Anda di halaman 1dari 3

ABSTRAK

Organisasi pemerintahan masih menyimpan berbagai permasalahan. Banyaknya pelanggaran dan ketidakdisiplinan yang dilakukan aparatur merupakan cerminan dari budaya organisasi yang kurang sesuai. Budaya organisasi merupakan bagian dari pembentukan jati diri sekaligus menjadi pedoman berperilaku bagi aparatur. Budaya dapat membentuk perilaku aparatur. Perilaku aparatur mempengaruhi kinerja aparatur yang akan berpengaruh pada kinerja organisasi. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai. Budaya Organisasi Dalam Kinerja Aparatur di Kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan metode eksploratif dan pendekatan induktif. Penelitian ini memakai sumber data yaitu data sekunder dan data primer yang berasal dari person (orang), place (tempat atau lokasi tertentu) dan paper (dokumen) yang diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi di Kecamatan Tanjung Senang memiliki pengaruh terhadap kinerja aparatur dimana nilai-nilai budaya organisasi dapat mempengaruhi pola pikir dan tindakan aparatur dalam menjalankan perannya sebagai anggota organisasi. Budaya organisasi di Kecamatan Tanjung Senang tergolong sudah cukup baik namun masih perlu ditingkatkan lagi. Kondisi organisasi masih diliputi permasalahan seperti mentalitas oknum aparatur yang belum memiliki disiplin pribadi sehingga masih ditemukan sejumlah pelanggaran. Dalam kondisi demikian kinerja aparatur memerlukan penanaman disiplin yang disertai pengawasan untuk meminimalisir pelanggaran. Kendala lain dalam budaya organisasi di Kecamatan Tanjung Senang ialah (1) permasalahan sumber daya aparatur, (2) kepemimpinan, (3) sarana dan prasarana yang kurang memadai. Maka dari itu hendaknya pemerintah lebih memperhatikan budaya organisasi.

ABSTRACT

Government organizations still have many problems. The number of violations and indiscipline committed personnel is a reflection of the lack of appropriate organizational culture. Organizational culture is part of identity formation as well as a Code of Conduct for personnel. Culture may establish the behavior of the apparatus. Apparatus behavior affects the performance of the apparatus that will affect the performance of the organization. Based on this, the authors are interested in doing study of "Organizational Culture In Performance of the apparatus at the Tanjung Senang District Bandar Lampung city in Lampung Province". The method that used by the writer in this study is a qualitative method explorative approach and inductive approach method. This study used data sources are secondary data and primary data were derived from the person (people), place (a place or a particular location) and paper (document) obtained through interviews and documentation. The results showed that the culture of the organization in the Tanjung Senang District have an influence on the performance of the apparatus in which the values of organizational culture can affect the mindset and actions of personnel in their role as members of the organization. Cultural organizations in the Tanjung Senang District was good enough but still need to be improved further. Condition of the organization was riddled with issues of the apparatus who mentality yet have the personal discipline that still found a number of violations. In such circumstances the performance of the apparatus requires discipline accompanied by supervision to minimize violations. Another obstacle in the culture of the organization in the Tanjung Senang District are (1) the problems of the apparatus resources, (2) leadership, (3) facilities and

infrastructure are inadequate. Thus the government should pay more attention to organizational culture.