Anda di halaman 1dari 26

ARIMATEA

(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)


-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-

Izharul Islam
BERPURA-PURA
MUSLIM & MEMBELA
ISLAM
ala
SNOUCK HURGRONJE

Disusun oleh:

Bambang Maryanto Sj
Sekretaris ARIMATEA Solo

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-

PENDAHULUAN
Perlu kajian yang cukup mendalam untuk mengetahui hubungan antara
orientalisme, gerakan misionaris (untuk memuridkan semua bangsa) dan
kolonialisme. Kolonialisme atau imperialisme identik dengan penjajahan.
Sedangkan orientalisme adalah istilah yang berasal dari kata ‘orient’ bahasa
Perancis yang secara harfiah artinya ‘timur’. Lebih lanjut secara geografis berarti
‘dunia belahan timur’ dan secara etnologis berarti ‘bangsa-bangsa timur’. Orang
orang Orientalis kebanyakan adalah berlatar belakang agama Kristen. Sehingga
identik orientalis adalah orang Kristen, meskipun tidak semuanya. Orientalisme
adalah faham atau aliran yang berkeinginan menyelidiki hal-hal yang berkaitan
dengan bangsa-bangsa di Timur dan lingkungannya1.Dalam tulisan ini penulis
mencoba untuk mencari titik temu antara kolonialisme dan orientalisme yang latar
belakangnya adalah orang-orang kristen dalam hubungannya dengan Snouck
Hurgronye yang melakukan Izharul Islam.
Dalam pengertian sempit, orientalisme adalah kegiatan penyelidikan dari
para pakar di Barat mengenai agama-agama di Timur, khususnya tentang Islam.
Kegiatan tersebut telah berlangsung berabad-abad secara periodik, tetapi baru
terlihat intensitasnya yang luar biasa sejak abad 19 Masehi Penyelidikan tersebut
bermula secara terpisah mengenai masing-masing agama. Max Muller(1823-1900)
dipandang sebagai bapak pelopor dalam bidang ini. Ia telah menterjemahkan
kitab-kitab agama di Timur ke dalam bahasa Inggris, yang berjudul ‘The Sacred
Books of The East’ (Kitab-kitab Suci dari Timur). Berkat cara Muller ini, dia sering
disebut sebagai pembangun disiplin ilmu baru perbandingan agama (comparative
religions )2.

1
Achmad Zuhdi DH, pandangan Orientalis Barat tentang Islam,hal 10
2
Ibid,12

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
Sebenarnya objek kajian orientalis ini cukup luas, meliputi sekuruh bidang
kehidupan, Sou’yb memerinci secara garis besar meliputi bidang-bidang sebagai
berikut: bidang kepurbakalaan (archeology), sejarah (history), bidang bahasa
(linguistics), bidang agama (religion), bidang kesusastraan (literaturs), bidang
keturunan (ethonology), bidang kemasyarakatan(sociology), bidang adat istiadat
(customs), bidang kekuasaan (politic), bidang kehidupan (economy), bidang
lingkungan (fauna dan flora), dan lain-lain.3
Sungguhpun kajian orientalisme cukup luas, penulis membatasi pada kajian
orientalisme bidang kekuasaan (politik), khususnya mengenai motivasi DR.
Christian Snouck Hurgronje sebagai orientalis dalam membantu
melanggengkan penjajahan Belanda di Indonesia.

SNOUCK HURGRONJE- SNOUCK HURGRONJE MODERN

ARIMATEA telah banyak mengungkap, mengintrogasi, memenjarakan


Snouck Hurgronje -Snouck Hurgronje masa kini. Sudah 30 kasus diungkap,
namun sampai saat baru yang kelas-kelas lapangan, termasuk komandan
lapangannya (lihat makalah: 5 tahun ARIMATEA berjuang). Sehingga belum
berhasil mengungkap yang diakui hukum positif hukum negara kita, Snouck
Hurgronje -Snouck Hurgronje medern kelas atas-atasnya. Kalaupun suatu
ketika ARIMATEA berhasil mengungkap (yang diakui hukum positif negara kita)
Snouck Hurgronje -Snouck Hurgronje modern kelas atasnya, maka sudah pasti
akan mendapat perlawanan keras dari ormas/tokoh/umat Islam sendiri yang
relatif selalu berprasangka baik dan polos-polos. ARIMATEA memiliki
keyakinan berdasarkan berbagai penemuannya, Snouck Hurgronje modern
kelas atasnya akan lihai berada ditengah-tengah para Ormas/tokoh Islam.
Sejarah akan selalu berulang, dengan kekuatan gerakan hidden
mission (intelijen), pejuang lapangan akan terus difitnah/
dihujat/disingkirkan bahkan dipenjarakan yang ironisnya didukung
tokoh/aktifis/umat islam sendiri yang tidak pernah belajar dari
3
ibid

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
pengalaman. Sebaliknya pejuang petualang (karena misi/orientasi dunia atas
nama dakwah) akan memperoleh nama dan memenangkan opini dihadapan
umat. Namun sejarah pula yang akan membuktikan mutiara dipendamkan
kelumpur, tetap saja mutiara. Ciri ini akan selalu muncul, Ormas/pribadi
yang selalu difitnah tidak akan pernah tenggelam dalam fitnah, tanpa
didukung (bahkan diboikot tokoh/aktifis islam sendiri) ia akan tetap
eksis, sebab umat dibawahlah yang mendukungnya, merasakan dan
memerlukan manfaatnya (bukan sekedar ceramah yang menghasilkan
uang). Snouck Hurgronje terungkap secara utuh dan pasti yang sebenarnya
siapa, setelah ia lama mati. Saat ia hidup dan berada di Indonesia, ia banyak
disanjung dan dibela.

BIOGRAFI CHRISTIAAN SNOUCK HURGRONJE (1857-1936)

Snouck Hurgronje menempati posisi tersendiri di kalangan jajaran orientalis


yang meneliti Islam, baik dari sisi Islam sebagai agama maupun syari'at. Dia
adalah seorang ilmuwan sekaligus politikus ulung yang Iahir pada 8 Februari 1857
di desa Osterhout yang terletak di Timur Laut kota Breda, Belanda. Pendidikan da-
sarnya dilalui di kampungnya, kemudian melanjutkan Sekolah Menengah di Breda.
Dia belajar bahasa Latin dan Yunani pada guru khusus, sebagai persiapan masuk
universitas, dan berhasil menempuh ujian masuk universitas pada Juni 1874.
Kemudian pada musim sedang tahun 1874 dia mendaftar ke Fakultas Teologi di
Universitas Leiden, Belanda, dan pada Mei 1876 ia menempuh ujian kandidat
dalam filologi klasik Yunani dan Latin, lalu pada April 1878 ia mengikuti ujian
kandidat dalam Teologi. Namun, dia tetap menekuni Filologi, dan pada September
1878 berhasil menempuh ujian Filologi Semit. Pada bulan November 1879 dia
berhasil memperoleh gelar doktor dengan risalah berjudul Musim Haji di Makah.
Dalam disertasinya itu, Snouck mengemukakan urgensi Haji dalam Islam dan
berbagai acara seremonial serta ritualnya, akhirnya sampai pada kesimpulan

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
bahwa Haji dalam Islam merupakan peninggalan dari ajaran pagan (watsaniah)
bangsa Arab.

Pada tahun ajaran 1880/1881, Snouck menghadiri perkuliahan Theodore


Noldeke di Strassburg bersama koleganya, di antaranya adalah dua orientalis
terkenal, C. Bezold, yang meninggal tahun 1922 di Hedelburg, dan R. Bunnow,
yang meninggal tahun 1917 di Amerika. Sekembalinya dari Strassburg pada tahun
1881 ia ditugasi menjadi pengajar ilmu-ilmu Keislaman di Sekolah Calon Pegawai
di Hindia Timur, Indonesia, yang bertempat di Leiden. Dari sini ia mulai menaruh
perhatian pada masalah-masalah baru yang terjadi di negeri-negeri Islam.

Pada tahun 1884 Snouck mengadakan petualangan ke Jazirah Arab, dan


menetap di Jeddah sejak Agustus 1884 hingga Februari 1885, sebagai persiapan
menuju Makah, yang merupakan tujuan utama dari petualangannya. Snouck
sampai di Makah pada 22 Februari 1885 dengan menggunakan nama samaran
Abdul Ghafar. Dia menetap di Makah selama enam bulan, dan menghasilkan karya
berjudul Makah. Namun akhirnya, pada bulan Agustus, Snouck dipaksa keluar
dari Makah oleh konsul Prancis. Dia pulang dengan empat ekor unta yang
membawa barang-barang yang dikumpulkan selama mukim di sana. Yang
disesalkan adalah bahwa perintah untuk meninggalkan Makah bertepatan dengan
awal musim Haji. Padahal risalah doktor yang pernah ditulisnya berkaitan dengan
musim Haji, meskipun hanya berdasarkan pada sumber-sumber literatur,
manuskrip-manuskrip, dan pengalaman orang yang berziarah ke sana, bukan atas
dasar pengalamannya sendiri.

Snouck memulai kegiatan mengajarnya di Leiden dan Delf di Sekolah Calon


Pegawai di Indonesia. Dengan meninggalnya A.W.T. Joynboll tahun 1887, Snouck
ditugasi menggantikan posisinya di Delf, namun Snouck lebih memilih mengajar
bidang syari'at Islam di Universitas Leiden.

Sejak tahun 1889, Snouck memulai kegiatannya sebagai penasihat kolonial


Belanda di Indonesia. Pertama kali ia menetap di Indonesia selama dua tahun,

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
sebagai penasihat umum pemerintah kolonial Belanda dalam masalah Islam yang
bertempat di Pulau Jawa. Pada Maret 1891 ia menjadi penasihat dalam bahasa-
bahasa Timur dan Syari'at Islam bagi pemerintah kolonial Belanda, dan menetap
di Aceh sejak tahun 1891-1892. Di samping tugas utamanya sebagai penasihat
pemerintah kolonial, Snouck juga mengumpulkan bahan-bahan untuk menyusun
karya besarya tentang Aceh yang berjudul De Acehers. Pada tahun-tahun
berikutnya, Snouck meneliti ragam bahasa, penduduk, dan negeri-negeri yang ter-
dapat di Indonesia sesuai dengan tugasnya sebagai penasihat pemerintah Belanda.
Snouck juga yang menyusun undang-undang perkawinan khusus di kepulauan
Indonesia. Karena mengetahui seluk-beluk masalah Aceh, dia juga diangkat sebagai
penasehat di daerah Aceh. Selain itu, Snouck juga menjelajah Pulau Sumatera di
pedalaman Gayo dan mempelajari penduduknya. Hasilnya, Snouck menguasai bahasa
Melayu, di samping menguasai bahasa Arab dengan baik.

Ketika gurunya, De Goeje, meninggal pada tahun 1906, Snouck menggantikan


posisinya di Universitas Leiden. Pada Januari 1907 Snouck ditugasi menjadi Penasihat
Pemerintah Kolonial Belanda Masalah Bahasa Arab dan Intern. Dengan begitu,
perhatian Snouck terpecah dua, yaitu mengajar di Universitas Leiden dan sebagai
penasihat pemerintah. Oleh karena itu, sejak tahun 1906 hingga meninggalnya, tahun
1936, Snouck tidak menghasilkan karya yang besar, hanya menulis makalah-makalah
sederhana. Dia meninggal di Leiden pada 26 Juni 1936.

Karya ilmiah Snouck terbagi dalam dua jenis, yaitu karya dalam bentuk buku dan
dalam bentuk makalah-makalah kecil. Di antara hasil karya besarnya ialah, tulisannya
tentang kota Makah, terdiri atas dua bagian, bagian pertama terbit di kota Den Hag
pada tahun 1888 dan bagian kedua juga terbit di kota yang sama pada tahun 1889.
Kemudian karyanya yang berjudul De Atjehers, dalam dua bagian, terbit di Batavia
(sekarang Jakarta) dan Leiden (cet I, 1893) dan (cet II. 1894); Daerah Gayo dan
Penduduknya (Batavia,1903). Bagian kedua dari buku Makah, dan bagian pertama
dan kedua dari buku De Atjehers, sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Karya-karyanya dalam bentuk makalah adalah “Munculnya Islam',

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
"Perkembangan Agama Islam", "Perkembangan Politik Islam", dan "Islam dan
Pemikiran Modern". Semua makalah itu telah dikumpulkan oleh muridnya, A.J.
Wensinck, dengan judul Bunga Rampai dari Tulisan Christian Snouck Hurgronje
dalam enam jilid, jilid keempat terdiri atas empat bagian (Bonn dan Leiden, 1923
-1927). Sistematika kumpulan tulisan itu adalah sebagai berikut; jilid pertama tentang
Islam dan sejarahnya, jilid kedua tentang syari'at Islam, jilid ketiga tentang Jazirah
Arab dan Turki, jilid keempat tentang Islam di Indonesia, jilid kelima tentang bahasa
dan sastra, dan jilid keenam tentang kritik buku, dan tulisan-tulisan lain dan daftar
indeks, serta rujukan-rujukan.

KEJAHATAN SNOUCK HURGRONJE: (1857-1936 M)

Seorang peneliti Belanda kontemporer, Koenings Veld, menjelaskan


bahwa realitas budaya di negerinya membawa pengaruh besar terhadap
kejiwaan dan sikap Snouck selanjutnya. Pada saat itu, para ahli perbandingan
agama dan ahli perbandingan sejarah sangat dipengaruhi oleh Teori Evolusi
Darwin. Hal ini membawa konsekuensi khusus dalam teori peradaban di ka-
langan cendekiawan Barat bahwa peradaban Eropa dan Kristen adalah puncak
peradaban dunia. Sementara itu, Islam yang datang belakangan, menurut
mereka, adalah upaya untuk memutus perkembangan peradaban ini. Bagi
kalangan Nasrani, kenyataan ini dianggap hukuman atas dosa-dosa
mereka.Ringkasnya, agama dan peradaban Eropa adalah lebih tinggi dan
lebih baik dibanding agama dan peradaban Timur. Teori peradaban ini
berpengaruh besar terhadap sikap dan pemikiran Snouck selanjutnya.

Pada tahun 1876, saat menjadi mahasiswa di Leiden, Snouck pernah


berkata, "Adalah kewajiban kita untuk membantu penduduk negeri jajahan
-maksudnya warga Muslim Indonesia - agar terbebas dari Islam." Sejak itu,
sikap dan pandangan Snouck terhadap Islam tidak pernah berubah.

Snouck pernah mengajar di Institut Leiden dan Delf, yaitu lembaga


yang memberikan pelatihan bagi warga Belanda sebelum ditugaskan di

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
Indonesia. Saat itu, Snouck belum pernah datang ke Indonesia, namun ia
mulai aktif dalam masalah-maasalah penjajahan Belanda. Pada saat vang
sama, Perang Aceh mulai bergolak.

Saat tinggal di Jedah, ia berkenalan dengan dua orang Indonesia yaitu


Raden Abu Bakar Jayadiningrat dan Haji Hasan Musthafa. Dari keduanya
Snouck belajar bahasa Melayu dan mulai bergaul dengan para jamaah haji
dari Indonesia untuk mendapatkan informasi yang ia butuhkan.

Pada saat itu pula, ia menyatakan keislamannya dan mengucapkan


syahadat di depan khalayak dengan memakai nama Ahdul Ghaffar. Seorang
Indonesia berkirim surat kepada Snouck yang isinya menyebutkan "Karena
Anda telah menyatakan masuk Islam di hadapan orang banyak dan ulama-
ulama Mekah telah mengakui keislaman Anda." Seluruh aktivitas Snouck
selama di Saudi tercatat dalam dokumen-dokumen di Universitas Leiden,
Belanda. Snouck menetap di Mekah selama enam bulan dan disambut hangat
oleh seorang ulama besar Mekah, yaitu Waliyul Hijaz. Ia lalu kembali ke
negaranya pada tahun 1885. Penyambutan hangat seperti ini sering juga
dilakukan oleh umat/tokoh di Indonesia terhadap para mantan non
muslim, bahkan mendadak menjadi Ustad/Ustadzah yang kondang.
Tidak sedikit dengan ilmu yang seadanya menerbitkan tulisan-tulisan
yang membahas tentang keislaman terkait dengan masalah aqidah,
seperti layaknya seorang ulama. Kadang namanya lebih dikenal dari
ustadz/ustadzah yang sebenarnya.

Selama di Saudi, Snouck memperoleh data-data penting dan strategis


bagi kepentingan pemerintah penjajah. Informasi itu ia dapatkan dengan
mudah karena tokoh-tokoh Indonesia yang ada di sana sudah
menganggapnya sebagai saudara seagama kesempatan ini digunakan oleh
Snauck untuk memperkuat hubungan dengan tokoh-tokoh yang berasal dari
Aceh yang menetap di negeri Hijaz saat itu.

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
Snouck kemudian menawarkan diri kepada pemerintah penjajah
Belanda untuk ditugaskan di Aceh. Saat itu, Perang Aceh dan Belanda mulai
berkecamuk. Snouck masih terus melakukan surat menyurat dengan ulama
asal Aceh di Mekah.

Snouck tiba di Jakarta pada tahun 1889. Jendral Beraker Hourdec


dengan hidden missionnya menyiapkan tokoh-tokoh Islam untuk dapat
membantunya. Tentunya semua tokoh Islam tidak menyadari misi terselubung
Snouck ini.

Ia juga dibantu sahabat lamanya ketika di Mekah, Haji Hasan


Musthafa yang diberi posisi sebagai penasihat untuk wilayah Jawa Barat.
Karena kelihaiannya tokoh Islam ini juga tidak menyadari Snouck yang
sebenarnya. Snouck sendiri memegang jabatan sebagai penasihat resmi
pemerintah penjajah Belanda dalam bidang bahasa Timur dan Fikih Islam.
Jabatan ini masih dipegangnya hingga setelah kembali ke Belanda pada tahun
1906.

Misi utama Snouck adalah "membersihkan" Aceh. Setelah melakukan studi


mendalam tentang semua yang terkait dengan masyarakat ini, Snouck menulis
laporan panjang yang berjudul Kejahatan-Kejahatan Aceh. Laporan ini kemudian
menjadi acuan dan dasar kebijakan politik dan militer Belanda dalam
menghadapai masalah Aceh.

Pada bagian pertama, Snouck menjelaskan tentang kultur masyarakat


Aceh, peran Islam, ulama, dan peran tokoh pemimpinnya. la menegaskan pada
bagian ini bahwa yang berada di belakang perang dahsyat Aceh dengan Belanda
adalah para ulama. Sedangkan tokoh-tokoh formalnya bisa diajak damai dan
dijadikan sekutu karena mereka hanya memikirkan bisnisnya.

Snouck menegaskan bahwa Islam harus dianggap sebagai faktor negatif


karena dialah yang menimbulkan semangat fanatisme agama di kalangan
Muslimin. Pada saat yang sama, Islam membangkitkan rasa kebencian dan

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
permusuhan rakyat Aceh terhadap Belanda. Jika dimungkinkan "pembersihan"
ulama dari tengah masyarakat, Islam takkan lagi punya kekuatan di Aceh.
Setelah itu, para tokoh-tokoh adat bisa menguasai dengan mudah.

Bagian kedua laporan ini adalah usulan strategis soal militer. Snouck
mengusulkan dilakukannya operasi militer di desa-desa di Aceh untuk
melumpuhkan perlawanan rakyat yang menjadi sumber kekuatan ulama. Bila ini
berhasil, terbuka peluang untuk membangun kerjasama dengan pemimpin lokal.

Perlu disebut di sini bahwa Snouck didukung oleh jaringan intelijen/mata-


mata dari kalangan pribumi. Cara yang ditempuh sama dengan yang
dilakukannya di Saudi dulu, yaitu membangun hubungan dan melakukan kontak
dengan warga setempat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Orang-
orang yang membela dan membantunya baik dari tokoh/aktifis/umat
muslim berasumsi bahwa Snouck saat itu adalah seorang saudara
seagama yang sedang berjuang membela Islam. Dalam suatu
korespondensinya dengan ulama Jawa, Snouck menerima surat yang bertuliskan
"Wahai Fadhilah Syekh Allamah Maulana Abdul Ghaffar, sang mufti Negeri Jawa."

Lebih aneh lagi, Snouck menikah dengan putri seorang kepala daerah
Ciamis, Jawa Barat pada tahun 1890. Dari pernikahan ini ia memperoleh
empat anak: Salamah, Umar, Aminah, dan Ibrahim.

Akhir abad 19 ia menikah lagi dengan Siti Saidah, putri Khalifah Apo,
seorang ulama besar di Bandung. Anak dari pernikahan ini bernama Raden
Yusuf. Luar biasa memang, orang disekelilingnya, baik mertua, istri, anak-
anaknya dan orang-orang disekeliling yang lainnya, PASTI semua orang-orang
yang ada dekat denganya menyatakan dengan penilaian mereka sehari-hari,
mustahil Snouck hanya berpura-pura masuk islam. Jika saat ini ada pihak yang
menyatakan lain, maka sudah pasti akan jadi musuh bersama orang islam
lainnya.

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
Snouck melakukan surat menyurat dengan gurunya Theodor Noeldekhe,
seorang orientalis Jerman terkenal. Dalam suratnya, Snouck menegaskan bahwa
keislaman dan semua tindakannya adalah permainan untuk menipu orang
Indonesia demi mendapatkan informasi. la menulis, "Saya masuk Islam hanya
pura-pura. Inilah satu-satunya jalan agar saya bisa diterima masyarakat
Indonesia yang fanatik."

Temuan lain Koenings Veld dalam surat Snouck mengungkap bahwa ia


meragukan adanya Tuhan. Ini terungkap dari surat yang ia tulis pada pendeta
Protestan terkenal, Herman Parfink, yang berisi, "Anda termasuk orang yang
percaya kepada Tuhan. Saya sendiri ragu pada segala sesuatu."

Dr. Veld berkomentar tentang aktivitas Snouck sebagai berikut. "la


berlindung di balik nama 'penelitian ilmiah dalam melakukan aktivitas
spionase, demi kepentingan penjajah." Veld yang merupakan peneliti
Belanda yang secara khusus mengkaji biografi Snouck menegaskan bahwa
dalam studinya terhadap masyarakat Aceh, Snouck menulis laporan ganda. la
menuliskan dua buku tentang Aceh dengan satu judul, namun dengan isi
yang bertolak belakang.

Dari laporan ini, Snouck hidup di tengah masyarakat Aceh selama tiga
puluh tiga bulan dan ia pura-pura masuk Islam. Dalam rentang waktu itu, ia
menyaksikan budaya dan watak masyarakat Aceh sekaligus memantau
peristiwa yang terjadi. Semua aktivitasnya tak lebih dari pekerjaan spionase
dengan mengamati dan mencatat.

Sebagai hasilnya ia menulis dua buku: pertama, berjudul Aceh, memuat


laporan ilmiah tentang karakteristik masyarakat Aceh dan buku ini
diterbitkan. Buku ini bernada membela islam dan rakyat aceh. Akan tetapi,
pada saat yang sama, ia juga menulis laporan rahasia untuk pemerintah
Belanda berjudul "Kejahatan, Aceh." Buku ini memuat alasan-alasan
memerangi rakyat Aceh.

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
Dua buku ini bertolak belakang dari sisi materi dan prinsipnya. Buku ini
menggambarkan sikap Snouck yang sebenarnya. Di dalamnya, Snouck
mencela dan merendahkan masyarakat dan agama rakyat Aceh. Laporan ini
bisa disebut hanya berisi cacian dan celaan sebagai provokasi penjajah untuk
memerangi rakyat Aceh.

Komentar tentang aktivitas spionase Snouck Hurgronje pada masa


penjajahan juga muncul dari cendekiawan putra Aceh, yaitu Prof. A. Hasymi.
la menuIis, "Belanda mulai memerangi Aceh dalam upaya menguasai daerah
jajahannya sejak 1873. Perang berlangsung selama dua puluh tahun, namun
tentara Belanda tak berhasil menaklukkan rakyat Aceh. Belanda menghadapi
perlawanan rakyat yang sengit dalam tiap pertempuran. Rahasia perlawanan
ini adalah padunya ulama dan pemimpin setempat. Snouck sangat paham hal
ini dan melihat Islam sebagai penggerak paling kuat dalam jiwa kaum
Muslim."

Snouck ingin menyerang dan meruntuhkan perlawanan ini dari akarnva.


la belajar Islam, datang ke Mekah, dan pura-pura masuk Islam. Bahkan,
untuk tujuan busuk ini, Snouck memakai nama Abdul Ghaffar.

Dengan cara ini, Snouck bisa mengenal ulama-ulama Aceh yang


berada di Mekah, seperti Syekh AI Habib Abdul Rahman Azh Zhahir. la
membangun hubungan erat dengan orang-orang Indonesia di sana,
khususnya asal Aceh, sehingga tak seorang pun dari mereka yang
membayangkan ia adalah seorang musuh lslam yang sangat
berbahaya. Snouck bahkan pernah berjanji akan membantu rakyat
Aceh dalam perang melawan penjajah Belanda (membela islam).

Kedatangannya ke Aceh pada tahun 1893 disambut hangat oleh kaum


Muslimin. Ia dianggap sebagai bagian dari mereka karena di mana pun kaum
Muslimin bersaudara. Hal ini makin diperkuat dengan kemampuan Snouck
yang bisa bicara bahasa Arab dengan fasih. Mereka membantu segala

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
keperluan Snouck dan memuliakannya sebagai tamu Muslim yang hidup di
tengah keluarganya sendiri.

Bahkan, penduduk daerah Ulee Lheue membantunya dalam mempelajari


bahasa lokal agar ia mudah berhubungan dengan warga setempat. Dari
sinilah Snouck mulai bekerja diam-diam dengan melakukan kajian dan
menulis laporan demi kepentingan penjajah Belanda.

Setelah kajian mendalam terhadap masyarakat Aceh, Snouck menemukan


bahwa rahasia kekuatan adalah persatuan ulama dan tokoh pemimpin
masyarakat. Inilah yang dihancurkan oleh Snouck dengan memecah barisan
umat dan menumbuhkan pertentangan antara dua pihak yang berpengaruh ini. la
menjalankan politik devide at impera, pecah dan kuasai. Inilah yang membuat
Belanda sanggup menundukkan rakyat Aceh.

Politikus dan Sejarawan Indonesia, Ridwan Saidi dalam bukunya ‘Fakta


dan Data Yahudi di Indonesia’ memberikan komentar bahwa apa yang
dilakukan oleh Snouck sangat licik, ia berpura-pura masuk Islam, atau dalam
istilah lain dikatakan ia melakukan IZHARUL ISLAM, yaitu suatu sikap yang
diperagakan oleh orientalis abad ke-19 di negeri-negeri jajahan. Cara ini amat
ampuh dalam upaya mengorek kelemahan Islam yang menjadi agama
mayoritas di tanah jajahan tersebut. Dengan berpura-pura Islam, bersyahadat,
shalat, bahkan ke Mekkah, kemudian menjadi Mufti tentang masalah Islam,
maka hubungan dengan umat Islam dapat dibina dengan akrab.

Belakangan, Snouck Hurgronje diketahui telah melakukan kejahatan


Izharul Islam, meski ia bukan orang pertama karena sebelumnya seorang
orientalis Perancis dengan Izharul Islam nya telah mencapai sukses
melestarikan penjajahan Perancis atas bumi Afrika Utara.

Izharul Islam, sebagai metodologi, kini sudah tidak dipergunakan lagi,


boleh dikata sejak Perang Dunia II berakhir, setelah bangsa-bangsa terjajah
memerdekakan diri, maka "zaman keemasan" Izharul Islam berakhir. Para
www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978
ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
mantan penjajah yang masih ingin mempertahankan kepentingannya di bekas
negeri jajahan, mempraktekkan penampilan baru, yaitu "bersimpati" kepada
Islam, antara lain dengan memberi bantuan untuk kepentingan "pembangunan"
Islam.

Berdasarkan observasi penulis, bukan berarti Izharul Islam mati total,


bisa jadi hanya mati suri saja. Sejarah akan berulang, Snouck jilid kedua bisa
terjadi. Mengamati kenyataan di lapangan menunjukkan betapa banyak kasus
ini menimpa umat Islam di bumi Nusantara. Mereka dihormati karena status
sebagai muallaf, tetapi ternyata hal tersebut hanya sebagai kedok untuk
melanggengkan misinya. Mulai dari maksud sederhana ingin mendapatkan hak
zakat dan belas kasihan orang, sampai kepada kepentingan besar dalam misi
memurtadkan Muslimin dari agamanya..

Kasus populer di zaman ini beredarnya Qur'an Van Der Plas di Jawa Timur
dan Kalimantan Selatan (daerah Hulu Sungai). Harian Kalimantan Berjuang
(23 Maret 1950) memberitakan keterangan Kyai Widjaja yang melaporkan
beredarnya Qur'an palsu yang dibagikan oleh Van Der Plas. Van Der Plas adalah
kuasa pemerintah Belanda yang ditempatkan di "daerah pendudukan". Qur'an
palsu itu diberikan kepada para ulama, dan ternyata setelah diteliti isinya
mengandung dongeng Israiliyat. Sudah barang tentu hal ini menghebohkan.
Diduga Van Der Plas sengaja melakukan ini untuk mengacaukan pemahaman
umat terhadap agamanya.

Pola Van Der Plas memang terlalu kotor, dibanding dengan pola yang
dijalankan Snouck Hurgronje. Yang belakangan ini menjalankan misi
spionasenya dengan berkedok penelitian ilmiah.

Agar memudahkan membina akses dengan informan Muslim, Snouck ber-


Izharul Islam. Ternyata, menurut penelitian Dr. Van KoningsveId, Snouck
membuat laporan penelitian ganda, misalnya tentang Aceh, Snouck menulis dua

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
jilid buku tebal De Atjehers berisi laporan ilmiah mengenai masyarakat Aceh,
dan buku ini dipublikasikan. Tetapi Snouck juga menulis Verslag Aceh sebagai
laporan kepada Pemerintah Belanda tentang alasan mengapa Aceh harus
diperangi. Verslag Aceh berbeda dengan The Atjehers.

Pendirian Snouck yang paling asli tentang Islam terdapat dalam Verslag
Aceh. Di situ Snouck mencibiri orang Aceh dan Islam. Celaan terhadap Aeeh
dan Islam mewarnai laporannya itu sehingga memotivasi pemerintah Belanda
untuk meneruskan perang menaklukkan Aceh.
Pada tahun 1906, Snouck Hurgronje kembali ke negeri Belanda setelah
bertugas di Indonesia selama 17 tahun. Perpisahan dengan keluarga, menurut
sumber terdekat penulis, berlangsung secara mengharukan, tentunya
dengan tetap memiliki paradigma, papahku adalah sosok yang telah
membela islam.

Keempat anaknya yang sudah besar diajaknya ke Stasiun Gambir. Sambil


melihat-lihat peninggalan masa lalu, Snouck berkata kepada anaknya, "Anak-
anakku,, papa akan kembali ke negeri Belanda buat selamanya, keperluan kamu
akan papa kirim dari negeri Belanda, dan kamu semua akan papa ikutkan dalam
asuransi jiwa. Bila besar kelak, janganlah kamu menggunakan nama fam
Hurgronje, itu mungkin dampaknya tidak bagus buat kamu."

Keempat anaknya itu terperangah belaka. Hanya air mata yang meleleh di
pipi disaksikan area-area yang membisu. Snouck membujang di Belanda selama
empat tahun. Pada tahun 1900 ia kawin lagi dengan seorang gadis Belanda
beragama Roma Katolik, Maria Otter. Tahun 1922 ia dikaruniai seorang
puteriyang diberi nama Christien. Christien rupanya menjadi puteri tunggal dari
isteri Belanda satu-satunya itu. Menurut sumber-sumber penulis di negeri
Belanda, ternyata Christien tidak pernah dididik secara Islam. Ia tumbuh dan
berkembang sebagai gadis Katolik, sampai kelak ia bertemu jodoh dengan

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
seorang Belanda mantan karyawan De Javasche Bank. Pernikahannya juga
berlangsung secara Katolik.

Menjelang wafatnya, Snouck Hurgronje selama tiga bulan terbaring saja di


kamar tidurnya di Leiden, Belanda. Ia tidak bercakap-cakap, sampai suatu hari
ia memanggil isteri dan anaknya. Seraya terbaring di tempat tidur, Snouck
meminta agar testamen yang telah dibuatnya diubah. la menginginkan agar
anak-anaknya yang berada di Indonesia diberi bagian warisan. Konon, Christien
terlongong-longong, dan baru pada detik itu ia mengetahui bahwa ia
mempunyai saudara seayah di Indonesia. Snouck dimakamkan satu lahat
dengan ibu kandungnya di TPU- Leiden.

Itulah seorang intelijen sebenarnya, kadang sampai masuk liang


lahatpun, istri/suami, anak-anaknya dan orang-orang disekelilingnya
tidak akan menyangka sosok yang sebenarnya yang mereka cintai
tersebut. Seorang intelijen sejati akan meletakan kepentingan misinya
dibandingkan kepentingan anak dan keluarganya.

Tatkala Sejarawan Ridwan Saidi pada tahun 1989 berkunjung ke Belanda,


yang ditemani intelektual Belanda Dr. Kareel Steenbreenk dan Dr. Martin Van
Bruinesen, menyempatkan diri menengok makam Snouck di Leiden. Tampaknya
sangat jarang orang berziarah ke situ, kalau pun ada pengunjung, mereka lebih
tertarik berziarah ke makam ibunda pelukis terkenal Van Gogh. Snouck
Hurgronje tidak dimakamkan Secara Islam.

Spion Intelektual

Di negeri Beianda sekali pun, ajaran mikul duwur mendem jero ternyata
diamalkan oleh sebagian ilmuwan Belanda, baik angkatan tuanya seperti
F. Schroder dan L.l Graaf maupun yang lebih muda seperti W.G.J. Ramelink.
Karena itu ketika Van Koningsveld (VK) untuk pertama kalinya pada tanggal

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
16 November 1979 merobek topeng intelektual Snouck Hurgronje (SH),
timbul polemik sengit sepanjang tahun 1980 - 1981 dalam pelbagai media
massa Belanda.

VK sebagai sarjana ahli bahasa Arab dan keislaman yang lahir pada
tahun 1943, berasal dari almamater yang sama dengan Snouck Hurgronje
(SH) yakni Universiteit Kerajaan Leiden. Seperti diketahui, Snouck
Hurgronje (SH) -1857-1936- selama 17 tahun, 1869-1906, menjadi
penasehat Islam pemerintahan Hindia Belanda. Selama itu SH bertindak selaku
arsitek "politik Islam" Hicdia Belanda. Staatblad-staatblad yang dikeluarkan
pemerintah jajahan "Perkara boemipoetera jang bersangkoetan dengan agama
Islam" di sepanjang dasawarsa (akhir) abad ke 19 dan abad ke-20 sebelum
masa Jepang, berasal dari pemikiran SH yang intinya menjadikan Islam
sebagai agama "ibadat" saja (Islam itu cukup di masjid saja)

Dan dengan politik asosiasie, SH menginginkan secara kultural


boemipoetera beroreintasi kepada Belanda, "...cukup dengan kesatuan budaya
antara kawulanegara Ratu Belanda di Pantai Laut Utara dan di Insulinde,"
sebagai cara untuk memecahhkan masalah Islam Belanda, kata SH dalam
Nederland en de Islam. Semua peran yang dibawakannya ini, termasuk dalam
Perang Aceh, meninggalkan luka bernanah pada relung hati umat Islam,
sampai kini.

Lewat penelitian yang mendalam, sejumlah dokumen, baik Verslaag,


catatan SH, surat-surat dari dan untuk SH, kepustakaan, dan wawancara, VK
menuliskan kesimpulannya tentang SH dalam tujuh artikel yang dikumpulkan
dalam buku ini.

Seperti yang diungkapkannya sendiri, minat meneliti SH bermuIa dari


rasa ingin tahu remaja yang masih duduk di bangku sekolah lanjutan terhadap
SH yang namanya ketika itu sudah didengarnya.

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
Dalam artikel-artikel yang ditulisnya, Van Koningsveld (VK)
berkesimpalan bahwa SH adalah seorang ilmuwan yang tidak dapat dipercaya
kejujurannya. Van Koningsveld (VK) membuktikan bahwa bagian kedua
buku Mecca, in the letter part of the 19 th, century, seratus halaman di
antaranya merupakan jiplakan mentah-mentah laporan pembantunya,
Aboebakar Djajadiningrat, yaitu paman Husein Djajadiningrat, tanpa disebut
namanya satu kali pun dalam buku ini. Juga foto ilustrasi dibuat oleh Abdul
Gaffar, tabib terkenal di Mekkah, sedangkan SH dalam buku itu membubuhi
namanya sendiri sebagai pembuat foto.

Kelancangan lain adalah SH mengaku menulis 1.500 pepatah Arab,


padahal itu merupakan salinan pepatah Mesir yang dibuat seorang ulama
bernama Abdurahman Effendi. Sementara itu, karya lain SH berjudul The
Atjehers merupakan bentuk kelancangan lain. Di samping buku ini. SH menulis
Verslag yang antara lain SH menulis bahwa manusia Aceh sebagai biadab,
kotor, dan suka berhubungan seks liar.

Maka bagi yang mau belajar, salah satu tanda kebenaran seseorang
adalah jejak-jejak tulisannnya dan coba bertanya yang mendalam tentang
buku-buku yang ditulisnya, ada satu keadaan dimana yang bersangkutan
akan menjawab dengan tidak memuaskan atau dengan jawaban yang
melenceng dari isi pertanyaan atau enggan memasusi situasi tanya jawab
dengan berbagai alasan.

Sejak kunjungan ke Mekkah tahun 1883 SH telah membawa tugas


politik, karena perjalanannya itu diatur dan diongkosi oleh pemerintahan
kerajaan Belanda. Sejak di Mekkah, SH telah menyiapkan konsep "anti gerilya"
melawan Aceh. Ia tinggal bertetangga dengan pemukiman orang Aceh di
Mekkah. Dari tempat ini SH mulai memelihara akses dengan pribumi, seperti
Hassan Mustafa, yang kelak menjadi informan pentingnya. SH sendiri pada 1
April 1889 tiba di Penang, dan bergaul dengan pelarian Aceh, dan dari sini

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
berusaha memasuki Aceh secara gelap. Pemerintah Hindia Belanda menolak
"operasi intelijen" ini. Akhirnya SH langsung berlayar ke Jawa.

VK berpendapat, bukan Jenderal Van Heuz sebagai penakluk Aceh,


tetapi justeru SH sendiri. Di antara tahun 1898-1902, SH melakukan
perjalanan ke Aceh sebanyak tujuh kali dan menghabiskan waktu berdiam
sebanyak 33 bulan. Selama itu SH mengambil bagian dalam sejumlah operasi
militer, termasuk memimpin suatu dinas intelijen avan la lettre (secara tidak
resmi). Hasilnya SH berjaya menawan 100 orang pejuang Aceh. Sumbangan
terpenting SH dalam penumpasan Aceh adalah merekonstruksi peta daerah
Gayo yang berbukit-berlembah berdasar informasi seorang cecunguk bernama
Djambek alias Nyak Puteh yang menjadi pembantunya. Berdasarkan peta
yang dibuat SH, Jenderal Van Daalen melumpuhkan perlawanan Aceh di sini.

SH tidak akan berhasil dalam misinya yang tidak terungkap


sampai terakhir ia berada di Indonesia, tanpa bantuan tokoh-tokoh
pribumi, seoerti antara lain seperti Aboebakar Djajadiningrat, Hasan
Mustafa, Habib Osman bin Jahja, Tengku Nurdin, dan Djambek. Tokoh-
tokoh ini dengan setia membantu dan membala (tentunya tanpa
disadari oleh para tokoh tsb) dari misi spionase SH yang dilakukan
dengan menggunakan metode ilmiah.

Yang tidak kalah pentingnya adalah perilaku Izharul Islam, berpura-pura


Islam, yang dilakukan SH dalam rangka participating observation terhadap
Islam, termasuk mengawini dua perempuan pribumi putri penghulu
terkemuka. Bagi para penyusup, menikah dengan tokoh/aktif islam
adalah semacam teori keharusan agar misinya benar-benar sulit
dibongkar secara logika. Pernikahan ini tak pernah diakuinya pada
kalangan kulit putih, termasuk kepada puteri Belandanya sendiri, sampai saat
menjelang maut.

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
Izharul Islam sebagai "sarana riset" dilakukan SH, Seperti halnya Wyne
Sergean kawin dengan Obahorok, dari Lembah Baliem, Irian Jaya, ketika
yang bersangkutan meneliti perilaku seks suku terasing.

Dengan penelanjangan habis-habisan terhadap SH, tidak mengherankan


VK menerima tuduhan berpaham nasionalisme Arab. Sebenarnya apa sih,
motif VK sehingga tega. larane (tapi juga) tega patine terhadap SH.

Hal ini terjawab pada artikel kedelapan dalam buku ini. VK


menginginkan review kebijaksanaan Belanda dewasa ini mengenai Islam. VK
mengecam pembatasan terhadap kemungkinan pengembangan Islam di
Belanda, sebagai akibat sistem hukum yang ada.

Ringkasnya, VK menginginkan keterbukaan seraya "klarifikasi


intelektual" terhadap masa lampau generasi ilmuwan Belanda di tanah
jajahan.

Dengan buku ini, VK juga ingin menjernihkan misi intelektual para


ilmuwan yang bekerja di mana pun agar memegang etik intelektual dan tidak
menjalankan tugas intelijen.

Berdasarkan penelitiannya, VK memastikan bahwa Snouck (SH) secara


sadar beralih agama dan berperilaku lahiriah sebagai Muslim di Mekkah
maupun di Indonesia untuk tujuan politik belaka.

Berikut ini petikan pendapat Van Koningsveld (VK) yang dikutip Kompas,
16 Januari 1983:

Snouck menilai, Al Qur'an bukan sebagai wahyu Turan, tetapi lebih


sebagai "harya tulis" Nabi Muhammad SAW.yang mengandung gagasan-
gagasannya tentang agama. "Menurut penilaian saya, disertasi Snouck
merupakan karya ilmiahnya yang terbaik, karena di situ. ia bersikap
sebagai ilmuwan,"ujar VK. VK menambahkan keterangan tentang situasi
budaya di negeri Belanda saat itu, yang amat berpengaruh terhadap sikap

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
dan pandangan hidup Snouck kelak. Snouck berasal dari keluarga pendeta
Protestan (domine) terkemuka yang konvensional dan semi ortodoks.
Tetapi lingkungan dia belajar (Leiden) adalah liberal untuk zaman itu. Dan
pada periode itu, ilmuwan perbandingan agama, dan perbandingan sejarah
agama amat dipengaruhi teori euolusi dari Charles Darwin. Pengaruh itu
melahirkan suatu teori kebudayaan bahwa budaya Eropa dan agama
Kristen merupakan titik puncak proses perkembangan kebudayaan.
Karena itu, agama Islam dianggap sebagai suatu bentuk "degenerasi"
kebudayaan yang oleh kalangan Kristen di situ dianggap sebagai hukuman
Tuhan YME atas segala dosa kaum Nasrani. Pendeknya, agama dan
budaya Eropa lebih unggul daeipada agama dan budaya Timur (Oriental).

Teori atau konsep kebudayaan tersebut di atas amat mempengaruhi


pandangan dan sikap Snouck selanjutnya, demikian VK Pada tahun 1876,
semasa Snouck masih mahasiswa di Leiden pernah menyatakan: "Kita
harus membantu. bangsa pribumi (maksudnya penduduk negara jajahan)
untuk beremansipasi dari Islam". Sejak itu, memang Snouck tidak pernah
beranjak jauh dari sikap, demikian.

SH kemudian mengajar pada "Leiden of Delf Akademie" tempat


semua calon pejabat pemerintah kolonial Belanda dilatih sebelum berdinas
di Hindia Belanda. Snouck sendiri belum pernah ke Hindia, namun di
situlah dia mulai terlibat dengan urusan kolonial Hindia Belanda di mana
perang Aceh sudah mulai berkobar.

Ketika tinggal di Jeddah, Snouck berkenalan dengan dua orang


Indonesia yang kemudian menjadi amat penting baginya, yaitu Raden
Aboebakar Djajadiningrat dan Haji Hasan Moestafa, keduanya berasal dari
Priangan. Snouck belajar bahasa Melayu dari Aboebahar dan giat bergaul
dertgan para jamaah dar - i Hindia untuk mencari keterengan yang
diperlukan.

Semua kegiatan Snouck selama di Arab Saudi ini dicatat dalam buku
harian yang teliti dan sampai kini masih tersimpan di arsip perpustakaan
Universitas Leiden. Dari buhu harian itu, menurut VK banyak ulama di
Jeddah yang menganjurkan SH beralih agama menjadi Muslim. Apalagi
Snouck memang sudah banyak pengetahuannya tentang Islam. Dan ini
memang dilakukan oleh SH, setelah ia tinggal di rumuh Aboebakar ds
Jeddah pada 4 Januan 1885. Peralihan agama ini pasti, karena enam
bulan sesudah itu ada sepucuk surat berbahasa Arab dari seorang
penduduk Mekkah yang ditujukan kepada SH dengan nama Abdoel Gaffar.
Salah satu surat itu, menurut penuturan VK berbunyi:

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
"...karena anda telah beralih agama di depan khalayak ramai, maka juga
para ulama di Mekkah dengan ini mengukuhkan keabsahan peralihan agama
anda ke Islam."

"Tetapi, meski Snouck telah melakukan upacara peralihan agama,


tidaklah berarti. dia Muslim sejati," kata VK. "Ini pernyataan saya, dan saya
bisa membuktikannya berdasarhan. dokumen yang ada."

Kemudian Snouck alias Abdoel Gaffar tinggal selama enam bulan di


Mekkah. Di situ dia diterima dengan kehormatan oleh ulama tertinggi di
Mekkah, yaitu Wali Hejaz. Tahun 1885, Snouck kembali ke negerinya.

Jilid kedua berisi uraian tentang pelbagai segi kehidupan dan keluarga di
Mekkah. Terutama tentang peri kehidupan dan pandangan kaum `eks Djawa'
yaitu masyarakat Indonesia yang bermukim di Mekkah. Bahkan Snouck
menguraikan kehidupan seks dalam keluarga di situ dan pelbagai segi pribadi
hehidupan masyarakat seperti pendidikan agama, khitanan, upacara
perkawinan, penguburan. dan sebagainya. Banyak kalangan ilmuwan yang
mengagumi Snouck yang telah menjalankan metode pengamatan dan
penelitian `modern' yakni dengan metode partisipasi.

Tetapi VK berpendapat lain, "Jilid kedua itu terbukti didasarkan pada


laporan tertulis berupa surat-surat dari Aboebakar di Jeddah kepada Snouck,"
ujarnya. "Korespondensi ini berjalan terus setelah Snouck pulang melalui
Konjen Belanda. Bahkan ada bagian-bagian dari buku Snouck itu yang
merupakan jiplakan dari surat Aboebakar.!" Memang Aboebakar ketika itu
dijadikan asisten Konjen Belanda atas rekomendasi Snouck.

Bukan itu. saja. Bahkan atas persetujuan Snouck, Aboebakar membuat


sebuah buku catatan berisi biografi ulama Indonesia yang berada di Mekkah
ketika itu. Buku (cahier) ini berjudul Risalah Tarjamah Ulama Djawa, antara
lain memuat biografi An-Nawauwi Banten. Adanya risalah ini baru diketahui
sekarang dan ditentukan oleh VK. "Ini dan semua surat-surat tadi sepatutnya
diterbitkan atas nama Aboebakar Djajadidningrat karena Snouck tidak
menggunakan seluruhnya," katanya.

Selama di Jeddah dan di Mekkah, Snouck memang tidak ber -hasil


mendapatkan informasi yang bernilai politis bagi Belanda. Terutama
pandangan terhadap Belanda. Keterangan ini diperoleh dengan mudah karena
masyarakat di sana sudah rnenganggap Snouck alias Abdoel Gaffar sebagai
akhu-fiddin (saudara seagama) mereka. Ketika di situ pula Snouck membina
pertemuan dengan orang-orang Aceh.

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
SH lalu membuat langkah penting dalam hidupnya. Dia menawarkan diri
untuk ditugaskan he Aceh. di mana Belanda sudah terlibat perang yang luas di
situ. Apalagi dia masih berkorespondensi dengan beberapa ulama Aceh yang
dikenalnya di Mekkah.

"Snouck mengusulkan, dia akan pergi ke Aceh diam-diam dengan tujuan


melakukan penetrasi ke Istana Sultan di Kumala, suatu tempat di mana Sultan
menyingkir dari serbuan Belanda," tutur VK "Snouek akan mengusahakan
suatu persetujuun antara Belanda dengan Sultan Aceh."

Kementerian Urusan Jajahan setuju. Snouck berangkat secara rahasia.


Tetapi, sesampai di Penang, dia dicegat Konsul Belanda dan diperintahkan
melapor ke Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Ternyata pihah militer Belamda
di Aceh tidak setuju dengan rencana Snouck. Snouck mendarat di Batavia
tahun 1889. Gubernur Jenderal C. Pijnaker Hordijk secara segera menunjuk
beberapa orang menjadi asisten Snouck.

Salah satu pembantu yang utama adalah yang terdahulu Sayyid Osman
ibn Jahja ibn Aqil al-Alawi. Dia ulama keturunun Arab Hadramaut, dan
pembantu penasihat pemerintah masalah Islam, yang terdahulu Mr. L.W.C.
Van Den Bergh. Selain itu, Snouck juga dibantu kenalan lama di Mekhah, Haji
Hasan Moestafa, yang dijadikannya penasihat utama untuk wilayah Jawa
Barat.

Melalui perbincangan di Batavia dan korespondensi dengan en Haag,


Snouck mendapat jabatan resmi dan tetap sebagai "Officieel Adviseur voor
Oostersche Talen en Mohammedaans Rechts" (Penasehat Resmi Bahasa Timur
dan Hukum Islam). Bahkan sesudah pulang kembali ke Leiden tahun 1906, dia
tetap menjabat kedudukan itu dengan nama "Adviseur voor Inlandsche Zaken"
yang berhubungan dengan kabinet Belanda.

Tugas penting pertama SH adalah mendalami cara menyelesaikan atau


lebih tepat menumpas Perang Aceh. Setelah peninjauan lapangan selama
hanya delapan bulan saja, dan dibantu banyak keterangan tertulis jaringan
pembantunya.

Pada tahun 189 SH ditugaskan ke Aceh untuk menyusun saran


penyelesaian Perang Aceh bagi Belanda, karena politik pemerintah gagal total.
Snouck berangkat ke Ulee Lheue yang menjadi kubu militer Belanda. Di situ
dia mendapat bantuan berharga dari Tengku Nurdin yang juga abang kepala
pengulu Ulee Lheue bernama A'koeb. Kemudian Snouck membuat laporan
telab "Atjeh Verslag" yang menjadi dasar kebijakan politik dan militer Belanda
menghadapi persoalan Aceh.

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
Bagian pertama laporan. itu berupa uraian antropologis Aceh, pengaruh
Islam, peranan ulama, dan uleebalang. Dalam bagian ini Snouck
mengemukakan bahwa Perang Aceh dikobarkan oleh para ulama, sedang para
uleebalang bisa menjadi calon sekutu Belanda karena kepentingabnya adalah
berniaga. "Islam harus dinilai sebagai faktor yang sangat negatif karena
membangkitkan fanatisme anti-Belanda di kalangan rakyat. Setelah para
pemuka agama ditumpas, maka Islam akan menjadi tipis (superpicial di Aceh
sehingga para uleebalang bisa dengan mudah menguasai situasi," demikian
pendapat Snouck menurut penuturan VK.

Bagian kedua berisi saran dan tindakan strategis militer. Snouck


menyarankan agar operasi militer ke pedalaman menumpas habis gerilya dan
sumber kekuatan utama, dan setelah itu baru bisa ada peluang membina
hubungan kerjasama dengan uleebalang.

Van Koningseteld (VK) menegaskan bahwa Snouck selalu dikelilingi suatu


jaringan pembantu atau pemberi keterangan yang terdiri dari orang Indonesia.
"Cara kerja Snouck di Hindia Belanda persis sama dengan ketika berada di
Arab Saudi: mengadakan kontak dengan mendapatkan informasi lengkap
tertulis."

Para ulama ini membantunya dengan sukarela dan dengan keyakinan


Snouck itu Muslim. Kecuali beberapa orang seperti Sayyid Osman, yang
memang digaji 100 Gulden sebulan oleh pemerintah Belanda.

VK menemukan sejumlah surat dari banyak ulama di Jawa kepada


Snouck yang disebutnya, antara lain sebagai "al Sheikh al Allama Maulana
Abdoel Ghaffar Moefti Ad-Dhiyar al Djawiya" yang artinya "Tuan Abdoel
Ghaffar sarjana yang amat terpelajar pemimpin agama tertinggi di Jawa."

Lebih istimewa lagi, Sheikh Maulana Abdoel Ghaffar itu pada bulan
Januari 1890 menikah dengan seorang puteri kepala penghulu Ciamis. Dari
perkawinan ini lahir empat anak, dua perempuan dan dua laki-laki. Yaitu
Salmah, Emah, Oemar, Aminah, dan Ibrahim.

Dan dekat dengan akhir abad he-19, Abdoel Ghaffar Snouck Hurgronje
menikah lagi dengan Siti Sadiyah, putri ulama paling terkemuka di Bandung
ketika itu yaitu Kalipah Apo. Perkawinan ini melahirkan seorang putra tunggal
yaitu R. Joesoef.

Snouck dalam suatu korespondensi dengan Theodor Nuldeke, orientalis


terkemuka Jerman yang juga gurunya di sebuah universitas Strassbourgh,
mengaku terus terang bahwa perilakunya sebagai Muslim adalah untuk
www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978
ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-
menembus masyarakat Islam dan mendapatkan keterangan. ",...saya
melakukan idharul-Islam karena hanya dengan begitu saya bisa diterima di
halangan primitif, seperti di Indonesia," begitu VK mengutip surat Snouck
kepada Nuldeke.

VK juga menemukan surat lain Snouck, yang menyatakan bahwa dia juga
seorang agnostik (selalu meragukan keberadaan Tuhan, tidak perduli dengan
agama). Ini ternyata dari surat Snouck kepada Teolog Protestan terkenal pada
zamannya, Herman Bravinck, rekan sekuliahnya di Universitas Leiden.

"...anda memang seorang yang yakin kepada Tuhan. Sedang saya


seorang yang skeptis terhadap segala hal...," tulis Snouck.

PENUTUP

Pada dasarnya. pola operasi orientalis angkatan Snouck menggunakan


metode ilmiah untuk memisahkan umat Islam dari spirit ajarannya, baik yang
bersifat politik maupun hukum. Snouck mengajukan gagasan politik asosiasi
yang maksudnya mengubah orientasi budaya umat Islam ke arah kebudayaan
Barat, yang diyakini Snouck sebagai paling luhur.

Snouck sudah meninggal, tetapi Snouckisme masih terasa bekas-


bekasnya. Kini banyak sarjana Islam yang mempelajari agamanya lewat
metodologi Barat di kampus-kampus ternama di dunia I3arat. Keislaman dilihat
sepenuhnya sebagai gejala profan, metodologi yang berasal dari khasanah
Islam dianggap sudah tidak aktual lagi sebagai perangkat memahami Islam.
Secara tidak disadari apresiasi mereka terhadap Islam berubah, begitu pula
terhadap "kitab kuning” yang merupakan produk khasanah lama. Hal ini
merupakan konsekuensi logis dari anggapan bahwa keberagamaan, dalam arti
luas, adalah gejala profan. Jika pemahaman ini ditarik jauh, maka faktor wahyu
Ilahi sebagai sumber keberagamaan (Islam) menjadi nisbi. Kesimpulan ini tidak
terlalu jauh dengan catatan surat-surat Snouck Hurgronje seperti dikutip
Koningsveld.

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978


ARIMATEA
(Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif & Aktual)
-Sampaikan Islam, Cegah Pemurtadan-

DAFTAR PUSTAKA

1.Badawi, Abdurrahman. Ensiklopedi Tokoh Orientalis, Terj.. Amruni Drajad


Yogyakarta,LKIS, 2003

2.Assamurai, Qasim. Bukti-bukti Kebohongan Orintalis, terj. Syuhudi Ismail el.al


Jakarta:Gema Insani Press, 1996

3.Rasyid, Daud, Sunah di bawah Ancaman dari Snouck Horgonye hingga Harus
Nasution , Syamil Cipta Media, Bandung, 2006

4.Pembaharuan Islam dan Orientalisme Dalam Sorortan ,Syamil Cipta Media,


Bandung, 2006

5.Saidi, Ridwan,. Fakta & Data Yahudi di Indonesias, Jakarta:Khalifa, 2005

6.Berbagai pengalaman dan penemuan-penemuan ARIMATEA dilapangan yang


karena beberapa pertimbangan untuk perjuangan kedepan, penemuan-
penemuan ARIMATEA tersebut belum semua bisa diungkap secara terbuka,
kecuali beberapa hal saja seperti yang sudah ditampilkan dalam situs ARIMATEA
Pusat

www.arimateapusat.blogspot.com Humas ARIMATEA ; 087868327978