Anda di halaman 1dari 72

PLAXIS Versi 8

Manual Dinamik


DAFTAR ISI
i
DAFTAR ISI
1 Pendahuluan.................................................................................................1-1
1.1 Tentang manual ini ...............................................................................1-1
1.2 Fitur pembebanan dinamis dari Versi 8................................................1-2
2 Latihan..........................................................................................................2-1
2.1 Analisis dinamis dari mesin di atas pondasi elastis ..............................2-1
2.1.1 Masukan.....................................................................................2-1
2.1.2 Kondisi awal ..............................................................................2-5
2.1.3 Perhitungan ................................................................................2-5
2.1.4 Keluaran.....................................................................................2-7
2.2 Pemancangan tiang...............................................................................2-9
2.2.1 Kondisi awal ............................................................................2-12
2.2.2 Perhitungan ..............................................................................2-13
2.2.3 Keluaran...................................................................................2-14
2.3 Bangunan yang mengalami gempa .....................................................2-16
2.3.1 Kondisi awal ............................................................................2-18
2.3.2 Perhitungan ..............................................................................2-18
2.3.3 Keluaran...................................................................................2-20
3 Acuan............................................................................................................3-1
3.1 Masukan................................................................................................3-2
3.1.1 Pengaturan global.......................................................................3-2
3.1.2 Beban dan kondisi batas.............................................................3-3
3.1.3 Batas penyerap...........................................................................3-3
3.1.4 Beban eksternal dan perpindahan tertentu .................................3-4
3.1.5 Parameter model ........................................................................3-5
3.2 Perhitungan...........................................................................................3-8
3.2.1 Pemilihan analisis dinamik ........................................................3-9
3.2.2 Parameter analisis dinamik ........................................................3-9
3.2.3 Pengaturan manual prosedur iterasi .........................................3-11
3.2.4 Beban dinamis..........................................................................3-12
3.2.5 Aktivasi beban dinamis............................................................3-13
3.2.6 Beban harmonis .......................................................................3-13
3.2.7 Pengali beban terhadap waktu dari berkas data........................3-15
3.2.8 Pemodelan beban blok .............................................................3-17
3.3 Keluaran..............................................................................................3-17
3.4 Kurva ..................................................................................................3-18
4 Validasi dan verifikasi manual dinamik....................................................4-1
4.1 Perambatan gelombang satu dimensi....................................................4-1
4.2 Balok di atas dua tumpuan sederhana...................................................4-3
4.3 Penentuan cepat rambat gelombang Rayleigh ......................................4-5
4.4 Problema Lamb.....................................................................................4-7
MANUAL DINAMIK
ii PLAXIS Versi 8
4.5 Gelombang permukaan : Perbandingan dengan batas elemen............ 4-12
4.6 Beban pulsa pada sistem multi-lapis : Perbandingan dengan
elemen spektral ................................................................................... 4-13
5 Teori.............................................................................................................. 5-1
5.1 Persamaan dasar perilaku dinamis........................................................ 5-1
5.2 Integrasi waktu ..................................................................................... 5-2
5.2.1 Cepat rambat gelombang ........................................................... 5-3
5.2.2 Langkah waktu kritis ................................................................. 5-4
5.3 Batas model .......................................................................................... 5-4
5.3.1 Batas penyerap........................................................................... 5-5
5.4 Tegangan awal dan peningkatan tegangan ........................................... 5-6
6 Referensi ....................................................................................................... 6-1
PENDAHULUAN
1-1
1 PENDAHULUAN
Tanah dan struktur seringkali tidak hanya menerima beban statis akibat konstruksi
bangunan baik di dalam maupun di permukaan tanah, tetapi juga beban dinamis. Jika
beban tersebut cukup kuat, seperti pada gempa bumi, maka dapat mengakibatkan
kerusakan parah. Efek getaran dalam tanah dapat dianalisis dengan menggunakan
manual analisis dinamik dari PLAXIS.
Getaran atau vibrasi dapat berasal dari alam maupun buatan manusia. Di daerah
pemukiman, getaran dapat terjadi akibat pemancangan tiang, gerakan kendaraan, getaran
mesin maupun kereta api yang melintas. Sumber getaran alami di dalam tanah adalah
gempa bumi.
Efek dari getaran membutuhkan perhitungan dengan analisis dinamik saat frekuensi dari
beban dinamis pada tingkat yang sama atau lebih tinggi dari frekuensi alami media
penyalur getaran. Getaran dengan frekuensi rendah dapat dihitung dengan menggunakan
analisis pseudo-statis.
Dalam pemodelan respon dinamis dari massa tanah, inersia dari lapisan tanah dan
ketergantungan terhadap waktu ikut diperhitungkan. Selain itu, redaman dari material
dan/atau dari geometri juga ikut diperhitungkan. Pada saat awal, model linier elastis
dapat digunakan untuk simulasi efek dinamis, tetapi pada prinsipnya setiap model yang
tersedia dalam PLAXIS dapat digunakan.
Tekanan air pori berlebih dapat diperhitungkan dalam analisis jika perilaku tanah
diasumsikan tak terdrainase. Namun demikian, likuifaksi belum diikutsertakan dalam
Versi 8. Versi di masa depan diharapkan dapat melakukan simulasi fenomena ini.
Walaupun getaran umumnya mempunyai karakteristik 3D, tetapi dalam PLAXIS
Profesional Versi 8 model dinamis terbatas pada kondisi regangan bidang dan axi-
simetri.
Program perhitungan dinamis dikembangkan dalam kerjasama dengan Universitas
Joseph Fourier (University of Joseph Fourier) di Grenoble. Kerjasama ini sangat
dihargai.
1.1 TENTANG MANUAL INI
Manual ini akan menolong pengguna dalam memahami dan bekerja dengan Manual
Program Dinamik PLAXIS. Pengguna PLAXIS yang baru dapat mengacu pada Manual
Latihan.
Bab Latihan
Manual Dinamik dimulai dengan latihan. Pengguna disarankan untuk melakukan
seluruh latihan. Dalam latihan pertama, dipelajari pengaruh dari suatu sumber getaran
terhadap tanah disekitarnya. Latihan kedua berhubungan dengan pengaruh dari
MANUAL DINAMIK
1-2 PLAXIS Versi 8
pemancangan tiang. Latihan ketiga menganalisis efek dari gempa bumi terhadap
bangunan lima lantai.
Bab Acuan
Bagian kedua Manual Dinamik ini terdiri dari empat bab. Keempat bab ini menjelaskan
empat bagian dalam program PLAXIS (Masukan, Perhitungan, Keluaran dan Kurva)
dalam kaitannya dengan Manual Program Dinamik.
Bab Validasi/Verifikasi
Bagian ketiga membahas beberapa uji kasus yang digunakan untuk melakukan validasi
terhadap akurasi dan performa dari Manual Program Dinamik
Bab Teori
Dalam bagian keempat manual, diulas seenra singkat aspek teoritis dari model dinamik
yang digunakan dan diimplementasikan dalam PLAXIS.
1.2 FITUR PEMBEBANAN DINAMIS DARI VERSI 8
Metode penerapan beban dinamis dalam PLAXIS Versi 8 ke dalam proses perhitungan
serupa dengan Versi 7. Pembuatan dan penerapan beban dinamis dirangkum sebagai
berikut :
1. Dalam program Masukan :
Buat beban seperti sistem beban A atau B dan/atau perpindahan tertentu.
Atur beban yang bersangkutan (sistem beban A, B dan/atau perpindahan
tertentu) sebagai beban dinamis dengan menggunakan menu Beban.
2. Dalam program Perhitungan :
Aktifkan beban dinamis dengan menggunakan jendela masukan Pengali dalam
lembar-tab Pengali. Tombol aktif akan muncul untuk tiap beban.
Tidak seperti penentuan beban statis dalam Versi 8 (menggunakan Tahapan konstruksi),
beban dinamis ditentukan dengan menggunakan Faktor pengali dinamis. Faktor-faktor
pengali ini berlaku sebagai faktor skala terhadap pada nilai dari beban dinamis (yang
dimasukkan dalam program Masukan) untuk menghasilkan nilai beban aktual. Jika suatu
sistem beban tertentu diatur sebagai beban dinamis, beban tersebut pada awalnya tetap
diaktifkan, tetapi faktor pengali beban diatur sebesar nol dalam program Masukan.
Kemudian dalam program Perhitungan ditentukan bagaimana faktor pengali beban
(dinamis) berubah terhadap waktu dan bukan sebagai nilai masukan dari beban. Variasi
ketergantungan terhadap waktu dari pengali beban berlaku pada seluruh beban dalam
sistem beban bersangkutan.

LATIHAN
2-1
2 LATIHAN
Latihan ini bertujuan agar pengguna menjadi terbiasa dengan fitur-fitur dalam Manual
Dinamik PLAXIS. Pengguna baru dari PLAXIS agar mengacu pada Manual Latihan dari
keseluruhan manual (PLAXIS Versi 8). Pelajaran-pelajaran dalam bagian ini berkaitan
dengan tiga aplikasi dinamis secara spesifik dari program :
Mesin di atas pondasi elastis
model axi-simetri untuk getaran dari sumber tungal
interaksi tanah-struktur dinamis
batas penyerap standar
Pemancangan tiang
perilaku plastis
pengaruh dari air
Bangunan yang menerima beban gempa
analisis regangan bidang untuk masalah gempa bumi
penggunaan berkas SMC untuk masukan percepatan
batas gempa standar
2.1 ANALISIS DINAMIS DARI MESIN DI ATAS PONDASI ELASTIS
Dengan PLAXIS, dimungkinkan untuk melakukan simulasi dari interaksi tanah-struktur.
Dalam bab ini dipelajari pengaruh dari sumber getaran terhadap tanah disekelilingnya.
Untuk memodelkan sifat tiga dimensi dari permasalahan, digunakan model axi-simetri.
Redaman fisik akibat efek viskositas ikut diperhitungkan melalui redaman Rayleigh.
Selain itu, akibat bentuk model yang axi-simetri "redaman geometri" dapat menjadi
signifikan dalam atenuasi getaran.
Pemodelan kondisi batas merupakan salah satu faktor utama. Untuk menghindari
pantulan gelombang yang tidak benar pada batas model (yang dalam kenyataannya tidak
terjadi), kondisi khusus harus diterapkan untuk menyerap gelombang yang mencapai
batas dari model.
2.1.1 MASUKAN
Sumber getaran adalah sebuah mesin yang diletakkan di atas pondasi beton setebal
0.2 m dengan diameter 1 m, seperti ditunjukkan oleh Gambar 2.1. Osilasi yang
disebabkan oleh mesin disalurkan melalui pondasi ke lapisan tanah dibawahnya. Osilasi
ini disimulasikan sebagai pembebanan harmonis seragam, dengan frekuensi 10 Hz dan
MANUAL DINAMIK
2-2 PLAXIS Versi 8
amplitudo sebesar 10 kN/m
2
. Selain berat sendiri dari pondasi, berat mesin disumsikan
sebesar 8 kN/m
2
, dan dimodelkan sebagai beban merata.

mesin (generator)
1 m
lempung
kepasiran

Gambar 2.1 Mesin di atas lapisan tanah elastis
Model geometri
Permasalahan disimulasikan dalam model axi-simetri dengan mengunakan elemen
dengan 15 titik nodal. Model geometri ditunjukkan dalam Gambar 2.2. Gunakan [dtk]
(detik) sebagai satuan waktu, karena efek dinamis umumnya berkisar dalam bilangan
detik dan bukan dalam hari.
Batas model harus cukup jauh dari daerah yang ingin ditinjau, untuk menghindari
gangguan akibat pantulan yang mungkin terjadi. Meskipun tindakan khusus digunakan
untuk menghindari pantulan yang tidak dikehendaki (dengan batas penyerap), sedikit
gangguan akan selalu tetap terjadi dan meletakkan batas pada jarak yang cukup jauh
tetap merupakan kebiasaan yang baik. Dalam analisis dinamis, batas model umumnya
diambil lebih jauh dibandingkan dengan analisis statis. Untuk membuat geometri
permasalahan, langkah-langkah berikut perlu dilakukan :
Buat model geometri seperti pada Gambar 2.2.
Gunakan elemen pelat untuk memodelkan pondasi.
Gunakan jepit standar.
Gunakan beban merata (sistem A) pada pondasi untuk memodelkan berat mesin.
Gunakan beban merata (sistem B) pada pondasi untuk memodelkan beban dinamis.
Dalam menu Beban, atur Sistem beban dinamis pada sistem beban B.
Batas penyerap
Kondisi batas khusus harus ditentukan untuk memodelkan kenyataan bahwa
sesungguhnya tanah merupakan media yang semi tak berhingga. Tanpa kondisi batas
khusus ini gelombang akan dipantulkan pada batas model dan menyebabkan perturbasi
(perturbation). Untuk menghindari pantulan yang tidak diinginkan, batas penyerap
ditentukan pada batas bawah dan batas sisi kanan dari model.
LATIHAN
2-3
Untuk menambahkan batas penyerap Anda dapat menggunakan pilihan Batas penyerap
standar dalam menu Beban. Jika diperlukan, batas penyerap dapat diterapkan secara
manual sebagai berikut :
1. Gunakan pilihan Batas penyerap dalam menu Beban.
2. Klik pada titik kiri bawah dari geometri,
3. Arahkan pada titik kanan bawah dan klik lagi,
4. Lanjutkan dengan titik kanan atas dan klik lagi.
Hanya batas sisi kanan dan dasar saja yang diatur sebagai batas penyerap. Batas kiri
adalah sumbu simetri dan batas atas adalah permukaan bebas.

20
x
10
y
x = 0.5
batas
penyerap
jepit standar
0
A B

Gambar 2.2 Model dengan batas penyerap
Sifat-sifat material
Sifat dari lapisan tanah diberikan dalam Tabel 2.1. Lapisan merupakan tanah lempung
kepasiran yang diasumsikan berperilaku elastis. Modulus Young dalam Tabel 2.1
terlihat relatif tinggi. Hal ini akibat kekakuan dinamis dari tanah umumnya lebih besar
daripada kekakuan statis, karena pembebanan dinamis umumnya berlangsung cepat dan
menyebabkan regangan yang sangat kecil. Berat isi tanah yang digunakan adalah berat
isi tanah jenuh, namun keberadaan air tanah diabaikan.

Petunjuk : Saat menggunakan model Mohr-Coulomb atau model Linier Elastis,
kecepatan gelombang V
p
dan V
s
dihitung dari parameter elastis dan berat
isi tanah. V
p
dan V
s
juga dapat dimasukkan sebagai masukan, dan
kemudian parameter elastis dihitung secara otomatis. Lihat juga
pembahasan tentang parameter elastis dalam Bab 3.1.5 dan persamaan
kecepatan gelombang dalam Bab 5.2.1.

MANUAL DINAMIK
2-4 PLAXIS Versi 8
Tabel 2.1 Sifat-sifat material tanah
Parameter Simbol Nilai Satuan
Model material Model Elastis -
Jenis perilaku material Jenis Terdrainase -
Berat volume 20.0 kN/m
3

Modulus Young (konstanta) E
ref
50,000 kN/m
2

Angka Poisson 0.3 -

Pondasi mempunyai berat sebesar 5 kN/m
2
dan juga diasumsikan bersifat elastis. Sifat
material dari pondasi diberikan pada Tabel 2.2.
Tabel 2.2 Sifat-sifat material pondasi
Parameter Simbol Nilai Satuan
Kekakuan normal EA 7.6 10
6
kN/m
Kekakuan lentur EI 24,000 kNm
2
/m
Berat 5.0 kN/m/m
Angka Poisson 0.0 -

Pembentukan jaring elemen
Diperkirakan terjadi konsentrasi tegangan yang tinggi di daerah di bawah pondasi,
sehingga penghalusan jaring elemen disarankan dilakukan secara setempat. Jaring
elemen disusun dengan kekasaran global diatur sebagai "kasar" dan garis pondasi perlu
diperhalus dua kali. Hasilnya diberikan dalam Gambar 2.3.

Gambar 2.3 Geometri dan jaring elemen
LATIHAN
2-5
2.1.2 KONDISI AWAL
Tekanan air :
Karena air tidak diperhitungkan dalam contoh ini, pembentukan tekanan air dapat
dilewati.
Tegangan awal :
Tegangan awal dibentuk dengan Prosedur-K
0
, dengan menggunakan K
0
sebesar 0.5.
Dalam kondisi awal, pondasi dan beban statis belum ada sehingga pondasi dan beban
statis dinonaktifkan. Beban dinamik terlihat diaktifkan, tetapi nilai faktor pengalinya
secara otomatis diatur sebesar nol.
2.1.3 PERHITUNGAN
Terdapat tiga buah tahap perhitungan. Tahap pertama adalah pembuatan pondasi dan
penerapan beban statis (berat dari mesin). Tahap kedua adalah kondisi saat mesin mulai
dijalankan. Tahap ketiga mesin dimatikan dan tanah dibiarkan untuk bervibrasi atau
bergetar secara bebas. Dua tahap terakhir mengikutsertakan perhitungan dinamis.
Tahap 1 :
1. Pilih Perhitungan plastis dalam lembar-tab Umum.
2. Pilih Tahapan konstruksi dalam lembar-tab Parameter dan klik tombol Tentukan.
3. Klik pada elemen pelat dan pilih seluruh obyek dari jendela Pemilihan. Dengan
menggunakan pilihan Ubah, beban statis (sistem A) diatur ke 8 kN/m
2
. Perhatikan
bahwa nilai ini juga dapat diatur dari dalam program Masukan (lihat Manual
Acuan).
Tahap 2 :
Dalam tahap ini, beban harmonis vertikal dengan frekuensi 10 Hz dan amplitudo sebesar
10 kN/m
2
diterapkan untuk memodelkan getaran yang dihasilkan oleh mesin. Digunakan
lima buah siklus dengan interval waktu sebesar 0.5 detik
1. Pilih Analisis dinamik dalam lembar-tab Umum.
2. Gunakan nilai 100 pada Langkah tambahan.
3. Atur perpindahan ke nol.
4. Atur Interval waktu sebesar 0.5 dtk.
5. Pilih Faktor pengali total dan klik tombol Tentukan.
6. Klik tombol disamping MloadB dalam lembar-tab Pengali untuk melanjutkan
dengan penentuan beban dinamis.
MANUAL DINAMIK
2-6 PLAXIS Versi 8
7. Klik pilihan Pengali beban harmonis dalam jendela Pembebanan dinamis - Sistem
Beban B.
8. Atur Pengali amplitudo sebesar 10, frekuensi sebesar 10 Hz dan Sudut tahap awal
sebesar nol (lihat Gambar 2.4).

Gambar 2.4 Beban harmonis
Tahap 3 :
Dalam tahap ini, mesin dimatikan. Tanah akan bergetar secara bebas setelah eksitasi
atau pemicu awal.
1. Pilih Analisis dinamik dalam lembar-tab Umum.
2. Gunakan nilai 100 pada Langkah tambahan.
3. Atur Interval waktu sebesar 0.5 dtk. Perkiraan waktu akhir adalah 1 detik.
4. Pilih Faktor pengali total dan klik tombol Tentukan.
5. Klik tombol disamping MloadB dalam lembar-tab Pengali. Atur seluruh
parameter sebesar nol dalam jendela pembebanan dinamis.
Sebelum menjalankan perhitungan, pilih beberapa titik di permukaan pada jarak sekitar
1.4 m, 1.9 m dan 3.6 m. Titik-titik ini akan digunakan dalam program Kurva untuk
menggambarkan deformasi sebagai fungsi dari waktu. Sekarang Anda dapat memulai
perhitungan.
Perhitungan tambahan dengan redaman :
Dalam perhitungan kedua, redaman material diperhitungkan dengan menggunakan
redaman Rayleigh. Redaman Rayleigh dapat dimasukkan dalam kumpulan data material.
Langkah-langkah berikut perlu dilakukan :
Jalankan program Masukan dan pilih pembuatan proyek.
Simpan proyek dengan nama lain.
Buka kumpulan data material dari tanah. Dalam lembar-tab Umum klik pada
tombol Tingkat lanjut.
LATIHAN
2-7
Ubah parameter redaman Rayleigh dan masing-masing ke 0.001 dan 0.01,
seperti ditunjukkan dalam Gambar 2.5.

Gambar 2.5 Masukan redaman Rayleigh
2.1.4 KELUARAN
Program Kurva secara khusus sangat berguna untuk analisis dinamik. Anda dapat
dengan mudah menampilkan beban aktual terhadap waktu (masukan) dan juga
perpindahan, kecepatan serta percepatan dari titik-titik yang telah dipilih sebelumnya
terhadap waktu. Gambar 2.6 menunjukkan perubahan dari beban yang bekerja terhadap
waktu, seperti ditentukan dalam tahap perhitungan 2 dan 3.

0 0.2 0.4
0.6
0.8 1
-10
-5
0
5
10
Waktu dinamik [dtk]
Sistem beban B

Gambar 2.6 Kurva beban-waktu
MANUAL DINAMIK
2-8 PLAXIS Versi 8
Gambar 2.7 menunjukkan respon dari titik-titik yang dipilih di permukaan. Dapat dilihat
bahwa walaupun tanpa redaman, gelombang terdisipasi dan hal ini dapat disebut sebagai
redaman geometri. Keberadaan redaman ditunjukkan dengan jelas dalam Gambar 2.8.
Dapat terlihat juga bahwa getaran berhenti total setelah penghentian gaya (setelah t = 0.5
dtk). Selain itu, amplitudo perpindahan juga lebih kecil. Bandingkan Gambar 2.7 (tanpa
redaman) dengan Gambar 2.8 (dengan redaman).
Dalam program Keluaran dimungkinkan untuk menampilkan perpindahan, kecepatan
dan percepatan pada waktu tertentu, dengan menggunakan pilihan yang sesuai dalam
menu Deformasi. Gambar 2.9 menunjukkan percepatan total dalam tanah pada akhir
tahap 2 (t = 0.5 dtk).
-4.00E-05
-2.00E-05
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0
0.0
2.00E-05
4.00E-05
Waktu [dtk]
Perpindahan [m]
Legenda
Titik pada (1.4 ,10)
Titik pada (1.9 ,10)
Titik pada (3.6 ,10)

Gambar 2.7 Grafik Perpindahan vs Waktu di permukaan pada beberapa jarak yang
berbeda dari sumber getaran. Tanpa redaman (- dan -Rayleigh = 0).
-2.00E-05
-1.00E-05
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0
-3.00E-05
0.0
1.00E-05
2.00E-05
3.00E-05
Waktu [dtk]
Perpindahan [m]
Legenda
Titik pada (1.4 ,10)
Titik pada (1.9 ,10)
Titik pada (3.6 ,10)

Gambar 2.8 Grafik Perpindahan vs Waktu. Dengan redaman ( = 0.001; = 0.01).
LATIHAN
2-9

Gambar 2.9 Percepatan total dalam tanah pada akhir tahap 2
2.2 PEMANCANGAN TIANG
Contoh ini membahas pemancangan tiang beton menembus lapisan lempung setebal
11.0 m hingga mencapai lapisan pasir, seperti ditunjukkan pada Gambar 2.10.
tiang 0.4 m
11 m
7 m
lempung
pasir

Gambar 2.10 Situasi pemancangan tiang
MANUAL DINAMIK
2-10 PLAXIS Versi 8
Tiang mempunyai diameter 0.4 m. Pemancangan tiang merupakan suatu proses dinamik
yang menyebabkan getaran pada tanah disekelilingnya. Selain itu, tekanan air pori
berlebih juga terbentuk akibat peningkatan tegangan yang terjadi dengan cepat di sekitar
tiang.
Fokus dalam contoh ini adalah deformasi yang tidak dapat kembali seperti semula di
bawah tiang. Untuk memodelkan proses ini secara realistis, perilaku dari lapisan pasir
dimodelkan dengan model Hardening Soil.
Model geometri
Geometri menggunakan model axi-simetri dimana tiang pancang diletakkan sepanjang
sumbu simetri (lihat Gambar 2.11). Dalam Pengaturan global, digunakan percepatan
gravitasi standar (9.8 m/dtk
2
). Satuan waktu diatur ke detik [dtk].
A
30 0
18
x = 0.2
y
x
batas
penyerap
jepit standar
antarmuka
y=7
y=6.6

Gambar 2.11 Model geometri dari permasalahan pemancangan tiang
lempung
pasir
antarmuka
Antarmuka yang diperpanjang
(0.2, 6.6)
(0.2, 7.0)
(0.0, 7.0)
Tiang

Gambar 2.12 Antarmuka yang diperpanjang
Baik tanah maupun tiang pancang dimodelkan dengan menggunakan elemen dengan 15
titik nodal. Lapisan tanah dibagi menjadi lapisan lempung setebal 11 m dan lapisan pasir
setebal 7 m. Elemen antarmuka diletakkan di sekeliling tiang untuk memodelkan
interaksi antara tiang dengan tanah. Antarmuka harus diperpanjang hingga sekitar 0.5 m
LATIHAN
2-11
ke dalam lapisan pasir (lihat Gambar 2.12). Pemodelan interaksi antara tiang-tanah yang
benar merupakan hal yang penting untuk mengikutsertakan redaman material yang
diakibatkan oleh gesekan tanah sepanjang tiang selama proses penetrasi dan untuk
memberikan fleksibilitas yang memadai di sekitar ujung tiang. Gunakan pilihan perbesar
untuk menggambar model tiang dan antarmuka.
Batas dari model diambil cukup jauh untuk menghindari pengaruh dari kondisi batas
model. Batas penyerap standar digunakan pada dasar dan sisi kanan dari batas model
untuk menghindari pantulan yang tidak benar. Untuk memodelkan gaya pemancangan,
sebuah beban merata (Sistem A) dibuat di atas tiang.
Sifat-sifat material
Lapisan lempung dimodelkan dengan menggunakan model Mohr-Coulomb. Perilaku
material diatur sebagai tak terdrainase. Faktor reduksi kekuatan antarmuka digunakan
untuk memodelkan reduksi gesekan yang terjadi pada selimut tiang. Untuk memodelkan
deformasi non-linier di bawah ujung tiang secara benar, lapisan pasir dimodelkan
dengan menggunakan model Hardening Soil. Karena proses pembebanan yang cepat,
lapisan pasir juga dianggap berperilaku tak terdrainase. Antarmuka yang pendek dalam
lapisan pasir tidak memodelkan interaksi tanah-struktur, sehingga faktor reduksi
kekuatan antarmuka harus diambil sebesar satu (kaku). Tiang pancang terbuat dari
beton, yang dimodelkan dengan menggunakan model linier elastis dan berperilaku tidak
porous. Pada saat awal, tiang belum ada, sehingga sifat lempung juga diterapkan pada
klaster untuk tiang pancang. Parameter dari dua lapisan tanah dan tiang beton diberikan
dalam Tabel 2.3.
Tabel 2.3 Sifat-sifat material tanah dan tiang pancang
Parameter Simbol Lempung Pasir Tiang Satuan
Model material Model Mohr-Coulomb Hardening Soil Linier Elastis -
Jenis perilaku Jenis Tak terdrainase Tak terdrainase Tanpa-pori -
Berat isi di atas
muka air tanah

unsat
16 17 24 kN/m
3

Berat isi di bawah
muka air tanah

sat
18 20 - kN/m
3

Modulus Young E
ref
15,000 50,000 310
7
kN/m
2

Modulus oedometer E
oed
- 50,000 - kN/m
2

Pangkat m - 0.5 - -
Mod. pengurangan
beban
E
ur
- 150,000 - kN/m
2

Angka Poisson 0.3 0.2 0.1 -
Tegangan acuan p
ref
- 100 - kN/m
2

Kohesi c 2 1 - kN/m
2

Sudut geser 24 31 -
Sudut dilatansi 0 0 -
Reduksi kekuatan
antarmuka
R
inter
0.3 1.0 (kaku) 1.0 (kaku) -
MANUAL DINAMIK
2-12 PLAXIS Versi 8
Harus diperhatikan bahwa terdapat perbedaan besar pada cepat rambat gelombang
di antara lapisan lempung dan tiang beton akibat perbedaan kekakuan material yang
besar. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan waktu yang kecil (sub-langkah
dalam jumlah yang besar) dalam prosedur peningkatan waktu secara otomatis. Hal
ini akan menyebabkan proses perhitungan yang sangat lama. Sub-langkah yang
terlalu banyak juga dapat diakibatkan oleh ukuran elemen (lokal) yang sangat kecil.
Dalam situasi seperti itu tidaklah penting untuk mengikuti kriteria peningkatan
waktu secara otomatis. Anda dapat mereduksi jumlah dari sub-langkah pada
Pengaturan manual dalam Prosedur iterasi (Bab 3.2.3).
Jika digunakan model Hardening Soil, kecepatan gelombang tidak ditampilkan
karena nilainya selalu berubah-ubah, yang diakibatkan oleh kekakuan yang
bergantung pada tegangan yang bekerja.
Penyusunan jaring elemen
Jaring elemen disusun dengan tingkat kekasaran global diatur pada kasar (pra-pilih).
Penghalusan secara lokal perlu dilakukan pada klaster dari tiang pancang. Hasil dari
penyusunan jaring elemen diberikan pada Gambar 2.13.
A
30
0
18
y
x

Gambar 2.13 Jaring elemen hingga untuk permasalahan pemancangan tiang
2.2.1 KONDISI AWAL
Tekanan air :
Garis freatik diasumsikan berada pada permukaan tanah. Tekanan air pori hidrostatik
dihitung pada seluruh model geometri berdasarkan garis freatik ini.
Tegangan awal :
Tegangan efektif awal dihitung berdasarkan Prosedur-K
0
, dengan menggunakan nilai
pra-pilih. Perhatikan bahwa dalam kondisi awal tiang belum ada sehingga sifat lapisan
lempung diterapkan pada klaster untuk tiang.
LATIHAN
2-13
2.2.2 PERHITUNGAN
Perhitungan terdiri dari tiga tahapan. Tahap pertama adalah aktivasi dari tiang pancang.
Tahap kedua adalah tiang yang menerima pukulan, yang disimulasikan dengan
mengaktifkan setengah siklus harmonis dari sistem beban A. Pada tahap ketiga beban
diatur sebesar nol dan respon dinamis dari tiang dan tanah dianalisis terhadap waktu.
Dua tahap perhitungan yang terakhir melibatkan perhitungan dinamis.
Tahap 1 :
1. Pilih jenis perhitungan Plastis dalam lembar-tab Umum.
2. Pilih Tahapan konstruksi dalam lembar-tab Parameter.
3. Terapkan sifat tiang pada klaster untuk tiang pancang.
Tahap 2 :
1. Pilih jenis perhitungan Analisis dinamik dalam lembar-tab Umum.
2. Gunakan Langkah tambahan standar (250).
3. Atur perpindahan menjadi nol.
4. Masukkan 0.01 dtk untuk Interval waktu.
5. Pilihan Pengaturan manual dalam Prosedur iterasi dan klik tombol Tentukan. Nilai
awal Sub-langkah dinamis cukup besar, akibat beda kecepatan gelombang yang
besar dan ukuran elemen yang kecil (lihat bahasan sebelumnya pada sifat material).
Atur jumlah Sub-langkah dinamis sebesar 1 dan gunakan pengaturan lainnya sesuai
dengan nilai pra-pilih.
6. Klik disamping Sistem beban A dalam lembar-tab Pengali untuk mengaktifkan
beban dinamis. Masukkan nilai seperti ditunjukkan dalam Gambar 2.14.

Gambar 2.14 Parameter pembebanan dinamis
MANUAL DINAMIK
2-14 PLAXIS Versi 8
Hasil dari tahap ini adalah sebuah setengah siklus harmonis dari beban eksternal pada
sistem A. Pada akhir dari tahap ini, beban kembali menjadi nol.
Tahap 3 :
1. Pilih jenis perhitungan Analisis dinamik dalam lembar-tab Umum.
2. Gunakan Langkah tambahan standar (250).
3. Masukkan 0.19 dtk untuk Interval waktu.
4. Pilihan Pengaturan manual dalam Prosedur iterasi dan klik tombol Tentukan. Atur
nilai Sub-langkah dinamis sebesar 1. Hal ini menghasilkan waktu yang setara
dengan tahap 2 dan 3.
5. Dalam lembar-tab Pengali, seluruh nilai pengali menggunakan nilai pra-pilihnya.
6. Klik disamping Sistem beban A dalam lembar-tab Pengali dan atur seluruh
parameter dalam jendela Beban dinamis menjadi nol.
7. Pilih sebuah titik nodal pada ujung atas tiang untuk kurva beban-perpindahan.
2.2.3 KELUARAN
Gambar 2.15 menunjukkan penurunan dari tiang (ujung atas) terhadap waktu. Dari
gambar ini dapat ditentukan hal-hal berikut :
Penurunan vertikal maksimum dari ujung atas tiang akibat pukulan tunggal ini
adalah sekitar 24 mm. Namun penurunan final adalah hampir sebesar 22 mm.
Sebagian besar dari penurunan terjadi pada tahap 3 setelah pukulan terjadi. Hal ini
diakibatkan oleh fakta bahwa gelombang tekan masih merambat ke bawah di dalam
tiang, yang mengakibatkan terjadinya penurunan tambahan.
Meskipun redaman Rayleigh tidak digunakan, getaran dari tiang tetap mengalami
redaman akibat plastisitas tanah dan fakta bahwa energi gelombang diserap oleh
batas penyerap.
Pada keluaran dari tahap perhitungan kedua (t = 0.01 dtk, yaitu tepat setelah pukulan),
terlihat bahwa tekanan air pori yang besar terjadi secara lokal di sekitar ujung tiang. Hal
ini mereduksi kuat geser dari tanah dan menyebabkan terjadinya penetrasi tiang ke
dalam lapisan pasir. Tekanan air pori berlebih tersebut juga tetap ada pada tahap ketiga
akibat konsolidasi tidak diikutsertakan dalam perhitungan.
Gambar 2.16 menunjukkan tegangan geser dalam elemen antarmuka pada t = 0.01 dtk.
Tampilan ini diperoleh dengan menggunakan faktor skala manual sebesar 10 dan
memperbesar tampilan di daerah tegangan sepanjang tiang. Tampilan tersebut
menunjukkan bahwa tegangan geser maksimum tercapai di sepanjang tiang, yang
merupakan indikasi bahwa terjadi longsoran sepanjang tiang.
Saat melihat jaring elemen terdeformasi pada tahap perhitungan terakhir (t = 0.2 dtk),
juga dapat dilihat bahwa penurunan final dari tiang adalah sekitar 22 mm. Untuk melihat
LATIHAN
2-15
seluruh proses dinamis disarankan untuk menggunakan pilihan Buat animasi untuk
menampilkan sebuah "film" dari proses deformasi jaring elemen terhadap waktu. Anda
akan melihat bahwa bagian pertama dari animasi lebih lambat dibandingkan bagian
kedua.

Gambar 2.15 Penurunan tiang terhadap waktu

ke bawah sepanjang tiang (antarmuka)
tegangan geser
tegangan geser maksimum
seperti didefinisikan oleh
kriteria Mohr-Coulomb

Gambar 2.16 Tegangan geser pada antarmuka saat t = 0.01 dtk
0 0.05 0.1 0.15 0.2
-0.025
-0.02
-0.015
-0.01
-5e-3
0
Uy [m]
Waktu [dtk]
MANUAL DINAMIK
2-16 PLAXIS Versi 8
2.3 BANGUNAN YANG MENGALAMI GEMPA
Contoh ini menggambarkan perilaku bangunan 4 lantai saat mengalami gempa bumi.
Digunakan akselerogram dari sebuah gempa yang direkam oleh USGS pada tahun 1989
untuk analisis ini. Akselerogram tersebut direkam dalam format SMC (Strong Motion
CD-ROM) yang dapat dibaca dan diinterpretasikan oleh PLAXIS (Bab 3.2.7).
Masukan
Bangunan terdiri dari 4 lantai dan sebuah basement. Lebar dari bangunan adalah 6 m
dan tingginya 25 m. Tinggi total dari permukaan tanah adalah 4 3 = 12 m dan
basement sedalam 2 m. beban mati dan persentase beban hidup yang bekerja pada tiap
lantai disatukan dan mencapai 5 kN/m
2
. Nilai ini diambil sebagai berat dari lantai dan
dinding bangunan.
Model geometri
Panjang dari bangunan jauh lebih besar dari pada lebarnya. Gempa bumi juga akan
mempunyai efek dominan pada arah lebar dari bangunan. Karena itu, analisis regangan
bidang dapat diterapkan pada permasalahan ini. Elemen dengan 15 titik nodal dipakai
untuk memodelkan situasi ini. Satuan waktu diatur ke detik [dtk]. Satuan yang lain tetap
menggunakan satuan pra-pilih (panjang: [m], gaya: [kN]).
Lapisan tanah berupa lapisan yang relatif lunak setebal 20 m, berada di atas formasi
batuan. Lapisan batuan ini tidak dimodelkan. Bangunan tersebut menggunakan elemen
pelat dengan 5 buah titik nodal. Klaster dari bangunan diisi oleh material tanah saat
penyusunan jaring elemen, tetapi klaster-klaster tersebut kemudian dinonaktifkan dalam
kondisi awal.

elemen
balok
batas
penyerap
batas
penyerap
perpindahan tertentu 100 0
20
y=32
jepit standar
y=18

Gambar 2.17 Model geometri dengan kondisi batas gempa standar
Batas vertikal diambil relatif jauh dari bangunan. Redaman fisik dari bangunan dan
lapisan tanah disimulasikan dengan menggunakan redaman Rayleigh (Bab 3.1.5).
Gempa bumi dimodelkan dengan memberikan perpindahan tertentu pada batas dasar
dari model. Berbeda dengan satuan dasar untuk panjang yang digunakan PLAXIS [m],
satuan perpindahan dalam format SMC adalah [cm]. Karena itu nilai masukan dari
perpindahan tertentu diatur sebesar 0.01 m. (Jika menggunakan [ft] untuk satuan
LATIHAN
2-17
panjang, nilai ini adalah sebesar 0.0328 ft). Komponen vertikal dari perpindahan tertentu
diatur sebesar nol (u
x
= 0.01 m dan u
y
= 0.00 m). Pada batas vertikal yang berada jauh
dari bangunan, digunakan batas penyerap untuk menyerap gelombang yang bergerak ke
arah luar dari model. PLAXIS memiliki pengaturan pra-pilih yang mudah digunakan
untuk membentuk kondisi batas standar untuk beban gempa dengan menggunakan
berkas SMC (Batas gempa standar). Pilihan ini dapat digunakan dengan memilihnya
dari menu Beban. Dengan cara ini kondisi batas seperti ditentukan di atas akan dibentuk
secara otomatis (lihat Gambar 2.17).
Sifat-sifat material
Sifat lapisan tanah diberikan dalam Tabel 2.4. Lapisan tanah berupa lanau (loam) yang
diasumsikan bersifat linier elastis. Kekakuannya lebih tinggi daripada yang digunakan
dalam analisis statik, karena pembebanan dinamis umumnya terjadi dengan cepat dan
hanya menyebabkan regangan yang sangat kecil. Keberadaan air tanah diabaikan.
Bangunan juga dianggap bersifat linier elastis. Dinding dan lantai bangunan
menggunakan sifat pelat yang sama, yang diberikan dalam Tabel 2.5.
Tabel 2.4 Sifat-sifat material tanah
Parameter Simbol Nilai Satuan
Model material Model Elastis -
Jenis perilaku material Jenis Terdrainase -
Berat volume 17.0 kN/m
3

Modulus Young (konstanta) E
ref
30,000 kN/m
2

Angka Poisson 0.2 -
Redaman Rayleigh dan 0.01 -

Dengan menganggap percepatan gravitasi sebesar 9.8 m/dtk
2
, sifat di atas adalah
ekivalen dengan cepat rambat gelombang geser sebesar kurang-lebih 85 m/dtk dan
kecepatan gelombang tekan sebesar kurang-lebih 140 m/dtk.
Tabel 2.5 Sifat-sifat material bangunan (sifat pelat)
Parameter Simbol Nilai Satuan
Model material Model Elastis -
Kekakuan normal EA 510
6
kN/m
Kekakuan lentur EI 9,000 kNm
2
/m
Berat w 5.0 kN/m/m
Angka Poisson 0.0 -
Redaman Rayleigh dan 0.01 -

Penyusunan jaring elemen
Untuk penyusunan jaring elemen, kekasaran global diatur pada tingkat kasar dan klaster
di dalam bangunan diperhalus satu kali. Hal ini diperlukan karena konsentrasi tegangan
MANUAL DINAMIK
2-18 PLAXIS Versi 8
yang tinggi diperkirakan akan terjadi pada bangunan serta dasar dari bangunan (lihat
Gambar 2.18).
20
0
100
x
y

Gambar 2.18 Jaring elemen hingga
2.3.1 KONDISI AWAL
Tekanan air :
Perhitungan tekanan air dapat dilewati karena tekanan air pori tidak ikut diperhitungkan
dalam contoh ini.
Tegangan awal :
Dalam kondisi awal bangunan belum ada; karena itu elemen-elemen pelat dan klaster-
klaster di atas permukaan tanah harus dinonaktifkan. Kondisi awal dari tegangan
dihitung dengan menggunakan Prosedur-K
0
, dengan nilai K
0
sebesar 0.5 untuk seluruh
klaster yang aktif.
2.3.2 PERHITUNGAN
Perhitungan terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah perhitungan plastis normal saat
bangunan diaktifkan. Tahap kedua merupakan analisis dinamik dimana beban gempa
dimodelkan. Untuk melakukan analisis dari efek gempa secara mendetil maka
perpindahan diatur menjadi nol pada awal tahap perhitungan ini.
Tahap 1 :
1. Pilih jenis perhitungan Plastis dalam lembar-tab Umum.
2. Pilih Tahapan konstruksi sebagai masukan pembebanan dalam lembar-tab
Parameter dan klik Tentukan.
3. Aktifkan elemen-elemen pelat dari bangunan dan nonaktifkan kalster tanah yang
berada dalam basement.
LATIHAN
2-19
20
0
100
x
y

Gambar 2.19 Tahap konstruksi bangunan
Tahap 2 :
1. Pilih Analisis dinamik untuk jenis perhitungan dalam lembar-tab Umum.
2. Atur jumlah Langkah tambahan sebesar 250 dalam lembar-tab Parameter.
3. Aktifkan Atur perpindahan menjadi nol.
4. Atur Interval waktu sebesar 10 dtk.
5. Pilihan Pengaturan manual dalam Prosedur iterasi. Atur Sub-langkah dinamis
sebesar 1
6. Klik tombol Tentukan.
7. Pilih lembar-tab Pengali.
8. Klik disamping faktor pengali total Mdisp.
9. Pilih Pengali beban dari berkas data.

Gambar 2.20 Pemilihan berkas SMC
MANUAL DINAMIK
2-20 PLAXIS Versi 8
10. Pilih berkas data SMC yang diinginkan (225A.smc). Berkas ini dapat ditemukan
dalam direktori program PLAXIS. Data yang disediakan dalam berkas ini adalah
sebuah akselerogram, sehingga pilihan Percepatan (percepatan) harus diaktifkan
dari kotak Isi berkas (lihat Gambar 2.20).
11. Klik tombol OK.
12. Pilih titik-titik untuk kurva beban-perpindahan pada bagian puncak bangunan, pada
bagian dasar basement dan pada bagian dasar jaring elemen. Sekarang Anda dapat
memulai perhitungan.

Petunjuk : PLAXIS mengasumsikan bahwa berkas data berada dalam direktori proyek
saat ini jika direktori tidak ditentukan dalam jendela Beban dinamis.
> Dalam berkas SMC, data diberikan untuk tiap 0.005 dtk (200 nilai tiap
detik). Ukuran langkah perhitungan tidak ada kaitannya dengan data yang
diberikan dalam berkas tersebut, tetapi program perhitungan akan
melakukan interpolasi untuk nilai yang sesuai dengan waktu aktual dari
tiap langkah.

2.3.3 KELUARAN
Perpindahan horisontal maksimum pada puncak bangunan adalah sebesar 75 mm dan
terjadi pada t = 4.8 dtk. Gambar 2.21 menunjukkan jaring elemen terdeformasi pada
waktu tersebut. Program Keluaran juga menyediakan data dari kecepatan dan
percepatan. Percepatan horisontal maksimum pada puncak bangunan adalah sebesar
3.44 m/dtk
2
(0.34 G) dan terjadi saat t = 2.88 dtk (lihat Gambar 2.22).
Gambar 2.23 dan Gambar 2.24 masing-masing menunjukkan kurva waktu-perpindahan
dan waktu-percepatan pada dasar dari jaring elemen, pada dasar basement dan pada
puncak bangunan. Dari Gambar 2.24 dapat terlihat bahwa percepatan maksimum pada
puncak bangunan jauh lebih besar dibandingkan percepatan dari gempa itu sendiri.

Gambar 2.21 Jaring elemen terdeformasi pada t = 4.80 dtk (langkah 121).
Deformasi horisontal maksimum pada puncak bangunan: u
x
= 75 mm
LATIHAN
2-21

Gambar 2.22 Percepatan horisontal pada t = 2.88 dtk (langkah 73).
Nilai maksimum pada puncak bangunan: a
x
= 3.44 m/dtk
2


0 2.0 4.0 6.0 8.0 10.0
-0.08
-0.04
0.00
0.04
0.08
Waktu [dtk]
Perpindahan [m]
Legenda
Dasar jaring elemen
Dasar basement
Puncak bangunan

Gambar 2.23 Kurva waktu-perpindahan pada dasar jaring elemen,
dasar basement dan puncak bangunan
MANUAL DINAMIK
2-22 PLAXIS Versi 8

0 2.0 4.0 6.0 8.0 10.0
-4.0
-2.0
0.0
2.0
4.0
Waktu [dtk]
Percepatan [m/dtk2]
Legenda
Dasar jaring elemen
Dasar basement
Puncak bangunan

Gambar 2.24 Kurva waktu-percepatan pada dasar jaring elemen,
dasar basement dan puncak bangunan

ACUAN
3-1
3 ACUAN
Prosedur untuk melakukan analisis dinamik dengan PLAXIS serupa dengan prosedur
analisis statik. Prosedur ini memerlukan pembuatan model geometri, penyusunan jaring
elemen, perhitungan tegangan awal, penentuan dan pelaksanaan perhitungan, serta
evaluasi hasil yang diperoleh. Untuk penjelasan mengenai fungsi-fungsi dasar dalam
PLAXIS, Anda disarankan untuk membaca Manual Latihan dan Manual Acuan dari
Manual PLAXIS Versi 8.
Dalam manual ini ditekankan fungsi dari Manual Dinamik. Urutan kerja untuk analisis
dinamik dalam PLAXIS dijelaskan berikut ini :
Masukan :
Pengaturan global
Beban dan Kondisi batas
Perpindahan tertentu
Pengaturan sistem beban dinamis
Batas penyerap
Parameter elastis
Redaman material
Perhitungan :
Pemilihan analisis dinamik
Parameter
Faktor pengali
Keluaran :
Animasi
Kecepatan
Percepatan
Kurva :
Kecepatan
Percepatan
Masukan dan respon spektra
MANUAL DINAMIK
3-2 PLAXIS Versi 8
3.1 MASUKAN
Topik-topik berikut akan dibahas dalam bab ini :
Pengaturan global
Beban dan Kondisi batas
Perpindahan tertentu
Batas penyerap
Parameter elastis
3.1.1 PENGATURAN GLOBAL
Dalam Pengaturan global dari sebuah proyek baru Anda dapat menentukan kondisi
dasar untuk analisis dinamik yang akan dilakukan. Analisis dinamik dalam PLAXIS
secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua jenis permasalahan :
Getaran sumber-tunggal
Gempa
Getaran sumber-tunggal
Permasalahan getaran sumber-tunggal seringkali dimodelkan dengan menggunakan
model axi-simetri, tidak seperti analisis deformasi statis yang umumnya menggunakan
model regangan bidang. Hal ini karena gelombang pada sistem axi-simetri akan
menyebar dalam pola yang serupa dengan penyebaran gelombang pada sistem tiga
dimensi. Dalam sistem ini penyebaran energi akan menyebabkan atenuasi gelombang
terhadap jarak. Efek ini dapat dikaitkan sebagai redaman geometri, yang secara definisi
telah diikutsertakan dalam model axi-simetri. Dalam permasalahan getaran sumber-
tunggal, redaman geometri umumnya memberikan kontribusi yang paling penting
terhadap redaman dari sistem. Oleh karena itu, untuk permasalahan getaran sumber-
tunggal, perlu menggunakan model axi-simetri.
Gempa
Dalam permasalahan gempa, sumber beban dinamis umumnya diberikan sepanjang
dasar dari model untuk menghasilkan gelombang geser yang merambat ke permukaan.
Jenis permasalahan seperti ini umumnya disimulasikan dengan menggunakan model
regangan bidang. Perhatikan bahwa model regangan bidang tidak mengikutsertakan
redaman geometri. Karena itu redaman material perlu digunakan untuk memperoleh
hasil yang realistis (Bab 3.1.5).
Percepatan gravitasi
Secara pra-pilih, percepatan gravitasi bumi, g, diatur sebesar 9.8 m/dtk
2
. Nilai ini
digunakan untuk menghitung kepadatan material, [kg/m
3
], dari berat isi, ( = /g).
ACUAN
3-3
Satuan
Dalam analisis dinamik satuan waktu umumnya diatur ke [detik] dan tidak
menggunakan satuan pra-pilih [hari]. Karena itu, untuk analisis dinamik satuan waktu
harus senantiasa diubah dalam jendela Pengatuan global. Namun demikian, hal ini tidak
harus dilakukan karena dalam PLAXIS, Waktu dan Waktu dinamis merupakan parameter
yang berbeda. Interval waktu dalam analisis dinamik selalu merupakan waktu dinamis
dan PLAXIS selalu menggunakan detik [dtk] sebagai satuan dari Waktu dinamis. Dalam
kasus dimana analisis dinamik dan analisis konsolidasi digunakan, satuan dari Waktu
dapat dibiarkan sebagai [hari] sedangkan Waktu dinamis dalam detik [dtk].
3.1.2 BEBAN DAN KONDISI BATAS
Setelah pembuatan model geometri untuk analisis dinamik, beban dan kondisi batas
dapat diterapkan. Menu Beban memuat berbagai pilihan untuk penggunaan berbagai
kondisi khusus dalam analisis dinamik :
Batas penyerap
Perpindahan tertentu
Beban eksternal (beban merata dan terpusat)
Pengaturan sistem beban dinamis
Kondisi batas standar
Jepit standar, seperti yang digunakan untuk permasalahan statis, juga dapat digunakan
untuk perhitungan dinamis.
3.1.3 BATAS PENYERAP
Batas penyerap digunakan untuk menyerap peningkatan tegangan pada batas model
yang disebabkan oleh beban dinamis, yang jika tidak diserap maka akan dipantulkan ke
dalam massa tanah.
Dalam PLAXIS Anda dapat menerapkan batas penyerap secara mudah hanya dengan
memilih Batas penyerap standar dari menu Beban. Namun untuk pengaturan secara
manual, masukan dari batas penyerap serupa dengan masukan untuk kondisi jepit (lihat
Bab 3.4.2 dari Manual Acuan PLAXIS Versi 8).
Batas penyerap standar
Untuk getaran sumber-tunggal, PLAXIS mempunyai pengaturan pra-pilih untuk
menerapkan batas penyerap secara benar. Pilihan ini dapat diaktifkan dari menu Beban.
Untuk model regangan bidang, batas penyerap standar diterapkan pada sisi kiri, sisi
kanan dan dasar dari batas model. Untuk model axi-simetri, batas penyerap standar
hanya diterapkan pada sisi kanan dan dasar dari batas model.
MANUAL DINAMIK
3-4 PLAXIS Versi 8
Batas gempa standar
PLAXIS memiliki pengaturan pra-pilih yang mudah digunakan saat membuat kondisi
batas standar untuk beban gempa. Pilihan ini dapat diaktifkan dari menu Beban. Dengan
memilih Batas gempa standar, program secara otomatis akan membentuk batas
penyerap di sisi kiri dan sisi kanan batas vertikal model, dan perpindahan tertentu
dengan u
x
= 0.01 m dan u
y
= 0.00 m pada batas bawah model (lihat juga pembahasan
berikut ini).
3.1.4 BEBAN EKSTERNAL DAN PERPINDAHAN TERTENTU
Dalam PLAXIS Versi 8 masukan dari beban dinamis serupa dengan beban statis (Bab 3.4
dari Manual Acuan). Di sini, pilihan beban eksternal standar (beban terpusat dan beban
merata dalam sistem A dan B serta perpindahan tertentu) dapat digunakan.
Dalam program Masukan, pengguna harus menentukan sistem beban yang akan
digunakan sebagai beban dinamis. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pilihan
Atur sistem beban dinamis dalam menu Beban. Sistem beban yang daitur sebagai beban
dinamis, tidak dapat digunakan sebagai beban statis. Sistem beban yang tidak diatur
sebagai beban dinamis, dianggap sebagai beban statis.
Dalam program Perhitungan, beban dinamis diperlakukan dengan cara yang berbeda
dari beban statis. Nilai masukan dari beban dinamis umumnya diatur sebesar satu
satuan, dimana faktor pengali dinamis dalam program Perhitungan digunakan untuk
mengalikan beban sehingga diperoleh nilai aktualnya (Bab 3.2.5). Beban yang
diterapkan adalah hasil kali dari nilai masukan dan faktor pengali beban yang
bersangkutan. Prinsip ini berlaku baik untuk beban statis maupun beban dinamis.
Namun demikian, beban statis diterapkan dalam Tahapan konstruksi dengan
mengaktifkan beban atau dengan mengubah nilai masukan (dengan tetap menggunakan
faktor pengali beban yang bersangkutan sebesar 1), sedangkan beban dinamis ditetapkan
dalam jendela masukan Pengali beban dinamis dengan menentukan variasi faktor
pengali beban yang bersangkutan terhadap waktu (dengan nilai masukan dari beban
sebesar satu satuan dan dalam kondisi aktif).
Prosedur untuk menerapkan beban dinamis dirangkum sebagai berikut :
1. Buat beban dalam program Masukan (beban terpusat, beban merata dalam sistem
beban A atau B, dan/atau perpindahan tertentu).
2. Atur sistem beban yang diinginkan sebagai beban dinamis dari menu Beban dalam
program Masukan.
3. Aktifkan beban dinamis dengan masuk ke dalam pengali beban dinamis dari jendela
masukan Pengali beban dinamis dalam program Perhitungan.
Gempa
Sebuah metode khusus untuk memberikan beban dinamis pada sebuah model adalah
dengan menggunakan perpindahan tertentu (lihat Bab 3.4.1 dari Manual Acuan). Gempa
bumi umumnya dimodelkan dengan menggunakan perpindahan horisontal tertentu. Saat
ACUAN
3-5
Batas gempa standar dari menu Beban digunakan, maka komponen perpindahan
horisontal secara otomatis ditentukan oleh PLAXIS.
Untuk menentukan perpindahan tertentu untuk sebuah gempa secara manual :
1. Masukkan perpindahan tertentu dalam model geometri (umumnya di dasar model).
2. Klik-ganda pada perpindahan tertentu.
3. Pilih Perpindahan tertentu dalam jendela yang muncul.
4. Ubah Nilai-X dari kedua titik geometri menjadi 1 (atau 0.01 jika bekerja dengan
berkas SMC standar dan dengan satuan panjang dalam meter, atau 0.0328 jika
satuan panjang dalam kaki) dan Nilai-Y menjadi 0. Sekarang perpindahan yang
diberikan adalah sebesar satu satuan dalam arah horisontal.
5. Dalam menu Beban, atur sistem beban dinamis ke Perpindahan tertentu.
Faktor skala perpindahan/beban
PLAXIS dapat menggunakan rekaman gempa dalam format SMC sebagai data masukan
untuk beban gempa. Berkas SMC menggunakan centimeter sebagai satuan panjang. Jika
Anda ingin menggunakan berkas-berkas tersebut, Anda harus menggunakan nilai
masukan yang sesuai dalam PLAXIS.
Secara umum, untuk dapat menggunakan berkas SMC dalam kombinasi dengan satuan
panjang tertentu dalam proyek PLAXIS Anda, nilai masukan dari perpindahan horisontal
tertentu harus dikalikan dengan faktor skala sebesar 1 / [satuan panjang yang digunakan
dalam PLAXIS dalam cm].
Jika satuan panjang dalam PLAXIS diatur sebagai meter [m], Anda harus mengalikan
perpindahan tertentu dengan skala tertentu, yaitu dengan mengubah u
x
= 1 menjadi
u
x
= 0.01.
Jika satuan panjang adalah kaki [ft] maka Anda harus mengalikan nilai masukan
dengan faktor skala sebesar 1/30.48 = 0.0328.
3.1.5 PARAMETER MODEL
Analisis dinamik secara prinsip tidak memerlukan parameter model tambahan.
Walaupun demikian, parameter alternatif dan/atau parameter tambahan dapat digunakan
untuk menentukan kecepatan gelombang dan untuk mengikutsertakan redaman material.
Cepat rambat gelombang V
p
dan V
s

Parameter material ditentukan dalam lembar-tab Parameter dari jendela Sifat material.
Saat memasukkan parameter elastis E dan , cepat rambat gelombang V
p
dan V
s
yang
bersangkutan secara otomatis dihitung, dengan syarat berat isi yang benar telah
ditentukan. Namun demikian, untuk model Mohr-Coulomb dan model linier elastis
Anda dapat memasukkan cepat rambat gelombang V
p
dan V
s
sebagai alternatif untuk
MANUAL DINAMIK
3-6 PLAXIS Versi 8
parameter E dan . Nilai yang bersangkutan untuk E dan akan dihitung oleh PLAXIS
(lihat persamaan cepat rambat gelombang dalam Bab 5.2.1).

Gambar 3.1 Parameter elastis dalam model Mohr-Coulomb dan model linier elastis
Alpha dan beta Rayleigh
Redaman material dalam tanah umumnya diakibatkan oleh sifat viskositas, friksi dan
terjadinya plastisitas. Walaupun demikian, model-model tanah dalam PLAXIS saat ini
tidak mengikutsertakan viskositas, tetapi efek redaman diasumsikan proporsional
terhadap massa dan kekakuan dari sistem (redaman Rayleigh), yaitu :
C = M + K
dimana C menyatakan redaman, M adalah massa, K adalah kekakuan dan (alpha) serta
(beta) adalah koefisien-koefisien Rayleigh. Berbeda dengan PLAXIS Versi 7, dimana
dan adalah parameter global, dalam Versi 8 redaman Rayleigh dianggap bergantung
terhadap obyek tertentu sehingga dan sekarang dimasukkan ke dalam kumpulan data
material. Oleh karena itu, pembedaan dapat dilakukan diantara lapisan-lapisan tanah
yang berbeda ataupun pada obyek-obyek struktural yang terdiri dari klaster volumetrik
atau pelat.
Pengaturan standar dalam PLAXIS mengasumsikan tidak terjadi redaman Rayleigh (alpha
dan beta Rayleigh bernilai nol) (lihat Gambar 3.2a). Namun, redaman dapat dimasukkan
dalam kumpulan data material untuk tanah dan antarmuka. Dalam lembar-tab Umum
ACUAN
3-7
dari jendela material, klik tombol Tingkat lanjut. Kemudian dalam jendela Sifat-sifat
umum tingkat lanjut nilai alpha dan/atau beta Rayleigh dapat diatur. Dengan cara yang
serupa, redaman Rayleigh juga dapat diterapkan pada kumpulan data material dari pelat
(lihat Gambar 3.2b). Dalam permasalahan getaran sumber-tunggal yang menggunakan
model axi-simetri, redaman Rayleigh tidak perlu diikutsertakan karena sebagian besar
redaman disebabkan oleh penyebaran gelombang dalam arah radial (redaman geometri).
Namun demikian, dalam model regangan bidang, misalnya pada masalah gempa,
redaman Rayleigh diperlukan untuk memperoleh hasil yang realistis.

(a)

(b)
Gambar 3.2 Pengaturan nilai redaman Rayleigh (a) pada tanah dan (b) pada pelat
MANUAL DINAMIK
3-8 PLAXIS Versi 8
Penentuan koefisien redaman Rayleigh
Merupakan suatu fakta yang telah diketahui dengan baik bahwa redaman dalam struktur
tanah sangat mempengaruhi nilai dan bentuk dari respon tanah. Meskipun telah banyak
dilakukan riset dalam bidang ini, namun hanya sedikit pengembangan yang telah dicapai
dalam prosedur yang diterima secara umum untuk menentukan parameter redaman.
Namun, untuk kepentingan rekayasa, beberapa usaha telah dilakukan untuk
mengikutsertakan redaman material dan redaman geometri. Sebuah parameter teknis
yang umum digunakan adalah rasio redaman, .
Dalam metode elemen hingga, redaman Rayleigh memiliki salah satu prosedur untuk
menangani redaman yang menyatukan efek redaman di dalam matriks massa dan
kekakuan dari sistem. Alpha Rayleigh adalah parameter yang menentukan pengaruh dari
massa terhadap redaman dari sistem. Semakin tinggi nilai alpha, semakin banyak
frekuensi rendah yang teredam. Beta Rayleigh adalah parameter yang menentukan
pengaruh dari kekakuan terhadap redaman dari sistem. Semakin tinggi nilai beta,
semakin banyak frekuensi tinggi yang teredam.
Koefisien redaman Rayleigh dan dapat ditentukan dari setidaknya dua buah rasio
redaman
i
yang berhubungan dengan dua buah frekuensi getar
i
. Hubungan antara ,
,
i
dan
i
dapat dinyatakan sebagai :
+
i
2
= 2
i

i

Hubungan ini mengandung arti bahwa jika diketahui dua buah rasio redaman pada
frekuensi-frekuensi tertentu, maka persamaan simultan dapat dibentuk dimana nilai
dan dapat dihitung. Sebagai contoh, jika diambil asumsi bahwa pada
1
= 3 rad/dtk
dan
2
= 5 rad/dtk, rasio redaman masing-masing adalah
1
= 0.01 dan
2
= 0.005.
Dengan substitusi prameter-parameter ini ke dalam persamaan di atas, maka ada
diperoleh :
+ 9 = 0.06
+ 25 = 0.5
Solusi dari kedua persamaan ini adalah = -0.187 dan = 0.027. Namun, jika tersedia
lebih dari dua pasang data, maka nilai rata-rata harus digunakan untuk menghasilkan dua
buah persamaan tersebut (lihat Bathe, 1996, [9]).
Rasio redaman juga dapat diperoleh secara eksperimental dengan menggunakan uji
kolom resonansi (resonant column test). Untuk hal ini lihat Das, 1995, [6].
3.2 PERHITUNGAN
Dalam program Perhitungan, Anda dapat mendefinisikan beban dinamis dengan
mengaktifkan perpindahan dan beban sebagai fungsi dari waktu dengan mengatur
faktor-faktor pengali yang bersangkutan.
ACUAN
3-9
Untuk keterangan umum mengenai parameter dan faktor pengali Anda dapat
membacanya pada Bab 4.8 Manual Acuan. Dalam bab ini Anda dapat menemukan
informasi mengenai :
Pemilihan analisis dinamik
Parameter dinamis :
Langkah waktu
Parameter Newmark
Beban dinamis :
Beban harmonis
Pengali beban dari berkas
Beban blok
3.2.1 PEMILIHAN ANALISIS DINAMIK
Perhitungan dinamis dapat didefinisikan dengan memilih Analisis dinamik dalam kotak
jenis perhitungan pada lembar-tab Umum. Dengan PLAXIS dimungkinkan untuk
melakukan analisis dinamik setelah beberapa perhitungan plastis sebelumnya. Walaupun
demikian terdapat beberapa keterbatasan sebagai berikut :
Jaring elemen yang diperbaharui tidak dapat digunakan dalam analisis dinamik.
Jenis pembebanan berupa tahapan konstruksi untuk perhitungan dinamis tidak dapat
digunakan.
3.2.2 PARAMETER ANALISIS DINAMIK
Dalam lembar-tab Parameter pada program Perhitungan, Anda dapat menentukan
parameter pengatur dari perhitungan dinamis.
Waktu dinamis
Analisis dinamik menggunakan parameter waktu yang berbeda dengan jenis perhitungan
yang lain. Parameter waktu dalam analisis dinamik adalah parameter Waktu dinamis,
yang selalu dinyatakan dalam detik [dtk], dan tidak mengikuti satuan waktu yang
ditentukan dalam jendela Pengaturan global. Dalam serangkaian tahapan perhitungan
dimana beberapa diantaranya adalah perhitungan dinamis, Waktu dinamis hanya akan
ditingkatkan dalam tahapan dinamis saja (walaupun tidak berurutan), dan Waktu dinamis
dijaga tetap konstan pada jenis perhitungan lainnya (sebelum, di antara maupun setelah
tahapan dinamis).
Parameter Waktu yang umum secara pra-pilih dinyatakan dalam hari, yang umumnya
lebih sesuai pada perhitungan lain yang tergantung pada waktu seperti konsolidasi dan
rangkak. Dalam perhitungan dinamis, parameter Waktu juga tetap ditingkatkan, dengan
MANUAL DINAMIK
3-10 PLAXIS Versi 8
menggunakan konversi yang benar dari satuan waktu dinamis ke dalam satuan waktu
umum yang digunakan.
Langkah waktu
Langkah waktu yang digunakan dalam perhitungan dinamis adalah konstan dan
mempunyai nilai t = t / (n m), dimana t adalah durasi beban dinamis (Interval
waktu), n adalah jumlah Langkah tambahan dan m adalah jumlah Sub-langkah dinamis
(lihat Sub-langkah dinamis dalam Bab 3.2.3 dan teori mengenai Langkah waktu kritis
dalam Bab 5.2.2).
Interval waktu
Untuk setiap tahap dalam perhitungan Anda hatus menentukan Interval waktu dalam
lembar-tab Parameter. Perkiraan waktu akhir dihitung secara otomatis dengan
menambahkan interval waktu dari seluruh tahapan yang berurutan. Waktu akhir aktual
diberikan saat perhitungan selesai.
Dalam analisis dinamik, Interval waktu selalu dihubungkan dengan parameter Waktu
dinamis, yang dinyatakan dalam detik [dtk].
Perkiraan waktu akhir dan Waktu akhir aktual
Perkiraan waktu akhir dan waktu akhir aktual didasarkan pada parameter Waktu secara
umum yang dinyatakan dalam satuan waktu seperti yang ditentukan dalam jendela
Pengaturan global. PLAXIS secara otomatis akan melakukan konversi Interval waktu
dalam perhitungan dinamis ke dalam satuan waktu umum yang digunakan untuk
menghitung Perkiraan waktu akhir dan Waktu akhir aktual.
Langkah tambahan
PLAXIS menyimpan hasil perhitungan dalam beberapa langkah. Secara pra-pilih, jumlah
Langkah tambahan adalah 250 tetapi Anda dapat memasukkan sembarang nilai antara
1 hingga 1000 dalam lembar-tab Parameter dari program Perhitungan.
Hapus langkah sebelumnya
Dalam PLAXIS dimungkinkan untuk membuat keluaran berbentuk animasi dari analisis
dinamik (Bab 3.3). Jika Anda menginginkan Keluaran untuk tidak hanya menampilkan
situasi awal dan akhir saja, Anda harus mempunyai seluruh langkah keluaran. Pilihan
Hapus langkah sebelumnya karena itu harus dinonaktifkan.
ACUAN
3-11
3.2.3 PENGATURAN MANUAL PROSEDUR ITERASI

Gambar 3.3 Parameter pra-pilih dari prosedur iterasi untuk analisis dinamik
Prosedur iterasi untuk analisis dinamik dapat ditentukan secara manual. Parameter-
parameter berikut akan dibahas lebih mendalam (lihat Gambar 3.3.) :
Sub-langkah dinamik
Alpha dan beta Newmark
Batas C
1
dan C
2

Sub-langkah dinamis
Untuk setiap langkah waktu tambahan, PLAXIS menghitung jumlah sub-langkah yang
dibutuhkan untuk mencapai perkiraan waktu akhir dengan akurasi yang memadai
berdasarkan jaring elemen yang disusun dan nilai t
critical
yang dihitung (lihat teori
tentang waktu kritis, Bab 5.2.2). Jika kecepatan gelombang (fungsi dari kekakuan
material) dalam sebuah model mengalami perbedaan yang berarti dan/atau model
mempunyai elemen yang sangat kecil, maka jumlah standar dari sub-langkah dapat
menjadi sangat besar. Dalam situasi seperti ini, tidak selalu penting untuk mengikuti
kriteria peningkatan waktu secara otomatis.
Anda dapat mengubah jumlah Sub-langkah dinamik yang dihitung dalam pengaturan
manual dari prosedur iterasi dalam lembar-tab Parameter. Perlu disadari bahwa dengan
melakukan hal tersebut hasil perhitungan mungkin dapat menjadi kurang akurat.
MANUAL DINAMIK
3-12 PLAXIS Versi 8
Alpha dan beta Newmark
Parameter alpha dan beta Newmark dalam pengaturan manual untuk prosedur iterasi
menentukan integrasi waktu numerik menurut kondisi Newmark secara implisit. Untuk
memperoleh solusi yang benar-benar stabil, parameter-parameter ini harus memenuhi
kondisi berikut : Newmark 0.5 dam Newmark 0.25(0.5 + )
2
.
Untuk kondisi Newmark yang mengalami redaman (damped Newmark scheme),
Anda dapat menggunakan pengaturan standar berikut :
= 0.3025 dan = 0.6 (Gambar 3.3).
Untuk kondisi percepatan rata-rata, Anda dapat menggunakan :
= 0. 25 dan = 0.5.
Batas C
1
dan C
2

C
1
dan C
2
adalah koefisien relaksasi yang digunakan untuk meningkatkan penyerapan
gelombang pada batas penyerap. C
1
mengoreksi disipasi dalam arah normal terhadap
batas dan C
2
melakukan hal serupa dalam arah tangensial. Jika batas penyerap hanya
menerima gelombang tekan normal saja, maka relaksasi tidak diperlukan (C
1
= C
2
= 1).
Apabila juga terdapat gelombang geser (yang merupakan kasus pada umumnya), C
2

harus diatur untuk meningkatkan penyerapan. Nilai-nilai standar yang digunakan adalah
C
1
= 1 dan C
2
= 0.25 (lihat Gambar 3.3).
3.2.4 BEBAN DINAMIS
Beban dinamis dapat terdiri dari beban harmonis, beban blok atau beban yang
didefinisikan oleh pengguna (berkas ASCII atau berkas SMC untuk model gempa).
Masukan beban dinamis dilakukan dalam program Masukan dan serupa dengan
masukan beban statis (beban terpusat dan beban merata dalam sistem A dan B atau
perpindahan tertentu). Selain itu, pengguna harus mengatur sistem beban dinamis dalam
program Masukan (Bab 3.1.4). Beban dinamis kemudian diaktifkan dalam program
Perhitungan dengan menggunakan faktor pengali beban dinamis.
Paragraf-paragraf berikut ini akan membahas tentang :
Bagaimana mengaktifkan beban dinamis
Beban harmonis
Pengali beban terhadap waktu dari berkas ASCII atau berkas SMC
Beban blok
ACUAN
3-13
3.2.5 AKTIVASI BEBAN DINAMIS

Gambar 3.4 Faktor pengali dalam lembar-tab Pengali
Dalam program Perhitungan, faktor pengali digunakan untuk mengaktifkan beban
dinamis. Saat pilihan Analisis dinamik digunakan, Anda dapat meng-klik di sebelah
kanan dari faktor pengali Mdisp, MloadA dan MloadB, seperti ditunjukkan oleh
Gambar 3.4, untuk menentukan parameter beban harmonis atau untuk membaca faktor
pengali beban dinamis dari sebuah berkas data. Pilihan ini hanya tersedia jika beban
yang bersangkutan diatur sebagai beban dinamis dalam menu Beban dari program
Masukan.
Beban aktif yang digunakan dalam perhitungan dinamis merupakan hasil kali antara
nilai masukan beban, seperti yang ditentukan dalam program Masukan, dan faktor
pengali beban dinamis yang bersangkutan :
Beban aktif = Faktor pengali dinamis Nilai masukan
3.2.6 BEBAN HARMONIS
Dalam PLAXIS, beban harmonis didefinisikan sebagai :
F = F

sin (t +
0
)
MANUAL DINAMIK
3-14 PLAXIS Versi 8
dimana :
M

= Pengali amplitudo
F

= Nilai masukan dari beban


= 2f
f = Frekuensi dalam siklus per satuan waktu dinamis (detik)

0
= Sudut tahap awaldalam derajat dam fungsi sinus

Gambar 3.5 Beban harmonis
Beban harmonis dapat diterapkan dengan menggunakan pengali beban harmonis seperti
ditunjukkan dalam Gambar 3.5. Besarnya beban dan frekuensi masing-masing
ditentukan dengan menggunakan Pengali amplitudo dan Frekuensi. Sudut tahap beban
(load phase angle) secara opsional dapat didefinisikan oleh Sudut tahap awal.
Contoh
Perhatikan fungsi beban berikut :
F
1
= sin (6t) F
2
= 2sin (2t + /2)
Pengali amplitudo : 1 Pengali amplitudo : 2
Frekuensi : 3 siklus/dtk Frekuensi : 1 siklus/dtk
Sudut tahap awal : 0 Sudut tahap awal : 90
Dalam kedua fungsi tersebut, nilai masukan beban, F

, diatur sebesar 1.
Bentuk dari kedua fungsi ini ditunjukkan dalam Gambar 3.6.
ACUAN
3-15
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0
-2.0
-1.0
0.0
1.0
2.0
Waktu [dtk]
Amplitudo
F
1
F
2

Gambar 3.6 Contoh F
1
= sin (6t) , F
2
= 2sin (2t + /2)
3.2.7 PENGALI BEBAN TERHADAP WAKTU DARI BERKAS DATA
Disamping beban harmonis juga terdapat kemungkinan untuk membaca data dari berkas
yang berisi sinyal beban digital. Berkas ini dapat dalam bentuk ASCII biasa atau dalam
format SMC.
Untuk perpindahan tertentu yang dimasukkan dalam program Masukan dan diaktifkan
dalam jendela masukan Pengali beban dinamis dari program Perhitungan (berupa
tombol dinamis disamping pengali Mdisp), dapat dipilih diantara perpindahan,
kecepatan dan percepatan. Kecepatan dan percepatan akan dikonversikan menjadi
perpindahan dalam program Perhitungan, dengan memperhatikan langkah waktu dan
metode integrasi.
Alternatif lain adalah dengan mengaktifkan beban eksternal dalam sistem beban A atau
beban B dengan membuat sebuah berkas ASCII yang berisi pengali waktu dan pengali
beban dalam dua kolom yang dipisahkan oleh sebuah spasi. Berkas ini kemudian dapat
dijadikan sebagai acuan dalam parameter Pengali beban dari berkas data (lihat
Gambar 3.7).

Petunjuk : PLAXIS mengasumsikan bahwa berkas data berada dalam direktori proyek
saat ini jika direktori tidak ditentukan dalam jendela Beban dinamis.

Berkas ASCII
Berkas ini adalah berkas ASCII yang dapat dibuat oleh pengguna dengan program editor
teks apapun. Dalam setiap baris sepasang nilai (waktu aktual dan faktor pengali yang
bersangkutan) didefinisikan, yang dipisahkan oleh minimum sebuah spasi diantaranya.
MANUAL DINAMIK
3-16 PLAXIS Versi 8
Waktu harus semakin meningkat dalam setiap baris baru. Tidak diperlukan untuk
menggunakan interval waktu yang konstan.
Jika langkah waktu dalam analisis dinamik sedemikian rupa sehingga tidak sesuai
dengan nilai waktu yang terdapat dalam berkas, maka faktor pengali pada waktu
(dinamis) tertentu akan diinterpolasikan secara linier dari data dalam berkas tersebut.
Jika waktu dinamis dalam perhitungan lebih besar dari nilai waktu terakhir yang berada
dalam berkas, maka sebuah nilai konstan yang nilainya sama dengan pengali terakhir di
dalam berkas akan digunakan dalam perhitungan.
Berkas SMC
Format SMC (Strong Motion CD-ROM) saat ini digunakan oleh U.S. Geological Survey
National Strong-motion Program untuk merekam data gempa dan getaran kuat lainnya.
Format ini menggunakan kode karakter ASCII dan memiliki header atau awalan berkas
berupa teks, bilangan bulat (integer), bilangan nyata (real) dan komentar yang kemudian
diikuti oleh rangkaian koordinat waktu ataupun nilai respon. Informasi awalan berkas
(header) dirancang sebagai informasi untuk pengguna mengenai gempa dan
instrumentasi perekam.
Sebagian besar berkas SMC berisi percepatan, tetapi dapat juga memuat rangkaian
kecepatan atau perpindahan dan respon spektra (Gambar 3.7). Sangat disarankan untuk
menggunakan rekaman data gempa yang terkoreksi, yaitu dalam urutan waktu, yang
telah dikoreksi untuk simpangan final dan kecepatan final yang bukan nol.
Data gerakan kuat atau strong-motion dikumpulkan oleh USGS (U.S. Gelogical Survey)
dan tersedia di National Geophysical Data Center (NGDC) dari National Oceanic and
Atmospheric Administration.
Informasi mengenai produk dari NGDC tersedia dalam WWW (World-Wide Web) di
alamat http://www.ngdc.noaa.gov/seg/fliers/ atau melalui surat ke :
National Geophysical Data Center NOAA/EGC/1
325 Broadway
Boulder, Colorado 80303
USA

Petunjuk : Satuan panjang yang digunakan dalam berkas SMC adalah [cm], sehingga
percepatan yang diberikan adalah dalam [cm/dtk
2
]. Hal ini memiliki
konsekuensi terhadap nilai masukan dari perpindahan tertentu.

Berkas SMC harus digunakan dalam kombinasi dengan perpindahan batas tertentu pada
dasar dari model geometri. Saat menggunakan satuan dasar untuk panjang [m], perlu
untuk menggunakan nilai masukan sebesar 0.01 [m] untuk perpindahan tertentu.
Alternatif lain, saat menggunakan satuan panjang berupa [ft] maka perlu untuk
menggunakan nilai masukan sebesar 0.0328 [ft] (yaitu 1/[ft atau kaki dalam cm]) untuk
perpindahan tertentu. Dengan cara ini maka berkas SMC dapat langsung digunakan
untuk analisis dinamik dari gempa.
ACUAN
3-17

Gambar 3.7 Pemilihan berkas SMC sebagai beban gempa
3.2.8 PEMODELAN BEBAN BLOK
Beban dinamis juga dapat diterapkan secara tiba-tiba dalam sebuah langkah waktu
tunggal atau sub-langkah (beban blok). Anda dapat memodelkan beban blok dengan
menggunakan salah satu cara berikut :
Klik pada dan tentukan beban harmonis dengan pengali amplitudo sebesar nilai
dari beban blok; f = 0 dan
0
= 90. Dengan cara ini, dengan menggunakan
persamaan dalam Bab 3.2.6, F = F

.
Gunakan berkas ASCII dari pengguna dimana beban blok didefinisikan.
3.3 KELUARAN
Manual Dinamik menyediakan berbagai pilihan khusus untuk menampilkan hasil dari
suatu perhitungan dinamis.
Dengan pilihan menu Buat animasi dalam menu Tampilan Anda dapat melihat
gerakan aktual dari geometri terhadap waktu. Jumlah langkah dalam animasi dapat
dipengaruhi oleh jumlah Langkah tambahan yang ditentukan dalam tahap
perhitungan. Jika Anda ingin seluruh langkah tersedia untuk keluaran, maka pilihan
Hapus langkah sebelumnya dalam lembar-tab Parameter harus dinonaktifkan.
Untuk langkah dinamis tersedia beberapa pilihan kecepatan dan percepatan dalam
menu Deformasi. Anda dapat memilih kecepatan total, percepatan total, komponen
horisontal dan komponen vertikal.
MANUAL DINAMIK
3-18 PLAXIS Versi 8
Pemilihan tahap dari jendela Buat animasi
Dengan memilih Buat animasi dari menu Tampilan, sebuah jendela akan muncul
dimana pemilihan tahap yang akan diikutsertakan dalam animasi harus dilakukan (lihat
Gambar 3.8). Untuk memilih suatu rentang tahap tertentu, pilih tahap pertama dari
rentang yang diinginkan dan kemudian tahap terakhir dari rentang sambil tetap menekan
tombol <Shift>. Setelah memilih tahap yang diinginkan, klik OK untuk memulai proses.
Progres dari proses ini ditunjukkan dalam jendela terpisah.
Jika jumlah langkah yang dipilih untuk animasi sangat banyak, maka proses dapat
memakan waktu beberapa menit sebelum animasi dapat ditampilkan. Hasil dari proses
ini akan disimpan dalam berkas animasi (*.AVI) di dalam direktori <proyek>.DTA dan
dapat digunakan tanpa perlu mengulangi proses pembuatan dengan menggunakan
Windows Media Player atau perangkat lunak serupa lainnya.

Gambar 3.8 Pemilihan tahap dari jendela Buat animasi
3.4 KURVA
Untuk penggunaan program Kurva secara umum Anda dapat mengacu pada Bab 6 dari
Manual Acuan PLAXIS Versi 8. Sebagai tambahan pada versi PLAXIS dengan Manual
Dinamik, Anda dapat menampilkan kecepatan atau percepatan maupun perpindahan
sebagai fungsi terhadap waktu.

Petunjuk : Jika Anda ingin menampilkan gerakan dari titik tertentu dalam geometri
maka Anda harus memilih titik tersebut dengan Pilih titik untuk kurva
dalam program Perhitungan.

Tampilan dari waktu terhadap perpindahan, kecepatan, percepatan atau faktor pengali
ataupun kombinasi lainnya dapat ditampilkan. Pilih radio button yang sesuai (lihat
Gambar 3.9).
ACUAN
3-19

Gambar 3.9 Pilihan dinamis dalam jendela Penggambaran kurva
Transformasi kurva dari waktu menjadi frekuensi
Setelah kurva waktu terbentuk, dimungkinkan untuk melakukan transformasi dari kurva
ini menjadi sebuah spektrum frekuensi dengan menggunakan FFT atau Fast Fourier
Transform. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pilihan Diagram dalam menu
Format atau dengan meng-klik tombol Pengaturan diagram pada toolbar. Dalam
jendela Pengaturan diagram, Anda dapat mengaktifkan pilihan Gunakan representasi
frekuensi (spektrum) dan salah satu dari tiga jenis spektrum (Frekuensi standar (Hz),
Frekuensi angular (rad/dtk) atau Periode gelombang (dtk)). Dengan meng-klik tombol
OK maka kurva waktu yang telah ada akan ditransformasikan menjadi sebuah spektrum.
Kurva asli dapat digambarkan ulang dengan memilih kembali Pengaturan diagram dan
menonaktifkan representasi frekuensi.
MANUAL DINAMIK
3-20 PLAXIS Versi 8


VALIDASI DAN VERIFIKASI MANUAL DINAMIK
4-1
4 VALIDASI DAN VERIFIKASI MANUAL DINAMIK
Selain contoh-contoh validasi dan verifikasi yang diberikan dalam bagian terakhir dari
Manual PLAXIS standar, bab ini memuat beberapa permasalahan acuan untuk
menunjukkan validitas dan akurasi dari Manual Dinamik PLAXIS. Contoh yang
diberikan juga melibatkan perbandingan dengan solusi analitis, semi-analitis atau solusi
numerik yang telah diketahui.
Perambatan gelombang satu dimensi
Balok di atas dua tumpuan sederhana
Penentuan cepat rambat gelombang Rayleigh
Problema Lamb
Gelombang permukaan pada setengah-ruang
Beban pulsa pada media multi-lapis
4.1 PERAMBATAN GELOMBANG SATU DIMENSI
Permasalahan acuan pertama melibatkan perambatan gelombang satu dimensi pada
kolom tanah. Untuk situasi ini terdapat solusi analitis sederhana. Cepat rambat
gelombang, V
p
, dalam ruang satu dimensi yang terkekang akan bergantung pada
kekakuan, E
oed
, dan massa, , dari material media :
V
p
=

oed
E
dimana E
oed
=
( )
( ) ( )

+

2 1 1
1 E
dan = / g (4.1)
dimana E = modulus Young, = angka Poisson, = berat isi total dan g adalah
percepatan gravitasi bumi (9.8 m/dtk
2
).
Masukan : Tinjau sebuah kolom tanah setinggi 10 m, radius sebesar 0.2 m dan kondisi
jepit standar. Jaring elemen axi-simetri dengan elemen 15 titik nodal ditunjukkan dalam
Gambar 4.1. Tanah dianggap bersifat linier elastis dan homogen dengan sifat sebagai
berikut :
= 20 kN/m
3
, E = 18000 kN/m
2
, = 0.2
Untuk material ini, dan dengan menggunakan Pers. (4.1), cepat rambat gelombang V
p

adalah sebesar 99 m/dtk. Karena itu sebuah gelombang yang dihasilkan di atas kolom
membutuhkan waktu sekitar 0.05 dtk untuk mencapai bagian tengah dari kolom dan
sekitar 0.1 dtk untuk mencapai dasar kolom.
Keluaran : Setelah perhitungan tegangan awal dengan menggunakan K
0
= 0.5, sebuah
perpindahan vertikal awal tertentu u
y
= 0.001 m diberikan di atas kolom. Dua buah
kondisi yang berbeda akan ditinjau di dasar kolom : (1) jepit penuh dan (2) batas
penyerap. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan pengaturan standar. Gambar 4.2
MANUAL DINAMIK
4-2 PLAXIS Versi 8
dan Gambar 4.3 menunjukkan hasil dari titik-titik yang berada di puncak (A), di
tengah (B) dan di dasar (C) kolom tanah dari kedua model.
B
C
A

Gambar 4.1 Jaring elemen hingga

0 0.05 0.10 0.15 0.20 0.25
-1.20E-03
-9.00E-04
-6.00E-04
-3.00E-04
0.0
3.00E-04
Waktu [dtk]
Perpindahan [m]
Legenda
Titik A
Titik B
Titik C

Gambar 4.2 Kurva waktu-perpindahan; jepit penuh di dasar kolom (Model 1)
Verifikasi (Model 1) : Gambar 4.2 menunjukkan respon tanah di puncak (perpindahan
tertentu dengan u
y
= 0.001 m, Titik A), di tengah, Titik B, dan di dasar (jepit,
perpindahan dengan u
y
= 0.000 m, Titik C). Dapat dilihat bahwa respon pada Titik A
dan C adalah seperti yang dimasukkan. Di lain pihak, Titik B mulai bergerak tepat
sebelum 0.05 dtk dengan perpindahan u
y
= 0.001 m tepat setelah 0.05 dtk. Akibat
diskretisasi elemen hingga dan integrasi langkah waktu, respon di Titik B tidak setajam
dan se-stabil seperti pada Titik A. Namun demikian, sebagai rata-rata, perpindahan di
VALIDASI DAN VERIFIKASI MANUAL DINAMIK
4-3
Titik B sesuai dengan teori. Setelah dipantulkan di dasar, gelombang akan mencapai titk
tengah B kembali pada sekitar 0.15 dtk. Kemudian perpindahan mulai berkurang.
Setelah mencapai puncak kembali, proses kembali berlanjut dengan cara yang serupa.

0 0.05 0.10 0.15 0.20 0.25
-1.20E-03
-9.00E-04
-6.00E-04
-3.00E-04
0.0
3.00E-04
Waktu [dtk]
Perpindahan [m]
Legenda
Titik A
Titik B
Titik C

Gambar 4.3 Kurva waktu-perpindahan; batas penyerap di dasar kolom (Model 2)
Verifikasi (Model 2) : Berbeda dengan model pertama dengan kondisi dasar terjepit
penuh, Gambar 4.3 menunjukkan bahwa titik di dasar juga bergerak 0.001 m ke bawah
sekitar 0.1 dtk, dan kemudian menjadi stabil. Hal ini akibat adanya batas penyerap yang
mencegah pantulan gelombang. Faktanya, hal ini sesuai dengan solusi teoritis untuk
kolom tanah dengan kedalaman tak terhingga.
4.2 BALOK DI ATAS DUA TUMPUAN SEDERHANA
Permasalahan acuan kedua adalah perilaku dinamis dari sebuah balok di atas dua
tumpuan sederhana. Dalam uji ini akan ditentukan frekuensi alami atau frekuensi natural
dari balok di atas tumpuan sederhana dan dibandingkan dengan solusi analitis.
Frekuensi alami dari sebuah sistem adalah frekuensi yang menentukan respon dari
sistem dalam kondisi getaran bebas.
Balok di atas dua tumpuan sederhana memiliki beberapa modus getaran dasar. Frekuensi
alami dari modus getaran pertama tidak mengikutsertakan geser transversal dan efek
rotasional, dan dinyatakan oleh persamaan berikut.

n
=
2

4
L m
EI

dan m = w / g (4.2)
MANUAL DINAMIK
4-4 PLAXIS Versi 8
dimana E = modulus Young, I = momen inersia, m = massa per satuan panjang,
w = berat per satuan panjang, g adalah percepatan gravitasi bumi (9.8 m/dtk
2
) dan
L = panjang balok.
Masukan : Untuk memperoleh frekuensi alami dengan PLAXIS, beban pulsa (pulse
load) segitiga sebesar 100 kN/m diberikan pada balok (elemen pelat), seperti
ditunjukkan oleh Gambar 4.4 saat 0.01 dtk, dan oleh Gambar 4.5 setelah balok dibiarkan
bergetar secara bebas. Periode T dari balok dapat ditentukan dengan mengukur waktu
antara dua buah osilasi. Pengukuran ini harus dilakukan setelah getaran transien
menghilang.
q

Gambar 4.4 Balok di atas dua tumpuan sederhana
Sebuah pelat dengan karakteristik berikut akan dianalisis :
EA = 1.210
6
kN EI = 1000 kNm
2
= 0.0
L = 10 m q = beban pulsa w = 0.98 kN/m/m
Sesuai Pers. (4.2), frekuensi alami dan periode akan bernilai :

n
= 9.87 rad/dtk dan T
n
= 2 /
n
= 0.637 dtk
Integrasi numerik dilakukan dengan pengaturan standar.
Sum-MloadA
0.01 5.0 0
20
40
60
80
100
Waktu [dtk]

Gambar 4.5 Beban pulsa
Keluaran : Dalam Gambar 4.6 digambarkan perpindahan vertikal akibat beban yang
diberikan. Dari kurva ini periode sebesar 0.645 terukur, yang menghasilkan frekuensi
getar
n
= 9.74 rad/dtk.
VALIDASI DAN VERIFIKASI MANUAL DINAMIK
4-5
0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0
-0.9
-0.6
-0.3
0.0
0.3
0.6
0.9
Waktu [dtk]
Perpindahan vertikal [m]
T = 0.645 dtk

Gambar 4.6 Solusi PLAXIS. Perpindahan vertikal terhadap waktu
Verifikasi : Frekuensi alami dari balok yang dihitung dengan menggunakan PLAXIS
adalah
n
= 9.74 rad/dtk dan sesuai dengan solusi analitis yang diperoleh dengan
menggunakan Pers. (4.2) sebesar
n
= 9.87 rad/dtk.
4.3 PENENTUAN CEPAT RAMBAT GELOMBANG RAYLEIGH
Saat tubuh gelombang (tekan dan geser) bertemu dengan batas bebas dari suatu massa
solid, sebuah jenis gelombang baru akan terbentuk. Gelombang tersebut dikenal sebagai
gelombang Rayleigh. Studi mengenai jenis gelombang ini penting karena dalam
kejadian gempa, gangguan terbesar, yang terekam dalam seismogram pada jarak yang
jauh, umumnya disebabkan oleh gelombang Rayleigh.
Disini cepat rambat gelombang Rayleigh secara analitis akan dibandingkan dengan
cepat rambat yang dihitung dengan manual dinamik PLAXIS.
Nilai teoritis dari gelombang Rayleigh, V
R
, telah dihitung oleh Knopoff (1952, 1954) :
V
R
= 0.54V
p
dimana V
p
=
( )
( ) ( )

+

2 1 1
1 E
dan = / g (4.3)
dimana V
p
adalah cepat rambat gelombang kompresi (tekan) pada media elastis, adalah
berat isi total dan g adalah percepatan gravitasi (9.8 m/dtk
2
).
MANUAL DINAMIK
4-6 PLAXIS Versi 8
70
0
40
y
x
A

Gambar 4.7 Geometri dan jaring elemen hingga
Masukan : Geometri dianalisis dengan menggunakan model elemen hingga axi-simetri.
Model mempunyai lebar 70 m dan tinggi 40 m (lihat Gambar 4.7). Penghalusan lokal
pada jaring elemen dilakukan di sekitar beban. Batas penyerap digunakan untuk
menghindari pantulan dari gelombang yang bergerak keluar dari massa tanah. Beban
pulsa didekati dengan beban segitiga sebesar 100 kN dan berdurasi 0.005 dtk. Data
beban diberikan melalui sebuah berkas teks eksternal, dengan data seperti pada tabel
berikut.
Waktu [dtk] Gaya [kN]
0.0 0.0
0.0025 100.0
0.005 0.0
1.0 0.0

Perhatikan bahwa saat menyiapkan berkas ASCII, besaran waktu dan gaya dipisahkan
oleh sebuah spasi dan tidak diperlukan adanya judul.
Parameter dari tanah adalah :
= 19.6 kN/m
3
E = 1000 kN/m
2
= 0.25
Menurut Pers. (4.3) cepat rambat gelombang Rayleigh adalah sebesar V
R
= 13.23 m/dtk.
Parameter Newmark yang digunakan dalam integrasi numerik adalah = 0.3025 dan
= 0.6 (pengaturan standar dalam Versi 8). Tidak ada redaman yang dilibatkan.
Keluaran : Dua buah titik keluaran dipilih pada permukaan. Jarak titik-titik tersebut
adalah Titik A = 3.25 m dan Titik B = 5.38 m dari pusat beban. Dalam Gambar 4.8
perpindahan vertikal pada kedua titik digambarkan terhadap waktu. Dengan mengetahui
jarak antara kedua titik ini dan dengan mengukur waktu yang diperlukan oleh
gelombang untuk merambat dari satu titik ke titik yang lainnya, maka cepat rambat
gelombang Rayleigh dapat dihitung.
VALIDASI DAN VERIFIKASI MANUAL DINAMIK
4-7

0
0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7
-9e-5
-6e-5
-3e-5
0
3e-5
6e-5
Waktu [dtk]
Perpindahan [m]
pada 5.86 m
pada 3.25 m
0.196 dtk

Gambar 4.8 Gelombang Rayleigh yang terbentuk oleh beban pulsa
Verifikasi : Dari Gambar 4.8 dapat segera terlihat bahwa cepat rambat gelombang
rayleigh yang dihitung oleh PLAXIS adalah V
R
= 13.3 m/dtk. Jelas bahwa nilai ini sesuai
dengan hasil solusi analitis dari Pers. (4.3).
Referensi :
Knopoff, L., On Rayleigh Wave Velocities, Bull. Seism. Soc. Amer. vol. 42, pp. 307-
308, 1952.
Knopoff, L., Seismic Wave Velocities in Westerly Granite, Trans. Am. Geophys. Union,
vol. 35, pp. 969-973, 1954.
4.4 PROBLEMA LAMB
Lamb (1904) mempelajari perambatan gelombang pada media elastis semi-tak
berhingga yang menerima gaya impulsif pada permukaannya. Solusi Lamb diterima
oleh, antara lain, Miklowitz (1978), Cagniard (1962) dan Foinquinos & Roesset (2000),
Dalam bab ini, dilakukan perbandingan antara hasil dari PLAXIS dan hasil yang
diperoleh dari solusi bentuk tertutup yang diusulkan oleh Foinquinos & Roesset (2000)
untuk menyelesaikan problema Lamb untuk jarak jauh di lapangan.
Masukan : Dalam PLAXIS, problema Lamb untuk jarak jauh di lapangan disimulasikan
dengan menggunakan geometri axi-simetri hingga jarak 100 m dalam arah radial dan 30
m dalam arah vertikal (lihat Gambar 4.9). Struktur tanah diasumsikan terdiri dari tanah
yang bersifat linier elastis dengan modulus Young 50,000 kPa, angka Poisson 0.25 dan
berat volume 20 kN/m
3
. Struktur tanah menerima beban terpusat di tengah pada garis
simetri. Distribusi waktu dari beban pulsa didekati oleh beban segitiga dengan durasi
MANUAL DINAMIK
4-8 PLAXIS Versi 8
0.025 dtk dan amplitudo 50 kN. Beban mulai bekerja setelah 0.05 dtk. Batas penyerap
digunakan pada dasar dan sisi kanan model.
Dalam menyelesaikan formulasi bentuk tertutup untuk perpindahan vertikal, redaman
digunakan untuk menghindari "numerical waviness" yang dapat terjadi akibat adanya
singularitas. Karena hal ini, maka dalam PLAXIS perlu digunakan nilai redaman yang
kecil. Digunakan nilai redaman Rayleigh dengan
R
= 0.001 dan
R
= 0.002. Kondisi
pra-pilih berupa kondisi Newmark yang mengalami redaman ( = 0.3025 dan = 0.6)
juga digunakan.

Gambar 4.9 Beban pulsa pada setengah ruang atau half-space (regangan bidang)
Keluaran : Gambar 4.10 menunjukkan perpindahan vertikal pada sebuah titik di
permukaan yang berjarak 50 m dari sumber, seperti yang dihitung dalam PLAXIS dan
dengan formulasi dari Foinquinos et al. Dapat dilihat, dengan mengabaikan perbedaan
periode respon pula, bahwa amplitudo dan bentuk perpindahan yang dihasilkan saling
bersesuaian dengan baik. Perbedaan tersebut diakibatkan oleh diskretisasi elemen
hingga dan langkah integrasi waktu. Walaupun demikian, dengan mengetahui kesulitan
yang terkandung dalam simulasi problema jarak jauh di lapangan dengan menggunakan
metode elemen hingga, hasil perhitungan dengan menggunakan jumlah elemen yang
relatif kecil (1246 elemen), menunjukkan bahwa PLAXIS dapat digunakan untuk simulasi
berbagai permasalahan dinamis dalam rentang yang luas. Selain itu, dapat terlihat dalam
gambar tersebut bahwa PLAXIS dapat menggambarkan waktu kedatangan gelombang P
(kompresi, tekan) dan gelombang S (geser). Hal ini tidak mungkin dilakukan dalam
formulasi Lamb karena formulasi tersebut hanya melibatkan gelombang Rayleigh saja.
Jalur yang dilalui oleh partikel pada permukaan akibat gelombang Rayleigh ditunjukkan
dalam Gambar 4.11. Lintasan yang terbentuk berupa sebuah elips, yang juga sesuai
dengan teori.
x
y
0 100
30
Sistem beban A
VALIDASI DAN VERIFIKASI MANUAL DINAMIK
4-9

Gambar 4.10 Perpindahan vertikal
-2e-4 -1.5e-4 -1e-4 -5e-5 0 5e-5
-3e-4
-2.5e-4
-2e-4
-1.5e-4
-1e-4
-5e-5
0
5e-5
Ux [m]
Uy [m]
-2e-4 -1.5e-4 -1e-4 -5e-5 0 5e-5
-3e-4
-2.5e-4
-2e-4
-1.5e-4
-1e-4
-5e-5
0
5e-5
Ux [m]
Uy [m]

Gambar 4.11 Lintasan partikel (x = 50 m)
-0.01
-0.008
-0.006
-0.004
-0.002
0
0.002
0.004
0.006
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
time [s]
d
i
s
p
l
a
c
e
m
e
n
t

[
m
m
]
Lamb
PLAXIS
P wave
S wave Gelombang S
Gelombang P
P
e
r
p
i
n
d
a
h
a
n

[
m
m
]

Waktu [dtk]
MANUAL DINAMIK
4-10 PLAXIS Versi 8
Jaring elemen terdeformasi pada beberapa waktu yang berbeda memberikan gambaran
dari perilaku gelombang Rayleigh, seperti ditunjukkan dalam Gambar 4.12 hingga
Gambar 4.15. (Ingat bahwa beban pulsa dimulai pada 0.05 dtk.) Gambaran yang lebih
baik lagi dapat diperoleh dengan menggunakan fitur PLAXIS untuk membuat animasi.

Gambar 4.12 Gelombang Rayleigh, t = 0.09 dtk

Gambar 4.13 Gelombang Rayleigh, t = 0.17 dtk
VALIDASI DAN VERIFIKASI MANUAL DINAMIK
4-11

Gambar 4.14 Gelombang Rayleigh, t = 0.29 dtk

Gambar 4.15 Gelombang Rayleigh, t = 0.41 dtk
Referensi :
Cagniard, L., E.A.Flinn and C.H.Dix, 1962, Reflection and Refraction of Progressive
Seismic Waves. New York, McGraw-Hill, 282pp.
Foinquinos, R. and Roesset, J.M., 2000. Elastic Layered Half Space Subjected to
Dynamic Surface Loads. In: Wave Motion in Earthquake Engineering, E. Kausel and G.
Manolis, Editors.
Lamb, H., On the Propagation of Tremors Over the Surface of an Elastic Solid, Phil.
Trans. Roy. Soc. (London) A, vol. 203, pp. 1-42, 1904.
Miklowitz, J., 1978, The Theory of Elastic Waves and Wave guides, Amsterdam: North-
Holland.
MANUAL DINAMIK
4-12 PLAXIS Versi 8
4.5 GELOMBANG PERMUKAAN :
PERBANDINGAN DENGAN BATAS ELEMEN
Dalam bab ini, sekali lagi dibahas mengenai gelombang permukaan pada setengah
ruang. Dalam kasus ini gelombang permukaan dibentuk oleh perpindahan tertentu yang
diberikan secara harmonis. Hasil dari Manual Dinamik PLAXIS kemudian dibandingkan
dengan hasil yang diperoleh Chouw et al. (1991) dengan menggunakan elemen batas.
Masukan : Karena simetris, maka hanya setengah bagian kanan saja yang digunakan
seperti ditunjukkan dalam Gambar 4.16. Jaring elemen regangan bidang menggunakan
elemen segitiga dengan 15 buah titik nodal, dengan lebar 200 m dan kedalaman 30 m.
Tanah diasumsikan bersifat linier elastis dengan sifat sebagai berikut :
= 17.64 kN/m
3
= 0.33 G = 53,280 kN/m
2

Perpindahan tertentu diberikan di pusat model selebar 1.5 m. Batas penyerap digunakan
pada dasar dan sisi kanan dari batas model. Perpindahan diatifkan secara harmonis
dengan amplitudo sebesar 0.48 m dan frekuensi 5 Hz. Redaman tidak digunakan.
200 0
30
y
x

Gambar 4.16 Jaring elemen hingga
Keluaran : Gambar 4.17 menunjukkan amplitudo dari gelombang permukaan pada
beberapa jarak yang berbeda dari sumber. Gambar 4.18 menunjukkan hasil serupa yang
diperoleh Chouw et al., 1991, dengan menggunakan elemen batas. Hasil yang diperoleh
cukup menyerupai.

0
0 .08
0 .16
0 .24
0 .32
0 .4
0 .48
-1 20 -80 -4 0 0 4 0 8 0 1 20
Jarak d ari sum b er (m )
A mp lit ud o (m )

Gambar 4.17 Amplitudo dari Manual Dinamik PLAXIS terhadap jarak dari sumber
VALIDASI DAN VERIFIKASI MANUAL DINAMIK
4-13
Solusi "half-space"
Amplitudo [ - ]
Jarak dari sumber[ m ]
0.00
-240 -120 0
0.48
0.24
120 240

Gambar 4.18 Amplitudo dari metode elemen batas terhadap jarak dari sumber
(dari Chouw et al., 1991)
Verifikasi : Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa gelombang permukaan akibat
perpindahan tertentu dapat disimulasikan secara benar dengan menggunakan Manual
Dinamik.
Referensi :
Chouw, N., R. Le, G. Schmid, 1991, Impediment of Surface Waves in Soil,
Mathematical and Numerical aspects of wave propagation phenomena.
4.6 BEBAN PULSA PADA SISTEM MULTI-LAPIS :
PERBANDINGAN DENGAN ELEMEN SPEKTRAL
Dalam bab ini dibahas respon dinamis dari sistem multi-lapis akibat beban pulsa
transien. Untuk sistem seperti ini, tidak terdapat solusi analitis. Untuk verifikasi, hasil
komputasi dari PLAXIS dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dari teknik semi-
analitis menggunakan metode elemen spektral (Al-Khoury et al., 2001).
Masukan : Dalam PLAXIS, model geometri menggunakan model axi-simetri dengan
elemen 15 titik nodal. Geometri mempunyai lebar 16 m dan kedalaman 15.4 m, seperti
ditunjukkan dalam Gambar 4.19. Beban merata dengan radius 0.15 m digunakan untuk
memodelkan beban pulsa tipikal dari Beban Jatuh Deflektometer atau Falling Weight
Deflectometer (FWD). FWD merupakan uji dinamis non-destruktif yang umumnya
digunakan untuk mengevaluasi struktur perkerasan jalan (pavement). Gambar 4.20
menunjukkan beban pulsa terhadap waktu. Beban dimulai pada t = 0.052 dtk dan
berakhir pada t = 0.076 dtk.
Sistem dengan tiga buah lapis yang menyatakan struktur perkerasan dan terdiri dari lapis
aspal, lapis sub-base dan lapis subgrade. Ditinjau dua buah kasus : pertama, struktur
perkerasan diletakkan di atas lapis subgrade yang kaku. Kedua, struktur perkerasan
MANUAL DINAMIK
4-14 PLAXIS Versi 8
diletakkan di atas lapis subgrade yang lunak. Sifat-sifat dari lapisan-lapisan tersebut
diberikan dalam Tabel 4.1. Batas penyerap digunakan pada dasar dan sisi kanan batas
model. Redaman tidak digunakan.
Tabel 4.1 Sifat-sifat material tanah
Parameter Simbol Aspal
Sub-base Subgrade
kaku
Subgrade
lunak
Satuan
Model material Model Elastis Elastis Elastis Elastis -
Berat isi tanah 23.0 19.0 15.0 15.0 kN/m
3

Modulus Young
(konstanta)
E 110
6
210
5
110
5
2.510
4
kN/m
2

Angka Poisson 0.35 0.35 0.35 0.35 -


0 16
15.4
x=0.15
9.91
5.61
13.57
15.25
15.0
Sub-base
Subgrade
Aspal
Subgrade
Subgrade
Subgrade
y
x

Gambar 4.19 Jaring elemen hingga
VALIDASI DAN VERIFIKASI MANUAL DINAMIK
4-15

0.05
0.06 0.07 0.08 0.09 0.1
200
400
600
800
Waktu [dtk]
Beban A [kN/m2]




Gambar 4.20 Beban pulsa

Waktu (dtk)
-1.2
-1
-0.8
-0.6
-0.4
-0.2
0
0.2
0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09 0.1
Perpindahan (mm)
Dihitung dengan Plaxis
oleh Al-Khoury et Al.

Gambar 4.21 Perpindahan vertikal di pusat dengan menggunakan subgrade yang
kaku, dihitung dengan PLAXIS dan dengan menggunakan elemen spektral
MANUAL DINAMIK
4-16 PLAXIS Versi 8

-1.2
-1
-0.8
-0.6
-0.4
-0.2
0
0.2
0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09 0.1
Waktu (dtk)
Perpindahan (mm)
Dihitung dengan Plaxis
oleh Al-Khoury et Al.

Gambar 4.22 Perpindahan vertikal di pusat dengan menggunakan subgrade yang
lunak, dihitung dengan PLAXIS dan dengan menggunakan elemen spektral
Keluaran : Gambar 4.21 dan Gambar 4.22 menunjukkan perpindahan vertikal di pusat
model tepat di bawah beban, baik untuk lapisan subgrade yang kaku maupun lunak.
Untuk subgrade yang kaku, perpindahan maksimum yang dihitung oleh PLAXIS adalah
sekitar -0.62 mm dan untuk subgrade yang lunak adalah -1.06 mm. Meskipun periode
beban pulsa adalah 0.025 dtk, respon berlangsung pada subgrade yang kaku selama
sekitar 0.03 dtk dan pada subgrade yang lunak sekitar 0.05 dtk.
Verifikasi : Gambar 4.21 dan Gambar 4.22 juga menunjukkan hasil yang diperoleh dari
metode elemen spektral. Untuk subgrade yang kaku, perpindahan maksimum adalah
sekitar -0.67 mm dan untuk subgrade yang lunak sekitar -1.10 mm. Defleksi untuk
subgrade yang kaku berlangsung selama 0.03 dtk dan sekitar 0.05 dtk untuk subgrade
yang lunak. Hal ini menunjukkan bahwa perhitungan dengan menggunakan PLAXIS dan
hasil yang diperoleh Al-Khoury et al. menunjukkan kesesuaian yang baik.
Referensi :
R. Al-Khoury, A. Scarpas, C. Kasbergen and J. Blaauwendraad, Spectral Element
Technique for Efficient Parameter Identification of Layered Media, Part I: Forward
Calculation. International Journal of Solids and Structures, Vol. 38, 1605-1623, 2001.

TEORI
5-1
5 TEORI
Sebagai tambahan terhadap formulasi teoritis dan berbagai aspek yang diberikan dalam
Manual Dasar Teori dari Manual PLAXIS, bab ini menekankan beberapa latar belakang
teoritis dari Manual Dinamik. Bab ini juga tidak memberikan penjelasan teoritis secara
menyeluruh dari pemodelan dinamis. Untuk penjelasan yang lebih mendetil Anda dapat
mengacu pada literatur [1, 2, 6].
Topik-topik berikut akan dibahas :
Persamaan dasar untuk perilaku dinamis
Integrasi waktu
Cepat rambat gelombang
Langkah waktu kritis
Batas model
Batas penyerap
Tegangan awal dan peningkatan tegangan pada batas model
5.1 PERSAMAAN DASAR PERILAKU DINAMIS
Persamaan dasar untuk gerakan yang bergantung terhadap waktu dari suatu volume
massa yang dikenai suatu beban (dinamis) adalah :
M u& & + C u& + K u = F (5.1)
dimana M adalah matriks massa, u adalah vektor perpindahan, C adalah matriks
redaman, K adalah matriks kekakuan dan F adalah vektor beban. Perpindahan, u,
kecepatan, u& , dan percepatan, u& & , dapat berubah terhadap waktu. Dua suku terakhir
dalam Pers. (5.1) (Ku = F) berhubungan dengan deformasi statis.
Teori disini dibahs berdasarkan elastisitas linier. Namun, pada prinsipnya, seluruh model
dalam PLAXIS dapat digunakan untuk analisis dinamik. Perilaku tanah dapat bersifat
terdrainase maupun tak terdrainase. Pada kasus tak terdrainase, kekakuan bulk dari air
tanah ditambahkan pada matriks kekakuan K, seperti halnya pada perhitungan statis.
Dalam matriks M, massa dari material (tanah + air + konstruksi lainnya) juga ikut
diperhitungkan. Dalam PLAXIS, matriks massa diimplementasikan sebagai suatu
kesatuan matriks (lumped matrix).
Matriks C menyatakan redaman dari material. Pada kenyataannya, redaman material
diakibatkan oleh friksi atau oleh deformasi yang tidak dapat kembali seperti semula
(plastisitas atau viskositas). Dengan viskositas atau plastisitas yang semakin meningkat,
semakin banyak pula energi getaran yang dapat didisipasi. Jika diasumsikan elastis,
redaman tetap dapat ikut diperhitungkan dengan menggunakan matriks C. Untuk
menentukan matriks redaman, diperlukan parameter tambahan yang sulit untuk
MANUAL DINAMIK
5-2 PLAXIS Versi 8
diperoleh dari pengujian. Dalam formulasi elemen hingga, matriks C umumnya
dirumuskan sebagai suatu fungsi dari matriks massa dan matriks kekakuan (redaman
Rayleigh) [1, 2] sebagai :
C =
R
M +
R
K (5.2)
Hubungan ini membatasi penentuan matriks redaman hingga pada koefisien-koefisien
Rayleigh
R
dan
R
. Disini, saat kontribusi dari M adalah dominan (misalnya untuk nilai

R
= 10
-2
dan
R
= 10
-3
), maka getaran frekuensi rendah akan lebih banyak mengalami
redaman, dan saat kontribusi dari K adalah dominan (misalnya untuk nilai
R
= 10
-3
dan

R
= 10
-2
), maka getaran frekuensi tinggi akan lebih banyak mengalami redaman. Dalam
pengaturan standar dari PLAXIS,
R
=
R
= 0.
5.2 INTEGRASI WAKTU
Dalam implementasi numerik dari permasalahan dinamis, formulasi dari integrasi waktu
merupakan sebuah faktor penting untuk stabilitas dan akurasi dari proses perhitungan.
Integrasi secara eksplisit dan implisit merupakan dua buah kondisi integrasi waktu yang
umum digunakan. Kelebihan dari integrasi eksplisit adalah bahwa integrasi tersebut
relatif sederhana untuk diformulasikan. Namun, kekurangannya adalah bahwa proses
perhitungan menjadi tidak terlalu handal dan mempunyai keterbatasan serius dalam
langkah waktu. Metode implisit lebih rumit, tapi dapat menghasilkan proses perhitungan
yang lebih baik (dan lebih stabil) dan umumnya juga lebih akurat [3].
Integrasi waktu implisit dari kondisi Newmark merupakan metode yang sering
digunakan. Dengan metode ini, perpindahan dan kecepatan pada suatu titik pada waktu
t + t masing-masing dinyatakan sebagai berikut :
( ) ( )
2
2
1
t u u t u u u
t t t t t t t
+ + + =
+ +
& & & & &

(5.3a)
( ) ( ) t u u u u
t t t t t t
1

+ + =
+ +
& & & & & & (5.3b)
Dalam persamaan di atas,t adalah langkah waktu. Koefisien dan menentukan
akurasi dari integrasi waktu secara numerik. Koefisien ini tidak sama dengan koefisien
dan untuk redaman Rayleigh. Untuk memperoleh solusi yang stabil, kondisi berikut
harus dipenuhi :
0.5 ( + )
2
(5.4)
Pengguna disarankan untuk menggunakan pengaturan standar dalam PLAXIS, dimana
digunakan kondisi redaman Newmark dengan = 0.3025 dan = 0.60. Sebagai
alternatif, metode percepatan rata-rata yang umum digunakan juga dapat dipakai dengan
nilai = 0.25 dan = 0.50. Walaupun demikian, kombinasi lainnya juga tetap mungkin
untuk digunakan.
TEORI
5-3
Implementasi dari integrasi waktu dalam PLAXIS
Pers. (5.3) juga dapat dituliskan sebagai :
t t t t
u c u c u c u & & & & & =
+
3 2 0


t t t t t t
u c u c u u

7 6
+ +
+ + = & & & & & &
u u u
t t t

+ =
+
(5.5a)
atau sebagai :
t t t t
u c u c u c u & & & & & =
+
3 2 0


t t t t
u c u c u c u & & & & =
+
5 4 1


u u u
t t t

+ =
+
(5.5b)
dimana koefisien c
0
c
7
dapat dinyatakan dalam langkah waktu dan dalam parameter
integrasi dan . Dengan cara ini, perpindahan, kecepatan dan percepatan pada akhir
dari langkah waktu dinyatakan dalam nilainya pada awal dari langkah waktu serta dalam
peningkatan perpindahan. Dengan integrasi waktu secara implisit, Pers. (5.1) harus
diperoleh pada akhir dari setiap langkah waktu (t + t) :
t t t t t t t t
F u K u C u M
+ + + +
= + + & & & (5.6)
Persamaan ini, dikombinasikan dengan Pers. (5.5) untuk perpindahan, kecepatan dan
percepatan pada akhir dari langkah waktu akan menghasilkan :
( ) ( ) ( )
t
int
t t t t t t
ext
F u c u c C u c u c M F u K C c M c + + + + = + +
+
& & & & & &
5 4 3 2

1 0

(5.7)
Dalam bentuk ini, sistem persamaan untuk analisis dinamik cukup sesuai dengan
analisis statis. Perbedaannya adalah bahwa "matriks kekakuan" memuat parameter
ekstra untuk massa dan redaman, serta pernyataan di sebelah kanan memuat parameter
ekstra yang menyatakan kecepatan dan percepatan pada awal dari langkah waktu (waktu
t).
5.2.1 CEPAT RAMBAT GELOMBANG
Cepat rambat gelombang tekan, V
p
, dalam massa tanah satu dimensi yang terkekang
merupakan fungsi dari kekakuan, E
oed
, dan dari massa, , sebagai berikut :
MANUAL DINAMIK
5-4 PLAXIS Versi 8
V
p
=

oed
E
dimana E
oed
=
( )
( ) ( )

+

2 1 1
1 E
dan = / g (5.8)
dimana E = modulus Young, = angka Poisson, = berat isi total dan g adalah
percepatan gravitasi bumi (9.8 m/dtk
2
).
Persamaan yang serupa juga berlaku untuk cepat rambat gelombang geser, V
s
, berikut :
V
s
=

G
dimana G =
( ) + 1 2
E
(5.9)
5.2.2 LANGKAH WAKTU KRITIS
Diluar kelebihan dari integrasi implisit, langkah waktu yang digunakan dalam
perhitungan mempunyai beberapa keterbatasan. Jika langkah waktu terlalu besar, solusi
akan menghasilkan penyimpangan yang signifikan dan respon yang dihitung akan
menjadi tidak benar. Langkah waktu kritis tergantung pada frekuensi maksimum dan
tingkat kekasaran (kehalusan) dari jaring elemen hingga. Secara umum, persamaan
berikut dapat digunakan untuk elemen tunggal [] :
t
critical
=
( )
( ) ( )

+
+

2
2
2
4
2
4
2 1
1
2
4
1
2 1 1
1
B
S
S
B
S
B E
l
e

(5.10)
Suku dalam akar yang pertama menyatakan kecepatan dari sebuah gelombang (tekan)
pada Pers. (5.8). Faktor tergantung pada jenis elemen. Untuk sebuah elemen dengan
6 buah titik nodal = 1/(6c
6
), dengan c
6
5.1282, sedangkan untuk sebuah elemen
dengan 15 buah titik nodal = 1/(19c
15
), dengan c
15
4.9479 [9]. Faktor-faktor yang
menentukan lainnya adalah angka Poisson, , panjang rata-rata dari elemen B (lihat
Bab 3.6.1 pada Manual Acuan PLAXIS Versi 8 untuk deskripsi panjang elemen rata-rata)
dan permukaan dari elemen S. Dalam suatu model elemen hingga, langkah waktu kritis
adalah sebesar nilai minimum dari t menurut Pers. (5.10) untuk seluruh elemen.
Langkah waktu ini dipilih untuk memastikan agar suatu gelombang dalam satu langkah
tunggal tidak bergerak melebihi dimensi minimum dari elemen.
5.3 BATAS MODEL
Pada kasus dari analisis deformasi statis, perpindahan batas tertentu diterapkan pada
batas dari model elemen hingga. Batas tersebut dapat sepenuhnya bebas atau kondisi
jepit juga dapat diterapkan dalam satu atau dua arah. Umumnya batas vertikal dari suatu
jaring elemen merupakan batas non-fisik (sintetis) yang telah dipilih sedemikian rupa
sehingga batas tersebut tidak mempengaruhi perilaku dari deformasi konstruksi yang
dimodelkan. Dengan kata lain, batas diletakkan pada jarak yang "jauh". Untuk
TEORI
5-5
perhitungan dinamis, pada prinsipnya batas harus diletakkan lebih jauh lagi
dibandingkan dengan perhitungan statis, karena gelombang tegangan akan dipantulkan
dan menyebabkan distorsi pada hasil yang dihitung. Namun demikian, dengan
meletakkan batas pada jarak yang jauh akan membutuhkan banyak elemen tambahan
sehingga pada akhirnya membutuhkan memori yang lebih besar serta waktu perhitungan
yang lebih lama.
Untuk mencegah terjadinya pantulan, perlu diambil tindakan khusus pada batas model,
dan dalam konteks ini batas tersebut disebut sebagai "batas penyerap" atau "batas
sunyi". Berbagai metode telah digunakan untuk membuat batas-batas tersebut, yang
melibatkan :
Penggunaan half-infinite elements atau setengah elemen hingga (elemen batas)
Adaptasi dari sifat material pada elemen yang berada di batas model (kekakuan
rendah, viskositas tinggi)
Penggunaan batas yang memiliki viskositas (peredam)
Semua metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan
tergantung pada permasalahan yang dihadapi. Untuk implementasi dari efek dinamis
dalam PLAXIS (Versi 8), batas penyerap dibuat dengan metode terakhir, yaitu dengan
penggunaan batas yang memiliki sifat viskositas. Uraian mengenai bagaimana metode
ini bekerja diberikan berikut ini.
5.3.1 BATAS PENYERAP
Dalam pemilihan jenis batas penyerap, tidak digunakan kondisi jepit pada arah tertentu
melainkan digunakan sebuah peredam. Peredam memastikan bahwa peningkatan dalam
tegangan pada batas akan diserap tanpa terjadi pantulan balik. Maka batas model
kemudian mulai bergerak.
Penggunaan batas penyerap dalam PLAXIS didasarkan pada metode yang dijelaskan oleh
Lysmer dan Kuhlmeyer [4].
Komponen tegangan normal dan geser yang diserap oleh peredam dalam arah-x adalah :

n
= -C
1
V
p

x
u& (5.11a)
= -C
2
V
s

y
u& (5.11b)
Disini adalah kepadatan dari material. V
p
dan V
s
masing-masing adalah cepat rambat
gelombang tekan dan cepat rambat gelombang geser. V
p
dan V
s
ditentukan dengan
menggunakan Pers. (5.8) dan Pers. (5.9). C
1
dan C
2
adalah koefisien relaksasi yang telah
digunakan untuk meningkatkan efek penyerapan. Jika gelombang tekan hanya mengenai
batas dalam arah tegak lurus saja, maka relaksasi bersifat redundan (C
1
= C
2
= 1).
Dengan adanya gelombang geser, efek redaman pada batas penyerap tidak memadai
tanpa adanya relaksasi. Efek redaman dapat lebih ditingkatkan dengan menggunakan
koefisien kedua secara khusus. Pengalaman yang diperoleh hingga saat ini adalah bahwa
MANUAL DINAMIK
5-6 PLAXIS Versi 8
penggunaan nilai C
1
= 1 dan C
2
= 0.25 menghasilkan penyerapan gelombang yang
cukup baik pada batas model. Walaupun demikian tidak mungkin untuk menyatakan
bahwa gelombang geser sepenuhnya terserap, sehingga pada tiap keberadaan gelombang
geser efek batas akan selalu terjadi. Karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut
mengenai hal ini, tetapi metode yang dijelaskan di atas telah cukup memadai untuk
aplikasi yang bersifat praktis.
Untuk batas yang mempunyai kemiringan, digunakan formulasi yang disesuaikan
berdasarkan Pers. (5.11), yang mengikutsertakan sudut dari batas.
5.4 TEGANGAN AWAL DAN PENINGKATAN TEGANGAN
Dengan menghapus kondisi jepit pada batas saat transisi dari analisis statik ke analisis
dinamik, tegangan pada batas juga berkurang. Hal ini berarti bahwa kondisi batas akan
mulai bergerak akibat dari tegangan awal. Untuk mencegah hal ini, tegangan batas awal
akan diubah menjadi kecepatas batas awal (imajiner). Saat menghitung tegangan,
kecepatan batas awal harus dikurangkan dari kecepatan sesungguhnya :

n
= -c
1
V
p

0
n n
u + & = -c
1
V
p
( )
0
n n
u u & & (5.12)
Kecepatan awal ini dihitung pada awal dari analisis dinamik sehingga murni
berdasarkan tegangan batas asli (perhitungan sebelumnya atau kondisi tegangan awal).
Situasi dimana beban baru yang diaplikasikan pada lokasi tertentu pada model dan
seterusnya bekerja dapat terjadi. Beban seperti ini akan menghasilkan peningkatan
tegangan batas rata-rata. Jika model menggunakan batas penyerap, maka peningkatan
tegangan rata-rata tidak dapat diserap, dan sebaliknya batas akan mulai bergerak. Pada
sebagian besar situasi, juga terdapat kondisi batas jepit (bukan penyerap) di lokasi-lokasi
tertentu pada model, misalnya pada dasar. Dasar jaring elemen pada lokasi transisi dari
lapisan tanah yang tidak kaku ke lapisan yang keras (kaku), umumnya dipilih sebagai
batas jepit. Di sini, pada kenyataannya pantulan juga terjadi, sehingga dalam analisis
dinamik batas dasar seperti itu dapat dengan mudah diterapkan dengan menggunakan
kondisi batas atau jepit. Pada kasus yang ditinjau di atas tentang peningkatan beban pada
model, peningkatan tersebut pada akhirnya harus diserap oleh kondisi batas (jepit) dasar,
jika diperlukan, setelah tegangan didistribusikan kembali.

REFERENSI
6-1
6 REFERENSI
[1] Bathe, Klaus-Jurgen (1996) Finite Element Procedures. Prentice Hall.
[2] Chouw, Le, Schmid (1991) Impediment of Surface Waves in Soil. In:
Mathematical and Numerical aspects of wave propagation phenomena.
[3] Das, B.M. (1995), Fundamentals of soil dynamics. Elsevier.
[4] Hughes, TH.J.R. (1987), The finite element method, linear static and dynamic
analysis, Prentice Hall Int.
[5] Kramer, S.L. (1996), Geotechnical earthquake engineering. Prentice Hall, New
Jersey.
[6] Lysmer, J., Kuhlmeyer R.L. (1969) Finite Dynamic Model for Infinite Media.
ASCE J. of the Eng. Mech. Div., p.859-877.
[7] Pal, O. (1998) Modlisation du comportement dynamique des ouvrages grce
des lments finis de haute prcision, thesis, L'universit Joseph Fourier -
Grenoble I.
[8] Sluys, L.J. (1992), Wave propagation, Localisation and Dispersion in softening
solids, disertasi, Delft University of Technology.
[9] Zienkiewicz, O.C., Taylor R.L. (1991), The finite element method (4
th
edition),
volume 2, Solid and Fluid mechanics, Dynamics and Non-Linearity. Mc Graw-
Hill, U.K.

MANUAL DINAMIK
6-2 PLAXIS Versi 8