Anda di halaman 1dari 29

I. PENDAHULUAN Serangga merupakan golongan hewan yang dominan di muka bumi.

Dalam jumlah, mereka melebihi semua hewan melata daratan lainnya dan praktis mereka terdapat dimana-mana. Banyak sekali serangga yang bermanfaat bagi manusia , tanpa mereka manusia tidak akan berada dalam bentuk sekarang ini. Bermanfaat mulai dari proses penyerbukan, sebagai makanan, hingga sebagai bahan dalam bidang penelitian dan kedokteran. Dan yang sangat pentingnya adalah serangga sebagai pemakan bahan organik yang membusuk, sehingga membantu merubah tumbuhan dan hewan yang mati menjadi zat-zat yang lebih sederhana dan dikembalikan ke tanah. Sebaliknya, banyak serangga adalah berbahaya atau sebagai perusak. Mereka menyerang berbagai tumbuh-tumbuhan yang sedang tumbuh, termasuk tanaman yang bernilai bagi manusia dan makan tumbuh-tumbuhan tersebut. Serangga menyerang harta benda manusia, termasuk rumah-rumah, pakaian, persediaan makanan, menghancurkan, merusak dan mencemarinya. Mereka menyerang manusia dan hewan, banyak serangga adalah agen-agen dalam penularan berbagai penyakit. Berdasarkan dua kepentingan yang saling bertolak belakang tersebut di atas maka sudah menjadi kewajiban kita untuk memikirkan bagaimana mengendalikan mahluk yang bernama serangga ini agar fungsinya tetap dapat dirasakan sedangkan kerugian karena kehadiran mereka dapat dihindarkan. leh karena itu ilmu mengenai serangga khususnya fisiologi serangga dapat digunakan sebagai dasar pengetahuan bagaimana serangga dapat dikendalikan. !husus untuk itu dalam tulisan ini disajikan bagian dari fisiologi serangga yaitu sistem pencernaan serangga.

"

II. SISTEM PENCERNAAN a) Saluran Pencernaan Serangga makan hampir segala zat organik yang terdapat di dalam, dan sistem-sistem pencernaan mereka menunjukkan #ariasi yang besar. Saluran pencernaan adalah suatu buluh, biasanya berkelok, yang memanjang dari mulut sampai anus. Sistem percernaan ini sangat beragam tergantung macam-macam makanan yang dimakan. !ebiasaan-kebiasaan makan bahkan mungkin sangat beragam pada satu jenis tunggal. $ar#a dan serangga dewasa biasanya mempunyai kebiasaan makan yang sama sekali berbeda dan hal ini tentu akan menyebabkan perbedaan dalam sistemsistem pencernaan. b) Stuktur Umum Saluran pencernaan pada serangga dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu% saluran pencernaan depan &Stomodeum', saluran pencernaan tengah &Mesenteron', saluran pencernaan belakang &(roktodeum'. Saluran-saluran pencernaan tersebut berasal dari turunan yang berbeda, saluran pencernaan depan dan belakang berasal dari jaringan ektodermal dan saluran pencernaan tengah berasal dari jaringan endodermal. Bentuk saluran pencernaan ini dipengaruhi oleh cara makan dan makanan serangga, sehingga hal ini akan menyebabkan adanya perbedaanperbedaan serangga. (ada banyak serangga bagian-bagian utama ini terbagi menjadi bagian lain dengan berbagai fungsi yaitu faring, esofagus, crop dan pro#entrikulus pada saluran pencernaan bagian depan, #entrikulus pada bagian pencernaan tengah, dan pirolus, illeum serta rektum pada pencernaan bagian belakang. Beberapa sistem yang mendukung fungsi sistem pencernaan adalah sistem syaraf pusat, sistem syaraf stomatogastik, sistem endokrin dan sistem pernapasan. Serangga dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yaitu% )itophagus, yaitu serangga pemakan tumbuhan, segala sesuatu yang berasal atau dihasilkan oleh tumbuhan. * &penyesuaian-penyesuaian' diantara bentuk pencernaan

+oophagus, yaitu serangga pemakan hewan lain baik #ertebrata maupun in#ertebrata. Serangga yang bersifat predator dan parasit termasuk ke dalam kelompok ini. Saprophagus, yaitu serangga pemakan materi organik atau organisme lain yang telah mati. hewan maupun tumbuhan. c) Saluran Pencernaan Depan (encernaan depan berasal dari jaringan ektodermal maka saluran pencernaan bagian depan dilapisi kutikula yang disebut intima, yang dilepaskan setiap pergantian kulit. Saluran pencernaan depan lebih berfungsi sebagai penyimpan makanan dan sedikit melakukan pencernaan. (encernaan pada tempat ini disebabkan masih adanya enzim-enzim yang terbawa dari mulut. Saluran pencernaan depan tersusun dari otot-otot yang memanjang &longitudinal', otot-otot melingkar &circular', sel-sel ephitelium yang pipih, sel-sel yang bersifat impermeable. ,kibat pergerakan otot-otot melingkar dan longitudinal menyebabkan makanan dapat bergerak ke saluran tengah. Saluran pencernaan depan terdiri dari beberapa bagian dan fungsi sebagai berikut % -ongga mulut sebagai masuknya makanan )aring &kerongkongan' merupakan bagian pertama sesudah rongga mulut yang berfungsi sebagai penerus makanan ke oesophagus. tototot yang menempel pada faring berkembang dengan baik, hal ini sesuai dengan perannya yang mendorong makanan dari mulut ke oesophagus . (ada serangga dengan tipe menusuk dan mengisap pada faring terdapat pompa faringeal yang dipakai untuk mengambil cairan. esophagus adalah bagian usus depan yang tidak berdiferensiasi yang berfungsi mendorong makanan dari faring ke tembolok. .embolok merupakan pembesaran usus bagian depan yang berfungsi sebagai penyimpan makanan. Seringkali bila tembolok kosong akan melipat secara longitudinal dan tran#ersal tetapi pada Periplanata (Dictyoptera) tembolok hanya mengalami perubahan kecil pada / mni#orus, yaitu serangga pemakan

#olumenya karena apabila tembolok tidak berisi makanan, tembolok tersebut diisi oleh udara. (ada umumnya sekresi dan penyerapan tidak terjadi di dalam tembolok, tetapi kadang kala terjadi secara enzimatik. 0nzim didapat dari makanaan yang tercampur air liur yang bergerak ke belakang menuju tembolok serta enzim dari mesenteron yang dimuntahkan dari usus tengah. 1alaupun pro#entrikulus bertindak sebagai klep yang membatasi gerakan-gerakan makanan ke belakang tetapi tidak menghalangi muntahan cairan. (ro#entrikulus, bagian ini mengalami modifikasi yang beraneka ragam pada berbagai serangga. (ada serangga pemakan bahan padat, pro#entrikulus berfungsi sebagai pemecah makanan, sedangkan pada serangga pemakan cairan pro#entrikulus termodifikasi menjadi katup. (ada lipas dan jangkrik, intima di daalm pro#entrikulus berkembang menjadi enam keping otot yang keras atau geligi yang berfungsi untuk memecah makanan. (ro#entrikulus secara keseluruhan mengontrol jalannya makanan dari stomadeum ke mesenteron. d) Saluran Pencernaan Tenga Saluran pencernaan bagian tengah berfungsi sebagai pencerna dan penyerap makanan. Saluran ini berasal dari mesodermal sehingga saluran ini tidak memiliki kutikula dan sebagai gantinya adalah lapisan peritropik yang halus. tot-otot pada saluran ini berkembang. Menurut chapman &"23*' saluran pencernaan ini disususn oleh otot longitudinal, otot melingkar, sel-sel epityelium yang berbentuk kolumnar, sel-sel regeneratif &penghasil enzim' dan membran peritropik. (ergerakan makanan ke saluran belakang pada saluran ini lebih disebabkan oleh membran peritropik. Membran peritropik adalah suatu lapisan yang meliputi lumen untuk melindungi sel-sel kolumnar yang berada di bawahnya dari makanan dan mikroba. Membran peritropik terdiri atas khitin dan protein. ,da dua pendapat mengenai terjadinya membran tersebut, pendapat pertama mengatakan bahwa lapisan dihasilkan oleh bagian depan saluran pencernaan tengah, sedangkan 4

pendapat kedua mengatakan bahwa lapisan dihasilkan oleh sel-sel kolumnar sendiri. $umen memiliki mikropili yang merupakan tonjolan-tonjolan pada sel yang dapat membentuk started border. Mikropili ini juga berfungsi memperbesar luas permukaan penyerapan. (ada sel-sel ini terdapat banyak mitokondria sebagai penghasil energi &,.(' untuk pergerakan makanan. (ada sel ini juga terdapat banyak retikulum endoplasma sebagai tempat sintesis protein untuk menghasilkan enzim-enzim pencernaan. (ada sel epitelium yang kolumnar ditemukan sel 5oblet. (ada selaput dasar memiliki banayak lekukan-lekukan dan disana banyak terdapat mitokondria yang panjang-panjang sehingga hal tersebut menjadi pembeda dengan sel-sel lain. Saluran pencernaan tengah terdiri dari grastrik kaekum dan #entrikulus, tempat terjadinya pencernaan secara enzimatis dan absorbsi nutrisi. e) Saluran Pencernaan !elakang Saluran pencernaan belakang berfungsi sebagai tempat pengeluaran sisa-sisa makanan yang tidak terserap dan memaksimalisasi penyerapan sisa makanan yang tidak terserap pada saat di mesenteron. Saluran pencernaan belakang ini berasal dari jaringan ektodermal sehingga saluran ini memiliki kutikula yang disebut intima. (ada saluran inilah sifat hemoestasis serangga terdapat. Saluran pencernaan belakang menurut Snogras &"2/6' tersusun dari otot melingkar, otot longitudinal, sel-sel epitel tipis yang berbentuk kubus, intima yang bersifat permiabel. tot-otot pada saluran ini lebih berkembang sehingga dapat menyebabkan sisa makanan dapat bergerak ke belakang dan keluar melalui anus. Saluran pencernaan belakang ini terdiri dari % (ilorus, bagian depan dari saluran ini tempat berpangkalnya tabung malphigi 7lleum, berfungsi sebagai penyerapan air dari hemolimfa atau juga penyerapan amonia pada serangga 8blowfly9. (ada rayap di illeum ini

terdapat

kantung-kantung

tempat

organisme

lain

bersimbiosis

&:hapman, "23*' -ektum, berfungsi sebagai reabsorbsi air, asam amino dan pada serangga tertentu memiliki insang trakea. (ada rektum ini terjadi diferensiasi sel-sel, ada yang memanjang dan ada yang membentuk bantalan ,nus, bagian ujung saluran sebagai tempat keluarnya feces.

5ambar% Saluran pencernaan serangga .erdapat beberapa jenis kelenjer yang dapat beradsosiasi dengan sistem pencernaan diantaranya adalah kelenjer mandibel, kelenjar maksila, kelenjar faring dan kelenjar labium. ") Pencernaan Dan Pen#erapan (encernaan adalah pemecahan molekul-molekul besar dan komplek &makro molekul' menjadi molekul-molekul kecil dan sederhana &mikro molekul' yang dapat melewati seluruh jaringan tubuh. 0nzimenzim yang berikatan dengan pencernaan ada di dalam air liur dan dalam sekresi usus bagian tengah. !ecuali itu pencernaan dipermudah oleh mikroorganisme. .erdapat dua jenis pencernaan yaitu % ;

$. Pencernaan D%ge&t%(n)

D%

Luar

Saluran

U&u&

'Ek&tra%n&te&t%nal

<enis pencernaan dimana makanan sebelum masuk ke dalam perut terlebih dahulu telah air liur mendapat perlakuan enzim, pencernaan seringkali sebelumnya. !arena mengandung

pencernaan dimulai sebelum makanan ditelan. =al ini terjadi pada serangga-seranggga pengisap cairan. 0nzim disemprotkan pada makanan sehingga larut sebelum ditelan. ). Pencernaan D% !ag%an Dalam U&u& 'Intra%n&te&t%nal D%ge&t%(n) <enis pencernaan ini kebanyakan dilakukan oleh mahluk hidup dimana pencernaan terjadi didalam perut setelah makanan dimakan. Saluran pencernaan berperan terutama untuk pencernaan dan penyerapan makanan. (ada umumnya pencernaan terjadi sebagian besar di dalam usus bagian tengah, dimana enzim-enzim pencernan bayak diproduksi. 0nzim-enzim ini berfungsi memecahkan subtansi yang komplek di dalam makanan menjadi subtansi yang lebih sederhana sehingga dapat diserap dan kemudian diasimilasi oleh serangga. !ebanyakan karbohidrat diperoleh menjadi monosakarida. !ebanyakan serangga tidak memiliki enzim yang dapat memecahkan selulosa yang biasanya terdapat didalam makanan serangga. Dalam proses pencernaan dan penyerapan makanan ini, untuk melaksanakan tugas enzim secara optimal dipengaruhi oleh kisaran p= dan Suhu. pH p= pencernaan bagian depan sangat dipengaruhi oleh makanan dan berbeda-beda menurut zat hara karena tidak ada buffer yang cocok untuk isi pencernaan bagian depan. $ipas yang makan zat hara protein mempunyai p= ;,/, dengan maltose 6,3 dan makan glukosa 4,6-4,3. p= yang lebih asam dengan memakan gula yang kemudian dirubah oleh mikroorganisme menjadi asam organik. >

(encernaan bagian tengah mempunyai buffer sehingga tercapai p= yang relatif tetap. (ada ,phis memiliki dua macam sistem buffer, yang pertama adalah asam-asam organik komplek dan garam-garam yang memiliki pengaruh maksimum pada p= 4,* dan sistem yang kedua adalah serangkaian monohidrogen dan dihidrogen fospat yang mempunyai pengaruh maksimum pada p= ;,3. Di dalam pencernaan bagian tengah p= tersebut biasanya berkisar antara ;,?-3,? tetapi pada lar#a $epidoptera, kisaran umumnya 3,?-"?,?. p= basa lebih umum pada serangga fitopagus daripada serangga karni#ora &:hapman, "23*'. Sedangkan menurut $ai dan .amishiro dalam -affiudin &"22"' untuk rayap p= pencernaan bagian tengah sampai belakang ;,?->,6. Su u ,kti#itas 0nzim akan meningkat dengan naiknya suhu, tetapi hal ini terjadi untuk periode yang singkat karena pada suhu tinggi enzim mengalami denaturasi dan suhu tinggi dalam waktu yang lama akan mengakibatkan enzim rusak. g) Pen#erapan !ebanyakan pencernaan terjadi di dalam usus tengah tempat dimana enzim disekresikan, tetapi karena cairan-cairan usus bagian tengah dimuntahkan kembali, sejumlah pencernaan dapat terjadi juga di tembolok. 0nzim yang berkaitan dengan pencernaan terdapat dalam air liur dan sekresi usus bagian tengah. 0nzim yang terdapat di bagian usus tengah disesuaikan dengan makanan. Bila suatu serangga utamanya memakn protein maka protease menjadi penting, sedangkan serangga yang makan madu tidak terdapat protease. Serangga yang memakan bagian floem yang tidak mengandung polisakarida atau protein tidak terdapat amilase dan protease, tetapi in#ertase.

(roduk pencernaan diserap di dalam usus tengah dan sedikit pada usus bagian belakang. .erdapat sejumlah penyerapan kembali dari air seni pada usus bagian belakang ini. Sel-sel yang berhubungan dengan penyerapan mirip dengan sel-sel yang menghasilkan enzim. .idak terjadi fagositas terhadap partikel makanan, semua subtansi diserap dalam bentuk cairan. (roses penyerapan dapat terjadi akibat proses yang aktif dan pasif terutama tergantung pada konsentrasi relatif subtansi di dalam dan di luar usus, difusi terjadi dari konsentrasi yang tinggi ke konsentrasi yang rendah. (ergerakan air yang pasif yang mencakup pergerakan dari larutan yang mempunyai tekanan osmosis yang rendah ke tekanan osmisis yang tinggi. (ergerakan aktif tergantung dari beberapa proses metabolik untuk pergerakan subtansi terhadap konsentrasi. ) E"%&%en&% Penggunaan Makanan 0fisiensi serangga mengkonsumsi makanannya sangat ber#ariasi tetapi kebanyakan serangga fitofaghus mencerna dan meyerap hanya relatif kecil dari makan yang dimakan dan sebagian besar makanan dikeluarkan tanpa perubahan sebagai faeses. (enggunaan makanan beraneka ragam dari suatu serangga ke serangga lainnya. (ada serangga penghisap cairan sedikit atau tidak ada sisa zat padat. (enggunaan makanan sangat tinggi pada serangga-serangga seperti ini. Sebaliknya pada aphid penggunaan makanan biasanya jelek. :airan tumbuhan diambil dari tumbuhan dan mengalir terus, kebanyakan keluar dari duburnya sebagai tetes embun madu. !ira-kira 6?-;? @ nitrogen yang dimakan diambil dari tumbuhan. Biasanya pada serangga fitopagus penggunaan makanan juga buruk. (ada lar#a instar kelima Schistocera menggunakan hanya /6 @ berat kering makanannya, tetapi pada instar pertama menggunakan >3 @ dari berat kering makanannya. =al ini terjadi pada keadaan makanan

berlimpah. Bila serangga kelaparan makanan tertahan di usus jangka yang lama dan penggunaanya lebih efisien. III. SISTEM PEREDARAN DARAH Sistem sirkulatori pada serangga terdiri dari jantung yang hanya merupakan pembuluh dorsal dengan pergerakan peristaltik untuk memompa darah atau haemolymph. =aemolymph pada nympha dan imago mempunyai proporsi kurang dari *?@ berat tubuh sedangkan pada lar#ae berbadan lunak, proporsi haemolymp lebih besar yaitu *? A *4@ berat tubuh dan berfungsi juga sebagai skeleton hidrostatik. =aemolymph yang terdiri dari larutan berair, ion-ion anorganik, lipid, gula &trehalose', asam amino, protein, asam organic dan sel-sel darah berfungsi untuk pertukaran zat antar jaringan, mengangkut hormon dan nutrien dari usus ke jaringan dan barang buangan dari jaringan ke organ ekskretori. (erubahan pada tekanan haemolymph akan diteruskan ke tracheae dan menyebabkan #entilasi dan pada saat moulting, tekanan haemolymph leh menyebabkan pecahnya kutikula lama dan mengembangnya kutikula baru.

karena komponen utamanya adalah air maka haemolymph berfungsi juga sebagai tempat cadangan air dan denga kapasitas panas yang tinggi dan dengan sirkulasi, haemolymph berfungsi untuk pengaturan suhu tubuh &thermoregulation'. !andungan yang tinggi asam-asam amino dan phosphat organik adalah ciri khas haemolymph serangga yang mungking berhubungan dengan perlindungan terhadap suhu dingin. Semua sel darah &haemocytes' serangga berinti dan berfungsi untuk phagocytosis yaitu menelan partikel dan metabolit, parasit, material asing, dan pembekuan darah serta penyimpanan dan distribusi nutrien.

"?

5ambar% organ peredaran darah pada serangga

5ambar% peredaran darah serangga

""

I*. SISTEM +ERA, SERAN++A a) -t(t dan pergerakan !eberhasilan serangga dalam sur#i#alnya terutama berkaitan dengan kemampuannya untuk mengindera, menafsirkan dan bergerak dalam lingkungannya. Sekitar tujuh puluh persen dari spesies di dalam biosfer adalah serangga yang tersebar di berbagai lingkungan. !emampuan terbang serangga yang diperkirakan berkembang sejak paling sedikit /?? juta tahun yang lalu merupakan ino#asi dalam kemampuan pergerakan. Selain pergerakan terestrial dan akuatik yang berkembang dengan baik. !ekuatan untuk pergerakan berasal dari otot, yang bekerja dengan bertumpu pada sistem skeleton baik berupa eksoskeleton yang kokoh maupun skeleton hidrostatik. $. -t(t .idak seperti #ertebrata dan in#ertebrata non-serangga yang mempunyai baik otot lurik &striated' maupun otot polos &smooth', serangga hanya mempunyai otot lurik yang masing-masing serabutnya terdiri dari dari beberapa sel dengan% - suatu plasma membran bersama - sarcolemma% lapisan luar. Sarcolemma mempunyai lekukan ke dalam &in#aginasi', di mana tracheole yang mencatu oksigen berhubungan dengan serabut otot. contractile myofibrils% tersusun sepanjang serabut otot dalam lembaran yang terdiri dari silinder-silinder. ). Perlekaan (t(t (ada #ertebrata, otot-otot bertumpu pada skeleton internal, tetapi sebaliknya pada serangga otot-otot melekat dan bertumpu pada permukaan dalam dari skeleton luar. tot bersambung dengan adanya tonofibrillae. Skeleton luar tonofibrillae merupakan serabut-serabut penghubung yang halus berfungsi untuk% - menghubungkan ujung otot ke lapisan epidermal.

"*

- .erbuang bersama kutikula lama pada setiap moulting sehingga harus ada pembentukan tonofibrilae baru kembali. (ada tempat perlekatan, tonofibrillae melintas epidermis dari otot ke kutikula. !adang-kadang, perlekatan ini diperkuat dengan tonjolan multiselular yang disebut apodeme dan apabila struktur ini berbentuk memanjang disebut apophysis. .. Pergerakan Serangga B Lar/ae dengan tubu lunak bergerak dengan cara mera#ap. (ergerakan ini dimungkinkan karena adanya skeleton hidrostatik untuk perlekatan otot. tot turgor berkontraksi dan relaksasi secara berurutan dari kepala ke ekor sehingga membentuk gelombang. .umpuan pada substrat terjadi karena adanya kait mulut &mouth hook, misalnya pada lar#a diptera' dan kaki lengket &adhesive foot'. Beberapa serangga air bergerak dengan menggeliat seperti ular. Sedangkan pada lar#ae yang mempunyai kaki-kaki dada &thoracic legs', gelombang kontraksi dan relaksasi dari otot-otot turgor dari posterior ke anterior menyebabkan terangkatnya kaki dari substrat secara berurutan dan menyebabkan gerakan maju. B Pada &erangga dengan ek&(&kelet(n luar #ang k(k( bergerak dengan cara ber0alan atau berlar%, pergerakan diperoleh dari kontraksi dan relaksasi dari pasangan otot-otot antogonistik dan agonistic yang melekat pada kutikula. (ergerakan dengan jalan atau berlari menggunakan enam kaki dada. Dibanding crustacea dan myriapoda, serangga mempunyai lebih sedikit kaki yang terletak lebih ke #entral dan berdekatan satu sama lain pada dada memungkinkan konsentrasi otot-otot pergerakan baik untuk berjalan maupun terbang. =al ini menghasilkan pergerakan yang lebih efisien dan lebih mudah terkontrol. !etika serangga berjalan, pergantian pertumpuan tripod dari kaki depan dan kaki belakang pada satu sisi dan kaki tengah pada sisi yang lain mendorong ke "/

belakang sedangkan kaki-kaki yang lain diangkat ke depan sehingga menghasilkan gerakan maju. Dengan tripod, pergerakan menjadi stabil karena titik berat tubuh berada di antara tiga kaki..ungkai :ursorial berfungsi untuk berlari yang dicirikan dengan ruas-ruas tungkai yang ramping. :ontohnya tungkai kecoak, kumbang.

5ambar% tungkai cursorial B Mel(ncat 5erakan meloncat dimungkinkan karena adanya kaki belakang yang termodifikasi &femur belakang yang membesar, misalnya pada orthoptera dan kutu' dengan otot-otot yang besar di mana kontraksi secara perlahan menghasilkan energi yang tersimpan dengan salah satu cara berikut yaitu distorsi dari sendi femorotibial, sklerotisasi berbentuk pegas &spring-like sclerotization, misalnya perpanjangan jaringan pengikat pada metatibia' dan tekanan pada elastic resilin pad pada coCa. .ungkai Saltatorial berfungsi untuk meloncat yang dicirikan dengan pembesaran femur bagian belakang. Misalnya pada tungkai belalang dan jangkrik.

"4

5ambar% .ungkai Saltatorial B Menda#ung 5erakan mendayung pada lapisan permukaan air dimungkinkan karena adanya tegangan permukaan air dan pada telapak kaki serangga terdapat kutikula atau rambut-rambut yang bersifat menolak air. .ungkai Datatorial berfungsi untuk berenang yang dicirikan bentuk tungkai yang pipih serta adanya 8rambut-rambut renang9 yang panjang. Misalnya tungkai kumbang air, kepinding kapal.

5ambar% .ungkai Datatorial Terbang !emampuan terbang memungkinkan serangga untuk mempunyai mobilitas lebih tinggi yang membantu dalam memperoleh pakan, pasangan kawin, penyebaran dan mengeksploitasi lingkungannya. !emampuan terbang hanya dimiliki oleh serangga dewasa. .erbang berarti harus melawan dua gaya yaitu gra#itasi dan gesekan dengan udara. (enerbangan bisa dilakukan secara aktif menggerakkan otot"6

otot terbang atau secara pasif atau melayang relatif terhadap angin. Daik dan turun dalam gerakan melayang dilakukan dengan mengatur sudut sisi depan sayap yaitu antara /?E dan 6?E. !emampuan manu#er serangga ini lebih baik dari pada pesawat terbang yang hanya kurang dari *?E. )rekuensi pergerakan sayap berbeda dari spesies ke spesies, misalnya pada kupu-kupu 6 =z &6 kaliFdetik' sedangkan pada lebah "? =z. Gntuk berbelok, serangga merubah amplitudo gerakan pada salah satu sisi sayap.

5ambar% Salah satu serangga yang terbang Ditinjau dari hubungannya dengan sayap, otot terbang ada dua macam yaitu otot langsung dan otot tidak langsung. tot langsung mempunyai perlekatan dengan sayap dan bekerja secara langsung menggerakkan sayap. tot tidak langsung melekat pada dinding thoraC bagian dalam dan kontraksinya menyebabkan perubahan bentuk dada dan secara tidak langsung menggerakkan sayap.

";

*. SISTEM SARA1 PADA SERAN++A

http%FFbioteaching.files.wordpress.com <aringan saraf dapat dibagi ke dalam saraf pusat dan saraf tepi. Saraf pusat terdiri dari sepasang rantai saraf rantai yang terdapat di sepanjang tubuh bagian #entral. Sistem saraf serangga berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang sisi #entral tubuhnya. Sistem saraf yang terdiri dari serangkaian ganglia, dihubungkan dengan tali saraf #entral terdiri dari dua paralel connecti#es sepanjang perut. Biasanya, setiap segmen tubuh memiliki satu ganglion pada setiap sisi, meskipun beberapa ganglia yang melebur untuk membentuk otak dan ganglia besar lainnya. Segmen kepala berisi otak, juga dikenal sebagai ganglion supraesophageal. Dalam sistem saraf serangga, otak anatomis dibagi ke dalam protocerebrum yang mencakup mata majemuk dan oselli, deutocerebrum yang mencakup antenna, dan tritocerebrum yang mencakup labrum dan usus depan. Segera di belakang otak adalah subesophageal ganglion, yang terdiri dari tiga pasang ganglia menyatu. 7ni mengendalikan mulut, kelenjar ludah dan otot-otot tertentu.

">

(ada berbagai tempat di segmen tubuh, ada pembesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia .5anglia berfungsi sebagai pusat refleks dan pengendalian berbagai kegiatan.5anglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak. (ada belalang terlihat susunan saraf tangga tali dari simpul saraf yang disebut ganglia &jamak dari ganglion'. 5anglion merupakan pusat peogolah rangsang. ,da / macam ganglion % &"' 5anglion kepala, menerima urat saraf yang berasal dari mata dan antena. &*' 5anglion di bawah kerongkongan, mengkoordinasi akti#itas sensoris dan motoris rahang bawah &mandibula', rahang atas &maksila', dan bibir bawah &labium'. &/' 5anglion ruas-ruas badan berupa serabut-serabut saraf yang menuju ruasruas dada, perut, dan alat-alat tubuh yang berdekatan. 5anglion bawah kerongkongan dan ganglion ruas-ruas badan terletak dibawah saluran pencernaan. (ada serangga terdapat * benang saraf yang membentang sejajar sepanjang tubuhnya dan menghubungkan ganglion satu dengan ganglion yang lain.

http%FFwww.earthlife.net Sedangkan sel saraf tepi terdiri dari / macam sel saraf, yaitu % sel saraf indera% membawa impuls dari salat indera. sel perantara &internuncial'% mrmbawa impuls antara sel saraf.

"3

sel saraf motor% membawa impuls dari pusat integrasi ke otot. ,da / macam susunan, yaitu ". Monopolar *. Bipolar /. Multipolar

Susunan di atas disebut sebagai Hneuron bipolarH, sedang bentuk lainnya adalah Hmonopolar DeuronH seperti yang dijumpai pada SS(. Deuron bipolar dengan demikian lebih banyak dipergunakan untuk menerima dan meneruskan rangsang, sementara yang monopolar dipergunakan untuk memproses rangsang dan selanjutnya diantisipasi sesuai dengan jenis rangsang.

"2

-rgan Peraba2 S#ara"2 dan Integra&%n#a rgan peraba dibagi atas photoreceptor, chemoreceptor dan mechanoreceptor. rgan yang terlihat dalam photoreceptor adalah mata dan mata

serangga terbagi dalam dua bentuk, yaitu mata majemuk dan mata sederhana pada chemoreceptor, syaraf pengecap dan syaraf pembau bekerja untuk menghasilkan impuls. Bentuk mechanoreceptor dapat berupa trichoid, campaniform atau placoid. -eceptor lain yang juga berperan dalam kehidupan serangga adalah hygroreceptor dan geomagneticreceptor. Siatem syaraf serangga terbagi menjadi sistem syaraf pusat dan sistem syaraf #isceral. Sistem syaraf pusat dibagi lagi menjadi supraesophaged ganglion dan subesophageal ganglion. !omponen utama dari sistem syaraf #isceral adalah stomodeal ner#ous system. Gnit dasar dari sistem geuron motor, dan interneuron. ,cetylcholine adalah transmiter kimia yang penting dalam membawa impuls melewati synapse.

5ambar. Diagram sederhana aliran impuls dalam sistem saraf serangga

*?

*I. SISTEM REPR-DU,SI SERAN++A -eproduksi serangga terjadi secara internal. Dalam proses menuju kedewasaannya dikenal ada pergantian bentuk yang disebut metamorfosis. 7nsecta kadang-kadang mengalami partenogenesis maupun paedogenesis. Partenogenesis ialah perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid, misalnya lebah. Sedangkan paedogenesis ialah partenogenesis yang berlangsung di tubuh lar#a, misalnya Diptera.Dalam perkembangan menuju dewasa, 7nsecta mengalami perubahan bentuk luar dan dalam dari fase telur ke tingkat dewasa yang disebut metamorfosis. )ertislisasinya internal, artinya pembuahan sel telur pleh spermatozoid berlangsung di dalam tubuh induk betina.

http%FFsarwoedi.files.wordpress.comF*??3F""F?2-serangga.jpg

*"

http%FFwww.kidsbutterfly.org rgan (erkembangbiakan Betina #arium terdiri dari beberapa tabung o#ariol, yang pada bagian ujungnya menggulunh dan diselaputi oleh jaringan ikat sehingga tampak dari luar sebagai bulatan. $alat tsetse hanya mempunyai satu o#ariol, sedangkan rayap mempunyai *??? buah o#ariol. Bagian-bagian o#ariol adalah sebagai berikut% ". )ilamen terminal% jaringan ikat yang meletakkan o#ariol ke dinding tubuh. *. 5ermarium% sekumpulan sel uang belum terdeferensiasi. Sel ini tumbuh menjadi bakal sel telur atau oogonium dan sel pembantu &nurse cell'. /. Iitelarium % bagian terbesar o#ariol, berisi suatu urutan oosit &bakal telur'. .iap oosit dibungkus oleh satu lapis epitelium yang disebut lapisan folikel. Makin ke bawah, perkembangan telur makin lanjut. 4. .angkai o#ariol% suatu saluran pendek yang kemudian bergabung dengan pasangannya menjadi satu saluran telur yang disebut o#iduct. Berdasarkan susunan sel pembantu pada sel telur, o#ariol dapat dibagi ke dalam beberapa golongan% ". (anoistik% o#ariol tidak mempunyai sel pembantu, sel telur diberi makan secara langsung oleh sel folikel. *. Meroistik % o#ariol mempunyai sel pembantu yang juga turut memberi makan sel telur. #ariol jenis ini masih di bagi lagi dalam%

**

Politrofik % .iap oosit mempunyai beberapa sel pembantu dan kedua kumpulan sel ini dibungkus oleh sel folikel sehingga merupakan suatu kesatuan. Teletrofik % sel pembantu tidak terdapat pada tiap telur, tetapi terkumpul pada bagian ujung o#ariol. .iap oosit dihubungkan oleh saluran-saluran dengan kumpulan sel pembantu ini. (elengkap organ reproduksi betina Reseptakulum seminis, disebut juga spermateka, suatu tempat untuk menyimpan sperma. Dengan adanya bagian ini, sperma dapat disimpan untuk beberapa lama antara waktu kawin dan waktu telur dibuahi. Bursa kopulatrik, juga merupakan suatu tempat penyimpanan sperma. sperma disimpan di sini dulu sebelum dipindahkan ke resepatakulum seminalais. !elenjar pelenhkap, satu atau dua pasang, disebut juga kelenjar JcolleterialK yang dapat mengeluarkan bahan koriol &pembungkus telur' rgan (erkembangbiakan <antan .estes yang merupakan organ perkembangbiakan pada serangga jantan, terdiri dari beberapa tabung. tabung ini tidak panjang dan tidak tergulung seperti o#ariol. .iap tabung atau folikel dapat dibagi ke dalam beberapa bagian menurut tingkat pertumbuhan sel kalamin, yaitu% ". 5ermarium% merupakan daerah terujung yang mengandyng sel spermatogonium, yaitu sel yang belum terdeferensiasi. *. Daerah spermatosit% .iap spermatogonium setelah berpindah dari germarium dibungkus oleh selapis sel somatik dan berbelah berulangulang. Dengan ii terbentukslah siste yang di dalamnya mengandung sel spermatosit yang berjumlah sekitar "??. kesemuanya berasal dari satu sel spermatogonium. /. Daerah pemasakan dan reduksi..iap spermartosit membagi menjadi * spermatid dan kemudian 4. (embelahan pertama merupakan merupakan pembelahan reduksi dengan jumlah kromosom dibagi *.

*/

4. Daerah perubahan. spermatid yang bulat berubah menjadi bulat dan berekor. Sekarang sel kelamin ini dinamakan spermatozoa. sel inikemudian memecah dinding sista dan keluar . 6. Iasa deferensia. sepasang saluran yang kemudian bersatu menjadi satu saluran yang disebut saluran ejakulatori. ,lat pembantu dapat berupa pertumbuhan semacam penis yang disebut aedeagus dan klasper atau alat penjepit. .erdapat juga kelenjar pembantu yang bermuara di pangkal saluran ejakulatori. -eproduksi secara internal. Dalam proses menuju kedewasaannya dikenal ada pergantian bentuk yang disebut metamorfosis ,da tiga bentuk metamorfosis pada serangga yaitu %. a' $episma. b' =emimetabola &metamorfosis tidak sempurna', fase dimulai dari telur - lar#a &nimfa' A dewasa &imago'. .anpa fase pupa. Misalnya =emiptera dan donata. rthoptera, ,metabola, tidak ada pergantian bentuk dan hanya dapat dilihat pertambahan besar ukuran saja. Misalnya :olembola, .hysanura dan

c'

=olometabola &metamorfosis sempurna', dimulai dari fase telur A lar#a A pupa - imago. Misalnya% :oleoptera, Diptera, =ymenoptera, dan $epidoptera.

*4

http%FF".bp.blogspot.com *II. SISTEM RESPIRASI SERAN++A Sistem pernafasan pada serangga mengenal dua sistem, yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Digunakan alatForgan yang disebut spirakulum &spiracle', juga tabung tabung trakhea dan trakheola. :orong hawa &trakea' adalah alat pernapasan yang dimiliki oleh serangga dan arthropoda lainnya. (embuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang ada di kerangka luar &eksoskeleton' yang disebut spirakel. Spirakel berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin, dan terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh. Spirakel mempunyai katup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan menutupnya spirakel terjadi secara teratur. (ada umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang, dan tertutup saat serangga beristirahat.

*6

!br. Trakea pada serangga ksigen dari luar masuk lewat spirakel. !emudian udara dari spirakel menuju pembuluh pembuluh trakea dan selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus sehingga dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam. .rakeolus tidak berlapis kitin, berisi cairan, dan dibentuk oleh sel yang disebut trakeoblas. (ertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel-sel tubuh. .rakeolus ini mempunyai fungsi yang sama dengan kapiler pada sistem pengangkutan &transportasi' pada #ertebrata. Mekanisme pernapasan pada serangga, misalnya belalang, adalah sebagai berikut % <ika otot perut belalang berkontraksi maka trakea meCrupih sehingga udara kaya : + keluar. Sebaliknya, jika otot perut belalang berelaksasi maka trakea kembali pada #olume semula sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan di luar sebagai akibatnya udara di luar yang kaya ?* masuk ke trakea. Sistem trakea berfungsi mengangkut
*

dan mengedarkannya ke seluruh

tubuh, dan sebaliknya mengangkut :?* basil respirasi untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian, darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan bukan untuk mengangkut gas pernapasan. Di bagian ujung trakeolus terdapat cairan sehingga udara mudah berdifusi ke jaringan. (ada serangga air seperti jentik nyamuk udara diperoleh dengan menjulurkan tabung pernapasan ke perCnukaan air untuk mengambil udara. Serangga air tertentu mempunyai gelembung udara sehingga dapat menyelam di air dalam waktu lama. Misalnya, kepik "otonecta sp. mempunyai gelembung udara di organ yang menyerupai rambut pada permukaan #entral. Selama menyelam, sel-sel pernapasan. *; * dalam gelembung dipindahkan melalui sistem trakea ke

Selain itu, ada pula serangga yang mempunyai insang trakea yang berfungsi menyerap udara dari air, atau pengambilan udara melalui cabang-cabang halus serupa insang. Selanjutnya dari cabang halus ini oksigen diedarkan melalui pembuluh trakea *III. SISTEM E,S,RESI SERAN++A ,lat ekskresi pada belalang adalah pembuluh #alpighi, yaitu alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal pada #ertebrata. (embuluh Malphigi berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus. Di samping pembuluh Malphigi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa : *. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada #ertebrata. Belalang tidak dapat mengekskresikan amonia dan harus memelihara konsentrasi air di dalam tubuhnya. ,monia yang diproduksinya diubah menjadi bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. ,sam urat berbentuk kristal yang tidak larut.

5ambar sistem ekskresi pada serangga (embuluh Malpighi terletak di antara usus tengah dan usus belakang. Darah mengalir lewat pembuluh Malpighi. Saat cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh Malpighi, bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat, sedangkan air dan berbagai garam diserap kembali biasanya

*>

secara osmosis dan transpor aktif. ,sam urat dan sisa air masuk ke usus halus, dan sisa air akan diserap lagi. !ristal asam urat dapat diekskresikan lewat anus bersama dengan feses.

*3

DA1TAR PUSTA,A

Sastrdihardjo."234. Pengantar $ntomologi Terapan. Bandung% (enerbit 7.B ,nonim.*?"?. Reproduction male .http%FFinsectspedia.blogspot.comF*?"?F?3

Freproduction-male.html. LDiakses tanggal "> oktober *?"?M. ,nonim.*?"?. Reproduction female. http%FFinsectspedia.blogspot.com F

*?"?F?3Freproduction-female.html. LDiakses tanggal "> oktober *?"?M. ,nonim.*?"?.%nimalia.http%FFwww.crayonpedia.orgFmwFB,BN7ON,D7M,$7, L diakses tanggal 4 ktober *?"?M )orce,delta.*?"?.fhttp%FFelcom.umy.ac.idFelschoolFmualliminNmuhammadiyahFfile .phpF"FmateriFBiologiF7DI0-.0B-,.,@*?*.pdf. L diakses tanggal 4 ktober *?"?M .abin,amin.*?"?. &istem &yaraf Pada 'nvertebrata. http%FFamintabin.blogspot. comF*?"?F?/Fsistem-saraf-pada-in#ertebrata.htmlL diakses tanggal 4 ktober *?"?M ,nonim.*??3.$ntomologi.http%FFpustaka.ut.ac.idFpuslataFonline.phpP menuQbmpshortNdetail*R7DQ;> diakses tanggal "4 ktober *?"?M

*2