Anda di halaman 1dari 39

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Patologi Kebidanan adalah salah satu masalah dalam pelayanan kesehatan dan harus dikenali gejalanya sejak dini. Pada bab ini sebagai mahasiswi kebidanan harus bisa mengidentifikasi gangguan psikologi post partum diantaranya post partum psikosa. Dimana seorang ibu pasca melahirkan akan mengalami gangguan psikologis, psikosa ini pertama kali dikenal sebagai gangguan pada tahun !"#, psikosis postpartum adalah suatu kondisi mental yang sangat serius yang memerlukan perhatian medis segera. $enariknya, studi tentang tingkat gangguan telah menunjukkan bahwa jumlah perempuan yang mengalami psikosis postpartum tidak berubah sejak pertengahan !##%an. &ementara itu adalah bentuk paling ekstrim dari gangguan mood pascamelahirkan, psikosis pascapersalinan juga merupakan salah satu yang paling langka. Biasanya digambarkan sebagai periode ketika seorang wanita kehilangan sentuhan dengan realitas, gangguan tersebut terjadi pada wanita yang baru melahirkan. 'ni mempengaruhi antara satu dan dua perempuan per .### wanita yang telah melahirkan. $eskipun timbulnya gejala dapat terjadi kapan saja dalam tiga bulan pertama setelah melahirkan, wanita yang memiliki postpartum psikosis biasanya mengalami gejala dalam (%) minggu pertama setelah melahirkan. *ejala psikosis postpartum biasanya muncul tiba%tiba, dalam !#+ kasus, psikosis terjadi tiga sampai , hari setelah periode bebas gejala. B. -umusan $asalah . Apa yang dimaksud dengan post partum blus. (. Apa yang dimaksud dengan depresi post partum. ). Apa yang dimaksud dengan post partum psikosa. /. 0ujuan . $enjelaskan tentang post partum blus (. $enjelaskan tentang depresi post partum ). $enjelaskan psikosa post partum

BAB II A. Depresi Kartono 1(##(2, menyatakan bahwa depresi adalah keadaan patah hati atau putus asa yang disertai dengan melemahnya kepekaan terhadap stimulus tertentu, pengurangan akti3itas fisik maupun mental dan kesulitan dalam berpikir, Lebih lanjut Kartono menjelaskan bahwa gangguan depresi disertai kecemasan , kegelisahan dan keresahan, perasaan bersalah, perasaan menurunnya martabat diri atau kecenderungan bunuh diri. 0risna 14adi, (##,2, menyimpulkan bahwa depresi adalah suatu perasaan sendu atau sedih yang biasanya disertai dengan diperlambatnya gerak dan fungsi tubuh. $ulai dari perasaan murung sedikit sampai pada keadaan tidak berdaya. 'ndi3idu yakin tidak melakukan apa pun untuk mengubahnya dan merasa bahwa respon apa pun yang dilakukan tidak akan berpengaruh pada hasil yang muncul. Kaplan dan &adock 1 55!2, merupakan suatu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, rasa putus asa dan tidak berdaya, serta gagasan bunuh diri. /lydde 1-egina dkk, (## 2, bentuk gangguan postpartum yang umum adalah depresi, mudah marah dan terutama mudah frustasi serta emosional. *angguan mood selama periode postpartum merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi pada wanita baik primipara maupun multipara. $enurut D&$%'6, gangguan pascasalin diklasifikasikan dalam ) tipe yaitu7 . Post Partum Blues8Baby blues $erupakan bentuk yang paling ringan dan berlangsung hanya beberapa hari saja. *ejala berupa perasaan sedih, gelisah, seringkali uring%uringan dan khawatir tanpa alasan yang jelas. 0ahapan baby blues ini hanya berlangsung dalam waktu beberapa hari saja. Pelan% pelan si ibu dapat pulih kembali dan mulai bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya. (. Depresi post partum Bentuk yang satu ini lumayan agak berat tingkat keparahannya yang membedakan ibu tidak bisa tidur atau sulit untuk tidur. Dapat terjadi dua minggu sampai setahun setelah melahirkan ). Psychosis post partum 9enis ini adalah yang paling parah. 'bu dapat mengalami halusinasi, memiliki keinginan untuk bunuh diri. 0ak saja psikis si ibu yang nantinya jadi tergantung secara keseluruhan.

B. Post Partum Blues . Pengertian Post Partum Blues Postpartum blues merupakan kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan, biasanya hanya muncul sementara waktu yakni sekitar dua hari hingga dua minggu sejak kelahiran bayi. Beberapa penyesuaian dibutuhkan oleh wanita dalam menghadapi akti3itas dan peran barunya sebagai ibu pada minggu minggu atau bulan%bulan pertama setelah melahirkan, baik dari segi fisik maupun segi psikologis. &ebagian wanita berhasil menyesuaikan diri dengan baik, tetapi sebagian lainnya tidak berhasil menyesuaikan diri dan mengalami gangguan gangguan psikologis, salah satunya yang disebut Postpartum Blues. (. *ejala Post Partum Blues Perlu kita curigai jika terdapat gejala%gejala seperti ini7 a. *ejala :tama 2 /emas tanpa sebab. (2 $enangis tanpa sebab )2 0idak sabar ,2 0idak percaya diri "2 &ensiti3e ;2 $udah tersinggung <2 $erasa kurang menyayangi bayinya !2 Perasaan negatif terhadap bayi yang dilahirkannya 52 Kesulitan untuk tidur #2 Perubahan drastis berat badan 2 Kelelahan dan lesu (2 Adanya perasaan untuk membenci pada diri sendiri, perasaan bersalah, indi3idu merasa dirinya tidak berguna untuk orang lain )2 &amasekali tidak bisa berkonsentrasi terhadap masalah kecil sekali pun ,2 $enarik diri dari lingkungan, kehilangan terhadap minat social "2 $udah marah, mudah terhasut dan kegelisahan secara mendalam ;2 Kehilangan gairah terhadap sesuatu hal 1akti3itas2 b. *ejala $edis &ampai saat ini belum ada alat test khusus yang dapat mendiagnosa secara langsung

post partum blues. &ecara medis, dokter menyimpulkan beberapa simtom yang tampak dapat disimpulkan sebagai gangguan post partum blues bila memenuhi kriteria gejala yang ada. Kekurangan hormon tyroid yang ditemukan pada indi3idu yang mengalami kelelahan luar biasa 1fatigue2 ditemukan juga pada ibu yang mengalami post partum blues mempunyai jumlah kadar tyroid yang sangat rendah. &elain gejala di atas perlun juga kita perhatikan tingkah laku ibu dan hal hal yang mungkin ia keluhkan, seperti7 2 $enangis dan ditambah ketakutan tidak bisa memberi asi (2 =rustasi karena anak tidak mau tidur )2 'bu merasa lelah, migraine dan cenderung sensiti3e ,2 $erasa sebal terhadap suami "2 $asalah dalam menghadapi omongan ibu mertua ;2 $enangis dan takut apabila bayinya meninggal <2 $enahan rasa rindu dan merasa jauh dari suami !2 $enghabiskan waktu bersama bayi yang terus menerus menangis sehingga membuat ibu frustasi 52 Perilaku anak semakin nakal sehingga ibu menjadi stress #2 Adanya persoalan dengan suami 2 0erganggunya tidur ibu pada malam hari karena bayinya menangis (2 9ika ibu mengalami luka operasi, yang rasa sakitnya menambah masalah bagi ibu. )2 &etiap kegiatan ibu menjadi terbatas karena hadirnya seorang bayi ,2 0akut melakukan hubungan suami isteri karena takut mengganggu bayi "2 Kebanyakan para ibu baru ingin pulang ke rumah orangtuanya dan berada didekat ibunya. ). Penyebab Post Partum Blues $engenali penyebab post partum blues juga merupakan hal yang berguna dalam mendeteksi adanya gangguan psikologi ini pada ibu. &elain bisa mengantisipasi kita juga bisa memahami kondisi ibu sepenuhnya. =aktor%faktor penyebab timbulnya post partum blues antara lain7 a. =aktor hormonal berupa perubahan kadar estrogen, progesteron, prolaktin dan estriol yang terlalu rendah. Kadar estrogen turun secara bermakna setelah melahirkan ternyata estrogen memiliki efek supresi akti3itas en>im nonadrenalin maupun serotin yang berperan dalam suasana hati dan kejadian depresi. b. Ketidaknyamanan fisik yang dialami wanita menimbulkan gangguan pada emosional

seperti payudara bengkak, nyeri jahitan, rasa mules. c. d. e. f. Ketidakmampuan beradaptasi terhadap perubahan fisik dan emosianal kompleks. =aktor umur dan paritas. Pengalaman dalam proses kehamilan dan persalinan. Latar belakang psikososial wanita yang bersangkutan seperti tingklat pendidikan, status perkawinan, kehamilan yang tidak diinginkan, riwayat gangguan kejiwaan sebelumnya, sosial ekonomi. g. Kecukupan dukungan dari lingkungannya 1suami, keluarga dan teman2. Apakah suami mendukung kehamilan ini, apakah suami mengerti perasaan istri, apakah suami8keluarga8teman memberikan dukungan fisik dan moril misalnya dengan membantu pekerjaan rumah angga, membantu mengurus bayi, mendengarkan keluh kesah ibu h. i. &tress dalam keluarga misal faktor ekonomi memburuk, persoalan dengan suami, problem dengan mertua atau orang tua. &tress yang dialami wanita itu sendiri misalnya A&' tidak keluar, frustasi karena bayi tidak mau tidur, nangis dan gumoh, stress melihat bayi sakit, rasa bosan dengan hidup yang dijalani. j. k. l. Kelelahan pasca melahirkan Perubahan peran yang dialami ibu. &ebelumnya ibu adalah seorang istri tetapi sekarang sekaligus sebagai ibu dengan bayi yang sangat tergantung padanya. -asa memniliki bayi yang terlalu dalam sehingga timbul rasa takut yang berlebihan akan kehilangan bayinya. m. Problem anak, setelah kelahiran bayi, kemungkinan timbul rasa cemburu dari anak sebelumnya sehingga hal tersebut cukup mengganggu emosianal ibu. ,. /ara $encegah Post Partum Blues Berikut ini beberapa kiat yang mungkin dapat mengurangi resiko Postpartum Blues yaitu7 a. Persiapan diri yang baik Persiapan kehamilan yang pada saat kehamilan sangat diperlukan sehingga saat kelahiran memiliki kepercayaan diri yang baik dan mengurangi resiko terjadinya depresi post partum. Kegiatan yang dapat ibu lakukan adalah banyak membaca artikel atau buku yang ada kaitannya dengan kelahiran, mengikuti kelas prenatal, bergabung dengan kelompok senam hamil. ibu dapat memperoleh banyak informasi yang diperlukan sehingga pada saat kelahiran ibu sudah siap dan hal traumatis yang

mengejutkan dapat dihindari. b. ?lahraga dan nutrisi yang cukup ?lahraga dapat menjaga kondisi dan stamina sehingga dapat membuat keadaan emosi juga lebih baik. @utrisi yang cukup baik asupan makanan maupun minum sangat penting pada periode postpartum. :sahakan mendapatkan keseimbangan dari kedua hal ini. c. &upport mental dari lingkungan sekitar &upport mental sangat diperlukan pada periode post partum. Dukungan ini tidak hanya dari suami tapi keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. 9ika ingin bercerita, ungkapkan perasaan, emosi dan perubahan hidup yang dialami kepada orang yang dipercaya dapat menjadi pendengar yang baik. 'bu post partum harus punya keyakinan bahwa lingkungan akan mendukung dan selalu siap membantu jika mengalami kesulitan. 4al tersebut akan membuat ibu merasa lebih baik dan mengurangi resiko terjadinya depresi post partum. d. :ngkapkan apa yang dirasakan 'bu post partum jangan memendam perasaan sendiri. 9ika mempunyai masalah harus segera dibicarakan baik dengan suami maupun orang terdekat. Petugas kesehatan dapat membantu ibu untuk mengungkapkan perasaan dan emosi ibu agar ibu dapat lebih nyaman. e. $encari informasi tentang depresi post partum 'nformasi tentang depresi post partum yang kita berikan akan sangat bermanfaat sehingga ibu mengetahui faktor pemicu%faktor pemicu sehingga dapat mengantisipasi atau mencari bantuan jika mendapati kondisi tersebut. 'bu juga harus mempelajari keadaannya dirinya, sehingga ketika sadar terhadap kondisi ini ibu akan segera mendapatkan bantuan secepatnya. Bergabung dengan orang yang pernah mengalami depresi post partum dapat membantu ibu memperoleh informasi terhadap gejala dan hal yang dialami. f. $enghindari perubahan hidup yang drastis Perubahan hidup yang drastis sesudah kelahiran akan berpengaruh terhadap emosioanal ibu sehingga sebisa mungkin sebaiknya dihindari misalnya pindah kerja, pindah ke rumah yang baru. 4iduplah dengan wajar seperti sebelum melahirkan. g. $elakuukan pekerjaan rumah tangga $emasak, membersihkan rumah, merawat tanaman dan pekerjaan rumah tangga lain dapat membantu melupakan gejolak emosi yang timbul pada periode post partum.

&aat kondisi ibu masih labil bisa dilampiaskan dengan melakukan pekerjaan rumah tangga. 'bu dapat meminta dukungan dari keluarga dan lingkungan, meski mempunyai pembantu rumah tangga ibu dapat melakukan akti3itas tersebut. ". /ara $engatasi Post Partum Blues /ara mengatasi gangguan psikologi pada nifas dengan postpartum blues ada dua cara yaitu 7 a. Dengan cara pendekatan komunikasi terapeutik 0ujuan dari komunikasi terapeutik adalah menciptakan hubungan baik antara bidan dengan pasien dalam rangka kesembuhannya dengan cara 7 2 $endorong pasien mampu meredakan segala ketegangan emosi (2 Dapat memahami dirinya )2 Dapat mendukung tindakan konstruktif. b. Dengan cara peningkatan support mental Beberapa cara peningkatan support mental yang dapat dilakukan keluarga diantaranya 7 2 &ekali%kali ibu meminta suami untuk membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah seperti 7 membantu mengurus bayinya, memasak, menyiapkan susu dll. (2 $emanggil orangtua ibu bayi agar bisa menemani ibu dalam menghadapi kesibukan merawat bayi )2 &uami seharusnya tahu permasalahan yang dihadapi istrinya dan lebih perhatian terhadap istrinya ,2 $enyiapkan mental dalam menghadapi anak pertama yang akan lahir "2 $emperbanyak dukungan dari suami ;2 &uami menggantikan peran isteri ketika isteri kelelahan <2 'bu dianjurkan sering sharing dengan teman%temannya yang baru saja melahirkan !2 Bayi menggunakan pampers untuk meringankan kerja ibu 52 $engganti suasana, dengan bersosialisasi #2 &uami sering menemani isteri dalam mengurus bayinya &elain hal diatas, penanganan pada klien postpartum blues pun dapat dilakukan pada diri klien sendiri, diantaranya dengan cara 7 2 Belajar tenang dengan menarik nafas panjang dan meditasi (2 0idurlah ketika bayi tidur )2 Berolahraga ringan ,2 'khlas dan tulus dengan peran baru sebagai ibu

"2 0idak perfeksionis dalam hal mengurusi bayi ;2 Bicarakan rasa cemas dan komunikasikan <2 Bersikap fleksibel !2 Kesempatan merawat bayi hanya datang 52 Bergabung dengan kelompok ibu c. &krining Post Partum Blues di luar negri Diluar negeri skrining untuk mendeteksi gangguan mood 8 depresi sudah merupakan acuan pelayanan pasca salin yang rutin dilakukan . :ntuk skrining ini dapat dipergunakan beberapa kuesinor sebagai alat Bantu. Bdinburg Postanal Depression &cale 1BDP&2 merupan kuesioner dengan 3aliditas yang teruji yang dapat mengukur intensitas perubahan suasana depresi selama < hari pasca salin. Pertanyaan%pertanyaan berhubungan dengan labilitas persaaan kecemasan persaan bersalah serta mencakup hal% hal yang terdapat pada post%partum blues . Kuesioner ini terdiri dari # pertanyaan dimana setiap pertanyan memiliki , pilihan jawabanya yang mempunyai nilai skor dan harus dipilih satu sesuai dengan gradasi perasaan yang dirasakan ibu pasca salin saat ini. Pertanyaan harus dijawab sendiri oleh ibu dan rata%rata dapat diselesaikan dalam waktu " menit . Peneliti mendapati bahwa nilai scoring lebih besar dari ( memiliki sensitifitas !; + dan nilai predikasi positif <) + untuk mendiagnosa kejadian post partum blues . BDP& juga telah teruji 3aliditasnya di beberapa negara seperti Belanda, &wadia , Australia, 'talia dan 'ndonesia . BDP& dapat dipergunakan dalam minggu pertama pasca salin dan bila hasilnya meragukan dapat diulangi pengisiannya ( minggu kemudian . C. Depresi Post Partum Banyak ibu merasa Clet down C sebelum melahirkan, sehingga dengan pengalaman partus kalau kurang berkenan dan keraguan akan kemapuan untuk merawat bayinya akan memperberat depresi ini. khusus depresi ringan sampai sedang mulai hari (%) post partum dan teratasi dalam %( minggu. ibu dapat merasa sedih dan tanpa tahu sebab pasti. Depresi yang relatif ringan jarang berkembang menjadi psikosis partum atau kondisi yang patologis. Depresi post partum merupakan efek lebih lanjut dari post partum blues yang tidak ditangani dengan baik. . Pengertian Depresi Post Partum Depresi Post Partum adalah depresi berat yang terjadi < hari setelah melahirkan dan berlangsung selama )# hari lebih serius dari post partum blues yang dapat terjadi di awal%awal bulan setelah melahirkan bayi. Postpartum depression dapat membuat ibu sangat merasa sedih, putus asa, dan A

tidak berarti. Dan ibu mungkin akan mengalami kesulitan membawa dan menggendong bayinya Depresi post partum adalah depresi yang lebih serius. bedanya pada post partum dan baby blues adalah pada frekuensi, intentitas dan lamanya gejala. :ntuk itu deteksi dan pencegahan depresi postpartum merupakan suatu yang penting dilakukan oleh para penyedia pelayanan kesehatan,. &uatu kenyataan depresi postpartum tidak mudah dideteksi karena berbagai masalah dapat ditemui dalam melakukan deteksi dan pencegahan depresi postpartum. 4al ini memerlukan penanganan yang serius dari penyedia pelayanan kesehatan termasuk para perawat untuk mencari penyelesaian depresi postpartum. (. *ejala depresi Post Partum *ejalnya merupakan perluasan dari gejal post partum blues, diantaranya7 a. $impi buruk. Biasanya terjadi sewaktu tidur -B$. Karena mimpi D mimpi yang menakutkan, indi3idu itu sering terbangun sehingga dapat mengakibatkan insomnia. b. 'nsomnia. Biasanya timbul sebagai gejala suatu gangguan lain yang mendasarinya seperti kecemasan dan depresi atau gangguan emosi lain yang terjadi dalam hidup manusia. c. Phobia. -asa takut yang irasional terhadap sesuatu benda atau keadaan yang tidak dapat dihilangkan atau ditekan oleh pasien, biarpun diketahuinya bahwa hal itu irasional adanya. 'bu yang melahirkan dengan bedah /aesar sering merasakan kembali dan mengingat kelahiran yang dijalaninya. 'bu yang menjalani bedah /aesar akan merasakan emosi yang bermacamDmacam. Keadaan ini dimulai dengan perasaan syok dan tidak percaya terhadap apa yang telah terjadi. Eanita yang pernah mengalami bedah /aesar akan melahirkan dengan bedah /aesar pula untuk kehamilan berikutnya. 4al ini bisa membuat rasa takut terhadap peralatan peralatan operasi dan jarum. d. Kecemasan. Ketegangan, rasa tidak aman dan kekhawatiran yang timbul karena dirasakan akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, tetapi sumbernya sebagian besar tidak diketahuinya. e. $eningkatnya sensiti3itas. Periode pasca kelahiran meliputi banyak sekali penyesuaian diri dan pembiasaan diri.

Bayi harus diurus, ibu harus pulih kembali dari persalinan anak, ibu harus belajar bagaimana merawat bayi, ibu perlu belajar merasa puas atau bahagia terhadap dirinya sendiri sebagai seorang ibu. Kurangnya pengalaman atau kurangnya rasa percaya diri dengan bayi yang lahir, atau waktu dan tuntutan yang ekstensif akan meningkatkan sensiti3itas ibu 1&antrock, (##(2. f. Perubahan mood $enurut &loane dan Bennedict 1 55<2, menyatakan bahwa depresi postpartum muncul dengan gejala sebagai berikut 7 kurang nafsu makan, sedih D murung, perasaan tidak berharga, mudah marah, kelelahan, insomnia, anoreAia, merasa terganggu dengan perubahan fisik, sulit konsentrasi, melukai diri, anhedonia, menyalahkan diri, lemah dalam kehendak, tidak mempunyai harapan untuk masa depan, tidak mau berhubungan dengan orang lain. Di sisi lain kadang ibu jengkel dan sulit untuk mencintai bayinya yang tidak mau tidur dan menangis terus serta mengotori kain yang baru diganti. 4al ini menimbulkan kecemasan dan perasaan bersalah pada diri ibu walau jarang ditemui ibu yang benarDbenar memusuhi bayinya. $enurut @e3id dkk 1 55<2, depresi postpartum sering disertai gangguan nafsu makan dan gangguan tidur, rendahnya harga diri dan kesulitan untuk mempertahankan konsentrasi atau perhatian. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gejalaDgejala depresi postpartum antara lain adalah trauma terhadap inter3ensi medis yang dialami, kelelahan, perubahan mood, gangguan nafsu makan, gangguan tidur, tidak mau berhubungan dengan orang lain, tidak mencintai bayinya, ingin menyakiti bayi atau dirinya sendiri atau keduanya. Perlu dikenali adanya tris depresi yang juga menjadi ciri kusus,yaitu7 a. Berkurangnya energi b. Penurunan afek c. 4ilang minat 1anhedonia2 ). Penyebab Depresi Post Partum Penyebab depresi post partum ini juga merupaka perluasan dari penyebab post partum blues yang tidak ditangani dengan baik. Diantaranya a. $emiliki depresi atau postpartum depression sebelumnya b. 0idak mendapat dukungan dari pasangan, teman, atau keluarga. c. $endapati bayi sakit atau kolik d. $enderita stres di kehidupan perkawinan atau hubungan e. $emiliki &e3ere Premenstrual &yndrom 1P$&2

Beberapa faktor yang mempengaruhi7 a. =aktor konstitusional. *angguan post partum berkaitan dengan status paritas adalah riwayat obstetri pasien yang meliputi riwayat hamil sampai bersalin serta apakah ada komplikasi dari kehamilan dan persalinan sebelumnya dan terjadi lebih banyak pada wanita primipara. Eanita primipara lebih umum menderita blues karena setelah melahirkan wanita primipara berada dalam proses adaptasi, kalau dulu hanya memikirkan diri sendiri begitu bayi lahir jika ibu tidak paham perannya ia akan menjadi bingung sementara bayinya harus tetap dirawat. b. =aktor fisik. Perubahan fisik setelah proses kelahiran dan memuncaknya gangguan mental selama ( minggu pertama menunjukkan bahwa faktor fisik dihubungkan dengan kelahiran pertama merupakan faktor penting. Perubahan hormon secara drastis setelah melahirkan dan periode laten selama dua hari diantara kelahiran dan munculnya gejala. Perubahan ini sangat berpengaruh pada keseimbangan. Kadang progesteron naik dan estrogen yang menurun secara cepat setelah melahirkan merupakan faktor penyebab yang sudah pasti. c. =aktor psikologis. Peralihan yang cepat dari keadaan Cdua dalam satuF padaakhir kehamilan menjadi dua indi3idu yaitu ibu dan anak bergantung pada penyesuaian psikologis indi3idu. Klaus dan Kennel 1-egina dkk, (## 2, mengindikasikan pentingnya cinta dalam menanggulangi masa peralihan ini untuk memulai hubungan baik antara ibu dan anak. d. =aktor sosial. Paykel 1-egina dkk, (## 2 mengemukakan bahwa pemukiman yang tidak memadai lebih sering menimbulkan depresi pada ibu D ibu, selain kurangnya dukungan dalam perkawinan. e. Biologis. =aktor biologis dijelaskan bahwa depresi postpartum sebagai akibat kadar hormon seperti estrogen, progesteron dan prolaktin yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dalam masa nifas atau mungkin perubahan hormon tersebut terlalu cepat atau terlalu lambat. f. Karakteristik ibu, yang meliputi 7 :mur, pengaalaman, pendidikan, faktor selama proses persalinan dan faktor dukungan sosial.

,. &krining Dengan $enggunakan Kusioner Kusus. :ntuk mendeteksi adanya depresi pascapersalinan atau risiko untuk mengalami depresi pascapersalinan, ada beberapa pertanyaan yang mesti dijawab calon ibu. 9umlahkan skor yang diperoleh. semakin besar skor, gejala depresi semakin berat. &kor di atas ( berarti Anda mengalami atau berisiko menderita depresi pascapersalinan. /ontoh lembar kusioner &elama tujuh hari terakhir7 a. &aya bisa tertawa dan melihat segi%segi lucu sari segala sesuatu, misalnya suatu pertunjukan, bacaan, cerita komedi, lawakan, guyonan, obrolan sehari%hari7 1#2 sebanyak%banyaknya, 1 2 sekarang tidak begitu banyak, 1(2 sangat sedikit, 1)2 tidak sama sekali. b. &aya gembira menghadapi segala sesuatu. 1#2 sebanyak%banyaknya, 1 2 berkurang sedikit dari biasanya, 1(2 sangat kurang dari biasanya, 1)2 hampir tidak pernah. c. &aya menyalahkan diri sendiri secara tidak semestinya bila keadaan menjadi buruk. 1#2 tidak pernah, 1 2 tidak begitu sering, 1(2 ya, kadang%kadang, 1)2 ya, hampir selalu. d. &aya merasa khawatir dan cemas tanpa alasan yang jelas. 1#2 tidak sama sekali, 1 2 hampir tidak pernah, 1(2 ya kadang%kadang, 1)2 ya sering e. &aya merasa takut dan panik tanpa alasan yang jelas. 1#2 tidak sama sekali, 1 2 tidak banyak, 1(2 ya kadang%kadang, 1)2 ya cukup sering. f. &egala sesuatu terasa membebani saya. 1#2 tidak, saya bisa mengatasinya dengan baik seperti biasa, 1 2 tidak hampir selalu saya bisa mengatasinya dengan baik, 1(2 ya kadang%kadang saya tidak bisa mengatasinya sebaik biasanya, 1)2 tidak, hampir selalu saya bisa mengatasinya dengan baik. g. &aya merasa sangat tidak bahagia sehingga saya sulit tidur. 1#2 tidak sama sekali, 1 2 tidak begitu sering, 1(2 ya kadang%kadang, 1)2 ya hampir setiap waktu . h. &aya merasa sedih atau jengkel tidak menentu. 1#2 tidak sama sekali, 1 2 tidak begitu sering 1(2 ya cukup sering, 1)2 ya, 1)2hampir setiap waktu. i. &aya merasa sangat tidak bahagia, sehingga saya menangis. 1#2 tidak pernah, 1 2 hanya sekali%kali, 1(2 ya cukup sering, 1)2 ya hampir setiap waktu j. Pernah ada pikiran%pikiran untuk melukai diri sendiri. 1#2 tidak pernah, 1 2 jarang, 1(2 kadang%kadang, 1)2 ya cukup sering. ". 0ips untuk menangani depresi post partum7 a. Dorong istri untuk berbicara dan tunjukkan kalau Anda mengerti. b. Buat batasan kunjungan dan beritahu teman%teman Ctidak bisaF ketika istri tidak

ingin dikunjungi. c. 0erima pertolongan dari orang%orang yang sukarela membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. d. '>inkan teman%teman mengemong bayi agar istri punya waktu untuk dirinya sendiri dan sementara jauh dari bayi. e. Bertindak setia dan penuh kasih sayang secara fisik tanpa minta dilayani secara seksual. D. Post Partum Psikosa Kasus depresi berat yang disebut Postpartum Psychosis ini merupakan keadaan yang paling parah sebagai lanjutan dari depesi post partum,yang merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengan waham, halusinasi dan kehilangan rasa kenyataan 1sense of reality2. Penderita akan bertingkah%laku aneh, melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada, dan membahayakan dirinya dan bayinya. Kondisi ini sangat berbahaya dan akan semakin buruk bila tidak segera dilakukan terapi. *angguan jiwa yang serius, yang timbul akibat penyebab organik ataupun emosional 1fungsional2 dan yang menunjukkan gangguan kemampuan berpikir, bereaksi secara emosional, mengingat, berkomunikasi, menafsirkan kenyataan dan bertindak sesuai kenyataan itu, sehingga kemampuan untuk memenuhi tuntutan hidup sehari% hari sangat terggantung pada kecakapan ibu dalm menghadapi keadaan ini. &kriningnya pun akan lebih mudah karna gejala gejala yang muncul lebih jelas dan aneh. &ehingga dengan cepat dapat di ketahui. Diantaraya dengan memhami hal berikut7 . Pengertian Post Partum Psikosa Adalah depresi yang terjadi pada minggu pertama dalam ; minggu setelah melahirkan. (. Penyebab Post Partum Psikosa Disebabkan karena wanita menderita bipolar disorder atau masalah psikiatrik lainnya yang disebut schi>oaffektif disorder. Eanita tersebut mempunyai resiko tinggi untuk terkena post partum psikosa. ). *ejala Post Partum Psikosa *ejala yang sering terjadi adalah7 a. Delusi b. 4alusinasi c. *angguan saat tidur d. ?bsesi mengenai bayi ,. *ambaran Klinik, Pencegahan dan Penatalaksanaan Pada wanita yang menderita penyakit ini dapat terkena perubahan mood secara drastis,

dari depresi ke kegusaran dan berganti menjadi euforia dalam waktu singkat. Penderita kehilangan semangat dan kenyamanan dalam beraktifitas,sering menjauhkan diri dari teman atau keluarga, sering mengeluh sakit kepala dan nyeri dada, jantung berdebar% berdebar serta nafas terasa cepat. :ntuk mengurangi jumlah penderita ini sebagai anggota keluarga hendaknya harus lebih memperhatikan kondisi dan keadaan ibu serta memberikan dukungan psikis agar tidak merasa kehilangan perhatian. &aran kepada penderita untuk7 a. Beristirahat cukup b. $engkonsumsi makanan dengan gi>i yang seimbang c. Bergabung dengan orang%orang yang baru d. Bersikap fleksible e. Berbagi cerita dengan orang terdeka f. &arankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis

BAB IV TINJAUAN KASUS A. Kasus Post Partum Blues A&:4A@ KBB'DA@A@ 'B: @'=A& @G. C$F P A# ( 4A-' P?&0 PA-0:$ DB@*A@ P?&0 PA-0:$ BL:B& D' BP& P-'0A GB@' &:-A@0'A4 0A$P?$A& &BLA0A@ I. PENGKAJIAN 0anggal Eaktu 0empat 7 < &eptember (# ) 7 ).## E'B 7 BP& Prita Geni &urantiah, Am. Keb @ama suami 7 0n. / :mur &uku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat 7 (" th 7 9awa 7 'slam 7 &$A 7 Karyawan &wasta 7 9ln. Pondok Kopi @o. ) -0.#(8-E.#" Kec.*ajahmungkur

BI DATA @ama ibu 7 @y.$ :mur &uku Agama Pekerjaan Alamat 7 () th 7 9awa 7 'slam 7 'bu -umah 0angga 7 9ln. Pondok Kopi @o. ) -0.#(8-E.#" Kec.*ajahmungkur II. DATA SUB!EKTI" . a. $enarche Lama Banyak &iklus Alasan datang 7 Keluhan utama 7 'bu tidak mau merawat bayinya dan ibu mengatakan kurang tidur -iwayat menstruasi 7 ) th 7 ;%< hari 7 (%) kali ganti pembalut8hari 7 (! hari

Pendidikan 7 &$P

b. Gang lalu 7

-iwayat kehamilan8persalinan

Penyu Ana k ke :K Abortus 9enis partus penolong lit8 kompl ikasi % % % &ekarang 7 P A# 0empat persalinan 9enis persalinan Komplikasi persalinan Keadaan plasenta dan tali pusat 7 Bidan 7 &pontan 7 0idak ada % % % % nifas

BB Eakt u lahir

Keadaan anak

hidup :mr 9K %

mati :mr 9K

7 Plasenta lahir spontan, tH(cm, dH(#cm, korion dan amnion utuh kotiledon lengkap, selaput kotali pusat normal, P tali pusat H," cm,

Lama persalinan 7 Kala ' Kala '' Kala ''' Kala '6 7 ! jam 7 (# menit 7 " menit 7 ( jam

9umlah perdarahan 7 Kala ' Kala '' Kala ''' Kala '6 Keadaan bayi 7 Ditolong oleh 9enis kelamin BB 7 )"## gr 7 Bidan 7 Perempuan PB 7 ,!cm LK 7))cm LD 7 ),cm 7# 7 ("cc 7 <"cc 7 ##cc

0anggal8jam lahir 7 " &eptember (# )8 # .(# E'B AP*A- &/?-B 7 ! D 5 D # Kelainan bawaan 7 tidak ada (. -iwayat perkawinan 7 &tatus nikah 7 ibu menyatakan menikah :mur nikah 7 (( tahun Lama nikah 7 tahun &tatus Perkawinan 7 syah ). -iwayat penyakit 7 &ekarang 7 'bu menyatakan tidak sedang menderita suatu penyakit dan tidak dalam menjalani pengobatan tertentu. 'bu menyatakan tidak sedang menderita penyakit jantung, Dahulu Keluarga hipertensi, hepatitis, malaria, asma, D$, 0B/, P$&, 4'68 A'D& 7 'bu menyatakan tidak pernah menderita penyakit jantung, hipertensi, hepatitis, malaria, asma, D$, 0B/, P$&, 4'68 A'D& 7 'bu menyatakan dalam keluarga tidak ada riwayat penyakit jantung, hipertensi, hepatitis, malaria, asma, D$, 0B/, P$&, 4'68 A'D& kali dengan suami sekarang

,.

-iwayat KB 7 'bu menyatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun

".

Pola kebutuhan dasar sehari%hari 7 Pola nutrisi 7 &ebelum nifas7 'bu makan )A sehari dengan nasi, lauk dan sayur keluhan 7 tidak ada 'bu minum ;%< gelas8 hari dengan air putih keluhan7 tidak ada &aat ini 'bu makan (A sehari dengan nasi, lauk dan sayur. porsi sedikit keluhan 7 ibu mengeluh tidak nafsu makan 'bu minum ;%< gelas8 hari dengan air putih keluhan 7 tidak ada Pola eliminasi 7 &ebelum nifas BAB Asehari konsistensi lunak, warna kuning kecoklatan, bau khas. keluhan7 tidak ada BAK ;A sehari warna kuning jernih, bau khas. Keluhan 7 tidak ada &aati ini BAB Asehari konsistensi lunak, warna kuning kecoklatan, bau khas. keluhan7 tidak ada BAK ;A sehari warna kuning jernih, bau khas. Keluhan 7 tidak ada Pola istirahat 7 &ebelum nifas tidur malam I < jam sehari, tidur siang I &aat ini tidur malam I " jam sehari jam

tidur siang I tidak pernah Keluhan 7 ibu mengeluh susah tidur Pola akti3itas 7 &ebelum nifas 'bu melakukan akti3itas seperti biasa, misal7 memasak, bersih%bersih rumah tanpa bantuan siapapun &aat ini 'bu murung dan malas melakukan akti3itas keseharian Personal hygiene 7 &ebelum nifas7 ibu mandi (A sehari, gosok gigi )A sehari, keramas )A seminggu, ganti pakaian bersih (A sehari. &aat ini ibu mandi (A sehari, gosok gigi )A sehari, keramas )A seminggu, ganti pakaian bersih (A sehari.

Pola seAual 7 &ebelum nifas7 (%) kali dalam seminggu &aat ini 7 'bu belum melakukan hubungan seksual

Psiko, sosial, spiritual, cultural Psiko &osial 7 'bu tidak mau merawat bayinya 7 'bu sering menyendiri

&piritual 7 'bu beribadah sesuai dengan keyakinannya /ultural 7 'bu tidak menganut adat istiadat yang bertentangan dengan kesehatan

Pola Kebiasaan hidup sehat 'bu dan keluarga tidak ada yang merokok, mengkonsumsi obat%obatan terlarang maupun minum%minuman keras.

Pola $enyusui 'bu enggan menyusui bayinya 0ingkat pengetahuan 7 'bu tidak dapat memahami kondisinya saat ini III. DATA B!EKTI"

. Keadaan umum 7 kurang baik (. 0anda%tanda 3ital 7 0D 7 ##8;# mm4g @adi 7 5(A8mnt -- 7 (,A8mnt ). Pemeriksaan fisik 7 Kepala $uka Leher Dada Perut Bkstremitas *enetalia Anus 7 7 7 $esocephal, kulit kepala bersih, tidak ada lesi, rambut tidak mudah dicanut, distribusi merata. &imetris, tidak pucat 0idak ada pembesaran kelenjar thyroid, kelenjar

limfe, dan 3ena jugularis. 7 &imetris, tidak ada retraksi intercosta, tidak ada benjolan. 7 0idak ada bekas operasi, hepar tidak teraba. 7 0idak ada oedema, tidak ada 3arices, ujung kuku tidak pucat. 7 0idak odem, tidak 3arises 7 0idak hemorroid.

,. Pemeriksaan obstetric 7 $uka 7 tidak odem, tidak pucat Payudara 7 membesar, areola menghitam, putting menonjol, A&' kurang lancar Abdomen 7 ada linea nigra, ada striegra3idarum, 0=: J pusat%sympisis, kontraksi baik, kandung kemih kosong *enetalia 7 tidak oedem, tidak 3arises, ada PP6 1lochea rubra2 ". Penunjang 7 tidak dilakukan IV. ANALISA @y. $ P A# umur () tahun, ( hari post partum post partum blues

V.

PLANNING . $enjelaskan bahwa ibu berada dalam masa nifas dengan depresi, yang ditandai dengan gejala sulit tidur, tidak nafsu makan, cemas, perasaan tidak berdaya tidak senang melihat bayinya, tidak ada perhatian pada bayinya, tidak ada perhatian dengan penampilan, kebersihan dirinya dan bayinya. 4al ini dapat dicegah dengan ibu merawat diri, makan dengan menu seimbang olah raga, istirahat untuk mencegah dan mengurangi perubahan perasaan. $intalah bantuan keluarga, teman, tetangga untuk menjaga bayi sementara saat tidur, rekreasi dan rencanakan acara keluar bersama bayi dan bersama suami dan jika dilakukan sejak dini depresi ibu dapat dicegah. (. ). 4asil7 'bu mengerti penjelasan bidan dan akan menerapkannya $engobser3asi keadaan umum dan tanda%tanda 3ital ibu 7 0D 7 ##8!# mm4g &uhu 7 );,5K/ -- 7 (, A8mnt @adi 7 5( A8mnt 47 'bu mengerti keadaannya ,. $embantu ibu dalam pemenuhan kebutuhan sehari%hari dengan melibatkan keluarganya seperti pemenuhan nutrisi, personal hygiene dan kebutuhan yang lain. 47 Keluarga mengerti penjelasan bidan dalam membantu proses pemenuhan kebutuhan sehari%hari ibu ". $enganjurkan tentang perawatan bayi sehari%hari seperti menggendongnya bila bayi menangis, menyusuinya, mengganti popoknya bila basah, menjaga bayinya tetap kering, bersih dan hangat, agar ibu merasa lebih dekat dengan bayinya, menyukainya dan mulai tumbuh kasih sayangnya pada bayinya. 47 'bu mengerti penjelasan Bidan dan akan melakukannya ;. $enganjurkan keluarga dan teman untuk mendukung karena ibu membutuhkan pengertian emosional, konseling, serta tenggang waktu untuk lepas sejenak dari kegiatan merawat bayi, bantuan dari keluarga dan teman sangat berpengaruh dalam proses penyelesaian masalah. 47 Keluarga bersedia melakukan anjuran yang diberikan oleh bidan <. $enganjurkan kepada ibu untuk selalu merawat dirinya dan juga bayinya. 47 'bu mengerti penjelasan bidan dan bersedia melakukannya

!.

$enganjurkan pada ibu untuk beristirahat cukup ! jam sehari dan usahakanlah kalau siang istirahat %( jam waktu bayinya tidur. $enganjurkan pada keluarga selalu memantau pola istirahat ibu. 47 'bu mengerti dan akan melakukan anjuran bidan

5.

$enjelaskan faktor%faktor yang dapat memperberat depresi seperti kurangnya dukungan keluarga dirumah, peruahan hormonal, lingkungan melahirkan, jumlah anak dan hubungan seksual yang kurang menyenangkan setelah melahirkan. 47 'bu mengerti penjelasan bidan

B. Kasus Depresi Post Partum ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NI"AS N#.N P$A% DENGAN DEP&ESI P ST PA&TU' DI BPS Nu(ik Astria) Am. Ke* I. PENGKAJIAN 0anggal Eaktu 0empat 7 (; Agustus (# ) 7 ".)# E'B 7 BP& 0utik &usmiati, Am. Keb @ama suami 7 0n. A :mur &uku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat 7 (# th 7 9awa 7 'slam 7 &$P 7 Eiraswasta 7 9ln. Lemah *empal '' @o. 5"

BI DATA @ama ibu 7 @y.@ :mur &uku Agama Pekerjaan Alamat 7 5 th 7 9awa 7 'slam 7 '-0 7 9ln. Lemah *empal '' @o. 5" II. DATA SUB!EKTI" . Alasan datang 7 Keluhan utama 7 'bu mengeluh ( minggu yang lalu sangat merasa sedih, tidak ingin melihat apalagi mendekati bayinya, karena lahir bayi perempuan, ibu tidak nafsu makan, merasa lelah yang berlebihan dan tidak bisa tidur. a. $enarche Lama Banyak &iklus -iwayat menstruasi 7 ) th 7 ;%< hari 7 (%) kali ganti pembalut8hari 7 (! hari

Pendidikan 7 &$P

b. Gang lalu 7

-iwayat kehamilan8persalinan ini adalah kehamilan yang pertama.

&ekarang 7 P A# 0empat persalinan 9enis persalinan Komplikasi persalinan Keadaan plasenta dan tali pusat 7 Bidan 7 &pontan 7 0idak ada 7 Plasenta lahir spontan, tH(cm, dH(#cm, korion dan amnion utuh kotiledon lengkap, selaput kotali pusat normal, P tali pusat H," cm, Lama persalinan 7 Kala ' Kala '' Kala ''' Kala '6 9umlah perdarahan 7 Kala ' Kala '' Kala ''' 7# 7 "# cc 7 "# cc 7 ##cc 7 jam 7 )# menit 7 " menit 7 ( jam

Kala '6 Keadaan bayi 7 Ditolong oleh 9enis kelamin BB 7 ),## gr 7 Bidan 7 Perempuan PB 7 ,;cm LK 7))cm LD 7 ),cm

0anggal8jam lahir 7 ) Agustus (# )8 # ."# E'B AP*A- &/?-B 7 ! D 5 D # Kelainan bawaan 7 tidak ada (. -iwayat perkawinan 7 &tatus nikah 7 ibu menyatakan menikah :mur nikah 7 ! tahun Lama nikah 7 tahun &tatus Perkawinan 7 syah ). -iwayat penyakit 7 &ekarang 7 'bu menyatakan tidak sedang menderita suatu penyakit dan tidak Dahulu Keluarga dalam menjalani pengobatan tertentu. 7 'bu menyatakan tidak pernah menderita penyakit jantung, hipertensi, hepatitis, malaria, asma, D$, 0B/, P$&, 4'68 A'D& 7 'bu menyatakan dalam keluarga tidak ada riwayat penyakit jantung, hipertensi, hepatitis, malaria, asma, D$, 0B/, P$&, 4'68 A'D& ,. -iwayat KB 7 'bu menyatakan belum pernah mengguanakan alat kontrasepsi apapun ". Pola kebutuhan dasar sehari%hari 7 Pola nutrisi 7 &ebelum nifas7 'bu makan )A sehari dengan nasi, lauk dan sayur 'bu minum I ! gelas8 hari dengan air putih &aat ini kali dengan suami sekarang

ibu makan dengan menu nasi, lauk dan sayur. Dengan porsi sedikit dan tidak habis. 'bu minum , D " gelas sehari. Pola eliminasi 7 &ebelum nifas BAB Asehari konsistensi lunak, warna kuning kecoklatan, bau khas. BAK ;A sehari warna kuning jernih, bau khas. &aati ini 'bu sudah BAB, BAK ( A sehari.

Pola istirahat 7 &ebelum nifas tidur malam I < jam sehari, selama cuti tidur siang I &aat ini 'bu merasa tidur tidak nyenyak, gelisah dan merasa terganggu dengan tangisan bayi. Pola akti3itas 7 &ebelum nifas 'bu melakukan akti3itas seperti biasa, misal7 memasak, bersih%bersih rumah &aat ini 'bu sering murung dan menyendiri. Personal hygiene 7 &ebelum nifas7 ibu mandi (A sehari, gosok gigi )A sehari, keramas )A seminggu, ganti pakaian bersih (A sehari. &aat ini 'bu mandi A sehari, ganti pakaian ( A sehari, dan keramas A seminggu. jam

Pola seAual 7 &ebelum nifas7 (%) kali dalam seminggu &aat ini 7 'bu belum melakukan hubungan seksual

Psiko, sosial, spiritual, cultural Psiko &osial 7 'bu merasa cemas, tidak ada yang memahami dirinya, rasa takut dan 7 'bu kurang terbuka dengan suami maupun keluarga.

kadang hilang control.

&piritual 7 'bu sulit mendekatkan diri kepada 0uhan. /ultural 7 'bu tidak menganut adat istiadat yang bertentangan dengan kesehatan

Pola Kebiasaan hidup sehat 'bu dan keluarga tidak ada yang merokok, mengkonsumsi obat%obatan terlarang maupun minum%minuman keras. Pola $enyusui 'bu enggan menyusui bayinya. 0ingkat pengetahuan 7 'bu tidak menyadari kondisinya saat ini. III. DATA B!EKTI"

;. Keadaan umum 7 baik <. 0anda%tanda 3ital 7 0D 7 ##8<# mm4g @adi 7 5#A8mnt -- 7 (,A8mnt !. Pemeriksaan fisik 7 Kepala $uka 7 7 $esocephal, kulit kepala bersih, tidak ada lesi, rambut tidak mudah dicanut, distribusi merata. &imetris, tidak pucat

Leher Dada Perut Bkstremitas *enetalia Anus

0idak ada pembesaran kelenjar thyroid, kelenjar

limfe, dan 3ena jugularis. 7 &imetris, tidak ada retraksi intercosta, tidak ada benjolan. 7 0idak ada bekas operasi, hepar tidak teraba. 7 0idak ada oedema, tidak ada 3arices, ujung kuku tidak pucat. 7 0idak odem, tidak 3arises 7 0idak hemorroid.

5. Pemeriksaan obstetric 7 $uka 7 tidak odem, tidak pucat Payudara 7 membesar, areola menghitam, putting menonjol, A&' belum keluar Abdomen 7 ada linea nigra, ada striae gra3idarum *enetalia 7 tidak odem, tidak 3arises, ada PP6 1lochea rubra2 #. Penunjang 7 tidak dilakukan IV. ANALISA @y. @ P A# umur 5 tahun dengan depresi post partum. V. PLANNING . $emberi tahu ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan 4 7 ibu tahu dan mengerti tentang kondisi dirinya (. $emberitahu ibu dan keluarga bahwa ibu mengalami depresi post partum 4 7 'bu dan keluarga mengerti bahwa depresi setelah melahirkan yang dipengaruhi oleh keadaan hormonal, dukungan sosial, emotional relation ship 1teman dekat2 komunikasi dan kedekatan, setruktur keluarga, antropologi, perkawinan, demografi, psikososial dan lingkungan ). $enjelaskan kepada ibu dan keluarga mengalami depresi karena tidak menghendaki lahirnya anak perempuan, oleh karena itu beri penjelasan pada ibu bahwa anak perempuan maupun laki%laki sama saja, karena sama%sama titipan 0uhan.

4 7 'bu dan keluarga mengerti bahwa anak adalah titipan 0uhan yang patut disyukuri dan dirawat. ,. $enganjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan personal hygiene dengan cara menganjurkan ibu untuk makan ) A sehari dengan menu yang sehat dan bergi>i, ibu bisa makan nasi dengan lauk, seperti tempe, tahu, telor, ikan, atau daging. 'bu anjurkan banyak makan buah untuk memulihkan keadaan. 4 7 'bu bersedia makan sesuai anjuran.

". $engajarkan kepada ibu dan keluarga tentang perawatan bayi yang benar, mandi lap, dan mandi rendam. $engajarkan ibu cara perawatan tali pusat dengan kasa steril, kasa tidak boleh basah dengan alkohol atau betadin. Alkohol atau betadin hanya dioles dengan cotenbooth. 4 7 'bu mengerti cara perawatan bayi yang telah dijelaskan. ;. $enganjurkan suami, keluarga dan teman%teman terdekat untuk memberi dukungan untuk membantu ibu menjalin interaksi dengan anaknya dengan cara menggendong bayinya, menyusuinya. 4 7 suami, keluarga dan teman%teman terdekat bersedia memberi dukungan kepada ibu .

C. Kasus Post Partum Psikosa A&:4A@ KBB'DA@A@ 'B: @'=A& @G. C'F P A# ; $'@**: P?&0 PA-0:$ DB@*A@ P?&0 PA-0:$ P&'K? D' P:&KB&$A& K-?B?KA@ KAL'

VI.

PENGKAJIAN 0anggal Eaktu 0empat 7 ( &eptember (# ) 7 #!.## E'B 7 Puskesmas Krobokan Kali

BI DATA @ama ibu 7 @y.' :mur &uku Agama 7 ( th 7 9awa 7 'slam @ama suami 7 0n. E :mur &uku Agama Pendidikan Pekerjaan 7 () th 7 9awa 7 'slam 7 &$A 7 &wasta

Pendidikan 7 &$A Pekerjaan 7 'bu -umah 0angga

Alamat

7 9ln. &uyudono no.< -0.#(8-E.# kelurahan Bulu &talan.

Alamat

7 9ln. &uyudono no.< -0.#(8-E.# kelurahan Bulu &talan.

VII.

DATA SUB!EKTI" . Alasan datang 7 Keluhan utama 7 ibu menyatakan bahwa telah melahirkan anak pertama pada < 9uli (# ) lalu dan bayinya meninggal, mengeluh sering sakit kepala dan nyeri dada, jantung berdebar%debar sertanafas terasa cepat delusi, halusinasi, gangguan saat tidur dan obsesi mengenai bayi. a. $enarche Lama Banyak &iklus -iwayat menstruasi 7 ( th 7 ;%< hari 7 (%) kali ganti pembalut8hari 7 (! hari

b. Gang lalu 7

-iwayat kehamilan8persalinan

Penyu Ana k ke :K Abortus 9enis partus penolong lit8 kompl ikasi ater % spontan bidan tidak nor nifas

BB Eakt u lahir

Keadaan anak

hidup :mr 9K

mati :mr # 9K L

("##

mal

gr

jam

&ekarang 7 P A# 0empat persalinan 9enis persalinan Komplikasi persalinan Keadaan plasenta dan tali pusat 7 Bidan 7 &pontan 7 0idak ada 7 Plasenta lahir spontan, tH(cm, dH(#cm, korion dan amnion utuh kotiledon lengkap, selaput kotali pusat normal, P tali pusat H," cm,

Lama persalinan 7 Kala ' Kala '' Kala ''' Kala '6 7 ( jam 7 ! jam 7 )# menit 7 " menit

9umlah perdarahan 7 Kala ' Kala '' Kala ''' 7# 7 ("cc 7 <"cc 7 ##cc

Kala '6

Keadaan bayi 7 Ditolong oleh 9enis kelamin 7 Bidan 7 Perempuan

0anggal8jam lahir 7 < 9uli (# )8 #".(# E'B BB 7 ("## gr PB 7 ,;cm LK 7)#cm LD 7 (5cm

AP*A- &/?-B 7 ;%<%< Kelainan bawaan 7 tidak ada

(.

-iwayat perkawinan 7 &tatus nikah 7 ibu menyatakan menikah :mur nikah 7 5 tahun Lama nikah 7 ( tahun &tatus Perkawinan 7 syah kali dengan suami sekarang

).

-iwayat penyakit 7 &ekarang 7 'bu menyatakan tidak sedang menderita suatu penyakit dan tidak dalam menjalani pengobatan tertentu. 'bu menyatakan tidak sedang menderita penyakit jantung, hipertensi, hepatitis, malaria, asma, D$, 0B/, P$&, 4'68 A'D& Dahulu 7 'bu menyatakan tidak pernah menderita penyakit jantung, hipertensi, hepatitis, malaria, asma, D$, 0B/, P$&, 4'68 A'D& Keluarga 7 'bu menyatakan dalam keluarga tidak ada riwayat penyakit jantung, hipertensi, hepatitis, malaria, asma, D$, 0B/, P$&, 4'68 A'D&

,.

-iwayat KB 7 'bu menyatakan belum pernah mengguanakan alat kontrasepsi apapun

".

Pola kebutuhan dasar sehari%hari 7 Pola nutrisi 7 &ebelum nifas7 'bu makan )A sehari dengan nasi, lauk dan sayur keluhan 7 tidak ada 'bu minum ;%< gelas8 hari dengan air putih keluhan7 tidak ada &aat ini 'bu makan (A sehari dengan nasi, lauk dan sayur. porsi sedikit keluhan 7 ibu mengeluh nafsu makannya berkurang 'bu minum ,%" gelas8 hari dengan air putih keluhan 7 ibu malas untuk minum Pola eliminasi 7 &ebelum nifas BAB Asehari konsistensi lunak, warna kuning kecoklatan, bau khas. keluhan7 tidak ada BAK "%;A sehari warna kuning jernih, bau khas. Keluhan 7 tidak ada &aati ini BAB Asehari konsistensi lunak, warna kuning kecoklatan, bau khas. keluhan7 tidak ada BAK ,%"A sehari warna kuning jernih, bau khas. Keluhan 7 tidak ada

Pola istirahat 7 &ebelum nifas tidur malam I < jam sehari, tidur siang I &aat ini tidur malam )%, jam sehari tidur siang I tidak pernah Keluhan 7 ibu mengeluh sulit tidur jam

Pola akti3itas 7 &ebelum nifas 'bu melakukan akti3itas seperti biasa, misal7 memasak, bersih%bersih rumah tanpa bantuan siapapun &aat ini 'bu sering murung dan menyendiri Personal hygiene 7 &ebelum nifas7 ibu mandi (A sehari, gosok gigi )A sehari, keramas )A seminggu, ganti pakaian bersih (A sehari. &aat ini ibu mandi A sehari, gosok gigi A sehari, keramas (A seminggu, ganti pakaian bersih (A sehari.

Pola seAual 7

&ebelum nifas7 (%) kali dalam seminggu &aat ini 7 'bu belum melakukan hubungan seksual

Psiko, sosial, spiritual, cultural Psiko &osial 7 'bu kepikiran teryus dengan kematian bayinya, ibu merasa bayinya 7 'bu sering menyendiri

masih hidup padahal sudah meninggal

&piritual 7 'bu sulit mendekatkan diri dengan 0uhannya /ultural 7 'bu tidak menganut adat istiadat yang bertentangan dengan kesehatan

Pola Kebiasaan hidup sehat 'bu dan keluarga tidak ada yang merokok, mengkonsumsi obat%obatan terlarang maupun minum%minuman keras.

Pola $enyusui 'bu tidak menyusui bayinya karena bayinya sudah meninggal

0ingkat pengetahuan 7 'bu tidak dapat memahami kondisinya saat ini

VIII.

DATA

B!EKTI"

. Keadaan umum 7 kurang baik (. 0anda%tanda 3ital 7 0D 7 )#85# mm4g @adi 7 ##A8mnt -- 7 (,A8mnt

). Pemeriksaan fisik 7 Kepala 7 $esocephal, kulit kepala bersih, tidak ada lesi, rambut tidak mudah dicanut, distribusi merata. $uka Leher 7 7 &imetris, tidak pucat 0idak ada pembesaran kelenjar thyroid, kelenjar limfe, dan 3ena jugularis. Dada 7 &imetris, tidak ada retraksi intercosta, tidak ada benjolan. Perut Bkstremitas 7 0idak ada bekas operasi, hepar tidak teraba. 7 0idak ada oedema, tidak ada 3arices, ujung kuku tidak pucat. *enetalia Anus 7 0idak odem, tidak 3arises

7 0idak hemorroid.

,. Pemeriksaan obstetric 7 $uka 7 tidak odem, tidak pucat

Payudara 7 membesar, areola menghitam, putting menonjol, tidak ada bnejolan, A&' kurang lancar Abdomen 7 ada linea nigra, ada striegra3idarum, 0=: tidak teraba *enetalia 7 tidak oedem, tidak 3arises.

". Penunjang 7 tidak dilakukan I+. ANALISA @y. ' P A# umur ( tahun, ; minggu dengan post partum psikosa

+. PLANNING . $enjelaskan pada ibu dan keluarga bahwa ibu berada dalam masa nifas dengan postpartum psikosa, yang ditandai dengan mengeluh sering sakit kepala dan

nyeri dada, jantung berdebar%berdebar serta nafas terasa cepat delusi, halusinasi, gangguan saat tidur, obsesi mengenai bayi. tidak ada perhatian dengan penampilan, kebersihan dirinya. 4al ini dapat dicegah dengan ibu merawat diri, makan dengan menu seimbang olah raga, istirahat untuk mencegah dan mengurangi perubahan perasaan. $intalah bantuan keluarga, teman, tetangga untuk memberi moti3asi pada ibu untuk menerima keadaan, rekreasi dan rencanakan acara keluar bersama suami dan jika dilakukan sejak dini depresi ibu dapat dicegah. 47 'bu dan keluarga mengeri kondisinya (. 0D 7 @adi 7 &uhu -7 7 $engobser3asi keadaan umum dan tanda%tanda 3ital ibu 7 (#8 !# mm4g !, A8menit );< #/ (, A8menit

4 7 'bu mengerti kondisinya ). $embantu ibu dalam pemenuhan kebutuhan sehari%hari dengan melibatkan keluarganya seperti pemenuhan nutrisi, personal hygiene dan kebutuhan yang lain. 4 7 Keluarga mengerti penjelasan bidan dalam membantu proses pemenuhan kebutuhan sehari%hari ibu ,. $enganjurkan keluarga dan teman untuk mendukung karena ibu membutuhkan pengertian emosional, konseling, bantuan dari keluarga dan teman sangat berpengaruh dalam proses penyelesaian masalah. 4 7 Keluarga bersedia melakukan anjuran yang diberikan oleh bida ". $enganjurkan kepada ibu untuk selalu merawat dirinya dan menenangkan pikirannya. 47 ibu mengerti anjuran bidan dan akan melakukannya ;. $enganjurkan pada ibu untuk beristirahat cukup ! jam sehari dan usahakanlah kalau siang istirahat %( jam waktu bayinya tidur. $enganjurkan pada keluarga selalu memantau pola istirahat ibu. 47 ibu mengerti anjuran bidan dan akan melakukannya

<.

$enjelaskan faktor%faktor yang dapat memperberat psikosa seperti kurangnya dukungan keluarga dirumah, peruahan hormonal, lingkungan melahirkan, jumlah anak dan hubungan seksual yang kurang menyenangkan setelah melahirkan. 4 7 'bu mengerti penjelasan bidan

!.

$elakukan kolaborasi dengan dokter8psikiater untuk mendapatkan terapi yaitu psikoterapi dan pengobatan seperti penenangan.

DA=0A- P:&0AKA Anggraini, Getti.(# #.Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Gogyakarta7 Pustaka -ihama Bahiyatun.(##5.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal . 9akarta7 Penerbit Buku Kedokteran B*/ &uherni,dkk.(# #.Perawatan Masa Nifas. Gogyakarta7=itra $aya Arati, Diana.(# (. CDepresi Post PartumF dalam http788dianaraty 5.blogspot.com8(# (8#;8depresi%post%partum.html diakses pada ! september (# ) (# #.F Post Partum Blues, Depresi Post Partum dan Post Partum Psikosa dalam http788chellious.wordpress.com8(# #8 8#(8post%partum%blues%depresi%post%partum% dan%psikosa8 diakses pada ; &eptember (# )