Anda di halaman 1dari 9

Tutur Widodo

Pembahasan OSN SMP Tahun 2009

Pembahasan OSN SMP Tingkat Nasional Tahun 2009


Bidang Matematika Oleh Tutur Widodo

Soal 1.

Sebuah persamaan kuadrat memiliki akar - akar bilangan asli a dan b. Persamaan

kuadrat lainnya memiliki akar - akar b dan c dengan a = c. Jika a, b dan c merupakan bilangan bilangan prima yang kurang dari 15, ada berapa macam pasangan yang mungkin memenuhi syarat tersebut (dengan syarat koesien dari suku kuadratnya sama dengan 1)!

Penyelesaian : Misalkan pasangan persamaan kuadrat tersebut adalah (P1 , P2 ). Perlu diperhatikan bahwa (P1 , P2 ) bukan pasangan berurutan. Jadi, bentuk (P2 , P1 ) sama dengan (P1 , P2 ). Selanjutnya kemungkinan bentuk dari P1 dan P2 yaitu P1 : x2 (a + b)x + ab = 0 P2 : x2 (b + c)x + bc = 0 dengan a, b dan c anggota dari himpunan T = {2, 3, 5, 7, 11, 13}. Sehingga banyaknya pasangan (P1 , P2 ) equivalen dengan banyak cara memilih tripel (a, b, c) dari T . Ada dua kasus yang mungkin, yaitu 1. Ketiga bilangan berbeda, dengan kata lain a = b = c Banyaknya cara mengambil tiga bilangan berbeda dari himpunan T adalah 6

= 20. Padahal 3 setiap tripel (a, b, c) yang kita ambil ada enam susunan yang mungkin yaitu (a, b, c), (a, c, b), (b, a, c), (b, c, a), (c

dan (c, b, a). Tetapi karena (P1 , P2 ) bukan pasangan berurutan berakibat (a, b, c) dan (c, b, a) menghasilkan pasangan (P1 , P2 ) yang sama. Demikian pula (a, c, b) dan (b, c, a) serta (b, a, c) dan (c, a, b). Oleh karena itu, setiap tripel (a, b, c) yang kita ambil hanya ada tiga kemungkinan susunan. Jadi, untuk kasus pertama kemungkinan terbentuk pasangan (P1 , P2 ) ada sebanyak 20 x 3 = 60 susunan. 2. Ada dua bilangan yang sama, dengan kata lain a = b = c. Untuk kasus a = b = c pasangan P1 , P2 yang dihasilkan sama saja. Banyaknya cara mengambil dua bilangan berbeda dari himpunan T adalah = 15. Untuk 2 setiap dua bilangan a, b yang kita ambil ada dua kemungkinan tripel (a, b, c) yang terbentuk yaitu 6

(a, a, b) dan (b, b, a). Oleh karena itu, untuk kasus kedua hanya ada 15 x 2 = 30 kemungkinan pasangan (P1 , P2 ) yang bisa dibentuk. Berdasarkan kedua kasus dia atas banyaknya pasangan (P1 , P2 ) yang bisa dibentuk adalah 60+30 = 90

Tutur Widodo

Pembahasan OSN SMP Tahun 2009

pasang.

Soal 2.

Di Indonesia dahulu dikenal pecahan yang disebut Pecahan Nusantara. Pecahan Nua santara adalah pecahan sedemikian sehingga a dan b bilangan - bilangan asli dan a < b. Tenb tukan jumlah semua pecahan nusantara mulai dari pecahan dengan b = 2 sampai dengan b = 1000.

Penyelesaian : Misal, Sk adalah jumlah seluruh pecahan nusantara untuk b = k dan Bk adalah jumlah semua pecahan nusantara mulai dari pecahan dengan b = 2 sampai dengan b = k dengan kata lain
k

Bk =
i=2

Sk = S2 + S3 + + Sk

Maka kita dapat, Sk = 1 + 2 + 3 + + (k 1) k k1 = 2

dan Bk = S2 + S3 + S4 + + Sk1 + Sk = = = = = sehingga B1000 = 1000 x 999 = 249750 4 21 31 41 (k 1) 1 k 1 + + + + + 2 2 2 2 2 1 (2 + 3 + 4 + + (k 1) + k (k 1)) 2 1 (1 + 2 + 3 + 4 + + (k 1) + k k ) 2 1 k (k 1) 2 2 k (k 1) 4

Jadi, jumlah semua pecahan nusantara mulai dari pecahan dengan b = 2 sampai dengan b = 1000 adalah 249750

Soal 3.

Perhatikan gambar berikut. Huruf - huruf a, b, c, d dan e di dalam kotak akan diganti

dengan angka - angka dari 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 dengan syarat a, b, c, d, e harus berlainan. Jika diketahui ae = bd, ada berapa susunan yang mungkin terjadi?

Tutur Widodo

Pembahasan OSN SMP Tahun 2009

a c d Penyelesaian :

Karena ae = bd maka a, b, d, e hanya bisa dipilih dari angka - angka 1,2,3,4,6,8,9 dengan kemungkinan hasil perkalian sebagai berikut I. 1 x 6 = 2 x 3 II. 1 x 8 = 2 x 4 III. 2 x 6 = 3 x 4 IV. 2 x 9 = 3 x 6 V. 3 x 8 = 4 x 6 selanjutnya masing - masing kemungkinan tersebut kita namakan pilihan. Perhatikan, pada pilihan I kita bisa memilih a = 1, e = 6, b = 2 dan d = 3. Tetapi antara a dan e letaknya bisa ditukar demikian pula dengan b dan d. Jadi ada 2 x 2 = 4 cara. Selain itu kita juga bisa memilih a = 2, e = 3, b = 1 dan d = 6 dengan cara yang sama untuk kasus ini ada 4 cara. Jadi, untuk pilihan I total ada 8 cara memilih nilai untuk a, b, d, e. Hal ini juga berlaku untuk 4 pilihan yang lain. Sehingga ada 5 x 8 = 40 cara memilih nilai untuk a, b, d, e. Selanjutnya kita tinggal memilih nilai untuk c, yang tentu saja masih ada 5 kemungkinan. Oleh karena itu, kemungkinan cara memilih bilangan - bilangan untuk a, b, c, d, e ada 40 x 5 = 200 cara.

Soal 4.

Diketahui segitiga ABC dengan A sebagai puncak dan BC sebagai alas. Titik P ter-

letak pada sisi AC . Dari titik A ditarik garis sejajar P B dan memotong perpanjangan alas di titik D. Titik E terletak pada alas sehingga CE : ED = 2 : 3. Jika F adalah tengah - tengah antara E dan C , dan luas segitiga ABC sama dengan 35 cm2 . Berapakah luas segitiga P EF ? Penyelesaian : Perhatikan gambar di bawah ini,

Tutur Widodo

Pembahasan OSN SMP Tahun 2009

Karena AD sejajar P B maka [ABP ] = [P BD]. Hal ini berakibat [ABC ] = [P CD]. Selain itu
2 1 CE = 5 CD dan EF = F C , sehingga EF = 5 CD. Oleh karena itu diperoleh

1 1 1 [P EF ] = [P CD] = [ABC ] = 35 = 7 5 5 5 Jadi, luas segitiga P EF adalah 7 cm2 .

Soal 5.

Setiap sisi suatu kubus dituliskan sebuah bilangan asli. Setiap titik sudutnya diberi nilai

yang merupakan hasil kali dari tiga bilangan pada tiga sisi yang berpotongan di titik sudut tersebut. Jika jumlah semua bilangan pada titik - titik sudut tersebut sama dengan 1001, tentukan jumlah semua bilangan yang dituliskan pada sisi - sisi kubus tersebut. Penyelesaian : Misalkan angka - angka yang dituliskan pada keenam sisi kubus tersebut ialah a, b, c, d, e, d dan f . Kita peroleh ade + abe + bec + cde + adf + abf + bcf + cdf = 1001 ad(e + f ) + ab(e + f ) + bc(e + f ) + cd(e + f ) = 1001 (e + f )(ad + ab + bc + cd) = 1001 (e + f )(a(b + d) + c(b + d)) = 1001 (e + f )(b + d)(a + c) = 1001 (e + f )(b + d)(a + c) = 7 11 13

Tutur Widodo

Pembahasan OSN SMP Tahun 2009

Sehingga a + b + c + d + e + f = 7 + 11 + 13 = 31.

Soal 6.

Suatu nomor telepon dengan 7 angka disebut Nomor Cantik bilamana angka - angka

yang muncul pada tiga angka pertama (ketiganya harus berbeda) berulang pada tiga angka berikutnya atau pada tiga angka terakhirnya. Contoh beberapa Nomor Cantik : 7133719, 7131718,1739317, 5433354. Jika angka - angkanya diambil dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, atau 9 tetapi angka pertama tidak boleh 0, berapakah Nomor Cantik yang bisa diperoleh? Penyelesaian : Untuk mempermudah kita misalkan 7 angka dari nomor telepon tersebut berada dalam urutan I, II, III, IV, V, VI dan VII (urutan dari depan, jadi urutan VII adalah satuan dst). Misalkan angka angka yang menempati urutan I, II dan III adalah a, b, c dengan a = b = c. Maka banyaknya cara mengambil nilai a ada 9 cara (karena a = 0), nilai b ada 9 cara dan nilai c ada 8 cara. Oleh karena itu total ada 9 x 9 x 8 = 648 cara. Untuk urutan IV, V, VI, VII kita bagi menjadi 2 kasus. 1. Urutan IV, V, VI diisi oleh permutasi dari a, b, c Dalam kasus ini untuk mengisi urutan IV, V, dan VI ada 6 cara. Sedangkan untuk urutan VII ada 10 cara. Jadi total untuk kasus I, ada 648 x 6 x 10 = 38880 Nomor Cantik yang terbentuk. 2. Urutan V, VI, VII diisi oleh permutasi dari a, b, c Dalam kasus ini untuk mengisi urutan V, VI, dan VII ada 6 cara. Sedangkan untuk urutan IV ada 10 cara. Jadi total untuk kasus II, ada 648 x 6 x 10 = 38880 Nomor Cantik yang terbentuk. Yang perlu diingat adalah Nomor Cantik dengan bentuk XXXabca, XXXacba, XXXbacb, XXXbcab, XXXcabc, XXXcbac ( XXX maksudnya adalah permutasi dari a, b, c) dihitung dua kali yaitu pada kasus I dan kasus II. Oleh karena itu jumlah Nomor Cantik yang berbentuk seperti itu harus kita kurangkan dari jumlah total Nomor Cantik dari kedua kasus di atas. Padahal, jumlah Nomor Cantik yang berbentuk XXXabca, XXXacba, XXXbacb, XXXbcab, XXXcabc, XXXcbac ada sebanyak 648 x 6 = 3888. Jadi, total Nomor Cantik yang bisa dibentuk adalah 38880 + 38880 - 3888 = 73872.

Soal 7. n + 10.

Tentukan banyaknya bilangan asli n sedemikian sehingga n3 + 100 habis dibagi oleh

Penyelesaian : Dari identitas a3 + b3 = (a + b)(a2 ab + b2 ) kita peroleh, n3 + 100 = n3 + 1000 900 = (n + 10)(n2 10n + 100) 900

Tutur Widodo

Pembahasan OSN SMP Tahun 2009

sehingga agar n3 + 100 habis dibagi n + 10 haruslah n + 10 membagi habis 900. Padahal kita ketahui 900 = 22 32 52 sehingga diperoleh faktor positif dari 900 ada sebanyak 3 x 3 x 3 = 27. Akan tetapi karena n > 0 maka n + 10 > 10. Oleh karena itu, untuk mencari banyaknya n sehingga n + 10 membagi habis n3 + 100 sama artinya dengan mencari faktor positif dari 900 yang lebih besar dari 10. Perhatikan bahwa faktor positif dari 900 yang kurang dari sama dengan 10 ada sebanyak 8 yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 9, 10. Sehingga banyaknya faktor positif dari 900 yang lebih besar dari 10 ada sebanyak 27 - 8 = 19. Jadi, banyaknya bilangan asli n sedemikian sehingga n3 + 100 habis dibagi oleh n + 10 adalah 19.

Soal 8.

Suatu fungsi f didenisikan seperti pada tabel berikut, x f (x) 1 5 2 3 3 1 4 2 5 4

Berdasarkan denisi fungsi f di atas, selanjutnya didenisikan suatu barisan bilangan dengan rumus umum suku - sukunya sebagai berikut, u1 = 2 dan un+1 = f (un ) untuk n = 1, 2, 3, Tentukan jumlah 2009 suku pertama dari barisan tersebut! Penyelesaian : Terlebih dahulu kita denisikan Sn sebagai jumlah n suku pertama dari barisan tersebut. Dengan sedikit perhitungan sederhana kita dapat barisan bilangan yang dimaksud bentuknya adalah sebagai berikut, 2, 3, 1, 5, 4, 2, 3, 1, 5, 4, 2, 3, 1, 5, 4, 2, yang terlihat bentuknya berulang setiap lima suku. Karena 2009 = 5 x 401 + 4 maka S2009 = 401 x (2 + 3 + 1 + 5 + 4) + (2 + 3 + 1 + 5) = 401 x 15 + 11 = 6015 + 11 = 6026 Jadi, jumlah 2009 suku pertama dari barisan tersebut adalah 6026

Soal 9. AC .

Pada suatu segitiga ABC , titik D terletak pada sisi AB dan titik E terletak pada sisi Luas Luas ADE AD x AE = ABC AB x AC

Tunjukkan bahwa

Penyelesaian : Perhatikan gambar berikut,

Tutur Widodo

Pembahasan OSN SMP Tahun 2009

B M D A Sehingga, Luas Luas ADE = ABC = Bentuk terakhir didapat karena EM AE = CL AC


1 2 x AD x EM 1 2 x AB x CL

AD x AE AB x AC ALC sehingga

AM E sebangun dengan

Soal 10.

Pada turnamen catur, seorang pemain hanya bermain satu kali dengan pemain lainnya.
1 2

Seorang pemain memperoleh nilai 1 jika menang, 0 jika kalah dan petisi berakhir, diketahui bahwa di peringkat sepuluh terbawah,
1 2 1 2

jika imbang. Setelah kom-

total nilai yang diperoleh oleh setiap pemain didapatkan dari

bermain dengan 10 pemain yang mendapatkan total poin terendah. Khusus untuk yang berada total poin yang diperolehnya didapatkan dari bermain dengan 9 pemain lainnya. Berapakah banyak pemain dalam kompetisi tersebut? Penyelesaian : Misal B adalah himpunan yang anggotanya 10 pemain terbawah, dan A himpunan yang anggotanya pemain yang tidak termasuk 10 terbawah, serta kita denisikan |A vs A| banyaknya pertandingan yang terjadi antar sesama anggota kelompok A |B vs B | banyaknya pertandingan yang terjadi antar sesama anggota kelompok B |A vs B | banyaknya pertandingan yang terjadi antara pemain dari A dengan pemain dari B

Tutur Widodo

Pembahasan OSN SMP Tahun 2009

Andaikan ada n pemain dalam kompetisi tersebut kita peroleh |A| = n 10 dan |B | = 10 serta |A vs A| = |B vs B | = |A vs B | = n 10 2 10 2 n 2 1 = (n2 21n + 110) 2

= 45 1 (n2 21n + 110) 45 2

1 1 = (n2 n) (n2 21n + 110) 45 2 2 = 10n 100 Misalkan dari seluruh pertandingan A vs B , kelompok A menang sebanyak x kali, kelompok B menang sebanyak y kali dan keduanya seri sebanyak z kali, maka kita peroleh 1 1 x + z = (n2 21n + 110) 2 2 1 y + z = 45 2 x + y + z = 10n 100 Dari pers.(1) dan pers.(2) didapatkan, 1 x + y + z = (n2 21n + 200) 2 dari pers.(3) dan pers.(4) diperoleh 1 10n 100 = (n2 21n + 200) 2 dengan sedikit perhitungan kita dapat n2 41n + 400 = 0 (n 16)(n 25) = 0 Jadi, diperoleh n = 16 atau n = 25. Jika n = 16 berakibat |A| = 6. Oleh karena itu pemain dari kelompok A dengan total poin terkecil 6 memiliki poin maksimal 2 6 10 2 = 2.5 sedangkan pemain dari kelompok B dengan total poin terbesar (4) (1) (2) (3)

memiliki poin minimal

= 4.5. Dengan demikian kontradiksi bahwa B adalah himpunan yang 10 anggotanya 10 pemain terbawah. Jika n = 25, kita dapat susun hasil pertandingan sebagai berikut : Semua pertandingan A vs A berakhir seri, demikian pula semua pertandingan B vs B juga berakhir

Tutur Widodo

Pembahasan OSN SMP Tahun 2009

seri. Selain itu, setiap anggota dari kelompok A menang 4 kali dan seri 6 kali ketika melawan anggota dari kelompok B . Sedangkan setiap anggota dari kelompok B kalah 6 kali dan seri 9 kali ketika melawan anggota dari kelompok A. Dengan skema semacam ini kondisi pada soal terpenuhi dengan hasil akhir setiap anggota kelompok A memiliki total poin 14, sedangkan setiap anggota kelompok B memiliki total poin 9 . Jadi, banyak pemain dalam kompetisi tersebut adalah 25. Disusun oleh : Tutur Widodo Apabila ada saran, kritik maupun masukan silakan kirim via email ke tutur.w87@gmail.com Terima kasih. Website : www.pintarmatematika.net