Anda di halaman 1dari 8

PEMERIKSAAN SISTEM RESPIRASI

Pemeriksaan Dada Posterior No. 1. Keterampilan yang dinilai Melakukan sambung rasa "Selamat pagi Pak, perkenalkan saya dokter A yang bertugas........" Melakukan wawancara terstruktur Melakukan anamnesis sistem respirasi (7 butir mutiara anamnesis, 4 pilar) Menjelaskan pada pasien pemeriksaan yang akan dilakukan "Jadi untuk mengetahui keluhan bapak lebih lanjut, saya akan melakukan pemeriksaan dinding dada dan paruparu bapak, apa bapak bersedia?" Meminta pasien untuk melepaskan baju atas "Silahkan pak ke ruang pemeriksaan dan bajunya tolong dilepas." Melakukan pemeriksaan dada posterior dengan pasien dalam keadaan duduk, dokter duduk di belakang pasien "Pak tolong duduk di atas kasur membelakangi saya dan kedua tangannya tolong disilangkan di depan dada." INSPEKSI Inspeksi dada dalam keadaan statis Menilai bentuk dada "Tidak terlihat adanya kifosis, skoliosis, maupun gibbus pada dinding dada posterior pasien." Melaporkan adanya kelainan pada dinding dada (lesi, massa, deformitas) " Tidak terlihat adanya lesi, massa, maupun deformitas pada dinding dada posterior pasien." Inspeksi dada dalam keadaan dinamis Memeriksa dan melaporkan adanya keterlambatan gerak, retraksi "Tidak terlihat adanya retraksi maupun keterlambatan gerak pada dinding dada." PALPASI Keterangan Memperkenalkan diri dan menanyakan identitas pasien Score 1

2. 3. 4.

5.

6.

Minta pasien untuk tarik napas dalam dan menahan napas

7.

8.

Minta pasien untuk napas biasa

9.

Palpasi dengan kedua tangan

10.

11. 12.

Mengidentifikasi daerah/lokasi yang abnormal Memeriksa adanya nyeri tekan, massa (disertai deskripsi massa), patah tulang "Pak ada yang nyeri nggak? (kalo ga ada) Tidak teraba massa, patah tulang, tidak didapatkan adanya nyeri tekan." Memeriksa pengembangan dinding dada Meletakkan kedua telapak tangan pada posisi yang benar Meminta pasien untuk barnapas dalam "Pak, tarik napas dalam ya."

di seluruh dinding dada posterior Sebelum palpasi, minta bapaknya untuk bilang kalau ada nyeri saat diperiksa

Meletakkan jari setinggi costa X (lihat gambar 1) Lihat bergesernya kedua ibu jari dari posisi awal, dilihat ada tidaknya keterlambatan kembalinya salah satu ibu jari ke posisi semula

13.

14. 15.

Melaporkan hasil pemeriksaan dinding dada "Tidak didapatkan adanya keterlambatan pengembangan dinding dada." Memeriksa fremitus taktil Meletakkan kedua telapak tangan pada posisi yang benar Menggunakan bagian tangan untuk memeriksa fremitus dengan benar

(lihat gambar 2) Merabanya bisa dengan telapak tangan bagian ulnar atau pada tulang jari-jari pada telapak tangan

16.

17.

18.

19. 20. 21.

Meminta pasien mengulang kata-kata : tujuh-tujuh" "Pak, saat saya meletakkan tangan saya pada dinding dada bapak tolong bilang 'tujuh-tujuh' agak kenceng ya pak." Membandingkan fremitus taktil di lapangan paru kanan dan kiri pada beberapa lokasi secara urut Melaporkan hasil pemeriksaan fremitus dan mengidentifikasi lokasi dimana fremitus meningkat, menurun, atau menghilang "Fremitus kanan dan kiri teraba sama. Fremitus teraba meningkat di interskapula dan menurun di lapang paru bagian bawah." PERKUSI Melakukan perkusi dengan benar Meletakkan posisi kedua tangan dengan benar Melakukan teknik perkusi dengan benar Melakukan perkusi secara berurutan, membandingkan antara kiri dan kanan

Setelah memeriksa satu titik, dibalik posisi tangannya (kanan ke kiri, kiri ke kanan)

(lihat gambar 3)

22.

23. 24.

Mengidentifikasi dan melaporkan hasil pemeriksaan perkusi "Pada seluruh lapang dinding dada posterior terdengar suara sonor." Memeriksa peranjakan diafragma Menentukan batas keredupan diafragma selama respirasi biasa Menentukan tingkatan keredupan pada ekspirasi dan inspirasi penuh "Pak tolong tarik napas dan buang kemudian ditahan ya, (menentukan batas atas diafragma) tarik napas dalam dan tahan pak (menentukan batas bawah diafragma), buang." Melaporkan hasil pemeriksaan peranjakan diafragma "Peranjakan diafragma pasien ... cm, normalnya 5-6 cm." AUSKULTASI Melakakukan teknik pemeriksaan auskultasi dengan benar Meminta pasien untuk bernapas dalam

Tentukan batas terdengar suara redup saat ekspirasi kemudian tandai, saat inspirasi dalam lanjutkan perkusi dari batas redup ekspirasi sampai terdengar lagi suara redup kemudian tandai (lihat gambar 4)

25.

26.

Dengarkan suara napas pada salah satu titik auskultasi dengan meminta pasien untuk ekspirasi dan inspirasi dalam 1x

27. 28.

29.

30.

31.

32.

Mendengarkan menggunakan bagian diafragma stetoskop Membandingkan auskultasi beberapa area lapang paru secara simetris dan berurutan Mendengarkan minimal satu siklus inspirasi dan ekspirasi di satu titik auskultasi Mengidentifikasi dan melaporkan suara napas dasar Mengidentifikasi suara napas normal "Terdengar suara napas vesikuler di seluruh lapang paru." Melaporkan intensitas, nada dan durasi suara napas normal selama inspirasi dan ekspirasi "Intensitasnya lembut, nada relatif rendah, durasi inspirasi lebih lama dibanding ekspirasi." Mengidentifikasi dan melaporkan suara napas tambahan Mengidentifikasi suara napas tambahan "Tidak terdengar suara napas tambahan seperti wheezing, ronki, stridor, pleural

(lihat gambar 5)

(udah dilakukan di checklist 26)

33.

34.

35.

36.

rub." Melaporkan intensitas, nada, durasi, lokasi suara tambahan, bagaimana hubungannya dengan siklus napas, hilang dengan batuk/perubahan posisi "Jika terdengar suara napas tambahan maka dinilai intensitas, nada, durasi, lokasi, hubungannya dengan siklus napas, dan hilang atau tidak dengan batuk/perubahan posisi." Mengidentifikasi dan melaporkan suara transisi Melakukan pemeriksaan dan mengidentifikasi adanya bronkofoni "Pak tolong bilang 'tujuh-tujuh' ya, bronkofoni negatif." Melakukan pemeriksaan dan mengidentifikasi adanya egofoni "Pak tolong bilang iiiii....., egofoni negatif." Melakukan pemeriksaan dan mengidentifikasi adanya whispered pectoriloquy "Pak tolong bilang 'tujuh-tujuh' sambil bisik ya, whispered pectoriloquy negatif."

Bronkofoni negatif jika suara yang terdengar lebih pelan

Egofoni positif jika terdengar suara 'ei'

Whispered pectoriloquy negatif jika sura tidak terdengar

Pemeriksaan Dada Anterior No. 1. Keterampilan yang dinilai Meminta pasien untuk berbaring terlentang, kedua tangan pasien sedikit abduksi Pemeriksa berdiri di samping kanan pasien INSPEKSI Inspeksi dada dalam keadaan statis Menilai bentuk dada "Tidak terlihat adanya barrel chest maupun pigeon chest." Melaporkan adanya kelainan pada dinding dada (lesi, massa, deformitas) "Tidak terlihat adanya lesi, massa, maupun deformitas pada dinding dada anterior pasien." Inspeksi dada dalam keadaan dinamis Memeriksa dan melaporkan adanya asimetri gerakan/keterlambatan gerak, retraksi, frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas, pola napas abnormal "Tidak didapatkan adanya asimetri gerakan maupun retraksi pada dinding dada anterior pasien, normalnya frekuensi pernapasan 16-20x/menit, irama teratur, kedalaman normal, tidak ada usaha yang berlebih untuk bernapas, tidak ada pola napas abnormal PALPASI Mengidentifikasi daerah/lokasi yang abnormal Memeriksa adanya nyeri tekan, massa (disertai deskripsi massa), patah tulang "Pak ada yang nyeri nggak? (kalo ga ada) Tidak teraba massa, patah tulang, tidak didapatkan adanya nyeri tekan." Memeriksa pengembangan dinding dada Meletakkan kedua telapak tangan pada posisi yang benar Keterangan Score 1

2.

Minta pasien untuk tarik napas dalam dan menahan napas

3.

4.

Minta pasien untuk napas biasa

5.

6.

Palpasi dengan kedua tangan di seluruh dinding dada posterior Sebelum palpasi, minta bapaknya untuk bilang kalau ada nyeri saat diperiksa

7.

8.

Meminta pasien untuk bernapas dalam

Letakkan ibu jari di tepi kosta (medial) dan jari-jari yang lain di lateral rongga dada (lihat gambar 6) Lihat bergesernya kedua ibu jari dari posisi awal, dilihat ada tidaknya keterlambatan

kembalinya salah satu ibu jari ke posisi semula 9. Melaporkan hasil pemeriksaan pengembangan dinding dada "Tidak didapatkan adanya keterlambatan pengembangan dinding dada." Memeriksa fremitus taktil Meletakkan kedua telapak tangan pada posisi yang benar Menggunakan bagian tangan untuk memeriksa fremitus dengan benar

10. 11.

(lihat gambar 7) Merabanya bisa dengan telapak tangan bagian ulnar atau pada tulang jari-jari pada telapak tangan

12.

13.

14.

15. 16. 17. 18.

19.

20.

21. 22.

Meminta pasien mengulang kata-kata : tujuh-tujuh" "Pak, saat saya meletakkan tangan saya pada dinding dada bapak tolong bilang 'tujuh-tujuh' agak kenceng ya pak." Membandingkan fremitus taktil di lapangan paru kanan dan kiri pada beberapa lokasi secara urut Melaporkan hasil pemeriksaan fremitus dan mengidentifikasi lokasi dimana fremitus meningkat, menurun, atau menghilang "Fremitus kanan dan kiri teraba sama, fremitus menghilang di perikardium." PERKUSI Melakukan perkusi dengan benar Meletakkan posisi kedua tangan dengan benar Melakukan teknik perkusi dengan benar Melakukan perkusi secara berurutan, membandingkan antara kiri dan kanan Mengidentifikasi dan melaporkan hasil pemeriksaan perkusi "Terdengar suara sonor pada seluruh lapang paru." Menilai batas paru-jantung Melakukan perkusi mulai sela iga II di linea sternalis sinistra sepanjang batas kiri sternum ke arah inferior Mengidentifikasi dan melaporkan batas keredupan jantung "Batas paru-jantung di sisi kiri sternum SIC III-V." Menilai batas paru-hepar Melakukan perkusi sepanjang linea midklavikula dekstra ke arah inferior Mengidentifikasi dan melaporkan batas

Setelah memeriksa satu titik, dibalik posisi tangannya (kanan ke kiri, kiri ke kanan)

(lihat gambar 8)

Dengarkan perubahan suara dari sonor menjadi redup

Dengarkan perubahan suara dari sonor menjadi pekak

23.

atas keredupan hepar "Batas paru-hepar normal, pada SIC VI." AUSKULTASI Melakukan teknik pemeriksaan auskultasi dengan benar Meminta pasien untuk bernapas dalam

Dengarkan suara napas pada salah satu titik auskultasi dengan meminta pasien untuk ekspirasi dan inspirasi dalam 1x

24. 25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

Mendengarkan menggunakan bagian diafragma stetoskop Membandingkan auskultasi beberapa area lapang paru secara simetris dan berurutan Mendengarkan minimal satu siklus inspirasi dan ekspirasi di satu titik auskultasi Mengidentifikasi dan melaporkan suara napas dasar Mengidentifikasi suara napas normal "Terdengar suara napas vesikuler di seluruh lapang paru." Melaporkan intensitas, nada dan durasi suara napas normal selama inspirasi dan ekspirasi "Intensitasnya lembut, nada relatif rendah, durasi inspirasi lebih lama dibanding ekspirasi." Mengidentifikasi dan melaporkan suara napas tambahan Mengidentifikasi suara napas tambahan "Tidak terdengar suara napas tambahan seperti wheezing, ronki, stridor, pleural rub." Melaporkan intensitas, nada, durasi, lokasi suara tambahan, bagaimana hubungannya dengan siklus napas, hilang dengan batuk/perubahan posisi "Jika terdengar suara napas tambahan maka dinilai intensitas, nada, durasi, lokasi, hubungannya dengan siklus napas, dan hilang atau tidak dengan batuk/perubahan posisi." Mengidentifikasi dan melaporkan suara transisi Melakukan pemeriksaan dan mengidentifikasi adanya bronkofoni "Pak tolong bilang 'tujuh-tujuh' ya, bronkofoni negatif." Melakukan pemeriksaan dan

(lihat gambar 9)

(udah dilakukan di checklist 23)

Bronkofoni negatif jika suara yang terdengar lebih pelan

Egofoni positif jika terdengar

33.

mengidentifikasi adanya egofoni "Pak tolong bilang iiiii....., egofoni negatif." Melakukan pemeriksaan dan mengidentifikasi adanya whispered pectoriloquy "Pak tolong bilang 'tujuh-tujuh' sambil bisik ya, whispered pectoriloquy negatif."

suara 'ei'

Whispered pectoriloquy negatif jika sura tidak terdengar

Anda mungkin juga menyukai