Anda di halaman 1dari 42

REFERAT

DASAR DASAR FISIOTERAPI

OLEH : EDO FEBRIAN A. 110.2005.075 PEMBIMBING : Dr.Athiyah S .OT

BAGIAN KEPANITERAAN BEDAH BRSUD ARJAWINANGUN OKTOBER 2011

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, yang jikalau seluruh pohon di atas muka bumi ini dijadikan pena dan lautan dijadikan tinta untuk menuliskan ilmu Allah, maka tidak akan habis ilmu Allah. Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam, nikmat Al-Quran, dan diutusnya Nabi Muhammad SAW, menjadi rahmat di seluruh alam. asul yang

!uji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SW" atas rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan re#rat dengan judul Dasar-Dasar Fisioterapi !ada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada dr. Athiyah, Sp.OT atas bimbingan serta bantuan yang telah diberikan selama pembuatan re#rat !enulis menyadari bah$a re#rat ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan masukan-masukan dan saran yang bersi#at membangun agar kelak menjadi lebih baik lagi. Atas segala kekurangannya penulis mohon maa#. %esalahan datangnya dari penulis pribadi dan kebenaran datangnya dari Allah dan %esempurnaan hanyalah milik-Nya Akhir kata dengan mengu&apkan Alhamdulillahirabbilaalamiin, semoga Allah SW" meridhoi segala amal kita. Semoga re#rat ini dapat berman#aat bagi kita semua dan dapat menjadi rangkaian amal shalih bagi penulis dan yang memba&anya.

'irebon, (ktober )*++

!enyusun

DAFTAR ISI
%A"A !,N-AN"A ........................................................................................................... .A. I. /ASA /ASA 0ISI(", A!I ...............................................................................

Sejarah 0isioterapi ................................................................................. !engertian dan uang 1ingkup 0isioterapi ........................................... !ato#isiologi dan /iagnosis 'edera (lahraga ....................................... !enggunaan "eknik 0isioterapi ............................................................. Alur %erja Inter2ensi 0isioterapi ........................................................... !rinsip 0isioterapi !enanganan 'edera (lahraga .................................. "eknik 0isioterapi .................................................................................. 3enis 1ayanan 0isioterapi ...................................................................... Man#aat dan esiko 0isioterapi .......................................................... . .A. II. ", A!I AI 4HYDROTHERAPY5 ...................................................... !engertian dan uang 1ingkup Hydrotherapy .................................... Indikasi Hydrotherapy ......................................................................... 3enis Aplikasi Hydrotherapy ............................................................... .A. III. ", A!I /IN-IN 4COLDTHERAPY5 ................................................ !engertian dan uang 1ingkup Cold Therapy .................................... Indikasi Cold Therapy ......................................................................... 3enis Aplikasi Cold Therapy ................................................................ .A. I6. THERMOTHERAPY ........................................................................... !engertian dan uang 1ingkup Thermotherapy .................................. Indikasi Thermotherapy........................................................................ 3enis Aplikasi Thermotherapy ............................................................. .A. 6. ULTRASOUND THERAPY .................................................................. !engertian dan uang 1ingkup Ultrasound Therapy .......................... Indikasi Ultrasound Therapy ............................................................... esiko Ultrasound Therapy ................................................................. .A. 6I. ELECTROTHERAPY .......................................................................... !engertian dan uang 1ingkup Electrotherapy .................................. Indikasi Electrotherapy ....................................................................... 3enis Aplikasi Electrotherapy .............................................................. Man#aat dan esiko Electrotherapy .................................................... .A. 6II. MANUAL THERAPY ......................................................................... !engertian dan uang 1ingkup Manual Therapy ................................ Indikasi Manual Therapy ..................................................................... 3enis Manual Therapy ......................................................................... "eknik Massage pada S eden Massa!e ............................................. esiko manual therapy ........................................................................ .A. 6III. /ASA /ASA E"ERC#SE THERAPY ........................................ ,#ek 0isiologis "erapi 1atihan ............................................................ Indikasi "erapi 1atihan ........................................................................

3enis-jenis 1atihan "erapi .................................................................... A. 1atihan 0leksibilitas 41atihan (M5 .............................................. .. 1atihan Mobilitas ............................................................................ '. 1atihan .eban ................................................................................. /. 1atihan Aerobik ..............................................................................

BAB I DASAR DASAR FISIOTERAPI Se arah Fisioterapi !raktek #isioterapi atau terapi #isik sudah dimulai sejak abad )7** SM di 'hina berupa akupuntur dan berbagai teknik manual therapy. !enggunaan #isioterapi juga sudah ter&atat dalam 8Ayur$eda8 yang merupakan suatu sistem kedokteran paling tua dan sampai sekarang masih dipraktekkan dan diakui oleh India sebagai bagian dari sistem kesehatan negara. !ada kedokteran barat, ter&atat pada tahun 9:* SM, ;ippo&rates sudah menggambarkan massa!e dan hydrotherapy sebagai alternati# penyembuhan berbagai penyakit. !ada era modern, #isioterapi mulai banyak dikembangkan pada tahun +<=: di 1ondon yang pada mulanya bertujuan untuk meningkatkan mobilitas penderita yang dira$at inap di rumah sakit untuk menjaga kekuatan dan #ungsi otot. Ilmu #isioterapi kemudian berkembang pesat dan mulai dilakukan standardisasi layanan dan pro#esi #isioterapi yang terutama didasarkan pada ilmu kedokteran modern. !ada tahun +=)* mulai dibentuk perkumpulan ahli #isioterapi di Inggris yang kemudian diikuti oleh berbagai negara lain. !erkembangan ilmu dan layanan #isioterapi juga dipengaruhi oleh perang dunia I dan II dimana pada saat tersebut dan paska perang terdapat peningkatan kebutuhan pera$atan dan rehabilitasi korban perang. Pe!"ertia! da! R#a!" $i!"%#p Fisioterapi 0isioterapi merupakan bagian dari ilmu kedokteran yang berupa inter2ensi #isik non#armakologis dengan tujuan utama kurati# dan rehabilitati# gangguan kesehatan. 0isioterapi atau "erapi 0isik se&ara bahasa merupakan teknik pengobatan denganmodalitas #isik 4#isika5. .eberapa modalitas #isik yang terdapat di pergunakan antara lain > listrik, suara, panas, dingin, magnet, tenaga gerak dan air. Modalitas #isik inilah yang kemudian menjadi dasar aplikasi #isioterapi. Sebagai &ontoh, suhu dapat dimodi#ikasi menjadi suhu dingin 4coldtherapy5 dan suhu panas 4thermotherapy5 yang digunakan pada keadaan yang sesuai dengan indikasi terapi tersebut. Se&ara lengkap struktur dasar modalitas #isika dalam #isioterapi beserta aplikasinya dapat dilihat pada gambar +.

Ga&'ar (. )oda*itas Fisi%a da*a& Kaita!!ya de!"a! Ap*i%asi Fisioterapi Aplikasi #isioterapi de$asa ini terus menerus mengalami perkembangan baik dari sisis prosedur pelaksanaan maupun alat-alat pendukung. Aplikasi 0isioterapi juga semakin &enderung mengkombinasikan modalitas-modalitas #isika yang ada. Sebagai &ontoh, hydrotherapy dilakukan dengan modi#ikasi suhu dingin 4coldtherapy5 dan panas

4thermotherapy5. Alat pendukung electrotherapy juga sangat berkembang menjadi alat pendukung yang &anggih yang dipergunakan pada le2el pusat pelayanan kesehatan maupun penemuan alat alat yang dapat dipergunakan se&ara mandiri oleh penderita, misalnya penggunaan alat ",NS 4transcutaneous electro ner$e st%mulat%on5. !ada &abang #isioterapi non-alat, manual therapy dan e&erc%se therapy. Pe!""#!aa! Te%!i% Fisioterapi Se&ara garis besar, teknik #isioterapi banyak dipergunakan untuk mengatasi &edera. Selain untuk mengatasi &edera, pada anak-anak teknik #isioterapi banyak dipergunakan untuk mengatasi cere'ral palsy, muscular dystrophy, sp%na '%(%da, pol%omylet%s dan kelainan struktural lainnya. -angguan kesehatan pada orang de$asa yang sering memerlukan inter2ensi #isioterapi meliputi gangguan neurologis paska stroke, gangguan persendian yang dikarenakan &edera maupun gangguan imunitas. .eberapa kondisi lain yang sering memerlukan inter2ensi #isioterapi meliputi nyeri punggung, gangguan otot 4stra%n5, gangguan ligamen 4spra%n5 dan asma. "ujuan terapi pada #isioterapi sangat ber2ariasi tergantung oleh jenis &edera ataupun gangguan #isik yang dialami. !ada kasus &edera, #isioterapi dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot, memper&epat proses penyembuhan, mengurangi rasa nyeri serta mengembalikan mobilitas dan ketahanan kerja otot paska &edera. 0isioterapi pada gangguan #isik seperti stroke, asma, cere'ral palsy dan sebagainya bertujuan untuk meminimalisir tingkat kesakitan 4mor'%d%tas5 dengan jalan memperbaiki respon tubuh terhadap penyebab gangguan tersebut dengan mempergunakan berbagai teknik inter2ensi #isioterapi. A*#r Ker a I!ter+e!si Fisioterapi Idealnya, sebelum memulai program #isioterapi, keadaan klinis penderita harus dinilai terlebih dahulu oleh dokter dengan berbagai pemeriksaan penunjang. /okter kemudian menegakkan diagnosis serta menentukan tujuan #isioterapi kemudian merujuk penderita kepada ahli #isioterapi untuk menerima inter2ensi #isioterapi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Ahli #isioterapi kemudian akan menilai ulang diagnosis dan bila memungkinkan memeriksa kembali ri$ayat medis 4rekam medis5 terutama yang menggambarkan perjalanan penyakit serta ri$ayat pengobatan. !ada kasus gangguan neuro)musculos*eletal, ahli #isioterapi kemudian harus mengukur kekuatan, #leksibilitas, kapasitas gerak sendi, ketahanan #isik dan postur. !ada tahap selanjutnya, ahli #isioterapi memilih teknik yang sesuai dengan tujuan terapi, indikasi dan hasil pemeriksaan #isik yang ditemukan pada penderita. "eknik #isioterapi yang dipergunakan biasanya meliputi gabungan beberapa teknik yang dianggap dapat menimbulkan keman#aatan yang sebesarbesarnya bagi penderita. Se&ara umum, e&erc%se therapy merupakan teknik yang paling sering dipergunakan diikuti dengan manual therapy, sedangkan thermotherapy, cryotherapy, hydrotherapy, ultrasound therapy dan electrotherapy dipergunakan sebagai terapi tambahan.

Ga&'ar ,. A*#r Ker a Pe!a!"a!a! Fisioterapi

Te%!i% Fisioterapi .eberapa teknik #isioterapi yang sering dipergunakan meliputi > A. Exercise therapy -Terapi *atiha!.. "eknik #isioterapi ini merupakan teknik #isioterapi yang paling sering dipergunakan terutama pada keadaan kronis. !ada penggunaannya, jenis, #rekuensi, intensitas dan durasi latihan ditentukan berdasarkan pemeriksaan #isik. 3enis latihan yang dapat dilakukan berupa latihan %sometr%c+ %soton%c+ aerobik maupun latihan akuatik. 3enisjenis latihan ini biasanya bertujuan untuk memperbaiki jangkauan gerak, meningkatkan kekuatan, koordinasi, ketahanan, keseimbangan dan postur. 1atihan dapat dilakukan se&ara akti# dimana penderita mengontrol sendiri gerakannya tanpa bantuan orang lain ataupun pasi# dimana gerakan dilakukan berdasarkan bantuan dari ahli #isioterapi. "erapi latihan dapat dilakukan pada #ase rehabilitasi berbagai jenis kelainan seperti stroke, penggantian sendi maupun penuaan. B. Manipulation/ Manual therapy. .erbagai teknik terapi manipulasi dapat dilakukan untuk menghasilkan gerakan pasi#. "eknik ini meliputi terapi gerak dan massa!e 4pijat5. /e$asa ini teknik massa!e yang paling sering dipergunakan adalah teknik S$eden, $alaupun demikian, berbagai jenis lain juga mulai sering dipergunakan meliputi neuro)de$elopmental treatment untuk mengatasi gangguan neuromuskular serta a*upressure. Man%pulat%on therapy terutama ditujukan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan #leksibilitas sendi. 0. Thermotherapy -Heat therapy / Terapi Pa!as.. Thermotherapy merupakan terapi dengan menggunakan suhu panas biasanya dipergunakan dengan kombinasi dengan modalitas #isioterapi yang lain seperti e&erc%se dan manual therapy. ?dara lembab yang hangat dapat dipergunakan untuk mengurangi kekakuan dan nyeri otot. Heat therapy dapat dilakukan dengan mempergunakan berbagai &ara, antara lain dengan menggunakan kantung panas 4hot pac*s5, handuk hangat, botol air panas, alat ultrasound, alat %n(ra)red dan bak para#in &air. "erapi ini juga dapat dikombinasikan dengan hydrotherapy karena air yang hangat dapat mengendurkan otot, sendi serta meningkatkan jangkauan sendi. D. Coldtherapy -Terapi Di!"i!.. Aplikasi dingin pada area radang dapat mengurangi kepekaan syara# yang pada gilirannya akan mengurangi rasa nyeri. Metode ini paling sering dipergunakan pada keadaan akut sebagai bagian dari sistem I', ,Rest)#ce)Compress%on)Ele$at%on-. Metode ini dapat dilakukan dengan mempergunakan es atau sprai $apocoolant. E. Electrotherapy Electrotherapy merupakan terapi dengan mempergunakan impuls listrik untuk menstimulasi sara# motorik ataupun untuk memblok sara# sensorik. Salah satu jenis electrotherapy yang sering dipergunakan untuk pengobatan adalah transcutaneous electro ner$e st%mulat%on 4",NS5. ",NS mempergunakan listrik bertegangan rendah yang disuplai dari suatu alat porta'le bersumber daya baterai. /ua elektroda pada alat ini dihubungkan pada bagian yang nyeri sehingga bagian tersebut teraliri impuls listrik yang akan menjalar pada serabut sara# untuk mengurangi kepekaan terhadap rangsang nyeri. Alat ini sering dipergunakan untuk mengatasi nyeri pada tendon%t%s dan 'urs%t%s. Selain ",NS, short a$e d%athermy sering juga dipergunakan dalam praktek #isioterapi. Alat ini mempergunakan arus listrik #rekuensi tinggi untuk meningkatkan suhu pada kulit. .agian-bagian tubuh yang besar seperti punggung dan pinggang dapat diterapi dengan short a$e d%athermy karena penetrasi suhu dapat lebih dalam daripada mempergunakan metode terapi panas non)electr%c.

F. Iontophoresis dan Phonophoresis #onthopores%s merupakan usaha memasukkan obat dalam jaringan dengan mempergunakan bantuan arus listrik sedangkan phonophores%s merupakan usaha memasukkan obat dalam jaringan dengan mempergunakan bantuan ultrasound. Metode ini sering digunakan untuk menangani nyeri leher, nyeri punggung dan radang sendi. G. Tra%si "raksi merupakan prosedur koreksi neuro)mus*ulo)s*eletal seperti patah tulang, dislokasi dan kekakuan otot dengan mempergunakan alat yang ber#ngsi sebagai penarik. "erapi ini juga sering mempergunakan beban. 1e!is $aya!a! Fisioterapi Se&ara garis besar, layanan #isioterapi meliputi layanan #isioterapi mus&uloskeletal, kardiopulmoner dan integumentum. !ada buku ini layanan #isioterapi terutama ditujukan pada terapi gangguan musculos*eletal. A. Fisioterapi )#s2#*os%e*eta* -Orthopaedi2. 0isioterapi musculos*eletal 4orthopaed%c5 bertujuan untuk mendiagnosis dan menangani gangguan musculos*eletal. .eberapa modalitas yang dipergunakan meliputi e&erc%se therapy 4latihan kekuatan, kontrol,#leksibilitas dan ketahanan, manual therapy, so(t t%ssue massa!e, cryotherapy, heattherapy, %ontophores%s+ phonophores%ss dan electrotherapy. -angguan musculos*eletal yang dapat terjadi pada anak se&ara kongenital 4yang terjadi pada proses kelahiran5 yang dapat ditangani dengan #isioterapi antara lain keterlambatan perkembangan, cere'ral palsy, distro#i otot, skoliosis, nyeri dan kelemahan otot tungkai. 'edera neuro)musculos*eletal akut sering ditandai dengan tanda-tanda kardinal radang seperti kemerahan 4ru'or5, panas 4*alor5, benjolan 4tumor5, nyeri 4dolor5, dan penurunan #ungsi 4(unct%on le%ssa5. /ua kondisi terakhir berupa nyeri dan penurunan #ungsi ini dan sering menjadi penyebab utama seseorang men&ari pertolongan medis. Nyeri merupakan pengalaman sensoris yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan kerusakan #isiologis jaringan. Walaupun demikian nyeri dapat pula di&etuskan oleh pengalaman psikologis yang tidak menyenangkan. 0isioterapi terutama ditujukan untuk mengatasi nyeri yang disebabkan oleh gangguan #isiologis. Aspek #isiologis yang sering menyertai nyeri adalah kerusakan jaringan, pengurangan jangkauan gerak 4ran!e o( mot%ons5, radang 4in#lamasi5, ano@iaAiskemia 4gangguan aliran darah5 serta pembengkakan 4edema5. 3angkauan gerak 4ran!e o( mot%on A (M5 merupakan istilah yang dipergunakan untuk menggambarkan jarak dan arah gerak suatu area persendian dalam tubuh. !enurunan (M dapat diakibatkan oleh &edera maupun dapat pula disebabkan oleh proses penuaan. %etika gangguan persendian sampai pada tahap kronis 4misalnya pada nyeri punggung ba$ah5, pengurangan (M se&ara alamiah dilakukan oleh tubuh untuk mengurangi rasa nyeri, menghindari kerusakan lebih lanjut, menjaga agar jaringan yang sedang diupayakan penyembuhannya tersebut tidak mengalami tekanan #isik yang berat yang dimaksudkan untuk memper&epat proses penyembuhan. Walaupun demikian apabila pengurangan (M ini berlangsung dalan jangka $aktu yang lama sedangkan proses penyembuhan tidak terjadi se&ara sempurna, dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kelainan gerak yang permanen. (leh karenanya pada kondisi kronis seperti ini #isioterapi sebaiknya ditujukan agar meminimalkan kelainan gerak, memperbaiki (M, memper&epat dan membantu proses penyembuhan, meningkatkan kekuatan dan kontrol otot, memperbaiki postur dan keseimbangan, meningkatkan kemampuan untuk akti2itas sehari-hari maupun akti2itas kerja 4occupat%onal therapy5 serta memberikan penyuluhan kepada penderita maupun keluarganya tentang kondisi gangguan serta man#aat #isioterapi.

!ada kasus sakit yang kronis, gerakan tidak normal yang terjadi dalam jangka $aktu yang lama akan ikut menyebabkan terjadinya nyeri. Sebagai &ontoh> gerakan berulang dapat menyebabkan turunnya #le@ibilitas, kekakuan sendi dan atrophy otot. "erapi #isik dapat memperbaiki gerakan dan mengajari penderita bagaimana &ara menghindari kerusakan yang lebih parah. .eberapa keadaan yang dapat diatasi dengan #isioterapi antara lain adalah > a. Nyeri p#!""#!" Nyeri punggung merupakan gangguan yang sering memerlukan penanganan #isioterapi. !enyebabnya antara lain> hern%as% d%s*us, scat%a, gangguan penurunan #ungsi tulang.

Ga&'ar 3. 4er!ia Dis%#s I!ter+erte'ra*is '. Nyeri *eher. Nyeri leher yang terjadi dapat berupa h%splash atau syara# terjepit di tulang leher dapat menyebabkan nyeri leher. 2. Nyeri *#t#t. Nyeri lutut yang terjadi antara lain berupa &edera pada anter%or cruc%ate l%!amen 4A'15 yang merupakan &edera lutut pada olahraga yang paling sering terjadi. 'edera pada men%sc% 4cart%la!e pads5 juga sering terjadi.

Ga&'ar 5. Anterior cruciate ligamen

d. Rada!" Se!di -Arthritis) Radan! send% ,arthr%t%s- yang sering terjadi meliputi osteoarthr%t%s dan rheumato%d arthr%t%s. %ondisi ini sering terjadi di tangan, jari, lutut, dan pinggang.

4a5 4b5 Ga&'ar 6. -a. Rhe&atoid Arthritis -'. Osteoarthritis e. Nyeri 'ah#. Nyeri bahu yang sering terjadi antara lain meliputi bahu membeku 4 (ro/en shoulder5 adalah istilah yang digunakan untuk mengambarkan kaku sendi bahu yang berakibat berkurangnya keleluasaaan gerak dari bahu tersebut. !ada kasus yang umum terjadi, kondisi ini bisa berubah, meskipun penanganan sudah dilakukan untuk beberapa bulan. 'edera pada rotator cu(( 4otot yang menempel pada tulang lengan atas5 dan shoulder %mp%n!ement syndrome 4gejala yang timbul yang berasal dari tekanan pada rotator cu(( tendons- dan su'acrom%al 'ursa 4&airan yang mengisi kantong yang memisahkan tulang dari sendi bahu5 juga sering terjadi.

Ga&'ar 7. Frozen houlder !Adhesi"e Capsulitis) dan houlder Impengement

8. Te!di!itis -Rada!" te!do!.. !enyebab yang umum terjadi pada tend%n%t%s adalah penggunaan yang berlebihan. /aerah yang sering mengalami bursitis adalah tangan, siku, dan lutut.

Ga&'ar 9. Tendinitis pada A2hi*es ". Nyeri si%#. Nyeri siku yang sering terjadi disebabkan oleh tend%n%t%s. .entuk nyeri siku dapat berupa sebagai tenn%s el'o 4lateral ep%condyl%t%s5 ketika terjadi &edera pada tendon bagian luar dan !ol(er el'o 4med%al ep%condyl%t%s5 ketika terdapat &edera pada tendon bagian dalam.

Ga&'ar :. Tennis El#o$ dan %ol&er El#o$ !'ateral dan Medial Epicondylitis) h. (ursitis -Rada!" B#rsa.. .ursa merupakan &airan antara tendon dan tulang yang memiliki #ungsi sebagai pelapis untuk merngurangi gesekan antara jaringan yang ada di dalam tubuh. "erdapat +:* bursa di dalam tubuh, letaknya terdapat pada sekitar lengan, siku, punggung dan lutut. .iasanya 'urs%t%s terletak di lengan.

Ga&'ar ;. (ursitis pada O*e2ra!o! i. Complex regional pain syndrome Merupakan kondisi kronis yang bisa terjadi setelah &edera pada lengan atau kaki. ;al ini sering digambarkan sebagai sensasi seperti terbakar yang kadang melebihi rasa nyeri pada saat pertama kali timbul &edera. . Myo&ascial pain syndrome -)PS.. M!S merupakan sebuah kondisi kronis yang bere#ek pada #as&ia 4jaringan penghubung yang melindungi otot5, bisa berupa otot atau kumpulan otot. ;al ini bias disebabkan oleh adanya &edera atau tarikan yang berlebihan pada beberapa daerah di sekitar tubuh. %. Ga!""#a! se!di te&poro&a!di'#*ar -se!di raha!".. Sendi temporomandibular menghubungkan rahang ba$ah dengan tengkorak. Sendi ini lebih banyak digunakan daripada sendi yang lainnya pada tubuh sehingga sering mengalami gangguan. B. Fisioterapi Ga!""#a! Kardiop#*&o!er 0isioterapi kardiopulmonary menangani masalah kardiopulmoner seperti asthma, pneumonia jenis Chron%c O'struct%$e Pulmonary D%sease 4'(!/5, cyst%c (%'ros%s 4'05 dan paska %n(ar* myocard. 0isioterapi ini dapat dilakukan pada semua umur. Metode #isioterapi ini sangat baik untuk menangani gangguan #isiologis non-organ pada sistem kardiopulmoner. .erbagai jenis teknik ini pada rumah sakit sudah dimasukkan dalam standard pelayanan gangguan sistem kardiopulmoner 0. Fisioterapi Ga!""#a! I!te"#&e!t#& 3enis #isioterapi ini ditujukan untuk mengatasi gangguan kulit dan organ-organ lain yang berhubungan. Inter2ensi terapi meliputi pembersihan luka serta pen&egahan parut. )a!8aat da! Resi%o Fisioterapi .eberapa man#aat #isioterapi meliputi> +. !enderita dapat mengerti aspek-aspek gangguan yang dialaminya se&ara lebih menyeluruh. ). !enderita dapat mempelajari dan mengikuti teknik #isioterapi yang dilakukan untuk kemudian se&ara mandiri dapat mengikutinya se&ara mandiri. B. asa nyeri dapat berkurang. 9. Meningkatkan jangkauan gerak, kekuatan, kontrol, #leksibilitas serta ketahanan otot. 7. !enderita dapat belajar untuk men&egah terjadinya &edera lanjut. /isamping banyak man#aat yang diperoleh terdapat beberapa resiko yang dapat terjadi dalam antara lain &edera pada saat latihan ataupun pada saat menerima terapi thermal dan electrotherapy. .eberapa resiko yang dapat dialami antaralain berupa luka bakar pada thermotherapy atau (ro/en '%te pada cryotherapy.

BAB II. TERAPI AIR -H)*+,THE+AP). Pe!"ertia! da! R#a!" $i!"%#p Hydrotherapy Hydrotherapy adalah pera$atan menggunakan air untuk tujuan kesehatan, misalnya menghilangkan nyeri atau untuk menyembuhkan luka. %olam renang, h%rlpools dan hu''ard tan* 4tangki yang memungkinkan penderita untuk merendam seluruh tubuhnya di dalam air5 adalah &ontoh beberapa alat yang dapat dipergunakan untuk melakukan hydrotherapy. %euntungan penggunaan hydrotherapy meliputi > +. Mengurangi nyeri dan kekakuan ). Menambah relaksasi otot. B. Menambah kebugaran pada saat melakukan olahraga dan akti#itas lainnya. 9. Memper&epat penyembuhan !ada hydrotherapy terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sebagai &ontoh adalah banyaknya #asilitas kesehatan holistik menyediakan layanan hydrotherapy, seperti damp 'ody raps dan (ac%al douches. "eknik ini kadang dinyatakan sebagai pelengkap dan pera$atan alternati# untuk semua jenis nyeri dari 2ena 2arikosa sampai migren, dan kadang tanpa dilandasi oleh ilmu pengetahuan yang jelas. Colon hydrotherapy 4juga dikenal sebagai h%!h colon%c+ h%!h enema atau colon%c %rr%!at%on5 dipasarkan sebagai media penyembuh untuk berbagai kondisi. Walaupun demikian organisasi seperti Amer%can Cancer Soc%ety memperingatkan bah$a colon hydrotherapy tidak didukung dengan bukti ilmu pengetahuan yang jelas dan dapat membahayakan kesehatan karena bisa menyebarkan in#eksi. I!di%asi Hydrotherapy Hydrotherapy diindikasikan pada berbagai keadaan seperti nyeri kepala, carpal tunnel syndrom dan sebagainya. .eberapa indikasi hydrotherapy terdapat pada gambar

Ga&'ar (<. I!di%asi Hydrotherapy 1e!is Ap*i%asi Hydrotherapy "erdapat beberapa tipe hydrotherapy, yang meliputi >

a. Ko*a& re!a!" %olam renang dapat dipergunakan untuk melakukan terapi pengurang nyeri. "erapi kolam renang dapat berupa kegiatan renang ataupun tanpa renang. "erapi ini sangat berman#aat bagi penderita karena tekanan dari air mengangkat tubuh dan mengurangi e#ek dari gra2itasi. ;al ini menyebabkan penderita yang menderita nyeri dapat melakukan olahraga lo 0%mpact yang memiliki sedikit gesekan antara sendi. "ekanan dari air juga menyebabkan penderita untuk dapat memaksimalkan gerakan dengan lebih mudah. !ada saat yang bersamaan, air memberikan hambatan yang mampu membangun kekuatan dan ketahanan. '. Hu##ard tan-. "eknik ini memungkinkan penderita untuk merendam seluruh tubuhnya di dalam air dengan pengaturan suhu. !emanasan dapat dipergunakan untuk meningkatkan suhu air, meringankan sakit seperti nyeri lengan, nyeri bahu, nyeri kaki, dan nyeri punggung. !emanasan dapat menyebabkan membesarnya pembuluh darah sehingga menambah sirkulasi. "erapi di dalam hu''ard tan* berguna untuk memanaskan tubuh penderita, karena suhu dapat diatur dan &airan elektrolisa dapat ditambahkan ke dalam air.

Ga&'ar ((. Hu''ard tan* 2. .hirlpool. .entuk terapi ini melibatkan panas, air ber&ampur larutan yang dapat memudahkan penyembuhan spra%n, gangguan sumsum tulang belakang dan pengelupasan dari jaringan otot yang telah mati, tidak ber#ungsi atau yang terkontaminasi. !ada h%rpool air diputar sehingga menghasilkan gelembung. -elembung-gelembung yang ada di h%rlpools yang merupakan gabungan dari air hangat dan udara akan memijat tubuh dan membantu rilaksasi otot.

Ga&'ar (,. 1h%rpools

d.

itz #ath. S%t/ 'ath merepukan tanki yang dipergunakan untuk merendam sebagian tubuh tubuh, dan dapat terdiri dari beberapa kompartemen. .iasanya penggunaan dilakukan dengan jalan penderita duduk di sebuah tub dengan air menutupi pinggang. S%t/ 'aths dapat dipergunakan untuk mengatasi kondisi seperti lum'ar pa%n, pel$%c pa%n, prostatitis atau test%cular2scrotal pa%n.

Ga&'ar (3. S%t/ 'ath e. Sa#!a -&a!di #ap. Sauna merupakan ruangan yang diisi oleh uap air hangat sehingga pada dasarnya merupakan gabungan dari hydrotherapy dan thermotherapy. "erapi ini dianjurkan untuk kondisi sakit yang tidak terlalu berat seperti stra%n punggung atau untuk menghilangkan stress. BAB III. TERAPI DINGIN -C,'*THE+AP). Pe!"ertia! da! R#a!" $i!"%#p Cold Therapy Coldtherapy adalah peman#aatan dingin untuk mengobati nyeri atau gangguan kesehatan lainnya. Istilah cryotherapy digunakan untuk penggunaan terapi dingin yang sangat ekstrim, biasanya mengunakan &airan nitrogen, untuk merusak jaringan. .eberapa jenis cryotherapy yang ada antaralain meliputi> cryosur!ery, cryoa'lat%on atau tar!eted cryoa'lat%on. Cryotherapy kadang dipakai untuk penanganan luka di kulit, seperti arts atau beberapa jenis kanker kulit. "erapi dingin dapat dipakai dengan beberapa &ara, seperti penggunaan es, dan cold 'aths. "erapi ini dipakai pada saat respon peradangan masih sangat nyata 4keadaan &edera akut5 "erapi dingin dapat dipakai dalam beberapa bentuk, seperti penggunaan es dan cold 'aths. Aplikasi dingin dapat mengurangi suhu daerah yang sakit, membatasi aliran darah dan men&egah &airan masuk ke jaringan di sekitar luka. ;al ini akan mengurangi nyeri dan pembengkakan. Aplikasi dingin dapat mengurangi sensiti2itas dari akhiran syara# yang berakibat terjadinya peningkatan ambang batas rasa nyeri. Aplikasi dingin juga akan mengurangi kerusakan jaringan dengan jalan mengurangi metabolisme lokal sehingga kebutuhan oksigen jaringan menurun. espon neuro-hormonal terhadap terapi dingin adalah sebagai berikut > !elepasan endorphin !enurunan transmisi sara# sensoris

!enurunan akti2itas badan sel sara# !enurunan iritan yang merupakan limbah metabolisme sel !eningkatan ambang nyeri Se&ara #isiologis, pada +7 menit pertama setelah pemberian aplikasi dingin 4suhu +* C'5 terjadi 2asokontriksi arteriola dan 2enula se&ara lokal. 6asokontriksi ini disebabkan oleh aksi re#lek dari otot polos yang timbul akibat stimulasi sistem sara# otonom dan pelepasan epinehrin dan norepinephrin. Walaupun demikian apabila dingin tersebut terus diberikan selama +7 sampai dengan B* menit akan timbul #ase 2asodilatasi yang terjadi intermiten selama 9 sampai : menit. !eriode ini dikenal sebagai respon hunting. espon hunting terjadi untuk men&egah terjadinya kerusakan jaringan akibat dari jaringan mengalami ano@ia jaringan. Selain menimbulkan 2asokontriksi, sensasi dingin juga menurunkan eksitabilitas akhiran sara# bebas sehingga menurunkan kepekaan terhadap rangsang nyeri. Aplikasi dingin juga dapat mengurangi tingkat metabolisme sel sehingga limbah metabolisme menjadi berkurang. !enurunan limbah metabolisme pada akhirnya dapat menurunkan spasme otot. ?ntuk &edera akut, terapi dingin sering digunakan bersama-sama dengan teknik pertolongan pertama pada &edera yang disebut #CE 4rest+ %ce+ compress%on and ele$at%on5. "eknik ini meliputi > Mengistirahatkan bagian tubuh yang &edera. Memberikan es selama dua hari setelah &edera untuk men&egah pembengkakan luka. Mempergunakan kompresi elastis selama dua hari untuk men&egah pembengkakan. .erusaha agar bagian yang &edera ada di atas letak jantung untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pembengkakan. /alam pera$atan nyeri yang disebabkan karena &edera, terapi dingin dilakukan sampai pembengkakan berkurang. "erapi dingin biasanya digunakan pada )9 sampai 9< jam setelah terjadinya &edera dan dipakai untuk mengurangi sakit dan pembengkakan. !anas selanjutnya digunakan dalam #ase rehabilitasi #ase kronis 4;ubbard et al., )**9>)D<5. I!di%asi Cold Therapy .eberapa kondisi yang dapat ditangani dengan coldtherapy antara lain > a. 'edera 4spra%n+ stra%n dan kontusi5 b. Sakit kepala 4migrain, tens%on headache dan cluster headache-. &. -angguan temporomandibular 4"M3 d%sorder5. d. Test%cular dan scrotal pa%n. e. Nyeri post operasi.. #. 0ase akut arthritis 4peradangan pada sendi5. g. Tend%n%t%s dan 'urs%t%s. h. Carpal tunnel syndrome. i. Nyeri lutut. j. Nyeri sendi. k. Nyeri perut. . 1e!is Ap*i%asi Cold Therapy "erapi dingin dapat digunakan dalam beberapa &ara. !ada &edera olahraga beberapa teknik yang sering dipergunakan adalah es dan masase es, imersi air dan atau es, %ce pac*s dan $acpocoolant sprays, termasuk > a. Es da! )asase Es

!ada terapi ini es dapat dikemas dengan berbagai &ara. Salah satunya adalah dengan membekukan es pada styro(oam. !ada penggunaannya ujung stryo(oam dapat digunakan sebagai pegangan pada saat dilakukan terapi. ,s dalam pemakaiannya sebaiknya tidak kontak langsung dengan kulit dan digunakan dengan perlindungan seperti dengan handuk. ;anduk juga diperlukan untuk mennyerap es yang men&air. Indikasi terapi es adalah pada bagian bagian otot lokal seperti tendon, bursa maupun bagian bagian myo(ac%al tr%!!er po%nt. ,s dapat digunakan langsung untuk memijat atau untuk memati-rasakan jaringan sebelum terapi pijat. Masase es dapat memberikan dingin yang lebih e#isien daripada cold pac*s atau metode lain yang menggunakan terapi dingin. "erapi biasanya diberikan selama +* sampai )* menit. '. Ice pac-s. !ada prinsipnya %ce pac*s merupakan kemasan yang dapat menyimpan es dan membuat es tersebut dapat terjaga dalam $aktu relati# lama di luar (ree/er daripada kemasan plastik. Alat ini tersedia di apotek dan toko obat. Sebagian besar %ce pac*s mengandung bahan kimia yang dapat mempertahankan suhu dingin dalam jangka $aktu lama. .ahan kimia seperti isopropyl alkohol dapat ditambahkan denagn rasio ) >+ terhadap air untuk men&egah terjadinya pembekuan sehingga ketika dipergunakan, %ce pac*s dapat mengisi kontur tubuh. "erdapat dua jenis %ce pac*s yaitu yang berbahan gel hypoaller!en%c dan yang berisi &airan atau kristal. !ada umumnya %ce pac*s dapat dipergunakan selama +7 sampai )* menit. !ada kemasan %ce pac*s yang berupa plastik, diperlukan handuk untuk mengeringkan air kondensasi. Indikas terapi sama dengan %ce massa!e. !engguna an%ce pac*s lebih praktis akan tetapi apabila terjadi kebo&oran kemasan dapat menimbulkan bahaya iritasi kulit akibat bahan kimia yang dikandungnya.

Ga&'ar (5. Cold 2#ce Pac* 2. /apocoolant spray. 3apocoolant spray merupakan semprotan yang biasanya berisi (luoromethane atau ethyl chlor%de. 3acoopolant spray sering digunakan untuk mengurangi nyeri akibat spasme otot serta meningkatkan ran!e o( mot%on. "erapi ini digunakan untuk meningkatkan ran!e o( mot%on, terdapat beberapa prosedur pemakaian yakni $apocoolant membentuk sudut B*C dengan kulit dengan jarak B* sampai 7* &m dari kulit, penyemprotan dilakukan dari arah proksimal ke distal otot dan ke&epatan penyemprotan sekitar +* &m per detik dan dapat diulang sampai dengan )-B kali. ;al yang perlu diperhatikan adalah penggunaan $apocoolant harus dilakukan sesuai prosedur untuk menghindari (ro/en '%te.

Ga&'ar (6. 3apocoolant Spray d. Cold #aths / .ater immersion Cold 'aths merupakan terapi mandi di dalam air dingin dalm jangka $aktu maksimal )* menit. !eralatan yang dipergunakan tergantung bagian tubuh yang akan direndam. !ada perendaman seluruh tubuh diperlukan tanki h%rpool. !ada terapi ini aitr dan es di&ampur untuk mendpatkan suhu +*C sampai dengan +7C '. "erapi ini biasanya dilakukan untuk pemulihan paska latihan maupun kompetisi !enderita berendam di dalam air yang sudah didinginkan. !roses ini berlangsung sekitar +* sampai dengan +7 menit. %etika nyeri berkurang, terapi dihentikan dan dilanjutkan terapi lain seperti massage atau stretch%n!. !ada saat nyeri kembali dirasakan, dapat dilakukan perendaman kembali. /alam tiap sesi terapi, perendaman kembali dapat dilakukan sampai tiga kali ulangan. ;al yang perlu diperhatikan adalah terapi dingin berpotensi untuk meningkatkan penjendalan kolagen, konsekuensinya akti2itas #isik harus dilakukan se&ara bertahap paska terapi dingin. BAB I=. THE+M,THE+AP) Pe!"ertia! da! R#a!" $i!"%#p Thermotherapy Thermotherapy merupakan pemberian aplikasi panas pada tubuh untuk mengurangi gejala nyeri akut maupun kronis. "erapi ini e#ekti# untuk mengurangi nyeri yang berhubungan dengan ketegangan otot $alaupun dapat juga dipergunakan untuk mengatasi berbagai jenis nyeri yang lain. !anas pada #isioterapi dipergunakan untuk meningkatkan aliran darah kulit dengan jalan melebarkan pembuluh darah yang dapat meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi pada jaringan. !anas juga meningkatkan elastisitas otot sehingga mengurangi kekakuan otot. Thermotherapy sering dipergunakan pada #ase kronis &edera, sedangkan cryotherapy 4coldtherapy5 digunakan pada #ase akut &edera untuk mengurangi reaksi peradangan sebelum thermotherapy dilakukan untuk meningkatkan aliran darah pada daerah tersebut. Atas dasar ini thermotherapy baru dilakukan setelah beberapa hari paska &edera. Thermotherapy sering dikombinasikan dengan air 4hydrotherapy5. Selain didapat dengan pemanasan air, terdapat pula beberapa alat-alat listrik yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan panas. "erapi panas tidak diperkenankan pada beberapa kondisi seperti orang dengan gangguan syara# tepi 4misalnya akibat dari neuropati5 karena dapat meningkatkan resiko terjadinya kerusakan kulit.

I!di%asi Thermotherapy Thermotherapy dapat dipergunakan untuk mengatasi berbagai keadaan seperti> a. %ekakuan (tot. b. Arthr%t%s 4 adang !ersendian5. &. ;ernia dis&us inter2ertebra d. Nyeri bahu e. Tend%n%t%s 4radang tendo5 #. 4urs%t%s 4radang bursa5 g. Spra%n 4 robekan ligamen sendi5 h. Stra%n 4 robekan otot5 i. Nyeri pada mata yang diakibatkan oleh peradangan kelopak mata 4'lephar%t%s-. j. -angguan sendi temporo mandibular. k. Nyeri dada yang disebabkan oleh nyeri pada tulang rususk 4costochondr%t%s5. l. Nyeri perut dan pel2is. m. 0ibromyalgia dengan gejala nyeri otot, kekakuan, kelelahan dan gangguan tidur. n. -angguan nyeri kronis seperti pada lupus dan nyeri myo#as&ial. o. Asthma 1e!is Ap*i%asi Thermotherapy "erdapat beberapa jenis thermotherapy. .eberapa diantaranya adalah > a. Kri& pa!as. %rim panas dapat meredakan nyeri otot ringan. Walaupun demikian krim tidakdapat menembus otot sehingga kurang e#ekti# dalam mengatasi nyeri otot. b. Ba!ta* pe&a!as 4Heat Pad5 .antal yang dipergunakan berupa kain yang berisi silika gel yang dapat dipanaskan. .iasanya, bantal panas dipergunakan untuk mengurangi nyeri otot pada leher, tulang belakang dan kaki. .antal pemanas juga dipergunakan untuk menangani kekakuanAspasme otot, in#lamasi pada tendo dan bursa. .eberapa 2ariasi dari teknik ini meliputi terapi dengan mempergunakan botol panas atau kompres elektris hangat. 2. Ka!t#!" Pa!as -Heat Pac-. %antung panas yang terdapat di pasaran sering disebut sebagai kantung hydrocollator dan berisi silika gel yang dapat direndam pada air panas. %antong ini diindikasikan untuk mendapatkan relaksasi tubuh se&ara umum dan mengurangi siklus nyeri-spasme-iskemi-hipoksia. %elemahan dari teknik ini adalah teknik ini tidak dapat menjangkau otot karena hambatan dari lapisan lemak sub&utaneus yang bertindak sebagai isolator dan reaksi 2asodilatasi yang kemudian mentrans#er panas ke bagian tubuh yang lain. ;al yang perlu diperhatikan pada pengunaan heat pac* adalah atlet sebaiknya tidak berbaring diatas pac* untuk menghindari pe&ahnya pac* dan luka bakar. d. Ta!%i $hirlpool "erapi dengan tanki h%rpool merupakan jenis kombinasi hydrotherapy, thermotherapy dan massa!e. 1h%rpool pada dasarnya merupakan tanki yang dilengkapi dengan motor turbin yang dapat mengatur gerakan air dalam tanki. %e&epatan dan arah gerakan air diatur dengan banyak sedikitnya udara yang dihembuskan ke dalam air. "urbin dapat diatur letaknya pada tanki untuk memberikan penguatan e#ek pada area tubuh tertentu. ,#ek #isiologis yang ditimbulkan terapi $hirpool antara lain meningkatkan suhu tubuh, meningkatkan 4pelebaran pembuluh darah5 dan membantu untuk melemaskan jaringan kolagen. "erapi ini diindikasikan untuk mengurangi pembengkakan pada radang kronis, spasme otot dan mengurangi nyeri.

e. Para&in (ath "eknik para#in bath merupakan teknik yang sering dipergunakan untuk terapi bagian ujung ujung tubuh. !ara#in merupakan sema&am lilin &air yang tidak ber$arna yang terbuat dari hidrokarbon yang dipergunaan sebagai pelumas. !ara#in biasanya di&ampur dengan minyak mineral pada bak khusus dimana bagian tubuh yang mengalami keluhan di&elupkan di dalamnya. .ak para#in dapat dikontrol untuk menjaga suhu para#in pada 7) sampai 79 '. 'ampuran para#in dan minyak mineral adalah )7 kg para#in banding + 1 minyak mineral. Minyak mineral ini berguna untuk menurunkan titik didih dari para#in. "erapi ini e#ekti# untuk mengatasi gejala arthr%t%s terutama pada area area seperti tanagn, pergelangan atnagn, siku, lutut dan kaki. 8. Contrast (ath 'ontrast bath merupakan hydrotherapy yang mengkombinasikan suhu panas dan dingin. "erapi ini diindikasikan pada #ase peralihan antara tahap akut dan kronis dimana diperlukan peningkatan suhu se&ara minimal untuk meningkatkan aliran darah tapi men&egah terjadinya pembengkakan. ". hort$a"e dan Micro$a"e *iathermy Short a$e dan m%cro a$e d%athermy merupakan dua modalitas yang dapat meman&arkan energi elektromagnet yang mampu menimbulkan panas pada jaringan yang lebih dalam. -elombang tersebut se&ara selekti# diserap oleh jaringan dengan kadar air yang tinggi misalkan otot. .anyaknya energi panas diserap oleh otot bergantung pada ketebalan otot dan tebalnya lapisan lemak di ba$ah kulit. "erapi dengan gelombang mikro berman#aat untuk mengatasi gangguan spra%n, stra%n, hernia diskus, spasme otot danarthr%t%s. "erapi gelombang mikro sering dipergunakan untuk terapi nyeri punggung ba$ah, tenosy$%t%s 4radang selaput tendon5 dan osteoarthr%t%s lutut.

Ga&'ar (7. ?nit Short a$e D%athermy h. Terapi 0ltrasound "erapi ultrasound yang mempergunakan gelombang suara energi tinggi yang dapat dirubah menjadi panas pada jaringan tubuh bagian dalam. -elombang suara ultra juga memiliki e#ek anti in#lamasi yang kuat serta e#ekti# untuk mengurangi keteganagan otot yang sering mengakibatkan nyeri punggung dan sering terjadi pada peradangan sara# 4neur%t%s5.

BAB =. 0'T+A ,01* THE+AP) Pe!"ertia! da! R#a!" $i!"%#p 0ltrasound Therapy "erapi ultrasound merupakan jenis thermotherapy 4terapi panas5 yang dapat mengurangi nyeri akut maupun kronis. "erapi ini menggunakan arus listrik yang dialirkan le$at transducer yang mengandung kristal kuarsa yang dapat mengembang dan kontraksi serta memproduksi gelombang suara yang dapat ditransmisikan pada kulit serta ke dalam tubuh. !eralatan yang dipergunakan pada terapi ultasound adalah generator penghasil #rekuensi gelombang yang tinggi, dan transducer yang terletak pada aplikator. Transducer terbuat dari kristal sintetik seperti barium titanate atau sirkon timbal titanat yang memiliki potensi p%e/eloelectr%c yakni potensi untuk memproduksi arus listrik bila dilakukan penekanan pada kristal. "erapi ultrasound biasanya dilakukan pada rentang #rekuensi *.< sampai dengan B megahertE 4<** sampai dengan B,*** kilohertE5. 0rekuensi yang lebih rendah dapat menimbulkan penetrasi yang lebih dalam 4sampai dengan 7 sentimeter5. 0rekuensi yang umumnya dipakai adalah +*** kilohertE yang memiliki sasaran pemanasan pada kedalaman B sampai 7 &m diba$ah kulit. !ada #rekuensi yang lebih tinggi misalkan B*** kilohertE energi diserap pada kedalaman yang lebih dangkal yakni sekitar + sampai ) &m. gelombang suara dapat mengakibatkan molekul molekul pada jaringan bergetar sehingga menimbulkan energi mekanis dan panas. %eadaan ini menimbulkan panas pada lapisan dalam tubuh seperti otot, tendo, ligamen, persendian dan tulang. !enetrasi energi ultrasound bergantung pada jenis dan ketebalan jaringan. 3aringan dengan kadar air yang tinggi menerap lebih banyak energi sehingga suhu yang terjadi lebih tinggi. !ada jaringan lokasi yang paling berpotensi untuk terjadi peningkatan suhu yang paling tinggi adalah antara tulang dan jaringan lunak yang melekat padanya. "erdapat dua pendekatan pada pelaksanaan terapi ultrasound yakni gelombang kontinyu dan gelombang %nterm%ttent ,pulsed5. !ada kasus dimana tidak diinginkan terjadinya panas seperti pada peradangan akut, gelombang intermiten lebih dipilih. -elombang kontinyu lebih menimbulkan e#ek mekanis seperti meningkatkan permeabilitas membran sel dan dapat memperbaiki kerusakan jaringan. "erapi ultrasound berbeda dengan diagnosti& ultrasound yang menggunakan gelombang suara intensitas rendah yang digunakan untuk menghasilkan gambar struktur internal tubuh. "erapi ultrasound dengan intensitas tinggi yang ter#okus dapat digunakan untuk menghan&urkan jaringan yang tidak diinginkan seperti batu ginjal, batu empedu, hyperplasia prostat dan beberapa jenis tumor #ibroid.

Ga&'ar (9. ?nit Ultra Sound

I!di%asi 0ltrasound Therapy !ada dasarnya terapi ultrasound dapat digunakan pada keadaan akut sampai dengan kronis. !ada keadaan akut diperlukan terapi dengan #rekuensi yang sering dan durasi yang singkat, sedangkan pada keadaan kronis diperluakan terapi dengan #rekuensi yang lebih jarang akan tetapi dengan durasi terapi yang lebih lama. !enggunaan ultrasound terapi pada jam jam a$al setelah &edera atau dalam $aktu 9< jam setelah &edera meningkatkan ke&epatan penyembuhan &edera. %ondisi akut &edera pada umumnya memerlukan terapi satu sampai dua kali sehari selama : sampai < hari sampai nyeri dan pembengkakan berkurang. !ada kondisi &edera kronis terapi dapat dilakukan dua hari sekali selama +* sampai +) kali. Se&ara khusus, terapi ultrasound dapat dipergunakan pada keadaan keadaan berikut > a. Spasme otot yang merupakan keadaan ketegangan dan kontraksi otot yang berlangsung terus menerus sehingga timbul rasa nyeri. %ontraktur otot yang diakibatkan oleh keteganagan otot dapat diatasi dengan ultrasound karena ultrasound memiliki e#ek meningkatkan kelenturan jaringan sehingga meningkatkan jangkauan gerak. b. %ompresi akar sara# dan beberapa jenis neur%t%s 4radang sara#5 karena peningkatan aliran darah dari jaringan yang dipanaskan dengan terapi ultrasound dapat memper&epat penyembuhan jaringan. &. Tend%n%t%s 4peradangan tendon5 d. 4urs%t%s 4peradangan bursa yang merupakan kantong berisi 2&airan yang berada diantara tendon dan tulang. e. ;erniasi diskus yang merupakan keadaan bo&ornya &airan diskus inter2ertebral sehingga dapat menjepit sara# spinal. !ada keadaan ini, terapi ultrasound ditujukan pada spasme otot yang dipersara#i. #. Spra%n yang merupakan laserasi pada ligamen sendi. g. %ontusi yang merupakan &edera pada jaringan diba$ah kulit tanpa adanya perlukaan kulit. h. 1h%plash yang merupakan &edera pada leher akibat gerakan yang mendadak. i. 'edera rotator cu(( yang merupakan &edera pada otot dan tendon yang menghubungkan ihumerus dengan s&apula. "endon pada rotator cu(( biasanya kuat akan tetapi dapat mengalami robekan dan peradangan akibat penggunaan yang berlebihan, proses penuaan ataupun trauma mekanis akibat benturan. j. 5ro/en shoulder 4bahu beku5 dengan gejala nyeri bahu dan kekakuan yang diakibatkan oleh &edera atau arthr%t%s. !ada keadaan ini, terapi ultrasound dapat mengurangi kekakuan dan meningkatkan jangkauan gerak sendi. k. Arthr%t%s yang merupakan peradangan sendi. .eberapa jenis arthr%t%s yang dapat diperbaiki dengan terapi ultrasound adalah > o Osteoarthr%t%s o Rheumato%d arthr%t%s o 6u$en%le rheumato%d arthr%t%s o An*ylos%n! spondyl%t%s o 7out o Psor%at%c arthr%t%s o Re%ter8s syndrome l. Myo(asc%al pa%n syndrome yang merupakan gangguan yang di&irikan dengan nyeri dan kekakuan akibat ketegangan otot. m. 5%'romyal!%a merupakan keadaan yang di&irikan dengan nyeri otot yang luas, kelelahan serta gangguan tidur. n. System%c lupus erythematosus yang merupakan gangguan autoimun yang mempengaruhi persendian, kulit dan area lain dalam tubuh.

o. -angguan persendian temporomandibular dengan gejala nyeri pada persendian temporo-mandibular, sakit kepala, sakit telinga, timbul suara pada pergerakan rahang, nyeri leher, nyeri punggung dan nyeri bahu. p. Comple& re!%onal pa%n syndrome yang merupakan gangguan dimana terjadi nyeri terus menerus pada tungkai yang disebabkan oleh system sara# simpatis yang o2erakti# yang biasa terjadi setelah &edera. F. Carpal tunnel syndrome dengan gejala nyeri atau kebas yang disebabkan adanya tekanan pada sara# pada pergelangan tangan. r. !enyembuhan luka untuk meningkatkan aliran darah sehingaga memper&epat penyembuhan luka tersebut. Resi%o 0ltrasound Therapy "erapi ultrasound berbahaya apabila dilakukan di sekitar area perut $anita hamil. "erapi ini juga memiliki e#ek negati# pada area yang mengalami keganasan atau area pertumbuhan tulang. "erapi ini juga tidak direkomendasikan pada penderita dengan gangguan persepsi nyeri dan panas misalkan pada penderita diabetes dengan neuropathy. "erapi ultrasound pada dasarnya aman untuk sebagian besar orang. Walaupun demikian apabila dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman dapat menimbulkan luka bakar atau kerusakan jaringan dalam. "erapi ini tidak direkomendasikan pada > %epala, mata, jantung dan organ reproduksi. !erut $anita hamil 1uka yang mengalami in#eksi. /i dekat tumor /i dekat area pertumbuhan tulang misalkan pada epi#isis /i dekat sumsum tulang belakang yang terekspose misal paska lamine&tomy /i dekat alat pa&u jantung dan alat implant lainnya !enderita gangguan sensasi sara# misal pada d%a'et%c neuropathy BAB =I. E'ECT+,THE+AP) Pe!"ertia! da! R#a!" $i!"%#p Electrotherapy Electrotherapy, atau terapi listrik merupakan terapi dengan menggunakan listrik arus rendah. Arus listrik terjadi karena adanya arus elektron yang mele$ati konduktor. 3umlah arus yang mele$ati suatu konduktor dihitung dalam ampere. Sedangkan hambatan yang dialami oleh arus diukur dalam satuan ohms 4G5 dan tegangan yang terjadi dalam satuan 2olt. Satu 2olt merupakan tegangan yang terjadi ketika arus sebesar satu ampere mele$ati konduktor dengan hambatan + ohm. !ada electrotherapy, arus yang terjadi pada tegangan + sampai +7* 6 disebut arus tegangan rendah, sedangkan diatas +7* 6 disebut arus tegangan tinggi. ,nergi yang terjadi pada terapi tersebut dihitung sebagai $att 4 ampere kali $olta!e5. Arus listrik yang diapliaksikan pada syara# dapat berupa arus A' 4 alternat%n! current5, /' 4d%rect curent5 maupun pulsed. Arus listrik tersebut pada intensitas dan durasi yang memadai dapat meningkatkan kerja syara# dalam merangsang jaringan yang dipersara#i. "iga jenis syara# se&ara #isiologis dibedakan menjadi > sensoris, motoris dan persepsi nyeri. 1istrik arus rendah dapat mengurangi nyeri dengan memblokir sara# sensorik. Arus listrik rendah ini juga dapat menstimulasi sara# motorik karena impuls elektrik ini menyerupai impuls sara# otak untuk menstimulasi gerakan otot. (leh karenanya terapi ini dapat digunakan untuk memperbaiki kelemahan otot. .eberapa teori tentang mekanisme terapi listrik dalam mengurangi nyeri antara lain adalah le$at mekanisme menghambat transmisi nyeri ke otak

4!ate control theory5 dan teori kedua adalah le$at mekanisme pengeluaran endorph%ns 4suatu hormon dalam otak yang menurunkan kepekaan terhadap nyeri dan mempengaruhi emosi5. I!di%asi Electrotherapy "erapi listrik digunakan untuk mengatasi nyeri akut maupun kronis, meliputi > Nyeri p#!""#!". Nyeri punggung dapat disebabkan oleh spra%n atau stra%n, degenerasi dis&us, s&iati&a dan s&oliosis. %eadaan keadaan ini dapat diperbaiki dengan terapi listrik. "eknik yang sering dipergunakan adalah transcutaneous electro ner$e st%mulat%on 4",NS5 yang dapat mengurangi spasme dan nyeri yang disebabkan oleh #raktur $erte'rae yang disebabkan oleh osteoporosis. Nyeri *eher 3enis nyeri leher yang sering terjadi adalah dikarenakan &edera h%splash yang dapat menimbulkan nyeri dan kekakuan pada bagian dasar dan samping leher. -angguan struktur pada leher juga dapat menimbulkan nyeri kepala dan nyeri yang menjalar ke bahu. !ada keadaan ini terapi listrik dapat digunakan untuk mengurangi nyeri. Nyeri se!di. Sebagian besar orang pernah mengalami nyeri sendi dalam hidupnya. Nyeri tersebut dapat terjadi akibat keadaan akut maupun kronis. .eberapa &ontoh keadaan sendi yang dapat diterapi dengan terapi listrik adalah > o Arthr%t%s 4radang sendi5. .eberapa jenis radang sendi yang sering dijumpai adalah osteoarthr%t%s dan rheumato%d arthr%t%s. o -angguan persendian temporo mandibular yang menghubungkan mandibula dengan tengkorak kepala. -angguan sendi ini dapat mempengaruhi rahang, $ajah, bahu, kepala dan leher. o Tend%n%t%s 4peradangan tendon5. -angguan tend%n%t%s paling sering dikarenakan penggunaan yang berlebihan. (ursitis -perada!"a! pada '#rsa.. .ursa merupakan kantong yang berisi &airan yang ber#ungsi untuk mengurangi gesekan antara jaringan. "ubuh kita memiliki +:* bursa yang terletak pada bahu, siku, pinggang dan lutut Nyeri sara8. "erapi listrik dapat berman#aat pada neuropathy per%(er, neural!%a cran%al dan postherpet%c neural!%a. Nyeri %epa*a. .entuk yang paling sering adalah tens%on headaches 4dideskripsikan sebagai ikatan yang kuat pada kepala5, migrain 4dideskripsikan sebagai nyeri berdenyut yang kadang diikuti rasa mual5, nyeri kepala kluster 4dideskripsikan sebagai nyeri tajam di satu sisi kepala5. Fi#romyalgia. 5%'romyal!%a merupakan nyeri kronis otot yang sering diikuti oleh kekakuan jaringan, kelelahan dan gangguan tidur. Nyeri pe*+is. "erapi listrik direkomendasikan untuk sistitis interstitial, prostatitis dan nyeri menstruasi. Nyeri dada. %ondisi seperti costochondr%t%s dan heart'urn dapat diterapi dengan electrotherapy.

Nyeri post-operasi. Nyeri ini dapat dikurangi dengan %ontophores%s yakni terapi listrik untuk meningkatkan absorbi obat topikal yang dalam hal ini berupa krim analgaetik.

. 1e!is Ap*i%asi Electrotherapy "erdapat beberapa jenis terapi listrik untuk mengurangi nyeri yang antara lain meliputi> Transcutaneous electro ner$e st%mulat%on 4",NS5 yang merupakan alat porta'le bertenaga baterai yang dapat menghasilkan arus listrik bertegangan rendah yang dialirkan ke kulit le$at elektroda yang diletakkan diatas area yang mengalami gangguan. Arus listrik mengeblok sara# sensorik area tersebut dengan jalan menghambat transmisi nyeri menuju otak.

Ga&'ar ,,. TENS Percutaneous neuromodulat%on therapy 4!N"5 atau percutaneous electro ner$e st%mulat%on 4!,NS5 merupakan alat mirip ",NS namun menggunakan jarum yang disisipkan ke dalam jaringan yang mengalami gangguan. Alat ini digunakan pada area yang sukar dijangkau dengan ",NS misalkan karena obesitas, jaringan parut dan lainlain.

Ga&'ar ,3. PNT Electroacupuncture yang merupakan 2ariasi !N" yang dilakukan pada titik akupunture dalam tubuh. Aur%culotherapy merupakan jenis !N" yang dilakukan pada titik akupuntur telinga. M%crocurrent electrotherapy 4M,"5 yang merupakan terapi listrik yang menggunakan arus listrik yangsangat rendah 4+ !!S5 yang tidak dapat disensor oleh tubuh. "erapi ini bertujuan untuk memper&epat #ase pertumbuhan pada jaringan lunak maupun tulang #ontophores%s yang merupakan teknik meningkatkan absorbsi obat topi&al dengan bantuan arus listrik. "eknik ini dapat digunakan untuk terapi nyeri leher, nyeri punggung, arthr%t%s, &edera rotator cu(( dan 'urs%t%s. !ada teknik ini diperlukan arus /' intensitas

rendah dengan mode gelombang kontinyu agar gelombang dapat mendorong obat masuk ke dalam kulit. #ntrad%scal electrothermal therapy 4I/,"5 yang merupakan ka$at yang dipergunakan pada daerah diskus inter2ertebrae yang mengalami gangguan. %a$at dipanaskan se&ara elektrik untuk memperbaiki keadaan diskus. Sp%nal cord st%mulat%on 4S'S5 yang merupakan penggunaan arus listrik untuk menghambat transmisi nyeri ke otak. Suatu kumparan ke&il ditransmisikan diba$ah kulit. Sinyal listrik ditransmisikan pada sumsum tulang belakang. 'ara ini dilakukan pada keadaan nyeri punggung ba$ah yang kronis Occ%p%tal neurost%mulat%on 4(NS5 merupakan jenis pembedahan minimal dengan meletakkan elektroda di ba$ah kulit pada bagian dasar tulang kepala. (NS dipergunakan untuk memperbaiki nyeri kepala termasuk migren dan sakit kepala. 7al$an%c st%mulat%on 4-S5 yang digunakan untuk mengobati &edera akut. "idak seperti jenis terapi listrik lain yang menggunakan arus bolak balik, "erapi -S menggunakan arus searah. Russ%an st%mulat%on. Hang merupakan jenis terapi listrik yang dapat menembus otot dan menimbulkan kontraksi yang intensi#. Metode ini sering dipergunakan untuk mengatasi &edera sumsum tulang, skoliosis dan nyeri otot kronis. Short a$e d%athermy merupakan arus listrik #rekuensi tinggi yang dapat meningkatkan suhu jaringan. Modalitas ini dapat meningkatkan elastisitas jaringan ikat 4khususnya kulit5, otot, ligamen dan kapsul sendi. %ondisi ini dilakukan untuk mengatasi arthr%t%s, 'urs%t%s, sinusitis, tend%n%t%s, &ontusions, ruptures dan #raktur Transcutaneous electro 9o%nt st%mulat%on 4",3S5 yang merupakan pemberian arus listrik melalui elektroda yang dilakukan pada permukaan sendi. #nter(erent%al electro st%mulat%on 4I0'5 yang dipergunakan pada jaringan dalam seperti otot dasar panggul yang tidak berespon dengan jenis electrotherapy yang lain. !ada jenis ini digunakan lebih dari satu generator yang mentransmsiikan gelombang dengan #rekuensi yang berbeda. /ua pasang elektroda dipasangdengan pola bersilangan dengan lokasi &edera menjadi titik sentral persilangan. Sympathet%c therapy yang merupakan teknik untuk mengurangi nyeri kronis dengan jalan menstimulasi system sara# simpatis sehingga terjadi keseimbangan system sara# otonom. Cran%al electrotherapy st%mulat%on 4',S5 dimana elektroda dipasang dibelakang telinga, di dekat $ajah. ',S bekerja dengan meningkatkan produksi endorphin 4hormone yang terutama ditemukan di otak untuk meningkatkan ambang nyeri dan mempengaruhi emosi5. Metode ini digunakan untuk mengobati ke&emasan, depresi, insomnia dan ketergantungan obat. 5unct%onal electro st%mulat%on 40,S5 yang merupakan teknik untuk menstimulasi gerakan pada otot yang mengalami kelumpuhan atau kelemahan. 0,S digunakan untuk mengatasi &edera sumsum tulang belakang, stroke, mult%ple s*leros%s dan cere'ral palsy. "eknik ini juga dikenal sebagai per%pheral ner$e st%mulat%on 4!NS5. Neuromuscular electro st%mulat%on 4NM,S5 merupakan alat yang dapat menghasilkan impuls listrik untuk mengakti2asi otot yang tidak sering dipergunakan. 3a!us ner$e st%mulat%on 46NS5 merupakan alat yang dengan pembedahan dimplantasikan untuk menghantarkan impuls sara# menuju otak. 6NS telah diketahui dapat mengatasi depresi. Deep 'ra%n st%mulat%on 4/.S5 merupakan elektroda yang disisipkan ke dalam otak untuk menstimulasi area yang disebut thalamus. /.S telah dilakukan untuk mengatasi gangguan gerakan seperti yang terjadi pada parkinson, tremor dan dystonia.

7astr%c pacema*ers yang menyerupai alat pa&u jantung yang dipergunakan pada penderita obesitas untuk menstimulasi sensasi rasa kenyang. (besitas dapat menimbulkan nyeri perut, nyeri dada, nyeri punggung dan osteoarthr%t%s. LASER ,L%!ht ampl%(%cat%on 'y st%mulat%on em%ss%on o( rad%at%on- yang bertujuan untuk meningkatkan sintesis kolagen, mengurangi resiko kontaminasi oleh mi&roorganisme, meningkatkan 2askularisasi, mengurangi nyeri dan peradangan.

Ko!tra I!di%asi Electrotherapy .eberapa kontraindikasi terapi listrik adalah > a. Wanita hamil karena dapat mengakibatkan gangguan perkembanagan janin. b. !enderita dengan alat pa&u jantung dan pin. &. !enderita dengan hemoph%l%a 4gangguan penjendalan darah5atau throm'os%s 4jendalan darah pada lengan atau tungkai5. Mengingat beberapa alat listrik dapat mengakibatkan $asod%latas% 4pelebaran pembuluh darah5, yang dapat memperburuk keadaan-keadaan tersebut. d. .eberapa kondisi lain juga perlu di$aspadai meliputi epilepsi, gangguan kejangdan jantung. )a!8aat da! Resi%o Electrotherapy Man#aat Electrotherapy meliputi > .eberapa jenis electrotherapy mudah untuk dilakukan dan dapat dilakukan sendiri oleh penderita. /apat meningkatkan jangkauan gerak, mobilitas dan #ungsi sendi. /apat mengurangi nyeri dan mengurangi kebutuhan terhadap obat pengurang nyeri. Sebagian besar terapi listrik e#ekti# dibanding jenis terapi yang lain. .eberapa jenis terapi listrik dapat menimbulkan e#ek kumulati# setelah dilakukan selama beberapa periode. BAB =II. MA10A' THE+AP) Pe!"ertia! da! R#a!" $i!"%#p Manual Therapy Manual therapy berasal dari kata manus 4tangan5 dan therapy 4pengobatan5 sehingga se&ara umum dapat dide#inisikan sebagai terapi yang terutama mempergunakan tangan. Manual therapy ber#okus pada struktur dan sistem dalam tubuh seperti tulang, persendian, jaringan lunak, peredaran darah, lim#e dan sara#. "ujuan utama dari manual therapy adalah untuk mem#asilitasi proses penyembuhan alami tubuh. I!di%asi Manual Therapy .eberapa keadaaan yang dapat diperbaiki dengan manual therapy antara lain > 'edera > spra%n, stra%n, dislokasi dan jenis trauma lain. Manual therapy biasanya dikombinasikan dengan metode lain seperti imobilisasi, obat dan jenis #isioterapi yang lain. Nyeri punggung dan nyeri leher merupakan kedua kasus nyeri yang paling sering dijumpai dan dapat diatasi dengan manual therapy. Nyeri leher yang sering terjadiadalah pada bagian dasar dan samping leher. Nyeri leher ini dapat menimbulkan nyeri kepala. 3enis nyeri leher yang paling sering dijumpai adalah h%plash akibat gerakan yang mendadak. Arthr%t%s yang merupakan kelompok peradangan sendi yang dapat berupa osteoarthr%t%s+ rhemato%d arthr%t%s maupun an*ylos%n! spond%l%t%s.

Nyeri bahu dalam bentuk bahu beku 4(ro/en shoulder5 merupakan gangguan bahu yang umumnya dapat diperbaiki dengan manual therapy. 3enis lain nyeri bahu adalah &edera rotator cu(( 4otot yang menghubungkan tendo dengan tulang humerus5 serta shoulder %mp%n!ement syndrome yang terjadi akibat penekanan tendon rotator cu(( tendon dan bursa suba&romial. Tend%n%t%s 4radang pada tendon5 yang pada umumnya diakibatkan oleh penggunaan yang berlebihan. 4urs%t%s 4radang pada bursa yang merupakan kantong berisi &airan yang ber#ungsiuntuk meli&inkan gerakan antar jaringan5. .ursa yang mengalami peradanganumumnya berada pada area bahu, siku, pinggang dan lutut. Nyeri kepala yang meliputi tens%on headache 4perasaan kepala terasa penuh dan seperti diikat5, migraines 4nyeri berdenyut yang sering disertai dengan mual5 dan cluster headache 4yang merupakan nyeri kepala yang tajam yang dirasakan pada satu sisi kepala. Carpal tunnel syndrome yang merupakan penekanan sara# pergelangan tangan yang mengakibatkan nyeri pada area tersebut 5%'romyal!%a yang merupakan gangguan otot dan tulang yang sering disertai dengan nyeri, kelemahan, dan gangguan tidur. Comple& re!%onal pa%n syndrome yang merupakan rasa nyeri yang timbul setelah terjadi &edera pada lengan atau tungkai. asa nyeri sering dideskripsikan sebagai rasa seperti terbakar. Myo(asc%al pa%n syndrome 4M!S5 yang merupakan kondisi kronis yang terjadi pada satu serabut otot atau lebih yang dapat diakibatkan oleh benturan maupun penggunaan yang berlebihan. -angguan persendian temporomandibular yang menghubungkan rahang dengantengkorak kepala. -angguan ini dapat timbul karena benturan maupun in#eksi.

1e!is Manual Therapy .eberapa jenis manual therapy meliputi > "erapi masase "erapi masase merupakan teknik manipulasi jaringan lunak melalui tekanan dan gerakan. "erapi ini dapat dilakukan pada seluruh tubuh maupun pada bagian tertentu 4&ontoh punggung, kaki dan tangan5. Masase membantu penderita rileks dan tidak merasakan nyeri. .eberapa jenis terapi masase meliputi S$edish massa!e 4terdiri dari> stro*es, *nead%n! dan (r%*s% otot serta gerakan pasi# dan akti#5, sh%atsu 4 metode dari oriental berdasarkan teori bah$a terdapat pergerakan energy mele$ati meridian yang apabila terjadi gangguan aliran energi tersebut dapat terjadi gangguan tubuh5, terapi tr%!!er po%nt 4mem#okuskan pada area yang mengalami gangguan5 dan masase jaringan dalamA deep t%ssue massa!e 4menggunakan geseran yang pelan dan #riksi yang kuat5. Ch%ropract%c !engobatan ch%ropract%c mem#okuskan pada gangguan mus&uloskeletal dan neuromus&ular serta e#eknya pada tubuh. !engobatan ch%ropract%c berdasarkan teori bah$a gangguan tulang belakang akan mempengaruhi sumsum tulang belakang dan sara# yang keluar masuk sumsum tulang belakang. Sehingga apabila terjadi gangguan pada tulang belakang dapat terjadi gangguan pada organ dan bagian tubuh yang dipersara#i oleh sara# tersebut.!erbaikan posisi tulang belakang diharapkan dapat memperbaiki gejala-gejala organ yang mengalami gangguan.

(steopathi& !engobatan osteopath%c merupakan sistem pengobatan menyeluruh yang menekankan pada perbaikan keseimbangan struktur dan pen&egahan. Ahli osteopati menjaga hubungan yang seimbang antara tulang, otot dan jaringan ikat. "idak seperti ahli ch%ropract%c, ahli osteopati sering pula mempergunakan obat, dan pembedahan. Akupuntur dan Akupressure Akupuntur dan akupressure merupakan teknik dari 'hina dengan jalan melakukan jarum halus yang ditempatkan pada titik akupuntur tubuh. Akupresure merupakan terapi yang serupa dengan akupuntur tetapi menggunakan penekanan tanpa jarum. "eknik ale@ander "eknik ale@ander bertujuan untuk mengidenti#ikasi gerakan yang tidak tepat dan mengkoreksinya. !enderita dilatih untuk memperbaiki postur dan melakukan gerakan yang e#isien. C%rculomassa!e C%rculomassa!e merupakan salah satu jens masase yang dikembangkan oleh %linik "erapi 0isik 0I% ?NH. 3enis mesase ini hampir sama seperti Sport massage, hanya ada beberapa manipulasi yang ditambah dan dikurangi. C%rculomassa!e merupakan masase dengan sasaran utama sirkulasi darah dan lim#e. Seperti diketahui bah$a lan&arnya sirkulasi darah akan berdampak pada lan&arnya penyaluran makanan ke sel. Makanan sebagai sumber energi sel akan dibakar dengan api oksigen. Sirkulasi darah yang memba$a serta hemoglobin dalam sel darah merahnya akan mengangkut oksigen dengan lan&ar, dengan demikian penyediaan sumber energi beserta bahan bakarnya akan terjamin oleh lan&arnya sirkulasi darah. !ada saat sirkulasi darah dari jantung menuju ke sel akan memba$a makanan dan oksigen, sedangkan pada saat kembali dari sel jantung, sirkulasi darah akan mengangkut sisa metabolisme dan karbondioksida. Sisa metabolisme akan dikeluarkan melalui urine, #e&es, dan keringat, sedangkan '() akan dibuang melalui na#as. !embuangan metabolisme akan menghilangkan rasa lelah, kaku, dan tegang otot syara#, sedangkan penyaluran makanan dan oksigen akan mendukung kebugaran tubuh. ?ntuk itulah C%rculomassa!e ditujukan terutama untuk pemulihan kelelahan dan mendapatkan kebugara. 1an&arnya sirkulasi darah akibat C%rculomassa!e akan mendukung produksi dan peredaran hormon maupun anti bodi. ;ormon dan anti bodi akan memperlan&ar proses metabolisme ditubuh dan membantu tubuh mela$anpenyakit. !ada dasarnya, dalam batas tertentu tubuh mempunyai mekanisme penyembuhan dirinya sendiri. "eknik yang digunakan dalam c%rculomassa!e yaitu (r%ct%on dengan gerakan sirkuler. Tapotement dimaksudkan untuk memaksimalkan hasil (r%ct%on, dan e##lurage dimaksudkan untuk penenangan. !ada a$al masase diberikan tretment (r%ct%on untuk menimbulkan kejutan dan merangsang keluarnya hormon endorphin yang ber#ungsi sebagai penenang. Seluruh anggota tubuh mulai dari telapak kaki sampai kepala akan dimanipulasi dengan C%rculomassa!e ini dengan mempertimbangkan susunan otot dan &ara kerja organ tubuh . Ayur$eda Ayur$eda merupakan sistem pengobatan menyeluruh dari India dengan penekanan pada hubungan antara pikiran dan tubuh dengan menggunakan teknik sentuhan, suara, aroma dan herbal. "eknik 'o en "eknik bo$en merupakan masase otot yang dilakukan se&ara perlahan pada titik titik akupuntur. /engan menggunakan teknik ini tubuh mendapatkan kembali energi dan dapat memper&epat proses penyembuhan.

"erapi cran%osacral "erapi &raniosa&ral menggunakan sentuhan tangan dan jari yang lembut pada bagian kepala. Sistem cran%osa*ral terdiri dari selaput otak dan &airan serebrospinal. "erapi cere'rosp%nal dianggap dapat memperbaiki aliran &airan dalam otak. Walaupun demikian beberapa penelitian tidak menemukan adanya pengaruh yang berarti pada terapi jenis ini. Metode (elden*ra%s Metode ini merupakan teknik untuk memperbaiki gerakan dan meningkatkan #ungsi seluruh tubuh. /engan metode ini penderita dapat memperbaiki jangkauan gerakan sendi, meningkatkan #leksibilitas serta meningkatkan e#isiensi gerakan sehingga meminimalkan &edera dan kelelahan otot. 6%n Sh%n Tara 3in Shin "ara merupakan jenis pengobatan mirip akupresure yang berasal dari 3epang yang digunakan untuk mengatasi nyeri. .eberapa penelitian menyatakan bah$a teknik ini berman#aat pada rehabilitasi stroke. Naprapathy Naprapathy merupakan metode untuk mengurangi nyeri dengan jalan memanipulasi jaringan ikat yang mungkin mengiritasi sara#. Naturopath% !engobatan ini merupakan sistem pengobatan yang menekankan pada pen&egahan dengan memadukan teknik akupuntur, masase, gisi, herbal dan konseling. Re(le&olo!y Re(le&olo!y merupakan teknik yang didasarkan pada prinsip bah$a re#le@ yang terdapat di kaki dan tangan berhubungan dengan organ-organ dalam tubuh. /engan memberi tekanan pada kaki dan tangan, sirkulasi tubuh membaik dan #ungsi otot dapat meningkat.

Ga&'ar ,6. "itik "itik !ada e#le@iology Rol(%n! Rol(%n! yang merupakan masase jaringan dalam. Rol(%n! merupakan pendekatan yang sistematis yang dilakukan untuk mengembalikan keseimbangan tubuh. Rol(%n! memiliki penekanan pada pen&egahan dan sering disebut sebagai usaha integrasi struktur tubuh. Tra!er 'ody or* yang merupakan teknik menggoyangkan tungkai dan badan penderita se&ara perlahan dan ritmis. "ujuan dari teknik ini adalah meningkatkan rileksasi dan mobilitas. "eknik ini dipergunakan oleh atlet atau penderita dengan gangguan mus&uloskeletal dan gangguan punggung.

Tu%na merupakan pemberian tekanan dengan jari pada titik akupresur dengan disertai dengan gerakan memutar pada titik tersebut. Metode ini telah digunakan di 'hina sejak )*** tahun yang lalu. "raksi yang merupakan prosedur dimana digunakan alat mekanis untuk mengoreksi #raktur atau dislokasi #raktur, mengatasi kekakuan otot dan menghilangkan takanan. "raksi dapat digunakan untuk mengatasi gangguan tulang punggung, lengan, kaki dan leher. Sport massa!e adalah masase yang khusus diberikan kepada orang yang sehat badannya, terutama olahraga$an karena pelaksanannya memerlukan terbukanya hampir seluruh tubuh.

Te%!i% )assa"e pada $eden Massage Manipulasi dalam masase adalah &ara menggunakan tangan untuk melakukan masase pada daerah-daerah tertentu serta untuk memberian pengaruh tertentu pula. Manipulasi pokok masase adalah> 1. E((eura!e 4menggosok5, yaitu gerakan ringan berirama yang dilakukan pada seluruh permukaan tubuh. E((leura!e menggunakan seluruh permukaan telapak tangan dan jarijari untuk menggosok daerah tubuh tertentu. "ujuannya adalah memperlan&ar peredaran darah dan &airan getah bening 4limphe5. Haitu membantu mengalirkan darah di pembuluh balik atau 2ena agar dapat &epat kembali ke jantung.

"eknik ,u##leurage 2. 5r%ct%on 4menggerus5, yaitu gerakan menggerus yang arahnya naik dan turun se&ara bebas. 5r%ct%on 4menggunakan ujung jari atau ibu jari dengan menggeruskan melingkar seperti spiral pada bagian otot tertentu. "ujuannya adalah membantu menghan&urkan miyogeloasis, yaitu timbunan sisa-sisa pembakaran energi 4asam laktat5 yang terdapat pada otot yang menyebabkan pengersan pada otot.

"eknik Manipulasi 5r%ct%on 3. Petr%ssa!e, manipulasi ini terdiri dari perasan, tekanan, pen&omotan atau pengangkatan otot dan jaringan dalam. ,#ek re#leks pentrissage adalah yang paling

penting daripada segala e#ek mekanik, merangsang #ungsi otot menghasilkan terutama suatu perintah latihan bagi sara# motor. ,#ek pentrisage sangat berguna pada $aktu masase otot yang lelah. "ujuan dari Petr%ssa!e yaitu untuk mendorong aliran darah kembali kejantung dan mendorong keluar sisa-sisa pembakaran.

"eknik Masase Petr%ssa!e 4. Tapotemant, gerakan pukulan ringan berirama yang dibarikan pada bagian yang berdaging. "ujuannya adalah mendorong atau memper&epat aliran darah dan mendorong keluar sisa-sisa pembakaran dari tempat persembunyiannya. "ujuannya untuk merangsang serabut sara# tepi dan merangsang organ-organ tubuh bagian dalam.

"eknik Massage "apotement 5. 3%'rat%on 4menggetarkan5, yaitu gerakan menggetarkan yang dilakukan se&aramanual juga mekanik. Mekanik lebih baik daripada manual. "ujuannya adalah untuk merangsang sara# se&ara halus dan lembut agar mengurangi atau melemahkan rangsang yang berlebihan pada sara# yang dapat menimbulkan ketegangan. "ujuan 2ibration yaitu untuk merangsangi sara# se&ara halus dan lembut, dengan maksud untuk menenangkan atau melemahkan rangsang yang berkelibahan pada sara# yang dapat menmbulkan ketegangan.

"eknik Massage 6ibration

6. Sha*%n! atau *n%ad%m! 4menggon&ang5 dilakukan dengan seluruh permukaan telapak tangan dan jari-jari, dua tangan bersama-sama atau satu tangan saja pada otot yang lebar dan tebal dengan digon&angkan. "ujuan dari sha*%n! yaitu melan&arkan peredaran darah, terutama dalam penyebaran sari-sari makanan ke dalam jaringan dan juga untuk mema&u serabut-serabut otot agar siap menghadapi tugas yang lebih berat. 7. 1al*en yaitu 2ariasi dari manipulasi e((leura!e dengan seluruh permukaan telapak tangan, manipulasi ini digunakan pada daerah-daerah tertentu dimaksudkan untuk lebih menyempurnakan pengambilan sisa-sisa pembakaran oleh darah dan segera dapat diba$a ke jantung. 8. Stro*%n! 4mengurut5 yaitu manipulasi dengan menggunakan ujung-ujung jari, terutama tiga jari tengah, atau hanya ibu jari, pelaksanaan nya seperti manipulasi e##leurage. "ujuannya yaitu untuk menenangkan, mengurangi rasa sakit, mempengaruhi syara#-syara# tepi danmenghilangkan kekejangan otot. 9. S*%n)Roll%n! 4melipat kulit5 yaitu dapat dilakukan menggunakan seluruh jari-jari tangan. tujuannya untuk melonggarkan atau memisahkan kembali lengketanlengketan yang terjadi antara kulit dengan jaringan-jaringan diba$ahnya. 10. Ch%ropra*t%s 4menggelutuk5 yaitu dapat dilakukan dengan menekuk setiap persendian sampai berbunyi. !ada dasarnya sama seperti pada skin rolling, yaitu dimaksudkan untuk menghilangkan lengketan-lengketan pada daerah sendi Resi%o manual therapy esiko terapi manual adalah > Manual ch%ropract%c dapat menimbulkan nyeri dan rasa tidak nyaman, akan tetapinbiasanya ringan pulih dalam beberapa hari. !ada beberapa kasus, manipulasi tulang leher dapat menimbulkan robekan danjuga memi&u stroke. "erapi masase biasanya tidak menimbulkan e#ek samping. Akan tetapi terapi ini tidak disarankan pada keadaan pada beberapa keadaan seperti deep $e%n throm'os%s 4sumbatan pada 2ena kaki5, luka bakar, in#eksi kulit, eksim, luka terbuka, #raktur dan osteoporosis lanjut. BAB =III. DASAR DASAR E2E+CI E THE+AP) E8e% Fisio*o"is Terapi $atiha! /ari keseluruhan proses #isioterapi, terapi latihan 4e&erc%se therapy5 sering merupakan kegiatan utama yang didukung oleh modalitas-modalitas lain. ;al ini dikarenakan pengembalian #ungsi gerak sering merupakan tujuan utama dari proses #isioterapi. "erapi latihan dilakukan pada #ase kronis untuk merahibilitasi penderita &edera atau gangguan penyakit agar dapat mengembalikan #ungsi tubuh seperti atau mendekati #ungsi semula. Se&ara keselutuhan, terapi latihan 4e&erc%se therapy5 merupakan akti2itas #isik yang sistematis dan bertujuan untuk > Memperbaiki atau men&egah gangguan #ungsi tubuh Memperbaiki ke&a&atan Men&egah atau mengurangi #aktor resiko gangguan kesehatan

Mengoptimalkan status kesehatan dan kebugaran. "erapi latihan diran&ang untuk menyesuaikan kebutuhan indi2idual setiap penderita dengan tujuan utama mengoptimalkan #ungsi tubuh. 0ungsi tubuh dalam hal ini berkaitan dengan beberapa parameter seperti keseimbangan, kebugaran kardiorespirasi, koordinasi, #leksibilitas, mobilitas, kontrol motorik, kontrol neuromuskular, kontrol postural dan stabilitas. %eseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan tubuh mela$an gaya gra2itasi dengan mempertahankan pusat massa tubuh dengan penyokong yang ada tanpa terjatuh dengan mekanisme sistem motorik dan sensorik. %ebugaran kardiorespirasi merupakan kemampuan untuk melaksanakan akti2itas intensitas sedang misalkan> berjalan, berenang, jogging atau bersepeda5 se&ara repetiti# dalam jangka $aktu yang relati# lama. %ebugaran kardiorespirasi sering disebut sebagai ketahanan kardiopulmoner. %oordinasi merupakan usaha tubuh untuk menyeimbangkan gerakan dengan jalan melakukan gerakan otot dalam $aktu, intensitas dan urutan yang tepat, sehingga dapat menampilkan gerakan yang e#ekti# dan akurat baik se&ara sadar maupun tidak sadar. 0leksibilitas merupakan kemampuan untuk bergerak bebas tanpa hambatan dengan jangkauan gerak yang baik. Mobilitas merupakan kemampuan suatu struktur atau segmen tubuh untuk bergerak atau digerakkan. Mobilitas pasi# bergantung pada kontraktilitas jaringan lunak sedangkan mobilitas akti# memerlukan kerja neuromus&ular. %erja otot merupakan kapasitas otot untuk memproduksi tegangan dan melaksanakan akti2itas #isik. %erja otot meliputi kekuatan, tenaga dan ketahanan otot. %ontrol neuromuscular merupakan interaksi sistem sensorik dan motorik yang dapat men&etuskan kerja sinergis, agonis, antagonis untuk merespon in#ormasi propioseptor dan kinestetik yang kemudian pada gilirannya memproduksi gerakan dan urutan yang tepat dan terkoordinasi. %ontrol postural merupakan usaha tubuh untuk mempertahankan stabilitas postur tubuh. Stabilitas merupakan kemampuan sistem neuromuscular melalui kerja otot sinergis untuk mempertahankan segmen tubuh dalam posisi stabil pada keadaan bergerak maupun diam. %eseluruhan sistem tersebut bereaksi, beradaptasi dan berkembang sebagai respon terhadap beban #isik 4phys%cal stress5 termasuk akti2itas #isik. Akti2itas #isik membantu tubuh untuk memelihara kemampuan #ungsional tubuh, ketahanan kardiorespirasi dan kemampuan mobilitas. Sebagai &ontoh ketiadaan akti2itas #isik dalam jangka $aktu lama dapat menimbulkan kelemahan otot dan tulang. Absennya akti2itas #isik juga dapat mengurangi ketahanan kardiprespirasi. Walaupun demikian apabila dilakukan se&ara berlebihan, akti2itas #isik dapat pula mengakibatkan &edera dalam bentuk antara lain strain, sprain, #raktur maupun kondisi kronis degenerati#. Sehingga terapi latihan harus diran&ang agar akti2itas #isik yang diprogramkan sesuai dengan kebutuhan penderita dengan resiko &edera akibat latihan seminimal mungkin dan mendapatkan peningkatan kapasitas #ungsional tubuh semaksimal mungkin.

I!di%asi Terapi $atiha! .erikut ini beberapa keadaan yang umumnya dapat diperbaiki dengan terapi latihan > Nyeri %elemahan dan penurunan ketahanan otot !engurangan jangkauan gerak yang dapat dikarenakan oleh kekakuan kapsul sendi maupun pengurangan panjang otot.

Mobilitas sendi yang berlebihan !ostur tubuh yang abnormal -angguan keseimbangan, stabilitas postur, koordinasi, perkembangan dan tonus otot -angguan kardio2askular seperti pengurangan kapasitas aerobik 4ketahanan kardiopulmoner5 dan gangguan sirkulasi. %eluhan yang dialami penderita ini harus diidenti#ikasi se&ara khusus mengingat mani#estasi keluhan-keluhan tersebut sering bersi#at spesi#ik terhadap penderita. ;al yang sangat penting untuk dilakukan juga adalah identi#ikasi resiko terjadinya gangguan lebih lanjut sehingga dapat diantisipasi dalam ran&angan latihan terapi yang akan dilaksanakan.

1e!is- e!is $atiha! Terapi Se&ara khusus, jenis-jenis latihan terapi antara lain meliputi latihan kelenturan 4#leksibilitas5 untuk meningkatkan ran!e o( moment 4 (M5, latihan stre&t&hing dan suntuk meningkatkan mobilitas, latihan beban 4strengthening5 untuk peningkatan #ungsi, dan latihan aerobik untuk meningkatkan ketahanan kardio2askular. .iasanya strultur latihan yang dilakukan paska &edera adalah sebagai berikut > A. $atiha! F*e%si'i*itas -$atiha! RO). 1atihan #leksibilitas merupakan teknik dasar yang digunakan untuk meningkatkan jangkauan gerak 4 (M5. -erakan akan mempengaruhi semua struktur pada area tersebut termasuk persendian, kapsul sendi, ligamen, #asia, pembuluh darah dan syara#. 3angkauan gerak dipengaruhi oleh jangkauan sendi dan jangkauan otot. 3angkauan sendi dideskripsikan dalam istilah #leksi, ekstensi, abduksi, aduksi dan rotasi. 3angkauan gerak sering diukur menggunakan goniometer dan dihitung dalam derajat. 3angkauan otot dihitung dalamI jarak #ungsional J yang merupakan ukuran pemendekan otot setelah dilakukan penguluran se&ara maksimal. ?ntuk memelihara jangkauan gerak yang normal, area tersebut harus digerakkan se&ara periodik. .eberapa hal yang dapat mengurangi (M meliputi gangguan sistemik, persendian, syara#, otot yang dikarenakan gangguan in#eksi, imunologi, trauma maupun karena %nact%$%ty. Akti2itas pemeliharaan (M diperlukan untuk memelihara mobilitas sendi dan otot serta untuk meminimalkan kehilangan #leksibilitas jaringan dan pembentukan kontraktur. 1e!is $atiha! 8*e%si'i*itas (. $atiha! 8*e%si'i*itas Pasi8 Merupakan gerakan yang sepenuhnya disebabkan oleh gerakan dari luar dengan sangat sedikit ataupun tidak ada gerakan sadar dari otot. Sumber gerakan dapat berasal dari gra2itasi, mesin, indi2idu yang lain maupun bagian tubuh indi2idu itu sendiri. I!di%asi $atiha! 8*e%si'i*itas pasi8 > !ada area jaringan yang mengalami peradangan akut dimana gerakan akti# dapat memperburuk &edera dan menghambat proses penyembuhan. !eradangan akut biasanya terjadi ) sampai : hari. !ada keadaan dimana penderita tidak bias melakukan gerakan akti# seperti pada keadaan koma, lumpuh ataupun tirah baring T# #a! $atiha! 8*e%si'i*itas pasi8 > "ujuan utama dari 1atihan #leksibilitas pasi# adalah untuk mengurangi komplikasi yang terjadi pada imobilisasi, degenerasi kartilago, perlengketan, pembentukan kontraktur dan memperbaiki sirkulasi darah. "ujuan khusus 1atihan #leksibilitas pasi#> Memelihara persendian dan mobilitas jaringan ikat. Meminimalkan pembentukan jaringan kontraktur. Memelihara elastisitas otot.

Memperbaiki sirkulasi darah. Meningkatkan gerakan syno2ial untuk nutrisi kartilago dan di#usi material pada persendian. Mengurangi nyeri Meningkatkan proses penyembuhan Se&ara praktis, 1atihan #leksibilitas pasi# digunakan untuk menentukan keterbatasan gerak, stabilitas sendi dan kekuatan otot. "erapi latihan pasi# juga digunakan untuk mengajarkan gerakan yang diinginkan. Walaupun demikian, terdapat keterbatasan 1atihan #leksibilitas pasi# misalnya, tidak dapat men&egah atro#i otot, tidak dapat meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot. ,. $atiha! 8*e%si'i*itas A%ti8 da! A%ti8 de!"a! Ba!t#a! 1atihan #leksibilitas akti# merupakan gerakan yang disebabkan oleh gerakan akti# dari otot itu sendiri. 1atihan #leksibilitas Akti# dengan bantuan merupakan gerakan yang ditimbulkan se&ara akti# namun memerlukan bantuan dari luar. 1atihan jenis ini dilakukan apabila penderita memiliki kemampuan kontraksi otot akti# "ujuan dari jenis latihan ini sama dengan 1atihan #leksibilitas pasi# dengan tujuan khusus Memelihara elastisitas dan kontraktilitas otot Memberikan umpan balik sensorik dari otot yang berkontraksi. Memberikan rangsangan pada tulang dan persendian Meningkatkan sirkulasi darah dan men&egah pembentukan jendalan darah 4thrombus5 Meningkatkan koordinasi gerakan Ko!trai!di%asi $atiha! 8*e%si'i*itas +. 1atihan #leksibilitas tidak boleh dilakukan bila latihan tersebut mengganggu proses penyembuhan seperti pada keadaan patah tulang. ). 1atihan #leksibilitas harus dilakukan dengan hati hati pada area tumit dan kaki untuk meminimalkan stasis 2ena dan pembentukan thrombus. "anda-tanda latihan yang tidak tepat adalah timbulnya rasa nyeri dan peradangan. B. 1atihan #leksibilitas harus di monitor dengan ketat pada keadaan setelah gangguan jantung. Ko!trai!di%asi stretching 0raktur tidak stabil Adanya hematoma dan in#eksi jaringan !aska operasi seperti &angkok kulit dan perbaikan tendo. B. $atiha! )o'i*itas !ada prinsipnya terapi latihan bertujuan untuk memberbaiki #ungsi jaringan mus&uloskeletal dan jaringan lain yang mengalami gangguan. 1atihan mobilitas merupakan komponen dasar dari rehabilitasi mengingat latihan ini dapat memper&epat penyembuhan jaringan yang pada akhirnya dapat menunjang #ungsi gerak. 1atihan mobilitas dapat digunakan untuk menjaga dan meningkatkan jangkauan gerak. -angguan jangkauan gerak dapat terjadi karena > kontraktur kapsul persendian perlengketan jaringan lunak ketegangan otot sensiti#itas dan hambatan syara# karena nyeri.

1atihan mobilitas dapat berupa latihan pasi#, latihan akti# dengan bantuan, latihan akti# dengan bantuan mandiri, latihan akti# dan latihan stretch%n! 4penguluran5. (. $atiha! Pasi8 !ada latihan pasi#, gerakan dilakukan oleh bantuan luar tanpa mengandalkan gerakan mandiri otot penderita. .antuan luar dapat berasal dari orang lain ataupun dari mesin. 1atihan pasi# biasanya dilakukan pada tahap a$al rehabilitasi selama struktur jaringan masih mampu menahan beban gerakan tanpa resiko &edera lebih lanjut. ;al ini dilakukan untuk mempertahankan jangkauan gerak sendi selama periode tidak akti#. 1ebih lanjut, latihan pasi# dapat dikombinasikan dengan latihan penguluran untuk meningkatkan jangkauan gerak sendi. ,. $atiha! a%ti8 de!"a! 'a!t#a! !ada latihan jenis ini, gerakan dilakukan se&ara akti# akan tetapi dibantu oleh bantuan tenaga dari luar. 1atihan jenis ini sangat berman#aat untuk menguatkan otot yang lemah serta meningkatkan jangkauan gerak sendi. 0aktor lain yang harus dipertimbangkan dalam hal ini adalah gra2itasi. 3ika latihan dibantu oleh gra2itasi, e#ekti2itas mobilisasi target struktur dapat meningkat. 3. $atiha! A%ti8 1atihan jenis ini dilakukan se&ara mandiri. 1atihan ini terutama dilakukan untuk meningkatkan #leksibilitas jatingan melalui latihan stretch%n!. 1atihan penguluran ini dapat memperkuat dan memperpanjang struktur kolagen. 1atihan ini se&ara alami dibatasi oleh rasa nyeri. ;al yang harus diperhatikan adalah $aktu yang tepat untuk memulai latihan akti# mengingat &edera akut pada #ase a$al memerlukan imobilisasi untuk men&egah terjadinya &edera lanjut. Imobilisasi ini kemudian perlu dilanjutkan dengan mobilisasi untuk membantu reabsorbsi jaringan parut dan rekapilerisasi area yang mengalami &edera. 1atihan penguluran juga penting untuk men&egah kontraktur 4pemendekan5 sendi. 1atihan stretch%n! 4penguluran5 dapat dilaksanakan se&ara dinamis maupun statis. a. $atiha! stretching di!a&is 1atihan stretch%n! jenis ini melibatkan gerakan akti# dengan menggunakan gerakan repetiti2e, ritmis se&ara intensi#. 1atihan dinamis bersi#at progresi# sampai men&apai jangkauan sendi yang diharapkan. 1atihan dinamis terutama berman#aat untuk &edera olahraga. 1atihan ini meningkatkan #ungsi otot dan kontrol neuromus&ular dengan menggunakan latihan repetiti# sehingga meningkatkan JingatanI otot terhadap gerak le$at pembiasaan. '. $atiha! stretching statis !ada latihan ini dilakukan tahanan terhadap gerakan dalam jangka $aktu tertentu untuk mendapatkan e#ek yang diinginkan 4biasanya $aktu yang diperlukan minimal B* detik5. 1atihan statis ditekankan pada pemulihan postur dan #ungsi tubuh dengan gerakan intensitas rendah yang terkontrol. 1atihan statis biasanya digunakan untuk meningkatkan #leksibilitas otot. ,lemen kontrol motorik halus dan perbaikan postur pada latihan jenis ini sangat ditekankan dan dapat ditingkatkan dengan menggunakan umpan balik dan koreksi dari ahli #isioterapi. !enderita juga dapat berlatih se&ara mandiri dengan menggunakan &ermin untuk mengontrol postur. 1atihan jenis ini banyak digunakan pada latihan !ilates, "ai 'hi dan .Hoga. 0. $atiha! Be'a!

!er#orma otot dapat dinilai berupa kekuatan 4stren!th5, tenaga 4po er5 dan ketahanan 4endurance5. %eseluruhan per#orma otot tersebut dapat dilatih dengan menggunakan latihan beban. .eberapa man#aat latihan beban antaralain adalah > Meningkatkan kekuatan jaringan ikat seperti tendon, ligamen dan jaringan ikat %ntramuscular. !eningkatan kepadatan masa tulang. !eningkatan komposisi otot terhadap lemak !eningkatan keseimbangan 1e!is $atiha! Be'a! Se&ara garis besar latihan beban dapat dibedakan menjadi latihan beban manual dan mekanis. .erdasarkan asal pembebanan, latihan beban dapat dibedakan menjadi > a. 1atihan .eban manual !ada jenis latihan ini beban latihan dilakukan oleh orang yang berlatih maupun orang lain. 1atihan jenis ini tepat untuk dilakukan pada tahap a$al &edera atau rehabiliatasi penyakit. b. 1atihan !embebanan Mekanis !ada latihan jenis ini beban latihan diberikan oleh mesin. %adar pembebanan dapat diukur dan dapat melebihi pembebanan yang dilakukan oleh orang itu sendiri atau teraphist. Se&ara biomekanika, latihan pembebanan dapat dibedakan menjadi> $atiha! Statis -$atiha! Iso&etri%. 1atihan jenis isometrik adalah jenis latihan dimana tidak terdapat perubahan panjang otot. 'ontoh latihan ini misalnya dengan menarik maupun mendorong objek yang tidak dapat digerakkan dan mempertahankan posisi tubuh terhadap tekanan. Indikasi latihan isometrik > Men&egah dan meminimalkan atro#i otot ketika pergerakan sendi tidak memungkinkan misalnya penggunaan bidai atau gips. Meningkatkan stabilitas postur dan persendian. Meningkatkan kekuatan otot ketika latihan dinamis dikha$atirkan dapat mengakibatkan &edera sendi 3enis 1atihan Isometrik Muscle3setting exercises. Merupakan jenis latihan dengan pembebanan minimal yang digunakan untuk mengurangi nyeri, meningkatkan relaksasi dan sirkulasi setelah &edera serta meminimalkan resiko atrophy. .eberapa otot yang dapat dilatih dengan &ara ini adalah otot kuadriseps dan gluteal. $atiha! sta'i*isasi. !ada latihan ini diberikan pembebanan submaksimal untuk meningkatkan stabilitas postural sesorang dengan gangguan persendian atau tonus otot. !ada latihan ini biasanya digunakan berat badan tubuh. $atiha! Iso&etri% )#*ti S#d#t 3enis latihan melibatkan beberapa persendian dengan beban manual amupun mekanis. 1atihan jenis ini dilakukan bila tujuan latihan adalah meningkatkan kekuatan beberapa segmen otot . Kara%teristi% $atiha! Iso&etri% I!te!sitas Ko!tra%si Otot.

%ekuatan tekanan yang dapat digenerasikan otot tergantung posisi sendi. Intensitas kekuatan yang digunakan adalah :*K sampai <*K kekuatan maksimal dan disesuaikan pada setiap posisi. .eban perlahan ditingkatkan sampai pada akhirnya kekuatan otot meningkat. $a&a/D#rasi A%ti+itas 1atihan isometrik dilakukan : sampai +* detik. 1atihan yang dilakukan kurang dari : detik belum menimbulkan adaptasi atau perubahan anatomi dan #isiologi otot sedangkan latihan yang dilakukan terlalu lama dapat menimbulkan kelelahan dan bahkan bila berulang ulang dapat menimbulkan &edera. Ko!tra%si Repetiti8 =ariasi pada S#d#t Se!di ?ntuk memaksimalkan e#ek #isiologis kontraksi isometris dilakukan pada berbagai posisi sendi. !ada umumnya direkomendasikan untuk mem2ariasi arah sendi menjadi 9 sampai : arah.

Ko!tra i!di%asi *atiha!> 1atihan ini dikontraindikasikan pada penderita gangguan kardio2askular karena latihan isometrik &enderung membuat sesoorang menahan napas pada saat menahan beban sehingga dapat menimbulkan kenaikan tekanan darah 4$alsa$a mane$eur5 )a!8aat *atiha! consentric da! eccentric. 1atihan konsentrik meningkatkan akselarasi otot sedangkan latihan e&&entrik menurunkan akselarasi otot sehingga dapat ber#ungsi untuk menahan dan menyerap tekanan selama akti2itas dengan tekanan otot yang tinggi sehingga mengurangi resiko &edera. 1atihan jenis konsentrik dan eksentrik menunjang banyak akti2itas dalam kehidupan seperti saat naik turun tangga, duduk dan bangkit dari duduk sehingga latihan jenis ini sangat bersi#at #ungsional dalam kehidupan sehari hari. 1atihan jenis ini dapat dilakukan dengan plyometr%c tra%n%n! ,stretch)shorten%n! dr%lls- atau latihan eksentrik dengan intensitas tinggi. D. $atiha! Aero'i% 1atihan aerobik merupakan latihan yang diran&ang untuk meningkatkan kerja metabolisme aerobik otot. Supaya metabolisme aerobik dapat terjadi, intensitas latihan aerobik adalah rendah sampais edang sehingga pengaturan napas masih bisa terjadi. !ada latihan ini terjadi peningkatan le2el enEimatis oksidati#, peningkatan mitokondria serta peningkatan kapilerisasi pembuluh darah tepi. .eberapa jenis latihan ini adalah berlari, joging, berjalan, bersepeda, treadmill dan berenang. Pri!sip Dasar $atiha! Aero'i% +. 1atihan ini akan meningkatkan adaptasi otot skelet, otot jantung dan keseluruhan kualitas kardiorespirasi sehingga dapat meningkatkan ketahanan seseorang. ;asil akhir ketahanan #isik dan le2el kebugaran tergantung pada intensitas, durasi serta #rekuensi latihan. ). Intensitas latihan didasartkan pada targer nadi latihan dan #rekuensi maksimal denyut nadi. Se&ara garis besar, denyut nadi maksimal ditetapkan dengan jalan mengurangi ))* dengan umur, sedangkan Eona latihan ditetapkan anatar :* sampai <7K denyut nadi maksimal. B. /urasi latihan aerobik dengan intensitas yang sesuai delakukan selama )* sampai B* menit dan didahului dan diakhiri dengan periode pemanasan dan pendinginan selama +* sampai +7 menit 9. 0rekuensi latihan dilakukan B sampai 7 kali dalam satu minggu.

7. 3enis latihan aerobik disesuiakan dengan tujuan spesi#ik, misalnya apabila tujuannya untuk meningkatkan kebugaran #isik pada kehidupan sehari hari, sebaiknya gerakan latihan didasarkan pada gerakan berjalan. :. 1atihan perlu disesuaikan dengan toleransi #isisk indi2ide untuk menghindari o2eruse. !eningkatan intensitas latihan tidak lebih dari +* K per minggu.

DAFTAR P?STAKA 1. Baker, K. G., V. J. Robertson, et al. (2001). ! re"#e$ o% t&era'e(t#) (ltraso(n*+ b#o'&,s#)al e%%e)ts. -&,s#)al .&era', 81(7)+ 1351. 2. Ben*er, .., /. Kara01lle, et al. (2005). 2,*rot&era',, balneot&era',, an* s'a treat3ent #n 'a#n 3ana0e3ent. R&e(3atolo0, #nternat#onal 25(3)+ 2204224. 3. 5a3eron, 6., .. 6. 7,ster, et al. (1997). 8le)trot&era', 3et&o* an* a''arat(s, Goo0le -atents. 4. 5el#s, 9. 9., :. 8. ;(3an, et al. (2003). 8%%e)t o% a s('er"#se* e<er)#se an* '&,s#ot&era', 'ro0ra3 on s(r0#)al #nter"ent#ons #n )&#l*ren $#t& t&er3al #n=(r,. Jo(rnal o% B(rn 5are > Resear)& 24(1)+ 57. 5. 5rossle,, K., K. Bennell, et al. (2002). -&,s#)al t&era', %or 'atello%e3oral 'a#n. .&e !3er#)an =o(rnal o% s'orts 3e*#)#ne 30(6)+ 857. 6. 5(ll(3, ?., 8. !. ?elson, et al. (2001). ;,ste3at#) re"#e$s o% $o(n* )are 3ana0e3ent+(5) be*s@(6) )o3'ress#on@(7) laser t&era',, t&era'e(t#) (ltraso(n*, ele)trot&era', an* ele)tro3a0net#) t&era',. 2ealt& .e)&nol !ssess 5(9)+ 14221. 7. 6e,le, G. 6., ?. 8. 2en*erson, et al. (2000). 8%%e)t#"eness o% 3an(al '&,s#)al t&era', an* e<er)#se #n osteoart&r#t#s o% t&e knee. !nnals o% #nternal 3e*#)#ne 132(3)+ 173. 8. 8&r3ann4Ael*3an, 6., 9. Ross#0nol, et al. (1996). -&,s#)#an re%erral to '&,s#)al t&era', #n a )o&ort o% $orkers )o3'ensate* %or lo$ ba)k 'a#n. -&,s#)al .&era', 76(2)+ 150. 9. 8n$e3eka, 5. ;., 5. !llen, et al. (2002). ;o%t t#ss(e t&er3o*,na3#)s be%ore, *(r#n0, an* a%ter )ol* 'a)k t&era',. 9e*#)#ne > ;)#en)e #n ;'orts > 8<er)#se 34(1)+ 45. 10. 8rnst, 8. an* V. A#alka (1994). B)e %reeCes 'a#nD ! re"#e$ o% t&e )l#n#)al e%%e)t#"eness o% anal0es#) )ol* t&era',. Jo(rnal o% 'a#n an* s,3'to3 3ana0e3ent 9(1)+ 56459. 11. Gar*ner, 9. 9., 9. 5. Robertson, et al. (2000). 8<er)#se #n 're"ent#n0 %alls an* %all relate* #n=(r#es #n ol*er 'eo'le+ a re"#e$ o% ran*o3#se* )ontrolle* tr#als. Br#t#s& =o(rnal o% s'orts 3e*#)#ne 34(1)+ 7. 12. Green, J., A. 9)Kenna, et al. (1993). 2o3e e<er)#ses are as e%%e)t#"e as o(t'at#ent &,*rot&era', %or osteoart&r#t#s o% t&e &#'. R&e(3atolo0, 32(9)+ 812. 13. Green, ;., R. B()&b#n*er, et al. (2008). -&,s#ot&era', #nter"ent#ons %or s&o(l*er 'a#n (Re"#e$). .&e 5o)&rane 7#brar, 4. 14. Gross, !. R., .. Ka,, et al. (2002). 9an(al t&era', %or 3e)&an#)al ne)k *#sor*ers+ a s,ste3at#) re"#e$. 9an(al .&era', 7(3)+ 1314149. 15. 2eE, F. an* J. 5. B#s)&o% EG (2003). H(ant#%#)at#on o% te3'erat(re an* #n=(r, res'onse #n t&er3al t&era', an* )r,os(r0er,. 5r#t#)al Re"#e$sI #n B#o3e*#)al 8n0#neer#n0 31(5>6)+ 3554421.

16. 2e)k3an, J. 6., J. -. R,ab,, et al. (1994). !))elerat#on o% t#b#al %ra)t(re4&eal#n0 b, non#n"as#"e, lo$4#ntens#t, '(lse* (ltraso(n*. .&e Jo(rnal o% Bone an* Jo#nt ;(r0er, 76(1)+ 26. 17. Jette, !. 9. an* !. 6el#tto (1997). -&,s#)al t&era', treat3ent )&o#)es %or 3(s)(loskeletal #3'a#r3ents. -&,s#)al .&era', 77(2)+ 145. =) 18. 9)?a#r, ;. 7. (1976). 2,*rot&era', %oot t(b &a"#n0 &eat#n0 an* 3assa0#n0 3eans, Goo0le -atents. 19. 9#lan, K. R. (1994). Bn=(r, #n ballet+ a re"#e$ o% rele"ant to'#)s %or t&e '&,s#)al t&era'#st. .&e Jo(rnal o% ort&o'ae*#) an* s'orts '&,s#)al t&era', 19(2)+ 121. 20. ?a*ler, ;. A., K. Je#n0an*, et al. (2004). .&e '&,s#olo0#) bas#s an* )l#n#)al a''l#)at#ons o% )r,ot&era', an* t&er3ot&era', %or t&e 'a#n 'ra)t#t#oner. -a#n -&,s#)#an 7(3)+ 3954400. 21. :0#l"#e42arr#s, 6. J. an* 9. G#lbart (1995). .reat3ent 3o*al#t#es %or so%t t#ss(e #n=(r#es o% t&e ankle+ a )r#t#)al re"#e$. 5l#n#)al Jo(rnal o% ;'ort 9e*#)#ne 5(3)+ 175. 22. -earson, 7. an* G. Jones (1992). 83ot#onal e%%e)ts o% s'orts #n=(r#es+ #3'l#)at#ons %or '&,s#ot&era'#sts. -&,s#ot&era', 78(10)+ 7624770. 23. R(b#n, 5., 9. Bolan*er, et al. (2001). .&e (se o% lo$4#ntens#t, (ltraso(n* to a))elerate t&e &eal#n0 o% %ra)t(res. J:KR?!7 :A B:?8 !?6 J:B?. ;KRG8RL4!98RB5!? V:7K984 83(2)+ 2594270. 24. ;)&olten4-eeters, G. G. 9., G. 8. Bekker#n0, et al. (2002). 5l#n#)al 'ra)t#)e 0(#*el#ne %or t&e '&,s#ot&era', o% 'at#ents $#t& $&#'las&4asso)#ate* *#sor*ers. ;'#ne 27(4)+ 412. 25. ;loan, J. -., R. 2a#n, et al. (1989). 5l#n#)al bene%#ts o% earl, )ol* t&era', #n a))#*ent an* e3er0en), %ollo$#n0 ankle s'ra#n. !r)&#"es o% e3er0en), 3e*#)#ne 6(1)+ 1. 26. Jatson, .. (2000). .&e role o% ele)trot&era', #n )onte3'orar, '&,s#ot&era', 'ra)t#)e. 9an(al .&era', 5(3)+ 1324141. 27. J#t"ro($, 8., ?. 9a&#e(, et al. (2004). ;tret)&#n0 an* #n=(r, 're"ent#on+ an obs)(re relat#ons&#'. ;'orts 9e*#)#ne 34(7)+ 4434449.