Anda di halaman 1dari 23

Semakin Karismatik Semakin Katolik ?

Seminar ini seperti kata Romo Deshi SJ lebih bersifat sharing dan hasil penelitian
Beliau selama sekitar 20 tahun terakhir mengenal karismatik katolik. Tentu saja
kalau hanya membaca hasil slide yang aku ketikkan di awal topik mungkin terasa
membingungkan, tapi nanti kalau membaca hasil rekamanna mungkin agak sedikit lebih
paham buat kita-kita yang awam ini. Aku berpendapat bahwa Romo Deshi SJ itu netral
nggak pro atau kontra karismatik apalagi tentu saja dengan sumbangan pemikiran
Beliau tentang karismatik katolik yang katanya akan dibuatkan sebuah buku akhir
tahun ini diharapkan membuat kita semua saling berefleksi diri.

Bagian-1
Refleksi Historis Teologis Karismatik Katolik
(Bagaimana kita bisa menjadi semakin katolik dengan menjadi semakin karismatik?)
Romo Deshi Rahmadani SJ

Pada dasarnya, ada beberapa tahap dalam seminar ini yang akan dibahas, yaitu:
1. Sikap terhadap karisma
2. Pembuahan Gerakan Pentakostal
3. Dari Pentakostal menuju karismatik katolik
4. Apa saja yang mungkin prrlu kita perhatikan kalau kita ingin tetap atau bahkan
menjadi semakin katolik dengan mengikuti gerakan rahmat Tuhan melalui gerakan
karismatik?

Prakata:
Orang sering bilang bahwa segala sesuatu itu terjadi pasti dengan maksud tertentu
tapi seringkali baru bisa dipahami setelah lama kemudian (setelah lama suatu
peristiwa itu lewat dan orang melihat kebelakang baru bisa menyadari).
Romo Deshi menceriterakan bahwa ia mengenal pembaruan karismatik dan mengalami
pengalaman pertobatan ketika ia masih SMA kelas 2 yaitu tahun 1983 saat retret
muda-mudi karismatik di KAJ dan panggilannya diperteguh lewat pengalaman tersebut.
Ia menjadi sangat berapi-api dengan pembaruan karismatik tetapi beberapa tahun
kemudian menjadi berubah karena salah satunya disebabkan peristiwa lahirnya jemaat
/ gereja yang disebut “Sungai Yordan”. Ia merasa dikhianati dan menjadi sangat
curiga dengan pembaruan karismatik. Ia kenal baik dengan oang-orang yang pindah
gereja itu. Maka ia menjadi sangat kritis. Dan begitu terus sampai bertahun-tahun
dan terus tarik ulur antara ia dan Tuhan. Ia ingin lebih mengenal karsmatik
kembali ke pangalaman pertobatan dulu dan ia banyak sekali mengalami kekecewaan
dengan kelompok-kelompok karismatik dan makin sakit hati dan macam-macam. Baru
tahun 2005 lalu ia mendapat kesempatan untuk melihat kembali seluruh pengalamannya
dengan karismatik selama lebih dari 20 tahun terakhir. Ia ingin berdamai dengan
pengalamannya tentang karismatik kepada Tuhan. Lalu ia mulai membaca banyak buku
dan membuat beberapa penelitian tentang karismatik cukup banyak dan mulai menulis
beberapa bahan tentang karismatik bahkan semester lalu ia memberi kuliah di STF
Driyakara pada mata kuliah pentakostalisme dan identitas katolik yang diharapkan
akan menjadi sebuah buku yang akan terbit di akhir tahun ini. Yang akan dibahas
dalam seminar ini adalah beberapa bagian yang diharapkan dapat menjawab beberapa
pertanyaan sbb:
- Apa itu karismatik?
- Mengapa ada orang sakit hati?
- Mengapa ada kesalahpahaman?
- Mengapa ada orang yang katolik setelah dari karismatik pindah ke gereja lain
atau mendirikan gereja lain?
- Mengapa orang karismatik seringkali ekslusif?
- Mengapa orang karismatik seringkali kurang menghargai pemimpin setempat?
- dan masih banyak lagi…
1. Sikap terhadap karisma
Point pertama, kita akan melhat dalam sejarah. Dengan melihat dan memahami
sejarah, kita menjadi bisa memahami kenapa kita ada di sini dan mengapa seperti
ini bentuknya. Kita akan melihat di dalam sejarah tentang beberapa sikap terhadap
karisma-karisma yang sudah ada di dalam sejarah gereja. Kita akan kembali ke
sebuah gerakan yang dikenal dengan istilah Montanisme. Tokohnya bernama Montanus
yang berasal dar Frigia daerah Turki sekarang (sekitar tahun 170-an). Kenapa ini
penting untuk dilihat karena Montanus yang nanti alirannya disebut Montanisme
membuat klaim bahwa dalam dirinya telah kembali nabi-nabi sebagaimana dalam
perjanjian lama. Ketika itu, Montanus berjalan keliling dan berkotbah sana-sini
dan ia membuat klaim bahwa ia adalah nabi. Selama berkeliling itu, ada banyak
ungkapan dan nubuat kenabian diungkapkan saat ia dalam keadaan trance (ekstase)
yaitu ketika ia kehilangan kesadarannya. Ia punya 2 asisten, yaitu Priskila dan
Maksimila. Karena tertarik dengan ajaran Montanisme, keduanya itu meninggalkan
suami-suami mereka. Ketiganya berkeliling berkotbah dan bernubuat dengan klaim
bahwa mereka adalah nabi yang diungkapkan dengan bahasa-bahasa yang tidak jelas
dalam keadaan ekstase. Persoalan yang paling serius dengan Montanisme adalah
Montanisme memberikan penekanan berlebihan pada apa yang baik, misalnya karena
kesucian sampai Montanisme mengajarkan orang harus selibat maka Priskila dan
Maksimila meninggalkan para suami mereka. Bisa dibayangkan bagaimana reaksi para
suami ketika itu terhadap gerakan Montanisme karena ditinggalkan oleh para
istrinya yang keliling-keliling sebagai nabi. Tapi persoalan dengan itu, banyak
hal yang muncul dalam gerakan Montanisme. Yang penting harus diingat adalah dengan
munculnya gerakan Montanisme yang dibarengi dengan manifestasi yang aneh-aneh itu
adalah orang menjadi curiga terhadap karisma-karisma atau curiga terhadap
manifestasi-manifestasi karisma itu. Apalagi setelah Montanisme dihukum oleh GK
dan memisahkan diri dari GK, orang mulai mengidentikkan kalau ada ungkapan-
ungkapan karisma-karisma atau yang kita sebut nubuat atau yang kita sebut bahasa
roh, orang akan curiga bahwa hal itu mungkin masih merupakan sisa-sisa kesesatan
Montansme. Sejak saat itu karisma-karisma mulai turun dalam gereja dan mulai
menghilang.

MONTANISME
Montanus: Frigia (Turki) , 170-an.
“Nabi PL”: ekstase, nubuat kenabian.
Dua asisten nabi: Priskilla, Maksimilla.
Tekanan berlebihan: kontra perkawinan; pro selibat.

Dalam perkembangan selanutnya, kita masuk ke dalam gerakan yang lain dan dikenal
dengan istilah Enthusiasm yaitu brrbagai macam bentuk manifestasi gerakan-gerakan
dimana orang merasa bahwa ia memiliki pewahyuan istimewa dari Tuhan. Pengetahuan
akan Roh (saya mengalami Roh Kudus) itu menjadi ukuran yang melebihi ukuran Kitab
Suci sendiri (mereka mempunyai klaim bahwa mereka mengalami Roh sehingga KS
menjadi nomor 2 karena terlalu antusias) yang akibatnya adalah illuminisme ketika
orang mendapat pencerahan yakni campur tangan langsung dari Allah yang masuk ke
dalam hidup manusia dan ia membuat klaim bahwa saya mendapat pencerahan dari
Allah.

Kenangan akan Montanisme sudah membuat orang (dalam arti tertentu) “luka batin”
ditambah dengan banyaknya orang yang mengalami Enthusiasm di berbagai tempat.

ENTHUSIASM
EN (di dalam) + THEOS (Allah).
Pengetahuan akan Roh vs Pengetahuan akan Kitab Suci.
Bahaya iluminisme: intervensi langsung dari Allah dalam hidup manusia.

Tapi berbeda dengan Gereja Katolik yang sangat “curiga” dengan gerakan-gerakan
semacam itu, tapi lain halnya dengan Gereja Ortodoks Timur. Ada perbedaan sikap
terhadap karisma antara Gereja Katolik Roma dengan Gereja Ortodoks Timur. Sikap
terhadap karisma masih sangat terbuka di dalam Gereja Ortodoks Timur. Salah satu
tokohnya adalah Simeon Sang Teolog Baru (949 – 1022), ia dalam tulisan-tulisannya
menuliskan bahwa ia membuat klaim bahwa ia mengalami baptisan Roh Kudus, ia
mengalami ekstase dan ia bisa bebahasa roh. Teolog ini diakui dan diterima oleh
Gereja Ortodoks Timur. Tokoh lainnya adalah Gregory Palamas (1296 – 1359) dua tiga
abad setelah itu juga dikenal karena ia mengadakan berbagai macam penyembuhan,
mukjizat, bahasa roh, bahkan menafsirkan bahasa roh. Ini dua contoh yang
memperlihatkan di kalangan Gereja Ortodoks Timur, karisma-karisma tidak dicurigai
sebagaimana halnya di dalam Gereja barat yaitu di Gereja kita Gereja Katolik Roma.

GEREJA ORTODOKS TIMUR


Symeon Sang Teolog Baru (949-1022): baptisan RK, ekstase, bahasa Roh.
Gregory Palamas (1296-1359): penyembuhan, mukjizat, bahasa Roh, tafsir bahasa Roh.

Begitu curiganya, maka menjelang tahun 1000, GK menerbitkan apa yang disebut
Rituale Romanorum yaitu semacam buku petunjuk tentang ritual-ritual dalam Gereja
Katolik, dimana salah satunya mengatakan:

GEREJA KATOLIK ROMA


Rituale Romanorum (menjelang th 1000): “Tanda-tanda bahwa seseorang
dikuasai/dirasuki [oleh setan] adalah sebagai berikut: kemampuan untuk berbicara
dengan luwes dalam bahasa asing atau kemampuan untuk memahaminya ketika bahasa
asing itu diucapkan oleh orang lain; kemampuan untuk meramalkan masa depan dan
peristiwa-peristiwa yang tersembunyi; memperlihatkan kekuatan yang melampaui usia
atau kondisi normalnya yang wajar; dan banyak tanda lain yang bila dikumpulkan
bersama akan mempertegas bukti itu”

Konteksnya adalah GK ingin memberi petunjuk tentang bagaimana harus berurusan


tentang apa yang disebut tentang Eksorsime (pengusiran roh-roh jahat). Kalau kita
lihat bahwa menjelang tahun 1000 itu, GK mengatakan bahwa salah satu manifestasi
adanya roh jahat bahwa orang dirasuki oleh roh jahat adalah ketika orang bisa
berbicara luwes dalam bahasa asing (kita mengatakannya itu bahasa roh), kemampuan
untuk memahaminya (kita mengatakannya itu karisma menafsirkan), kemampuan
meramalkan masa depan (kita mengatakannya itu karisma rnubuat).

Dengan kata lain Gereja Katolik Roma saat itu sangat curiga bahkan menyamakan
pertama-tama kalau ada orang mulai aneh-aneh,….nah ini tanda-tanda kerasukan roh.
Itu ada dalam buku manual liturgi. Setiap imam harus tahu itu dan berpegang itu
karena konteksnya adalah eksorsime. Jadi sangat berbeda dengan sikap di kalangan
Gereja Ortodoks Timur.

Nah bagaimana halnya dengan Gereja Reformasi / Protestan. Kita melihat bahwa
Martin Luther pernah mengatakan bahwa bahasa roh sudah berhenti. Ia mengatakan
bahwa orang kristen sudah tidak lagi membutuhkan itu. Bahkan ia menggunakan teks
yang sama I Kor 12 - 14 untuk membuktikan bahwa yang penting itu cinta kasih tapi
bahasa roh dibutuhkan ketika gereja masih berkembang namun kini sudah tidak
dibutuhkan lagi. Maka ia sangat anti karisma atau curiga terhadap karisma.
Sementara John Calvin mengatakan bahwa bahasa roh itu diperlukan untuk karya
penginjilan pada awal gereja tetapi kini sudah tidak muncul lagi. Meskipun
demikian juga ada beberapa manifestasi dari tokoh-tokoh seperti yang bernama
George Fox yang menagtakan bahwa ia menerima terang batin dengan “Quackers”
Society of Friends. Orang-orang yeng kembali mengatakan bahwa mereka punya sesuatu
yang istimewa dari Tuhan. Bahkan sejarah mencatat adanya nabi-nabi kecil dari
Cevennes Perancis yaitu anak-anak kecil para ABG yang bernubuat dalam keadaan
ekstase yang kemudian menjadi gerakan yang sangat kuat sampai pada tingkat
politis.
Hal-hal di atas adalah beberapa contoh yang dipilih (tidak semua tentu saja),
untuk memperlihatkan bagaimana sikap gereja terhadap manifestasi karisma.

Karisma karena gerakan Mobnatnisme menjadi dicurigai bahkan dicurigai sebagai


tanda-tanda yang harus dilihat untuk menentukan apakah seseoang itu kerasukan
setan atau tidak. Jadi itu situasinya tentang kecurigaan gereja yang menyikapi
tentang karisma.

GEREJA REFORMASI
• Martin Luther (1483-1546): bahasa Roh sudah berhenti; orang Kristiani tidak
membutuhkan itu; 1Kor 12-14.
• John Calvin (1509-1564): bahasa Roh untuk karya penginjilan; sudah berhenti
• George Fox (1624-1690): Quakers (Society of Friends); “Terang Batin” (Inner
Light).
• Nabi-nabi kecil dari Cevennes (Perancis): ekstase; jadi gerakan politis
(Camisard); dihentikan 1711.

Bagian-2

2. Pembuahan Gerakan Pentakostal


Proses pembuahan sampai nanti lahir apa yang disebut gerakan pentakostal. Kita
belum masuk ke karismatik karismatik katolik tapi untuk melihat dasarnya. Yang
ingin diperlihatkan begini: orang karismatik katolik sering dicurigai sebagai
bukan katolik murni lagi. Kita sering mendengar dan banyak orang menilai bahwa
orang karismatik katolik tapi sudah seperti protestan mulai dari doanya, gayanya,
lagunya, dll. Dan ingin dikatakan di sini dengan tegas, bahwa kalau melihat
perkembangan sejarah memang yang disebut sebagai gerakan karismatik itu munculnya
pertama kali di luar dari Gereja Katolik. Jadi memang musti diterima sebagai
kenyataan sejarah. Untuk melihat bagaimana sebetulnya lahirnya pentakostal itu,
maka kita akan melihat sebuah gerakan yang bernama The Irvingites yang merupakan
para pengikut Edward Irving di Inggris. Dan peristiwa besar sebelum itu adalah
penemuan Benua Amrika oleh Chrisopher Colombo yang mengubah banyak hal dan
peristiwa Rrevolusi Industri di Inggris. Dan Edward Irving muncul dari Gereja
Presbyterian Skotlandia. Dia dalam hidupnya dan pelayanannya, dia bernubuat dan
berbahasa roh. Setelah sekian abad absen dan dicurigai, kemudian bahasa roh muncul
lagi dengan membawa banyak pengikut yang begitu banyak yang disebut The Irvingites
tersebut. Sangat menaik untuk kita lihat apa dasarnya? Dasarnya, Irving belajar
dari tradisi Mistik Katolik (orang-orang atau tokoh-tokoh mistik katolik yang
punya pengalaman istimewa bersama Allah), dari situ Irving melahirkan apa yan
disebut sebagai gerakan kesalehan (pietisme). Dengan kata lain, munculnya atau
titik awal yang merupakan benih paling awal untuk nanti berkembang menjadi gerakan
pentakostal setelah 2 abad kemudian, tidak lain adalah sebuah usaha untuk menaruh
perhatian secara lebih serius pada tradisi yang sangat-sangat katolik yaitu
tradisi mistisisme katolik. Dibaca oleh orang bukan katolik, diterapkan dalam
bentuk pietisme, nanti kemudian berkembang menjadi gerakan pentakostalisme,dan
kembali lagi ke Gereja Katolik menjadi karismatik katolik. Jadi bisa dilahat kalau
dilihat dari titik yang paling awal ketika mulai muncul pietisme Irvingites itu
karena pengaruh tradisi mistik katolik.

IRVINGITES
[CRISTOFORO COLOMBO: Amerika; 1485? 1492?]
[Revolusi Industri (1750-1830)] EDWARD IRVING (1792-1834).
Gereja Presbiterian Skolandia.
nubuat, bahasa Roh.
MISTISISME KATOLIK à PIETISME

Apa yang diajarkan dalam pietisme? Pietisme adalah usaha untuk mengusahakan
kesalehan dengan mencari jawaban PASTI. Kata kuncinya adalah kepastian (jaminan
kepastian). Harus ada sesuatu yang pasti dalam hubungan saya dengan Allah. Ada
assurance. Harap diingat bahwa latar belakang presbyterian salah satunya adalah
doktrin pre-destinasi yang mengatakan bahwa setiap orang sudah ditentukan sejak
awal untuk selamat atau tidak sehingga muncul perdebatan macam-macam teologis
dengan kaitan antara rahmat, Allah, dan kebebasan manusia. Itu latar belakangnya.
Sehingga orang mencari kepastian. Saya ini sudah selamat atau belum. Saya ini
termasuk orang yang ditetapkan untuk selamat atau tidak, maka kepastian itu
menjadi kata kunci. Karena ingin mencari sesuatu yang pasti, mereka punya
idealisme keagamaan. Mereka ingin menjadi total, menyeluruh. Sehingga tegangannya
adalah antara apa yang sebetulnya ada yang aktual dengan yang ideal. Oh saya ingin
jadi orang suci tanpa berdosa lagi, supaya saya punya jaminan pasti untuk
diselamatkan, tetapi kenyataannya saya masih berdosa, ada apa? Apakah saya sudah
selamat atau belum? Itu yang dicari oleh pietisme.

Kemudian, Kitab Suci juga ingin diterapkan secara praktis. KS menduduki peran
penting dalam hal ini karena ingin diterapkan secara praktis untuk mencari
jawabannya dalam KS untuk kembali menemukan kepastan apakah saya atau seseorang
itu sudah selamat atau belum.

Dan unsur yang terakhir adanya pertentangan dengan yang berbeda. Pietisme karena
ingin mencari kepastian apakah saya selamat atau tidak menumbuhkan cara berpikir
dimana kenyataan dilhat dari segala sesuatu yang bertentangan. Ini jahat, ini
baik, ini suci, ini tidak suci, ini hitam ini putih. Segala macam ingin
menghindari yang jelek-jelek (yang bertentangan) supaya semakin ada kepastian
keselamatan. Ini muncul darimana akarnya, yakni dari mistik katolik. Misalnya
dalam hidup membiara sebelum-sebelum itu, idealisme dalam hidup membiara katolik
adalah menjadi orang yang mati raga, puasa, tidak “ngedugem” kayak saya he-he,
pokoknya hidup di biara, berdoa dan itu menjadi idealisme kesalehan.

PIETISME
► Doctrine of assurance: jaminan kepastian; hubungan pribadi dengan Allah.
► Religious idealism: totalitas; menyeluruh; aktual vs ideal.
► Centrality of Scripture: penerapan praktis.
► Oppositive element: pertentangan dengan yang berbeda.

Pietisme dalam perkembangan selanjutnya, melahirkan gerakan Moravia. Ini penting


untuk kita ketahui untuk masuk ke tokoh sebelum ini. Pietisme dengan segala
idealisme dalam sejarah gereja menampilkan seorang tokoh bernama Count Nicolaus
von Zinzendorf (1700-1760). Dan di tempat (salah satu pusat komunitas / gerakan
itu) di Herrnhut di wilayah Moravia (1727): mereka mengalami pencurahan Roh Kudus.

Jadi kita melihat kembali bahwa idealisme dari gerakan Edward Irving dan gerakan
kesalehan karena pengaruh katolik, akhirnya melahirkan praktek-praktek /
pengalaman-pengalaman pencurahan-pencurahan Roh Kudus.

GERAKAN MORAVIA
Pengaruh dari Pietisme.
Count Nicolaus von Zinzendorf (1700-1760).
Herrnhut (1727): pencurahan RK.

Kita akhirnya bertemu dengan tokoh bernama John Wesley. Ia berasal dari Gereja
Anglikan di Epworth, Lincolnshire.. Ia anak ke-15 dari seorang imam anglikan.
Karena miskin dan penghasilan keluarganya terbatas, ia hampir digugurkan oleh
orang tuanya, tapi ternyata tidak, akhirnya menjadi seorang tokoh pembaharu dalam
sejarah gereja. Ia sekolah di Oxford dan selama ia sekolah di sana itu, ia punya
sebuah kelompok orang-orang muda dengan kakaknya juga di sana diantaranya yang
punya fanatisme dan idealisme untuk menjadi kudus yang dikenal dengan nama The
Sacramentarian (The Holy Club), yang kumpul-kumpul untuk berdiskusi tentang iman.
Untuk jalan menjadi kudus, mereka (John Wesley dan teman-temannya) mengembangkan
berbagai macam metode, sehingga gerakannya akhirnya dikenal dengan nama Methodisme
(kini dikenal dengan nama Gereja Methodis). Orang diajak untuk secara lebih serius
untuk masuk ke dalam suatu kekudusan dengan menaati beberapa metode yang
ditawarkan. Kemudian, ia menjadi diakon dan menjadi imam dalam Gereja Anglikan
lalu ia berkenalan dengan Gerakan Moravia (yang kita bahas tadi). Dan ia
mengatakan dalam sebuah pertemuan (bisa dikatakan dalam sebuah upacara dari
Gerakan Moravia) bernama The Aldersgate Street, London, John Wesley mengalami
pertobatan yang luar biasa. Istilah kita sekarang adalah ia mengalami pencurahan
roh atau ia dilahirkan kembali. Dan perlu dilihat juga bahwa John Wesley sangat
dipengaruhi oleh tulisan-tulisan dari Thomas A. Kempis. (mungkin ada yang pernah
membaca karya Thomas A. Kempis yaitu Mengikuti Jejak Kristus). Sekarang tidak
begitu banyak yang membacanya karena banyak hal yang memang sudah perlu
disesuaikan dengan situasi jaman sekarang tapi ketika itu masih menjadi buku
inspirasi untuk John Wesley pendiri Methodisme dan nanti akan melahirkan
pentakostalisme. Nah ini yang penting untuk kita lihat, dalam ajarannya, John
Wesley mengajarkan doktrin tentang The Second Blessing. Doktrin berkat kedua untuk
seseorang itu menjadi pasti bahwa dia itu sudah selamat. Salah seorang pengikutnya
adalah John Fletcher (1729-1785). Adalah orang yang akhirnya mengatakan bahwa
tanda pasti bahwa seseorang sudah menerima berkat kedua adalah bahwa orang
mengalami baptisan Roh Kudus.

Jadi pelan-pelan kita mulai melihat bagaimana dari usaha orang yang dipengaruhi
tradisi mistik katolik untuk lebih serius mengusahakan kekudusan / kesalehan dan
karena begitu ingin mencapai keselamatan maka orang mencari kepastian. Dan
kepastian itu ditentukan oleh apa? Akhirnya dalam perjalanannya, mereka sampai
pada kepastian itu tidak lain adalah ditentukan oleh baptisan Roh Kudus. Kita
melihat akar dari lahirnya gerakan pentakostal.

JOHN WESLEY (1703-1791)


Gereja Anglikan di Epworth, Lincolnshire.
Anak ke-15 imam Anglikan.
Oxford (1729): The Sacramentarians; The Holy Club.
Metodisme: “metode”
Diakon (1728); Imam (1735).
Gerakan Moravia: Aldersgate Street, London.
Pengaruh Thomas a Kempis dll.
DOKTRIN SECOND BLESSING.
John Fletcher (1729-1785): second blessing = baptisan RK.

Di tempat lain di Amerika, ada seseorang yang penting juga bernama Jonathan
Edwards yang berasal dari American Congregational Church (1703-1758) dan yang
penting adalah ia berkarya di suatu masa kebangktan besar Amerika (di tanah yang
baru dimana banyak orang mengalami kebangkitan spiritual mulai menyadari iman
mereka dan ingin menghayati iman secara lebih serius) yang dikenal dengan nama
Great Awakening 1730an-1740an, Ketika orang mulai mencari kepastian, Jonathan
Edward mengajarkan bahwa kepastian itu adalah PENGALAMAN, bukan kerja otak. Jadi
yang pasti kalau saya MENGALAMI bahwa saya diselamatkan bukan bahwa saya bisa
berpikir (bisa memahami secara jernih) bahwa saya diselamatkan. Kata pertama
KEPASTIAN dan kata kedua PENGALAMAN. Nanti kita akan melihat kembali akar
munculnya gerakan karismatik.

Ada berbagai proses munculnya karismatik katolik (sekali lagi), memang dari
perkembangan sejarahnya muncul dari NON KATOLIK tapi kalau dilihat dari awal-
awalnya muncul dari TRADISI yang PALING KATOLIK.

JONATHAN EDWARDS (1703-1758)


American Congregational Church.
Great Awakening 1730an-1740an.
Experiential assurance vs rational affirmation.

3. Dari Pentakostal menuju karismatik katolik


Di Amerika kemudian pengaruh John Wesley, Jonathan Edward, dan gerakan-gerakan
dari Great Awakening itu mulai berkumpul jadi satu dan disebut gerakan kekudusan
Amerika (The American Holiness Movement) bisa anda lihat macam-macam campuran-
campuranya.

AMERICAN HOLINESS MOVEMENT


PURITANISME.
PIETISME.
GREAT AWAKENING.
METODISME / WESLEYAN PERFECTIONISM.
DUA SAYAP: WESLEYAN DAN REFORMED

Ada sebuah proses pencarian. Pertama mulai dari sikap sangat anti karisma Roh
Kudus karena ada pengalaman “luka batin” atas Montanisme, macam-macam gerakan
Enthusiasme, dalam proses itu entah bagaimana Roh Allah menggerakkan lewat gerakan
Mistisisme Katolik untuk menggerakkan orang-orang di luar Gereja Katolik (jadi
pengaruh mistik katolik menggerakkan orang-orang di luar katolik juga untuk
mencari kesempurnaan). Dalam usaha mencari kesempurnaan yang dipengaruhi oleh
semangat mistik katolik itu, orang mencari jaminan pasti (ya kalau sudah capek-
capek mengusahakan keselamatan, saya perlu tahu donk setelah ini saya pasti nggak
sudah selamat atau belum, karena kalau nggak percuma saja saya nahan-nahan nggak
berbuat dosa, mendingan dosa saja kalau toh juga tetap nggak selamat). Jadi ada
orang mencari jaminan pasti. Dan yang paling akhir adalah apa tandanya yang bisa
menjadi jaminan pasti bahwa saya sudah selamat dan saya sudah ada di jalan menuju
kesempurnaan.

PROSES PENCARIAN
ANTI KARISMA ROH KUDUS
MISTISISME KATOLIK
PENCARIAN KESEMPURNAAN
JAMINAN PASTI
TANDA

Kini kita masuk ke seorang tokoh perempuan yaitu Phoebe Palmer. Dia ini adalah
salah satu orang yang pertama yang mencoba menjawab pertanyaan tentang KEPASTIAN
dan TANDA PASTI itu. Dia berasal dari sayap Wesley dan dia mengatakan begini:
“Kalau John Wesley dalam usaha mengejar kesempurnaan itu mengajarkan proses
pengudusan yang berjalan sepanjang hidup, maka Phoebe Palmer mengajarkan bahwa
JAMINAN PASTI dan TANDA KEPASTIAN itu terjadi pada SALAH SATU MOMENT dalam hidup
manusia. Orang bisa melihat hari ini, tanggal ini, jam sekian, di tempat itu saya
punya kepastian bahwa saya sudah selamat. Nah di sini kita lalu bertemu dengan
asal-usul yang disebut ALTAR THEOLOGY (Teologi Altar). Orang karismatik katolik
sekarang banyak yang latah. Setiap ada kegiatan, selalu ada altar call. Darimana
altar call itu” Mengapa altar call itu sungguh-sungguh sesuatu yang bukan katolik?
Karena Phoebe Palmer mengajarkan ada satu TITIK yang PASTI dalam hidup manusia
ketika dia memutuskan untuk hidup baru dan memutuskan untuk meneima keselamatan
yang dari Tuhan dan saat itu dia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya
pribadi saat itu. Kapan terjadinya? Yaitu ketika dalam pertemuan doa, orang
dipanggil untuk maju ke depan ke ruangan seperti aula / gedung pertemuan / GSG
(dalam knnsep mereka, ruangan di depan ini disebut sebagai altar sehingga altar
call adalah panggilan untuk orang-orang yang ingin punya kepastian selamat, dia
maju, berdiri di depan, didoakan entah bagaimana caranya, dan saat itu menjadi
MOMENT ALTAR THEOLOGY (saat itu). Kenapa ini SANGAT TIDAK KATOLIK. Karena buat
kita orang katolik, tidak mengajarkan bahwa ada satu titik dimana segalanya
menjadi pasti. Sementara altar call mengajarkan ketika seseorang ber-altar call
yaitu ketika orang mendapat kepastian akan keselamatan, dia tidak akan tidak
selamat, dia pasti selamat, meskipun sesudah altar call itu dia akan berdosa lagi,
dia sudah punya jaminan keselamatan. Buat kita orang katolik, nggak dulu ya, akan
dilihat dulu seluruh hidup kita harus menjadi baik. Dan buat kita, altar bukan
ruangan, tapi altar adalah sebuah meja. Ini hanya ingin memperlihatkan salah saru
perbedaan mendasar antara konsep pentakostal dengan konsep katolik dengan
keselamatan yang dibawa oleh gerakan karismatik katolik. Phoebe Palmer meyakinkan
banyak orang dan sampai sekarang ide itu dipertahankan. .

Sayap yang lain, yaitu Sayap Refomed juga mengalami hal yang sama, ketika Charles
Finney (1792-1876) dan Asa Mahan (Finney mengalami baptisan roh kudus) menekankan
dimensi komunal sosial.

PHOEBE PALMER 1835


Sayap Wesleyan (Wesleyan Perfectionism)
Proses sepanjang hidup à satu momen pasti.
ALTAR THEOLOGY.
OBERLIN PERFECTIONISM
Sayap Reformed.
Charles Finney (1792-1876) dan Asa Mahan. Pada tahun 1821 Finney mengalami
baptisan Roh Kudus.
Dimensi komunal, sosial.

Terbagi menjadi 2 sayap, yaitu: sayap Wesley (dari John Wesley) dan sayap Oberlin
(dari gerakan Reformed):. Point penting yang musti kita ingat adalah Wesley
mengajarkan bahwa RAHMAT MENGUBAH KODRAT MANUSIA sedangkan Oberlin mengajarkan
bahwa RAHMAT MEMBANTU KODRAT MANUSIA. Posisi Oberlin ini yang lebih dekat dengan
posisi katolik bahwa rahmat adalah membantu kodrat manusia.

Sayap Wesley juga mengajarkan bahwa rahmat itu pada saat diterima (saat orang
menjawab altar call), rahmat mengubah kodratnya maka terjadi pengudusan secara
menyeluruh dan dia menjadi seseorang yang sama sekali baru dan bisa menghindari
segala macam dosa.

Terbagi menjadi 2 sayap (arah pandangan):, yaitu:


Sayap-1
• WESLEYAN PERFECTIONISM
• WESLEY
• INDIVIDUAL
• PENGALAMAN RK: SUBSTANSIAL
• RAHMAT: MENGUBAH KODRAT MANUSIA

Sayap-2
• OBERLIN PERFECTIONISM
• REFORMED
• KOMUNAL
• PENGALAMAN RK: RELASIONAL
• RAHMAT: MEMBANTU KODRAT MANUSIA

Akhirnya, muncullah Keswick Soluton (1870) adalah sebuah pertemuan besar yang
mencoba mendamaikan berbagai macam perbedaan konsep teologi diantara mereka yang
mulai banyak khususnya antara 2 sayap tersebut. Keswick mengajarkan bahwa RAHMAT
membuat DOSA tak berdaya (in-operatif), sedangkan Wesley mengajarkan RAHMAT
MENGUBAH KODRAT sehingga rahmat mencabut akar dosa. Posisi REFORMED (posisi yang
paling dekat dengan posisi katolik dalam arti membantu kodrat) TERSINGKIR.
Sehingga semakin jauh adanya perbedaan antara katolik dengan gerakan-gerakan itu.
.
KESWICK SOLUTION
1870-an.
KESWICK: Rahmat membuat dosa tak berdaya (inoperative).
WESLEY: Rahmat mencerabut akar dosa (eradicated).
REFORMED: tersingkir.

Sampai di sini kita belum bicara tentang Roh Kudus. Artinya kita belum menekankan
pentingnya Roh kudus. Baru nanti ada buku yang ditulis oleh William Arthur, The
Tongue of Fire (1856) dan William Boardman, The Higher Christian Life (1858) dan
keyakinan Arthur dalam The Tongue of Fire akan sangat menentukan bagi perkembangan
keyakian Pentekostalisme di kemudian hari.

PERTOBATAN ß RK
William Arthur, The Tongue of Fire (1856),
William Boardman, The Higher Christian Life (1858).
Keyakinan Arthur dalam The Tongue of Fire akan sangat menentukan bagi
perkembangan keyakian Pentekostalisme di kemudian hari.

Kesimpulan sementara sampai titik ini adalah: mari kita melihat istilah
teologisnya. Ada pergeseran dari SOTERIOLOGIS (ilmu tentang keselamatan) ke
PNEUMATOLOGIS (ilmu tentang roh). Artinya kalau sebelumnya orang begitu berusaha
untuk mencari jawaban apakah saya sudah selamat atau belum bergeser ke pertanyaan
apakah Roh Kudus sudah berperan sungguh dalam hidup saya. Jadi akar gerakan
pembaruan hidup dalam roh adalah adanya pergeseran itu. .

Lalu ada juga pergeseran dari cara memandang yang disebut sebagai pasca
milenialisme yaitu sebuah konsep yang berdasar pada keyakinan bahwa akhir jaman
berkaitan dengan masa 1000 tahun. Pasca milenialisme mengatakan bahwa akan ada
masa 1000 tahun baru sesudah itu akan ada akhir jaman bergeser menjadi pra-
milenialisme artinya bahwa sebelum ada masa 1000 tahun itu sudah akan terjadi
akhir jaman. Dari yang sebelumnya akhir jaman dipandang sebagai sesuatu yang jauh
menjadi sesuatu yang dekat. Contoh : belum lama ini (beberapa tahun lalu) di
Bandung ada orang yang mengatakan bahwa akhir jaman akan terjadi di Bandung lalu
yang datang bukan Yesus tapi polisi. Itu satu manifestasi dari sisa-sisa /
perkembangan yang masih dipertahankan bahwa ada pergeseran menjadi pra
milenialisme maka kita banyak membaca buku-buku, kotbah-kotbah, yang mengatakan
akhir jaman sudah dekat, lihat ada banyak gempa bumi, ada kebakaran, ada tsunami,
segala macam dibaca untuk ditafsirkan sebagai tanda pra milenialisme.

Yang muncul pada masa itu juga adanya kebangkitan besar-besaran tentang
penyembuhan. Dimana-mana tiba-tiba menjelang akhir abad 19, yakni penyembuhan-
penyembuhan dilakukan. Mungkin masing-masing kelompok bersaing, yang menyembuhkan
lebih hebat, yang lebih banyak disembuhkan, dll.

Wesley semakin pasti bahwa yang disebut ajaran The Scond Blessing itu adalah
Baptisan Roh Kudus yaitu kepastian ketika orang menjawab altar call untuk menerima
baptisan Roh Kudus untuk menerima baptisan Roh Kudus dan ia memiliki jaminan
pasti.

Keswick mengajarkan bahwa baptisan Roh Kudus itu dibutuhkan untuk penginjilan
bukan jaminan keselamatan tapi yang lebih populer adalah ajaran dari Wesley dan
sekarang kita masuk ke titik baru ketika kemudian berkembang tidak hanya konsep
tentang The Second Blessing teapi juga The Third Blessing. Itu berarti baptisan
api yakni bahasa roh.

Di sini kita mulai melihat bahwa mengapa bahasa roh itu begitu dikejar-kejar,
mengapa bahasa roh itu begitu dipromosikan, kenapa bahasa roh begitu ditawar-
tawarkan kepada orang sampai tidak jarang kita melihat ekses adanya orang-orang
yang berkali-kali ikut SHB misalnya dan belum berhenti karena belum menerima
bahasa roh atau ketika orang mendoakan pencurahan roh, dibentak-bentak, teriak-
teriak, digoncang-goncang kalau belum mendapat bahasa roh.

Akarnya dimana? Akarnya adalah dalam doktrin yang terjadi pada abad 19 yang
terjadi di luar Gereja Katolik, bahwa adanya Berkat Ketiga. Ini bukan Posisi
Katolik. Tapi ini sangat ditekankan. Apalagi ditambah dengan adanya situasi yang
mendesak, akhir jaman sudah dekat. Kalau nggak dapat bahasa roh sekarang, siapa
tahu akhir jaman terjadi besok maka kita nggak selamat. Semacam itu…jadi harus
dikejar. Tapi itu bukan posisi katolik (abad 19). .

PARADIGM SHIFT AKHIR ABAD 19


SOTERIOLOGIS à PNEUMATOLOGIS.
PASCA-MILENIALISME à PRA-MILENIALISME
KAMPANYE PENYEMBUHAN.
WESLEY: BAPTISAN RK = BERKAT KEDUA.
KESWICK: BAPTISAN RK = PENGINJILAN
BERKAT KETIGA = BAHASA ROH (BAPTIS API)

Kita akan masuk ke pokok berikutnya. Bagaimana persisnya lahirnya gerakan


pentakostal atau disebut pentakostalisme klasik. Tokohnya bernama Charles Fox
Farham (1873-1929). Dia berasal dari Gereja Metodis berarti aliran John Wesley
karena mengembangkan metode-metode. Dia disembuhkan dari sakit reamtik kemudian
menjadi pengkotbah independen, keliling sana - keliling sini dan mendirikan Bethel
Bible School di Topeka Texas.

Pada tanggal 26 Des 1900, dia berkotbah tentang Roh Kudus. Ada perdebatan tentang
tanda bahwa orang sudah menerima Roh Kudus. Pada akhir tahun itu, seluruh kelas
(murid-muridnya) yakin bahwa tanda yang paling jelas adalah bahasa roh. Sekali
lagi ingat, orang ingin SEMPURNA, SELAMAT, PASTI, TANDANYA APA? BAHASA ROH… itu
titik awalnya.

Pada akhir tahun itu mereka berdoa secara khusuk setelah membaca 4 bab petama dari
Kisah Para Rasul, dengan sungguh-sungguh supaya mengalami kembali apa yang dialami
pada hari Pentakosta yang pertama di Yerusalem. Dan bagi pemahaman mereka adalah
agar kembali dimanifestasikan secara jelas adanya bahasa roh dan begitulah
terjadi.

Ada seseorang bernama Agnes Ozman.(kalau anda baca buku-buku tentang karismatik
and sejarah pentakosta, nama ini mncul, Farham dan Ozman). Dia tiba-tiba
berbahasa, bahasa aneh-aneh, lalu untuk beberapa hari kemudian, ini menjadi heboh
di Topeka Texas bahwa di Bethel Bible School itu ada bahasa roh. Mereka mengirim
banyak orang ahli untuk menyelidiki dan kesimpulannya, Agnes Ozman berbahasa
sebuah dialek Chinese. Bahkan ketika dia diajak untuk menulis, Agnes Ozman menuls
karakter Chinese (tidak tahu bagaimana persisnya tapi itu yang dilaporkan dalam
biografinya Farham). Ada keyakinan bahasa roh. Namun karier Farham berakhir
tragis, karena dia terlibat skandal yang memalukan sehingga akhirnya dia mulai
kehilangan pengikut dan jatuh miskin, lalu hanya menjadi pengktbah kecil-kecilan
seperti itu. Tapi sudah ada MOMENT PENTNG akan KEYAKINAN bahwa TANDA adalah BAHASA
ROH. Dalam buku-buku sejarah pentakostal, seringkali dikatakan The First Person
yang berbahasa roh.

CHARLES FOX PARHAM (1873-1929)


Gereja Metodis
Sembuh dari rematik (1898); pengkotbah independen; Bethel Bible School
26 Des 1900: tentang RK
31 Des 1900: yakin akan bukti bahasa Roh
Agnes Ozman
Akhir tragis

ßAGNES OZMAN
STONE’S FOLLY à

Salah satu murid Farham adalah William Joseph Seymour seorang kulit hitam. Dia
adalah keturunan budak yang dibebaskan. Saat itu situasinya, perbudakan adalah
sesuatu yang masih legal / diterima. Dia murid Farham di Topeka Texas. Dan dia
mulai mencoba meniti karier dengan membuka jemaat kecil-kecilan di Los Angeles,
California. Dia berkotbah tentang bahasa roh tetapi ditertawakan oleh jemaatnya.
Yang dia pelajari dari Farham dicoba diwartakan di LA, tapi diketawain lalu
jemaatnya bubar.

Salah satu dari orang yang mendengarkan kotbah Seymour dan juga menjadi teman
dekat Seymour, yaitu bernama Ed Lee seorang petugas kebersihan pada 9 April 1906
saat sedang bersih-bersih tiba-tiba dia berbahasa roh. Dia tidak mengerti kenapa
dia bisa berbahasa roh lalu dia cerita kepada jemaat dan ke Seymour dan ia masih
berbahasa roh, baru sejak saat itu ajaran yang dibawa oleh Seymour dari Farham
tersebut dipercaya oleh jemaatnya dan sejak saat saat itu bahasa roh MUNCUL terus
tiap hari, tiap saat, dan dimana-mana. Orang menyelidiki, banyak peneltian-
penelitian di LA lalu berkembang ke suatu tempat bernama Azusa Street yang sampai
sekarang diyakini sebagai tempat lahirnya gerakan pentakostalisme klasik yang
lebih global dari LA.

WILLIAM JOSEPH SEYMOUR (1870-1922)


Orangtua bekas budak
Murid Parham di Topeka
Kotbah tentang bahasa Roh à ditolak
Ed Lee 9 April 1906
312 Azusa Street, AL

AZUSA STREET

TIM PELAYANAN SEYMOUR

Yang penting bagi kita adalah melihat adanya 2 model, yaitu model Farham (Texaz,
White pentakostalism) dan model Symour (LA, black pentakostalism). Dalam white
pentakostalism, emosi masih dikontrol, tetapi dalam black pentakostalism, emosi
meluap dan tidak dikontrol.

Buat black pentakostalism, pentakostalisme adalah gerakan yang menyapa orang-orang


yang tersingkir di masyarakat kelas bawah. Orang-orang bekas budak, orang-orang
yang mengalami rasisme, orang-orang yang tidak punya tempat di masyarakat, orang-
orang yang sebelumnya tidak pernah didengarkan, dalam Azusa Street, setiap
pertemuan, setiap orang bebas mengungkapkan manifestasi roh, boleh teriak-teriak,
boleh lompat-lompat, boleh guling-guling, boleh nangis-nangis, dan macam-macam
semuanya boleh dan buat mereka itu tempat penting, karena masing-masing punya
tempat sekarang dan didengarkan dan tidak dilarang. Ritual dengan struktur jelas
dan ritual tanpa struktur. Roh Kudus nggak usah distrukturin. Eh nyanyi yuk,
nyanyi…eh nangis …pada nangis, berhenti ada kotbah, wah nubuat, segala macam,
tiba-tiba ada yang guling-guling, dll. Kalau baca laporan dari koran-koran di
Amerika saat hari-hari pertama peristiwa di Azusa Street maka akan terdengar
cerita-certa semacan itu.

Model Farham terhambat karena dia punya skandal. Model Seymour meluas karena ia
tidak punya skandal ditambah juga memberi tempat untuk orang-orang masyarakat
bawah untuk berekspresi.
Pentakostalisme yang meluas punya akar dalam spritualitas African American
spiritualitas orang-orang kulit hitam dimana emosi merupakan bagian dari cara
mereka berekspresi. Contoh : di kalangan Gereja Katolik di Afrika sekarang-pun
menari adalah bagian dari liturgi. Dengan ucapan teriak-teriak adalah bagian dari
liturgi karena itu merupakan bagian dari budaya mereka. Sehingga sesuatu yang
sangat normal dan sangat wajar ketika orang-orang kulit hitam mengembangkan
pentakostalisme, yang muncul juga adalah emosi yang meluap-luap. Contoh : kalau
kita ikut pertemuan black Amrican atau Misa Gospel Katolik, kita akan dengar kalau
romonya kotbah, ucapan-ucapan “Amen…Amen” atau umatnya bilang “Amen, yes, yes
Father, go for it, dll”. Itu ciri spiritualitas black, jadi tidak membedakan
katolik dan non katolik. Mereka semua seperti itu, baik katolik atau bukan, yang
jelas mereka sama-sama orang kulit hitam. Lalu sekarang orang pikir, o ciri khas
pentakostal / karismatik kalau sudah bisa berlaku seperti itu, kita nyahut
“AMEN....AMEN”… padahal yang kita lakukan itu kita meniru gaya orang kulit hitam
bukan pentakostal. Orang merasa sudah karismatik kalau sudah begitu. Padahal bukan
itu pointnya. Yang terbawa keluar dan dimana-mana ada sekaang, adalah model black
pentakostal.

Terbagi lagi menjadi 2 model:


Model-1
PARHAM
WHITE PENTECOSTALISM
EMOSI DIKONTROL
RITUAL DENGAN STRUKTUR
TERHAMBAT (SKANDAL)

Model-2
SEYMOUR
BLACK PENTECOSTALISM
EMOSI MELUAP
RITUAL TANPA STRUKTUR
MELUAS (TANPA SKANDAL)

4. Lahirnya Karismatik Katolik


Perkembangan pentakostalisme, banyak orang yang sudah mengalami betapa pentingnya
dilahirkan kembali dalam Roh Kudus dengan karunia bahasa roh kemudian juga
melahirkan begitu banyak orang para pengkotbah yang dengan penuh kuasa membawa
orang kepada pertobatan. Salah satu orang yang dikenal adalah David Wilkerson. Ia
berkotbah diantara para anggota gang di New York. Jadi umatnya dia itu bandar-
bandar narkoba, preman-preman, tukang-tukang rampok, segala macam. Dalam
pewartaannya itu, ia membawa banyak pertobatan. Dan ia mengisahkan kisah
pelayanannya dan kisah-kisah kesaksian pertobatan orang-orang bekas penjahat itu
dalam buku yang ditulisnya dengan judul The Cross and The Switchblade (Salib dan
Pisau Lipat). Buku ini menjadi buku yang paling populer kepada publik yang luas
tentang dasar-dasar konsep-konsep pentakostal (keselamatan, kepastian keselamatan,
menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, altar call, bahasa roh, dsb
yang dikemas dalam kisah-kisah nyata orang-orang bekas penjahat itu. Pada waktu
itu buku ini menjadi best seller dan dibaca oleh banyak orang termasuk dibaca oleh
beberapa tokoh awam dari Gereja Katolik.

Nah sekarang kita akan pindah ke sebuah tempat yang disebut Duquesne University di
Pitsburgh di Amerika. Ini akan menjelaskan tahap-tahap bagaimana munculnya
akhirnya sampai pada kelahiran gerakan karismatik katolik.

Pada tahun 1966 bulan Agustus di daerah situ diadakan konvensi dari gerakan yang
disebut sebagai gerakan Cursilio yang berasal dari Spanyol yang berarti Cursilio
adalah kursus-kursus kecil. Sebetulnya adalah gerakan-gerakan kader untuk
pemimpin-pemimpin awam. Dan pada waktu itu hampir setiap tokoh awam pasti terlibat
dalam gerakan Cursilio. Pada waktu itu ada orang bernama Steve Clark dan Raph
Martin, mereka ikut juga konvensi Cursilio itu dan bertemu dengan beberapa teman
yang berbicara tentang pengalaman pentakostal dan terlebih berbicara tentang
sebuah buku yang sebaiknya juga dibaca. Buku itu tidak lain adalah buku yang
ditulis oleh David Wilkerson tadi yaitu The Cross dan The Switchblade. Pada waktu
itu Steve Clark dan Ralph Martin adalah 2 dari sekian banyak tokoh awam yang sudah
lama mendengar tentang adanya kebangkitan pentakostal di gereja-gereja lain dan
sudah lama mendengar tentang adanya manifestasi-manifestasi karisma dan orang-
orang ini sudah selama kurang lebih setahun sebelum itu setiap hari mendoakan doa
datanglah Roh Maha Kudus. Jadi ada sebuah bentuk kebaktian yang diungkapkan oleh
orang-orang yang sangat-sangat katolik ini. Mereka merasa membutuhkan sesuatu dan
mereka mendoakan secara tekun setiap hari doa mohon Roh Kudus.

Maka setelah konvensi Cursilio itu, dua buku The Cross and The Switchblade dan ada
buku lain yang berjudul They Speak With Other Tongue. Dua buku ini dibaca oleh
para pemimpin awam katolik, mereka yang aktif dalam paroki mahasiswa (sebagai
penggerak). Karena membaca dua buku itu, khususnya membaca bukunya David Wilkerson
The Cross and The Switchblade dan ditambah juga kerinduan yang sudah dipupuk
selama setahun, mereka lalu bertanya “Oke, kita rindu akan pengalaman Roh Kudus
dan kita sudah setahun kurang lebih berdoa terus mohon Roh Kudus dan kita sudah
baca buku ini yang menggambarkan pengalaman secara nyata orang-orang itu tentang
Roh Kudus, sekarang bagaimana? Tidak mungkin kita pergi kepada orang pentakostal
karena takut nanti, eh .. kita ini orang katolik lho, kalau kita minta tolong
orang pentakostal, nanti jangan-jangan kita tidak katolik lagi. Maka mereka
berdebat, tapi bagaimana?

Akhirnya pada bulan Desember 1966, jadi 4 bulan setelah pengalaman pertama dengan
Cursilio dengan buku itu, mereka akhirnya menghubungi serang imam dari gereja
episkopal bernama William Lewis. Dan mereka atas bantuan orang ini, pada tanggal
13 Januari 2967 di sebuah pertemuan doa (orang-orangnya adalah orang-orang dari
episkopal, persbyterian, dan mungkin juga orang-oang dari gereja lain), ORANG-
ORANG AWAM KATOLIK INI DIDOAKAN DAN MENGALAMI SESUATU.

Tetapi baru pada bulan Februari tahun 1967, tanggal 16 – 18 ketika beberapa dosen
katolik (dosen teologi dan dosen macam-macam), dan beberapa mahasiswa mengadakan
akhir pekan. Pada weekend itu sebagai persiapan, mereka membaca buku The Cross and
The Switchblade, mereka membaca Kisah Para Rasul 1 – 4. Dan pendek kata ingin
mencari sesuatu yang baru, ingin meminta kepada Tuhan untuk bisa mengalami apa
yang sudah dialami di kalangan gereja-gereja lain. Nah dalam weekend itu hari
Sabtu, tanggal 17 Febuari (tahun lalu 2006 genap 40 tahun peristiwa Duquesne,
salah satu tokohnya yang kemudian dikenal dan saat itu masih seorang mahasiswi
sebagai seorang muda Patti Mansfield setelah menikah dengan Mr. Gallagher maka
namanya menjadi Patti Mansfirld Gallagher dan tahun 2006 lalu diterima oleh Paus
Benediktus XI sebagai perayaan 40 tahun gerakan pembaruan karismatik katolik),
ceritanya begini:

Banyak cerita yang menarik di akhir pekan itu, karena mereka sendiri sebenarnya
tidak tahu. Ada kerinduan tapi nggak tahu mau berbuat apa. Yang mereka tahu
hanyalah kita ingin berdoa, kita ingin membaca Kitab Suci bersama-sama, kita ingin
berbagi pengalaman dan mungkin saling mendoakan dan kita lihat nanti apa yang akan
terjadi.

Si Patti ini bercerita dalam salah satu tulisannya begini: sore itu hari Sabtu
sebetulnya mau ada pesta ulang tahun untuk seorang romo yang juga hadir di sana
(jadi karismatik katolik lahir gara-gara ada romo yang ulang tahun). Ada romo yang
mau ulang tahun dan mereka ingin bikin pesta, tapi mungkin meeka sudah capek hari
Jumat Sabtu pagi seharian berdoa dan nggak mengalami apa-apa. Lalu si Patti ini
salah satu pemimpinnya mengatakan mencoba mengumpulkan anak-anak supaya kumpul di
ruang rekreasi untuk pesta ulang tahun. Dalam perjalanannya dia keliling ke rumah
itu (rumah tempat mereka kumpul), dia naik ke tingkat atas mencari dimana anak-
anak ini kok belum pada kumpul, nanti pestanya batal.

Dia lewat di depan kapel dan dia merasakan dorongan yang begitu kuat untuk masuk
ke kapel dan berdoa di depan Sakramen Maha Kudus. Dan tidak lama kemudian, ia
megalami dorongan yang begitu kuat untuk mengajak orang-orang lain untuk juga
datang kapel itu karena apa?. Dia mengatakan “saya merasakan kehadiran Tuhan yang
begitu istimewa di kapel itu”. Maka satu demi satu para dosen para mahasiswa itu
datang ke kapel dan BERDOA SENDIRI-SENDIRI. Pada saat itulah mereka mengalami
satu-persatu apa yang disebut sebagai pengalaman PENCURAHAN ROH KUDUS.

DI DEPAN SAKRAMEN MAHA KUDUS, DALAM KEHENINGAN MASING-MASING BERDOA, TIDAK ADA
ORANG YANG MENUMPANGKAN TANGAN, DAN MASING-MASING MENGALAM,I SAPAAN LANGSUNG DARI
PERJUMPAAN DENGAN TUHAN DALAM SAKRAMEN MAHAKUDUS, DAN MULAI ORANG-ORANG ITU ADA
YANG MULAI BERBAHASA ROH, ADA YANG MULAI MENANGIS, ADA YANG MULAI MENYANYIKAN
PUJI-PUJIAN DAN BEGITU SETERUSNYA SAMPAI PAGI HARI.

Karismatik katolik sebagai sebuah pengalaman kelompok besar terjadi di Duquesne


University. Dan bagaimana lahirnya ditentukan oleh Sakramen Maha Kudus. Jadi
karismatik katolik lahir sebagai sebuah pengalaman pertobatan sebagai kelompok
katolik adalah pengalaman yang sangat katolik. Lebih katolik dari itu nggak ada
kan. Di depan Sakramen Maha Kudus itu katolik banget kan. Karismatik katolik lahir
karena ada perjumpaan dengan Yesus yang hadir dalam Sakramen Maha Kudus.

Nah itu ceritanya, mereka akhirnya nggak jadi pesta ulang tahun. Mereka akhirnya
malah doa di kapel, nangis-nangis, banyak orang mengalami pertobatan dan hari-hari
selanjutnya mulai banyak manifestasi, bahasa roh, nubuat, dan macam-macam dan
orang mulai banyak berbondong-bondong datang sampai akhirnya ke tempat kita
(Indonesia) kurang lebih 10 tahun kemudian. Ini satu hal yang dirasa penting untuk
dilihat bagaimana lahirnya karismatik katolik itu.

Apa yang bisa kita lihat? Karismatik katolik lahir karena adanya kerinduan
(desire), ada longing mereka setahun berdoa mohon Roh Kudus sungguh-sungguh ada
kerinduan berdoa. Itu berarti apa, pada saat lahirnya, kerinduan ini bukan hanya
kerinduan akhir pekan, bukan hanya kerinduan beberapa pekan tapi sepanjang tahun
bahkan ada kerinduan untuk mengalami Roh Kudus, sehingga lahir pengalaman itu.
Kenapa dikatakan penting di sini, karena mungkin kita bisa mulai melihat bagaimana
bentuknya sekarang. Akhir pekan SHB hanya 1 mnggu, bagaimana kerinduan itu bisa
mncul dalam waktu yang sesingkat itu atau beberapa minggu. Ini setahun kurang
lebih sangat intensif merindukan itu dan pentingnya berbagi cerita atau sharing.
Mereka tidak akan membaca buku The Cross and The Switchblade kalau mereka tidak
bertemu dengan teman-teman mereka di dalam Cursilio Convention tadi yang bercerita
tentang buku itu. Buku itu sendiri adalah sebuah sharing dari si David Wilkerson.
Jadi pentingnya berbagi cerita. Dan Patti Mansfield sendiri ketika malam itu
terjadi, dia sedang berdoa tetapi dia digerakkan untuk berbagi cerita kepada
orang-orang yang belum berdoa untuk masuk ke kapel dan berdoa. Jadi ada sebuah
proses dimana orang saling berbagi cerita dan berbagi pengalaman. Dan kita perlu
menerima dalam sejarahnya memang ada banyak peran dari orang-orang non katolik.
Tadi ada imam dari gereja episkopal, presbyterian misalnya William Lewis
(Episkopal), Betti Schomaker (Episkopal), Florence Dodge (Presbiterian). Buku itu
ditulis oleh seorang pentakostal. Jadi memang ada peran dari pihak non katolik.
Dan yang penting adalah (seperti yang sudah dikatakan tadi) adanya tradisi katolik
yaitu doa (datanglah Roh Maha Kudus), terus didoakan, dan Sakramen Maha Kudus,
sangat-sangat katolik. Dan in penting buat kita semua, yaitu karsimatik katolik
adalah sebuah kebangkitan awam katolik, terutama pada awalnya. Jadi seharusnya
yang berdiri di sini adalah seorang awam bukan imam tapi kebangkitan awam
pemimpin-pemimpin katolik. Ini yang terjadi, ini secara singkat, bagaimana awalnya
sampai kita sekarang ada di sini. Kita ada dalam hubungan dengan karismatik
katolik yang lahir 40 tahun lalu dalam konteks semacam itu.

DAVID WILKERSON

DUQUESNE UNIVERSITY
Agustus 1966 Cursillo Convention
Steve Clark & Ralph Martin: “buku”
Doa sekuens Roh Kudus
The Cross and the Switchblade & They Speak with Other Tongues
Desember 1966 William Lewis (Episkopal)
13 Januari 1967 Betti Schomaker (Episkopal), Florence Dodge (Presbiterian)
16-18 Februari 1967 Duquesne

BELAJAR DARI PROSES


• KERINDUAN (DESIRE)
• BERBAGI CERITA (SHARING)
• PERAN NON-KATOLIK
• TRADISI KATOLIK: DOA DAN SAKRAMEN MAHAKUDUS
• KEBANGKITAN AWAM

4. Karismatik katolik dan identitas katolik


Sekarang pokok berikutnya adalah beberapa hal untuk menentukan mulai mencari
dimana kita perlu meyakini identitas katolik kita secara lebih lagi. Pertama
gerakan pentakostal sangat menekankan pada harapan akhir jaman (harapan
eskatologis) (oleh Romo Deshi hanya kasih 2 contoh saja) bisa dilihat dalam Wahyu
14 ayat 6 dan Matius 24 ayat 14. Ketika mereka tadi (masih ingat bahwa ada
pergeseran dari pasca milenialisme ke pra milenialisme sehinga membuat pemahaman
bahwa akhir jaman itu sudah lebih dekat), maka jangan heran kalau ada semangat
begitu menggebu-gebu untuk mewartakan Injil.. ‘Injil harus segera disampaikan”.
Maka orang-orang pentakostal akan sangat bersemangat, sangat agresif, karena
motivasinya apa? Motivasinya adalah akhir jaman sudah dekat, orang-orang harus
diselamatkan, harus menerima pewartaan Injil. Kita lalu melihat bahwa salah satu
dimensi dari kemendesakan itu adalah …ada yang tahu? Adalah membawa kembali orang-
orang katolik dari kesesatan mereka. Maka jangan heran kalau anda bertemu dengan
orang-orang yang mengaku diri sebagai Born Again Christians (orang-orang kristiani
yang lahir baru, kelompok-kelompok yang sangat agresif, salah satu misi mereka
adalah misi menyelamatkan orang-orang katolik). Dan anda sudah melihat ada begitu
banyak di kalangan orang muda yang begitu digerakkan oleh misi ini dan berhasil
membawa orang-orang muda kita untuk pindah ke gereja mereka. Mereka mungkin tidak
punya maksud-maksud politis untuk sengaja menggembosi Gereja Katolik tapi yang ada
adalah sebuah keyakinan bahwa akhir jaman sudah dekat, Injil kekal harus
diwartakan kepada semua orang supaya selamat, dan yang paling tidak selamat adalah
orang katolik. Anda tahulah situasinya, ada background semacam ini dan ada dalam
sejarah gereja, pada awal abad itu juga ketika mulai lahir gerakan pentakostal,
juga mulai muncul lahir gerakan fundamentalis biblis kristen yang mencoba
menerapkan penafsiran secara harafiah dan salah satu bentuknya akhirnya adalah
menjadi anti katolik karena orang katolik adalah orang-orang yang paling tidak
menerapkan kitab Suci secara harafiah jadi paling sesat dalam arti itu. Jadi anda
merasa melihat sebuah harapan eskatologis akhir jaman punya cabang anti katolik.
Jadi anda masuk di situ sekarang atau kita ada di sini. Setiap kali anda baca
buku-buku dari pendeta-pendeta pentakostal atau mendengarkan kotabah-kotbah dari
pengkotbah-pengkotbah pentakostal mungkin anda tertarik dan diyakinkan tetapi
jangan lupa bahwa di dalamnya ada misi anti katolik. Nanti tahu-tahu diyakinkan
betul-betul bahwa kita sesat, akhirnya pindah ke tetangga sebelah. Tapi sekali
lagi kalau anda bertemu orang-orang muda, mereka sebetulnya orang-orang baik punya
misi suci karena mereka melihat “aduh bapak ini katolik bertahun-tahun bentar lagi
mati, dia nanti masuk neraka, katolik dia soalnya maka harus ditarik”. Motivasinya
adalah keselamatan, motivasi yang suci.

HARAPAN ESKATOLOGIS
Why 14:6 Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit
dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di
atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, 7 dan ia berseru
dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba
saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan
laut dan semua mata air.”
Mat 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi
kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.

Ciri lain adalah yang disebut sebagai Full Gospel (Injil Sepenuh). Apa sih yang
disebut sebagai Injil Sepenuh itu? Apa yang disebut Full Gospel? Apa yang penuh
benar-benar? Pertama Full Giospel percaya akan Yesus sebagai Yang membenarkan
kita, Yang menebus, sehingga ada Pembenaran / Justfication. Tapi tidak hanya itu,
Yesus adalah Yang Menguduskan. Anda ingat bahwa sejak John Wesley, impiannya
adalah pengudusan total (Entire Sanctification), seluruhnya dikuduskan dan juga
mengajarkan Yesus sebagai Penyembuh maka harus ada penyembuhan / healing. Maka
jangan heran ada banyak kampanye-kampanye penyembuhan di kalangan orang-orang
pentakostal. Kenapa? Karena tanpa adanya penyembuhan, mereka belum mewartakan
Injil secara sepenuhnya. Kalau seorang pendeta atau seorang pengkotbah, kotbah
sana-sini, laris tapi dia tidak bisa membuat adanya penyembuhan dalam kebangunan
rohaninya, hey dia bukan / belum mewartakan Injil secara penuh. Harus ada
penyembuhan karena Yesus adalah Yesus yang menyembuhkan.
Ciri lain: Kedatangan Kedua (Second Coming) sehingga banyak buku ditulis, banyak
perhatian ditulis, banyak novel ditulis meramalkan kapan datangnya Yesus. Dan
orang katolik juga banyak yang ikut-ikutan. “Bener ya Romo, tahun ini, iya…..hati-
hati makanya, ….bener ya tanggal segini, ….iya Romo bilang”.Kedatangan kedua
begitu penting, kenapa? Karena kalau memang orang sudah tahu, tahun depan nih,
Yesus datang kedua kalinya maka waktunya makin mendesak, harus makin kerja keras
menyelamatkan orang katolik, harus mendapatkan karunia bahasa roh karena itu
jaminan pasti keselamatan. Dan Yesus adalah Pembaptis, berarti baptisan Roh Kudus.
Kalau dalam pewartaan tidak bisa membawa orang pada pengalaman dibaptis dalam Roh
kudus, maka dia belum mewartakan Injil secara penuh.

INJIL SEPENUH (FULLGOSPEL)


PEMBENARAN (JUSTIFICATION)
PENGUDUSAN (SANCTIFICATION)
PENYEMBUHAN (HEALING)
KEDATANGAN KEDUA (SECOND COMING)
BAPTISAN ROH KUDUS (SPIRIT BAPTISM)

Ciri lain : Hujan Akhir. Nah, ada lagunya “Curahkanlah hujanmu dari….basahilah
s’karang…” Itu pentakostal ya. Baik, konsepnya apa? Konsepnya adalah berkaitan
dengan akhir jaman tadi, dalam situasi musim di Tanah Suci (Yerusalem) ada hujan
terakhir (setelah musim hujan akan ada hujan terakhir yang turun yang seolah-olah
menjadi kesempatan terakhir untuk tanaman-tanaman yang sebelumnya sudah menerima
hujan itu dan sudah mulai bertumbuh tapi belum penuh maka diberi hujan supaya bisa
tumbuh secara total (penuh). Jadi bukan tanah yang kering tapi tanah yang sudah
basah hanya dikasih sekali lagi supaya nanti…. tumbuh, siap dipanen. Konsep hujan
akhir adalah orang-orang yang sudah menerima berkat tapi kok masih belum total,
akan ada hujan akhir, dia ditumbuhkan secara istimewa, panen, akhir jaman dia
selamat. Konsepnya seperti itu.

Nah dalam sejarahnya, mereka mengembangkan juga adanya bentuk-bentuk hujan akhir
itu yang dipenuhi secara berbeda-beda. Ada macam-macam tingkatan:
HUJAN AKHIR (LATTER RAIN)
Tingkat pemenuhan “literal:” syarat-syarat yang harus dipenuhi agar benar-benar
menerima hujan akhir yang dijanjikan oleh Tuhan untuk membuat panenan siap dipetik
pada masa akhir.
Tingkat pemenuhan “tipologis:” Gereja adalah umat Perjanjian Baru; hujan awal
sebagai “pembenaran” dan hujan akhir sebagai “hidup dalam kepenuhan Roh.”
Tingkat pemenuhan “profetik:” gerakan Pentekostal diyakinkan akan posisi mereka
dalam seluruh kerangka sejarah keselamatan.

Point yang terakhir itu penting, bahwa gerakan pentakostal atau gereja-gereja
pentakostal yakin bahwa posisi mereka sangat menentukan dalam rangka pemenuhan
profetis maka kalau mereka nggak bergerak, maka mereka tidak memainkan perannya
karena keselamatan tergantung dari peran mereka. Jadi kalau mereka nggak maksa
anda, telpon-telpon anda untuk datang ke kebaktian mereka, mereka belum
menjalankan tugas mereka dengan baik sebagai pemenuhan profetik hujan akhir, kalau
mereka belum kirim mobil untuk jemput anda, mereka belum memainkan peran secara
total. Nah, makin panas ya…

Hujan akhir lagi…Membagi sejarah dalam beebagai dispensasi (penyampaian rahmat


Allah). Mereka berdebat ada 3 atau 7 dispensasi. Yang jelas adalah menurut mereka,
akan ada masa yaitu masa Roh Kudus (saat ini) menurut pembagian yang ketiga atau
masa pemerintahan Ilahi, jadi akan ada masa pentakostal menguasai seluruh sejarah
manusia.

HUJAN AKHIR - DISPENSASI


Tiga Dispensasi: membagi sejarah menjadi 3 x 2000 tahun. Ketiga dispensasi itu
adalah: 1) Masa “Bapa:” dari penciptaan sampai panggilan Abraham; 2) Masa
“Putera:” panggilan Abraham sampai kenaikan Kristus; 3) Masa “Roh Kudus:” hari
Pentekosta sampai kedatangan Kristus yang kedua kali.
Tujuh Dispensasi: 1) Masa “Lugu” (Innocence): penciptaan sampai dosa pertama;
2) Masa “Suara hati” (Conscience): dosa pertama sampai air bah; 3) Masa
“Pemerintahan Manusia” (Human Government): air bah sampai menara Babel; 4) Masa
“Keluarga” (Family): panggilan Abraham sampai keluaran dari Mesir; 5) Masa “Hukum”
(Law): keluaran dari Mesir sampai karya yang dituntaskan di atas Kalvari; 6) Masa
“Rahmat” (Grace): kebangkitan Kristus sampai kedatangan-Nya yang kedua; 7) Masa
“Pemerintahan Ilahi” (Divine Government): sebuah masa seribu tahun.

Nah, lalu Iman Rasuli. Yang disebut Iman Rasuli, dalam pemahaman pentakostal, ada
4 tahap dalam sejarah gereja (pendirian, penyesatan, pemulihan, dan
penyempurnaan). Pennyempurnaan siapa yang memainkan? Adalah orang-orang
pentakostal. Mengapa dibutuhkan penyempurnaan dan pemulihan? Karena ada masa
penyesatan gereja, siapa itu? Gereja Katolik, jadi kita!!!.

IMAN RASULI
Pendirian gereja (The establishment of the church).
Penyesatan gereja (The apostasy of the church).
Pemulihan gereja (The restoration of the church).
Penyempurnaan (The perfecting of the church).

Jadi sekali lagi kalau kita mencoba menempatkannya dalam konteksi semacam ini,
kita bisa memahami mengapa mereka begitu agresif. Atau mengapa banyak orang
katolik yang kehilangan imannya dan ragu-ragu akan kekatolikannya setelah begitu
dicekoki oleh kotbah-kotbah semacam itu karena ada latar belakang teologi yang
sangat serius, yang sangat berbeda dari cara kita memandang

Pemulihan, mereka percaya bahwa tokoh pemulihan pertama adalah Martin Luther
dengan Reformasi. Tokoh pemulihan kedua adalah John Wesley dengan Methodisme yang
nanti akan menghasilkan American Holiness Movement yang nanti akan menjadi tempat
lahirnya Pentakosta dan restorasi ketiga dilakukan oleh gereja pentakosta. Jadi
anda melihat situasi mendesak, saat yang sangat serius yang harus dikerjakan
sekarang, dan siapa yang memainkan peran, MEREKA. Dan karena itu ada sikap ANTI
KATOLIK.

RESTORATION (PEMULIHAN)
MARTIN LUTHER
JOHN WESLEY
PENTEKOSTALISME
“ANTI KATOLIK”

Nah dengan ini Romo Deshi hanya mau bilang kalau orang bilang, “Romo nggak apa-apa
kan kita sekali-kali dengar-dengar kotbah ikut-ikutan ya”. Romo Deshi bilang
“Nggak apa-apa, asal anda tahu saja ada sikap anti katolik yang tidak terkatakan
secara eksplisit, akan muncul - akan muncul, ya tergantung dari pendetanya,
tergantung dari pengkotbahnya, tergantung dari siapa. Tapi Romo Deshi mengatakan
ini bukan dengan maksud untuk mengatakan siapa yang lebih baik siapa yang tidak
baik siapa yang benar siapa yang salah, tapi hanya untuk mengatakan bahwa ada
perbedaan semacam ini dan sama-sama menjalankan misi yang suci demi keselamatan.

Katolik? Apa sih yang katolik? Beberapa hal ya, mungkin tidak semuanya tapi baik
untuk dikatakan.
KRISTUS AKAN KEMBALI TETAPI TIDAK DISOROTI KEMENDESAKANNYA. Romo Deshi bilang
kalau mendengar ada seorang leader PD karismatik katolik mengatakan kepada
anggotanya “Saudara-saudara, bertobatlah dalam waktu dekat Tuhan akan datang,
mari…”.Ooww, itu bukan katolik…Katolik nggak begitu. Katolik percaya bahwa Yesus
akan datang, tapi kapan? Itu bukan soal kita… Begitu anda dengan penuh keyakinan
mengajak orang untuk bertobat dengan alasan bahwa akhir jaman sudah dekat, itu
kotbah orang pentakostal, bukan orang katolik. Karena apa? Karena itu penting
untuk meyakinkan orang untuk mewartakan Injil termasuk mewartakan keselamatan
kepada orang katolik. Jadi jangan ikut-ikutan!!!. Orang dia ngotbahin supaya kita
bertobat, kita ikut-ikutan kotbah supaya kita bertobat. Itu, tapi anda tahu latar
belakangnya.

Yang kedua GLOSSOLALIA / BAHASA ROH BUKAN JAMINAN PASTI KESELAMATAN. Tadi anda
sudah lihat sejarahnya kenapa sampai dari John Wesley begitu ingin punya jaminan,
lalu Phoebe Palmer mengatakan ada baptisan Roh Kudus, lalu dikembangkan kemudian
sampai akhirnya bahasa roh sebagai tanda dalam perisitiwa Farham dan Seymour. Maka
Romo Deshi ingin mengatakan “Ini cara pandang pentakostal, tapi ini bukan cara
pandang katolik dan ini bukan cara pandang karismatik katolik”. Tadi sudah
disinggung, Romo Deshi mengatakan kalau ia bertemu orang yang berkali-kali ikut
SHB dengan keinginan untuk mendapatkan bahasa roh, Romo Deshi bilang “Stop ikut
SHB dan stop minta karunia bahasa roh karena itu bukan jaminan keselamatan menurut
teologi katolik, mungkin orang senang karena sudah bisa sama dengan kiri-kanan
saya, tapi nggak lebih dari itu”. Dan kalau anda mendoakan (SHB nih), (Romo Deshi
menceritakan pengalamannya minggu lalu saat mendengar pengalaman para fraternya di
PD-PD yang sengaja diutus ikut ke berbagai macam pencurahan Roh Kudus, misalnya
saat SHB ada satu yang bilang gini “Romo, saya didioakan, dibisikin, ikuti saya
ha-la-wa-la-wa-la-wa-la, saya nggak mau ikutin suruh diikutin, satu orang datang,
dua orang datang, tiga orang datang, empat orang datang, ngeroyok, ikuti saya-
ikuti saya, terus dia pikir, udahlah daripada saya dipaksa-paksa, saya keluarin
aja, begitu saya keluarin suara, mereka pada pergi. PUAS, bahwa sudah bisa membuat
seseorang mendapat karunia bahasa roh!!! Itu bukan katolik, itu pentakostal
banget. Lalu pertanyaannyaa gimana kalau saya ditanya, tapi Romo boleh nggak sih
kita mendoakan orang supaya menerima karunia bahasa roh ? Romo Deshi mengatakan
“Tergantung dari sikap kita, kalau anda dalam SHB / pencurahan Roh berusaha
sungguh-sungguh mendoakan supaya orang menerima bahasa roh seolah-olah segalanya
tergantung dari itu bahwa keselamatan orang itu tergantung dari kemampuan dia
berbahasa roh, anda jadi orang pentakosta. Sikap katolik gimana? Sikap katolik
adalah berpegang pada I Kor 12 yang mengatakan bahwa bahasa roh adalah karunia
doa. Dan kalau saya mendoakan orang supaya menerima bahasa roh, saya akan
menagtakan “Oke Tuhan, saya berterima kasih atas anugerah ini membantu saya
berdoa, tidak menyulap saya menjadi orang suci / tidak menyuilap saya menjadi
orang kudus santo tanpa kelemahan sedikitpun tapi saya merasa terbantu dan berdoa,
dan saya ingin saudaraku ini juga terbantu dalam doanya kalau Engkau mau. Maka
doakan secukupnya. Kalau memang tidak ada tanda-tanda ya sudah tinggal saja.
Mungkin belum saatnya. Atau mungkin Tuhan belum atau memang Tuhan ingin memberikan
karunia yang lain kepada orang ini. Keberhasilan SHB tidak ditentukan oleh
banyaknya orang yang hari itu menerima karunia bahasa roh. Keberhasilan SHB
ditentukan oleh perubahan hidup sesudah itu dengan atau tanpa bahasa roh. Tolong
ini diingat karena sekali lagi kalau anda ingin membuat SHB yang katolik, jangan
pernah sekali-kali punya keyakinan ini sangat menentukan bagi keselamatan orang
ini harus bisa berbahasa roh, akhir jaman sudah dekat apalagi.

Yang berikutnya, ALTAR CALL, tadi sudah dikatakan, wah demam altar call, lalu
waktu Desember 2006 ya Father Fio ke sini ya, altar call, dimana-mana altar call.
Padahal altar call bukan hanya model atau gaya tapi buat pentakostal ini moment
membuat komitmen hidup maka persoalannya adalah kita nggak punya istilah itu.
Istilah yang ada adalah hanya altar call, padahal altar adalah ruangan di depan
dan ketika orang menjawab altar call itu, orang masuk dalam pengalaman penyerahan
diri (komitment yang lebih ketat). Makanya kalau saya dimintai pendapat, saya
katakan “sudahlah kasih saja nama “DOA” untuk berbagai kepentingan, bukan altar
call karena altar call itu terjadi 1 kali dalam hidup manusia menurut pentakostal
yang menentukan dia selamat. Setelah itu dia berdosa tetapi dosanya itu tidak akan
mempengaruhi jaminan bahwa dia selamat. Hoy…makin bingung kan!!!

Selanjutnya HUJAN AKHIR. Nah ini nih, orang-orang muda, saya sering dengar. “Hai
orang-orang muda, kita adalah generasi akhir yang disiapkan Tuhan untuk nanti kita
dibawa pergi diselamatkan, Tuhan akan memanen…” Eh, loe bukan katolik saya bilang!
Katolik nggak begitu, katolik percaya kita ini generasi baru. Kita dilahirkan
baru, pembaptisan membuat kita baru. Kenapa generasi akhir? Karena sudah dekat
akhir jaman? Gimana kita bisa bilang kita generasi akhir, orang akhir jaman aja
kita nggak tau, yang kita tau kita dilahirkan baru. Tapi kalau anda amati lagu-
lagu, banyak…bahkan doa-doa aja coba anda amati. “Tuhan, kami generasi yang
terakhir ini pada akhir jaman bersyukur……..macam-macam” Saya sedih sekali kalau
saya dibilang generasi akhir. Kita generasi baru.

RESTORASI atau PEMBARUAN…Kita adalah gerakan pembaharuan bukan restorasi karena


restorasi adalah bahasa pentakostal yang ingin memulihkan gereja dari kesesatan
yang dilakukan oleh Gereja Katolik. Kita adalah pembaharu dari dalam bukan orang
yang ingin dari luar menjungkirbalikkan semuanya.

Nah yang berikut ini yang penting. Dalam salah satu perkembangan pentakostalisme,
muncul cabang yang disebut Jesus Only (Unitarian). Bahkan ada gereja Unitarian
Chursh menekankan Yesus saja. Ini menjadi repot karena bedanya tipis sekali. Kalau
kita membaca Kisah Para Rasul, kita percaya kita melihat bahwa Petrus dan Yohanes
ketika mau ke bait Allah berdoa, ada orang lumpuh, minta uang, dia bilang “emas
dan perak aku tak punya” tapi “Dalam Nama Yesus, bangkit dan berjalanlah” Dan ini
kalimat favorit orang karismatik. “Dalam Nama Yesus”. Semakin dramatis semakin oke
“D a l a m N a m a Y e s u s” Yesus nggak ditentukan oleh suara kita. Tapi saya
hanya bisa mengingatkan kita percaya bahwa ada kuasa dalam nama Yesus. Kalau saya
ingat pengalaman saya akhir tahun 1970, ketika karismatik katolik baru booming-
boomingnya, Jesus Only sangat terasa, dalam cara orang menutup doa. “Dalam Nama
Yesus, kami berdoa dan mengucap syukur, haleluya, Amin.” Waktu itu kayaknya ini
sudah paket. Saya pun begitu waktu baru kenal karismatik katolik. Tapi setelah
saya tahu teologi. Orang katolik nggak begitu. Maka cara saya supaya bisa semua
orang senang gitu ya, saya bilang “Dalam nama Yesus, yang bersatu dengan Bapa dan
Roh Kudus, kita berdoa, Amin”. Wah katolik banget. Katolik karismatik banget.
“Dalam Nama Yesus Dalam Bapa dan Roh Kudus”. Katolik karismatik banget.
Trinitarian…bahkan anda tahu kan kalau orang-orang kristen yang ingin bergabung
dengan Gereja Katolik, mereka akan ditanya ketika mereka dibaptis, mereka dibaptis
dengan rumusan apa. Mereka yang berasal dari gereja kristen yang dalam sertifikat
pembaptisannya dikatakan “Dalam Nama Yesus Sang Juruselamat, orang ini …..nama
ini…..dibaptis”. Itu rumusan Unitarian, ketika dia mau masuk katolik, dia harus
dibaptis kembali karena Gereja Katolik hanya menerima baptisan dengan rumusan
Triniter. Makin panas kan?

Nah ini Full Gospel. Yesus adalah Penebus, adalah Penyembuh, Pembaptis, Raja yang
akan datang. Pembaptis dalam pentakostalisme klasik adalah Yesus yang akan
membaptis dalam Roh Kudus. Yesus yang harus memberikan bahasa roh jika orang
benar-benar sudah dibaptis dalam Roh Kudus. Kita menerima adanya teologi
pembaptisan dalam Roh, kita memilih istilah pencurahan Roh supaya tidak bingung
dengan baptis sebagai Sakramen tapi kita percaya bahwa ada pengalaman pertobatan
tanpa harus tanda pasti seperti model pentakostal. Penyembuh, Yesus bisa
menyembuhkan tapi penyembuhan bukan ukuran pasti bahwa kita mewartakan Yesus
secara penuh. Dengan kata lain, kita percaya Yesus sebagai penyembuh yang masih
hidup sampai sekarang, tetapi jangan kita dalam pewartaan-pewartaan kita,
menjadikan itu sebagai sesuatu yang dikejar-kejar, karena kalau begitu kita tidak
ada bedanya dengan keyakinan pentakostal akan Yesus sebagai penyembuh.

Tambahan lain, beberapa hal ini hanya menambah deskripsi

Di dalam pentakostalisme, dikenal adanya ORAL NARRATIVE THEOLOGY (Teologi


Narrative Lisan) artinya orang pentakostal akan senang berceritera. Kapan itu
dilakukan? Ketika mereka sharing. Jelas itu memberi kesaksian. Betapa pentingnya
oral narrative teologi. Tetapi juga ketika mereka berdoa. Perubahan yang Romo
Deshi amati ketika kenal karismatik katolik adalah orang berdoa lebih panjang.
Kenapa? Karena doa adalah kesempatan untuk bercerita tentang pengalaman atau
keyakinan tentang Allah. Masih ingat tadi pada awal seminar (Ini hanya contoh
bukan untuk menjelek-jelekkan dan ini hanya contoh gambar deskripsi). Misalnya doa
pembukaan, kita akan bercerita karena model pentakostal adalah kesempatan
bercerita tentang Allah. Nggak ada masalah dengan ini asal tidak setengah jam atau
satu jam. Doa makan seperapat jam ya sudah kelaparan. Atau anda melihat kapan
orang bercerita? Siapa yang bertugas menjadi pencerita? Pengkotbah sudah pasti.
Tapi ada yang lain, yang disebut sebagai Worship Leader (WL). Sebelum karismatik
katolik, contohnya “Oke, lagu pembukaan, puji syukur no …Titik”. Tapi kalau orang
karismatik katolik mimpin gimana, contoh “Saudara-saudara Allah begitu besar,
Allah mengasihi kita, begitu banyak berkat yang kita terima maka mari kita
ungkapkan dengan menyanyikan lagu pujian berikut ini\”. Romo Deshi ingin
mengatakan bahwa itu sumbangan pentakostalisme untuk menambah isi pada liturgi
kita. Doa, worship leader, sharing, pengkotbah adalah saatnya dimana cerita itu,
cerita tentang iman, tentang Allah yang dialami secara nyata asal tidak
berlebihan. Semua yang baik kalau berlebihan jadi nggak baik. Pasti. Yah, mau
mimpin doa pembukaan, pengantarnya 10 menit, ya dah kapan mulainya misanya. Saya
(Romo Deshi) sering ngalami gitu ya, udah misa sudah siap, udah mau perarakan,
worship leadernya cerita dulu, macam-macam-macam baru pujian, aduh saya sudah
capek, 10 menit ngomong (lebih panjang dari kotbah saya nanti).

Lalu yang kedua ingat saja bahwa BLACK SPIRITUALITY. Orang Afrika itu gampang
nari. Imam kalau perarakan amsuk bawa persembahan akan nari-nari. Membawa Injil
untuk dibaca akan dibawa sambil nari-nari. Ini cara orang Afrika yang sangat
spontan. Ketika masuk dalam Pentakostalisme, Black Spirtuality juga akan masuk.
Ketika masuk ke Misa Katolik, mereka juga begitu. Pertanyaannya, “apakah itu yang
paling penting dalam karismatik katolik bahwa orang itu bisa manari-nari, bisa
ini-itu, dll”.Kalau saya ditanya, saya bilang “kalau orang Jawa tradisional yang
memang yah spirtitualitasnya nggak begitu” jangan lalu dipaksakan “eh dalam Mazmur
150 dikatakan bersorak-soraklah dan menarlah dengan tepuk tangan dan kecapi, kalau
anda tidak ….” Ah…itu, ada kan yang begitu. Ayo, ayo harus bisa joget. Saya
bilang, heh itu Black Spirituality, gue oang Jawa. It’s okay gitu lho, it’s okay,
artinya “Jangan kita terpengaruh pada sesuatu yang sebetulnya tidak hakiki,
seolah-olah itu identaitas katolik kita, seolah-olah itu identitas karismatik
katolik kita, enggak. Ada kelompok-kelompok karismatik yang sangat hening. Percaya
nggak? Ada! Ada kelompok-kelompok yang sangat karismatik, sangat katolik dan
sangat mengalami pencurahan Roh dengan berbagai macam karisma tapi liturgi mereka,
ritual mereka adalah hening, artinya apa…yah yang gitu-gitu bukan yang penting
dalam karismatik katolik. Okelah kalau ketemu sama orang black, “amen fatther,
amen father, hey father what’s up-what’s up, come-on” “Lain, kita nggak bisa,
muhun-muhun gitu yah, nggak bisa”

Yang ketiga, Romo Deshi mengajak kita merenungkan ini. Karismatik katolik lahir
dalam perjumpaan sebuah kelompok di hadapan Sakramen Maha Kudus. Pengalaman
Pencurahan Roh terjadi dalam keheningan Adorasi. Maka Romo Deshi bertanya, (saya
nggak tahu bagaimana), apakah ada sesuatu yang bisa kita kerjakan untuk
menumbuhkan kembali identitas katolik kita. Mungkin (saya pernah berpikir begini),
dalam upacara SHB, Pencurahan Roh dilakukan dalam bentuk Adorasi ketika orang
diajak untuk merasakan benar-benar Yesus hadir di situ. Dan biarkan Yesus sendiri
(langsung). Team bisa berdoa di saming saja. Artinya apa? Saya hanya mau
memperlihatkan, lahirnya karismatik katolik tidak ditentukan oleh adanya orang
yang menumpangkan tangan kepada orang-orang ini tapi mereka mengalami karena
adanya kerinduan yang ditumbuhkan selama setahun lebih, bertemu dengan Sakramen
Maha Kudus, terjadilah Pencurahan Roh. Orang berbahasa roh ketika Adorasi. Nggak
tahu? Tanda tanya? Mungkin kita bisa mulai merenungkan? Mungkin lalu orang
tertarik menjadi katolik? Pencurahan Roh, kita henng. Oke…karena itu tidak
ditentukan oleh penumpangan tangan.

Yang berikutnya adalah banyak orang membaca Kisah Para Rasul bab 2 tentang
pentakostal hanya berhenti pada bab-bab pertama, ketika dikatakan bahwa “Angin
berhembus dan lidah-lidah api turun dan mereka mulai berbicara dalam bahasa-bahasa
baru dan orang-orang lain semua mengenal mereka dalam bahasa-bahasa mereka masing-
masing”. Lalu alkitab ditutup. Saudari dan saudaraku, pentakostal yang penuh coba
anda baca bab 2 Kisah Para Rasul sampai akhir karena buah pentakostal adalah
terciptanya jemaat yang berkumpul memecah roti dalam ketaatan dalam pengajaran
para rasul dan …..Kita belum baca kitab suci sejak tadi (kita orang katolik kan).
Kisah Rasul bab 2. Saya akan bilang dan saya tergoda untuk menjadikan ini ukuran
kekarismatikan katolik kita. “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan
dalam persekutuan. Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Pengalaman pentakostal artinya apa? MEMPERKUAT IKATAN MEREKA DALAM EKARISTI. Kalau
kita mau jujur, pentakostal dalam Kitab Suci adalah SANGAT KATOLIK. Berkumpul
memecah roti dalam ajaran para rasul. Heh, ini persiapan untuk mengatakan adanya
HIRARKI, PAUS, USKUP, IMAM, dna EKARISTI. Sangat katolik. Maka jangan berhenti
pada ayat-ayat pertama. Dan yang penting, aha BERBAGI. Tapi saya nggak mau ke
sana. Kita baca bersama-sama ayat 47, kalimat yang bnyinya “DAN MEREKA DISUKAI
SEMUA ORANG” Kenapa karismatik katolik dibenci? Hah, mungkin bukan karismatik
katolik yang dibenci. Karena pengalaman pentakostal menurut Kisah Para Rasul,
mereka disukai semua orang dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan
orang yang diselamatkan. Aha, kalau jumlah kita malah semakin sedikit, hem mungkin
ada yang tidak beres di situ yah. Maka coba kembali ke Kisah Para Rasul, jangan
berhenti pada ayat-ayat pertama, tapi di ayat yang terakhir.

Terakhir….kita sekarang bertanya soal model. Seringkali soal identitas tidak bisa
terpisahkan dari model. Kalau saya (romo Deshi) melihat perkembangan karismatik
katolik sejak awalnya di Indonesia, saya masih SMP saya belum tahu apa-apa yang
saya ingat hanya bentuk formatnya. Format persekutuan doa adalah duduk melingkar.
Saya ingat benar ketika anak SMP, saya datang, “wuih baru nih, kita duduk
melingkar, yang kesaksian tinggal berdiri, yang main musik tinggal berdiri, yang
menyanyi juga”. Karena pengaruh pentakostalisme yang sangat dipengaruhi oleh black
spirituality yang sangat menekankan adanya kampanye-kampanye penyembuhan dan
penekanan pada altar theology, yang terjadi apa? LIHAT SAJA SEKARANG, gimana anda
membuat pesekutuan doa. Ada bagian penonton, ada bagian yang di depan. Ada WL, ada
singers, ada pemusik, ada pengkotbah. Saya hanya bertanya. Apakah karismatik
katolik akan melihat itu sebagai satu-satunya model yang dikembangkan oleh
pentakostalisme black spirituality atau kita ingin juga kembali menemukan bentuk
lain. Ingat ide-ide kita adalah berkumpul di sekitar altar. MELINGKAR. Karena
kalau nggak, keperihatinan saya adalah banyak sekali persekutuan doa menjadi
sebuah pertunjukkan / sebuah performance. Yang paling repot adalah kalau WL atau
singers punya pemikiran bahwa (saya sering ngasih pelatihan untuk yang di
Jakarta), isilahnya apa sih “kalau nggak ngangkat”. Nah, kalau nggak ngangkat
berarti malam itu anda gagal sebagai WL. Nggak ngangkat itu kalau lagunya nggak
sampai membawa orang sampai pada pengalaman ….wuuuih, gitu yah, bisa nyanyi roh
semakin panjang, bahasa roh semakin banyak, itu ngangkat banget. Saudari dan
saudaraku, karsmatik katolik bukan itu. Kekarismatikan, kekatolikan kita tidak
ditentukan oleh ngangkat atau nggak ngangkat. Tapi sekali lagi adalah pengalaman
atau pertobatan perubahan hidup yang nyata di dalam hidup sehari-hari.

Lalu sering juga kecenderungannya pengaruh pentakostalisme adalah MEMAKSAKAN


ADANYA BAHASA ROH dalam setiap persekutuan doa ya. Kalau saya tanya (Romo Deshi0,
“apa sih yang menjadi ciri khas persekutuan doa itu sebuah persekutuan doa
karismatik katolik atau persekutuan doa yang bukan karismatik katolik?.Jawaban
anda apa? He-he-he-he-he-he. Jawaban yang sering saya dengar adalah “Romo, kalau
persekutuan doa nggak ada bahasa rohnya bukan persekutuan doa karismatik katolik”.
Saya bilang “dan juga bukan persekutuan doa katolik”. Karena kalau itu menjadi
ukurannya. Itu bukan karismatik katolik. Itu pentakostal. Maka ukurannya apa?
Menjadi tugas kita. Setiap orang mengalami pembaharuan dalam roh secara nyata
setiap hari, DENGAN ATAU TANPA BAHASA ROH, BANYAK ATAU SEDIKIT NYANYIAN ROH,
PANJANG ATAU PENDEK, NGANGKAT ATAU NGGAK NGANGKAT. .

IDENTITAS KATOLIK
Kristus akan kembali, tetapi tidak disoroti kemendesakannya
Glossolalia bukan jaminan pasti keselamatan
Altar call? Filosofis “altar call” berasal dari “black spirituality”
Hujan akhir: generasi akhir atau generasi baru? Ajaran katolik mengajarkan
bahwa kita adalah ciptaan baru
Restorasi atau pembaruan? Pembaruan harus dmulai dari dalam dan gerakan
karismatik katolik harus mengikuti ajaran resmi gereja katolik
Unitarian (Jesus only) vs Urinitarian
Penebus, Penyembuh, Pembaptis, Raja yang akan datang
Oral narrative theology (teologi naratif lisan)
Diilhami dari orang-orang kulit hitam yang mempunyai kebiasaan untuk berbicara
lebih panjang
Black spirituality?
Sakramen mahakudus
Pertunjukan? Jangan terjebak dalam pelayanan untuk “show”

Ini sedikit biodata pembawa seminar:


Biodata Rm Deshi Rahmadani SJ.
TK – SD – SMP di Jakarta
Seminari Mengengah Mertoyudan di Magelang
STF Driyakara di Jakarta
S1 Teologi di Bacaloureaige (kalau salah nulisnys, sorry Mo) Roma Italia
S2 Teologi di Roma Italia
S3 Kitab Suci di USA .
Imamat :
Tahun 1988 novisat
Diakon 1996 di Roma
Imamat 1996 Jogja
Teresiat 2006
Kaul Akhir (masih belum)