Anda di halaman 1dari 17

TUGAS INDIVIDU

PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN


MAKALAH

Disusun oleh : Wahyu Nugroho A-IV-XVI-0015 Dosen Pengampu Dr Sri Marmoah! M P" P#$G#AM STUDI AKTA IV UNIVE#SITA BATANGHA#I

%&'( BAB I PENDAHULUAN '' La)ar Bela*ang Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2011) !enurut "yah (2010), pendidikan diartikan sebagai sebuah proses dengan metode#metode tertentu sehingga orang memeroleh pengetahuan, pemahaman, dan $ara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan "elanjutnya dijelaskan oleh %irtarahardja, (200&) bahwa Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena sasarannya adalah peningkatan "umber 'aya !anusia ("'!) (leh sebab itu, pendidikan juga merupakan alur tengah pembangunan dari seluruh sektor pembangunan )amun demikian kebanyakan masyarakat mempersepsikan pembangunan bersi*at menjurus atau berbentuk material atau bersi*at *isik semata, seperti gedung, jembatan, rumah, pabrik, dan sebagainya Padahal menurut %irtarahardja, (200&) sukses tidaknya pembangunan *isik itu justru sangat ditentukan oleh keberhasilan di dalam pembangunan rohaniah+spiritual, yang se$ara bulat diartikan pembangunan manusia, dan yang terakhir ini menjadi tugas utama pendidikan ,al ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional -ndang#-ndang .epublik Indonesia nomor 20 tahun 200/ tentang "istem Pendidikan )asional, Bab II Pasal / yang diharapkan mampu mewujudkan $ita#$ita bangsa dan tujuan pendidikan nasional, yang ber*ungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka menyerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada %uhan 0ang !aha 1sa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, $akap kreati*, mandiri, dan menjadi warga

negara

yang

demokratis

serta

bertanggung

jawab

(www in*okursus net+download+--2202200/ pd*, 2011) Persepsi yang keliru tentang pembangunan tersebut dapat berdampak negati*, bahkan dapat menghambat pembangunan sistem pendidikan yang telah tertera di tujuan pendidikan nasional yang ter$antum dalam -ndang# -ndang .epublik Indonesia nomor 20 tahun 200/ tentang "istem Pendidikan )asional, Bab II Pasal / '% #umusan Masalah .umusan permasalahan dalam makalah ini penulis rumuskan dalam bentuk pertanyaan, antara lain 3 1 2 / '+ 4pa esensi pendidikan dan pembangunan serta titi temunya 4pa sumbangan pendidikan pada pembangunan "eperti apa sistem pendidikan nasional

Tu,uan 4dapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk

membantu pemba$a dalam memahami permasalahan tentang 3 1 2 / '( 4pa esensi pendidikan dan pembangunan serta titik temunya 4pa sumbangan pendidikan pada pembangunan "eperti apa pembangunan sistem pendidikan

Man-aa) Penulis mengharapkan dengan adanya makalah yang membahas

tentang Pendidikan dan Pembangunan ini dapat mengurangi kesalahan persepsi dan ketidak tahuan tentang esensi dari pendidikan dan pembangunan serta titik temunya, apa sumbangan pendidikan pada pembangunan dan seperti apa pembangunan sistem pendidikan

BAB II PEMBAHASAN % ' Esensi Pen"i"i*an "an Pem.angunan Ser)a Ti)i* Temun/a !enurut paham umum kata 5pembangunan6 la7imnya diasosiasikan dengan pembangunan ekonomi dan industri yang selanjutnya diasosiasikan dengan dibangunnya pabrik#pabrik, jalan, jembatan sampai kepada pelabuhan, alat#alat transportasi, komunikasi, dan sejenisnya 8ambaran tersebut menunjukkan bahwa membangun dalam arti yang terbatas pada bidang ekonomi dan industri saja belumlah menggambarkan esensi yang sebenarnya dari pembangunan, jika kegiatan#kegiatan tersebut belum dapat mengatasi masalah yang hakiki yaitu terpenuhinya hajat hidup dari rakyak material dan spiritual Pembangunan ekonomi dan industri mungkin dapat memenuhi aspek tertentu dari kebutuhan seperti 3 Kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan, tetapi mungkin tidak untuk kebutuhan spiritual yang lain (%irtarahardja, 200&) Pembangunan suatu bangsa tak dapat dilepaskan dari pendidikan Proses pembangunan mau tidak mau harus menjadikan pendidikan sebagai 9ariabel utama, disamping menjadi bagian tak terpisahkan dari program pembangunan itu sendiri, juga pendidikan manjadi bagian penting dalam menyiapkan "'! yang berperan dalam prosesnya "elanjutnya dalam sejarah pembangunan negara#negara maju nampak bahwa elemen pendidikan menjadi elemen dasar dari pen$apaian kemajuan mereka Pendidikan memiliki peran penting dalam proses pembangunan, betapa tidak, laju perubahan sebagai akibat dari perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi kemudian harus disejajarkan dengan penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas 'alam pada itu pendidikan kemudian menjadi pioner utama dalam rangka penyiapan sumber daya manusia Pendidikan merupakan salah satu aspek pembangunan yang sekaligus merupakan syarat

mutlak untuk mewujudkan pembangunaan nasional 'an salah satu aspek terpenting dalam menyiapkan dan merekayasa dalam www elearningpendidikan $om) "eperti yang dinyatakan dalam 8B,), hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa yang menjadi tujuan akhir pembangunan adalah manusianya, yaitu dapatnya dipenuhi hajat hidup, jasmaniah dan rohaniah, sebagai makhluk indi9idu, makhluk sosial, dan makhluk religius, agar dengan demikian dapat meningkatkan martabatnya selaku makhluk (%irtarahardja, 200&) 'ari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa esensi dari pembangunan bertumpu dan berpangkal pada manusianya, bukan pada lingkungannya Pembangunan haruslah berorientasi pada pemenuhan hajat hidup manusia sesuai dengan kodratnya sebagai manusia, karena hal ini dapat meningkatkan martabatnya sebagai manusia %egasnya bahwa pembangunan apapun jika berakibat mengurangi nilai manusiawi berarti keluar dari esensinya (%irtarahardja, 200&) "elanjutnya jika pembangunan bertolak dari si*at hakikat manusia, berorientasi kepada pemenuhan hajat hidup manusia sesuai dengan kodratinya sebagai manusia maka dalam ruang gerak pembangunan, manusia dapat dipandang sebagai 5objek6 dan sekaligus juga sebagai 5subjek6 pembangunan "ebagai 5objek6 pembangunan manusia dipandang sebagai sasaran yang dibangun 'alam hal ini pembangunan meliputi ikhtisar ke dalam diri manusia, berupa pembinaan pertumbuhan jasmani, dan perkembangan rohani yang meliputi kemampuan penalaran, sikap diri, sikap sosial, dan sikap terhadap lingkungannya, tekad hidup yang positi* serta keterampilan kerja ,al ini didukung oleh pernyataan )uh dalam rapat kerja !enteri Pendidikan )asional dengan Komisi ; 'P., Kamis (:+<+2011), di 8edung 'P., =akarta (www edukasi kompas $om, 201/), bahwa pembangunan pendidikan diarahkan untuk menghasilkan insan Indonesia yang $erdas dan arah perkembangan masyarakat dalam pembangunan nasional adalah Pendidikan (%ilaar 1::2,

kompetiti* melalui peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas dan rele9ansi, kesetaraan dan kepastian memperoleh pendidikan !anusia dipandang sebagai 5subjek6 pembangunan karena ia dengan segenap kemampuannya menggarap lingkungannya se$ara dinamis dan kreati*, baik terhadap sarana lingkungan alam maupun lingkungan sosial+ spiritual -raian di atas menunjukkan 5status6 pendidikan dan pembangunan masing#masing dalam esensi pembangunan serta antar keduanya 1 2 Pendidikan merupakan usaha dalam diri manusia sedangkan pembangunan merupakan usaha ke luar dari diri manusia Pendidikan menghasilkan sumber daya tenaga yang menunjang pembangunan dan hasil pembangunan dapat menunjang pendidikan (pembinaan, penyediaan sarana, dan seterusnya) (pre7i $om, 201/) ,al ini didukung dengan hasil penelitian di negara maju umumnya menunjukkan adanya korelasi positi* antara tingkat pendidikan yang dialami seseorang dengan tingkat kondisi ekonominya "emakin tinggi tingkat pendidikan yang dialami seseorang, semakin baik kondisi sosial ekonominya (%irtarahardja, 200&) 'ari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil pendidikan dapat menunjang kemajuan perkembangan, dan sebaliknya hasil pembangunan merupakan bukti dari usaha pendidikan % % Sum.angan Pen"i"i*an Pa"a Pem.angunan =ika ditilik se$ara seksama tidaklah dapat dipungkiri bahwa andil yang diberikan pendidikan pada pembangunan sungguh#sungguh sangat besar =ika pembangunan dipandang sebagai sistem makro maka pendidikan merupakan sebuah komponen atau bagian dari pembangunan (%irtarahardja, 200&) =ohn > Bo$k, dalam 1du$ation and 'e9elopment3 4 >on*li$t !eaning (dalam edukasi kompasiana $om, 201/) mengindenti*ikasi peran pendidikan tersebut sebagai 3 a) masyarakat ideologi dan nilai#nilai sosio# kultural bangsa, b) mempersiapkan tenaga kerja untuk memerangi

kemiskinan, kebodohan, dan pedorong perubahan sosial , dan $) untuk meratakan kesepakatan dan pendapatan Peran yang pertama merupakan ?ungsi politik pendidikan dan dua peran yang lain merupakan *ungsi ekonomi Berkaitan dengan peranan pendidikan dalam pembangunan nasional mun$ul dua paradigma yang menjadi kiblat bagi pengambil kebijakan dalam pengembangan kebijakan pendidikan3 Paradigma ?ungsional dan paradigma "osialisasi Paradigma ?ungsional melihat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan dikarenakan negara tidak mempunyai $ukup penduduk yang memiliki pengetahuan, kemampuan dan sikap modern !enurut pengalaman masyarakat di Barat, lembaga pendidikan *ormal sistem persekolahan merupakan lembaga utama mengembangkan pengetahuan malatih, kemampuan dan keahlian serta menanamkan sikap modern para indi9idu yang diperlukan dalam proses pembangunan Bukti#bukti menunjukan adanya kaitan yang erat antara pendidikan *ormal seseorang dan partisipasinya dalam pembangunan "ejalan dengan paradigma ?ungsional, paradigma sosialisasi melihat peranan pendidikan dalam pembangunan adalah3 a) mengembangkan kompetensi indi9idu, b) kompetensi yang lebih tinggi tersebut diperlukan untuk meningkatkan produkti9itas, dan $) se$ara umum, meningkatkan kemampuan warga masyarakat dan semakin banyaknya warga masyarakat yang memiliki kemampuan akan meningkakan kehidupan masyarakat se$ara keseluruhan (leh karena itu, berdasarkan paradigma sosialisasi ini, pendidikan harus di perluas se$ara besar#besaran dan menyeluruh, kalau suatu bangsa menginginkan kemajuan (edukasi kompasiana $om, 201/) "elanjutnya segi, antara lain 3 ' Segi Sasaran Pen"i"i*an Pendidikan adalah usaha sadar yang ditujukan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang berkepribadian kuat dan utuh serta %irtarahardja, (200&) juga menjelaskan bahwa sumbangan pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat pada beberapa

bermoral tinggi

=adi tujuan $itra manusia pendidikan adalah

terwujudnya $itra manusia yang dapat menjadi sumber daya pembangunan yang manusiawi Pro* 'r "lamet Iman "antoso (dalam %irtarahardja, 200&) menyatakan bahwa tujuan pendidikan manghasilkan manusia yang baik !anusia yang baik dimanapun ia berada akan memperbaiki lingkungan % Segi Ling*ungan Pen"i"i*an Ling*ungan Keluarga 'idalam keluargalah anak pertama menerima pendidikan dan pendidikan yang diperoleh dalam keluarga ini merupakan pendidikan utama atau terpenting terhadap perkembangan pribadi anak 4lam keluarga adalah pusat pendidikan yang pertama sejak timbulnya adat kemanusiaan hingga sekarang, hidup keluarga itu selalu mempengaruhi bertumbuhnya budi pekerti dari tiap#tiap manusia ('ewantara dalam "uwarno, 1:@2) 'idalam lingkungan keluarga anak dilatih berbagai kebiasaan yang baik tentang hal#hal yang berhubungan dengan ke$ekatan, kesopanan, dan moral =uga ditanamkan keyakinan# keyakinan yang penting utamanya yang bersi*at religius Kebiasaan baik dan keyakinan#keyakinan penting yang mendarah daging merupakan landasan yang sangat diperlukan untuk pembangunan Ling*ungan Se*olah Aingkungan sekolah (pendidikan *ormal), peserta didik dibimbing untuk memperluas bakat yang telah diperolah dari lingkungan kerja keluarganya berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap Bekal dimaksud baik bekal dasar, lanjutan (dari "' dan sekolah lanjutan) ataupun bekal kerja yang langsung dapat digunakan se$ara aplikati* ("!K dan perguruan tinggi) Kedua ma$am bekal tersebut dipersiapkan se$ara *ormal dan berguna sebagai sarana penunjang pembangunan di berbagai bidang

Ling*ungan Mas/ara*a) 'i lingkungan masyarakat (pendidikan non#*ormal), peserta didik memperoleh bekal praktis untuk berbagai jenis pekerjaan, khususnya mereka yang tidak sempat melanjutkan proses belajarnya melalui jalur *ormal Pada masyarakat kita (sebagai masyarakat yang sedang berkembanga), sistem pendidikan non *ormal mengalami perkembangan yang sangat pesat ,al ini bertalian erat dengan berkembangnya sektor swasta yang menunjang pembangunan + Segi 0en,ang Pen"i"i*an =enjang pendidikan dasar, pendidikan menengah ("!), dan pendidikan tinggi (P%) memberikan bekal kepada peserta didik se$ara bersinambungan Pendidikan dasar merupakan basic education yang memberikan bekal dasar bagi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi 4rtinya pendidikan tinggi berkualitas, jika pendidikan ( tengahnya kualitas, dan pendidikan menengah berkualitas jika pendidikan dasarnya berkualitas Segi Pem.i"angan Ker,a a)au Se*)or Kehi"upan Pembidangan kerja menurut sektor kehidupan meliputi 3 bidang ekonomi, komunikasi, hukum, sosial, politik, keuangan, perhubungan dan komunikasi, pertanian, pertambangan, pertahanan, dan lain#lain diartikan Pembangunan sektor kehidupan tersebut dapat akti9itas, pembinaan, pengembangan, dan sebagai

pengisian, bidang#bidang kerjatersebut agar dapat memenuhi hajat hidup warga negara sebagai suatu bangsa sehingga tetap jaya dalam ken$ah kehidupan antara bangsa#bangsa di dunia Pembinaan dan pengembangan bidang#bidang tersebut hanya mungkin dikerjakan jika diisi oleh orang#orang yang memiliki kemampuan seperti yang

dibutuhkan

(rang#orang

dimaksudkan

hanya

tersedia

jika

pendidikan berbuat untuk itu 'ari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sumbangan pendidikan pada pembangunan dapat dilihat dari segi sasaran pendidikan, segi lingkungan pendidikan, segi jenjang pendidikan, dan segi pembidangan kerja atau sektor kehidupan "elain itu sumbangan pendidikan pada pembangunan juga lebih jelas diuraikan sebagai berikut3 a Pada langkah pertama, pendidikan menyiapkan manusia sebagai sumber daya pembangunan Kemudian manusia selaku sumber daya pembangunan membangun lingkungannya b Pada instansi terakhir, manusialah yang menjadi kun$i pembangunan $ Kesuksesan pembangunan sangat tergantung kepada manusiannya Pendidik memegang peranan penting kerena merekalah yang men$iptakan manusia pen$ipta pembangunan % + Pem.angunan Sis)em Pen"i"i*an Nasional Peranan pendidikan sangat berpengaruh dalam pembangunan suatu )egara karena )egara yang maju sudah pasti memiliki mutu pendidikan yang sangat baik di negaranya terhadap )egara ' Mengapa Sis)em Pen"i"i*an Harus Di.angun 4dalah logis jika sistem pendidikan yang merupakan sarana bagi manusia untuk mengantarkan dirinya menuju kepada kesempurnaan itu juga perlu disempurnakan "istem pendidikan sebagai sarana yang menghantar manusia untuk menemukan jawaban atas teka#teki mengenai dirinya, juga selalu disempurnakan "elanjutnya persoalan pendidikan juga dapat dilihat sebagai persoalan nasional karena pendidikan berhubungan dengan masa depan bangsa (%irtarahardja, 200&) -ntuk dapat menyongsong suasana hidup yang diperlukan itu karena jika )egara mempunyai generasi penerus yang $erdas pasti para penerus akan memperbaiki pembangunan

10

sistem pendidikan harus berubah =ika tidak, maka pendidikan sebagai an agent of social change (agen perubahan sosial) tidak ber*ungsi sebagaimana mestinya "trukturnya, pengelolaanya, tenaga kependidikannya mau tidak mau harus disesuaikan dengan tuntutan baru tersebut % 1u,u" Pem.angunan Sis)em Pen"i"i*an "e$ara makro, sistem pendidikan meliputi banyak aspek yang satu sama lain bertalian erat, yaitu B aspek *iloso*is dan keilmuan, aspek yuridis atau perundang#undangan, kurikulum yang meliputi materi, metodologi, pendekatan, orientasi (%irtarahardja, 200&) a Hu.ungan An)ar Aspe*2aspe* 4spek *iloso*is, keilmuan, dan yuridis menjadi landasan bagi butir#butir yang lain, karena memberikan arah serta mewadahi butir#butir yang lain 4rtinya, struktur pendidikan, kurikulum, dan lain#lain yang lain itu harus menga$u kepada aspek *iloso*is, aspek keilmuan, dan aspek yuridis 4spek *iloso*is keilmuan dan yuridis menjadi landasan bagi aspek#aspek yang lain, karena memberikan arah pada aspek#aspek lainnya !eskipun aspek *iloso*is menjadi landasan, tetapi tidak harus diartikan bahwa setiap terjadi perubahan *iloso*is dan yuridis harus diikuti dengan perubahan aspek#aspek yang lain se$ara total . Aspe* 3iloso-is "an Keilmuan 4spek *iloso*is berupa penggarapan tujuan nasioanal pendidikan .umusan tujuan pendidikan nasional yang tentunya memberikan peluang bagi pengembanga hakikat manusia yang kodrati yang berartipula bersi*at wajar Bagi kita pengembangan si*at kodrati manusia itu pararel dengan jiwa Pan$asila Pendidikan yang sehat harus merupakan titik temu antara 5teori6 dengan 5praktek6, demikian kata = , 8unning, 5%heorie 7onder praktijk is 9oor genieen, praktijk 7onder theorie is 9oor gekken en s$hurken6 %eori tanpa praktek hanya $o$ok bagi orang#orang

11

pintar, sedangkan praktek tanpa teori hanya terdapat para orang gila (! = Aange9eld, dalam %irtarahardja, 200&) 4 Aspe* 5uri"is Kemajuan 7aman menimbulkan kebutuhan#kebutuhan baru, khususnya kebutuhan akan penyempurnaan sistem pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan#kebutuhan baru tersebut =elasnya sistem pendidikan perlu disempurnakan, dan tugas ini hanya dapat dilakukan dengan mendasarkan diri pada -ndang#-ndang Pendidikan (%irtarahardja, 200&) --' 1:C& sebagai landasan hukum pendidikan si*atnya relati* tetap Beberapa pasal yang melandasi pendidikan si*atnya eksplisit (pasal /1 ayat (1) dan (2)B pasal (/2)) maupun yang implisit (pasal 2@ ayat (1) dan (2)B pasal (/C)) Pasal#pasal tersebut si*atnya masih sangat global dijabarkan lebih rin$i kedalam bentuk -pendidikan Berdasarkan -- pendidikan inilah sistem pendidikan disusun dan dilaksanakan -ndang#undang Pendidikan )o C %ahun 1:&0 kemudian dikukuhkan kembali sebagai -- Pendidikan )o 12 %ahun1:&C )amun dirasa masih kurang sesuai bila digunakan sebagai dasar penyelenggaraan pndidikan "etelah berlangsung selama /& tahun, diterbitkan -ndang#-ndang .I )o 2 %ahun 1:D: tentang "istem Pendidikan )asional yang telah disempurnakan Isi -- .I )o 2 %ahun 1:D: tentang "istem Pendidikan )asional ("P)) lebih komprehensi*, dalam arti bahwa -- )o 2 %ahun 1:D: ini men$akup semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan Konsep komprehensi* ini sejalan dengan esensi pendidikan yang pada hakikatnya berupa proses bersinambungan yang dimulai dari masa balita sampai masa manula dan yang berlangsung di mana saja dan kapan saja

12

"i*at -- .I )o 2 %ahun 1:D: lebih *leksibel dp -- )o C+1:&0 dan -- )o 22+<1 ?leksibilitas ini terlihat dalam hal#hal seperti 3 o !asih memberi peluang untuk dilengkapi dengan peraturan#peraturan pemerintah dan keputusan menteri "trategi demikian memungkinkan undang#undang yang si*atnya normati* itu ddalam realisasinya terkait dengan kondisi sosial budaya masyarakat yang heterogen dalam bentangan geogra*is yang luas dan ber9ariasi o 4danya badan pertimbangan pendidikan nasional (Bab ;IE, Pasal CD), yang bertugas memberikan masukan dan saran#saran menteri o 4danya tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga dalam menyelenggarakan pendidikan sehingga pendidikan dapat mengarah kepada keserasian pemenuhan tujuan negara di satu pihak dan kepentingan rakyat banyak di pihak yang lain pada masa mendatang -ndang#-ndang .I )o 2 %ahun 1:D: tidak hanya bersi*at mengatur (seperti -- Pendidikan yang lalu), tetapi juga memiliki kekuatan hukum yang bersi*at memaksa (Bab ;EII Ketentuan Pidana, Pasal && dan &< mengenai pelanggaran terhadap penggunaan gelar dan atau sebutan lulusan perguruan tinggi) -- )o 2 %ahun 1:D: lebih memperhatikan prospek masa depan, bersikap terbuka dalam mengantisipasi perkembangan masa depan " Aspe* S)ru*)ur kepada pemerintah+menteri pendidikan, dalam menyusun peraturan pemerintah dan keputusan

13

4spek struktur pembangunan sistem pendidikan berperan pada upaya pembenahan struktur pembangunan pendidikan yang men$akup jenjang dan jenis pendidikan, lama waktu belajar dari jenjang yang satu ke jenjang yang lai, sebagai akibat dari perkembangan sosial budaya dan politik perkembangan a pola struktur tidak dapat perkembangan sosial budaya dan politik Aspe* Kuri*ulum Kurikulum merupakan sarana untuk men$apai tujuan kurikuler berubah, maka kurikulum berubah pula maupun metodenya Kurikulum dalam sistem %ujuan Perubahan pendidikan 'alam prakteknya, dipisahkan dari

tersebut dapat berupa materinya, orientasinya, pendekatannya persekoloahan di negara kita telah mengalami penyempurnaan# penyempurnaan dalam perjalanannya 'ari pernyataan tersebut, terlihat bahwa betapa perlunya sistem pendidikan itu selalu disempurnakan, khususnya dari segi kurikulumnya (%irtarahardja, 200&) 'ari uraian tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa sistempendidikan memiliki aspek#aspek yang saling berhubungan dan berkaitan, aspek#aspek tersebut antara lain B aspek *iloso*i dan keilmuan, aspek yuridis atau perundang#undangan, struktur, dan kurikulum yang didalamnya meliputi materi, metodologi, pendekatan, orientasi

14

BAB III PENUTUP + ' Kesimpulan 'ari pembahasan yang telah di jabarkan di B4B II P1!B4,4"4) maka dapat disambil kesimpulan bahawa 3 1 1sensi dari pembangunan Pendidikan pada usaha bertumpu sangat dan berpangkal kaitannya besar pada dengan manusianya pendidikan merupakan erat sangatlah

pembangunan, kita tidak bisa memungkiri bahwa sumbangan pembangunan menuju Pendidikan dan perubahan pembangunan

pembangunan itu sendiri adalah wujud usaha dari pendidikan yang telah dilaksanakan 2 "umbangan pendidikan pada pembangunan terlihat dari 3 a "egi sasaran pendidikan, yaitu menghasilkan manusia yang baik, artinya dimanapun berada manusia tersebut mampu memperbaiki lingkungannya b $ "egi lingkungan pendidikan, yang terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat "egi jenjang pendidikan, yaitu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi akan memberikan bekal kepada peserta didik se$ara berkesinambungan, artinya pendidikan tinggi berkualitas, jika pendidikan tengahnya kualitas, d dan pendidikan menengah berkualitas jika pendidikan dasarnya berkualitas "egi pembidangan kerja atau sektor kehidupan, artinya pembinaan dan pengembangan pada bidang kerja dan

15

kehidupan akan maksimal bila dilakukan di dalam dunia pendidikan / Pembangunan sistem pendidikan nasional, merupakan suatu usaha teren$ana yang dilakukan untuk dapat menyempurnakan sistem pendidikan sebelumnya, yang meliputi aspek#aspeknya antara lain 3 a b $ d 4pek *iloso*i dan keilmuan 4spek yuridis dan perundang#undangan "truktur Kurikulum yang meliputi materi, metodologi, pendekatan, orientasi 4tinya dari aspek#aspek tersebut selalu dilakukan perubahan# perubahan demi menyempurnakan sistem pendidikan yang telah ada selama ini

16

DA3TA# PUSTAKA >orporation, ? (2011) Kamus besar bahasa Indonesia (last updated 3 4gustus 2011) http: fcorpsoft!t"! 'iakses 12 4gustus 2012 http: edu"asi!"o#pas!co# read $011 0% 0& 1$50'()) 5!*rogra#!*rioritas !*e#bangunan!*endidi"an! Pembangunan dan Pendidikan 'iakses 2C =anuari 201C http: edu"asi!"o#pasiana!co# $01' 0+ 1) peran-pendidi"an-dala#pe#bangunan-5+%+((!ht#l! Peran pendidikan dalam pembangunan 'iakses 2C =anuari 201C http3++,,,!info"ursus!net do,nload --.$0.$00'!pdf! -ndang#undang republik Indonesia )o 20 %ahun 200/ tentang sistem pendidikan nasional! 'iakses 1/ =anuari 2012 "uwarno, (1::2) *engantar -#u# *endidi"an! "urabaya3 IKIP "yah, ! (2010) *si"ologi pendidi"an! Bandung3 .emaja (**set .osdakarya

%irtarahardja, - F " A Aa "ulo (200&) *engantar *endidi"an =akarta3 .ineka >ipta

17