini berasal dari folikel graaf yang tidak pecah atau foli kel yang sudah pecah dan segera menutup kembali. Kista demikian seringnya adalah multipel dan timbul langsung di bawah lapisan se rosa yang menutupi ovarium, biasanya kecil, dengan diameter 1- 1,5 cm dan berisi cairan serosa yang bening, tetapi ada kalanya penimbunan cairan cukup banyak, s ampai mencapai diameter 4-5 cm, sehingga teraba massa dan menimbulkan sakit pada daerah pelvis. Dignosis dari kista ovarium. Pada anamnesis pasien dengan kista fungsional cende rung tidak memperlihatkan gejala dan hanya menyebabkan gangguan menstruasi seper ti siklus menstrusi yang pendek. Kista ovarium yang besar dapat menyebabkan nyer i akibat torsi pada kista. Kista corpus luteum menyebabkan nyeri pelvik lokal da n mungkin amenorea. Nyeri abdomen akut mungkin disebabkan oleh perdarahan cysta corpus luteum, torsi ovarium, atau ruptur folikel kista. Pada pemeriksaan fisik abdomen didapatkan pada kista folikular cenderung berukur an <8 cm dan unilokular.kista lutein umumnya lebih besar dari kista folikular, d an lebih solid pada palpasi.