Anda di halaman 1dari 21

TEKNIK RESERVOIR

Reservoir adalah suatu tempat terakumulasinya minyak dan gas bumi. Pada umumnya reservoir minyak memiliki karakteristik yang berbeda-beda tergantung dari komposisi, temperature dan tekanan pada tempat dimana terjadi akumulasi hidrokarbon didalamnya. Evaluasi terhadap suatu reservoir dimulai sejak reservoir migas ditemukan oleh satu pemboran eksplorasi. Apabila reservoir tersebut dinilai prospektif sehingga kemudian dikembangkan ( developed ), serta diproduksikan minyak dan atau gasnya, maka evaluasi reservoir merupkan pekerjaan rutin yang tidak dapat diabaikan, yang harus dilakukan berkesinambungan guna menentukan strategi pengurasan ( re overy ) yang paling menguntungkan. !emproduksikan migas dari reservoir berbeda dengan mengeluarkan minyak dari

dalam suatu tangki minyak. !inyak terproduksikan dari dalam reservoir karena tenaga dorong alamiah ( natural reservoir drive me anism ) yang bekerja pada reservoir tersebut "elain itu jumlah minyak yang bisa diproduksikan tergantung kepada ara memproduksikan serta

letak ( lokasi ) sumur sumur penghasilnya. !inyak dari dalam tangki bisa kita peroleh seluruhnya, namun minyak dari dalam reservoir tidak seluruhnya bisa kita peroleh . #anya sebagian ke il minyak bisa diperoleh dengan mengandalkan tenaga dorong alamiahnya. $erbagai teknologi telah dikembangkan dan diterapkan guna meningkatkan perolehan minyak dari reservoir, antara lain dengan melaksanakan teknik se ondary oil

re overy, tertiary%enhan ed oil re overy (E&R), hori'ontal drilling, mi robial te hnology.

"uatu reservoir minyak biasanya mempunyai tiga unsur utama yaitu adanya batuan reservoir, lapisan penutup dan perangkap. $eberapa syarat terakumulasinya minyak dan gas bumi adalah ( a. $atuan )nduk ("our e Ro k) !erupakan batuan sedimen yang mengandung bahan organik seperti sisa-sisa he*an dan tumbuhan yang telah mengalami proses pematangan dengan *aktu yang sangat lama sehingga menghasilkan minyak dan gas bumi. b. $atuan *aduk (Reservoir Ro k) !erupakan batuan sedimen yang mempunyai pori, sehingga minyak dan gas bumi yang dihasilkan batuan induk dapat masuk dan terakumulasi. . $atuan perangkap !erupakan batuan yang berfungsi sebagai penghalang bermigrasinya minyak dan gas bumi lebih jauh. d. $atuan penutup (+ap Ro k) !erupakan e. !igrasi !erupakan jalan minyak dan gas bumi dari batuan induk sampai terakumulasi pada perangkap. 1. Sifat-Sifat Fisik Batuan Reservoir $atuan adalah kumpulan dari mineral-mineral, sedangkan suatu mineral dibentuk dari beberapa ikatan kimia. ,omposisi kimia dan jenis mineral yang menyusunnya akan menentukan jenis batuan yang terbentuk. $atuan reservoir umumnya terdiri dari batuan sedimen, yang berupa batupasir dan karbonat (sedimen klastik) serta batuan shale (sedimen non-klastik) atau kadang-kadang vulkanik. !asing-masing batuan tersebut mempunyai komposisi kimia yang berbeda, demikian juga dengan sifat fisiknya. Pada hakekatnya setiap batuan dapat bertindak sebagai batuan reservoir asal mempunyai kemampuan menyimpan dan menyalurkan minyak bumi. ,omponen penyusun batuan serta ma am batuannya dapat dilihat pada -ambar .. batuan sedimen yang tidak dapat dilalui oleh airan (impermeable), sehingga minyak dan gas bumi terjebak dalam batuan tersebut.

1.1.

Porositas ( ) /alam reservoir minyak, porositas mengambarkan persentase dari total ruang yang tersedia untuk ditempati oleh suatu airan atau gas. Porositas dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara volume total pori-pori batuan dengan volume total batuan per satuan volume tertentu, yang jika dirumuskan (

/imana( 0 Porositas absolute (total), fraksi (1) 2p 0 2olume pori-pori, 2b 0 2olume batuan (total), 2gr 0 2olume butiran, Porositas batuan reservoir dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu( .. Porositas absolut Perbandingan antara volume pori total terhadap volume batuan total yang dinyatakan dalam persen, atau se ara matematik dapat ditulis sesuai persamaan sebagai berikut(

3. Porositas efektif, adalah Perbandingan antara volume pori-pori yang saling berhubungan terhadap volume batuan total (bulk volume) yang dinyatakan dalam persen.

/imana ( e 0 Porositas efektif, fraksi (1) 4g 0 /ensitas butiran, gr% 4b 0 /ensitas total, gr% 4f 0 /ensitas formasi, gr% $erdasarkan *aktu dan ara terjadinya, maka porositas dapat juga diklasifikasikan menjadi dua, yaitu ( .. Porositas primer Porositas yang terbentuk pada *aktu yang pengendapan berlangsung. 3. Porositas sekunder, yaitu Porositas batuan yang terbentuk setelah proses pengendapan. $esar ke ilnya porositas dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ukuran butir, susunan butir, sudut kemiringan dan komposisi mineral pembentuk batuan. 5ntuk pegangan dilapangan, ukuran porositas dapat dilihat pada 6abel .. berikut ( bersamaan dengan proses

1.2.

Per ea!i"itas ( k ) Permeabilitas didefinisikan sebagai ukuran media berpori untuk meloloskan%mele*atkan fluida. Apabila media berporinya tidak saling berhubungan maka batuan tersebut tidak mempunyai permeabilitas. &leh karena itu ada hubungan antara permeabilitas batuan dengan porositas efektif. "ekitar tahun .789, #enry /ar y seorang ahli hidrologi dari Pran is mempelajari aliran air yang mele*ati suatu lapisan batu pasir. #asil

penemuannya diformulasikan kedalam hukum aliran fluida dan diberi nama #ukum /ar y. /apat dilihat pada gambar 3 diba*ah (

/apat dinyatakan dalam rumus sebagai berikut

/imana ( : 0 laju alir fluida, ; 0 viskositas, p dP%d< 0 gradien tekanan dalam arah aliran, atm% m A 0 luas penampang, m3 $esaran permeabilitas satu dar y didefinisikan sebagai permeabilitas yang mele*atkan fluida dengan viskositas . entipoises dengan ke epatan alir . .. 3. ?. =. 8. 9. %det melalui suatu penampang dengan luas . m3 dengan penurunan Alirannya mantap (steady state) >luida yang mengalir satu fasa 2iskositas fluida yang mengalir konstan ,ondisi aliran isothermal >ormasinya homogen dan arah alirannya hori'ontal >luidanya in ompressible $erdasarkan jumlah fasa yang mengalir dalam batuan reservoir, permeabilitas dibedakan menjadi tiga, yaitu ( tekanan . atm% m. Persamaan = /ar y berlaku pada kondisi ( %det k 0 permeabilitas, dar y

Permeabilitas absolute (Kabs) @aitu kemampuan batuan untuk mele*atkan fluida dimana fluida yang mengalir melalui media berpori tersebut hanya satu fasa atau disaturasi .AA1 fluida, misalnya hanya minyak atau gas saja. Permeabilitas efektif (Keff) @aitu kemampuan batuan untuk mele*atkan fluida dimana fluida yang mengalir lebih dari satu fasa, misalnya (minyak dan air), (air dan gas), (gas dan minyak) atau ketiga-tiganya. #arga permeabilitas efektif dinyatakan sebagai ko, kg, k*, dimana masing-masing untuk minyak, gas dan air. Permeabilitas relatif (Krel) @aitu perbandingan antara permeabilitas efektif pada kondisi saturasi tertentu terhadap permeabilitas absolute. #arga permeabilitas relative antara A B . dar y. /apat juga dituliskan sebagai beikut

Permeabilitas relatif reservoir terbagi berdasarkan jenis fasanya, sehingga didalam reservoir akan terdapat Permeabilitas relatif air (,r*), Permeabilitas relatif minyak (,ro), Permeabilitas relatif gas (,rg) dimana persamaannya adalah (

/imana ( ,r* 0 permeabilitas relatif air ,ro 0 permeabilitas relaitf minyak ,rg 0 permeabilitas relatif gas

1.#.

Tekanan Ka$i"er (P%)

6ekanan kapiler pada batuan berpori didefinisikan sebagai perbedaan tekanan antara fluida yang membasahi batuan dengan fluida yang bersifat tidak membasahi batuan jika didalam batuan tersebut terdapat dua atau lebih fasa fluida yang tidak ber ampur dalam kondisi statis. "e ara matematis dapat dilihat bah*a (

/imana ( P 0 tekanan kapiler, dyne% m3 Pn* 0 tekanan pada permukaan fluida non *etting phase, dyne% m3 P* 0 tekanan pada permukaan fluida *etting phase, dyne% m3 #ubungan tekanan kapiler di dalam rongga pori batuan dapat dilukiskan dengan sebuah sistim tabung kapiler. /imana airan fluida akan enderung untuk naik bila ditempatkan didalam sebuah pipa kapiler dengan jari-jari yang sangat ke il. #al ini diakibatkan oleh adanya tegangan adhesi yang bekerja pada permukaan tabung. $esarnya tegangan adhesi dapat diukur dari kenaikkan fluida , dimana gaya total untuk menaikan airan sama dengan berat kolom fluida. "ehingga dapat dikatakan bah*a tekanan kapiler merupakan ke enderungan rongga pori batuan untuk menata atau mengisi setiap pori batuan dengan fluida yang berisi bersifat membasahi. 6ekanan didalam tabung kapiler diukur pada sisi batas antara permukaan dua fasa fluida. >luida pada sisi konkaf ( ekung) mempunyai tekanan lebih besar dari pada sisi konvek ( embung). Perbedaan tekanan diantara dua fasa fluida terebut merupakan besarnya tekanan kapiler didalam tabung.

5ntuk sistem udara-air (gambar 8) (

5ntuk sistem minyak-air (gambar 8)(

/imana( Pa 0 tekanan udara, dyne% m3 P* 0 tekanan air, dyne% m3 P 0 tekanan kapiler, dyne% m3 4* 0 densitas air, gr% 4o 0 densitas minyak, gr% g 0 per epatan gravitasi, m%det3 h 0 tinggi kolom, m 1.&. Saturasi "aturasi adalah perbandingan antara volume pori-pori batuan yang terisi fluida formasi tertentu terhadap total volume pori-pori batuan yang terisi fluida atau jumlah kejenuhan fluida dalam batuan reservoir per satuan volume pori. &leh karena didalam reservoir terdapat tiga jenis fluida, maka saturasi dibagi menjadi tiga yaitu saturasi air ("*), saturasi minyak ("o) dan saturasi gas ("g), dimana se ara matematis dapat ditulis (

6otal saturasi fluida jika reservoir mengandung ? jenis fluida (

5ntuk sistem air-minyak, maka persamaan (.3) dapat disederhanakan menjadi

$eberapa faktor yang mempengaruhi saturasi fluida reservoir adalah ( a. 5kuran dan distribusi pori-pori batuan.

b. ,etinggian diatas free *ater level. . Adanya perbedaan tekanan kapiler. /idalam kenyataan, fluida reservoir tidak dapat diproduksi semuanya. #al ini disebabkan adanya saturasi minimum fluida yang tidak dapat diproduksi lagi atau disebut dengan irredu ible saturation sehingga berapa besarnya fluida yang diproduksi dapat dihitung dalam bentuk saturasi dengan persamaan berikut (

/imana ( "t 0 saturasi total fluida terproduksi "*irr 0 saturasi air tersisa (iiredu ible) "girr 0 saturasi gas tersisa (iiredu ible) "oirr 0 saturasi minyak tersisa (iiredu ible) 1.'. (etta!i"iti Cettabiliti didefinisikan sebagai suatu kemampuan batuan untuk dibasahi oleh fasa fluida atau ke enderungan dari suatu fluida untuk menyebar atau melekat ke permukaan batuan. "ebuah pada gaya kohesi antara partikel airan fluida akan bersifat membasahi bila gaya adhesi antara batuan dan partikel airan lebih besar dari airan itu sendiri. 6egangan adhesi merupakan fungsi tegangan permukaan setiap fasa didalam batuan sehingga *ettabiliti berhubungan dengan sifat interaksi (gaya tarik menarik) antara batuan dengan fasa fluidanya. /alam sistem reservoir digambarkan sebagai air dan minyak atau gas yang terletak diantara matrik batuan.

-ambar ? memperlihatkan sistem air-minyak yang kontak dengan benda padat, dengan sudut kontak sebesar D. "udut kontak diukur antara fluida yang

lebih ringan terhadap fluida yang lebih berat, yang berharga Ao B .7Ao, yaitu antara air dengan padatan, sehingga tegangan adhesi (A6) dapat dinyatakan dengan persamaan

/imana ( A6 0 tegangan adhesi, dyne% m Eso 0 tegangan permukaan benda padat-minyak, dyne% m Es* 0 tegangan permukaan benda padat-air, dyne% m E*o 0 tegangan permukaan air-minyak, dyne% m D 0 sudut kontak air-minyak 1.). Resistivitas $atuan reservoir terdiri atas ampuran mineral-mineral, fragmen dan pori-pori. Padatan-padatan mineral tersebut tidak dapat menghantarkan arus listrik ke uali mineral lay. "ifat kelistrikan batuan reservoir tergantung pada geometri pori-pori batuan dan fluida yang mengisi pori. !inyak dan gas bersifat tidak menghantarkan arus listrik sedangkan air bersifat menghantarkan arus listrik apabila air melarutkan garam. Arus listrik akan terhantarkan oleh air akibat adanya gerakan dari ionion elektronik. 5ntuk menentukan apakah material didalam reservoir bersifat menghantar arus listrik atau tidak maka digunakan parameter resistiviti. Resistiviti didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu material untuk menghantarkan arus listrik, se ara matematis dapat dituliskan sebagai berikut (

/imana ( 4 0 resistiviti fluida didalam batuan, ohm-m r 0 tahanan, ohm A 0 luas area konduktor, m3 < 0 panjang konduktor, m ,onsep dasar untuk mempelajari sifat kelistrikan batuan diformasi digunakan konsep Ffaktor formasiG dari Ar hie yang didefinisikan (

/imana ( Ro 0 resistiviti batuan yang terisi minyak R* 0 resistiviti batuan yang terisi air 2. Karakteristik *in+ak Bu i "etiap reservoir yang ditemukan, akan diperoleh sekelompok molekul yang terdiri dari elemen kimia #idrogen (#) dan ,arbon (+). !inyak dan gas bumi terdiri dari kedua elemen ini, yang mempunyai proporsi yang beraneka ragam. Apabila ditemukan deposit hidrokarbon disuatu tempat, akan sangat jarang dapat ditemukan di tempat lain dengan komposisi yang sama, karena daerah pembentukkannya berbeda. >luida reservoir terdiri dari fluida hidrokarbon dan air formasi. #idrokarbon sendiri terdiri dari fasa air (minyak bumi) maupun fasa gas, tergantung pada kondisi (tekanan dan temperatur) reservoir yang ditempati. Perubahan kondisi reservoir akan mengakibatkan perubahan fasa serta sifat fisik fluida reservoir. >luida minyak bumi dijumpai dalam bentuk air, sehingga sesuai dengan sifat airan pada umumnya. Pada fasa air, jarak antara molekul-molekulnya relatif lebih ke il daripada gas. "ifat-sifat minyak bumi yang akan dibahas adalah densitas dan spesifik grafiti, viskositas, faktor volume formasi, kelarutan gas, kompressibilitas dan tekanan bubble point. 2.1. Viskositas *in+ak ( ,o ) 2iskositas fluida merupakan sifat fisik suatu fluida yang sangat penting yang mengendalikan dan mempengaruhi aliran fluida didalam media berpori maupun didalam pipa. 2iskositas didefinisikan sebagai ketahanan internal suatu fluida untuk mengalir. 2iskositas minyak dipengaruhi oleh temperatur, tekanan dan jumlah gas yang terlarut dalam minyak tersebut. ,enaikan temperatur akan menurunkan viskositas minyak dan dengan bertambahnya gas yang terlarut dalam minyak maka viskositas minyak juga akan turun. #ubungan antara viskositas minyak dengan tekanan ditunjukkan pada -ambar 9.

-ambar 9 menunjukkan bah*a tekanan mula-mula berada di atas tekanan gelembung (Pb), dengan penurunan tekanan sampai (Pb), mengakibatkan viskositas minyak berkurang, hal ini akibat adanya pengembangan volume minyak. ,emudian bila tekanan turun dari Pb sampai pada harga tekanan tertentu, maka akan menaikkan viskositas minyak, karena pada kondisi tersebut terjadi pembebasan gas dari larutan minyak. 2.2. -ensitas *in+ak ( .o ) /an S$esifik 0rafit+ (1) /ensitas didefinisikan sebagai masa dari satuan volume suatu fluida (minyak) pada kondisi tekanan dan temperatur tertentu. /ari definisi tersebut dapat dirumuskan sebagai beikut (

/imana( 4o 0 densitas minyak, lb%ft? m 0 massa minyak, lb 2 0 volume minyak, ft? "edangkan spesifik grafiti merupakan perbandingan dari densitas suatu fluida (minyak) terhadap densitas air. $aik densitas air maupun fluida tersebut diukur pada kondisi yang sama (9AH > dan .=.I Psia).

/imana (

Jo 0 spesifik grafiti minyak 4o 0 densitas minyak mentah, lb%ft? 4* 0 densitas air, lb%ft? !eskipun densitas dan spesifik grafiti dipergunakan se ara meluas dalam industri perminyakan, namun AP) grafiti merupakan skala yang lebih sering dipakai. -rafiti ini merupakan spesifik grafiti yang dinyatakan dengan rumus (

AP) grafiti dari minyak mentah pada umumnya memiliki nilai antara =I HAP) untuk minyak ringan sampai .A HAP) untuk minyak berat. 2.#. Ke"arutan 0as ( Rs ) ,elarutan gas bumi didefinisikan sebagai uft gas yang diukur pada keadaan standar (.=.I Psi K 9A H>) didalam larutan minyak sebanyak satu barrel sto k tank minyak pada saat minyak dan gas berada pada tekanan dan temperatur reservoir. ,elarutan gas dalam minyak (Rs) dipengaruhi oleh tekanan, temperatur dan komposisi minyak dan gas. Pada temperatur minyak yang tetap, kelarutan gas tertentu akan bertambah pada setiap penambahan tekanan. Pada tekanan yang tetap kelarutan gas akan berkurang terhadap kenaikan temperatur. 2.&. Faktor Vo"u e For asi *in+ak ( Bo ) >aktor volume formasi minyak didefinisikan sebagai volume minyak pada tekanan dan temperatur reservoir yang ditempati oleh satu sto k tank barrel minyak dan gas dalam larutan. #arga ini selalu lebih besar atau sama dengan satu. 5ntuk minyak tersaturasi, "tanding membuat korelasi berdasarkan persamaan (

/imana (

$o 0 faktor volume formasi minyak, bbl%"6$& 6 0 temperature, H> Rs 0 kelarutan gas, "+>%"6$& + 0 faktor tambahan seperti perhitungan Rs

>aktor volume formasi minyak merupakan fungsi dari tekanan. -ambar I memperlihatkan faktor volume formasi minyak. 6erdapat dua hal penting dari gambar I diatas, yaitu ( i. Lika kondisi tekanan reservoir berada diatas Pb, maka $o akan naik dengan berkurangnya tekanan sampai men apai Pb, sehingga volume sistem minyak. ii. "etelah Pb di apai, maka harga $o akan turun dengan berkurangnya tekanan, disebabkan karena semakin banyak gas yang dibebaskan. 2.'. Ko $ressi!i"itas *in+ak ( 2o ) ,ompressibilitas minyak didefinisikan sebagai perubahan volume minyak akibat adanya perubahan tekanan. "e ara matematis didefinisikan sebagai berikut( airan bertambah sebagai akibat terjadinya pengembangan

Pada kondisi tekanan di ba*ah bubble point, +o didefinisikan sebagai berikut(

/engan menggunakan grafik korelasi, maka harga kompressibilitas minyak dapat diperoleh dengan persamaan (

,ompressibilitas minyak pada kondisi diba*ah bubble point akan enderung membesar bila dibandingkan dengan harga ketika diatas bubble point karena dengan turunnya tekanan, gas membebaskan diri dari larutan. 2olume total minyak yang tertinggal sebenarnya berkurang dengan turunnya tekanan terebut, akibatnya volume fluida total yang terdiri dari minyak dan gas makin lama menjadi besar seiring dengan turunnya tekanan. 2.). Tekanan Bu!!"e Point (P!) 6ekanan bubble point (titik gelembung) suatu sistem hidrokarbon didefinisikan sebagai tekanan tertinggi dimana gelembung gas mulai pertama kali terbebaskan dari minyak. #arga ini ditentukan se ara eksperimen terhadap minyak mentah dengan melakukan test ekspansi onstant- omposition (test flash liberation). Apabila pengukuran laboratorium tidak tersedia untuk menentukan tekanan bubble point, maka dapat digunakan korelasi "tanding. "e ara matematis, tekanan bubble point dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan (

#.

*ekanis e Pen/oron3 Reservoir

!inyak bumi tidak mungkin mengalir sendiri dari reservoir ke lubang sumur produksi bila tidak terdapat suatu energi yang mendorongnya. #ampir sebagian besar reservoir minyak memiliki energi pendorong yang berbeda-beda untuk memproduksikan suatu reservoir. /engan turunnya tekanan pada reservoir minyak dapat mempengaruhi besarnya tenaga pendorong pada reservoir tersebut yang berperan pada pergerakan minyak mula-mula pada media berpori.

#.1.

(ater -rive Lika air berada diba*ah 'ona minyak pada suatu reservoir, maka dengan tekanan yang dimiliki oleh air ini akan membantu minyak bergerak keatas. Lika minyak dieksploitasi, tekanan direservoir akan dijaga (mainteained) oleh gaya hidrostatik air yang masuk menggantikan minyak yang telah terproduksi. Energi ini dihasilkan oleh air (aMuifer) yang berada pada kondisi bertekanan. Pada umumnya reservoir minyak dan gas berasosiasi dengan aMuifer. /engan merembesnya air ke reservoir sehingga menjadi suatu tenaga pendorong yang biasa disebut dengan *ater drive. #al ini dapat dilihat pada gambar .A. yang memperlihatkan proses pendorongan air terhadap minyak.

Reservoir berpendorong air memiliki irri- iri sebagai berikut ( .. Penurunan tekanan reservoir relative ke il 3. -&R permukaan rendah ?. Produksi air mula-mula sedikit kemudian bertambah banyak karena minyak #.2. didorong oleh air Ko $aksi Batuan

6enaga ini berasal dari beban overburden batuan di atas dan selalu berubah akibat diproduksikannya fluida (minyak) dari reservoir tersebut. #al tersebut dapat dilihat pada gambar 7 yang memperlihatkan pengaruh kompaksi batuan terhadap fluida yang berada didalamnya.

#.#.

So"ution 0as -rive "olution gas drive atau depletion gas drive adalah mekanisme pendorong yang berasal dari ekspansi larutan gas yang berada dalam minyak dan pendesakan terjadi akibat berkurangnya tekanan. "etelah terjadi penurunan tekanan pada dasar sumur, maka gas yang terlarut dalam minyak akan bebas keluar sebagai gelembung-gelembung yang tersebar merata dan merupakan fasa yang terdispersi yang tidak kontinu sehingga men apai saturasi minimum. "etelah seluruh gas tergabung dan men apai saturasi kritik, maka gas akan mulai bergerak. #al tersebut dapat dilihat pada gambar ...

Reservoir jenis pendorong solution gas drive mempunyai iri sebagai berikut ( .. 6ekanan reservoir turun se ara epat dan kontinu 3. Perbandingan komulatif produksi gas (-p) dengan komulatif produksi minyak (Np) meningkat dengan meningkat ?. Produksi air hampir tidak ada (relatif sangat ke il) #.&. 0raviti -rive -ejala alam yang mempengaruhi fluida formasi yang menyebabkan terjadinya pemisahan akibat perbedaan berat jenis dari fluida reservoir. -ambar O. menggambarkan pengaruh grafitasi terhadap kelakuan fluida yang mana pada fluida yang mempunyai densitas yang lebih besar akan bermigrasi kebagian ba*ah struktur reservoir sedangkan fluida yang mempunyai densitas yang lebih ke il akan bermigrasi kebagian atas reservoir. epat (-&R)

#.'.

0as 2a$ -rive Energi alamiah ini berasal dari dua sumber yaitu ekspansi gas ap dan ekspansi gas yang terlarut kemudian melepaskan diri. Adanya gas ap dalam reservoir antara lain disebabkan oleh adanya pemisahan se ara gravitasi dari minyak dan fasa gas bebas diba*ah tekanan titik gelembung. ,arena tekanan reservoir berada diba*ah tekanan gelembung maka komponen hidrokarbon ringan akan terbebaskan dari fasa airnya dan membentuk fasa gas. Penurunan tekanan se ara kontinu akan membebaskan gas lebih banyak lagi dan akan membentuk gas ap pada bagian atas dari minyak. #al tersebut akan menyebabkan terdorongnya minyak karena pengembangan dari gas ap akibat penurunan tekanan se ara kontinu. -amabar .3. memperlihatkan proses pendorongan gas ap terhadap minyak.

Reservoir gas ap drive mempunyai irri- iri sebagai sebagai berikut ( .. 6ekanan reservoir turun perlahan-lahan dan kontinu

3. ,enaikan -&R sejalan dengan pergerakan permukaan minyak dengan gas kearah ba*ah (meningkat se ara kontinu) ?. Produksi air hampir tidak ada (relative ke il) #.). 2o !ination -rive !ekanisme pendorong dari tipe ini adalah kombinasi dari beberapa tipe pendorong yang telah dijelaskan sebelumnya. +ombination drive yang paling umum adalah kombinasi antara gas ap drive dan *ater drive. #al ini dapat dilihat pada gambar .?. diba*ah.

&.

4enis-4enis Reservoir Lika terjadi suatu retakan atau perekahan pada batuan induk (sour e ro k) maka minyak dan gas akan mengalami migrasi keluar yang biasa disebut dengan migrasi primer. "etelah itu minyak dan gas bumi akan bermigrasi terus sampai terjebak didalam suatu *adah yang tidak bisa dilalui oleh minyak dan gas, yang biasa disebut dengan reservoir. Reservoir adalah suatu tempat berkumpulnya minyak dan gas bumi. /alam hal ini akan dibahas jenis reservoir jenuh dan reservoir tidak jenuh. &.1. Reservoir 4enu5 Reservoir jenuh (saturated) biasanya mengandung hidrokarbon dalam bentuk minyak yang dijenuhi oleh gas terlarut dan dalam bentuk gas bebas yang terakumulasi membentuk gas ap. $ila minyak dan gas diproduksikan, kemungkinan akan ada air yang ikut terproduksi, tekanan reservoir akan turun.

/engan turunnya tekanan reservoir, maka volume gas yang membentuk gas ap akan mengembang dan merupakan pendorong keluarnya fluida dari dalam reservoir. "elain pengembangan volume gas ap dan pembebasan gas terlarut, mungkin juga terjadi perembesan air kedalam reservoir. &.2. Reservoir Ti/ak 4enu5 Reservoir tidak jenuh (under saturated) pada keadaan mula-mula tidak terdapat gas bebas yang terakumulasi membentuk gas ap. Apabila reservoir diproduksikan, maka gas akan mengalamai pengembangan yang menyebabkan bertambahnya volume minyak. Pada saat tekanan reservoir men apai tekanan bubble point maka gas akan keluar dari minyak.