Anda di halaman 1dari 12

Endophthalmitis

DEFINISI Endoftalmitis adalah peradangan pada seluruh lapisan mata bagian dalam, cairan dalam bola mata (humor vitreus) dan bagian putih mata (sklera). Endoftalmitis merupakan peradangan berat dalam bola mata ang biasa disebabkan oleh infeksi. !erdapat " tipe endoftalmitis, endogen dan eksogen. Endoftalmitis endogen diakibatkan pen ebaran bakteri dari tempat lain di tubuh kita melalui aliran darah. Endoftalmitis eksogen dapat ter#adi akibat trauma tembus atau infeksi pada tindakan pembedahan ang membuka bola mata. Endoftalmitis endogen sangat #arang, han a "$%&' dari seluruh endoftalmitis. (EN)E*+* (en ebab ter#adin a infeksi adalah, %. !indakan pembedahan. ". -uka ang menembus mata.

.. *akteri. (en ebab paling ban ak adalahStaphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, dan spesies Streptococcus /. 0amur. (en ebab paling ban ak adalahAspergilus, fitomikosis dan aktinomises.

1E0+-+ 1e#alan a seringkali berat, aitu berupa, $ n eri mata $ kemerahan pada sklera $ fotofobia (peka terhadap caha a) $ gangguan penglihatan. (eradangan ang disebabkan bakteri akan memberikan gambaran klinik rasa sakit ang sangat, kelopak merah dan bengkak, kelopak sukar dibuka, kon#ungtiva kemotik dan merah, kornea keruh, bilik mata depan keruh. Selain itu akan ter#adi penurunan ta#am penglihatan dan fotofobia (takut caha a). Endoftalmitis akibat pembedahan biasa ter#adi setelah "/ #am dan penglihatan akan semakin memburuk dengan berlalun a 2aktu. *ila sudah memburuk, akan terbentuk hipopion, aitu kantung berisi cairan putih, di depan iris. DI+1N3S+ Diagnosis ditegakkan

berdasarkan

ge#ala

dan

hasil

pemeriksaan

mata.

(EN13*+!+N Endoftalmitis merupakan suatu keadaan darurat. (engobatan harus segera diberikan, menunda pengobatan bisa men ebabkan kebutaan. Diberikan antibiotik dan corticosteroid.

4ntuk mengeluarkan cairan ang terinfeksi dari bola mata mungkin perlu dilakukan pembedahan. (engobatan endoftalmitis tergantung pen ebabn a. Segera setelah diagnosis endoftalmitis ditegakkan, pengobatan dapat diberikan karena keterlambatan beberapa #am sa#a dapat membedakan hasil ang diinginkan. *ila disebabkan oleh bakteri, dan hal ini sudah dikonfirmasikan pemeriksaan laboratorium, antibiotik dapat dipakai. +ntibiotik ini dapat berbentuk tetes mata, per oral (diminum) atau le2at intra vena. Suntikan antibiotik dapat langsung dilakukan ke dalam mata. *ila pen ebabn a adalah #amur, dapat diberikan anti#amur seperti +mphotericin * ang langsung disuntikan ke dalam mata ataupun Flucona5ol ang pemberiann a per oral (diminum). 0ika infeksi sudah semakin berat, dokter spesialis mata dapat melakukan tindakan bedah ang disebut Vitrectomy untuk mengangkat cairan dan nanah dari dalam mata. (EN6E1+7+N 0ika pernah mengalami operasi katarak, pencegahan resiko ter#adin a infeksi dengan cara mengikuti instruksi dokter tentang pera2atan mata setelah operasi dan #uga kontrol ang teratur ke dokter mata untuk mengetahui perkembangan perbaikan mata setelah operasi. 4ntuk mencegah endoftalmitis ang disebabkan karena trauma mata, gunakan pelindung mata di tempat ker#a dan saat berolahraga berat. 8acamata pelindung atau helm dapat melindungi dari ter#adin a trauma pada mata di tempat ker#a.

*+* I (END+74-4+N +.-+!+9 *E-+8+N1 :ata dapat terkena berbagai kondisi. beberapa diantaran a bersifat primer sedang ang lain, sekunder akibat kelainan pada sistem organ tubuh lain. keban akan kondisi tersebut dapat dicegah bila terdeteksi a2al, dapat dikontrol dan penglihatan dapat dipertahankan. (*runner dan Suddarth, ";;%) Inflamasi ,inefksi dan peradangan dapat ter#adi pada beberapa struktur mata dan terhitung lebih dari setengah kelainan mata. kelainan$kelainan ang umum ter#adi pada mata oarng de2asa meliputi sebagai berikut , %. 9adang<inflamasi pada kelopak mata, kon#ungtira, kornea, koroid badan ciriar dan iris ". 8atarak, kekeruhan lensa .. 1laukoma, peningkatan tekanan dalam bola mata (I3() /. 9etina robek<lepas &. Endoftalmitis, peradangan lapisan mata !etapi sebagian orang mengira pen akit radang mata<mata merah han a pen akit biasa cukup diberi tetes mata biasa sudah cukup. padahal bila pen akit radang mata tidak segera ditangani<diobati bisa men ebabkan kerusakan pada mata<gangguan pada mata dan menimbulkan komplikasi seperti 1laukoma, katarak maupun ablasi retina. untuk itu kali ini penulis memusatkan pada pencegahan dan penata laksanaan radang aitu pada endoftalmitis (*arbara 6.-ong, %==>)

*+* II 83NSE( :EDIS +. (engertian endoftalmitis $ Endoftalmitis adalah peradangan pada seluruh lapisan mata bagian dalam, cairan dalam bola mata (humor vitreus) dan bagian putih mata (sklera). $ :erupakan radang purulen pada seluruh #aringan intra okuler disertai dengan terbentukn a abses didalam badan kaca. (en ebab Sepsis, selulitis orbita, trauma tembus, ulkus. *. Etiologi (en ebab ter#adin a endoftalmitis antara lain, %. !indakan pembedahan. ". -uka ang menembus mata. .. *akteri. (en ebab paling ban ak adalah Staph lococcus epidermidis, Staph lococcus aureus, dan spesies Streptococcus /. 0amur. (en ebab paling ban ak adalah +spergilus, fitomikosis dan aktinomises. 6. !anda dan 1e#ala (eradangan ang disebabkan bakteri akan memberikan gambaran klinik rasa sakit ang sangat, kelopak merah dan bengkak, kelopak sukar dibuka, kon#ungtiva kemotik dan merah, kornea keruh, bilik mata depan keruh. Selain itu akan ter#adi penurunan ta#am penglihatan dan fotofobia (takut caha a). Endoftalmitis akibat pembedahan biasa ter#adi setelah "/ #am dan penglihatan akan semakin memburuk dengan berlalun a 2aktu. *ila sudah memburuk, akan terbentuk hipopion, aitu kantung berisi cairan putih, di depan iris. 1e#alan a seringkali berat, aitu berupa, $ n eri mata $ kemerahan pada sklera $ fotofobia (peka terhadap caha a) $ gangguan penglihatan. !anda seringkali muncul, 8elopak merah, bengkak, dan sukar dibuka, kornea keruh, bilik mata keruh. D. 8alsifikasi !erdapat " tipe endoftalmitis, endogen dan eksogen %. Endoftalmitis endogen diakibatkan pen ebaran bakteri dari tempat lain di tubuh kita melalui aliran darah ". Endoftalmitis eksogen dapat ter#adi akibat trauma tembus atau infeksi pada tindakan pembedahan ang membuka bola mata. Endoftalmitis endogen sangat #arang, han a "$%&' dari seluruh endoftalmitis.

E. (atofisologi Endoftalmitis atau abses korpus vitreus adalah peradangan berat dalam bola mata, biasan a akibat trauma atau bedah, atau endogen akibat sepsis. *erbentuk radang supuratif dalam bola mata, dan akan mengakibatkan abses di badan kaca. Endoftalmitis eksogen ter#adi akibat trauma tembus atau infeksi sekunder pada tindakan pembedahan ang membuka bola mata. Endoftalmitis endogen akibat pen ebaran bakteri, #amur atau parasit dari fokus infeksi dalam tubuh. (eradangan oleh bakteri memberikan gambaran berupa rasa sakit ang sangat, kelopak mata merah dan bengkak, bilik mata depan keruh, kadang disertai hipopion. Di dalam badan kaca dapat ditemukan massa putih abu$abu hippion ringan dan bentuk abses satelit di dalam badan kaca.

F. (enatalaksanaan (engobatan endoftalmitis tergantung pen ebabn a. Segera setelah diagnosis endoftalmitis ditegakkan, pengobatan dapat diberikan karena keterlambatan beberapa #am sa#a dapat membedakan hasil ang diinginkan. *ila disebabkan oleh bakteri, dan hal ini sudah dikonfirmasikan pemeriksaan laboratorium, antibiotik dapat dipakai. +ntibiotik ini dapat berbentuk tetes mata, per oral (diminum) atau le2at intra vena. Suntikan antibiotik dapat langsung dilakukan ke dalam mata. *ila pen ebabn a adalah #amur, dapat diberikan anti#amur seperti +mphotericin * ang langsung disuntikan ke dalam mata ataupun Flucona5ol ang pemberiann a per oral (diminum). 0ika infeksi sudah semakin berat, dokter spesialis mata dapat melakukan tindakan bedah ang disebut ?itrectom untuk mengangkat cairan dan nanah dari dalam mata. 1. (encegahan 0ika pernah mengalami operasi katarak, pencegahan resiko ter#adin a infeksi dengan cara mengikuti instruksi dokter tentang pera2atan mata setelah operasi dan #uga kontrol ang teratur ke dokter mata untuk mengetahui perkembangan perbaikan mata setelah operasi. 4ntuk mencegah endoftalmitis ang disebabkan karena trauma mata, gunakan pelindung mata di tempat ker#a dan saat berolahraga berat. 8acamata pelindung atau helm dapat melindungi dari ter#adin a trauma pada mata di tempat ker#a. 7. 8omplikasi 8ebutaan

Endoftalmitis

Endoftalmitis adalah peradangan supuratif dalam bola mata.

A. Etiologi Infeksi kuman atau #amur setelah trauma atau bedah, atau secara endogen akibat sepsis. *akteri ang sering men#adi pen ebab adalah Stafilokok, Streptokok, (neumokok, (seudomonas, sedangkan #amur ang sering men#adi pen ebab +ktinomises, +spergilus, dan sebagain a. B. Manifestasi Klinis 9asa sakit berat@ kelopak merah, bengkak, dan sukar dibuka@ terdapat pus@ kon#ungtiva kemosis dan merah@ kornea keruh@ bilik mata depan keruh@ kadang disertai hipopion. !idak ada refleks merah pada pupil. C. Komplikasi (anoftalmitis, kebutaan. D. Pemeriksaan Penunjang (emeriksaan mikroskopik cairan aspirasi ;,&$% ml cairan vitreus melalui sklerotomi pars plana. E. Penatalaksanaan +ntibiotik topikal melaiui periokular atau subkon#ungtiva dan sistemik ampisilin " gram<hari dan kloramfenikol . gram<hari. Setelah diketahui pen ebabn a, antibiotik disesuaikan dengan pen ebab, misaln a gentamisin untuk (seudomonas atau amfoterisin * untuk #amur. Sikloplegik tetes mata diberikan . kali sehari. 7ati$hati pada pemberian kortikosteroid. (ada kasus ang berat dapat dilakukan vitrektomi untuk mengeluarkan organisme di dalam vitreus, meningkatkan distribusi antibiotik dan mengeluarkan membran terbentuk ang potensial men ebabkan ablasi, serta mengembalikan ke#ernihan vitreus. *ila terapi gagal, dilakukan eviserasi. Enukleasi ditakukan bila mata telah tenang atau ftisis bulbi.

F. Prognosis (rognosis buruk bila disebabkan #amur atau parasit, atau bila telah terlihat hipopion ang berarti keadaan sudah lan#ut.

Penanganan endofthalmitis pasca trauma pada seorang pria umur 6 tahun )hang -idi !ama, *agian Ilmu (en akit :ata, 9S4D Salatiga, Salatiga, 0a2a !engah Dibuat oleh, )hang -idi !ama,:odifikasi terakhir pada !ue "> of 0un, ";%" A"","BC +bstrak Endophthalmitis adalah adan a peradangan hebat intraokular, ter#adi ang diakibatkan dari bakteri, #amur atau keduan a. *eberapa penulis mendefinisikan sebagai bakteri atau #amur infeksi pada tubuh dan ruang vitreous mata cairan. 7al ini tidak pernah disebabkan oleh virus atau parasit infeksi, sebagai agen ini terutama men ebabkan radang retina dan 4vea. (ada keban akan temuan klinis, organisme gram$positif adalah organisme pen ebab paling umum endophthalmitis. )ang paling umum adalah organisme koagulase$ negatif Staph lococcus epidermidis, Staph lococcus aureus, dan spesies Streptococcus. 3rganisme 1ram$negatif seperti (seudomonas, Escherichia coli, dan Enterococcus ditemukan pada trauma penetrasi. Namun, ketika endophthalmitis endogen dianggap timbul dengan sendirin a, persentase infeksi akibat organisme bakteri lebih kecil karena sebagian besar ter#adi akibat infeksi #amur. !anda$tanda klasik endophthalmitis mengalami penurunan visus, hiperemi kon#ungtiva, n eri, pembengkakan, dan hipopion. 8on#ungtiva chemosis dan edema kornea dapat diamati. Spektrum tanda klinis dan ge#ala dari ringan sampai berat ang umumn a lebih menon#ol ketika interval antara operasi, atau trauma penetrasi, dan onset endoftalmitis ang lebih pendek. Ini mungkin berhubungan dengan virulensi organisme ofthe menginfeksi atau beban infektif. 8linis mata buruk memiliki prognosis buruk. 8ata kunci , endoftalmitis, trauma, terapi Isi Seorang pasien !n 0 >% tahun peker#a bangunan datang ke poli mata dengan keluhan mata merah dan kabur. (asien menceritakan / hari ang lalu matan a terkena pasir. (asien mengeluh sakit, pegal, ada ang menggan#al, ban ak mengeluarkan secret dan air mata, mata sulit untuk dibuka. Selain itu pasien mengaku penglihatan mata kiiri han a terlihat caha a putih setelah " hari setelah ke#adian. (asien sudah pernah berobat di bidan dan diberi tetes mata. *erdasarkan pemeriksaan fisik pada pasien ditemukan mata kiri ang tampak edema dan ptosis, ditemukan secret ber2arna kekuningan, pada kon#ungtiva hiperemis, kamera okuli anterior didapatkan isi ang keruh dan iris ber2arna seperti lumpur, pada pemeriksaan pupil didapatkan pupil ang ireguler serta pada pemeriksaan visus mata kiri didapatkan nilai %<D. Diagnosis Endoftalmitis pasca trauma !erapi E immatrol, % tetes tiap " #am E :otivasi enukleasi bola mata E 6iprofloFacin tab "F% Diskusi (asien seorang peker#a bangunan datang ke poli mata dengan keluhan mata kiri merah dan kabur. (asien menceritakan / hari ang lalu matan a terkena pasir. (asien mengeluh sakit, pegal, ada ang menggan#al, ban ak mengeluarkan secret dan air mata, mata sulit untuk dibuka. Selain itu pasien mengaku penglihatan mata kiiri han a terlihat caha a putih setelah " hari setelah ke#adian. (asien sudah pernah berobat di bidan dan diberi tetes mata. !ampak mata kiri dari pasien tidak bias membuka dan tampak kemerahan. Dalam pemeriksaan fisik didapatkan terdapat ban ak secret kehi#auan disekitar mata kiri, dan terlihat adan a edema dan hiperemis pada kelopak mata. (ada pemeriksaan kon#ungtiva didapatkan miF in#eksi aitu in#eksi kon#ungtiva dan silier. (ada kornea dan kamera okuli anterior ditemukan adan a infiltrate putih,hipopion dan edema kornea. (upil pada pasien tersebut terlihat sinekia dan midriasis. Dari anamnesis dan pemeriksaan diatas diambil kesimpulan diagnosa dari pasien tersebut adalah endoftalmitis et causa traumatika. 1e#ala ang muncul

dari pasien tersebut adalah akibat dari proses infeksi dan inflamasi dari bola mata akibat trauma. !erdapat organism ang masuk dari luar sehingga ter#adi reaksi imunitas ang berdampak proses inflamasi pada masa seperti mata merah, terdapat infiltrate dan hipopion pada kornea dan kamera okuli anterior. (roses ter#adin a sinekia kemungkinan karena terdapat infeksi pada iris. (engobatan ang diberikan adalah antibiotic dan kortiko steroid ang berguna untuk mencegah adan a inflamasi lan#utan dan meematikan organism pen ebabn a. Selain itu pasien dimotivasi untuk melakukan enukleasi bolamata ang bertu#uan untuk menghindari prosis infeksi lan#utan ang bias menginfeksi otak, karena terdapat saluran ang menghubungkan mata dan otak secara langsung aitu saraf dan pembuluh darah. Setelah diagnosis telah ditegakkan, konsultasi segera ke dokter mata sangat diperlukan. (engobatan tergantung pada pen ebab ang mendasari endophthalmitis. 7asil akhir ini sangat tergantung pada penegakan diagnosis dan pengobatan tepat 2aktu. !u#uan dari terapi endophthalmitis adalah untuk mensterilkan mata, mengurangi kerusakan #aringan dari produk bakteri dan peradangan, dan mempertahankan penglihatan. Dalam keban akan kasus terapi ang diberikan adalah antimikroba intravitreal, periokular, dan topikal. sedangkan dalam kasus ang parah, dilakukan vitrectom . 8esimpulan *erdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis endofthalmitis dan penanganan untuk pasien tersebut adalah motivasi dilakukann a enukliasi pada mata kiri. 9eferensi E *annerman !l, 9hoden D, :c+llister S8, :iller 0:, Gilson -+. !he source of coagulase negative staph lococciin the Endophtalmitis ?itrectom Stud . + comparasion of e lid and intraocular isolates using E Smith S9, 8roll +0, -ou (-, 9 an E+. Endogenousbacterial and fungal endophthalmitis. Int 3phthalmol6lin ";;B@/B("),%B.$H.. E Epidemiolog , therapeutics, and bacterialhost interactions. 6lin :icrobiol 9ev ";;"@%&,%,%%%$"/. (enulis )hang -idi !ama, *agian Ilmu (en akit :ata, 9S4D Salatiga, Salatiga, 0a2a !engah.

Endoftalmitis or!ita sinistra pada "anita usia 6# tahun Dibuat oleh, *aiI 9ohaslia 9hadiana,:odifikasi terakhir pada !ue %H of 0an, ";%% A%>,">C AB$%&AK !elah dilaporkan seorang pasien, N . S, >; tahun, ang datang dengan keluhan mata kiri terasa n eri dan tidak dapat melihat. 8eluhan dirasakan se#ak %; 7S:9S, ang disertai dengan pusing, kelopak mata tidak dapat dibuka, serta terasa silau #ika melihat sinar. !erdapat ri2a at trauma mata atau atau infeksi sebelumn a, dimana pasien mengatakan kadangkala mata terasa gatal, seperti kelilipan. Dari pemeriksaan fisik status lokalis orbita sinistra didapatkan palpebra edema, n eri tekan (J), tekanan intra okuler meningkat (J"), kon#ungtiva kemosis dengan infiltrat (J), kornea edema dengan bulging, disertai infiltrat keruh, pada pupil tidak ada reflek caha a, tertutup infiltrat, demikian pula pada lensa tertutup infiltrat. *erdasarkan data ini, pasien didiagnosis menderita Endoftalmitis orbita sinistra. Endoftalmitis merupakan peradangan berat dalam bola mata ang biasa disebabkan oleh infeksi. (engobatan endoftalmitis tergantung pen ebabn a. Segera setelah diagnosis endoftalmitis ditegakkan, pengobatan dapat diberikan karena keterlambatan beberapa #am sa#a dapat membedakan hasil ang diinginkan. +ntibiotik diberikan setelah terlebih dahulu dilakukan kultur. Dapat diberikan antibiotik topikal, dan antibiotik sistemik #ika diperlukan. Dapat #uga diberikan kortikosteroid sebagai anti$inflamasi. (ada kasus tertentu dimana endoftalmitis ter#adi pasca operasi, dapat dilakukan pembedahan segera. Dalam kasus ini, pasien men#alani ra2at inap, serta diberikan pengobatan berupa in#eksi antibiotik 6efotaFime "F% gram, 1entam cine salep mata dioleskan sehari / kali, tetes mata 6endoF trol diteteskan sehari / kali, dan obat oral kombinasi DeFamethasone, !imolol maleate, dan +ntalgin ang diminum sehari . kali. KE'()&D$ Endoftalmitis, kornea edema KA$*$ N . S, >; tahun, datang ke 9S dengan keluhan mata kiri terasa n eri dan tidak dapat melihat. 8eluhan dirasakan se#ak %; 7S:9S, ang disertai dengan pusing, kelopak mata tidak dapat dibuka, serta terasa silau #ika melihat sinar. (asien belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumn a. !erdapat ri2a at trauma mata atau atau infeksi sebelumn a, dimana pasien mengatakan kadangkala mata terasa gatal, seperti kelilipan. Dari pemeriksaan fisik status lokalis orbita sinistra didapatkan palpebra edema, n eri tekan (J), tekanan intra okuler meningkat (J"), kon#ungtiva kemosis dengan infiltrat (J), kornea edema dengan bulging, disertai infiltrat keruh, pada pupil tidak ada reflek caha a, tertutup infiltrat, demikian pula pada lensa tertutup infiltrat. D+A,-)$+$ Endoftalmitis orbita sinistra

%E&AP+ (asien dian#urkan untuk ra2at inap, istirahat total, serta diberikan pengobatan berupa in#eksi antibiotic 6efotaFime "F% gram, 1entam cine salep mata dioleskan sehari / kali, tetes mata 6endoF trol diteteskan sehari / kali, dan obat racikan oral kombinasi DeFamethasone, !imolol maleate, dan +ntalgin ang diminum sehari . kali. D+$K*$+ Endoftalmitis merupakan peradangan berat dalam bola mata ang biasa disebabkan oleh infeksi. !erdapat " tipe endoftalmitis, endogen dan eksogen. Endoftalmitis endogen diakibatkan pen ebaran bakteri dari tempat lain di tubuh kita melalui aliran darah. Endoftalmitis eksogen dapat ter#adi akibat trauma tembus atau infeksi pada tindakan pembedahan ang membuka bola mata. Endoftalmitis endogen sangat #arang, han a "$%&' dari seluruh endoftalmitis. (en ebab ter#adin a endoftalmitis antara lain tindakan pembedahan, luka ang menembus mata, infeksi bakteri (pen ebab paling ban ak Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, dan spesies Streptococcus), dan infeksi jamur (pen ebab paling ban ak adalah Aspergilus, fitomikosis dan aktinomises). (eradangan ang disebabkan bakteri akan memberikan gambaran klinik rasa sakit ang sangat, kelopak merah dan bengkak, kelopak sukar dibuka, kon#ungtiva kemotik dan merah, kornea keruh, bilik mata depan keruh. Selain itu akan ter#adi penurunan ta#am penglihatan dan fotofobia. (engobatan endoftalmitis tergantung pen ebabn a. Segera setelah diagnosis endoftalmitis ditegakkan, pengobatan dapat diberikan karena keterlambatan beberapa #am sa#a dapat membedakan hasil ang diinginkan, sehingga dapat men ebabkan kebutaan maupun n eri ang berkepan#angan. +ntibiotik diberikan setelah terlebih dahulu dilakukan kultur. Dapat diberikan antibiotik topikal, dan antibiotik sistemik #ika diperlukan. Dalam hal ini diberikan 6efotaFime karena termasuk golongan sefalosporin berspektrum luas. Sementara kortikosteroid (dalam kasus ini DeFamethasone) diberikan sebagai anti$inflamasi, ang beker#a dengan menekan migrasi sel lekosit polimorfonuklear ((:N) dan mengurangi permeabilitas kapiler. (ada kasus tertentu dimana endoftalmitis ter#adi pasca operasi atau pada pseudofaki akut post$operatif, dapat dilakukan pembedahan segera. KE$+MP*.A(ada kasus dimana pasien didiagnosis dengan Endoftalmitis orbita sinistra diberikan terapi berupa in#eksi antibiotik 6efotaFime "F% gram, 1entam cine salep mata dioleskan sehari / kali, tetes mata 6endoF trol diteteskan sehari / kali, dan obat racikan oral kombinasi DeFamethasone, !imolol maleate, dan +ntalgin ang diminum sehari . kali. DAF%A& P*$%AKA 1raham, 9. ";;=. *acterial Endophtalmitis. Diakses dari, 222.emedicine.com 8anski, 0 et al. ";;B. 6linical 3pthalmolog , + S stematic +pproach >!h ed. Elsevier, 4S+

PE-*.+$ *aiI 9ohaslia 9, *agian Ilmu (en akit :ata, 9S4D Set#onegoro, Gonosobo, 0a2a !engah.

Definisi Endoftalmitis merupakan peradangan berat dalam bola mata ang biasa disebabkan oleh infeksi. !erdapat " tipe endoftalmitis, endogen dan eksogen. Endoftalmitis endogen diakibatkan pen ebaran bakteri dari tempat lain di tubuh kita melalui aliran darah. Endoftalmitis eksogen dapat ter#adi akibat trauma tembus atau infeksi pada tindakan pembedahan ang membuka bola mata. Endoftalmitis endogen sangat #arang, han a "$%&' dari seluruh endoftalmitis.

,!r/ Mata Endoftalmitis