Anda di halaman 1dari 10

KERANGKA ACUAN KERJA

Paket Pekerjaan
STUDI UPL/UKL PEMBANGUNAN PENGAMAN PANTAI JAMPUE PALLAMEANG KAB. PINRANG

Tahun Anggaran 2014

KERANGKA ACUAN KERJA


Studi UPL/UKL Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang I. LATAR BELAKANG Pemantauan lingkungan hidup hasil pengelolaan dampak penting. Pemantauan tersebut dimaksudkan agar hasil pengelolaan dampak mencapai sasarannya, yaitu meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif. Guna mendapatkan hasil pemantauan yang berhasil guna dan obyektif, diperlukan pemantauan lingkungan yang dilakukan secara kontinyu, dan dilaksanakan oleh pihak ketiga. Pemantauan lingkungan hidup yang dilakukan secara kontinyu dimaksudkan untuk mendapatkan data selengkap mungkin dan bagaimana kecenderungan data tersebut. Bilamana mengarah ke deteriosasi lingkungan yang lebih besar, maka upaya pengelolaan lingkungan perlu diperbaiki. Dengan melaksanakan pemantauan yang baik, diharapkan dapat diperoleh kegiatan Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang yang berwawasan lingkungan. Konsistensi pemantauan tidak saja dimaksudkan dengan metode pemantauan, tetapi juga lokasi dan waktu pemantauan. Metode pemantauan yang berubah-ubah akan menghasilkan data yang sulit dicari hubungannya. Hal yang sama bila pemantauan dilaksanakan berpindahpindah, terdapat kemungkinan bahwa data yang dihasilkan sudah terkontaminasi oleh pencemar dari kegiatan lain, sehingga data yang diperoleh tidak akurat lagi. Waktu pemantauan diperlukan agar supaya dapat dilihat kemungkinan terjadinya pengaruh alam (untuk data fisik-kimia dan biologi), sedangkan untuk data sosial, faktor waktu tetap perlu diperhatikan karena dalam kurun waktu yang panjang, perubahan-perubahan sosial dapat terjadi Maka dari itu pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang dengan dasar atau mengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 13 Tahun 2010 tentang upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup, akan melaksanakan kegiatan Pra konstruksi yaitu pengadaan UKL dan UPL Kegiatan Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang, untuk masuk kepada tahapan konstruksinya agar pembangunan tersebut berwawasan lingkungan nantinya

II.

MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN Maksud dan Tujuan dilaksanakannya studi UKL dan UPL Kegiatan Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang adalah : a. Mengidentifikasi rencana kegiatan Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang yang diperkirakan menimbulkan dampak terhadap lingkungan. b. Mengidentifiksi rona lingkungan hidup awal, yaitu kondisi dan tatanan lingkungan wilayah setempat saat ini, terutama yang diperkirakan terkena dampak. c. Memberikan arahan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup terhadap rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.

III.

SASARAN KEGIATAN Sasaran dilaksanakannya UKL dan UPL Pembangunan Pengaman Pantai Jampue Pallameang Kab. Pinrang adalah : a. Sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan rencana Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang. b. Sebagai wahana untuk memberikan informasi bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan agar dapat menghindari dampak negatif dan memanfaatkan dampak positif.

IV.

LOKASI KEGIATAN Daerah terletak di Kabupaten Pinrang Propinsi Sulawesi Selatan.

V.

ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen Sungai dan Pantai III dan SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Pompengan-Jeneberang Prov. Sul-Sel.

VI.

SUMBER PENDANAAN Untuk Pelaksanaan Kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp. 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) termasuk PPN yang dibiayai APBN Rupiah Murni Tahun Anggaran 2014.

VII.

REFERENSI HUKUM Dilandasi oleh pertimbangan prinsip-prinsip pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup, maka pelaksanaan UKL dan UPL didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku guna pengelolaan sumber daya air dan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan yang berkelanjuan antara lain adalah sebagai berikut: Undang-undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 13 Tahun 2010 tentang UKL-UPL dan SPPL Kepmen LH No. KEP-39/MENLH/8/1996 tentang Jenis Usaha/Kegiatan yang Wajib Dilengkapi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dan Kepmen Kimpraswil No. 17/KPTS/M/2003

VIII.

LINGKUP KEGIATAN DAN WILAYAH KEGIATAN 1. Lingkup Kegiatan Ruang lingkup pekerjaan Studi Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) untuk kegiatan Pembangunan Pengaman Pantai Jampue Pallameang Kab. Pinrang meliputi komponen yang ditelaah dan batas wilayah studi. Komponen yang ditelaah adalah sebagai berikut: a. Rencana Kegiatan yang Dikaji Dalam hal ini penyusunan UKL & UPL di Pra-konstruksi Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang berkewajiban mengumpulkan data dan memberikan uraian tentang rencana kegiatan pekerjaan Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang, khususnya kegiatan pekerjaan yang berpotensi menimbulkan dampak. b. Komponen Lingkungan yang Dikaji Penyusunan studi UKL & UPL Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang berkewajiban dalam pengumpulan, analisis dan evaluasi data lingkungan khususnya komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak.

c. Kajian Dampak Lingkungan Penyusunan studi Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang memperkirakan dan menganalisis serta mengevaluasi dampak yang diperkirakan akan timbul. d. Kajian UKL & UPL Penyusunan studi UKL & UPL Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang merumuskan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang juga dituangkan dalam matriks UKL & UPL. 2 Wilayah Kegiatan Batas wilayah studi bagi penyusunan UKL & UPL ditentukan oleh batas kegiatan pekerjaan, batas ekologi, batas administrasi dan batas sosial. Batas wilayah studi dimaksudkan untuk dapat memberikan kemudahan serta membatasi lingkup kegiatan studi sesuai dengan fokus dan sasaran kegiatan dalam Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang.

IX. METODOLOGI
Penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang direncanakan akan diselesaikan dalam waktu 60 (enam puluh) hari kalender terdiri atas : a. Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Persiapan akan mencakup kegiatan penyelesaian kesepakatan rencana kerja dan koordinasi yang akan dilakukan oleh tim penyusun baik intern maupun extern pelaksanaan kegiatan. b. Pekerjaan Survey Lapangan Ketua tim dan para anggota penyusun melaksanakan survey lapangan untuk mendapatkan data primer dan data sekunder yang diperlukan bagi pelaksanaan penyusunan dokumen UKL dan UPL ini. c. Analisis dan Pengolahan Data Analisis dan pengolahan data diperlukan untuk mengetahui rona lingkungan hidup, komponen lingkungan yang akan terkena dampak, dampak yang diperkirakan timbul, upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan yang akan dilaporkan

d. Evaluasi dan Test Laboratorium Beberapa data yang dikumpulkan baik data primer maupun sekunder perlu dievaluasi dan di test di laboratorium untuk mendapatkan data dan sampel yang akurat dan teruji untuk digunakan dalam analisis selanjutnya e. Penyusunan Laporan Penyusunan UKL dan UPL berkewajiban membuat laporan hasil studi yang diperlukan baik untuk Pemrakarsa, instansi terkait maupun masyarakat. f. Presentasi Tim Penyusun UKL dan UPL berkewajiban dan bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan presentasi/pembahasan di Unit Pembina AMDAL instansi terkait. g. Pekerjaan Sosialisasi Pra Konstruksi Ketua tim dan para anggota penyusun melaksanakan sosialisasi kegiatan Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang untuk memberikan pengertian kepada masyarakat yang berada dilokasi pembangunan nantinya.

X.

JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan 60 (Enam Puluh) hari

XI.

TENAGA AHLI

Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah yang terdiri dari sebagai berikut: 1. Team Leader (2 M/M) Mempunyai sertifikat keahlian Sumber Daya Air (Bagi yang menggunakan tenaga ahli sipil) serta sertifikat AMDAL Penyusun dengan jumlah Orang Bulan sebesar 2 OB Ketua Tim disyaratkan seorang Sarjana Teknik Sipil/Lingkungan/Pertanian Strata satu (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan UPL, UKL atau AMDAL Keairan lebih diutamakan yang memiliki pengalaman 6 (Enam) tahun. Diutamakan yang telah mempunyai pengalaman sebagai ketua tim selama 1 (satu) paket pekerjaan dan telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Sebagai ketua tim, tugas utamanya adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai.

2. Ahli Lingkungan (1 M/M) Mempunyai sertifikat keahlian serta sertifikat AMDAL Penyusun dengan jumlah orang bulan sebesar 1 OB. Tenaga ahli yang diisyaratkan adalah sarjana teknik lingkungan strata satu (S1) / Pengelolaan Lingkungan Hidup lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi dan berpengalaman dalam masalah Lingkungan Keairan, lebih diutamakan yang telah melaksanakan pekerjaan 4 (empat) tahun. Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahli tersebut tugas utamanya melakukan analisa yang menyangkut lingkungan dilokasi dan disekitar lokasi studi pada tahap prakonstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi yang ditimbulkan dengan adanya pembangunan tersebut, serta melakukan persentasi. 3. Ahli Sosial Ekonomi Budaya ( 1 M/M) Tenaga ahli yang diisyaratkan adalah sarjana sosek pertanian / ekonomi manajemen / ekonomi studi pembangunan strata satu (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi serta memiliki sertifikat AMDAL Penyusun, berpengalaman dalam bidang sumber daya air khususnya masalah sosial budaya lebih diutamakan yang telah melaksanakan pekerjaan 4 (empat) tahun. Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Jumlah orang bulan sebesar 1 OB. Tenaga ahli tersebut, tugas utamanya melakukan analisa sosial ekonomi budaya akibat dampak pra konstruksi, konstruksi serta pasca konstruksi dan bersama-sama dengan tim membuat laporan dan melakukan presentasi. 4. Geologist/Mektan (1 M/M) Mempunyai sertifikat keahlian geologi serta sertifikat AMDAL Penyusun dengan jumlah orang bulan sebesar 1 OB. Tenaga ahli yang diisyaratkan adalah sarjana sarjana teknik geologi / Teknik Sipil / Ilmu tanah strata satu (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi tanah dan lebih berpengalaman diutamakan yang dalam telah

investigasi/penyelidikan

geologi/mekanika

melaksanakan pekerjaan 4 (empat) tahun. Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahli tersebut, tugas utamanya investigasi/penyelidikan geologi/mekanika tanah dan analisanya serta bersama-sama dengan tim membuat laporan dan melakukan presentasi.

5. Ahli Hidrologi/Pantai (1 M/M) Mempunyai sertifikat keahlian serta sertifikat AMDAL Penyusun dengan jumlah orang bulan sebesar 1 OB. Tenaga ahli yang diisyaratkan adalah sarjana teknik sipil/Pengairan strata satu (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi dan berpengalaman dalam masalah hidrologi, lebih diutamakan yang telah melaksanakan pekerjaan 4 (empat) tahun. Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahli tersebut tugas utamanya melakukan analisa hidrologi yang menyangkut perhitungan gelombang, pasang surut dan masalah sedimentasi serta melakukan persentasi. 6. Ahli Kualitas Air dan Biota Perairan (1 M/M) Mempunyai sertifikat AMDAL penyusun dengan jumlah orang bulan sebesar 1 OB. Tenaga ahli yang diisyaratkan adalah Sarjana biologi / Perikanan dan Kelautan strata satu (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi dan berpengalaman dalam masalah Lingkungan Keairan, lebih diutamakan yang telah melaksanakan pekerjaan 4 (empat) tahun. Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahli tersebut tugas utamanya melakukan analisa yang menyangkut kualitas air dan biota perairan dilokasi dan disekitar lokasi studi pada tahap prakonstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi yang ditimbulkan dengan adanya pembangunan tersebut, serta melakukan persentasi. 7. Ahli Kesehatan Masyarakat (1 M/M) Mempunyai sertifikat AMDAL Penyusun dengan jumlah orang bulan sebesar 1 OB. Tenaga ahli yang diisyaratkan adalah sarjana Kesehatan Masyarakat strata satu (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi dan berpengalaman dalam masalah Lingkungan Keairan, lebih diutamakan yang telah melaksanakan pekerjaan 4 (empat) tahun. Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga ahli tersebut tugas utamanya melakukan analisa yang menyangkut taraf kesehatan masyarakat dilokasi dan disekitar lokasi studi pada tahap prakonstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi yang ditimbulkan dengan adanya pembangunan tersebut, serta melakukan persentasi.

X.

KELUARAN Tersedianya dokumen hasil studi yang berupa Laporan Akhir yang terdiri dari Laporan UKL dan UPL sebagai bahan untuk memperhatikan aspek lingkungan dari tahapan konstruksi nantinya.

XII. LAPORAN PEKERJAAN Penyusunan hasil laporan harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Disamping itu juga harus disusun laporan-laporan tentang kemajuan proses pelaksanaan pembuatan UKL dan UPL yang diperlukan oleh Pemrakarsa. Dalam pelaksanaan kegiatan, Konsultan diwajibkan membuat laporan yang terdiri atas : a. Laporan Bulanan Laporan Bulanan memuat : tentang uraian pekerjaan pada bulan yang bersangkutan meliputi progress pekerjaan dan deviasinya. Aktivitas-aktivitas yang telah dilaksanakan, serta permasalahan yang dihadapi. Selain itu laporan ini juga sudah harus menguraikan tentang rencana kerja bulan berikutnya. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya tanggal 25 setiap bulan sebanyak 5 (lima) buku laporan b. Laporan Akhir (Final Report) Laporan akhir yaitu Laporan UKL dan Laporan Pembangunan Pengaman Pantai Jampue - Pallameang Kab. Pinrang dibuat masing-masing dalam rangkap 5 (lima) dan Laporan Akhir dianggap selesai setelah mendapat penetapan dari Komisi Penilai AMDAL dibuat dalam rangkap 5 (lima). Hard disc External Dengan tidak mengurangi isi laporan (laporan, gambar dan foto-foto yang ada dalam semua Report), dicopy ke dalam hard disc external, sebanyak 1 (satu) buah. Hard disc external berisi dokumen-dokumen fisual dari seluruh kegiatan penyelidikan, survei, dan lain-lain.

LAIN-LAIN 1) Peralatan Dan Fasilitas Yang Harus Disediakan Oleh Konsultan. Konsultan harus menyediakan perangkat keras maupun perangkat lunak seperti yang tercantum dalam Daftar Kuantitas Pekerjaan (B.Q) dan memelihara setiap fasilitas serta peralatan

maupun pemakaian bahan yang diperlukan, berikut peralatan dan fasilitas yang disediakan. Hal ini perlu karena untuk kelancaran dan kesempurnaan pekerjaan yang akan datang. 2) Lokasi Dan Base Camp Konsultan Konsultan berikut Konsursiumnya harus menyediakan/menyewa bangunan yang akan digunakan sebagai base camp untuk menunjang kegiatan pekerjaan di lokasi yang mudah dicapai dari semua akses baik dari lapangan maupun dari Direksi Pekerjaan yang ditunjuk. Dan dilengkapi dengan sarana komunikasi (telepon/ faximile). 3) Penjelasan Pelengkap Segala sesuatu yang belum tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (Terms of Reference) ini akan diberikan atau dapat ditanyakan pada saat Acara Aanwijzing (penjelasan) di kantor dan di lapangan.

Makassar,

Desember 2013

Disusun oleh, PPK Sungai dan Pantai III SNVT PJSA Pompengan-Jeneberang Prov. Sul-Sel

(Muhammad Akil, ST, MT.) NIP. 196907302002121001