Anda di halaman 1dari 24

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Asma !! sungguh satu kata yang sederhana, tetapi sering membawa penderitaan sederhana, tetapi sering membawa penderitaan bagi jutaan manusia. Meskipun sampai saat ini belum ada obat-obatan untuk menyembuhkan asma secara tuntas. Untuk mencapai tujuan tersebut peran, pengetahuan, serta penderita dan keluarganya dalam pengobatan. Asma adalah penyakit obstruksi jalan nafas, yang dapat pulih dan intermiten yang ditandai dengan masa penyempitan jalan nafas, mengakibatkan dispnea, batuk dan mengi. Di negara-negara yang telah maju penelitian kedokterannya, diperkirakan sampai !" # bayi dan anak-anak menderita asma, sedangkan penderita asma usia dewasa dan orang tua rata-rata berkisar antara !-$" #. Memang ada daerah-daerah tertentu di Alaska atau di daerah pegunungan di %apua &ew 'uinea penduduknya jarang yang menderita asma, tetapi di %ulau (rista da )unha pernah dilaporkan *" # penduduknya menderita asma. +alaupun belum ada angka-angka yagn resmi dari penelitian yang pernah dilakukan di beberapa tempat diperkirakan ! sampai # penduduk ,ndonesia menderita asma. (inggi rendahnya angka kejadian ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain faktor umur penderita, jenis kelamin, alergi, bangsa, keturunan, lingkungan, dan faktor psikologik. -Asma. .undaru, /eru. 0disi ,1. 23U,. 4akarta. !""!5 Angka kejadian asma pada anak dan bayi lebih tinggi daripada orang dewasa, meskipun demikian asma dapat timbul sembarang waktu. Ada bayi berurmur kurang dari dari satu tahun sudah menderita asma, tetapi jangan heran bila ada kakek atau nenek yang berumur 6" tahun baru menderita asma. 4ika pada masa kanak-kanak, penderita asma laki-laki lebih banyak daripada penderita perempuan, pada usia dewasa terjadi sebaliknya. -Asma. .undaru, /eru. 0disi ,1. 23U,. 4akarta. !""!5 Dengan latar belakang ini penulis tertarik untuk mengambil kasus tentang penyakit asma bronchiale dan penulis dapat menerapkan asuhan keperawatan yang berjudul 7Asuhan 3eperawatan %ada &y 7A8 dengan masalah Asma dalam .istem %ernafasan di %a9iliun :ukas , ;.. ;3. )haritas %alembang.

B.

Tujuan Penulisan a. (ujuan Umum Agar dapat menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan pengaturan yang diberi oleh dokter. b. (ujuan 3husus Agar penulis mampu melakukan pengkajian pada pasien dengan gangguan kebutuhan istirahat tidur, dan mengurangi sekret di tenggorokan yang menyebabkan batuk-batuk. Agar mampu menangani penyakit asma

C.

Metode Penulisan Dalam perumusan makalah ini penulis menggunakan metode deskriptif, yaitu merode yang bersifat menggambarkan suatu keadaan yang secara objektif, selama mengamati pasien mulai dari pengumpulan data sampai dengan melakukan e9aluasi yang disajikan dalam bentuk narasi. Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan teknik < $. +awancara Agar memperoleh data yang diharapakan, maka penulis mengadakan pendekatan secara langsung dengan pasien dan keluarga -anak laki-lakinya5, sehingga dengan demikian akan mempermudah mengetahui masalah keperawatan pasien. !. %emeriksaan 2isik %enulis memperoleh data berdasarkan teknik inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi. =. >bser9asi Mengadakan pengamatan langsung terhadap pasien secara nyata, selanjutnya penulis melakukan perawatan melalui pengamatan, penelitian sehingga yang dihasilkan cukup rele9an. *. .tudy Dokumentasi %enulis memperoleh data berdasarkan :ukas , ;.. ;3. )haritas %alembang. dari catatan-catatan status pasien -pengkajian catatan keperawatan hasil pemeriksaan diagnostik5 di %a9iliun

.tudi 3epustakaan %enulis melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan gastritis dan teori asuhan keperawatan dari berbagai buku sumber.

D.

Siste atika Penulisan Dalam penulisan laporan ini penulis membagi menjadi * ?ab yaitu < ?ab , %endahuluan (erdiri dari latar belakang masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan. ?ab ,, (injauan (eori (erdiri dari A5. 3onsep dasar medik < pengertian, anatomi, fisiologi, etiologi, manifestasi klinik, komplikai, pemeriksaan diagnostik, penatalaksanaan, patoflow. ?5. 3onsep dasar asuhan keperawatan < pengkajian, diagnostik, inter9ensi, implementasi, e9aluasi. ?ab ,,, (injauan 3asus (erdiri dari < pengkajian, diagnosa keperawatan, rencana, catatan keperawatan, dan catatan perkembangan. ?ab ,1 %embahasan ?ab 1 %enutup (erdiri dari kesimpulan dan saran Daftar pustaka.

BAB II TIN!AUAN TE"#I

A.

$"NSEP MEDIS %. Pengertian Asma adalah penyakit obstruksi jalan nafas, yang dapat pulih dan intermiten yang ditandai oleh penyempitan jalan nafas, mengakibatkan dispnea, batuk dan mengi. -3eperawatan Medikal ?edah ?uku .aku ?runner dan .uddarth. 4akarta < 0'). !"""5. Asma adalah keadaan klinik yang ditandai oleh masa penyempitan bronkus yang re9ersibel, dipisahkan oleh masa dimana 9entilasi relatif mendekati normal. -%atofisiologi, ?uku .yl9ia Anderson %rice, 0disi *. 4akarta. 0'). $@@*5. Asma adalah penyempitan bronkus yang bersifat re9ersibel yang terjadi oleh karena bronkus yang hiperaktif mengalami kontaminsai dengan antigen -,lmu %enyakit %aru, (abrani ;A?, 0ditor .andy 'litong, 4akarata, $@@A5. ?erdasarkan tingkat kegawatan asma dapat dibagi =, yaitu < a. Asmatikus emergency -kedaruratan asmatikus5 Asma yang dapat menyebabkan kematian b. Asma bronkiale .uatu bronkospasme yang sifatnya re9ersibel dengan latar belakang alergik. c. .tatus asmatikus .uatu asma yang sukar disembuhkan dengan obat-obatan yang kon9ensional.

&.

Anato i 'isiologi

&. Anato i 'isiologi

a.

%engertian %ernafasan %ernafasan adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung )>! sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. %enghisapan udara ini disebut inspirasi dan menghembuskan disebut ekspirasi. %ernafasan paru-paru Merupakan pertukaran oksigen dan karbondioksida yang terjadi pada paru-paru. %ernafasan melalui paru-paru atau pernafasan eksterna oksigen diambil melalui mulut dan hidung pada waktu bernafas dimana oksigen masuk melalui trakea sampai ke al9eoli berhubungan dengan darah dalam kapiler pulmonar, al9eoli memisahkan oksigen dari darah , >! menembus membran, diambil oleh sel darah merah dibawa ke jantung dan dari jantung dipompakan ke seluruh tubuh. 'una pernafasan < $. !. Mengambil >! yang kemudian dibawa oleh darah ke seluruh tubuh -sel-selnya5 untuk mengadakan pembakaran. Mengeluarkan )>! yang terjadi sebagai sisa dari pembakaran, kemudian dibawa oleh darah ke paru-paru untuk dibuang -karena tidak berguna lagi oleh tubuh5. =. Menghangatkan dan melembabkan udara.

%ernafasan dalam keadaan normal >rang dewasa Anak-Anak kira-kira ?ayi kira-kira b. >rgan-organ pernafasan $. >rgan saluran pernafasan atas /idung /idung merupakan saluran udara yang pertama, mempunyai ! lubang, dipisahkan oleh sekat hidung -septum oli5 di < $A B $6 CDmnt < !* CD mnt < =" CD mnt

dalamnya terdapat bulu-bulu yang berguna untuk menyaring udara, debu, dan kotoran-kotoran yagn masuk ke dalam lubang hidung. 2aring Merupakan tempat persimpangan antara janaln nafas dan jalan makanan. (erdapat di bawah dasar teng korak, di belakang ronga hidung dan mulut sebelah depan rusa tulang leher. 2aring dibagi tiga bagian < ?agian atas yang sama tingginya dengan koana yang disebut nesofaring ?agian tengah yang sama tingginya denan istmus fausium disebut orofaring. ?agian bawah sekat, dinamakan langiofaring. :aring Merupakan saluran pendek yang menghubugnkan faring dan trakea, dan bertindak sebagai pembentukan suara. !. >rgan saluran pernafasan bawah (rakhea Merupakan lanjutan dari laring yang dibentuk oleh $A sDd !" cincin yang terdiri dari tulang-tulang rawan yang berbentuk seperti kuku kuda. %anjang trakhea @-$$ cm dan di belakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos. ?ronkhial dan al9eoli Ujung distal trachea membagi menjadi bronki primer kanan dan kiri yang terletak di dalam rongga dada. antara trakea dan al9eoli. Al9eoli berjumlah =""- "" juta di dalam paru-paru, fungsinya adalah sebagai satu-satunya tempat pertukaran gas antara lingkungan eksternal dan aliran darah. %aru-paru %aru-paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung-gelembung -gelembung hawaal9eoli5. 'elembung-gelembung al9eolir ini terdiri dari selsel epitel dan endotel. 2ungsi percabangan bronkial untuk memberikan saluran bagi udara

?anyaknya

gelembung

paru-paru

ini

kurang

lebih

E"".""".""" buah -paru kiri dan kanan5. 3apasitas paru-paru < 3apasitas total 4umlah udara yang dapat mengisi paru-paru pada inspiasi sedalam-dalamnya. 3apasitas 9ital 4umlah udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi maksimal. (oraks ;ongga toraks terdiri dari rongga pleura kanan dan kiri dan bagian tengah yang disebut mediastinum. (oraks mempunyai peranan penting dalam pernafasan, karena bentuk elips dari tulang rusuk dan sudut perlekatannya tulang belakang. %erubahan dalam ukuran toraks inilah yang memungkinkan terjadinya proses inspirasi dan ekspirasi. ?agian paru-paru < %leura adalah bagian terluar dari paru-paru dikelilingi oleh membran halus, licin atau pleura. Mediastinum adalah bagian dinding yang membagi rongga toraks menjadi ! bagian :obus adalah bagian paru-paru dibagi menjadi lobus kiri terdiri atas lobus bawah dan atas tengah dan bawah ?ronkus dan bronkiolus terdapat beberapa di9isi bronkus di dalam setiap lobus paru. ?rokiolus adalah percabangan dari bronkus Al9eoli paru terbentuk oleh sekitar ="" juta al9eoli yang tersusun dalam kloster antara $ -!" al9eoli c. 2isiologi %ernafasan %aru adalah struktur elastik yang dibungkus dalam sangkar toraks, yang merupakan suatu bilik udara kuat dengan dinding yang dapat menahan tekanan.

0fek dari gerakan ini adalah secara bergantian meningkatkan dan menurunkan kapasitas dada. ,nspirasi adalah ketika kapasitas dalam dada meningkat, udara masuk melalui trakea. 0kspirasi adalah ketika dinding dada dan diafragma kembali ke ukurannya semula. (. Pato'isiologi Asma ditandai dengan kontraksi spastic dari otot bronkiolus yang menyebabkan sukar bernafas. %enyebab adalah hipersensiti9itas bronkiolus terhadap benda-benda asing di udara. (imbul reaksi alergi membenutk ,'0 abnormal dalam jumlah besar dan antibodi ini menyebabkan reaksi alergi bila reaksi dengan antigen spesifikasinya. Antibodi ini melekat pada sel mast yang terdapat pada intertisial paru yang berhubungan erat dengan antibodi melekat pada sel mast dan menyebabkan sel ini mengeluarkan histamin, Fat anafilaksis yang bereaksi lambat -yang merupakan leukotrient5. 2aktor kemotaktik eosinofilik dan bradikin. 0fek gabungan ini menyebabkan edema lokal pada dinidng bronkiolus kecil maupun sekresi mukus yang kental dalam lumen bronkiolus dan spasme otot bronkiolus sehingga terjadi peningkatan tahanan saluran nafas. %ada asma, diameter bronkiolus lebih berkurang selama ekspirasi daripada inspirasi karena tekanan dalam paru selama ekspirasi paksa menekan bagian luar bronkiolus, dengan adanya sumbatan bonkiolus sebagian menyebabkan obstruksi berat selama eskpirasi. /al ini menyebakan dispnea. 3apasitas residu fungsional dan 9olume residu paru menjadi sangat meningkat seama serangan asma akibat kesukaran mengeluarkan udara ekspirasi dari paru. >tot bronkial dan kelenjar mukosa membesar dengan adanya al9eoli menjadi hiperinflamasi dengan udara yang terperangkap di jaringan menyebakan asma dengan kerja pernafasan meningkat sehingga kebutuhan >! meningkat di dalam paru-paru terjadi pertahanan spasme bronkiolus dan terjadi pembengkakan bronkiolus, pneumatoraks, asidosis respiratorik dan gagal nafas -%rice .yl9ia, Anderson. $@@*. %atofisiologi. 0disi *. 4akarta< 0')5.

).

Etiologi

0tiologi asma adalah < Alergen ,nfeksi saluran pernafasan 3etegangan jiwa 3egiatan jasmani %erubahan udara (ertawa terbahak-bahak :ingkungan kerja Masuknya cairan lambung ke saluran nafas Gat pengawet makanan seperti asam benFoat dan Fat pewarna kuning (ar (araFin yang dipakai dalam industri makanan dan minuman >bat-obatan *. Aspirin Antibiotik

Mani'estasi $linis 'ejala-gejala umum ?atuk Dispnea Mengi

.erangan asma .eringkali terjadi pada malam hari Mulai secara mendadak dengan batuk dan sensasi sesak dada %ernafasan lambat, laborius, mengi 0kspirasi lebih kuat dan lama dari inspirasi >bstruksi jalan nafas membuat sensasi dispnea ?atuk sulit dan kering pada awalnya diikuti dengan batuk yang lebihkuat dengan sputum yang berbeda dari lendir encer.

+.

Penatalaksanaan Agonis beta Agonis beta -salbutamol mg atau fenaterol !, mg D terbutalin $" mg5. >bat ini diberikan secara parenteral atau melalui inhalasi, obat ini digunakan karena agen ini mendilatasi otot polos bronkial dan mempunyai efek samping yang lebih sedikit. Metilsantin -Aminofilin ,1 -A mgDkg ??5

.udah menggunakan obat ini dalam $! jam sebelumnya maka cukup diberikan H dosis teofilin. Agen ini merilekskan otot polos bronkus, meningkatkan gerakan mukus dalam jalan nafas dan meningkatkan kontraksi diafragma. Antikolinergik -atropin5 0feknya yaitu < kekeringan pada mulutD penglihatan kabur, berkemih, palpitasi dan pusing. 3ortikosteroid, /idrokortison $""-!"" ,1 4ika tidak ada respon segera atau pasien sedang menggunakan steroid oral dalam serangan sangat berat, efek samping yang serius, ,termasuk ulkus peptikum, osteoporesis, supersi, adrenal dan katarak. (anda-tanda lanjut .ianosis sekunder akibat hipoksia berat 'ejala-gejala karbon monoksida -mis < berkeringat, takikardia, dan desakan nadi melebar5. ,. Pe eriksaan Diagnostik .pirometri jalan nafas, beratnya D derajat perbaikan obstruksi, obstruksi menilai setelah perubahan pengobatan. %emeriksaan ;adiologi< Dilakukan bila ada kecurigaan proses patologik untuk malignasi yang mendasar atau gagasan alergik. /asil < thoraC foto dada, ronsen dada. Uji fungsi paru < Dilakukan untuk menentukan apakah abnormalitas fungsi bersifat obstruktif atau retriktif, untuk memperkirakan tingkat disfungsi dan untuk menge9aluasi efek terapi, mis < bronkodilator %emeriksaan sputum < Untuk menentukan adanya infeksi, < Untuk menunjukkan adanya obstruksi

mengidentifikasi patogen, pemeriksaan sitologik untuk menyingkirkan malignasi yang mendasar atau gangguan alergik %emeriksaan 0)' < %enyimpangan aksis kanan, gelombang %

memuncak Analisa gas darah < Dilakukan hanya pada penderita serangan asma berat. /asil < hipoksemi, hiperkapnia -. $o .likasi a. %neumothoraks, pneumomediastinum dan emfisema subkutis, ateletaksis aspergilosis bronkopulmonar alergik, gagal nafas bronkhitis dan fraktur iga. b. .tatus osmotikus adalah keadaan spasme bronkiolus berkepanjangan yang mengancam nyawa yang tidak dapat diulihkan oleh pengobatan.

B.

$"NSEP ASUHAN $EPE#A/ATAN %. Pengkajian Akti9itasD ,stirahat 'ejala < - 3elemahan, keletihan, malaise - ketidakmampuan untuk melakukan akti9itas seharihari karena sulit bernafas - 3etidakmampuan untuk tidur , perlu tidur dalam posisi duduk tinggi (anda < - 3eletihan - 'elisah

- 3elemahan umum .irkulasi 'ejala (anda < - %embengkakan pada ekstremitas atas < - %eningkatan (D - %eningkatan frekuensi jantung - Distensi 9ena leher - 0dema dependen - +arna kulitD sianosis < kaku tubuh dan sianosis perifer - %ucat dapat menunjukkan anemia ,ntegritas 0go 'ejala (anda < - %eningkatan faktor resiko - %erubahan pola hidup < - Ansietas, ketaktan, peka rangsangan Makanan dan cairan 'ejala < - %enurunan berat badan - Mual, muntah - Anoreksia (anda < - (urgor kulit buruk - ?erkeringat - %alpitasi abdominal dapat menyatakan hepatomegali /ygiene 'ejala (anda < - %enurunan kemampuan D peningkatan kebutuhan bantuan melakukan akti9itas sehari-hari < - 3ebersihan buruk, bau badan

%ernafasan 'ejala < - &afas pendek - ?atuk menetap dengan produksi sputum setiap hari - ;iwayat pneumonia berulang (anda < - %ernafasan< biasanya cepat - %enggunaan otot bantu pernafasan Mis < meninggikan bahu, melebarkan hidung - ?unyi nafas < mungkin redup, menyebar - %erkusi < hiperesonan pada area paru

- 3esulitan bicara kalimat - +arna < pucat dengan sianois bibir dan dasar kuku - (abuh pada jari 3eamanan 'ejala < - ;iwayat alergi - Adanya infeksi - 3emerahan .eksualitas 'ejala < %enurunan libido

,nteraksi sosial 'ejala (anda < - /ubungan ketergantungan - 3urang sistemn pendukung < - 3eterbatasan mobilitas fisik - 3elalaian hubungan dengan anggota keluarga lain %enyuluhan D pembelajaran 'ejala < - %enyalahgunaan obat pernafasan - 3esulitan menghentikan merokok - %enggunaan alkohol secara teratur &. Diagnosa $e.era0atan a. b. 'angguan istirahat tidur yang berhubungan dengan sesak nafas 'angguan pernafasan yang berhubungan dengan peningkatan sekret

(.

Inter1ensi $e.era0atan D% , 'angguan istirahat tidur yang berhubungan dengan sesak nafas ,nter9ensi mandiri < $. 3aji pola tidur, sesak nafas ; < Mengetahui kebiasaan tidur pasien !. Anjurkan pasien untuk membatasi akti9itas ; < Untuk mengurangi energi yang tidak diperlukan =. >bser9asi ((1 ; < Untuk mengetahui kondisi pasien

*. Anjurkan pasien untuk merubah posisi tidur ; < Memudahkan bernafas saat pasien tidur . Anjurkan pasien untuk tidur secara teratur dan doa sebelum tidur ; < Menambahkan tenaga, mendekatakan diri kepada (uhan dan dapat menciptakan rasa percaya diri A. :ibatkan keluarga untuk memoti9asi dan mendampingi pasien ; < Menciptakan ketenangan dan mendampingi pasien ,nter9ensi 3olaborasi E. 3olaborasi medik dalam pemberian obat golongan sedatif ; < Untuk melemaskan otot sehingga memudahkan untuk istirahat dan obat D% ,, 'angguan pernafasan yang berhubungan dengan peningkatan sekret ;encana (indakan dan ;asionalisasi < ,nter9ensi mandiri $. Auskultasi bunyi nafas ; < Untuk mengetahui beberapa derajat spasme bronkus terjadi dengan obstruksi jalan nafas !. 3aji frekuensi pernafasan ; < (akipnea biasanya ada pada beberapa derajat dan dapat ditemukan pada penerimaan selama proses infeksi akut =. )atat adanya keluhangelisah, ansietas, distress pernafasan dan banyaknya sekret ; < Disfungsi pernafasan adalah 9ariabel yang tergantung pada tahap proses kronis. *. 3aji pasien untuk posisi yang nyaman ; < 3epala tempat tidur mempermudah fungsi pernafasan dengan mengunakan gra9itasi . %ertahankan polusi lingkungan umum ; < %encetus tipe reaksi alergi pernafasan yang dapat menjadi episode akut A. ?antu pasien latihan nafas abdomen atau bibir ; < Mengatasi dan mengontrol dispnea dan menurunkan jebakan udara

E. >bser9asi karakteristik batuk ; < ?atuk dapat menetap tetapi tidak efektif 6. (ingkatkan masukan cairan sampai =""" mlDhari sesuai toleransi jantung ; < /idrasi membantu menurunkan kekentalan sekret, mempermudah pengeluaran ,nter9ensi 3olaborasi @. ?erikan obat sesuai indikasi. Mis. ?ronkodilator, mis < Agonis, epinefrin, adrenalin, 9asonefrin5 ; < Merilekskan otot halus dan menurunkan kongesti lokal, mengi dan produksi mukosa.

).

I .le entasi Adapun petunjuk dalam implementasi adalah < ,nter9ensi dilaksanakan sesuai dengan rencana setelah dilakukan rencana 9alidasi 3eterampilan interpersonal, intelektual, tehnik dan dilakukan dengan cermat dan efisiensi pada situasi yang tepat. 3eamanan fisik dan fisiologi dan dilindungi Dokumentasi dengan respon klien

*.

E1aluasi 3eadaan pasien membaik %asien dapat tidur pulas ?atuk pasien berkurang sampai hilangD sembuh %aien tampak segar 0kspresi wajah tenang

PAT"2L"/ DIA3#AM
Alergi -debu ,dll5 ,diopatikD non alergi -infeksi, latihan, suhu, ,merokok, emosi5

;iwayat alergi 'en - bakat alergi5

;espon alergi di saluran nafas ,'0 berikatan dengan alergen Degranulasi sel mast %elepasan histamin 3onstriksi otot polos bronkiolus %embentukan sputum >bstruksi aliran udara

.araf simpatis merangsang ujung saraf 9agal

%engeluaran asetilkolin ?ronkospasmus

M3 < 'angguan pamenuhan >! (anda dan gejala< - .putum - 0dema mukosa

A.MA

(anda dan gejala< - Dispnea, wheeFing, hiper9entilasi - %using, sakit kepala dan batuk M3 < 'angguan pola tidur M3 < resti perubahan nutrisi

(anda dan gejala< - Anoreksia - ?? menurun - Distress pernafasan

%eningkatan kerja pernafasan kebutuhan >! menurun (ekanan untuk melakukan besarnya 9entilasi 3elelahan (anda dan gejala< - Akti9itas fisik terbatas

--5 elastisitas paru >bstruksi kronik pada bronkus dan al9eoli 0mfisema

Asidosis respiratorik 3egagalan pernafasan M3 < intoleransi akti9itas

BAB I4 PEMBAHASAN
%ada bab ini penulis secara khusus membahas tentang pencapaian yang telah diperoleh selama memberikan asuhan keperawatan pada &y 7A8 dengan gangguan sistem pernafasan < Asma. ?ab ini juga terdapat kesenjangan-kesenjangan yang terjadi dilihat dari konteks teori dan hasil penerapan secara nyata pada klien. Adapun pembahasan terhadap asuhan keperawatan pada &y 7A8 dengan gangguan sistem pernafasan < asma adalah sebagai berikut <

A.

Pengkajian
%engkajian merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. Dalam pengkajian penulis memperoleh data menggunakan metode wawancara, obser9asi, pemeriksaan fisik secara sistematik dan melihat data-data penunjang melalui catatan keperawatan dan status klien. %ada pengkajian secara teoritis ditemukan adanya sesak nafas sukar tidur, dan emosi. 'ejala berhubungan dengan usia, makanan dan merokok.

B.

Diagnosa $e.era0atan
.etelah melakukan pengkajian dan berusaha mengumpulkan data dengan cara mengidentifikasi, penulis mencantumkan ! diagnosa keperawatan < $. 'angguan istirahat tidur yang berhubungan dengan sesak nafas !. 'angguan pernafasan yang berhubungan dengan peningkatan sekret

C.

Peren5anaan
.etelah merumuskan diagnosa keperawatan selanjutnya penulis menyusun perencanaan yang meliputi prioritas masalah, perumusan tujuan, penentuan kriteria hasil, dan rencana tindakan dalam memberikan pedoman tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah klien berdasarkan tinjauan teoritis yang sesuai dengan kondisi klien. (etapi pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi yang dialami klien. /al ini disebabkan karena tidak semua perencanaan dapat dilakukan.

D.

Pelaksanaan
%elaksanaan keperawatan merupakan perwujudan dari perencanaan keperawatan yang telah disusun. Di dalam pelaksanaan tindakan keperawatan penulis tidak bekerja sendiri melainkan bekerja sama dengan perawat yang ada di ruangan, tim medis, dan juga keluarga klien, serta didukung dengan adanya fasilitas yang memadai. %elaksanaan secara teoritis tidak dapat dijabarkan secara rutin, sedangkan dalam praktek pelaksanaannya tidak seluruhnya dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu yang ada namun dapat dikolaborasikan dengan perawat ruangan yang merawat &y 7A8 untuk tindak lanjut sesuai dengan rencana yang telah disusun sehingga diharapkan permasalahan kesehatan klien dapat segera teratasi.

E.

E1aluasi

(ahap e9aluasi adalah tahap akhir asuhan keperawatan. 09aluasi ini juga merupakan umpan balik terhadap pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan juga untuk menilai secara langsung keberhasilan rencana asuhan keperawatan. 09aluasi didokumentasikan dengan metode pendekatan .>A% -subjektif, >bjektif, Analisa dan %erencanaan5.

BAB I4 PENUTUP A. $esi .ulan


Asma cukup sering dijumpai di masyarakat dan bagi sebagian penderita penyakit ini banyak menimbulkan persoalan. Asma memerlukan penanganan jangka panjang. 3eberhasilan pengobatan ini tidak hanya ditentukan oleh obatobat dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pencegahan timbulnya serangan

asma. ?agi masyarakat dan mahasiswa dapat mengetahui itu penyakit asma mulai dari proses terjadinya asma, alergi, penyebab asma, obat-obat anti asma sampai kepada cara pengobatan dan pencegahannya.

B.

Saran
Dari hasil kesimpulan penulis memberikan antara lain < $. !. =. *. Menghindari debu rumah Menghindari terjadinya ketegangan jiwa Mengurangi saluran nafas yang terinfeksi .egera memberi obat bila cuaca tidak cocok bisa membuat asma kambuh

DA2TA# PUSTA$A

Arif, Manjoer. !""". Kapita Selekta Kedokteran, 0disi =, 4ilid $, Media Aesculapius 23U,, 4akarta. ?aughman, Diane dan 4o Ann )hakley. !""". Keperawatan Medikal Bedah. ?runner dan .uddarth. 4akarta < 0').

)ommunication, )ambridge. $@@@. Anatomi Fisiologi Sistem Pernafasan. 0disi !. 4akarta < 0'). %rice, .yl9ia, /anderson. Patofisiologi. $@@*. 4akarta< 0') ;A?, (abrani. $@@A. Ilmu Penyakit Paru. 0ditor .andy 'litong. 4akarta < 0'). .meltFer, .uFanne. ). !""$. Keperawatan Medikal Bedah. 4akarta. 0'). .undaru. /eru. !""!. Asma Apa dan Bagaimana Pengobatannya. 4akarta. 23U,

LAP"#AN ASUHAN $EPE#A/ATAN PADA PASIEN N6. 7A8 DEN3AN 3AN33UAN SISTEM PE#NA2ASAN 9 ASMA DI PA4ILIUN LU$AS I #S.#$. CHA#ITAS PALEMBAN3

"LEH 9

&AMA &,M (,&'3A( %;>D,

< Ienny 2itriana < " .E$A < ,, ? < D ,,, 30%0;A+A(A&

STI$ES PE#DHA$I CHA#ITAS P#"3#AM PENDIDI$AN DIII $EPE#A/ATAN PALEMBAN3 &::, DA2TA# ISI /al .ampul ..............................................................................................................................i /alaman 4udul..................................................................................................................ii 3ata %engantar ................................................................................................................iii Daftar ,si.........................................................................................................................ii9 ?A? ,. %0&DA/U:UA&

A. :atar ?elakang............................................................................................... ?. (ujuan %enulisan............................................................................................ ). Metode %enulisan........................................................................................... D. .istematika %enulisan ................................................................................... ?A? ,,. (,&4AUA& (0>;, A. 3onsep Dasar Medik $. !. =. *. . A. E. 6. %engertian............................................................................................. Anatomi 2isiologi................................................................................. %atofisiologi.......................................................................................... 0tiologi ................................................................................................. Manifestasi 3linik ................................................................................ (est Diagnostik.................................................................................... %enatalaksanaan Medik......................................................................... 3omplikasi............................................................................................

?. 3onsep Asuhan 3eperawatan $. %engkajian................................................................................................ !. Diagnosa 3eperawatan............................................................................ =. %erencanaan %elaksanaan ........................................................................ *. ,mplementasi............................................................................................ . 09aluasi.................................................................................................... ). %atoflow Diagram......................................................................................... ?A? ,,,. (,&4AUA& 3A.U. A. %ola 'ordon................................................................................................... $. !. =. *. . A. E. 6. @. $". $$. 3ajian %ersepsi kesehatan-pemeliharaan kesehatan ............................ 3ajian &utrisi Metabolik...................................................................... 3ajian %ola 0liminasi........................................................................... 3ajian %ola Akti9itas dan :atihan........................................................ 3ajian %ola (idru dan ,stirahat............................................................. 3ajian %ola %ersepsi 3ognitif............................................................... 3ajian %ola %ersepsi dan 3onsep Diri.................................................. 3ajian %ola %eran dan /ubungan Dengan .esama............................... 3ajian %ola ;epoduksi B .eksualitas.................................................... 3ajian Mekanisme 3oping dan (oleransi (erhadap .tress.................. 3ajian %ola .istem 3epercayaan..........................................................

?. Analisa Data................................................................................................... ). Diagnosa 3eperawatan .................................................................................

D. %erencanaan 3eperawatan............................................................................. 0. %elaksanaan 3eperawatan.............................................................................. 2. 09aluasi 3eperawatan.................................................................................... ?A? ,1. %0M?A/A.A& ?A? 1. %0&U(U% A. 3esimpulan................................................................................................... ?. .aran.............................................................................................................. Daftar %ustaka.....................................................................................................................