Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PENDAHULUAN KEBUTUHAN RASA NYAMAN NYERI

DISUSUN OLEH : MARMI 13040117

PROGRAM STUDI PROFESI NERS STIKES AN NUR PURWODADI

2013/2014 LAPORAN PENDAHULUAN


A. Ko !"# D$!$% 1. D"&' '!' ("%' Nyeri merupakan sensasi yang rumit, unik, universal dan bersifat individual. Dikatakan bersifat individu karena respon indivdu terhadap sensasi nyeri beragam dan tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya. Hal tersebut menjadi dasar bagi perawat dalam mengatasi nyeri pada klien. (Asmadi, 2 #edangkan menurut (Hidayat, 2 !" $", nyeri adalah pengalaman

sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial, disamping itu nyeri adalah apapun yang menyakitkan tubuh yang dikatakan individu yang mengalaminya, yang ada kapanpun individu mengatakannya potensial. 2. F'!'o)o*' N("%' %enurut &erry ' &otter (2 $", ada tiga jenis sel saraf dalam proses penghantaran nyeri yaitu sel syaraf aferen atau neuron sensori, serabut konektor atau interneuron dan sel saraf eferen atau neuron motorik. #el(sel syaraf ini mempunyai reseptor pada ujungnya yang menyebabkan impuls nyeri dihantarkan ke sum(sum tulang belakang dan otak. )eseptor(reseptor ini sangat khusus dan memulai impuls yang merespon perubahan fisik dan kimia tubuh. )eseptor(reseptor yang berespon terhadap stimulus nyeri disebut nosiseptor. #timulus pada jaringan akan merangsang nosiseptor melepaskan *at(*at kimia, yang terdiri dari prostaglandin, histamin, bradikinin, leukotrien, substansi p, dan en*im proteolitik. +at(*at kimia ini akan mensensitasi ujung syaraf dan menyampaikan impuls ke otak ,ornu dorsalis dari medula spinalis dapat dianggap sebagai tempat memproses sensori. #erabut perifer berakhir disini dan serabut

traktus sensori asenden berawal disini. -uga terdapat interkoneksi antara sistem neural desenden dan traktus sensori asenden. .raktus asenden berakhir pada otak bagian bawah dan bagian tengah dan impuls(impuls dipan/arkan ke korteks serebri. Agar nyeri dapat diserap se/ara sadar, neuron pada sistem asenden harus diaktifkan. Aktivasi terjadi sebagai akibat input dari reseptor nyeri yang terletak dalam kulit dan organ internal. .erdapat interkoneksi neuron dalam kornu dorsalis yang ketika diaktifkan, menghambat atau memutuskan taransmisi informasi yang menyakitkan atau yang menstimulasi nyeri dalam jaras asenden. #eringkali area ini disebut 0gerbang1. ,e/endrungan alamiah gerbang adalah membiarkan semua input yang menyakitkan dari perifer untuk mengaktifkan jaras asenden dan mengaktifkan nyeri. Namun demikian, jika ke/endrungan ini berlalu tanpa perlawanan, akibatnya sistem yang ada akan menutup gerbang. #timulasi dari neuron inhibitor sistem assenden menutup gerbang untuk input nyeri dan men/egah transmisi sensasi nyeri (%ubarak, 2 2". ("%' ,Gate control theoryberbagai teori yang berusaha menggambarkan

3. T"o%' P" *o +%o)$ .erdapat

bagaimana nocireseptor dapat menghasilkan rangsang nyeri. #ampai saat ini dikenal berbagai teori yang men/oba menjelaskan bagaimana nyeri dapat timbul, namun teori gerbang kendali nyeri dianggap paling relevan (Asmadi, 2 !". .eori gate /ontrol mengusulkan bahwa impuls nyeri dapat diatur atau dihambat oleh mekanisme pertahanan di sepanjang sistem saraf pusat. .eori ini mengatakan bahwa impuls nyeri dihantarkan saat sebuah pertahanan dibuka dan impuls dihambat saat sebuah pertahanan tertutup. 3paya menutup pertahanan tersebut merupakan dasar teori menghilangkan nyeri. #uatu keseimbangan aktivitas dari neuron sensori dan serabut kontrol desenden dari otak mengatur proses pertahanan. Neuron delta(A

dan 4 melepaskan substansi 4 melepaskan substansi & untuk mentranmisi impuls melalui mekanisme pertahanan. #elain itu, terdapat mekanoreseptor, neuron beta(A yang lebih tebal, yang lebih /epat yang melepaskan neurotransmiter penghambat. Apabila masukan yang dominan berasal dari serabut beta(A, maka akan menutup mekanisme pertahanan. Diyakini mekanisme penutupan ini dapat terlihat saat seorang perawat menggosok punggung klien dengan lembut. &esan yang dihasilkan akan menstimulasi mekanoreseptor, apabila masukan yang dominan berasal dari serabut delta A dan serabut 4, maka akan membuka pertahanan tersebut dan klien mempersepsikan sensasi nyeri. 5ahkan jika impuls nyeri dihantarkan ke otak, terdapat pusat kortek yang lebih tinggi di otak yang memodifikasi nyeri. Alur saraf desenden melepaskan opiat endogen, seperti endorfin dan dinorfin, suatu pembunuh nyeri alami yang berasal dari tubuh. Neuromedulator ini menutup mekanisme pertahanan dengan menghambat pelepasan substansi &. tehnik distraksi, konseling dan pemberian plasebo merupakan upaya untuk melepaskan endorfin (&erry ' &otter, 2 $".

4. K)$!'&'.$!' N("%' %enurut Hidayat (2 yaitu a. 5erdasarkan 6okasi 7 6etak 8" Cutaneus 7 superfisial yaitu nyeri yang mengenai kulit7 jaringan subkutan. 5iasanya terasa sebagai sensasi yang tajam. 4ontoh 9 .erkena ujung pisau atau gunting, jarum suntik. 2" Deep somatic 7 nyeri dalam yaitu nyeri yang mun/ul dari ligament, pembuluh darah, tendon dan syaraf, nyeri menyebar ' lebih lama daripada /utaneus. 4ontoh 9 #ensasi pukul, sensasi terbakar misalnya ulkus lambung. !", nyeri diklasifikasikan berdasarkan durasinya

:" Nyeri Alih merupakan fenomena umum dalam nyeri viseral karena banyak organ tidak memiliki reseptor, biasanya nyeri terasa di bagian tubuh yang terpisah dari sumber nyeri dan dapat terasa dengan berbagai karakteristik. 4ontoh 9 ;nfark miokard yang menyebabkan nyeri alih ke rahang, lengan kiri, dan bahu kiri, batu empedu yang dapat mengalihkan nyeri ke selangkangan. <" )adiasi #ensasi nyeri meluas dari tempat awal /edera ke bagian tubuh yang lain. 5iasanya nyeri terasa seakan menyebatr ke bagian tubuh bawah atau sepanjang bagian tubuh. Nyeri dapat menjadi intermitten atau konstan.4ontoh 9 Nyeri punggung bagian bawah akibat diskus intravetebral yang ruptur disertai nyeri yang meradiasi sepanjag tungkai dari iritasi saraf skiatik b. 5erdasarkan penyebabnya 8" =isik 9 5isa terjadi karena stimulus fisik (/ontoh9 fraktur femur". 2" Psycogenic .erjadi karena sebab yang kurang jelas7susah diidentifikasi, bersumber dari emosi7psikis dan biasanya tidak disadari. (/ontoh9 orang yang marah(marah, tiba(tiba merasa nyeri pada dadanya", 5iasanya nyeri terjadi karena perpaduan 2 sebab tersebut. /. 5erdasarkan lama7durasinya 8" Nyeri akut Nyeri akut merupakan kumpulan pengalaman yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan sensori, persepsi dan emosi serta berkaitan dengan respon autonomi psikologi dan perilaku. 2" Nyeri kronik Nyeri kronik adalah situasi atau keadaan pengalaman nyeri yag menetap atau kontinyu selama beberapa bulan atau tahu setelah fase penyembuhan dari suatu penyakit atau injuri.

karakteristiknya adalah nyeri dalam skala berat, dan intensitas nyeri sukar diturunkan. &erbedaan nyeri akut dan kronis Nyeri akut >aktu 9 kurang dari $ bulan Daerah nyeri terlokalisasi Nyeri terasa tajam seperti ditusuk(tusuk, disayat, di/ubit dll )espons sistem saraf simpatis 9 takikardi, peningkatan respirasi, peningkatan .D, pu/at, lembap, berkeringat dan dilatasi pupil &enampilan klien tidak tampak /emas, gelisah, dan terjadi ketegangan otot /. F$.+o% ($ * 0"0#" *$%12' %"!#o %enurut &erry ' &otter (2 adalah 9 a. 3sia 3sia merupakan variabel penting yang mempengaruhi nyeri, khususnya pada anak(anak dan lansia. &erbedaan perkembangan, yang ditemukan diantara kelompok usia ini dapat mempengaruhi bagaimana anak(anak dan lansia bereaksi terhadap nyeri. Anak belum bisa mengungkapkan nyeri, sehingga perawat harus mengkaji respon nyeri pada anak. &ada orang dewasa kadang melaporkan nyeri jika sudah patologis dan mengalami kerusakan fungsi. &ada lansia /enderung memendam nyeri yang dialami, karena mereka menganggap nyeri adalah hal alamiah yang harus dijalani dan mereka takut kalau mengalami penyakit berat atau meninggal jika nyeri diperiksakan. b. -enis kelamin 6aki(laki dan wanita tidak berbeda se/ara signifikan dalam merespon nyeri, justru lebih dipengaruhi faktor budaya (/ontoh9 tidak Nyeri kronik >aktu 9 lebih dari $ bulan Daerah nyeri menyebar Nyeri terasa tumpul seperti ngilu, linu, dll )espon sistem saraf parasimpatis 9 penurunan .D, bradikardi, kulit kering, panas dan pupil konstriksi &enampilan klien tampak depresi dan menarik diri

("%'

$", faktor yang mempengaruhi respon nyeri

pantas kalau laki(laki mengeluh nyeri, sedangkan wanita boleh mengeluh nyeri dalam situasi yang sama". /. ,ultur %engenali nilai(nilai budaya yang memiliki seseorang dan memahami mengapa nilai(nilai ini berbeda dari nilai(nilai kebudayaan lainnya membantu untuk menghindari mengevaluasi perilaku pasien berdasarkan harapan dan nilai budaya seseorang. &erawat yang mengetahui perbedaan budaya akan mempunyai pemahaman yang lebih besar tentang nyeri pasien dan akan lebih akurat dalam mengkaji nyeri dan respon(respon perilaku terhadap nyeri juga efektif dalam menghilangkan nyeri pasien. d. Ansietas %eskipun pada umumnya diyakini bahwa ansietas akan meningkatkan nyeri, mungkin tidak seluruhnya benar dalam semua keadaaan. Ansietas yang tidak berhubungan dengan nyeri dapat mendistraksi pasien dan se/ara aktual dapat menurunkan persepsi nyeri. #e/ara umum, /ara yang efektif untuk menghilangkan nyeri adalah dengan mengarahkan pengobatan nyeri ketimbang ansietas. e. ?fek plasebo ?fek plasebo terjadi ketika seseorang berespon terhadap pengobatan atau tindakan lain karena sesuatu harapan bahwa pengobatan tersebut benar benar bekerja. %enerima pengobatan atau tindakan saja sudah merupakan efek positif. Harapan positif pasien tentang pengobatan dapat meningkatkan keefektifan medikasi atau intervensi lainnya. f. &engalaman masa lalu #eringkali individu yang lebih berpengalaman dengan nyeri yang dialaminya, makin takut individu tersebut terhadap peristiwa menyakitkan yang akan diakibatkan. ;ndividu ini mungkin akan lebih sedikit mentoleransi nyeri, akibatnya ia ingin nyerinya segera reda sebelum nyeri tersebut menjadi lebih parah.

g. &ola koping &ola koping adaptif akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri dan sebaliknya pola koping yang maladaptive akan menyulitkan seseorang mengatasi nyeri. h. #upport keluarga dan sosial ;ndividu yang mengalami nyeri seringkali bergantung kepada anggota keluarga atau teman dekat untuk memperoleh dukungan dan perlindungan. >alaupun nyeri tetap klien rasakan, kehadiran orang yang di /intai akan meminimalkan kesepian dan ketakutan. 3. P" ')$'$ 4$ P" *1.1%$ N("%' ,ualitas nyeri dapat dinilai sederhana yang meminta pasien menjelaskan nyeri dengan kata(kata mereka sendiri (misalnya tumpul, berdenyut, seperti terbakar". ?valuasi ini juga dapat didekati dengan menggunakan penelitian yang lebih formal, seperti kuesioner nyeri MC bill, yang merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menilai nyeri. Alat bantu lain yang digunakan untuk menilai intensitas atau keparahan nyeri klien (Asmadi, 2 !" 9 a. =a/e &ain )ating #/ale

b. #kala intensitas nyeri deskritif

/. #kala identitas nyeri numerik

d. #kala analog visual

e. S.$)$ ("%' 0e 1%1+ 5o1%5$ '!

K"+"%$ *$ : 9 8(: <($ 9 9 .idak nyeri Nyeri ringan 9 se/ara obyektif klien dapat berkomunikasi dengan baik. Nyeri sedang 9 #e/ara obyektif klien mendesis, menyeringai, dapat menunjukkan lokasi nyeri, dapat mendeskripsikannya, dapat mengikuti perintah dengan baik. 2(@ 9 Nyeri berat 9 se/ara obyektif klien terkadang tidak dapat mengikuti perintah tapi masih respon terhadap tindakan, dapat menunjukkan lokasi nyeri, tidak dapat mendeskripsikannya, tidak dapat diatasi dengan alih posisi nafas panjang dan distraksi. 8 9 Nyeri sangat berat 9 &asien sudah tidak mampu lagi berkomunikasi, memukul. 7. M$ $*"0" N("%' a. %anagemen =armakologi %anagemen farmakologi merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk menghilangkan nyeri dengan menggunakan obat(

obatan. Abat merupakan bentuk pengendalian nyeri yang paling sering diberikan oleh perawat dengan kolaborasi dengan dokter. .erdapat tiga kelompok obat nyeri yaitu (.arwoto ' >artonah, 2 $"9 8" Analgetik non opioid Abat Anti ;nflamasi Non #teroid (AA;#N" ?fektif untuk penatalaksanaan nyeri ringan sampai sedang terutama asetomenofn (Tylenol) dan AA;#N dengan ef anti peritik, analgetik dan anti iflamasi, Asam asetilsalisilat buprofin (aspirin) dan (Morfin, Ad!il) merupakan AA;N# yang sering

digunakan untuk mengatasi nyeri akut derajat ringan. AA;N# menghasilkan analgetik dengan bekerja ditempat /edera melalui in"ibisi sintesis prostaglandin dari prekorsor asam arokidonat# # 2" Analgesia opioid %erupakan analgetik yang kuat yang bersedia dan digunakan dalam penatalaksanaan nyeri dengan skala sedang sampai dengan berat. Abat(obat ini merupakan patokan dalam pengobatan nyeri pas/a operasi dan nyeri terkait kanker. %orfin merupakan salah satu jenis obat ini yang digunakan untuk mengobati nyeri berat. :" Ad$u!an % &oanalgetik %erupakan obat yang memiliki efek analgetik atau efek komplementer dalam penatalaksanaan nyeri yang semula dikembangkan untuk kepentingan lain. 4ontoh obat ini adalah ,arbama*opin (.egretol" atau =enitoin (Dilantin". b. %anagemen Non(=armakologi .erapi non(farmakologis yaitu terapi yang digunakan yakni dengan tanpa menggunakan obat(obatan, tetapi dengan memberikan berbagai teknik yang setidaknya dapat sedikit mengurangi rasa nyeri saat persalinan tiba. 5eberapa hal yang dapat dilakukan ialah (.arwoto ' >artonah, 2 8" Distraksi Distraksi adalah memfokuskan perhatian pasien pada sesuatu selain nyeri. Ada empat tipe distraksi, yaitu distraksi <"9

visual, misalnya memba/a atau menonton televisi, Distraksi auditory, misalnya mendengarkan musik, Distraksi taktil, misalnya menarik nafas dan massase, Distraksi kognitif, misalnya bermain pu**le. 2" Hypnosis(diri Hypnosis(diri dengan membantu merubah persepsi nyeri melalui pengaruh sugesti positif. Hypnosis(diri menggunakan sugesti dari dankesan tentang perasaan yang rileks dan damai. ;ndividu memasuki keadaan rileks dengan menggunakan bagian ide pikiran dan kemudian kondisi(kondisi yang menghasilkan respons tertentu bagi mereka :" #timulas ,utaneus .erapi stimulasi kutaneus adalah stimulasi kulit yang dilakukan untuk menghilangkan nyeri massase, mandi air hangat, kompres panas atau dingin dan stimulasi saraf elektrik transkutan (.?N#" merupakan langkah(langkah sederhana dalam upaya menurunkan persepsi nyeri. <" %assase %asasse adalah melakukan tekanan tangan pada jaringan lunak, biasanya otot, atau ligamentum, tanpa menyebabkan gerakan atau perubahan posisi sendi untuk meredakan nyeri, menghasilkan relaksasi, dan 7 atau memperbaiki sirkulasi. %asase adalah terapi nyeri yang paling primitive dan menggunakan refleks lembut manusia untuk menahan, menggosok, atau meremas bagian tubuh yang nyeri. B" .erapi Hangat dan Dingin .erapi hangat dan dingin bekerja dengan menstimulasi reseptor tidak nyeri (non(nosiseptor". .erapi dingin dapat menurunkan prostaglandin yang memperkuat sensitifitas reseptor nyeri. Agar efektif es harus diletakkan di area sekitar pembedahan.

&enggunaan panas dapat meningkatkan aliran darah yang dapat memper/epat penyembuhan dan penurunan nyeri. $" )elaksasi pernafasan )elaksasi pernafasan yang merupakan suatu bentuk asuhan keperawatan, yang dalam hal ini perawat mengajakan pada klien bagaimana /ara melakukan pernafasan, nafas lambat (menahan intensitas B. A!12$ K"#"%$6$+$ 1. P" *.$7'$ a. Data 3mum 8" No registrasi 9 2" Nama :" 3mur B" Alamat $" Agama !" &endidikan @" .anggal Diterima waktu dari 9 9 9 9 9 datang................ )umah #akit orang yang inspirasi nyeri, se/ara maksimal" dan bagaimana juga dapat menghembuskan nafas se/ara perlahan. #elain dapat menurunkan teknik relaksasi pernafasan meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah

<" -enis kelamin 9

2" #tatus perkawinan9

dihubungi..................telepon ................... ..............datang sendiri.............lain(lain b. )iwayat keperawatan 8" ,eluhan utama9 2" )iwayat kesehatan #ekarang9 :" )iwayat ,esehatan masa 6alu <" )iwayat kesehatan keluarga B" )iwayat kesehatan lingkungan

$" )iwayat psikologi 2" )iwayat pertumbuhan dan perkembangan /. )iwayat nyeri 8" 6okasi nyeri :" ,ualitas nyeri <" &ola nyeri durasi ....... apakah nyeri berulang C ( B" =aktor presipitasi $" Dejala 9( ( ( .idur ,onsentrasi &ekerjaan 9 9 9 "ya ( " tidak kapan nyeri terakhir kali mun/ulC.............. "aktifitas fisik berat ( " faktor lingkungan "stressor fisik ( "emosional ( "pusing ( "diare "lainnya............ 9 9 ( "dipukul(pukul ( " ditusuk(tusuk ( " lainnya. 9 2" ;ntensitas nyeri 9 skala nyeri....... (8(8 "

waktu awitan ......

9 ( "mual ( "muntah

2" &engaruh pada aktifitas sehari(hari9 Nafsu makan 9

Hubungan interpersonal9 Aktifitas dirumah9 !" #umber koping @" )espon afektif9 d. Abservasi respon perilaku dan fisiologis )espon non verbal yang bisa dijadikan indikator nyeri salah satu yang paling utama adalah ekspresi wajah 9 ( " menutup mata rapat(rapat ( " membuka mata lebar(lebar ( " menangis ( " berteriak ( " " menggigit bibir bawah ( nendang ( " erangan ( 9

imobilisasi bagian tubh yang mengalami nyeri ( " membalik(balikkan tubuh di atas kasur

" menendang(

e. &engkajian fisik 8" ,eadaan umum 2" .ingkat kesadaran :" &ertumbuhan fisik <" ..E 2. D'$* o!$ a. Ansietas b.d nyeri yang tidak hilang b. Nyeri kronik b.d invasi jaringan 3. I +"%8" !' No 8 D9 Nyeri akut b7d /idera fisik K%'+"%'$ 2$!') #etelah ,lien tidak dilakukan meringis tindakan kesakitan, keperawatan klien selama : H mampu 2< jam nyeri mengontrol berkurang nyeri T171$ I +"%8" !' 8. .entukan karakteristik nyeri 2. &antau ..E :. 5erikan tindakan distraksi <. 5erikan tindakan relaksasi, latihan nafas, pijatan, perubahan posisi B. ,olaborasi pemberian obat 8. ;mplementasikan penatalaksanaan obat fentanyl transdermal. -elaskan pada klien tentang efek samping yang diharapkan 2. %inta klien untuk memilih terapi yang mampu mengatasi nyerina misalnya distraksi, tekhnik napas dalam. R$!'o $) 8. %enentukan intervensi 2. Nyeri dapat meningkatkan kebutuhan A2, merangsang vasokontriksi pembuluh darah :. %engurangi fokus dan ketegangan karena nyeri <. .indakan non analgesik dapat menghilangkan ketidaknyaman B. %engurangi intensitas nyeri 8.Abat ini diindikasikan bagi klien yang mengalami nyeri 9 9 9 .5 9 9 .D . 9 9 /m, 55 9 mmHg G4 kg N )) 9 9 F7menit F7menit

Nyeri kronik

#etelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 H 2< jam klien se/ara aktif berpartisipas i dalam ren/ana penatalaksa naan nyeri

,lien mengawali terapi pengontrola n nyeri

2.,ontrol diri menunjukkan kemampuan seseorang untuk menentukan keadaan dengan tepat melalui tindakan.

DAFTAR PUSTAKA Asmadi. (2 !". Teknik Prosedural &epera'atan ( &onsep dan Aplikasi &ebutu"an. -akarta 9 #alemba %edika. Hidayat, A.A. (2 $". Pengantar &ebutu"an Dasar Manusia. -akarta 9 #alemba %edika. Hidayat, A.A. (2 !". Pengantar &onsep Dasar &epera'atan# -akarta 9 #alemba %edika. %ubarak, ;Ibal, ' 4ahyatin. (2 2". )uku A$ar &ebutu"an Dasar Manusia ( Teori dan Aplikasi dan Praktik. -akarta 9 ?D4. &erry ' &otter. (2 $". *undamental &epera'atan. ?disi <. -akarta 9 ?D4.

.arwoto ' >artonah. (2 <". &ebutu"an Dasar Manusia dan Prosedur &epera'atan. -akarta 9 #alemba %edika. .arwoto ' >artonah. (2 $". &ebutu"an Dasar Manusia dan Prosedur &epera'atan. -akarta 9 #alemba %edika.

Beri Nilai