Anda di halaman 1dari 30

BAB I KONSEP MEDIS A.

Defenisi Gagal ginjal kronik atau penyakit renal tahap akhir (ESRD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah ) (!runner dan suddarth, "##$) Gagal ginjal kronik merupakan perkembangaan gagal ginjal yang progresif dan lambat, biasanya berlangsung berapa tahun Ginjal kehilangan kemampuan asupan diet normal Gagal ginjal kronik terjadi setelah berbagai macam penyakit merusak nefron ginjal (%rice, Sylvia &nderson,"##') Gagal ginjal kronik (()D) adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif dan cukup lanjut *al ini terjadi apabila laju filtrasi glomerular kurang dari +# ml,menit (Suyono, Slamet, "##$) B. Etiologi $ -nfeksi saluran kemih (-S)) -S) dibagi dalam dua subkatagori yaitu -S) bagian ba.ah (pielonefritis akut) %ielonefritis kronik adalah cedera ginjal yang progresif berupa kelainan ginjal disebabkan oleh infeksi yang berulang dan menetap pada ginjal, yang menyebabkan kelainan anatomi pada ginjal dan saluran kemih seperti refluks vesikoureter, obstruksi, kemih neurogenik )erusakan ginjal kalkuli atau kandung pada pielonefritis akut , kronik (refluks internal)

atau disebut juga nefropati refluks diakibatkan refluks urin yang terinfeksi ke uretra dan masuk kedalam parinkim ginjal utama gagal ginjal pada anak/anak " 0efrosklerosis *ipertensif *ipertensi dan gagal ginjal kronik memiliki kaitan yang erat *ipertensi mungkin merupakan penyakit primer atau penyakit ginjal kronik merupakan pemicu hipertensi melalui mekanisme retensi 0a dan air, pengaruh vaso presor dari system renin/ angiotensin mungkin juga melalui
1

%iolonefritis kronik yang disertai refluks vesikoureter merupakan penyebab

defisiensi prostaglandin

0efrosklerosis menunjukan adanya perubahan

patologis pada pembuluh darah ginjal sebagai akibat hipertensi )eadaan ini merupakan salah satu penyebab utama gagal ginjal kronik, terutama pada populasi yang bukan orang kulit putih 1 Glomerulonefritis Glomerulonepritis merupakan penyakit peradangan ginjal bilateral %eradangan dimulai dalam glomerulus dan bermanifestasi sebagai proteinuria dan atau hemoturia 2eskipun lesi terutama pada glomerulus, tetapi seluruh nefron pada akhirnya akan mengalami kerusakan, mengakibatkan gagal ginjal kronik ' %enyakit ginjal kronik %enyakit ginjal polikistik dintandai dengan kista/kista multiple bilateral yang mengadakan ekspansi dan lambat laun mengganggu dan menghancurkan parenkim ginjal normal akibat penekanan ginjal dapat membesar dan terisi oleh klompok/ klompok kista yang menyarupai anggur %erjalanan penyakit progresif cepat dan mengakibatkan kematian sebelum mencapai usia " tahun 3anda dan gejala yang sering tampak adalah rasa sakit didaerah pinggang, hematuria, poliuria, proteinuria dan membesar teraba dari luar ginjal )omplikasi yang sering terjadi adalah

hipertansi dan infeksi saluran kemih %enyakit ginjal polikistik merupakan penyebab ketiga tersering gagal ginjal stadium akhir + Gout Gout merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperurisemia (peningkattan kadar asam urat plasma) 4esi utama pada gout terutama berupa endapan dan kristalisasi urat dan dalam cairan tubuh %ada gout kronik endapan kristal urat dalam interstisium ginjal dapat menyebabkan nefritis interstisial, nefrosklerosis dan gagal ginjal yang berjalan progresif lambat 5 Diabetes mellitus 0efropati diabetika merupakan penyebab kematian dan kecacatan yang umum pada penderita diabetes militus dijumpai 4esi ginjal yang sering adalah nefrosklerosis akibat lesi pada arteriola, pielonefritis dan
2

nekrosis papila ginjal dan glomerulus sklerosis 4esi tersebut disebabkan

oleh peningkatan endapan matriks mesingeal 2embrane basalis perifer juga lebih menebal 2ula/mula lumen kapiler masih utuh tetapi lambat laun mengalami obliterasi bersamaan dengan berlanjutnya penyakit 6 *iperparatirodisme *iperparatiroidisme primer akibat hipersekresi hormone paratiroid merupakan penyakit yang dapat menyebabkan nefrokalasinosis dan selanjutnya dapat menyebutkan gagal ginjal %enyebab yang paling sering adalah adenoma kelenjar paratiroid 7 0efropati toksik Ginjal rentan terhadap efek toksik, karena ginjal menerima "+ 8 dari curah jantung dan ginjal merupakan jalur ekskresi obligatorik untuk kebanyakan obat C. Stadium Gagal Ginjal %enyakit gagal ginjal kronik umumnya dibagi menjadi + stadium, pembagiannya dilakukan berdasarkan nilai G9R (Glomerular filtration rate) http:,,spiritia or id,cst,dok, ... ikcc or id diakses " &gustus "##;, yaitu : $ Stadium $ )erusakan ginjal dengan G9R normal (;# atau lebih) )erusakan pada ginjal dapat dideteksi sebelum G9R mulai menurun %ada stadium pertama penyakit ginjal ini, tujuan pengobatan adalah untuk memperlambat perkembangan ()D dan mengurangi resiko penyakit jantung dan pembuluh darah " Stadium " )erusakan ginjal dengan penurunan ringan pada G9R (5#/7;) Saat fungsi ginjal kita mulai menurun, dokter akan memperkirakan perkembangan ()D kita dan meneruskan pengobatan untuk mengurangi resiko masalah kesehatan lain 1 Stadium 1 %enurunan lanjut pada G9R (1#/+;) Saat ()D sudah berlanjut pada stadium ini, anemia dan masalah tulang menjadi semakin umum )ita sebaiknya bekerja dengan dokter untuk mencegah atau mengobati masalah ini
3

Sehingga insufiensi ginjal mengakibatkan

peninbunan obat dan meningkatkan konsentrasi dalam cairan tubulus

'

Stadium ' %enurunan berat pada G9R ($+/";) 3eruskan pengobatan untuk komplikasi ()D dan belajar semaksimal mungkin mengenai pengobatan untuk kegagalan ginjal 2asing/masing pengobatan membutuhkan persiapan !ila kita memilih hemodialisis, kita akan membutuhkan tindakan untuk memperbesar dan memperkuat pembuluh darah dalam lengan agar siap menerima pemasukan jarum secara sering <ntuk dialisis peritonea, sebuah kateter harus ditanam dalam perut kita &tau mungkin kita ingin minta anggota keluarga atau teman menyumbang satu ginjal untuk dicangkok

Stadium + )egagalan ginjal (G9R di ba.ah $+) Saat ginjal kita tidak bekerja cukup untuk menahan kehidupan kita, kita akan membutuhkan dialisis atau pencangkokan ginjal Sumber: http:,,spiritia or id,cst,dok, ... ikcc or id diakses $+ 2aret "##;

D. Manifestasi Klinis $ Sistem gastrointestinal a b " &noreksia, nausea, vomitus yang berhubungan dengan gangguan metabolisme protein 9oter uremik disebabkan oleh ureum yang berlebihan pada air liur diubah oleh bakteri di mulut menjadi amonia sehingga nafas berbau amonia )ulit a )ulit ber.arna pucat akibat anemia dan kekuning/kuningan akibat penimbunan urokrom Gatal/gatal dengan ekskoriasi akibat toksik uremik dan pengendapan kalsium di pori/pori kulit b c 1 a b c d e Ekimosis akibat gangguan hematologis <rea frost akibat kristalisasi urea yang ada pada keringat !erkurangnya produksi eritropoitin, sehingga rangsangan eritropoisis pada sumsum tulsng menurun *emolisis akibat berkurangnya masa hidup eritroosit dalam suasana uremia toksik Difisiensi besi, asam folat akibat nafsu makan yang kurang %erdarahan pada saluran cerna dan kulit 9ibrosis sumsum tulang akibat hiperparatiroidismesekunder
4

Sistem hematologi

Gangguan fungsi trombosit dan trombositopenia akibat agregasi dan adhesi trombosit yang berkurang serta menurunnya faktor trombosit --dan adenosis difosfat

'

Sistem saraf dan otot a b c d Resties leg syndrome: %asien merasa pegal pada kakinya sehingga selalu digerakkan !urning feet syndrome: Rasa semutan dan seperti terbakar terutama ditelapak kaki Ensefalopati 2iopati: metabolik: dan 4emah tidak bisa tidur, terutama gangguan otot/otot konsentrasi tremor, miokionus dan kejang )elemahan hipotropi otot/otot ekstremitas proksimal

Sistem kardiovaskuler a b *ipertensi akibat penimbunan cairan dan garam atau peningkatan aktifitas system renin/angiotensin/aldosteron 0yeri dada dan sesak nafas akibat perikarditis, efusi pericardial, penyakit jantung koroner akibat arterosklerosis dan gagal jantung akibat penimbunan cairan dan hipertensi

Sistem endokrin a b c d Gangguan seksual: libido, fertilitas dan ereksi menurun akibat penurunan sekresi testosterone dan spermatogenesis Gangguan metabolisme glukosa, resistensi insulin dan sekresi dan insulin Gangguan metabolisme Gangguan metabolisme vitamin D 3ulang: &sidosis osteodistrofi metabolic renal akibat yaitu osteomalasia, asam osteofibfosa, sebagai

Gangguan system lain a b c osteoskerosis dan kalsifikasi metastatik penimbunan organic hasil metabolisme Elektrolit: hiperfosfatemia, hiperkalsemia, hipokalsemia

E. Patofisiologi 9ungsi renal menurun %roduk akhir metabolisme protein (yang Semakin banyak timbunan produk !anyak gejala uremia membaik normalnya diekskresikan ke dalam urin) tertimbun dalam darah 2enjadi uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh setelah dialisis Gangguan klirens renal !anyak masalah muncul pada gagal ginjal sebagai akibat dari penurunan jumlah glomerulus yang berfungsi, yang menyebabkan penurunan klirens substansi darah yang seharusnya dibersihkan oleh ginjal meningkat 2enurunnya filtrasi glomerulus (akibat tidak berfungsinya glomerulus) klirens kreatinin akan menurun dan kadar kreatinin serum akan Selain itu, kadar nitrogen urea darah (!<0) biasanya meningkat )reatinin serum merupakan indikator yang paling sensitif dari fungsi renal karena substansi ini diproduksi secara konstran oleh tubuh Retensi cairan dan natrium Ginjal juga tidak mampu untuk mengkonsentrasikan atau mengencerkan urin secara normal pada penyakit ginjal tahap akhir, respon ginjal yang sesuai terhadap perubahan masukan cairan dan elektrolit sehari/hari, tidak terjadi %asien sering menahan natrium dan cairan, meningkatkan resiko terjadinya edema, gagal jantung kongestif, dan hipertensi *ipertensi juga dapat terjadi akibat aktivasi aksis renin/angio/ %asien lain tensin dan kerjasama keduanya meningkatkan sekresi aldosteron hipotensi dan hipovolemia &sidosis Dengan berkembangnya penyakit renal, terjadi asidosis metabolik seiring dengan ketidakmampuan ginjal mengekskresikan muatan asam (*>) yang berlebihan %enurunan tubulus sekresi asam terutama akibat sampah, maka gejala akan semakin berat

mempunyai kecenderungan untuk kehilangan garam= mencetuskan resiko

ketidakmampuan

ginjal untuk mensekresi amonia (0*1/) dan

mengabsorbsi natrium bikarbonat (*(?1)/) &nemia &nemia terjadi sebagai akibat dari produksi eritropoetin yang

tidak adekuat, memendeknya usia sel darah merah, defisiensi nutrisi, dan kecenderungan untuk mengalami perdarahan akibat status uremik pasien, terutama dari saluran gastrointestinal Eritropoetin, suatu substansi normal yang diproduksi oleh ginjal menstimulasi sumsum tulang untuk menghasilkan sel
6

darah merah

%ada gagal ginjal, produksi eritropoetin menurun dan anemia &bnormalitas utama yang

berat terjadi, disertai keletihan, angina dan napas sesak )etidak seimbangan kalsium dan posfat lain pada gagal ginjal kronik adalah gangguan metabolisme kalsium dan posfat )adar serum kalsium dan posfat tubuh memiliki hubungan saling timbal balik, jika salah satunya meningkat, yang lain akan turun Dengan menurunnya filtrasi melalui glomerulus ginjal, terdapat peningkatan kadar posfat serum dan sebaliknya penurunan kadar serum kalsium %enurunan kadar kalsium serum menyebabkan sekresi parathormon dan akibatnya kalsium di tulang menurun, menyebabkan perubahan pada tulang dan penyakit tulang Selain itu, metabolit aktif vitamin D ($,"+@ dihidrokolekasiferol) yang secara normal dibuat di ginjal menurun seiring dengan berkembangnya gagal ginjal %enyakit tulang uremik, sering disebut osteodistrofi renal, terjadi dari perubahan kompleks kalsium, posfat dan keseimbangan parathormon 4aju penurunan fungsi ginjal dan perkembangan gagal ginjal kronik berkaitan dengan gangguan yang mendasari, ekskresi protein dalam urin, dan adanya hipertensi %asien yang mengekskresikan secara signifikan sejumlah protein atau mengalami peningkatan tekanan darah cenderung akan cepat memburuk daripada mereka yang tidak mengalami kondisi ini F. Kompli asi $ " Aantung: edema paru, aritmia, efusi pericardium, tamponade jantung Gangguan berubah) 1 ' + 0eurology: iritabilitas, neuromuscular, flap, tremor, koma, gangguan kesadaran, kejang Gastrointestinal: nausea, muntah, gastritis, ulkus peptikum, pendarahan gastrointestinal *ematologi: anemia (akibat penurunan eritropeitin penurunan tentang usia sel darah merah, perdarahan gastrom testinal akibat iritasi diet toBin, dan kehilangan darah selama hemodialisis), diatesis, hemoragik 5 6 -nfeksi: pneumonia, septicemia, infeksi nosokomial *ipertensi akibat retensi cairan dan natrium serta malfungsi system
7

elekrolit:

hiponatremia,

asidosis,

hiperkalemia

(akibat

penuruan ekskresi, asidosis mertabolik, katabolisme dan masukan diet yang

rennin @ angiotensin @ aldosteron 7 %enyakit tulang serta kalsifikasi metastatik akibat refensi kalsium peningkatan kadar aluminium G. Peme!i saan Penunjang $ %emeriksaan laboratorium Dilakukan untuk menetapkan adanya ()D, adanya kega.atan, menentukan derajat ()D, menentukan gangguan system dan membantu menentukan etiologi <ji laboratorium yang biasa dilakukan adalah ulji filtrasi glomerulus a <rine: $) Colume biasanya kurang dari '## ml, "' jam (oliguria) atau urine tidak ada (anuria) ") Darna secara abnormal urine keruh mungkin disebabkan oleh pus bakteri= sedimen kotor, kecoklatan menunjukkan adanya darah, *b, mioglobin porfirin 1) !erat jenis kurang dari $,#$+ (menetap pada $ #$# menunjukkan kesusakan berat)= natrium lebih besar dari '# meE,l= derajat tinggi proteinuria (1 @ ' >) ') ?smolalitas kurang dari 1+# m osm,kg menunjukan kerusakan tubular dan rasio urine: serum sering $: +) )lirens )reatinin: mungkin agak menurun 5) 0atrium= lebih besar dari '# meE -4 karena ginjal tidak mampu meriabson natrium b Darah: $) !<0 atau (reatinin= meningkat, biasanya meningkat dalam proporsi )adar kreatinin $# mg,dl, diduga tahap akhir (mungkin rendah yaitu +) ") Darah 4engkap: *ematokrit menurun pada adanya anemia, *emoglobin kurang dari 6/7 mg,dl, 1) Sel darah merah (SD2)= menurun pada defisiensi eritropoetin seperti aFotemia ') &nalisa gas darah (&GD)= p* asidosis metabolik (p* kurang dari 6,") terjadi karena
8

fosfat, kadar

kehilangan

kemampuan

ginjal

untuk

mengekskresikan hydrogen dan ammonia atau hasil akhir katabolisme

protein, bikarbonat (*(?1) menurun, %(#" menurun +) 0atrium serum= mungkin rendah (bila ginjal kehabisan natrium atau normal), memungkinkan status delusi, hipernatremi 5) )alium= terjadi peningkatan sehubungan dengan retensi sesuai dengan perpindahan seluler (asidosis) atau pengeluaran jaringan (hemolisis SD2), pada tahap akhir, perubahan E)G mungkin tidak terjadi sampai kalium 5,+ mEE atau lebih besar 6) 2agnesium atau fosfat meningkat 7) )alsium menurun ;) %rotein (khususnya albumin)= kadar serum menurun dapat menunjukkan kehilangan protein melalui urin, terjadinya perpindahan cairan dan penurunan pemasukan atau penurunan sintesis karena kurang asam amino esensial " %emeriksaan E)G <ntuk melihat kemungkinan hipertrofi ventrikel kiri, tanda/tanda perikarditis (misalnya voltase rendah), aritemia, dan ganggguan elektrolit (hiperkalemia, hipokalsemia) 1 <ltrasonografi (<SG) 2enilai besar dan bentuk ginjal, tebal kortek ginjal, kepadatan parenkim ginjal, anatomi saluran kemih dan prostat %emeriksaan ini bertujuan untuk mencari adanya factor yang reversible seperti obstruksi oleh batu atau masa tumor, juga untuk menilai proses penyakit sudah lanjut ' 9oto polos &bdomen 2enilai bentuk dan besar ginjal dan apakah ada batu atau obstruksi lain, sebaiknya tanpa puasa karena dehidrasi akan memperburuk fungsi ginjal + 5 %emeriksaan %ielografi Retrograd Dilakukan apabila dicurigai ada obstruksi reversible %emeriksaan 9oto Dada Dapat terlihat bendungan paru akibat kelebihan cairan, efusi fleura, kardio megali efusi pericardial 6 %emeriksaan Radiologi tulang 2encari ostodistrofi (terutama falang atau jari) dan klasifikasi metastatik
9

%ielografi -ntra/vena (%-C) %ada ()D lanjut tidak bermanfaat lagi karena ginjal tidak dapat mengeluarkan kontras dan pada ()D ringan mempunyai resiko penurunan faal ginjal lebih berat terutama pada usia lanjut, D2 dan nefropati asam urat

Renogram %emeriksan yang digunakan untuk melihat fungsi ginjal kanan dan kiri

$# (3 Scan Dapat melihat adanya perdarahan dan atau iskemik pada otak ". Penata #a sanaan Konse!$atif Gagal Ginjal K!oni $ 2emperlambat %rogresi Gagal Ginjal a b c d e " a %engobatan %embatasan hipertensi asupan target protein penurunan bertujuan tekanan untuk darah yang dianjurkan lebih dari $'#,;# mm*g mengurangi hiperfiltrasi glomerulus Restriksi fosfor untuk mencegah hiperparatiroidisme sekunder 2engurangi proteinurea 2engendalikan hiperlipidemia %encegahan kekurangan cairan, dehidrasi dan kehilangan elektrolit dapat menyebabkan gagal ginjal )elainan yang dapat ditemukan adalah penurunan tugor kulit, kulit dan mukosa kering, gangguan sirkulasi ortostatik, penurunan vena jugularis, dan penurunan tekanan vena sentral merupakan tanda/tanda yang membantu menegakkan diagnosis b c Sepsis -S) akan memperburuk faal ginjal *ipertensi yang tidak terkendali )enaikan tekanan yang lanjut akan memperburuk fungsi ginjal 3etapi penurunan tekanan darah yang berlebihan juga aakan memperburuk fungsi ginjal ?bat/obatan yang dapat diberikan adalah furosemial, obat penyekat beta, vasodilator, antagonis kalsiumdan penghambat alfa Dosis obat disesuaikan dengan G9R karena kemungkinan adanya akumulasi obat d e ?bat/obat nefrotoksik seperti amino/glikosid, ?&-0S (obat anti inflamasi nonsteroid), kontras radiology harus dihindari )ehamilan dapat memperburuk fungsi ginjal, memperburuk hipertensi
10

2encegah )erusakan Ginjal 4ebih 4anjut

dan meningkatkan kemungkinan terjadinya eklamsia Resiko kehamilan meningkat apabila kreatinin serum G $ + mg,dl dan apabila kadar kreatinin serum G 1 mg,dl dianjurkan tidak hamil 1 %engelolaan <remia dan )omplikasinya a Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit %asien dengan gagal ginjal lanjut mengalami peningkatan jumlah cairan ekstraseluler karena retensi cairan dan natrium %eningkatan cairan intravaskuler menyebabkan hipertensi,sementara ekspansi cairan ke ruang interstisial menyebabkan edema *iponatremi sering juga ditemukan pada kasus ()D lanjut akibat ekskresi air yang menurun oleh ginjal %enatalaksanaan meliputi retraksi asupan cairan dan natrium serta pemberian terapi diuretic Aenis diuretic yang menjadi pilihan adalah furosemid karena efek furosemid tergantung pada sekresi aktif ditubulus proksimal &supan cairan dibatasi H $###ml,hari pada keadaan berat H +## ml,hari 0atrium diberikan H "/' gram,hari b &sidosis metabolic 2anifestasi timbul apabila G9R H "+ ml,menit Diet rendah protein #,5 gram,hari membantu mengurangi kejadian asidosis !ila bikarbonat serum turun sampai H $+/$6 mEE,4 harus diberikan substitusi alkali (tablet natrium bikarbonat) c *iperkalemia terjadi akibat ekskresi kalium melalui urin berkurang, keadaan metabolic, makanan (pisang) dapat meningkatkan kadar kalium *iperkalemia dapat menimbulkan kega.atan jantung dan kematian mendadak akibat aritmia kordis yang fatal <ntuk mengatasi kega.atan akibat hiperkalemi dapat diberikan obat/obat berikut = $) )alsium glukosa $#8, $# ml darah .aktu $# menit -C ") !ikarbonat natrikus +#/$+# mEE -C dalam .aktu $+/1# menit 1) -nsulin dan glukosa 5 < insulin dan glukosa +# g dalam .aktu $ jam ') )ayeBalate (resim pengikat kalsium) "+/+# gram oral atau rectal d Diet rendah protein Diet rendah proten akan mengurangi akumulasi hasil akhir metabolisme protein yaitu ureum dan toksik uremik Selain itu diet tinggi protein akan mempercepat timbulnya glomerulosklerosis akibat meningkatnya beban kerja glomerulus (hiperfiltrasi glomerulus) dan fibrosis interstisial )alori diberikan 1+
11

kal,kg !!, protein #,5 gram,kg !!,hari e &nemia, penyebab utama anemia pada ()D adalah defisiensi eritropoetin %enyebab lainnya adalah perdarahan gastrointestinal, umur eritrosit yang pendek dan adanya hambatan eritropoisis, malnutrisi dan defisiensi besi 3ransfusi darah yang ' )alsium dan 9osfor <ntuk mencegah terjadinya hiperparatiroidisme sekunder, kadar fosfor serum harus dikendalikan dengan diet rendah fosfor (daging dan susu) &pabila G9R H 1# ml,menit, diperlukan pemberian pengikat fosfor seperti kalsium karbonat atau kalsium asetat serta pemberian vitamin D yang bekerja meningkatkan abssorbsi kalsium di usus Citamin D juga mensupresi sekresi hormone paratiroid + *iperuresemia &lopurinol sebaiknya diberikan $##/1## mg apabila kadar asam urat G$#mg,dl atau apabila adaa ri.ayat penyakit gout %enatalaksanaan konservatif dihentikan apabila pasien sudah memerlukan dialysis tetap atau transplantasi %ada tahap ini biasanya G9R sekitar +/$# m4, menit dan ditemukan keadaan berikut: a b c d e f 5 a b &sidosis metabolic yang tidak dapat diatasi denngan obat/obatab *iperkallemia yang tidak dapat diatasi dengan obat/obatan ?verload cairan (edema paru) Ensefalopati uremik, penurunan kesadaran Efusi pericardial Sindrom uremia: mual, muntah, anereksia dan neuropati yang memburuk %ada (R9 dan tahap insufisiensi ginjal 9aal ginjal $#/+#8 atau kreatinin serum "mg8/$#mg8 baik apabila hemoglobin kurang dari 7gram8 dengan pemberian eritropoetin

-ndikasi penatalaksanaan konservatif

12

I. Penatala sanaan Diet Pada Pasien Gagal Ginjal K!oni Dengan %e!apa Konse!$atif. <ntuk mengatur makanan diperlukan Fat/Fat giFi yang terdiri dari sumber protein, energi, lemak, vitamin, dan mineral yang jumlahnya tidak sama, berbeda dengan orang sehat 3ujuannya agar status giFi optimal, tidak ada katabolisme protein, serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit Diet pasien gagal ginjal kronik engan terapi konservatif diberikan apabila tes kliren kreatinin H "+ ml,menit !eberapa penelitian menyimpulkan untuk diet pasien ()D yang belum dialysis adalah rendah protein %rotein yang diberikan #,5 gr,kg !! ideal dapat mempertahankan status giFi Energi yang dibutuhkan dapat diperoleh dari sumber karbohirat 5#8, lemak 1#8 dan sisanya dari protein $#8 Selain kebutuhan diatas perlu juga diperhatikan kebutuhan kalium, natrium, pospor, dan kalium pasien harus membatasi kalium apabila kadar kalium darah I +,+ meE %ada pasien gagal ginjal kronik dengan terapi konservatif kasus hiperkalemi jarang terjadi apa bila urin pasien masih cukup banyak (G '## ml) garam dan cairan dibatasi apabila pasien mengalami hipertensi dan ada penumpukan cairan %embatasan garam berkisar ",+/6,5 gram, rata/rata + gr, serta menghindari makanan yang tinggi garam &njurkan kon bnnnsi air adalah urine output "' jam > +## ml fosfor yang dianjurkan adalah H $# mg,kg !!,hari dan kalsium $"## mg,hari

13

BAB II Asu&an Kepe!a'atan (ASKEP) A. Peng ajian &dapun yang perlu dilakukan pada klien dengan Gagal Ginjal )ronik adalah sebagai berikut: $ -dentitas )lien 2eliputi nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, agama, pekerjaan, alamat, tanggal masuk rumah sakit dan diagnosa medis " Ri.ayat )epera.atan a Ri.ayat kesehatan sekarang, meliputi perjalanan penyakitnya, a.al gejala yang dirasakan klien, keluhan timbul secara mendadak atau bertahap, faktor pencetus, upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut b Ri.ayat kesehatan masa lalu, meliputi penyakit yang berhubungan dengan penyakit sekarang, ri.ayat kecelakaan, ri.ayat dira.at dirumah sakit dan ri.ayat penggunaan obat c d Ri.ayat kesehatan keluarga, meliputi adakah keluarga yang mempunyai penyakit keturunan *ipertensi, Gagal Ginjal dan lain/lain Ri.ayat psiko sosial meliputi, adakah orang terdekat dengan klien, interaksi dalam keluarga, mekanisme koping yang digunakan klien untuk mengatasi masalah dan bagaimana motivasi kesembuhan dan cara klien menerima keadaannya, bertentangan dengan kesehatan e f )ondisi lingkungan rumah, lingkungan rumah merupakan faktor utama yang mempengaruhi kesehatan klien )ebiasaan sehari/hari sebelum sakit dan di rumah sakit, meliputi pola nutrisi, pola eliminasi, pola personal higiene, pola istirahat tidur, pola aktivitas dan latihan serta pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan masalah yang mempengaruhi klien, persepsi klien terhadap penyakitnya dan sistem nilai kepercayaan yang

14

%engkajian 9isik yang

dapat dilakukan

mulai dari ujung rambut

sampai ujung kaki (head to toe) dengan menggunakan teknik yaitu: inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi, adapun hasil pengkajian dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan teknik tersebut pada klien Gagal Ginjal )ronik adalah sebagai berikut : a &ktivitas,-stirahat Gejala: kelelahan ekstrim, kelemahan, malaise gangguan tidur (insomnia , gelisah atau somnden) 3anda: kelemahan otot, kehilangan tonus, penurunan rentang gerak b Sirkulasi Gejala: ri.ayat hipertensi lama atau berat, palpitasi: nyeri dada (angina) 3anda: hipertensi: DCA, nadi kuat, edema jaringan umum dan pittine pada kaki, telapak tangan disitmia jantung, nadi lemah halus, hipertensi ortostatik menunjukkan hipovotemia, yang jarang pada penyakit tahap akhir 9riction rub perikardial (respos terhadap akumulasi sisa) %ucat = kulit coklat kehijauan kuning, kecenderungan perdoral c 0tegritas Ego Gejala: 3anda: d Eliminasi Gejala: %enurunan frekuensi urine, ohguria, anuria, (gagal tahap lanjut), abdomen kembung, diare, atau konstipasi 3anda: %erubahan .arna urine, contoh kuning pekat, merah, coklat bera.an oliguria dapat menjadi anuria e 2akanan,(airan Gejala: peningkatan !! cepat (edema), penurunan !! (malnutrisi) anereksia, nyeri ulu hati, mual,muntah, rasa metalik tak sedap pada mulut (pernafasan ammonia) %engguna diuretic
15

faktor

stress, contoh ansietas,

finansial, takut,

hubungan perasaan mudah,

tak

berdaya, tak ada harapan tak ada kekuatan menolak, marah, terangsang, perubahan kepribadian

3anda: Distensi abdomen,asites, pembesaran hati (tahap akhir) perubahan turgor kulit , kelembapan Edema (umum: tergantung) <lserasi gusi: perdarahan gusi , lidah %enurunan otot, penurunan lemak subkutan, penampilan tak bertenaga f 0eurosensori Gejala: Sakit kepala, penglihatan kabur, kram otot , kejang, sindrom Jkaki gelisahK kebas rasa terbakar pada telapak kaki )ebas , kesemutan dan kelemahan, khususnya ekstremitas ba.ah, (neuropati perifer) 3anda: Gangguan status mental, contoh penurunan lapang berhati, ketidakmampuan berkonsentrasi, kehilangan memori, penurunan tingkat kesadaran, stupor, koma penurunan D3R, tanda chostek dan trousenu positif kejang, fasikulasi, otot, aktifitas kejang, rambut tipis, kuku rapuh dan tipis g 0yeri,)enyamanan Gejala: 0yeri panggul, sakit kepala, kram otot , nyeri kaki (memburuk saat malam hari) 3anda: perilaku berhati/hati , distroksi, gelisah h %ernapasan Gejala: 0apas pendek, dispnea nocturnal paroksismal, batuk dengan spuntum kental dan banyak 3anda: 3akipnea, dispnea, peningkatan frekuensi , kedalaman pernapasan kusmaul batuk produktif dengan spuntum merah muda, encer (edema/ paru) i )eamanan Gejala: )ulit gatal ada,berulangnya infeksi 3anda: %ruritus, demam (sepsis, dehidrasi) = normotermia dapat secara actual terjadi peningkatan pada pasien yang mengalami suhu tubuh lebih rendah dari normal (efek ()D,depresi respon
16

umum) ptekie, area ekimosis pada kulit, fraktur tulang= deposit fosfat kalsium (kalsifikasi metastatik) pada sendi, keterbatasan gerak sendi j k Seksualitas Gejala: penurunan libido, amenorea, anfektilitas -nteraksi sosial Gejala= kesulitan menentukan kondisi, contohnya= tidak mampu bekerja, mempertahankan keluarga l %enyuluhan,%embelajaran Gejala: Ri.ayat D2 keluarga (resti untuk gagal ginjal), penyakit polikistik, nefritis herediter )alkulus urinaria, malignasi Ri.ayat terpajan pada toksin, contoh obat, racun lingkungan, penggunaan antibiotik nefrotoksik saat ini,berulang %ertimbagan rencana pemulangan= DRG menunjukkan rata/rata lama dira.at = 5,' hari, memerlukan bantuan dalam obat, pengobatan, suplai, transportasi pemeliharaan rumah B. Diagnosa Kepe!a'atan 2enurut 2arilyn E Doengoes, diagnosa kepera.atan pada klien dengan Gagal Ginjal )ronik adalah : $ " Risiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan ketidakseimbangan cairan mempengaruhi volume sirkulasi Risiko tinggi terhadap cidera berhubungan dengan penekanan produksi,sekresi eritropoetin, penurunan produksi sel darah merah, gangguan factor pembekuan, peningkatan kerapuhan kapiler 1 ' %erubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan fisiologis Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic, sirkulasi (anemia dengan iskemia), sensasi (neuropati perifer), gangguan turgor kulit, akumulasi toksin dalam kulit + Risiko tinggi terhadap perubahan membran mukosa oral berhubungan dengan penurunan fungsi salifa, pembatasan cairan
17

kulit, jaringan lunak,

fungsi peran

biasanya

dalam

)urang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif, kurang terpajan,mengingat

%erubahan ketidakpatuhan berhubungan dengan sistem keyakinan, pengaruh budaya

C. Inte!$ensi $ Diagnosa $: Resiko berhubungan 3ujuan dan kriteria hasil 3ujuan yang hendak dicapai yaitu setelah dilakukan tindakan kepera.atan selama 1 B "' jam, diharapkan penurunan curah jantung tidak terjadi, dengan kriteria hasil nyeri dada berkurang, batuk berkurang, nafas tidak sesak dan tekanan darah dan frekuensi jantung dalam batas normal -ntervensi a 2andiri $) &uskultasi bunyi jantung dan paru Evaluasi adanya edema pada konvesti vaskuler dan keluhan dipnea Rasional : S1 , S' dengan tonus muflea, takikardia, frekuensi jantung tidak teratur, takipnea, dispnea, ()D ") )aji adanya ,derajat hipertensi a.asi 3D, perhatikan perubahan postura contoh duduk, berbaring, berdiri Rasional : *ipertensi gangguan bermakna pada terjadi karena aldosteran system gemerisik, jugular mengi dan edema,distensi menunjukkan tinggi dengan penurunan curah jantung cairan ketidakseimbangan

mempengaruhi volume sirkulasi

renin, angiotensin (karena disfungsi ginjal) 1) Selidiki keluhan nyeri dada, perhatikan lokasi, radiasi, beratnya (skala #/$#) dan apakah tidak menetap
18

dengan inspirasi dalam dari posisi terlentang Rasional : *ipertensi dan GA) kronis dapat

menyebabkan -2, kurang lebih pasien dengan ()D dengan dialisis mengalami perikardisis, potensial insikoefusi perikardial,temponade ') Evaluasi bunyi jantung (perhatikan frcition rub), 3D, nadi perifer, pengisian kapiler, kongesti vaskular, suhu dan sensori , mental Rasional : &danya hipotensi tiba/tiba, nadi paradoksik, penyempitan tekanan nadi, penurunan , tidak adanya nadi perifer, distendi jugular nyata, pucat dan penyimpangan mental cepat menunjukkan temponode, yang merupakan kedaruratan medik +) )aji tingkat aktifitas, respons terhadap aktfitas Rasional : )elelahan dapat menyertai GA) juga anemia b )olaborasi : 5) &.asi pemeriksaan laboratorium seperti elektrolit (kalium, natrium, kalsium, magnesium), !<0 : Rasional : )etidak seimbangan dapat mengganggu konduksi elektrikal dan fungsi jantung 6) 9oto dada Rasional : !erguna dalam mengidentifikasi terjadinya gagal jantung atau kalsifikasi jaringan lunak 7) !erikan obat anti hipertensi contoh proFoFin (minipresis), kaptopril (capoten) klonodin (cata pres), hidralaFin (apresoline) Rasional : 2enurunkan tahanan vaskular sistemik dan , atau pengeluran untuk menurunkan kerja miokardikal dan membantu mencegah GA)
19

dan , atau -2 ;) !antu dalam perikardiosentesis sesuai indikasi Rasional : &kumulasi cairan dalam kantung parikardial dapat mempengaruhi pengisian jantung dan kontraktilitas miokardial mengganggu cural jantung dan potensial resiko henti jantung $#) Siapkan dialisis Rasional : %enurunan ureum toksik dan memperbaiki ketidak seimbangan elektrolit dan kelebihan cairan dapat membatasi , mencegah manifestasi " jantung, termasuk hipertensi

dan efusi perikardial Diagnosa ": Risiko tinggi terhadap cidera berhubungan dengan penekanan produksi,sekresi eritropoetin, penurunan produksi sel darah merah, gangguan factor pembekuan, peningkatan kerapuhan kapiler 3ujuan dan kriteria hasil 3ujuan yang hendak dicapai yaitu setelah dilakukan tindakan kepera.atan selama 1 B "' jam diharapkan cidera tidak terjadi, dengan kriteria hasil kelelahan tidak terjadi, perubahan mental tidak terjadi, tidak ada tanda atau gejala perdarahan, aktivitas kembali normal -ntervensi a 2andiri $) %erhatikan keluhan peningkatan kelelahan, Rasional : Dapat menunjukkan anemia dan respon jantung untuk mempertahankan oksigenasi sel

") &.asi tingkat kesadaran dan perilaku Rasional : &nemia dapat menyebabkan hipoksia serebral dengan perubahan mental, orientasi dan respon perlilaku
20

1) Evaluasi respon terhadap aktifitas, kemampuan untuk melakukan tugas !antu sesuai kebutuhan dan buat jad.al untuk istirahat Rasional : &nemia dapat menurunkan oksigen dalam jaringan dan meningkatkan kelelahan sehingga memerlukan intervensi, perubahan aktivitas dan istirahat ') !atasi contoh vaskular, kombinasikan tes laboratorium bila mungkin Rasional : %engambilan contoh darah berulang , kelebihan dapat memperburuk anemia +) ?bservasi perdarahan terus menerus dari tempat penusukan, perdarahan , okimosis karena trauma kecil, ptekie, pembengkakan sendi atau membran mukosa, contoh perdarahan gusi, epistaksis, berulang, melena dan urine merah,berkabut Rasional : perdarahan dapat terjadi denhan mudah karena kerapuhan kapiler,gangguan pembekuan dan dapat memperburuk anemia 5) !erikan sikat gigi halus, pencukur elektrik= gunakan jarum kecil bila mungkin dan lakukan penekanan lebih lama setelah penyuntikan penusukan vaskuler Rasional : 2enurunkan resiko perdarahan , pembentukan hemotoma )olaborasi 6) &.asi pemeriksaan laboratorium seperti = a) *itung darah lengkap SD2, *b,*t <remia (contoh peningkatan amonia, urea, atau toksin lain), menurunkan produksi eritoproetin dan menekan produksi SD2 dan .aktu hidupnya !iasanya *b dan *t ()D rendah tetapi ditoleransi contoh *b tidak diba.ah 6
21

b) Aumlah trombosit, faktor pembekuan %enekanan pembentukan trombosit dan ketidak (atatan perdarahan adekuatan kadar faktor --- dari C--- mengganggu potensial resiko perdarahan c) )adar %3 d) )onsumsi protombin abnormal menurunkan kadar serum dan mengganggu pembekuan 7) !erikan darah segar, SD2 kemasan sesuai indikasi Rasional : Diperlukan bila menunjukkan gejala anemia simtomatik SD2 kemasan biasanya diberikan bila pasien kelebihan cairan atau dilakukan dialisis ;) !erikan obat sesuai indikasi, contoh = a) Sediaan besi, asam folat (9olvite)= sianokobalamin (betalin) Rasional : 2emperbaiki gejala anemia sehubungan dengan dialisis (atatan = besi tidak boleh diberikan dengan ikatan fosfat karena menurunkan obserbsi besi b) Simetidin (tagamet), ratinidin (Fantac) dan antisida Rasional : Diberikan secara profilaktik untuk menurunkan , menetralkan asam lambung dan menurunkan resiko perdarahan G4 c) *emastatik , penghambat fibrinolisis, contoh asam aminokoproik (amicar) Rasional : 2enghambat perdarahan yang tidak ada secara spontan , berespon terhadap pengobatan biasa kekurangan nutrisi , karena menjadi sulit teratasi pada saat akhir penyakit

22

d) %elunak feces (coloce): laksatif bulk (metamucil) Rasional : 2encegah terhadap feces bentuk 1 keras meningkatkan perdarahan mukosa,rektal Diagnosa 1 : %erubahan proses pikir berhubungan dengan perubahan fisiologis 3ujuan dan )riteria *asil 3ujuan yang hendak dicapai yaitu setelah dilakukan tindakan kepera.atan selama 1 B "' jam diharapkan proses pikir kembali normal, dengan kriteria hasil mudah mengambil kesimpulan, klien tidak bingung, mudah untuk mengingat, klien tidak lupa -ntervensi a 2andirir $) )aji luasnya gangguan kemampuan berfikir, memori dan orientasi (perhatikan lapang perhatian) Rasional : Efek sindrom uremik dapat terjadi dengan kekacauan , peka minor dan berkembang keperubahan kepribadian atau ketidakmampuan untuk mengasimilasi informasi dan berpartisipasi dalam pera.atan ") %astikan dari orangtua terdekat, tingkat mental pasien biasanya Rasional : 2emberikan perbandingan untuk mengevaluasi perkembangan , peningkatan gangguan 1) !erikan orang terdekat pasien informasi tentang status pasien Rasional : !eberapa perbaikan dalam mental mungkin diharapkan dengan kadar !<0, elektrolit %* serum yang lebih normal
23

') !erikan

lingkungan

tenang

dan

iFinkan

menggunakan televisi, radio dan kunjungan Rasional : 2eminimalkan rangsangan lingkungan untuk menurunkan kelebihan sensori, peningkatan kekacauan saat mencegah depresi sensori +) !uatkan jad.al teratur untuk aktivitas yang diharapkan Rasional : 2embantu dalam mempertahankan orientasi kenyataan kekacauan 5) 3ingkatkan istirahat adekuat dan tidak mengganggu periode Rasional : Gangguan tidur dapat mengganggu kemampuan kognitif lebih lanjut b )olaborasi 6) &.asi pemeriksaan laboratorium contoh !<0 , kreatinin, elektrolit serum, kadar glukosa dan GD& (%D", %*) Rasional : %erbaikan peningkatan,ketidak seimbangan dapat mempengaruhi kognitif ,mental 7) !erikan tambahan ?" sesuai tambahan Rasional : %erbaikan hipoksia saja dapat memperbaiki kognitif ;) *indari penggunaan barbiturat dan opiat Rasional : ?bat/obatan secara normal didetoksifikasi dalam ginjal akan mengalami .aktu paruh, efek akumulasi, memperburuk kekacauan $#) Siapkan untuk dianalisis Rasional : %enyimpangan proses pikir nyata dapat menunjukkan aFotemia dan kondisi umum memerlukan intervensi untuk meningkatkan himoestasis dan dapat menurunkan takut,

24

'

Diagnosa ': Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status metabolic, sirkulasi (anemia dengan iskemia), sensasi (neuropati perifer), gangguan turgor kulit, akumulasi toksin dalam kulit 3ujuan dan )riteria *asil 3ujuan yang hendak dicapai yaitu setelah dilakukan tindakan tidak terjadi, dengan kriteria hasil turgor kulit elastis, kulit lembab, .arna kulit kemerahan (tidak pucat), kulit tampak tidak ada bekas garukan -ntervensi a 2andir $) -nspeksi kulit terhadap perubahan .arna, turgor, vaskular Rasional : 2enandakan kerusakan area yang sirkulasi dapat buruk atau menimbulkan

pembentukan dekubitus,infeksi ") %antau masukan cairan dan hidrasi kulit dan membran Rasional : 2endeteksi adanya dehidrasi atau hidrasi berlebihan yang mempengaruhi sirkulasi dan integritas jaringan seluler 1) <bah posisi sesering mungkin Rasional : 2enurunkan tekanan pada oedema ') !erikan pera.atan kulit, batasi penggunaan sabun, berikan salep atau krim (misalnya = lanilin, aEuaphor) Rasional : 2andi dengan bedak menurunkan gatal dan mengurangi sabun +) &njurkan pasien memakai pakaian longgar Rasional : 2encegah iritasi dermal langsung dan meningkatkan vaporasi lembab pada kulit b 2andiri
25

pengeringan kulit oleh

5) !erikan matras busa , flotasi Rasional : 2enurunkan tekanan lama pada jaringan yang + dapat membatasi perfusi seluler yang menyebabkan iskemis , nekrosis Diagnosa +: Risiko tinggi terhadap perubahan membrane mukosa berhubungan dengan penurunan fungsi saliva, pembatasan cairan 3ujuan dan )riteria *asil 3ujuan yang hendak dicapai yaitu setelah dilakukan tindakan kepera.atan selama 1 B "' jam diharapkan membrane mukosa lembab, mulut tidak kering, tidak ada bau ammonia pada mulut -ntervensi a 2andiri $) -nspeksi rongga mulut (kelembaban, karakter saliva) Rasional : 2emberikan kesempatan untuk intervensi segera dan mencegah infeksi ") !erikan cairan sepanjang "' jam dalam batas yang ditentukan, Rasional: 2encegah kekeringan mulut berlebihan dari periode lama tanpa masukan oral= 1) !erikan pera.atan mulut Rasional: %era.atan mulut dapat menyejukkan, melumasi dan membantu menyegarkan rasa mulut yang sering tak menyenangkan karena uremia dan keterbatasan masukan oral ') &njurkan hygiene gigi pada saat setelah makan dan sebelum tidur Rasional: 2enurunkan pertumbuhan bakteri dan potensial terhadap infeksi= +) &njurkan klien menghentikan ini dapat merokok dan menghindari pencuci mulut yang mengandung alkohol Rasional: !ahan
26

mengiritasi

mukosa

dan b )olaborasi 5) !erikan

mempunyai efek mengeringkan,

menimbulkan ketidaknyamanan obat/obatan sesuai indikasi antihistamin

(kipheptadin), Rasional: Dapat diberikan untuk menghilangkan gatal 5 Diagnosa 5: )urang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif, kurang terpajan,mengingat 3ujuan dan )riteria *asil 3ujuan yang hendak dicapai yaitu setelah dilakukan tindakan kepera.atan selama "+ menit diharapkan pengetahuan klien dan keluarga bertambah, dengan kriteria hasil klien memahami tentang kndisi,proses penyakit dan pengobatan, klien tidak bertanya @ tanya lagi, klien dapat menyebutkan tanda dan gejala ()D -ntervensi a 2andiri $) )aji ulang proses penyakit,prognosis dan kemungkinan yang akan dialami Rasional: 2emberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan berdasarkan informasi ") )aji ulang pembatasan diet, termasuk fosfat dan magnesium, Rasional: %embatasan paratiroid tulang dan fosfat merangsang magnesium kelenjar dari dapat untuk pergeseran kalsium

akumulasi

mengganggu fungsi neurologis dan mental 1) Dorong pemasukan kalori tinggi, khususnya dari karbohidrat Rasional: %enyimpanan protein, mencegah penggunaan dan memberikan energi ') )aji ulang tindakan untuk mencegah perdarahan
27

Rasional : 2enurunkan resiko sehubungan dengan perubahan faktor pembekuan atau penurunan jumlah trombosit +) !erikan pendidikan kesehatan kepada klien dan keluarga mengenai ()D Rasional: 2enambah keluarga 6 pengetahuan dalam hal klien dan penyakit

maupun pengobatannya Diagnosa 6: %erubahan ketidakpatuhan berhubungan dengan sistem kepatuhan, pengaruh budaya 3ujuan dan )riteria *asil 3ujuan yang hendak dicapai yaitu setelah dilakukan tindakan kepera.atan selama $ B "' jam diharapkan klien dan keluarga dapat mematuhi aturan yang berlaku, dengan kriteria hasil klien mengikuti anjuran yang diberikan, klien menerima masukan yang telah dijelaskan, klien menjalankan program yang telah diberikan -ntervensi a 2andiri $) Lakinkan persepsi,pemahaman kesadaran pasien,orang pasien terdekat terhadap situasi dan konsekuensi perilaku Rasional: 2emberikan memandang penyakitnya sendiri dan program pengobatan dan membantu dalam memahami masalah klien ") Dengarkan keluhan,pernyataan klien Rasional: 2enyampaikan pesan masalah, keyakinan pada kemampuan individu dan mengatasi situasi dalam cara positif 1) -dentifikasi perilaku yang mengidentifikasi kegagalan untuk mengikuti program pengobatan Rasional: Dapat memberikan informasi tentang alasan kurangnya kerja sama dan memperjelas area yang memerlukan pemecahan masalah
28

') )aji tingkat ansietas Rasional: 3ingkat ansietas dapat mempengaruhi kemampuan klien dalam mengatasi situasi +) !erikan umpan balik positif untuk upaya keterlibatan dalam perilaku Rasional: 2eningkatkan harga diri, mendorong partisipasi dalam program selanjutnya D. E$aluasi &dapun evaluasi yang dapat diterapkan pada klien (hronic )idney Desease yaitu: $ " 1 ' + 5 6 9rekuensi jantung dalam batas normal 3idak ada tanda @ tanda perdarahan )emampuan dalam berpikir normal )eutuhan kulit terjaga -ntegritas membran mukosa dapat dipertahankan %engetahuan klien dan keluarga meningkat Dapat menyatakan pengetahuan mengenai penyakit dan pemahaman program therapi

29

DAF%A* P+S%AKA (arpenito, 4ynda Auall "### Buku Saku Diagnosa Keperawatan Edisi 7 Aakarta: EG( (or.in, EliFabeth A, "##' Buku Saku Patofisiologi, Aakarta: EG( Doenges, 2arilynn E $;;;, Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan & Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi: 1, Aakarta: EG( 2ansjoer, &rief "### Kapita Selekta Kedokteran Edisi 1 Ailid " Aakarta: 2ediaesculapius %rice, Sylvia & 2 SuFanne (, 2 %, Buku A&ar Keperawatan 'edikal Bedah Col " Edisi 7 Aakarta: EG( SmeltFer, SuFanne (, "##$, !uku &jar )epera.atan 2edikal !edah Col " Edisi 7 Aakarta: EG( Suyono, Salmet "##$ Buku A&ar (lmu Pen#akit Dalam Ailid " Edisi --- Aakarta: !alai %enerbit 9)<http:,,ar.inlim blogspot com,"##6,$#,anfis/sistemperkemihan html Diakses tanggal "" &gustus "##; pukul:$1 ## D-! http:))spiritia$or$id)cst)dok * www$ikcc$or$id diakses "" &gustus "##; ! Patofisiologi Konsep Klinis Proses"Proses Pen#akit$ Aakarta: EG( Sloane, Ethel "##1 &natomi dan 9isiologi <ntuk %emula Aakarta: EG( SmeltFer,

30