Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang in vivo ( bahasa Latin untuk "dalam hidup") adalah eksperimen dengan menggunakan keseluruhan, hidup organisme sebagai lawan dari sebagian organisme atau mati, atau in vitro dalam lingkungan yang terkendali. Hewan pengujian dan uji klinis dua bentuk dalam penelitian in vivo. Dalam vivo pengujian sering mempekerjakan lebih in vitro karena lebih cocok untuk mengamati efek keseluruhan percobaan pada subjek hidup. Hal ini sering dijelaskan oleh pepatah di veritas vivo. Dalam biologi molekular in vivo sering digunakan untuk merujuk pada eksperimen dilakukan di sel isolasi hidup bukan di seluruh organisme, misalnya, berasal dari sel-sel kultur biopsi. Dalam situasi ini, istilah yang lebih spesifik adalah ex vivo . Setelah sel terganggu dan bagian individu yang diuji atau dianalisis, ini dikenal sebagai in vitro. dalam percobaan vivo dalam hidup; dalam studi in vitro dalam tabung reaksi. Sebuah prosedur dilakukan in vitro ( bahasa Latin : dalam kaca) dilakukan tidak dalam hidup organisme tetapi dalam lingkungan terkontrol, misalnya di dalam tabung reaksi atau cawan Petri . Banyak percobaan biologi seluler dilakukan di luar organisme atau sel ; karena kondisi pengujian mungkin tidak sesuai dengan kondisi di dalam organisme, ini dapat mengakibatkan hasil yang tidak sesuai dengan situasi yang muncul dalam organisme hidup. Akibatnya, hasil eksperimen tersebut sering dijelaskan dengan in vitro, bertentangan dengan in vivo. Jenis penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh dari variabel eksperimental pada subset dari bagian pokok suatu organisme. Hal ini cenderung untuk memfokuskan pada organ , jaringan , sel , komponen sel, protein , dan / atau biomolekul . Dalam penelitian in vitro yang lebih cocok dibandingkan in vivo penelitian untuk menyimpulkan mekanisme biologis tindakan. Dengan variabel yang lebih sedikit dan perseptual diperkuat menyebabkan reaksi halus, hasil yang umumnya lebih jelas. Penerapan besar murah in vitro biologi molekular teknik telah menyebabkan pergeseran dari in vivo penelitian yang lebih istimewa dan mahal dibandingkan dengan mitra molekulnya. Saat ini, dalam penelitian in vitro adalah vital dan sangat produktif. Namun, kondisi yang terkendali hadir dalam sistem in vitro berbeda secara signifikan dari yang in vivo, dan dapat memberikan hasil yang menyesatkan. Oleh karena itu, dalam studi in vitro biasanya diikuti oleh studi vivo.

B. Tujuan Mengetahui prinsip dasar dari pengobatan penyakit pada ikan dengan melakukan metode in vitro maupun dengan metode in vivo

BAB II METODOLOGI A. Waktu dan Tempat Hari/ tanggal Waktu Tempat B. Alat dan Bahan Malachite green 10 ppm Kalium permanganate 20 ppm Methylene blue 2 ml Tetracycline 0,1 % Eritromisin 0,05 % Toples Aerator Timbangan analitik Media PDA & TSA Bunsen Air ikan Pengaduk Incubator pipet : : : Selasa, 15 Mei 2012 11.00 - selesai Lab. Kesehatan ikan

C. Prosedur kerja 1. Siapkan alat dan bahan 2. Timbang malachite green, Kalium permanganate,tetracycline, eritromisin sesuai dosis khusus methylene blue tak perlu ditimbang tetepi dipipet 3. Masukkan air ke dalam toples 4. Di aerasi 5. Ambil sedikit air sebagai sampel A 6. Masukkan ikan 7. Masukkan bahan kimia yang digunakan 8. Diamkan selama 30 menit sambil mengamati tingkah laku ikan 9. Ambil sedikit air yang telah diberikan bahan kimia sebagai sampel B 10. Kultur bakteri pada media TSA dan PCA, sebelum mengobati dan setelah mengobati dengan metode perendaman 11. Inkubasi selam 24 jam 12. Amati pertumbuhan bakterinya.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

NO BAHAN KIMIA 1 Malachite green 10 ppm 2 Kalium permanganate 20 ppm Methylene blue 10 ppm Tetracycline 0,1 % Eritromisin 0,05 %

HASIL Sangat efektif (jamur) Sangat efektif (bakteri) Tidak efektif (bakteri) Efektif (bakteri) Efektif (bakteri)

3 4 5.

Tingkah laku normal tenang menyebar Tenang 0verculum cepat Berada di dasar Normal Aktif tenang Normal Aktif bergerak

B. Pembahasan Pada praktikum yang dilakukan dapat diketahui bahwa malachite green efektif untuk menghambat pertumbuhan jamur karena Malachite Green merupakan pewarna triphenylmethane dari group rasamilin. Bahan ini merupakan bahan yang kerap digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan parasit dari golongan protozoa, seperti: ichtyobodo, flukes insang, trichodina, dan white spot, serta sebagai fungisida. Untuk kalium permanganate sangat efektif untuk menghambat bakteri dengan dosis 20 ppm karena kalium permanganate merupakan oksidator untuk mengobati penyakit ikan akibat ektoparasit dan infeksi bakteri, Bahan ini diketahui efektif mencegah flukes, tricodina, ulcer, dan infeksi jamur. Meskipun Demikian penggunaanya perlu dilakukan dengan hati-hati karena tingkat keracunannya hanya sedikit lebih tinggi saja dari tingkat terapinya. Oleh karena itu harus dilakukan dengan dosis yang tepat. Dilaporkan bahwa kalium permanganat merupakan bahan aktif beracun yang mampu membunuh berbagai parasit dengan merusak dinding-dinding sel mereka melalui proses oksidasi. Beberapa literatur menunjukkan bahwa mangan oksidamembentuk kompleks protein pada permukaan epithelium, sehingga menyebabkan warna coklat pada ikan dan sirip, juga membentuk kompleks protein pada struktur pernapasan parasit ikan yang akhirnya menyebabkan mereka mati. Sedangkan untuk methylen blue tidak efektif untuk mengmbat pertumbuhan bakteri karena Metil biru diketahui lebih efektif untuk

pengobatan ichthyopthirius (white spot) dan jamur. Selain itu, juga sering digunakan untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan.

Sedangkan untuk antibiotic digunakan eritromisin dan tetracycline, dari hasil praktikum Sedangkan untuk antibiotik yang digunakan menggunakan antibiotik eritromisin dan tetracycline dari hasil prktikum dapat diketahui bahwa kedua antibiotic tersebut efektif untuk menghambat bakteri dengan dosis yang ditentukan karena antibiotic mengandung bakteri pengurai yang mampu merubah zat anorganik menjadi organic, namun perlu dperhatikan antibiotic dapat meninggalkan residu sehingga dapat menimbulkan efek samping bagi irganisme yang dibudidyakan sehingga penggunaannya harus dalam dosis yang tepat.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Dari hasil praktikum dapat disimpulkan : 1. Metode pengobatan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan metode invivo dan invitro 2. Antibiotic dan kalium permanganate sangat efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri sesuai dengan dosis yang ditentukan.

DAFTAR PUSTAKA www.0.fish/malachite_green.php.htm\ www.perbedaan-in-vivo-in-vitro-dan-ex-vivo.html www.o.fish/pk.php.htm

LAPORAN PRAKTIKUM
MANAJEMEN KESEHATAN PEMBENIHAN IKAN

MODUL DOSEN TEKNISI

: Metode pengobatan invivo & invitro : Suryati.,S.Pi.,M.P : Senniati., S.Pi., M.PI

OLEH KELOMPOK 2 NURFITRI RAHIM NURDIN R NURDIN NURAKBAR SYAHRUL

BUDIDAYA PERIKANAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP 2012