Anda di halaman 1dari 10

2013

SURVEY GNSS
GD-3105

Tugas Survey GNSS - 7

DISUSUN OLEH: ANGGA FAUZI ROHMAN 15111037

PROGRAM STUDI TEKNIK GEODESI DAN GEOMATIKA FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2013

1.

Peranan kombinasi linear data fase gps dalam proses resolusi ambiguitas fase

Pengkombinasian-linieran umumnya dilakukan terhadap data fase, ini terutama berguna dalam proses penentuan resolusi ambiguitas fase dari hasil pengamatan fase sinyal-sinyal GPS. Untuk keperluan penentuan ambiguitas fase sinyal GPS, ada beberapa karakteristik yang diharapkan dipunyai oleh sinyal kombinasi linier, yaitu Ambigutinya tetap bilangan bulat (integer) Panjang gelombangnya relatif panjang Efek dari refraksi ionosfir relatif kecil Noise dari pengamatan relatif tetap kecil

Seandainya data pengamatan fase dari sinyal L1 dan L2 dinyatakan sebagai 1 dan 2 (dinyatakan dalam satuan jumlah gelombang atau cycle) maka fase dari sinyal kombinasi yang ambiguitasnya tetap merupakan bilangan bulat (integer) dapat diformulasikan sebagai berikut: n,m = n. 1 + n. 2 Dimana n dan m adalah bilangan bulat. Ambiguitas fase dari sinyal kombinasi linier linier Nn,m terkait dengan ambiguitas fase dari sinyal L1 dan L2, N1 dan N2 sebagai berikut: Nn,m= n.N1 + m.N2 Frekuensi dan panjang gelombang dari sinyal kombinasi linier, fn,m dan n,m dapat juga dinyatakan sebagai fungsi dari frekuensi dan panjang gelombang sinyal-sinyal L1 dan L2 sebagai berikut: Fn,m = n.f1 + m.f2 ;
,

Fase sinyal kombinasi linier tersebut di atas juga dapat diekspresikan dalam unit jarak sesuai dengan formulasi:

L n,m = n,m . f n,m =

. . .

. . .

Dilihat dari rumus di atas dapat dicatat bahwa proses kombinasi linier hanya mengubah besar efek dari kesalahan dan bias yang besarnya bergantung frekuensi sinyal, contohnya: Bias karena refraksi ionosfir Noise dari pengamatan Multipath

Sedangkan efek dari kesalahan dan bias yang besarnya tidak bergantung frekuensi sinyal, dengan kata lain akan tetap sama baik untuk sinyal kombinasi linier maupun untuk sinyal-sinyal L1 dan L2, seperti: Kesalahan ephemeris, Kesalahan dan offset jam GPS receiver maupun satelit Bias karena refraksi troposfir

Dalam kaitannya dengan efek dari refraksi ionosfer, jika besarnya bias ionosfer, baik perlambatan maupun percepatan, pada sinyal L1 dan L2 (pengamatan fase maupun waktu tempuh sinyal) dinyatakan sebagai dion1 dan dion2, maka besarnya bias ionosfer pada sinyal kombinasi linier dionn,m, dapat dirumuskan berdasarkan persamaan berikut: Dionn,m =
. . . . . . .

Dengan mempertimbangkan hanya orde pertama dari efek refraksi ionosfer, maka dion1 dan dion2 dapat diformulasikan dalam unit jarak sebagai berikut: dion1 = dion2 =

Dimana C adalah parameter yang besarnya bergantung pada konsentrasi elektron yang dihadapi oleh sinyal dalam perjalanannya dari satelit ke pengamat. Jika 2 persamaan terakhir disubtitusikan, maka untuk sinyal kombinasi linier dapat diturunkan: Dionn,m =
.
.

. .

. .

Formulasi di atas bergantung pada bilangan bulat n dan m, besarnya bias ionosfer pada sinyal kombinasi linier dionn,m akan berbeda. Harganya bisa positif atau negatif, yang berarti sinyal kombinasi linier dapat dipercepat atau diperlambat oleh ionosfer, bergantung pada harga n dan m. Proses kombinasi linier juga akan mengubah level noise dari sinyal kombinasi linier yang diperoleh. Jika level noise dari data pengamatan fase sinyal-sinyal L1 dan L2 dikarakterisasi dengan standar deviasi yang sama yaitu (dalam unit panjang gelombang), maka formulasinya adalah: (L n,m) = n,m. + .

2.

Keuntungan adanya 3 sinyal GPS yaitu L1,L2,dan L5 dalam proses resolusi ambiguitas fase maupun dalam penentuan posisi dengan GPS

Setiap satelit GPS mentransmisikan dua sinyal yaitu L1 (1575.42 MHz) dan L2 (1227.60 MHz). Sinyal L1 dimodulasikan dengan dua sinyal pseudo-random yaitu kode P (Protected) dan kode C/A (coarse/aquisition). Sinyal L2 hanya membawa kode P. Setiap satelit mentransmisikan kode yang unik sehingga penerima (perangkat GPS) dapat mengidentifikasi sinyal dari setiap satelit. Pada saat fitur Anti-Spoofing diaktifkan, maka kode P akan dienkripsi dan selanjutnya dikenal sebagai kode P(Y) atau kode Y.

Perangkat GPS yang dikhususkan buat sipil hanya menerima kode C/A pada sinyal L1 (meskipun pada perangkat GPS yang canggih dapat memanfaatkan sinyal L2 untuk memperoleh pengukuran yang lebih teliti.Perangkat GPS menerima sinyal yang ditransmisikan oleh satelit GPS. Dalam menentukan posisi, kita membutuhkan paling sedikit 3 satelit untuk penentuan posisi 2 dimensi (lintang dan bujur) dan 4 satelit untuk penentuan posisi 3 dimensi (lintang, bujur, dan ketinggian). Semakin banyak satelit yang diperoleh maka akurasi posisi kita akan semakin tinggi. Untuk mendapatkan sinyal tersebut, perangkat GPS harus berada di ruang terbuka. Apabila perangkat GPS kita berada dalam ruangan atau kanopi yang lebat dan daerah kita dikelilingi oleh gedung tinggi maka sinyal yang diperoleh akan semakin berkurang sehingga akan sukar untuk menentukan posisi dengan tepat atau bahkan tidak dapat menentukan posisi. Sinyal GPS juga digunakan untuk memberi tahu si pengamat sinyal tentang posisi satelit tersebut serta jarak pengamat beserta informasi waktunya, mengonformasikan kesehatan satelit kepada si pengamat, serta informasi pendukung lainnya seperti parameter untuk perhitungan koreksi jam satelit, parameter model ionosfer atau frekuensi, transformasi waktu GPS ke UTC dan satatus konstelasi pesawat. Selain sinyal L1, Pemerintah Amerika serikat sudah memutuskan untuk menambah 2 sinyal baru, yang petama pada frekuensi L2 yang sekarang dan yang kedua pada frekuensi 1176 MHz. sinyal sipil baru pada frekuensi L2 akan mulai diimplementasikan mulai satelit Blok-IIR yang ke-14 samapai 21 (Blok IIR-M), dan sinyal sipil L5 pada frekuensi pada frekuensi 1176 MHz (115x10.23 MHz) direncanakan mulai satelit Blok IIF.

Penambahan sinyal-sinyal baru pada dasarnya akan meningkatkan kualitas ketelitian dari posisi, kecepatan maupun parameter-parameter lainnya yang ditentukan dengan menggunakan data pengamatan GPS. Selain itu penambahan sinyal GPS akan meningkatkan juga integritas sistem GPS serta kontinuitas pelayanan GPS temporal. Pada prinsipnya sinyal-sinyal GPS merupakan gelombang pembawa, gelombang pembawa ini akan ditumpangi oleh beberapa komponen, yaitu : Data kode yaitu kode P (Y) dan C/A Navigation Messages baik secara spasial maupun

Komponen-komponen di ataslah yang nantinya akan digunakan untuk menentukan jarak dari receiver ke satelit dan pesan navigasi yang berguna untuk memberikan secara tidak langsung informasi posisi satelit beserta parameter-parameter lainnya dalam broadcast ephemeris. Sinyal GPS itu berfungsi sebagai pembawa sesuatu yang berharga dimana sesuatu itu berfungsi untuk bisa menentukan posisi dimana receiver berada. Tentu saja mengingat itu semua maka sinyal yang berfungsi sebagai gelombang pembawa itu akan sangat berguna sekali, apalagi jika sinyal itu ditambah lagi, karena dengan melakukan kombinasi linear akan dihasilkan posisi yang lebih teliti. Berikut ini adalah kelebihan dari sinyal L5 yaitu :

Bisa meningkatkan kualitas dan spectrum dari aplikasi yang bermanfaat untuk penjagaan keselamatan hidup (safety-of-life use) Memberikan tingkat ketelitian yang lebih tinggi bagi pemakai ketika digunakan, yaitu : Ketelitian yang sama seperti ketelitian untuk keperluan militer Lebih tangguh dibandingkan kode L1 C/A Lebih tahan terhadap interferensi 4 kali lebih kuat dalam daya (power) Data message yang lebih baik Lebih tahan terhadap pengaruh multipath, karena data kode dimodulasikan pada banyak frekuensi.

Frekuensi L5 ini berada di Aeronautical Radio Navigation Service (ARNS) band dengan struktur desain sinyal yang digunakan untuk perbaikan ketelitian posisi pada aplikasi penerbangan.

Dengan adanya sinyal tambahan yaitu L5 maka ketelitian posisi yang kita inginkan akan lebih tinggi lagi. Sederhananya yaitu ketika sinyal semakin banyak itu artinya akan banyak pula gelombang pembawa yang bisa ditumpangi oleh data kode dan pesan navigasi, sehingga data pseudorange akan semakin banyak, juga data fase yang digunakan akan lebih baik dan lebih hebat pula sehingga ketelitian posisi yang diharapkan akan semakin baik.

2.a Keuntungan pada resolusi ambiguitas fase

Ketika kita berbicara tentang resolusi ambiguitas fase maka kita berbicara tentang pengukuran jarak dari satelit ke receiver dengan menggunakan data fase. Ambiguitas yang terjadi saat pengukuran fase tergantung pada receiver dan satelit. Tidak terjadi ketergantungan terhadap waktu selama pengamatan. Begitu ambiguitas dapat ditentukan sebagai bilangan bulat dapat dikatakan ambiguitasnya terpecahkan (resolved).

Agar kita dapat memperoleh hasil dengan akurasi tinggi dengan menggunakan pengamatan fase, cylcle ambiguity harus dapat dipecahkan apa nilai bulatnya secara tepat. Cycle ambiguity memiliki sifat bahwa selama tidak terjadi cycle slip, maka bilangan N pada satelit yang sama akan tetap. Cycle slip adalah ketidak kontinuan dalam jumlah gelombang penuh dari fase gelombang pembawa yang diamati receiver atau sinyal terputus saat pengamatan. Solusi terbaik dan tersederhana dari resolusi ambiguitas adalah penggunaan frekuensi tambahan seperti dalam kasus pengukuran EDM. Setelah adanya frekuensi baru yaitu L5 tentu saja dengan karakteristik dan kelebihannya maka ia akan memberikan berbagai keuntungan apalagi jika dilakukan kombinasi liniear fase antara L1 dengan L5 ataupun L2 dengan L5 maka resolusi ambiguitas fase pun akan meningkat dan bisa diselesaikan (resolved). Dengan adanya 3 sinyal GPS, akan didapatkan 3 kemungkinan kombinasi sinyal, yaitu L1-L2, L2-L5, dan L1-L5, yang masing-masing dari kombinasi tersebut memiliki nilai kombinasi linier yang berbeda. Ini mencakup perbedaan nilai parameter-parameter yang merupakan fungsi dari kombinasi linier, seperti: Panjang gelombang, Efek ionosfer dan Faktor skala noise. Dalam hal ini kita mendapatkan ukuran lebih untuk menentukan resolusi ambiguitas fase. Dan seperti yang sudah saya pelajari di matakuliah Hitung Perataan, bahwa ukuran lebih itu berguna untuk mengontrol hitungan, sekaligus meningkatkan ketelitian dan tingkat kepercayaan parameter, dalam hal ini resolusi ambiguitas fase. Dengan kata lain, keuntungan 3 sinyal GPS ini dalam kaitannya dalam proses resolusi ambiguitas fase adalah mengontrol hitungan, sekaligus meningkatkan ketelitian dan tingkat kepercayaan resolusi ambiguitas fase.

2.b Keuntungan dalam menentukan posisi dengan GPS


Ketika kita menentukan koordinat suatu titik dengan GPS dengan memakai data fase, yang memang lebih teliti dibandingkan data kode, kita wajib mengetahui besarnya nilai ambiguitas fase, yang terdapat pada suatu proses pengukuran. Untuk menentukan besarnya nilai ambiguitas fase ini bukan hal yang mudah. Terdapat langkah-langkah yang tepat untuk menentukan nilai ini. Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, bahwa dengan memakai 3 sinyal GPS dapat meningkatkan ketelitian resolusi ambiguitas fase. Maka dengan meningkatnya ketelitian resolusi ambiguitas fase, maka otomatis ketelitian posisi yang dihitung oleh GPS akan meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Hasanuddin Z. 2007. Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. Jakarta: PT. Pradnya Paramitha

Abidin, Hasanuddin Z. 2007. Survei Satelit. Bandung: Slide Kuliah Teknik Geodesi ITB

Anda mungkin juga menyukai