Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN

Tujuan Praktikum : 1. Menentukan reduksi ketebalan spesimen yang dimasukkan ke dalam roll 2. Menentukan perubahan nilai kekerasan spesimen yang dimasukkan ke dalam roll

BAB II DIAGRAM ALIR PERCOBAAN

Peserta magang mengisi daftar hadir

Peserta magang mengawasi tes awal praktikan

Pembahasan Tes Awal dan materi terkait praktikum Rolling

Pengukuran dimensi spesimen awal

Panjang, lebar, dan tebal spesimen tembaga diukur dengan jangka sorong digital

Pengu kuran kekera san awal

Spesimen tembaga diukur nilai kekerasannya sebelum di-roll (dengan skala HRH)

Pengerolan spesimen

Spesimen di-roll dengan reduksi bertahap sebanyak 4 kali (Voltase diukur)

Pengukuran dimensi hasil roll

Tebal & lebar spesimen hasil pengerolan diukur dengan jangka sorong digital

Pemotonga n spesimen

Spesimen hasil roll dipotong di bagian yang rata agar dapat diindentasi

Pengukuran kekerasan setelah roll

Spesimen tembaga diukur nilai kekerasannya setelah di-roll (dengan skala HRH)

Proses pengerolan, pengukuran dimensi, pemotongan, dan pengukuran kekerasan spesimen dilakukan dengan reduksi yang berbeda sebanyak 3 kali (12 reduksi), dengan pengukuran kekerasan sebanyak 4 kali

Dilanjutkan pembahasan dan praktikum selesai

BAB III DATA PERCOBAAN

1. Data Pengamatan : Spesimen: Tembaga Tebal Awal: 9,91 mm Lebar Awal: 19,07 mm Panjang Awal: 101 mm Kecepatan Awal: 32 rpm Kecepatan Roll: 30 rpm Kekerasan Awal: 91.33 HRH

Tahap I 1 2 3 4 II 1 2 3 4 III 1 2 3 4

ho (mm) 9.91 9.45 8.74 8.14 7.49 6.76 6.17 5.59 4.93 4.32 3.7 3.13

hf (mm) 9.45 8.74 8.14 7.49 6.76 6.17 5.54 4.93 4.32 3.7 3.13 2.48

Kekerasan (HRH)

91

82.83

97

Voltase Lebar (mm) 1.302 0.878 1.25 1.41 19.57 1.18 1.223 1.192 1.205 20.54 1.239 1.26 1.301 1.447 20.82

Kurva Nilai Kekerasan terhadap tahapan reduksi spesimen:

Nilai Kekerasan (HRH)


100 95 90 85 80 75 Io I II III Nilai Kekerasan

BAB IV ANALISIS DATA

Pada percobaan ini diketahui bahwa terjadi pertambahan lebar spesimen. Berdasarkan teori plane strain seharusnya tidak terjadi pertambahan lebar. Menurut analisis saya, penambahan lebar terjadi karena spesimen tidak tepat tegak lurus terhadap roll saat dimasukkan ke dalam roll sehingga berpengaruh pada state of stress dari spesimen. Gaya tekan pada arah sumbu y di perkirakan tidak 90o sehingga berpengaruh pada komponen gaya pada arah sumbu x yang kemudian juga mempengaruhi komponen gaya pada arah sumbu z. Sehingga disimpulkan bahwa inilah yang mendasari mengapa pertambahan lebar terjadi. Karena tidak terjadi plane strain pada spesimen, nilai kekerasan yang di peroleh tidak sesuai dengan teori karena tidak memenuhi asumsi pada Rolling. Peninjauan saya mengacu pada mikrostruktur spesimen, dimana terjadi perubahan bentuk butir. Dari fenomena yang terjadi, saya memperkirakan ada kemungkinan tidak terelongasi secara sempurna butir butir dari spesimen pada saat proses pengerolan terjadi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan : 1. Reduksi ketebalan spesimen yang dimasukkan ke dalam roll adalah sebagai berikut: Tahap I 1 2 3 4 II 1 2 3 4 III 1 2 3 4 ho (mm) 9.91 9.45 8.74 8.14 7.49 6.76 6.17 5.59 4.93 4.32 3.7 3.13 hf (mm) 9.45 8.74 8.14 7.49 6.76 6.17 5.54 4.93 4.32 3.7 3.13 2.48 h 0.46 0.71 0.6 0.65 0.73 0.59 0.63 0.66 0.61 0.62 0.57 0.65

2. Perubahan nilai kekerasan spesimen yang dimasukkan ke dalam roll adalah sebagai berikut:

Nilai Kekerasan (HRH)


100 95 90 85 80 75 Io I II III Nilai Kekerasan

BAB VI PUSTAKA Dieter, G.E.Mechanical Metallurgy, Mc Graw-Hill Book Co.

Laporan Magang Praktikum Modul C Proses Pengerolan Logam

Oleh:

Nama NIM

: Andre Prabowo : 13710039

Tanggal Praktikum Nama Asisten (NIM) Tanggal Penyerahan Laporan

: 26 November 2013 : Arifin Septiadi (13709003) : 30 November 2013

Program Studi Teknik Material Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung 2013