Anda di halaman 1dari 24

BAB I KONSEP MEDIS A. Pengertian 1.

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang yang timbul secara mendadak, misalnya tabrakan atau jatuh. (Arif Mansjoer, 2000 Hal : 384). 2. Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, 2000 : !"#. $erdasarkan adanya hubungan dengan dunia luar %raktur dapat di bagi menjadi dua sebagai berikut : 1. Fraktur tertutup (closed#, bila tidak terdapat hubungan antara %ragmen tulang dengan dunia luar. 2. Fraktur terbuka (open & compound#, bila terdapat hubungan antara %ragmen tulang dengan dunia luar karena adanya perlukaan di kulit. B. Etiologi 'rauma adalah cedera atau ruda paksa yang terdiri dari : 1. 'rauma langsung Fraktur disebabkan oleh kekuatan tiba(tiba dan berlebihan yang berupa pemukulan, penekukan dan penarikan. $ila terkena kekuatan tulang dapat patah, pada tempat yang terkena jaringan lunak langsung rusak, bila terkena kekuatan tak langsung tulang dapat mengalami %raktur yang jauh dari tempat yang terkena kekuatan itu. )erusakan jaringan lunak tempat %raktur mungkin tidak ada kekuatan. *dapun yang termasuk trauma langsung adalah kecelakaan lalu lintas, jatuh, pukulan dan kecelakaan pada tempat kerja.

2.

'ekanan yang berulang(ulang

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

0etak yang terjadi pada tulang seperti halnya pada logam dan benda lain, akibat tekanan yang berulang. )eadaan yang paling sering ditemukan pada tibia, %ibula dan metakar%al terutama pada atlit pelari dan calon tentara. . *kibat proses patologi *kibat terjadi malalui proses penyakit seperti osteoporosis dan metatarsis. C. Insiden *da bermacam(macam %raktur sesuai tempat patahannya. ,nsiden yang sering terjadi yaitu %raktur tulang iga kebanyakan terjadi pada anak(anak. Fraktur tulang panjang kebanyakan terjadi pada orang dewasa. /an pada orang tua sering terjadi %raktur pinggul & panggul dan pergelangan tangan. D. Patofisiologi 1. 'rauma 'erjadi benturan benda tajam atau tumpul dan jatuh sehingga tulang patah maka sel(sel tulang mati dan terjadi perdarahan di sekitar tempat patah dan ke dalam sel jaringan lunak. 1aringan lunak juga biasanya mengalami perdarahan karena putusnya kapiler darah dan sel( sel darah putih dan sel mast berakumulasi menyebabkan peningkatan aliran darah ke tempat tersebut. *kibat hal tersebut akan muncul masalah nyeri yang disebabkan oleh terputusnya kontinuitas jaringan dan menekan jaringan sekitarnya seperti pembuluh darah dan sara%. 2. .atologi )arena adanya tumor atau in%eksi atau osteoporosis yang menyebabkan gangguan sirkulasi darah ke tulang sehingga nutrisi yang dibutuhkan di tulang kurang sehingga kekuatan tulang juga berkurang sehingga dalam jangka waktu tertentu tulang tersebut akan patah.

E. Manifestasi klinis

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

1.

.atah tulang traumatik dan cedera jaringan lunak biasanya disertai nyeri. +etelah patah tulang dapat timbul spasme otot yang menambah rasa nyeri. .ada %raktur stress, nyeri biasanya timbul saat akti2itas dan menghilang saat istirahat. Fraktur patologis mungkin tidak disertai nyeri.

2. posisi tulang atau ekstremitas yang tidak dialami. . %raktur akan menyertai proses peradangan !.

Mungkin

tampak

jelas sekitar

.embengkakan

/apat terjadi gangguan sensasi atau rasa kesemutan, yang mengisyaratkan kerusakan sara%. /enyut nadi dibagian distal %raktur harus utuh dan setara dengan bagian non( %raktur. 3ilangnya denyut nadi disebelah distal mungkin mengisyaratkan syock kompartemen.

4. patahan tulang satu sama lain. F. Pemeriksaan diagnostik 1. 2.

)repitus (suara gemertak# dapat terdengar sewaktu tulang digerakkan akibat pergeseran ujung(ujung

.emeriksaan rontgen untuk menentukan lokasi atau luasnya %raktur & trauma +can tulang, tomogram, skan 5' & M0, untuk memperlihatkan %raktur, juga dapat digunakan untuk mengidenti%ikasi kerusakan jaringan lunak.

. !. multiple#. 4.

*rteriogram dilakukan bila kerusakan 2askuler dicurigai 3itung darah lengkap 3t mungkin meningkat atau menurun (perdarahan bermakna pada sisi %raktur atau organ jauh pada trauma )reatinin yaitu trauma otot meningkatkan beban kreatinin untuk klirens ginjal.

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

G. Penatalaksanaan 1. a. transportasi. b. c. d. 'inggikan ekstremitas untuk mengurangi oedema )irimkan pasien untuk penanganan emergency .antau daerah yang cedera dalam periode waktu yang pendek untuk sedini mungkin dapat melihat perubahan warna pernapasan dan suhu e. %. dan sakit g. narkotik 2. a. ( mereposisi %ragmen tulang # Manipulasi manual menggeser %ragmen kepada .osisi dengan cara ditarik dan menekan pada daerah distal dari %ragmen. b. 'raksi +uatu mekanisme dimana terjadi penarikan secara teratur dan terus menerus dipasang pada anggota badan. 'arikan harus tetap betul dan terus menerus dan tarikan harus seimbang dengan berat badan. 'raksi digunakan untuk : 1# 2# Mengurangi patah tulang Mempertahankan %ragmen tulang pada .osisi yang sebenarnya selama penyembuhan .enanganan sekunder & imobilisasi 0eduksi optimal .engobatan untuk nyeri dapat diberikan aspirin atau .emberian imunisasi tetanus bila patah terbuka )ompres dingin untuk mengurangi perdarahan, oedema .enanganan langsung & primer .asang bidai sebelum memindahkan pasien atau pertahankan gerakan di atas dan di bawah tulang yang %raktur sebelum

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

# !# 4# 6# 1#

Mengimobilisasi bagian tubuh pada bagian jaringan lunak yang sedang dalam penyembuhan Mengatasi spasme otot Melepaskan adhesi Memperbaiki de%ormitas 'raksi kulit /ilaksanakan dengan menggunakan pembalut %lamel, plaster atau alat yang sudah siap dari apotik langsung dipasangkan pada kulit dan kemudian dipakai pemberat.

*da ! (empat# macam traksi, yaitu :

2#

'raksi skeletal 'raksi yang langsung kepada tulang. .asien mendapat anastesi local atau umum. )awat dimasukkan melalui kulit menembus tulang.

# a#

Fiksasi eksternal $idai +ecara %ormal pemakaian bukan merupakan jalan terbaik. .emakaian bidai mengusahakan nilai kombinasi sederhana, kenyamanan dan keberhasilan. .ertimbangan pengikatan yang baik dapat dipilih pada penanganan beberapa cedera. +emua bidai seharusnya cukup kaku, cukup panjang untuk imobilisasi persendian di atas dan di bawah %raktur serta cukup luas untuk kesesuaian anggota tubuh secara nyaman. 5ontoh pada penanganan %raktur ekstremitas atas. b# 7ips Merupakan %iksasi eksternal yang sering dipakai. +ebelum dipasang gips, kulit dibersihkan, dicek apakah ada luka yang bisa menyebabkan in%eksi. 5edera kulit diobati dengan

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

desin%ektan sebelum dipasang gips, kulit yang sehat dapat diberi tinctur ben8oin, kemudian dibungkus dengan kapas pelunak atau kaos stoking. 'ulang(tulang yang menonjol di tutup dengan pelunak atau kain laken tebal untuk mencegah tekanan. !# Fiksasi internal Fiksasi internal dilaksanakan dalam bentuk aseptic yang sangat ketat dan pasien untuk beberapa saat untuk mendapat antibiotik untuk pencegahan in%eksi setelah pembedahan. *lat %iksasi internal : a# dan kuntshner b# tembus c# menembus sumsum d# tulang rusak. H. Kom likasi 1. 2. . .erdarahan ,n%eksi 'rauma arteri dan sara% jaringan .rostetik implants & pencangkokan alat prostetis seperti austin moore dipasang bila proksimal dari ,ntra medulary rods & batang 'rans%i9ion screws & sekrup .lak dan sekrup seperti neu%eld

I. Prognosis .rognosis baik jika ditangani dengan cepat dan prognosis buruk jika penanganaanya lambat karena dapat menimbulkan komplikasi yang akan semakin memperburuk kondisi pasien.

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

BAB II AS!HAN KEPE"A#A$AN %ASKEP& )eperawatan adalah pelayanan esensial indi2idu, keluarga dan masyarakat yang diberikan kepada orang sehat, sakit baik promoti%, kurati%, pre2enti% dan rehabilitati%. *suhan keperawatan dilakukan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan melalui tahap pengkajian (assesment#, perencanaan (planning#, pelaksanaan (implementasi#, e2aluasi dan keterampilan pro%esional tenaga keperawatan. A. Pengka'ian .engkajian merupakan tahap awal dan dasar proses keperawatan. )eberhasilan proses keperawatan sangat tergantung pada kecermatan dan ketelitian dalam mengenal masalah klien sehingga memberi arah kepada tindakan keperawatan. /alam pengkajian yang dilakukan adalah mengkaji data dasar meliputi :

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

2.

,dentitas klien terdiri dari nama, tempat tanggal lahir& umur, jenis kelamin, agama, pendidikan, alamat, tanggal masuk rumah sakit, tanggal pengkajian, ruangan rawat, diagnosa medik dan rencana terapi.

. !. 4.

,dentitas penanggung terdiri dari nama, usia, pendidikan, pekerjaan& sumber penghasilan, agama, alamat dan hubungan dengan klien. )eluhana utama :yeri, adanya pembengkakan, pergerakan terbatas. 0iwayat kesehatan : 1. 0iwayat kesehatan sekarang )eadaan klien pada saat pengkajian yaitu adanya nyeri, pembengkaka keterbatasan pergerakan dan nampak luka %raktur (luka tertutup atau luka terbuka#. 2. 0iwayat kesehatan masa lalu /ari penulusuran literatur tidak didapatkan hubungan antara %raktur dengan riwayat kesehatan masa lalu klien.

6.

0iwayat kesehatan keluarga 7enogram tiga generasi yang bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya %aktor penularan dari generasi sebelumnya atau pun untuk mengetahui berikutnya. kemungkinan terjadinya penularan kepada generasi

". a.

0iwayat psikokososial .ola konsep diri keadaannya b. penyakit yang dideritanya c. .ola koping dilakukan klien atau keluarga dalam menangani masalahnya. : Menyangkut hal(hal yang .ola kogniti% : .engetahuan klien tentang : .andangan klien terhadap

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

d.

.ola interaksi hubungan klien

Menggambarkan

bagaimana

dengan keluarga, orang lain, perawat dan tenaga kesehatan lainnya. ;. 0iwayat spiritual .ada riwayat spiritual bila dihubungkan dengan kasus %raktur belum dapat diuraikan lebih jauh, tergantung dari dan kepercayaan masing(masing indi2idu. <. .emeriksaan %isik .emeriksaan ini dilakukan secara persistem yang terdiri dari : a. +istem pernapasan Mukosa hidung nampak pucat, gerak dada & pengembangan thora9 mengikuti gerak napas. b. +istem kardio2askuler 3ipertensi (kadang(kadang terjadi sebagai respon terhadap nyeri & ansietas# atau hipotensi (kehilangan darah#, takikardia (respon stress, hipo2olemia#, penurunan atau tak ada nadi pada bagian distal yang cedera, pengisian kapiler lambat, pucat pada bagian yang terkena. c. +istem pencernaan *kibat immobilitas yang lama dapat menyebabkan motalitas usus menurun sehingga terjadi anoreksia. d. +istem sara% 3ilang gerakan & sensasi, spasme otot, kebas & kesemutan, de%ormitas lokal, angulasi abnormal, pemendekan, rotasi, krepitasi (bunyi berderit#, terlihat kelemahan atau hilang %ungsi. e. +istem musculoskeletal )eterbatasan atau kehilangan %ungsi yang terkena (mungkin segara, %raktur itu sendiri, atau terjadi secara sekunder dari pembengkakan jaringan, nyeri#. %. +istem integument

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

=aserasi kulit, a2ulsi jaringan, perdarahan, perubahan warna, pembengkakan lokal (dapat meningkat secara bertahap atau tiba(tiba#. 10. *kti2itas sehari(hari )eterbatasan atau kehilangan %ungsi yang terkena (mungkin segara, %raktur itu sendiri, atau terjadi secara sekunder dari pembengkakan jaringan, nyeri#. 11. .emeriksaan diagnostik a. .emeriksaan rontgen untuk menentukan lokasi atau luasnya %raktur & trauma b. +can tulang, tomogram, skan 5' & M0, untuk memperlihatkan %raktur, juga dapat digunakan untuk mengidenti%ikasi kerusakan jaringan lunak. c. *rteriogram dilakukan bila kerusakan 2askuler dicurigai d. 3irung darah lengkap 3t mungkin meningkat atau menurun (perdarahan bermakna pada sisi %raktur atau organ jauh pada trauma multiple#. .eningkatan jumlah +/. adalah respon stress normal setelah trauma. e. )reatinin yaitu trauma otot meningkatkan beban kreatinin untuk klirens ginjal. 12. .engelompokkan data $erdasarkan pemahaman secara garis besar akan gambaran klinis yang sering ditemukan pada tinjau asuhan keperawatan %raktur, maka data yang telah dikumpulkan akan dikelompokkan kedalam data subjekti% dan data objekti%. 1 . *nalisa data *nalisa data adalah kegiatan yang dilakukan untuk menginterprestasi dan pengambilan keputusan

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

Pen(im angan KDM ( ( ( .emajangan dengan dunia luar )ontaminasi berkelanjutan For the entri .intu mikroorganisme mudah ke jaringan 0esiko tinggi in%eksi .embatasan pergerakan 'rauma langsung 'ekanan yang berulang *kibat proses patologis (osteoporosis# Fraktur 'erputusnya kontinuitas jaringan Menekan jaringan sekitarnya (pembuluh darah dan sara%# *liran darah terganggu +uplai >2 tidak terpenuhi .enurunan & inte( rupsi aliran darah 0esti dis%ungsi neuro2askuler peri%er

=uka terbuka )erusakan jaringan kulit 7angguan integritas kulit

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

Motilitas usus menurun +elalu merasa kenyang *noreksia ,ntake tidak adekuat 0esiko nutrisi kurang dari kebutuhan

7angguan mobilitas %isik .erubahan status kesehatan ,n%ormasi tidak adekuat +alah interpretasi in%ormasi )urangnya pengetahuan

,skemia

.eningkatan neurotrans(mitter (bradikinin, histamin, serotinin dan prostaglandin# Merangsang susunan 3ipothalamus sara% otonom (simpais# (5orteks cerebri# :yeri Mengakti%kan 0*+ )lien selalu terjaga 0-M menurun Mempengaruhi mediator kinin (norephine%rine#

7angguan tidur

A. Diagnosa ke era)atan Merujuk kepada de%enisi :*:/* yang digunakan pada diagnosa ? diagnosa keperawatan yang telah ditetapkan. *da tiga komponen esensial sutau diagnosa keperawatan yang telah dirujuk sebagai .-+ ( 7ardon, 2000#, di mana @.A diidenti%ikasi sebagai problem, @-A menunjukkan etiologi dari problem dan @+A menggambarkan sekelompok tanda dan gejala. )etiga bagian ini dipadukan dalam suatu peryataan dengan menggunakan berhubungan dengan. /engan demikian diagnosa keperawatan yang dapat muncul & timbul adalah : 1. :yeri berhubungan dengan terputunya kontinuitas jaringan 2. 0esti dis%ungsi neuro2askuler peri%er berhubungan dengan penurunan & intrupsi aliran darah . 7angguan mobilitas %isik berhubungan dengan pembatasan pergerakan !. 7angguan integritas kulit berhubungan dengan %raktur terbuka

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

4. 0esiko in%eksi berhubungan dengan pemajangan dunia luar 6. 7angguan tidur berhubungan dengan adanya nyeri ". 0esiko nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake tidak adekuat ;. )urangnya pengetahuan berhubungan dengan salah interpretasi in%ormasi B. Peren*anaan .erencanaan adalah tahap proses keperawatan atau lebih dikenal dengan rencana asuhan keperawatan terhadap masalah yang ditemukan atau berdasarkan diagnosa keperawatan yang ditemukan. /alam perencanaan, terdiri dari tujuan, inter2ensi dan rasional. 1. 'ujuan Bang perlu dierhatikan adalah harus berdasarkan masalah atau diagnosa keperawatan yang telah dirumuskan, merupakn hasil yang ingin dicapai, harus objekti%, serta mencakup tujuan jangka panjang dan jangkan pendek yang mencakup kriteria keberhasilan sebagai dasar e2aluasi, menjadi pedoman dari perencanaan tindakan keperawatan. 2. ,nter2ensi Merupakan rencana tindakan keperawatan yang perlu diperhatikan dalam menuliskan inter2ensi yaitu : a. instruksi b. c. ringkas dan jelas. . 0asional .enjelasan dari inter2ensi mengapa hal tersebut harus dilakukan atau tujuan yang akan dicapai dari inter2ensi yang dilakukan. $er%ungsi menjelaskan asuhan keperawatan yang dilakukan )alimatnya dibuat secara untuk 3arus berupa kalimat

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

.ada masalah %raktur perencanaan yang disusun sesuai dengan beberapa diagnosa keperawatan yang diuraikan sebelumnya, adalah sebagai berikut : Diagnosa I $+'+an : :yeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan. : )lien menyatakan nyeri hilang. Inter,ensi .ertahankan imobilisasi pada bagian yang sakit dengan tirah baring, gips, pembebat, traksi. 2. 'inggikan dukung ekstremitas yan terkena. . 3indari penggunaan seprei & bantal plastik dibawah ekstremitas dalam gips. !. 'inggikan pad ibu jari kaki. 4. -2aluasi keluhan penutup tempat tidur, pertahan linen tebuka !. kehangatan ketidaknyamanan nyeri & ketidak(nyaman, perhatikan 4. lokasi dan karakteristik termasuk intensitas (skala 0 ? 10#. 6. dengan cedera. /orong pasien untuk mendiskusikan masalah sehubungan 6. menghilangkan ". $erikan alternati% menghilangkan Membantu untuk ansietas. .asien dapat merasakan kebutuhan untuk pengalaman inter2ensi. . meningkatkan dan 2. aliran balik "asional Menghilangkan nyeri dan mencegah kesalahan posisi tulang & tegangan jaringan yang cedera. Meningkatkan 2ena, /apat ketidaknyama(nan karena peningkatan produksi panas dalam gips yang kering. Mempertahankan tubuh karena tanpa tekanan menurunkan edema dan menurunkan nyeri.

1.

1.

selimut pada bagian yang sakit. Mempengaruhi pilihan & pengawasan kee%ekti%an

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

tindakan kenya(man, contoh pijatan, pijatan pung(gung, perubahan posisi. ". ;. menggunakan contohnya latihan napas /orong menajemen relaksasi dalam, stress progresi%, imajinasi ;.

kecelakaan. Meningkatkan sirkulasi otot. Mem%okuskan kembali rasa perhatian, kontrol, menajemen meningkatkan dan nyeri, dapat yang umum, menurunkan tekanan area lokal dan kelelahan

2isualisasi dan sentuhan terapeutik.

meningkatkan kemampuan koping <. pasien, ,denti%ikasi akti2itas terapeutik yang tepat untuk usia kemampuan %isik dan <. kompres penampilan peribadi. 10. =akukan sesuai keperluan. 10. 11. )olaborasi pemberian obat analgetik. 11. dalam mungkin menetap untuk periode lebih lama. Mencegah kebosanan, menurunkan tegangan dan dapat meningkatkan kekuatan otot, dapat meningkatkan harga diri dan kemampuan koping. Menurunkan edema & pembentukan hematom, menurunkan sensasi nyeri. *nalgetik ber%ungsi untuk memblok reseptor sara% nyeri sehingga nyeri tidak dipersepsikan. dingin 2! ? !; jam pertama dan

Diagnosa II $+'+an

: 0esti dis%ungsi neuro2askuler peri%er berhubungan dengan penurunan & intrupsi aliran darah : Mempertahankan per%usi jaringan dibuktikan terabanya nadi, kulit hangat & kering, sensasi normal, tanda 2ital stabil dan

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

haluaran urine adekuat untuk situasi indi2idu. Inter,ensi )aji aliran kapiler, warna kulit 1. dan kehangatan distal pada %raktur. "asional )embalinya warna harus cepat ( ? 4 detik#. Carna kulit putih menunjukan gangguan arterial. +ianosis diduga ada gangguan 2ena. 2. )aji jaringan sekitar akhir gips 2. untuk titik yang kasar & tekanan, selidiki . keluhan rasa terbakar dibawah gips. *wasi posisi & lokasi cincin penyokong bebat. . *lat traksi dapat menyebabkan tekana pada pembuluh darah & sara%, terutama pada aksila dan lipat paha, mengakibatkan iskemia dan jaringan !. .ertahankan dikontra(indikasikan 4. peninggian dengan sara% permanen. Meningkatkan drainase 2ena & menu(runkan edema. ekstremi(tas yang cedera kecuali !. adanya sindrom kompartemen. )aji keseluruhan ekstremitas yang edema. 6. +elidiki ekstremitas penurunan tanda tiba(tiba suhu kulit iskemia contoh 6. dan cedera & untuk 4. pembentukan .eningkatan lingkar ekstremitas yang cedera dapat diduga adanya pembeng(kakan umum tapi perdarahan. /islokasi %raktur sendi (khususnya lutut# dapat menyebabkan kerusakan arteri yang berdekatan dengan akibat hilangnya aliran daran ke distal. jaringan dapat & edema menunjukan pembengkakan Faktor ini disebabkan atau mengindi(kasikan tekanan jaringan & iskemia menimbulkan kerusakan & nekrosis.

1.

peningkatan nyeri.

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

".

*wasi tanda 2ital, perhatikan ". tanda(tanda pucat atau sianosis, kulit dingin, perubahan mental.

)etidak per%usi jaringan.

adekuatan

2olume

sirkulasi akan mempengaruhi sistem Mungkin dilakukan pada keadaan darurat untuk menghilangkan retriksi sirkulasi yang diakibatkan oleh pem( bentukan edema pada ekstremitas yang cedera.

;.

$ebat & buat spalk sesuai ;. kebutuhan.

<.

+iapkan untuk inter2ensi bedah <. (contoh %ibulektomi & pasiotomi# sesuai indikasi.

)egagalan untuk menghilangkan tekanan & memperbaiki sindrom kom( partemen dalam ! ? 6 jam dari timbulnya dapat mengakibatakan kontraktur berat & kehilangan %ungsi dan kecacatan distal cedera atau perlu amputasi.

Diagnosa III $+'+an

: 7angguan mobilitas %isik berhubungan dengan pembatasan pergerakan. : 1# Meningkatkan & mempertahankan mobilitas yang tinggi 2# # Mempertahankan posisi %ungsional Meningkatkan kekuatan & %ungsi yang sakit dan mengkompensasi bagian tubuh

1.

Inter,ensi )aji derajat imobilisasi yang 1. di(hasilkan oleh cedera & pengobatan dan perhatian pasien terhadap imobilisasi.

.asien

"asional mungkin dibatasi

oleh

panda(ngan diri & persepsi diri tentang keterbatasan %isik aktual, memerlukan in%ormasi & inter2ensi untuk mening( katkan kemajuan kesehatan. Meningkatkan aliran darah ke otot dan tulang untuk meningkatkan tonus

2.

,nstruksikan pasien untuk & 2. bantu dalam rentang gerak pasien &

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

akti% pada ekstremitas yang sakit dan yang tak sakit. . /orong sakit. latihan isometrik .

otot, mempertahankan gerak sendi, mence(gah kontraktur & atropi, dan resorpsi digunakan. )ontraksi otot isometrik tanpa menekuk sendi atau menggerakan tungkai dan membantu memperta( hankan kekuatan dan massa otot. kalsium karena tidak

mulai dengan tungkai yang tak

!.

$erikan papan kaki, bebat !. perge(langan, gulungan trokanter & tangan yang sesuai.

$erguna dalam mempertahankan %ungsional ekstremitas, tangan & kaki dan mencegah komplikasi contohnya kontraktur & kaki jatuh.

4.

'empatkan traksi bawah.

dalam

posisi 4. untuk tungkai 6.

Menurunkan %lekasi panggul.

resiko

kontraktur

terlen(tang secara periodik, bila digunakan %raktur menstabilkan 6.

Meningkatkan kekuatan otot dan sirkulasi, meningkatkan kontrol pasien dalam situasi, meningkatkan kesehatan diri langsung.

$antu & dorong perawatan diri & kebersihan contoh mandi. ".

Mobilisasi dini menurunkan komp( likasi tirah baring contoh plebitis dan meningkatkan penyembuhan dan normalisasi %ungsi organ.

".

$erikan mobilisasi tongkat ,nstruksikan

&

bantu

dalam mungkin. dalam ;.

dengan kursi roda, sesegera keamanan

menggunakan alat mobilitas. ;. Dbah posisi secara periodik dan dorong untuk latihan batuk & napas dalam.

Mencegah & menurunkan insiden kom(plikasi (contohnya pneumonia# kulit & pernapasan atelektasis, dekubitus

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

Diagnosa I$+'+an

: 7angguan integritas kulit berhubungan dengan %raktur terbuka. : 1# Menyatakan ketidaknyamanan hilang 2# Menunjukkan perilaku & teknik untuk mencegah kerusakan kulit & memudahkan penyembuhan sesuai indikasi # Mencapai penyembuhan luka sesuai waktu & penyembuhan lesi terjadi

1.

)aji perubahan memutih#.

Inter,ensi daerah luka warna

terbuka, 1. (kelabu,

"asional Memberikan in%ormasi disebab(kan atau lanjut. oleh alat

tentang atau yang medik

adanya benda asing, perdarahan,

sirku(lasi kulit dan masalah yang dan pemasangan gips & bebat atau traksi, pemben(tukan edema membutuhkan inter2ensi

2.

Dbah posisi dengan sering.

2.

Mengurangi tekanan konstan pada area yang sama dan meminimalkan resiko kerusakan kulit.

$eri penguatan pada balutan awal & penggantian sesuai indikasi. 7unakan teknik aseptik yang ketat.

Melindungi luka dari perlukaan mekanis dan kontaminasi, mencegah akumulasi cairan yang akan dapat adanya menyebabkan ekskoriasi.

!.

.eriksa luka secara teratur, !. catat karakteristik dan integritas kulit.

.engenalan

kegagalan proses penyembuhan luka & berkem(bangnya komplikasi secara dini 4. dapat mencegah terjadinya luka proses kondisi yang lebih buruk. Membantu dan mengeringkan

4.

$iarkan terjadi kontak antara

mem%asilitasi

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

luka

dengan

udara

sesegera

penyembuhan luka.

mungkin atau usap dengan kain kasa tipis sesuai kebutuhan. Diagnosa $+'+an : 0esiko in%eksi berhubungan dengan pemajangan dunia luar. : Mencapai penyembuhan luka sesewaktu, bebas drainase purulen atau eritema dan demam. Inter,ensi 5atat adanya "asional Mengetahui adanya

1.

tanda(tanda 1.

tanda(tanda

in%eksi, pertahankankan tindakan sterilisasi dan prosedur & kebijakan aseptik. 2. Dju kesterilan semua peralatan. . . .eriksa kulit untuk mengetahui adanya in%eksi yang terjadi. 2.

in%eksi sehingga memudahkan dalam memilih inter2ensi yang tepat. Membantu mencegah terjadinya in%eksi lebih lanjut akibat peralatan yang tidak steril. 7angguan pada integritas atau dekat dengan lokasi operasi adalah sumber Menggunting kontaminasi & bercukur luka. secara

berhati(hati adalah imperati% untuk mencegah abrasi dan penorehan pada kulit. !. 4. +ediakan pembalut yang steril. =akukan banyak, irigasi luka salin !. Mencegah kontaminasi lingkungan pada luka yang baru. yang 4. air, /apat digunakan pada intraoperasi untuk mengurangi jumlah bakteri pada lokasi dan pembersihan luka debris, mis : tulang, jaringan iskemik, kontaminan usus, toksin. misalnya

antibiotik, dan anseptik.

Diagnosa -I : 7angguan tidur berhubungan dengan adanya nyeri

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

$+'+an 1.

: )lien dapat tidur dengan nyenyak. "asional Mengetahui sejauhmana kebutuhan tidur klien sehingga mempermudah inter2ensi selanjutnya. +usu mempunyai kualitas sapro%ik meningkatkan sintetis serotinin neuro transmitter yang dapat membantu klien tidur lebih lama. . Merangsang terpenuhi. !. Meningkatkan kesiapan untuk tidur. Menurunkan stimulus yang berle( bihan dan memberikan situasi yang kondusi% untuk tidur. relaksasi dan klien untuk tidur

Inter,ensi )aji tingkat kenyamanan dan 1. lamanya tidur.

2.

*njurkan kepada klien untuk 2. meminum segelas susu hangat sebelum tidur.

. !. 4.

*njurkan kepada klien untuk istirahat atau tidur tepat waktu. $antu klien untuk melakukan kebiasaan tidur. 3- kepada klien dan keluarga

sehingga pemenuhan istirahat tidur

agar menciptakan lingkungan yang 4. aman dan nyaman untuk tidur.

Diagnosa -II : 0esiko nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake tidak adekuat $+'+an 1. 2. : )ebutuhan nutrisi terpenuhi "asional 1. pemenuhan $erikan makan sedikit dan makanan kecil tepat. . !. *uskultasi bising usus, palpasi abdomen. $erikan makanan tinggi serat . tambahan yang 2. nutrisi Mengetahui klien /ilatasi gaster dapat terjadi bila pemberian makan terlalu cepat setelah periode puasa. Menentukan dan menetapkan cara mengatasinya

Inter,ensi )aji kebutuhan nutrisi klien

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

untuk membantu dalam eliminasi. 4. 'imbang berat badan jika !. 4. 6. )olaborasi pemberian cairan parental. 6. kondisi pasien memungkinkan

kembalinya peristaltic usus. +erat *gar dapat tidak melancarkan eliminasi secara teratur. terjadi kekurangan nutrisi, serta dapat memberikan masukan adekuat pada klien. +alah sumber makan. dalam pemantauan satu status

nutrisi klien, sekaligus porsi selera

Diagnosa -III: )urangnya pengetahuan berhubungan dengan salah interpretasi in%ormasi. $+'+an : 1# Menyatakan pemahaman kondisi, prognosis dan pengobatan. 2# Melakukan dengan benar prosedur yang diperlukan dan menjelaskan alasan tindakan Inter,ensi 1. pembedahan. 2. 2. /orong memilih tidur dan akti2itas. . ulang perawatan luka. !. )aji . )aji ulang proses penyekit, prosedur 1. "asional Memberikan dasar in%ormasi. Mengubah yang dapat energi meningkatkan untuk resiko penyembuhan dan mencegah kelelahan cedera & jatuh. Meningkatkan kemandirian pada perawatan diri, menurunkan resiko komplikasi. Menurunkan resiko perdarahan pengetahuan

dimana pasien dapat membuat pilihan

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

!.

,denti%ik asi kewaspadaan perdarahan.

karena

terapi

atau

tindakan

pembedahan.

C. Im lementasi ,mplementasi merupakan pelaksanaan perencanaan keperawatan oleh perawat dan klien. 3al(hal yang harus diperhatikan ketika melakukan implementasi adalah: inter2ensi dilaksanakan sesuai dengan rencana setelah dilakukan 2alidasi, penguasaan keterampilan interpersonal, intelektual dan tehnikal, inter2ensi harus dilakukan dengan cermat dan e%esien pada situasi yang tepat, keamanan %isik dan psikologis dilindungi dan didokumentasi keperawatan berupa pencatatan dan laporan. *da %ase implementasi keperawatan yaitu : %ase persiapan meliputi pengetahuan tentang rencana, 2alidasi rencana, pengetahuan dan keterampilan mengimplementasikan rencana, persiapan klien dan lingkungan. )edua %ase operasional merupakan puncak implementasi dengan berorientasi pada tujuan. ,mplementasi dapat dilakukan dengan inter2ensi independen atau mandiri, dependen atau tidak mandiri serta interdependen atau sering disebut inter2ensi kolaborasi. $ersamaan dengan ini perawat tetap melakukan ongoing assesment berupa pengumpulan data yang berhubungan dengan reaksi klien termasuk reaksi %isik, psikologis, sosial dan spiritual. )etiga %ase terminasi perawat dengan klien setelah implementasi dilakukan. D. E,al+asi -2aluasi adalah membandingkan kesehatan klien dan mengukur keberhasilan dari rencana pelaksanaan tindakan keperawatan yang dilakukan dengan tujuan melakukan umpan balik rencana keperawatan melalui perbandingan hasil dengan standar keperawatan serta memudahkan atau kesulitan e2aluasi dipengaruhi kejelasan tujuan tersebut diukur.

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni

/*F'*0 .D+'*)* *ri% Mansjoer, dkk, (2000#, Kapita Selekta Kedokteran Edisi III Jilid 2, .enerbit Media *usculapius F)D,, 1akarta. $arbara -ngram, 2001, Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, Eolume 1, .enerbit $uku )edokteran -75, 1akarta $runner F +uddart (2000#, $uku *jar Medikal $edah,. -disi ;. Eol . 1akarta. -75 /onges M.-, (2000#, Rencana Asuhan Keperawatan Edisi III, .enerbit $uku )edokteran -75, 1akarta. -2elyn. 5. .earce, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, .enerbit G .' 7ramedia .ustaka Dtama, 1akarta 200 . =inda 1uall 5arpenito, Rencana Asuhan dan okumentasi Keperawatan, Eol 2. -75, 1akarta 2001 +jamsuhidayat, Cim de 1ong, (2002#, Buku A!ar Ilmu Bedah, .enerbit $uku )edokteran -75, 1akarta.

+',)-+ Mega $uana .alopo

/oni