Anda di halaman 1dari 3

SURVEILANS EPIDEMIOLOGI PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI PUSKESMAS 1 DENPASAR SELATAN

Gambaran Umum Puskesmas 1 Denpasar Selatan merupakan puskesmas yang membawahi wilayah kerja Kecamatan Denpasar Selatan di mana kecamatan Di Denpasar Selatan terdapat 3 desa yaitu Panjer, Sidakarya, dan Sesetan, di mana di setiap desa terdapat puskesmas pembantu Secara umum Denpasar terutama Denpasar Selatan pada khususnya merupakan daerah endemis demam berdarah di mana rata-rata kasus demam berdarah sebanyak 44 kasus per bulan pada tahun 2009 dan meningkat menjadi 105 kasus per bulan pada tahun 2010, di mana perkembangan penyakit dan proporsi demam berdarah berdasarkan umur dan jenis kelamin pada tahun 2010 bisa dilihat pada tabel dan grafik berikut:
BULAN UMUR 0-7 8-28 <1 1-4 5-9 10-14 15-19 20-24 45-54 55-59 60-69 70+ 9 18 24 16 10 11 31 10 3 8 7 4 11 19 13 9 18 25 15 4 3 5 51 49 83 55 40 54 100 58 25 18 33 7 7 17 5 7 11 12 6 4 1 4 1 4 2 2 0 1 4 0 0 0 1 2 0 0 1 1 7 3 2 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 TOTAL 89 108 183 113 78 129 206 110 43 38 65

Jan 0 0 1 6 8 Feb 0 0 0 7 12 Mar 0 0 1 11 27 Apr 0 1 2 5 12 Mei 0 0 1 1 9 Jun 0 0 1 11 15 Jul 0 0 0 10 20 Agst 0 0 1 7 11 Sep 0 0 0 3 4 Okt 0 0 1 1 5 Nop 0 0 0 7 8 *Data bulan Desember belum tersedia
250 Jumlah Kasus 200 150 100 50 0 89 108 113 78 184 129

206 110 43 65 38 Perem puan 47% Lakilaki 53%

Berdasarkan hasil wawancara, demam berdarah di wilayah Denpasar Selatan paling banyak terjadi pada bulan April, Mei, Juni tiap tahunnya di mana puncaknya yaitu pada bulan Mei yang berangsur menurun hingga bulan Desember. Jika berdasarkan jenis kelamin

maka rata-rata laki-laki lebih banyak yang terjangkit DB jika dibandingkan perempuan, selain itu jika berdasarkan umur maka DB paling banyak menyerang kelompok usia 20-24 tahun dan semakin jauh dari kelompok penyakit ini maka distribusi penderita DBnya semakin kecil. Karena merupakan wilayah endemis maka Denpasar Selatan sampai selama ini belum pernah sampai dikategorikan KLB

Tujuan Umum Kegiatan Surveilans : Mengetahui adanya kemungkinan adanya penyakit demam berdarah di masyarakat kecamatan Denpasar Selatan Tujuan Khusus Kegiatan Surveilans : Mengetahui epidemiologi demam berdarah serta untuk mencegah den memutus penyebaran penyakit demam berdarah di masyarakat kecamatan denpasar selatan

Alur Pelaporan: Adapun alur pelaporan dan pendataan demam berdarah yang dilakukan di Puskesmas 1 Densel adalah sebagai berikut:
kunjungan pasien/laporan warga tes trombosit, jika positif DB, dirujuk ke RS pendataan pasien demam berdarah di RS

Feedback oleh puskesmas

Rekapan data diserahkan ke Puskesmas 1 Densel

pengumpulan (rekap) data oleh Dinkes

1. Pasien yang memiliki gejala DB datang berkunjung ke puskesmas, atau bisa juga jika ada orang yang tidak mau ke puskesmas maka warga atau tetangga sekitarnya dapat melapor ke puskesmas di mana nantinya pihak puskesmas yang akan membantu membujuk dan menjemput pasien ke puskesmas untuk diperiksa 2. Pasien akan diperiksa oleh pihak puskesmas di mana akan ditanyakan berapa lama demamnya, dan dilakukan tes trombosit. Jika positif DB maka pasien akan diberikan obat golongan parasetamol dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit. Puskesmas tidak melakukan pencatatan terhadap pasien yang dinyatakan positif DB di Puskesmas. 3. Di Rumah Sakit pasien akan mendapatkan perawatan intensif dan dilakukan pendataan baik terhadap umur, asal, jenis kelamin, dll 4. Data dari Rumah Sakit tersebut kemudian direkap oleh Dinas Kesehatan, di mana rekapan data tersebut nantinya akan dikelompokkan berdasarkan wilayah kerja yang nantinya akan dikirim ke Puskesmas masing-masing untuk ditangani. Sayangnya baik

proses pendataan maupun pengiriman data dilakukan tanpa memanfaatkan teknologi informasi seperti web, bahkan data ditulis bukan dengan kumputerisasi melainkan dengan tulisan manual (buku) 5. Data dari puskesmas akan ditindaklanjuti oleh pihak puskesmas berupa programprogram penanggulangan DB yang disesuaikan dengan data.

Umpan Balik (Feedback) Adapun feedback yang biasanya dilakukan di Puskesmas 1 Densel terhadap kejadian DB antara lain: 1. Penyelidikan Epidemiologi 2. Foging fokus, yaitu kegiatan pengasapan dalam satu wilayah kompleks perumahan. 3. Kerja bakti sebulan, yaitu kegiatan pembersihan lingkungan yang dilakukan masyarakat bekerja sama dengan puskesmas yang dilakukan setiap bulan 4. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan oleh jumantik secara teratur. Puskemas 1 Denpasar Selatan memiliki 35 orang jumantik dengan 3 orang kordinator di mana tiap jumantik mewakili 1 banjar yang ada di Kecamatan Denpasar Selatan. 5. Gebyar PSN yaitu kegiatan pencarian jentik yang dilakukan oleh jumantik dibantu oleh masyarakat yang dilakukan setiap hari sabtu. Kegiatan gebyar PSN biasanya dilakukan di bulan April hingga Mei