Anda di halaman 1dari 32

PEMISAHAN DAN IDENTIFIKASI KATION I.

Penggolongan Kation Untuk tujuan analisis kualitatif yang sistematis

kation dikelompokkan menjadi lima golongan yang didasarkan atas prilaku kation-kation tersebut terhadap beberapa pereaksi. Dengan pemakaian pereaksi yang sistematis (disebut dengan pereaksi golongan) maka akan dapat diketahui ada atau tidaknya suatu golongan kation. Pereaksi golongan juga dapat memisahkan golongan tertentu untuk analisis/uji lebih lanjut. Pereaksi golongan yang digunakan untuk klasifikasi sebagian besar kation adalah asam klorida, hidrogen sulfida, ammonium sulfida dan ammonium karbonat.

Penggolongan didasarkan atas dapat tidaknya kation

bereaksi dengan pereaksi ini yang ditandai dengan terbentuk atau tidaknya endapan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggolongan kation didasarkan atas perbedaan kelarutan dari bentuk garam klorida, sulfida dan karbonat kation-kation tersebut. Kelima golongan kation dan karakteristiknya adalah sebagai berikut: 1. Golongan I (Golongan Klorida): yaitu kation yang membentuk endapan dengan asam klorida encer. Yang termasuk dalam golongan ini adalah Pb2+, Hg22+ dan Ag+. 2. Golongan II (Golongan Hidrogen Sulfida) : yaitu kation yang tidak bereaksi dengan asam klorida tetapi

membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Katio-kation yang termasuk

dalam golongan ini adalah Hg2+, Cu2+, Bi3+, Cd2+, As3+, As5+, Sb3+, Sb5+, Sn2+, dan Sn4+. Empat kation yang pertama (Hg2+ - Cd2+) dapat dikelompokkan menjadi sub golongan IIA yang tidak larut dalam ammonium polisulfida, sedangkan 6 sisanya termasuk dalam sub golongan IIB yang larut dalam ammonium polisulfida. 3. Golongan III (Golongan Ammonium Sulfida) : yaitu kation yang tidak bereaksi dengan asam klorida maupun hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Akan tetapi kation golongan ini mengendap dengan ammonium sulfida dalam suasana netral atau amoniakal. Yang termasuk dalam golongan ini adalah Co2+, Ni2+, Bi3+, Fe2+, Fe3+, Cr3+, Al3+, Zn2+, dan Mn2+.

4. Golongan IV (Golongan Ammonium Karbonat) : yaitu kation yang tidak mengendap dengan pereaksi-pereaksi golongan I, II dan III. Kation ini membentuk endapan dengan ammnonium karbonat dalam suasana netral ammonium klorida atau suasana sedikit asam. Kation yang termasuk dalam golongan ini adalah Ca2+, Sr2+, dan Ba2+. 5. Golongan V (Golongan Sisa) : yaitu kation-kation umum yang tidak bereaksi dengan semua pereaksi sebelumnya. Yang termasuk dalam golongan sisa ini adalah Mg2+, NH4+, Na+, K+, Li+, dan H+.

Penggolongan di atas dapat diskemakan sebagai berikut: Zat Unknown + HCl

End. Golongan I

Filtrat + H2S pH 0,5

End. Golongan II

Filtrat + (NH4)2S + NH4OH + NH4Cl pH 9

End. Golongan III

Filtrat + (NH4)2CO3 + NH4OH pH 9,5

End. Golongan IV

Filtrat Golongan V

Penggolongan kation seperti di atas adalah pengolongan menurut metode H2S. Metode ini disusun oleh Bergmann dan disempurnakan oleh Fresenius dan Noyes. II. Kation Golongan I (Golongan Klorida) Pereaksi golongan : HCl encer 2 M Reaksi golongan : Endapan putih PbCl2, Hg2Cl2 dan AgCl.
5

Kation golongan I membentuk klorida yang tidak larut dalam air. Akan tetapi PbCl2 agak larut dalam air sehingga ion Pb tidak pernah terendapkan dengan sempurna saat

penambahan asam klorida ke dalam sampel. Sisa ion Pb akan terendapkan secara kuatitatif dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam bersama-sama dengan kation golongan II. Bentuk nitrat kation golongan I sangat larut dalam air. Diantara bentuk sulfatnya, Pb sulfat sama sekali tidak larut, tetapi Ag sulfat sangat larut. Kelarutan merkuri(I) sulfat ada di antara kelarutan ke dua kation tersebut. Bentuk bromida dan iodida kation golongan I tidak larut dalam air. Walaupun pengendapan Pb halida tidak sempurna,

endapannya larut dengan mudah dalam air panas. Bentuk sulfida kation ini tidak larut, sementara bentuk asetatnya lebih larut. Bentuk hidroksida dan karbonatnya mengendap

dengan pereaksi yang ekivalen, kelebihan pereaksi akan menyebabkan berbagai reaksi. Terhadap ammonia, golongan I mempunyai prilaku yang berbeda-beda.

2.1 Plumbum; Pb (Ar: 207,19 g/mol) Pb adalah logam yang berwarna abu-abu kebiruan, mempunyai kerapatan yang tinggi yaitu 11,48 g/mL. Logam ini larut dengan mudah dalam asam nitrat sedang (8M) dengan membebaskan gas nitrogen yang tidak berwarna sesuai reaksi berikut: 3Pb + 8HNO3 3Pb2+ + 6 NO3- + 2NO + 4H2O

Gas akan berubah warna menjadi merah bila bercampur dengan udara karena terbentuk gas nitrogen dioksida. 2NO tdk. berwarna + O 2 2NO2 merah
7

Bila logam Pb ditambah asam nitrat pekat maka akan terbentuk lapisan film Pb nitrat di permukaan logam. Lapisan ini merupakan pelindung logam dari pelarutan lebih lanjut. Asam klorida dan asam sulfat encer tidak begitu berpengaruh pada pembentukkan Pb klorida atau Pb sulfat di permukaan logam.

Reaksi-reaksi timbal(II), Pb2+ Untuk mempelajari reaksi-reaksi ion Pb dapat dipakai larutan Pb(NO3)2 atau Pb (CH3COO)2Pb 0,25 M. 1. Asam klorida / HCl encer Dengan asam klorida yang dingin dan tidak terlalu encer, ion Pb akan membentuk endapan putih Pb klorida. Pb2+ + 2Cl PbCl2 putih

Endapan ini akan larut dalam air panas, bila didinginkan akan membentuk kristal seperti jarum. Endapan juga akan larut dalam HCl pekat atau KCl membentuk ion tetrakloroplumbat(II). PbCl2 + 2Cl- [PbCl4]2Bila endapan PbCl2 dicuci dan ditambah ammonia encer tidak ada perubahan visual yang dapat diamati karena akan terbentuk endapan Pb hidroksida yang juga berwarna putih.
PbCl2 + 2NH3 + 2H2O Pb(OH)2 + 2NH4+ + 2ClPutih

2. Hidrogen sulfida / H2S dalam suasana netral atau asam encer Dengan pereaksi in ion Pb akan membentuk endapan hitam Pb sulfida. Pb2+ + H 2S PbS + 2H+ hitam

Pengendapan tidak sempurna jika ada asam mineral dengan konsentrasi lebih dari 2 M. Oleh karena dalam reaksi ini terbentuk ion hidrogen maka sebaiknya ditambahkan larutan bufer natrium asetat. Bila ke dalam endapan PbCl2 diberikan H2S maka akan termentuk Pb sulfida yang berwarna hitam melalui reaksi pertukaran endapan. PbCl2 + H2S PbS + 2H+ + 2Clputih hitam Jika dalam reaksi dengan H2S ada sejumlah besar klorida (KCl jenuh), maka di awal reaksi akan terbentuk endapan merah Pb sulfoklorida yang akan terdekomposisi melalui pengenceran atau penambahan H2S lebih lanjut dan akan termentuk Pb sulfida. 2Pb2+ + 2H2S + 2Cl- Pb2SCl2 + 2H+ merah

10

Pb2SCl2 PbS + PbCl2 Pb2SCl2 + 2H2S PbS + 2ClBila endapan Pb sulfida ditambah asam nitrat pekat maka endapan ini akan terdekomposisi menjadi belerang yang berwarna putih.
3PbS + 8HNO3 3Pb2+ + 6NO3- + 3S + 2NO putih + 4H2O

Jika campuran dipanaskan, belerang akan dioksidasi oleh asam nitrat menjadi ion sulfat dan dengan ion Pb yang ada di larutan akan membentuk endapan putih Pb sulfat. S Pb2+ + 2HNO3 SO42- + 2H+ + 2NO + SO42- PbSO4 putih

Pb sulfida bila dipanaskan dengan H2O2 3%, maka endapan hitam akan berubah menjadi endapan putih Pb sulfat. PbS + 4H2O2 PbSO4 + 4H2O
11

3. Larutan ammonia / NH4OH Dengan larutan ammonia ion Pb akan membentuk endapan putih Pb hidroksida. Endapan ini larut dalam pereaksi yang berlebih. Pb2+ + 2NH3 + 2H2O Pb(OH)2 + 2NH4+

4. Natrium hidroksida / NaOH Dengan NaOH ion Pb membentuk endapan putih Pb hidroksida. Endapan ini larut dalam pereaksi berlebih dan membentuk tetrahiroksoplumbat(II). Pb2+ + 2OH- Pb(OH)2

Pb(OH)2 + 2OH- [Pb(OH)4]2-

Pb hidroksida bersifat amfoter. Bila hidrogen peroksida dan ammonium peroksodisulfat ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung ion kompleks di atas maka akan
12

terbentuk endapan hitam Pb dioksida dimana terjadi oksidasi dari Pb bivalen menjadi tetravalen. [Pb(OH)4]2- + H2O2 PbO2 + 2H2O + 2OH-

[Pb(OH)4]2- + S2O82- PbO2 + 2H2O + 2SO42-

5. Asam sulfat / H2SO4 encer Ion Pb akan membentuk endapan putih Pb sulfat yang tidak larut dalam pereaksi berlebih. Asam sulfat pekat panas akan melarutkan endapan membentuk Pb hidrogen sulfat. Kelarutan ini akan berkurang bila ada etanol. Pb2+ + SO42- PbSO4 + 2HSO4-

PbSO4 + H2 SO4 Pb2+

Bila Pb sulfat dipanaskan dengan natrium karbonat, maka akan terjadi reaksi pertukaran endapan dimana Pb sulfat diubah menjadi Pb karbonat yang larut dalam asam nitrat encer.
13

PbSO4 + CO32- PbCO3 PbCO3 + 2H+ Pb2+

+ SO42-

+ H2O + CO2

6. Kalium kromat / K2CrO4 dalam suasana netral, asam asetat atau larutan ammonia Dengan pereaksi ini ion Pb membentuk endapan kuning Pb kromat yang larut dalam asam nitrat dan natrium hidroksida. Pb2+ + CrO42- PbCrO4 kuning 2H+ == 2Pb2+ + Cr2O72- + 2H2O + CrO42-

2PbCrO4 +

PbCrO4 + 4OH- == [Pb(OH)4]2-

Kedua reaksi di atas dapat balik. Agar endapan Pb kromat mengendap lagi maka larutan dibufer dengan ammonia atau asam asetat.

14

7. Kalium iodida / KI Dengan KI ion Pb membentuk endapan kuning Pb iodida yang cukup larut dalam air panas membentuk larutan takberwarna. Pb2+ + 2I PbI2 kuning

Bila Pb iodida ditambah pereaksi yang lebih pekat (6 M) berlebih maka endapan akan larut membentuk ion tetraiodoplumbat (II). PbI2 + 2I- == [PbI4]2Reaksi ini dapat balik dan agar endapan terbentuk lagi maka ke dalam larutan ditambahkan air.

8. Natrium sulfit / Na2SO3 dalam larutan netral Terbentuk endapan putih Pb sulfit yang larut dalam asam nitrat encer dan natrium hidroksida encer.

15

Pb2+

+ SO32- PbSO3 putih + H2O + SO2

PbSO3 + 2H+ Pb2+

PbSO3 + 4OH- [Pb(OH)4]2- + SO329. Natrium karbonat / Na2CO3 Dengan pereaksi ini akan terbentuk endapan putih campuran dari Pb karbonat dan Pb hidroksida.
2Pb2+ + 2CO32- + H2O Pb(OH)2 + PbCO3 + CO2 putih putih

Endapan ini larut dalam asam nitrat encer juga dalam asam asetat dimana akan dihasilkan gas CO2.
Pb(OH)2 + PbCO3 + 4H+ 2Pb2+ + 3H2O + CO2

10.

Dinatrium hidrogen fosfat / Na2HPO4

Ion Pb akan membentuk endapan putih Pb fosfat yang akan larut dalam natrium hidroksida dan asam kuat seperti asam nitrat.

16

3Pb2+

+ 2HPO42-

Pb3(PO4)2 + 2H+ Putih

11.

Kalium sianida / KCN

Dengan KCN ion Pb akan membentuk endapan putih Pb sianida yang tidak larut dengan kelebihan pereaksi. Reaksi ini dapat digunakan untuk membedakan Pb2+, Hg22+ dan Ag+ yang berbeda reaksinya. Pb2+ + 2CN- Pb(CN)2 putih

2.2 Merkuri (I); Hg (Ar: 200,59 g/mol) Merkuri adalah logam cair pada suhu kamar, berwarna seperti perak dan mempunyai kerapatan 13,534 g/mL pada 25
o

C. Logam ini tidak bereaksi dengan asam klorida atau asam

sulfat encer tetapi bereaksi cepat dengan asam nitrat. Asam nitrat sedang (8M) dengan merkuri berlebih akan

menghasilkan ion merkuri(I).


17

6Hg + 8HNO3 3Hg22+ + 2NO + 6NO3- +

4H2O

Bila dengan asam nitrat pekat panas berlebih akan dihasilkan merkuri(II). 3Hg + 8HNO3 3Hg2+ + 2NO + 6NO3- + 4H2O

Dengan asam sulfat pekat panas, bila merkurinya berlebih maka akan larut membentuk merkuri(I), sedangkan bila asamnya yang berlebih akan terbentuk merkuri(II). 2Hg + 2H2SO4 Hg22+ + SO42- + SO2 + Hg + 2H2SO4 Hg2+ + SO42- + SO2 + 2H2O 2H2O

Kedua jenis ion merkuri ini sifatnya berbeda terhadap pereaksipereaksi yang digunakan dalan analisis kualitatif sehingga kedua ion ini termasuk dalam golongan yang berbeda. Reaksi-reaksi merkuri (I), Hg22+ Untuk mempelajari reaksi-reaksi ion merkuri(I) dapat dipakai larutan merkuri(I) nitrat 0,05 M.
18

1. HCl encer Dengan HCl encer ion merkuri(I) membentuk endapan putih merkuri klorida yang disebut dengan kalomel. Endapan ini tidak larut dalam asam encer. Larutan ammonia mengubah endapan menjadi campuran

merkuri(I) amidoklorida (putih) dan logam merkuri (hitam). Hg22+ + 2Cl- Hg2Cl2 putih
Hg2Cl2 + 2NH3 Hg + Hg(NH2)Cl + NH4+ + Clhitam putih

Merkuri(I) klorida larut dalam aqua regia membentuk merkuri(II) klorida yang larut dalam air.
3Hg2Cl2 + 2HNO3 + 6HCl 3HgCl2 + 2NO + 4H2O

2. H2S dalam suasana netral atau asam

19

Dengan pereaksi ini akan terbentuk endapan hitam yang merupakan campuran merkuri(II) sulfida dan logam merkuri. Hg22+ + H2S Hg + HgS + 2H+

Dengan natrium sulfida HgS akan larut (tidak untuk Hg) membentuk kompleks disulfomerkurat(II) HgS + S2- [HgS2]2-

3. NH4OH Akan terbentuk endapan hitam campuran dari logam merkuri dan merkuri(II) amidonitrat (putih).
NH2 2Hg22+ + NO3- + 4NH3 + H2O HgO.Hg + 2Hg NO3 putih hitam + 3NH4+

Reaksi ini digunakan untuk membedakan merkuri(I) dan merkuri(II).

20

4. NaOH Dengan NaOH merkuri(I) membentuk endapan hitam merkuri(I) oksida yang larut dalam asam nitrat encer. Bila dipanaskan, warna endapan akan berubah menjadi abu-abu karena terbentuk merkuri(II) oksida dan logam merkuri. Hg22+ + 2OH- Hg2O hitam Hg2O HgO + 5. K2CrO4 panas Ion merkuri(I) dengan kalium kromat akan membentuk endapan kristalin merah. Hg22+ + CrO42- Hg2CrO4 merah Hg + H2O

Dalam keadaan dingin akan terbentuk endapan amorf coklat yang bila dipanaskan berubah menjadi
21

merah.NaOH akan menyebabkan endapan menjadi merkuri(I) oksida. Hg2CrO4 + 2OH- Hg2O + CrO42- + H2O 6. KI Dengan KI yang ditambahkan secara perlahan-lahan, akan terbentuk endapan merkuri(I) iodida. Dengan pereaksi berlebih akan terbentuk ion tetraiodomerkurat dan endapan logam merkuri. Hg22+ + 2I- Hg2I2 hijau Hg

Hg2I2 + 2I- [HgI4]2- +

Bila endapan merkuri(I) iodida dipanaskan dengan air maka terjadi reaksi disproporsionasi menghasilkan endapan merah merkuri(II) iodida dan endapan logam merkuri.

22

Hg2I2 HgI2 + merah 7. Na2CO3 dingin

Hg

Akan terbentuk endapan kuning merkuri(I) karbonat yang perlahan-lahan berubah menjadi abu-abu

kehitaman karena terbentuknya merkuri(II) oksida dan logam merkuri. Hg22+ + CO32- Hg2CO3 kuning Hg + CO2

Hg2CO3 HgO +

Dekomposisi ini dipercepat dengan pemanasan

8. Na2HPO4 Akan terbentuk endapan putih merkuri(I) hidrogen fosfat. Hg22+ + HPO42- Hg2HPO4 putih

23

9. KCN Dengan KCN akan terbentuk larutan merkuri(II) sianida dan endapan logam merkuri. Merkuri(II) sianida larut dalam air namun senyawa ini tidak terdisosiasi. Hg22+ + CN- Hg(CN)2 + putih Hg

2.3 Perak; Ag (Ar: 107,868 g/mol) Perak adalah logam berwarna putih, dapat ditempa dan dibengkokkan. Logam ini mempunyai kerapatan yang tinggi yaitu 10,5 g/mL dan meleleh pada suhu 950 oC. Perak tidak larut dalam asam klorida, asam sulfat encer ataupun asam nitrat encer (2M). Dalam asam asam nitrat yang lebih pekat (8 M) atau panas dan dalam asam sulfat pekat perak akan larut dengan reaksi sebagai berikut:
6 Ag + 8HNO3 6Ag+ + 2NO + 6NO3- + 4H2O 2 Ag + 2H2SO4 2Ag+ + SO42- + SO2 + 2H2O
24

Perak membentuk ion monovalen yang tidak berwarna. Senyawa-senyawa kompleks dari perak dan perak nitrat mudah larut dalam air sedangkan perak asetat, perak nitrit dan perak sulfat kurang larut. Senyawa-senyawa perak lainnya praktis tidak larut dalam air. Perak halida sensitif terhadap cahaya sehingga oleh karena sifatnya ini perak banyak dipakai dalam dunia fotografi. Reaksi-reaksi perak(I), Ag+ Untuk mempelajari reaksi-reaksi ion perak, dapat digunakan larutan perak nitrat 0,1 M. 1.HCl Dengan asam klorida ion perak akan membentuk endapan putih. Dengan asam klorida

25

yang lebih pekat ion perak tidak akan mengendap. Akan tetapi perak klorida larut dalam asam klorida pekat membentuk senyawa kompleks dikloroargentat. Ag+ + ClCl AgCl putih == [AgCl2]air menyebabkan kesetimbangan

AgCl + Pengenceran

dengan

bergeser ke kiri sehingga endapan muncul lagi. Larutan ammonia akan melarutkan endapan membentuk senyawa kompleks diamminargentat. Penambahan asam nitrat atau asam klorida encer akan menetralkan kelebihan ammonia sehingga kesetimbangan bergeser ke kiri dan endapan muncul lagi. AgCl + 2NH3 [Ag(NH3)2]+ + 2. H2S
26

Cl-

Dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam atau netral, ion perak akan membentuk endapan hitam perak sulfida. Ag2S hitam Asam nitrat panas akan menguraikan perak sulfida 2Ag+ + H2S membentuk endapan putih belerang seperti reaksi berikut ini.
Ag2S + 8HNO3 S + 2NO + 6Ag+ + 6NO3- + 4H2O

putih

3. NH4OH Dengan pereaksi ini ion perak membentuk endapan coklat perak oksida. 2Ag+ + 2NH3 + 4H2O Ag2O + 2NH4+

Reaksi ini mencapai kesetimbangan sehingga pengendapan berlangsung tidak sempurna pada berbagai keadaan. Jika ada ammonium nitrat dalam larutan mula-mula atau jika larutan terlalu asam, maka pengendapan tidak terjadi. Endapan

27

perak oksida larut dalam pereaksi yang berlebih membentuk ion kompleks diamminargentat. Larutan ini harus segera dibuang karena jika tidak, akan terbentuk Ag3N yang mudah meledak walaupun dalam keadaan basah. Ag2O + 4NH3 4. NaOH Ion perak akan membentuk endapan coklat dengan NaOH. Bila endapan dicuci akan terjadi kesetimbangan hidrolisis. 2Ag+ + 2OH Ag2O coklat + H2O + H2O 2[Ag(NH3)2]+ + 2OH-

Endapan perak hidroksida tidak larut dalam pereaksi yang berlebih tetapi larut dalam larutan ammonia dan asam nitrat seperti ditunjukkan oleh reaksi berikut ini. Ag2O + 4NH3 Ag2O + 2H+ + H2O 2[Ag(NH3)2]+ + 2OH 2Ag+ + H2O

28

5. KI Dengan KI ion perak akan membentuk endapan kuning yang tidak larut dalam ammonia encer maupun pekat, tetapi mudah larut dalam kalium sianida dan natrium tiosulfat. Ag+ + I AgI kuning

AgI + 2CN- [Ag(CN)2]- + IAgI 6. K2CrO4 Dengan kalium kromat dalam suasana netral akan terbentuk endapan merah perak kromat. Dengan asam nitrat encer dan larutan ammonia endapan ini larut. Larutan asam akan mengubah perak kromat menjadi ion dikromat yang berwarna orange. 2Ag+ + CrO42- Ag2CrO4 merah
29

+ 2S2O32- [Ag(S2O3)2]3- + I-

2Ag2CrO4 + 2H+

4Ag+

+ Cr2O72- + H2O

Ag2CrO4 + 4NH3 2[Ag(NH3)2]+ + CrO427. KCN Dengan KCN yang ditambahkan perlahan-lahan ke dalam larutan perak nitrat akan terbentuk endapan putih perak sianida. Bila ditambahkan pereaksi yang berlebih maka endapan akan larut membentuk ion disianoargentat. Ag+ + CN- AgCN putih

AgCN + CN- [Ag(CN)2]8. Na2CO3 Ion perak akan membentuk endapan putih kekuningan perak karbonat yang bila dipanaskan akan terdekomposisi menjadi perak oksida yang berwarna coklat. 2Ag+ + CO32- Ag2CO3 putih kekuningan
30

Ag2CO3 Ag2O + CO2 coklat Endapan perak oksida akan larut dalam asam nitrat dengan membebaskan gas karbon dioksida dan larut dalam larutan ammonia. Ag2CO3 + 2H+ 2Ag+ + CO2 + H2O

Ag2CO3 + 4NH3 2[Ag(NH3)2]+ + CO329. Na2HPO4 Dengan dinatrium hidrogen sulfat, ion perak membentuk endapan kuning perak fosfat yang larut dalam asam nitrat dan larutan ammonia. 3Ag+ + HPO42- Ag3PO4 kuning

Ag3PO4 + 6NH3 3[Ag(NH3)2]+ + PO43-

31

2.4 Skema Pemisahan Kation Golongan I Larutan sampel (mengandung kation gol. I) + HCl

Filtrat (untuk ) uji kation gol.lain

Endapan + air, didihkan

Filtrat, bagi 3 untk. uji Pb2+ 1. + K2CrO4 kemudian CH3COOH encer 2. + KI, kemudian panaskan 3. + H2SO4 encer, kemudian CH3COONH4

Endapan, untk uji Hg22+ dan Ag+

+ NH4OH hangat

Filtrat, bagi 2 untk. uji Ag+ 1. + HNO3 2M 2. + beberapa tetes KI

Endapan, untk. uji Hg22+

32