Anda di halaman 1dari 49

I . PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan akan bahan pangan terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk.

Dengan kemajuan teknologi beberapa produksi pertanian masih dapat ditingkatkan melalui upaya intensifikasi pertanian. Upaya intensifikasi akhir-akhir ini juga mengalami hambatan seperti semakin kecilnya subsidi pemerintah terhadap sarana produksi pertanian (pupuk, pestisida dll). Dengan adanya krisis ekonomi yang dialami oleh negara kita sampai sekarang, dampaknya juga dirasakan oleh para petani. Di mana daya beli masyarakat tani menjadi berkurang dan ditambah lagi harga pupuk dan sarana produksi lain yang semakin tinggi. Hal ini menyebabkan petani tidak banyak menerapkan budidaya yang baik untuk meningkatkan produksinya. asalah lain dari pupuk buatan yang digunakan selama ini adalah rusaknya struktur tanah akibat pemakaian pupuk buatan yang terus menerus sehingga perkembangan akar tanaman menjadi tidak sempurna. Hal ini juga akan memberi dampak terhadap produksi tanaman yang diusahakan pada tanah yang biasa di beri pupuk buatan. !egitu juga efek sarana produksi terhadap lingkungan telah banyak dirasakan oleh masyarakat petani, penggunaan pupuk buatan yang terus menerus menyebabkan ketergantungan dan lahan mereka menjadi lebih sukar untuk diolah. "istem budidaya secara organik kini telah menampakkan hasil yang cukup signifikan pada tingkat peneliti tetapi ditingkat petani masih terbatas yang menerapkannya. !egitu juga penerapan budidaya secara hidroponik. Hidroponik

adalah teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah sebagai media tumbuhnya. "istem hidroponik pun mempunyai kelemahan dalam pembiayaan a#al dan operasinya. "ehingga hidroponik kurang berkembang dimasyarakat tani. enurut hasil laporan $rubus (%&&%) sistem hidroponik sangat mahal,

terutama untuk pemberian nutrisi tanamanannya ('& ( biaya produksi digunakan untuk hal ini). Dilain pihak produksi yang rendah disebabkan beberapa hal, yaitu banyak petani yang belum menerapkan cara budidaya yang baik, seperti penggunaan pupuk yang kurang berimbang, pera#atan yang kurang intensif dan salah perhitungan #aktu tanam. Untuk mengatasi hal-hal tersebut diatas, maka diperlukan suatu alternatif sistem budidaya pertanian pada lahan sempit dengan penggunaan kompos dalam larutan hara hidroponik untuk mengurangi penggunaan larutan hara buatan secara berlebihan. Di harapkan penggunaan larutan hara buatan menjadi berkurang atau bahkan dihilangkan, sehingga didapatkan suatu sistem budidaya secara hidroponik dengan menggunakan larutan hara alami. "alah satu sayuran yang banyak dibudidayakan dengan menggunakan sistem hidroponik adalah selada (Lactuca sativa ).). Karena, selain mudah dibudidayakan sayuran ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. "elada biasanya dikonsumsi mentah atau bisa juga dijadikan sebagai penghias hidangan.

$abel *. Kandungan +at gi+i dalam *&&& gr "elada ,at -i+i .rotein )emak Karbohidrat /a . 0e 1itamin 2 1itamin ! 1itamin / Kandungan *.% gr &.% gr %.3 gr %%.& mg %4.& mg &.4 gr *5% mg &.&6 gr 7.& gr

"umber 8 Direktorat -i+i, Departemen Kesehatan 9:, *3'3 "eiring dengan meningkatnya pengetahuan masayarakat, maka permintaan akan produk sayuran yang bebas dari bahan kimia menjadi meningkat. Karena konsumen menghendaki daun selada yang bebas racun serangga, penanaman dilakukan secara organik. $anaman tidak disemprot dengan insektisida, dan tidak diberi pupuk kimia anorganik, tetapi pupuk kandang dan air dari kolam kompos. Dalam hidroponik, kompos digunakan dalam bentuk pupuk organik cair yang mudah dimanfaatkan oleh tanaman karena unsur didalamnya sudah terurai dan tidak dalam jumlah yang terlalu banyak, sehingga cepat dimanfaatkan oleh tanaman (Direktorat "erealia dalam ;as#ir %&&<).

Dalam penelitian ini digunakan kompos 2yam. Karena, selain mudah didapatkan dan harganya murah, kompos 2yam juga mempunyai unsur hara yang cukup tinggi. "elain itu, penggunaan unsur hara buatan dalam 0ertimi= mempunyai potensi residu pada tanaman yang dapat mengganggu kesehatan manusia. "ehingga kompos 2yam diharapkan dapat menjadi bahan alternatif dalam budidaya pertanian secara hidroponik.

1.2. Tujuan penelitian $ujuan penelitian ini adalah sebagai berikut 8 > Untuk mengetahui pengaruh taraf dosis kompos 2yam yang dicampurkan kedalam larutan 0ertimi= terhadap pertumbuhan dua kulti?ar selada (Lactuca sativa ).) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan dalam pertumbuhan masingmasing kulti?ar selada (Lactuca sativa ).) Untuk mengetahui apakah terdapat terdapat interaksi antara dosis kompos 2yam dan kulti?ar selada (Lactuca sativa ).)

>

>

1.3. Hipotesis !anyaknya kompos yang diberikan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.). "etiap kulti?ar selada akan memberikan respon berbeda terhadap pemberian kompos. 2danya interaksi antara banyaknya kompos yang diberikan pada setiap kulti?ar yang akan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa L.).

II. TINJAUAN PU TA!A

2.1. i"at Botani ela#a Klasifikasi tanaman selada menurut 9ukmana (*336) adalah sebagai berikut 8 Kingdom Di?isio "ubdi?isio Kelas @rdo 0amili -enus 8 .lantae 8 "permatophyta 8 2ngiospermae 8 Dicotyledoneae 8 2sterales 8 2steraceae 8 )actuca

"pesies 8 Lactuca sativa ). !unga selada ber#arna kuning, dengan panjang &,5-*,% mm. .ada dasarnya bunga terdapat di bagian-bagian daun, tetapi makin ke atas bunga tersebut tidak muncul (2shari, *334). Daun selada relatif tipis dan terasa renyah, serta mempunyai penampilan menarik, sehingga sering dijadikan lalapan dan penghias hidangan, akan tetapi daun selada mudah busuk ("oeseno, *333). enurut 2shari (*334), tanaman selada terdiri dari beberapa jenis antara lain 8 *). "elada telur atau kropsla ?ar. capitata Aenis ini paling banyak dibudidayakan, ciri tanaman ini membentuk krop sangat padat. %). "elada umbi

?ar. longifolia daunnya roset, berbentuk silindris, lonjong atau bulat telur, tumbuh tegak dan teksturnya kasar. Aenis ini pada umumnya melipat daunnya yang berbentuk jantung. <). "elada daun atau selada keriting ?ar. crispa. 1arietas ini kurang membentuk krop, tekstur daunnya sama dengan ?ar. capitata, namun berbeda dalam kemampuan membentuk krop dan umumnya daunnya keriting. 6). "elada asparagus?ar. asparagina !ailey, biasanya di konsumsi tangkai daun, tekstur daunnya kasar, kurang baik untuk salad, jenis ini banyak ditanam di /ina.

%.2. $arat Tu%&u' $anaman selada tumbuh baik di daerah yang mempunyai udara sejuk, sehingga cocok ditanam di dataran tinggi. !ila ditanam di dataran rendah memerlukan pemeliharaan intensif dan cenderung lebih cepat berbunga dan berbiji. $anaman selada kurang tahan terhadap sinar matahari langsung, sehingga memerlukan naungan (;a+arudin, %&&&). Daerah yang cocok untuk penanaman selada pada ketinggian sekitar 4&& %&&& m dpl dan suhu rata-rata *4 B/ C %& B/, curah hujan antara *&&& - *4&& mm per tahun dan kelembaban 5& C *&& ( (.racaya, %&&%), pH yang dikehendaki tanaman selada sebaiknya netral (5,4 - '), apabila terlalu masam daun selada menjadi kuning ("uprayitna,*335).

2.3. Hi#roponik Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman yang menggunakan media tumbuh selain tanah. Dengan kata lain dapat juga dikatakan budidaya tanpa tanah (soilles culture) (Untung, %&&&). enurut )ingga (%&&&), berdasarkan media tanam yang digunakan, maka hidroponik dapat dilakukan dengan tiga metode, yaitu. *). etode kultur air. .ada metode ini, air digunakan sebagai media tanam. %). menggunakan pasir sebagai media. <). etode kultur pasir, dengan

etode kultur porous, bahan yang

digunakan antara lain kerikil, pecahan genteng dan gabus putih. enurut 9ini dan Dusdar (*333) dalam suprapto (%&&&) ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya sayuran secara hidroponik, yaitu pengelolaan tanaman dan kesehatan tempat tumbuh tanaman. .engelolaan tanaman meliputi kesesuaian komoditas yang diusahakan, kesesuaian media tumbuh yang digunakan, kesesuaian larutan nutrisi yang akan diberikan dan teknik pemeliharaan. )ingkungan tempat tumbuh meliputi larutan nutrisi dalam media tumbuh dan lingkungan sekitarnya, perlu dijaga kesehatannya untuk menghindari adanya hama serta penyakit.

2.(. Nutrisi Hi#roponik .emberian nutrisi pada tanaman dapat diberikan melalui akar dan daun.2plikasi melalui akar dapat dilakukan dengan merendam atau mengalirkan larutan pada akar tanaman. )arutan nutrisi dibuat dengan cara melarutkan garam-

mineral kedalam air. Ketika dilarutkan dalam air, garam-mineral ini akan memisahkan diri menjadi ion. .enyerapan ion-ion oleh tanaman berlangsung secara kontinue di karenakan akar-akar tanaman selalu bersentuhan dengan larutan (Danti, %&&6dalam "u#andi, 2. %&&5). ;utrisi hidroponik dibuat dengan menggabungkan hara makro dan hara mikro sesuai kebutuhan tanaman. Unsur hara makro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang banyak, terdiri atas /, H, @, ;, ., K, /a, g dan ". 2pabila tanaman kekurangan unsur hara makro akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman (Harjo#igeno,%&&<). Unsur hara mikro adalah unsur hara yang diperlukan oleh tanaman tetapi dalam jumlah sedikit. Unsur hara mikro ini mutlak dibutuhkan oleh tanaman. Aika kekurangan unsur hara mikro ini maka tanaman tidak akan tumbuh dengan optimal. Aenis unsur hara mikro ini adalah n, /u, 0e, o, ,n, ! ()ingga, %&&%).

2.). Nutrisi Hi#roponik *erti%i+ 0ertimi= adalah nutrisi hidroponik yang diramu dari bahan-bahan yang berkualitas tinggi. "emua bahan yang digunakan adalah water soluble gradesehingga sangat cocok untuk diterapkan dengan sistem irigasi tetes atau rakit apung. 0ertimi= dikemas dalam bentuk yang praktis dan ekonomis, dengan unsur hara makro dan mikro didalamnya yang cukup lengkap. 0ertimi= dikemas dalam bentuk paket yang terbagi menjadi dua sak, yaitu 2 dan ! dan dalam bentuk padat (crystal dan po#der). 2dapun komposisi bahan yang terdapat dalam fertimi= ada dalam tabel % berikut8

$abel %. Kandungan Unsur Hara dalam E0ertimi=E "ak 2 Unsur hara /a (;@<)% 0e-HGGD$2 *% ( ! K;@< K%.@6 mg"@6 K%"@6 mn"@6 +n"@6 !ora= cu"@6 ;atrium olybdenum Aumlah (gr F 4&&& )) 674& 75 66%& *<5& *%<& %37 6.% 4.6 *6.< &.36 &.36 &.<%

2.,. !o%pos

!ahan dasar pupuk organik, dapat diperoleh dari kompos, pupuk kandang maupun limbah pertanian seperti8 jerami dan sekam padi, kulit kacang tanah, ampas tebu, batang jagung, sampah dapur atau pun bahan-bahan hijauan lainnya. Kotoran ternak yang banyak dimanfaatkan adalah kotoran sapi, kerbau, kambing, ayam, itik, babi, kuda dan lain-lain. Disamping itu dengan berkembangnya pemukiman, perkotaan dan industri maka bahan dasar kompos makin beraneka ragam. !ahan yang banyak dimanfaatkan antara lain8 tinja, limbah cair, sampah kota dan pemukiman ("utanto, %&&%). )ingga, (*33*) dalam ;as#ir, (%&&<) melaporkan bah#a jenis dan kandungan hara yang terdapat pada beberapa kotoran ternak padat dan cair dapat dilihat pada $abel < berikut8

$able <. Aenis dan kandungan +at hara pada beberapa kotoran ternak padat dan cair Na%a ternak #an &entuk kotorann$a Kuda Cpadat Kuda Ccair Kerbau Cpadat Kerbau Ccair "api Cpadat "api Ccair Kambing Cpadat Kambing Ccair Domba Cpadat Domba Ccair !abi C padat Nitrogen -./ &.44 *.6& &.5& *.&& &.6& *.&& &.5& *.4& &.'4 *.<4 &.34 *os"or -./ &.<& &.&% &.<& &.*4 &.%& &.4& &.<& &.*< &.4& &.&4 &.<4 !aliu% -./ &.6& *.5& &.<6 *.4& &.*& *.4& &.*' *.7& &.64 %.*& &.6& Air -./ '4 3& 74 3% 74 3% 5& 74 5& 74 7&

!abi Ccair 2yam Cpadat dan cair "umber 8 )ingga, *33* enurut "utanto

&.6& *.&&

&.*& &.7&

&.64 &.6&

7' 44

(%&&&),

.engomposan

dipengaruhi

oleh

faktor

kelembaban, sirkulasi udara (aerasi), penghalusan dan pencampuran bahan, nisbah /F;, nilai pH dan suhu. .roses penguraian bahan organik menjadi kompos terjadi dengan bantuan bakteri Untuk membantu proses pembuatan kompos dapat digunakan berbagai mikroba yang tersedia dalam berbagai bentuk merk dagang antara lain G -6. Kompos yang diperoleh dapat digunakan setelah mengalami proses fermentasi selama 6-' hari atau setelah suhu kompos tidak tinggi dan tidak berbau lagi. "ebagai sumber energi atau makanan bakteri, pada tahap a#al sebelum proses fermentasi diperlukan molase (tetes tebu). olase ini dapat

diganti dengan menggunakan gula merah atau gula putih (:ndriani, %&&6).

2.0. Ele1tri1al 2on#u1ti3it$ -E2/ )arutan hidroponik harus mempertimbangkan nilai G/ (Glectrical /onducti?ity) yaitu daya hantar listrik dari suatu larutan, daya hantar listrik meningkatkan kandungan ion-ion dalam suatu larutan menjadi tinggi. Dengan demikian G/ menunjukkan kepekatan dalam suatu larutan. .enurunan kepekatan ini dapat dilihat dengan menggunakan alat yang disebut G/ meter. G/ meter ini penting peranannya karena dapat dengan cepat memantau tinggi rendahnya kepekatan bahan kimia dalam suatu larutan. )arutan ini harus terus dipantau kepekatannya. Kalau turun, itu berarti tanaman sudah berhasil menyerap unsur

kimia yang terkandung didalamnya. .enurunan kepekatan juga dapat timbul kalau matahari bersinar cerah tetapi kelembaban udara masih tinggi. Daya serap tanaman akan meningkat dan menghabiskan unsur makanan lebih cepat sehingga, kepekatan larutan pun akan turun dengan cepat pula. Aika itu terjadi maka, kepekatan larutan harus dinaikkan dengan cepat ("oeseno, *333). G/ diukur dalam satuan m"Fcm, nilai G/ dapat juga diberikan dalam u"Fcm dimana * m"Fcm H *&&& ppm (###. ;ieukoopb?. /om, %&&').

III. BAHAN DAN 4ET5DE

3.1. 6aktu #an Te%pat .enelitian ini dilaksanakan bulan 2gustus-@ktober %&&'. !erlokasi di rumah plastik (-reen House) kebun percobaan jurusan !udidaya .ertanian, 0akultas 2gribisnis dan $eknologi .angan, Uni?ersitas Djuanda, /ia#i, !ogor. .ada ketinggian 4<& m dpl dan curah hujan <4%3,4 mm pertahun (Kecamatan /ia#i, %&&').

3.2. Ba'an #an Alat !ahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah selada kulti?ar New grand rapid dan kulti?ar Chia tai seed, media semai rock#ool, kompos ayam, larutan nutrisi anorganik 0ertimi=, Gm-6, gula pasir dan air. "edangkan alat yang digunakan adalah bak tanaman, styrofoam, penggaris, timbangan (2/". /ompact multi-purpose balance-!/ 4&&, /apacity 4&& g = &.* g), gelas ukur, pinset, pisau cutter, G/ meter (2d#a, 2D-%&6 m"), pH meter ( erk Kga2, Aerman), termometer dan hygrometer (Haar-"ynth.Hygro. -ermany) dan drum #adah larutan.

3.3. 4eto#e Penelitian .enelitian dilaksanakan dengan percobaan faktorial menggunakan rancangan acak lengkap (92)). .ercobaan ini terdiri atas dua faktor. 0aktor

pertama adalah kulti?ar tanaman selada (Lactuca sativa ).) yang terdiri atas dua kulti?ar yaitu8

K* H Kulti?ar * (New grand rapid) K% H Kulti?ar % (Chia tai seed) 0aktor kedua adalah kombinasi larutan hara yang terdiri dari lima taraf yaitu8 $& H Kontrol ()arutan nutrisi 0ertimi= sesuai dosis anjuran %&&& ppm) $* H )arutan nutrisi 0ertimi= *4&& ppm I larutan kompos 4&& ppm $% H )arutan nutrisi 0ertimi= *&&& ppm I larutan kompos *&&& ppm $< H )arutan nutrisi 0ertimi= 4&& ppm I larutan kompos *4&& ppm $6 H )arutan kompos %&&& ppm Dari dua faktor diatas maka terdapat *& kombinasi perlakuan. "etiap perlakuan terdiri dari 6 ulangan. "ehingga, terdapat 6& satuan percobaan. "etiap satuan percobaan terdiri atas < tanaman sehingga seluruhnya terdapat *%& satuan amatan (denah, lihat gambar lampiran %6).

2dapun model statistik yang digunakan dalam penelitian8 Dijk i j k J H J I Ki I .i I (K.)ij I K ijk

H $araf dari komposisi nutrisi H $araf dari faktor kulti?ar H Ulangan H ;ilai tengah populasi (rata-rata sesungguhnya)

Ki .i

H ;ilai pengamatan dari taraf ke-i komposisi nutrisi kompos H ;ilai pengamatan dari taraf ke-j kulti?ar

(K.)ij H .engaruh interaksi taraf ke-i dari faktor komposisi dan taraf ke-j faktor kulti?ar K ijk ke-ij H .engaruh galat pada ulangan ke-k yang mendapat kombinasi perlakuan

Data dari setiap percobaan akan di analisis dengan sidik ragam (uji 0). Aika terdapat pengaruh nyata maka akan dilakukan uji !eda ;yata Aujur (!;A) dengan L4 (.

3.(. Pelaksanaan Per1o&aan <.6.*. .ersemaian edia semai yang dipakai adalah rockwool yang dipotong dengan ukuran %,4 = %,4 = %,4 cm dan disusun di atas baki plastik. $iap media semai ditanami satu benih selada, kemudian media semai disiram dengan air bersih sampai basah. $empat persemaian ditutup dengan baki plastik selama M %6 jam untuk mempercepat perkecambahannya. "etelah benih berkecambah, baki plastik penutup dibuka dan persemaian dibiarkan terkena sinar matahari. .osisi #adah semai di putar seperlunya untuk menghindari agar tanaman tidak tumbuh condong ke satu arah. "etelah bibit berumur 4 hari, bibit siap dipindah tanam ke dalam sistem hidroponik rakit apung.

<.6.%. .embuatan Kompos !ahan-bahan kompos (pupuk kandang ayam, gula pasir, G -6, !ekatul dan air secukupnya) diaduk rata, kemudian disimpan dalam bak plastik yang telah

disediakan, ditutupi plastik dan diperciki air sampai lembab (tetapi tidak basah atau tergenang air). Hasil adukan dibolak-balik dan disiram setiap < hari sekali agar suhu dan kelembaban tetap terjaga. .engomposan tersebut dilakukan selama M % minggu agar mengalami penguraian oleh bakteri, dengan demikian kompos tersebut menjadi matang. Kemudian kompos diayak untuk memisahkan kompos dengan bahan yang tidak berguna seperti batang kayu, rumput dan bahan-bahan lain yang tidak dapat hancur oleh bakteri. .embuatan larutan kompos dilakukan dengan cara mencampur 4 kg bahan kompos dengan 4 liter air kemudian diperas dan disaring untuk memperoleh pekatan kompos. Untuk mengetahui berapa larutan kompos ayam yang dibutuhkan untuk * liter media tanam adalah dengan menggunakan G/ meter. "kala * pada G/ meter menunjukan bah#a kandungan +at didalam larutan tersebut adalah *&&& ppm. Dalam penelitian ini digunakan %&&& ppm, itu berarti skala yang digunakan adalah % dalam skala G/ meter. Dari hasil pengukuran menggunakan G/ meter diketahui, untuk memperoleh * liter larutan media tanam, larutkan %&& ml F ) untuk kandungan %&&& ppm (*&& ( kompos), *4& ml F ) untuk kandungan *4&& ppm ('4 ( kompos), *&& ml F ) untuk *&&& ppm (4& ( kompos), 4& ml F ) untuk 4&& ppm (%4 ( kompos).

<.6.<. .embuatan ;utrisi (0ertimi=) .embuatan larutan nutrisi dilakukan dengan membuat larutan pekat terlebih dahulu. Disiapkan dua buah #adah yang mempunyai ?olume 4 liter, masing-masing diberi tanda 2 dan !. $iap ember diisi air, masing-masing sebanyak %.4 liter. ;utrisi kantong 2 dimasukkan ke dalam ember 2 lalu diaduk

hingga larut dan ditambah air sampai menjadi 4 liter. ;utrisi paket ! dimasukkan ke ember ! lalu diaduk hingga larut dan di tambah air sampai menjadi 4 liter. .embuatan larutan siap pakai dilakukan dengan cara melarutkan masingmasing 4 cc larutan 2 dan ! ke dalam * liter air untuk kandungan %&&& ppm 0ertimi= (*&& ( 0ertimi=), <,%4 ml larutan 2 dan ! untuk kandungan *4&& ppm ('4 ( 0ertimi=), %,4 ml larutan 2 dan ! untuk kandungan *&&& ppm (4& ( 0ertimi=) dan *,%4 ml larutan 2 dan ! untuk kandungan 4&& ppm (%4 ( 0ertimi=). "etelah itu, larutan diukur derajat kemasamannya dengan menggunakan pH meter.

<.6.6. .enanaman .enanaman dilakukan pada baki plastik yang berukuran 4& = %4 = %4 cm. !aki tanam diisi dengan larutan nutrisi siap pakai sesuai dengan perlakuan sebanyak 5 liter, kemudian bibit ditanam dengan menggunakan "tyrofoam agar mengapung. )embar "tyrofoam (ukuran 63 = %6 = % cm) dilubangi sebanyak < lubang dengan ukuran *.4 = *.4 cm. "etiap satu lubang ditanami satu bibit.

<.6.4. .emeliharaan .emeliharaan meliputi pengangkatan styrofoam yang dilakukan < hari sekali, pengendalian hama penyakit dan pengukuran suhu dan kelembaban yang dilakukan < kali sehari yaitu pada pagi, siang dan sore hari. .engangkatan styrofoam dilakukan agar oksigen dapat masuk ke dalam air. "ehingga tanaman dapat menyerap oksigen terutama di daerah perakaran yang terendam air. Hama yang menyerang umumnya adalah belalang. Hama belalang

ini di kendalikan dengan cara manual, yaitu diambil dengan menggunakan tangan kemudian dibunuh. .enyakit yang menyerang tanaman relatif tidak ada sehingga tidak memerlukan pengendalian.

3.). Peu&a' $ang #ia%ati

$inggi tanaman8 pada umur 4, *&, *4, %&, %4, <& dan <4 hari setelah tanam (H"$). Dilakukan pengukuran tinggi tanaman. .engamatan ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan tanaman. !agian yang di ukur mulai dari pangkal batang sampai pada bagian yang tertinggi dari tanaman.

!anyaknya daun8 pada umur 4, *&, *4, %&, %4 dan <& H"$ dilakukan perhitungan banyaknya daun. Kotiledon dan kuncup daun yang belum mekar sempurna tidak dihitung.

.anjang akar8 pada umur *&, %&, <& dan <4 H"$ dilakukan pengukuran panjang akar. .anjang akar di ukur mulai dari pangkal batang di bagian ba#ah styrofoam sampai ujung akar.

!obot basah pucuk8 dilakukan saat panen (%4 H"$). !obot basah akar 8 dilakukan saat panen (%4 H"$) !obot basah brangkasan 8 dilakukan saat panen (%4 H"$) !obot kering pucuk8 pengeringan dilakukan dalam o?en selama % = %6 jam pada suhu 7& B/.

!obot kering akar 8 pengeringan dilakukan dalam o?en selama % = %6 jam pada suhu 7& B/.

!obot kering brangkasan 8 pengeringan dilakukan dalam o?en selama % = %6 jam pada suhu 7& B/.

BAB I7. HA IL DAN PE4BAHA AN

(.1. !on#isi U%u% "ecara umum, suhu rata-rata didalam -reen House pada saat penelitian tinggi, yaitu <*,&3 B /. Hal itu dikarenakan saat penanaman dilakukan pada musim kemarau. 9ata-rata suhu pada pada pagi hari (&'.&& N:!) %7,% B /, siang (*%.&& N:!) <',7 B / dan pada sore hari (*'.&& N:!) %7,4 B /. Kelembaban udara pada pagi hari (&'.&& N:!) 53,'5 (, siang hari (*%.&& N:!) 4&,77 ( dan pada sore hari (*'.&& N:!) 53,34 ( (lihat lampiran). Kemasaman larutan nutrisi dalam bak nutrisi sekitar 5,3 C ',4. .ertumbuhan tanaman selada selama persemaian cukup baik dan merata. Hal itu bisa di lihat dari presentase tumbuhnya yang mencapai 34 (. Hama yang menyerang pada saat penelitian adalah hama belalang. .engendalian hama tersebut dilakukan dengan cara manual yaitu mengambilnya menggunakan tangan kemudian dimusnahkan. .enyakit yang menyerang tanaman pada saat penelitian tidak ada.

(.2. Hasil Penelitian (.2.1. Tinggi Tana%an -rafik rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman selada dapat dilihat pada gambar *. Hasil pengukuran rata-rata tinggi tanaman selada umur 4 sampai dengan %4 H"$ dapat dilihat pada $abel 6, sedangkan tinggi tanaman selada masing-masing kulti?ar pada umur 4 H"$, *& H"$, *4 H"$, %& H"$ dan %4 H"$ dapat dilihat pada $abel 4, sementara hasil sidik ragam disajikan pada $abel )ampiran *, %, <, 6, dan 4. Hasil sidik ragam menunjukkan bah#a antara komposisi nutrisi dan kulti?ar terdapat interaksi pada umur 4, *&, %& dan %4 H"$. $etapi pada umur *4 H"$ tidak terdapat interaksi.

-ambar * 8 -rafik 9ata-rata $inggi $anaman

$abel 6. 9ata-rata tinggi tanaman selada umur 4 H"$ sampai dengan %4 H"$ .erlakuan 4 H"$ 9ata-rata $inggi $anaman "elada (cm) *& H"$ *4 H"$ %& H"$ %4 H"$

Komposisi ;utrisi $& $* $% $< $6 Kulti?ar K* K% :nteraksi 6.&*5 <.3 <.564 <.433 <.%47 <.63* <.7'5 O 4.73* 4.57< 6.7' 6.<55 6.%6* 6.753 4.&4< OO *&.44 a *5.%55 *4.35% *<.*'6 *&.764 7.7*% *<.436 *%.6%3 OO %<.'% %<.5&6 *7.647 *%.334 **.77' *3.<6< *5.3%< OO

*&.<4< a 7.7 ab

'.*6* bc 5.<*% c 7.5'< 7.473 tn

Keterangan 8 ;ilai rata-rata pada kolom yang sama diikuti huruf yang sama, menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji !;A taraf 4 ( tn 8 $idak ;yata O 8 ;yata OO 8 "angat ;yata $abel 4. 9ata-rata tinggi tanaman selada umur 4 H"$, *& H"$, *4 H"$, %& H"$ dan %4 H"$. ;& Umur .erlakuan Kulti?ar * 4 H"$ K* K% % *& H"$ < *4 H"$ 6 %& H"$ K* K% K* K% K* K% $& 6.<47 4.5<< 5.*4 *&.5%4 *&.6'4 *5.5*5 a a ab a $* 6.&'4 ab 4.'<< 4.5<< *&.655 *&.%6* *5.<7< a ab ab Komposisi ;utrisi $% $< <.%3* de 6.*<< de 6.5 5.7<< '.64 *&.647 d **.%<< c cd $6 <.*&7 e <.56* e 6.<4 4.36* 5.57< 7.347 e 7.555 e de <.5'4 bcd <.'%4 bcd <.547 bcd 4.%&7 bc 6.4<< cd 3.4 7.* *4.447 b *&.'3* cd

<.5<<bcde <.3&7 abc <.6&7 cde

*4.3*5 ab *4.46* b

4 %4 H"$

K* K%

%6.%'4 a %<.*55 a

%6.<<< a %%.7'4 a

%%.555 a *6.%4 b

*%.'&7 b *<.%7< b

*%.'<< b **.&6* b

Keterangan 8 ;ilai rata-rata pada kolom yang sama diikuti huruf yang sama, menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji !;A taraf 4 ( tn 8 $idak ;yata O 8 ;yata OO 8 "angat ;yata

.ada umur 4 H"$, antara komposisi nutrisi dan kulti?ar terdapat interaksi. Kulti?ar ;e# -reen 9apid yang diberi komposisi $& (larutan nutrisi 0ertimi= %&&& ppm), $* (larutan nutrisi 0ertimi= *4&& ppm I larutan kompos 2yam 4&& ppm) dan $% (larutan nutrisi 0ertimi= *&&& ppm I larutan kompos 2yam *&&& ppm) nyata lebih tinggi dibanding yang diberi komposisi $< (larutan nutrisi 0ertimi= 4&& ppm I larutan kompos 2yam *4&& ppm) dan $6 (larutan nutrisi kompos 2yam %&&& ppm). .ada kulti?ar /hia $ai "eed yang diberi komposisi $& (larutan nutrisi 0ertimi= %&&& ppm) nyata lebih tinggi dibanding yang diberi komposisi $% (larutan nutrisi 0ertimi= *&&& ppm I larutan kompos 2yam *&&& ppm) $< (larutan nutrisi 0ertimi= 4&& ppm I larutan kompos 2yam *4&& ppm) dan $6 (larutan nutrisi kompos 2yam %&&& ppm). .ada komposisi $% (larutan nutrisi 0ertimi= *&&& ppm I larutan kompos 2yam *&&& ppm), $< (larutan nutrisi 0ertimi= 4&& ppm I larutan kompos 2yam *4&& ppm), $6 (larutan nutrisi kompos 2yam %&&& ppm), kulti?ar ;e# -reen 9apid nyata lebih tinggi dibanding kulti?ar /hia $ai "eed.

.ada umur *& H"$, antara komposisi nutrisi dan kulti?ar terdapat interaksi. Kulti?ar ;e# -reen 9apid yang diberi komposisi $&, $* dan $% nyata lebih tinggi dibanding $< dan $6. .ada kulti?ar /hia $ai "eed yang diberi komposisi $& dan $* nyata lebih tinggi dibanding yang diberi komposisi $%, $< dan $6. Kulti?ar ;e# -reen 9apid pada taraf $% nyata lebih tinggi dibanding kulti?ar /hia $ai "eed pada taraf $%. .ada umur *4 H"$, antara komposisi nutrisi dan kulti?ar tidak terdapat interaksi. .erlakuan yang diberi komposisi $& dan $* nyata lebih tinggi di banding yang diberi nutrisi $%, $< dan $6. "edangkan, komposisi $% nyata lebih tinggi dibanding $< dan $6. .ada umur %& H"$, antara komposisi nutrisi dan kulti?ar terdapat interaksi. Kulti?ar ;e# -reen 9apid yang diberi komposisi $& dan $* nyata lebih tinggi dibanding yang diberi komposisi $%, $< dan $6. $araf $% nyata lebih tinggi dibanding $< dan $6 dan taraf $< nyata lebih tinggi dibanding yang diberi komposisi $6. .ada kulti?ar /hia $ai "eed yang diberi komposisi $& dan $* nyata lebih tinggi dibanding yang diberi komposisi $%, $< dan $6. $araf $% dan $< nyata lebih tinggi dibanding $6. .ada taraf $<, kulti?ar /hia $ai "eed nyata lebih tinggi dibanding kulti?ar ;e# -reen 9apid. .ada taraf $6, kulti?ar ;e# -reen 9apid nyata lebih tinggi dibanding kulti?ar /hia $ai "eed. .ada umur %4 H"$, antara komposisi nutrisi dan kulti?ar terdapat interaksi. Kulti?ar ;e# -reen 9apid yang diberi komposisi $&, $* dan $% nyata lebih tinggi dibanding yang diberi komposisi $< dan $6. .ada kulti?ar /hia $ai "eed yang diberi komposisi $& dan $* nyata lebih tinggi dibanding yang diberi

komposisi $%, $< dan$6. .ada taraf $%, kulti?ar ;e# -reen 9apid nyata lebih tinggi dibanding kulti?ar /hia $ai "eed. .ada gambar * -rafik rata-rata tinggi tanaman, dapat dilihat bah#a ratarata tinggi tanaman dari umur 4 H"$ sampai dengan %4 H"$ cenderung bergerak naik.

(.2.2. Ju%la' Daun -rafik rata-rata jumlah daun dapat dilihat pada gambar %. "edangkan, hasil rata-rata jumlah daun dapat dilihat pada $abel 5 dan hasil pengukuran jumlah daun masing-masing kulti?ar tanaman selada umur 4 H"$, *& H"$, *4 H"$ %& H"$ dan %4 H"$ dapat dilihat pada $abel '. "ementara hasil sidik ragam disajikan pada $abel )ampiran 5, ', 7, 3, dan *&. Dari hasil sidik ragam pada umur 4, *&, *4, %& dan %4 H"$ menunjukkan bah#a antara komposisi nutrisi dan kulti?ar tidak terdapat interaksi.

-ambar % 8 -rafik 9ata-rata Aumlah Daun

$abel 5. 9ata-rata Aumlah Daun $anaman "elada umur 4 H"$ sampai dengan %4 H"$ .erlakuan 4 H"$ Komposisi ;utrisi $& $* $% $< $6 Kulti?ar K* K% :nteraksi % *.347 *.3*5 % *.3*5 *.3*5 b % tn a <.633 <.46* <.<'6 <.*55 <.%3* <.<63 <.<33 tn 4.633 4.46* a a '.7<< '.7'4 a a **.*%6 **.'63 a a 9ata-rata Aumlah Daun $anaman "elada ()embar) *& H"$ *4 H"$ %& H"$ %4 H"$

4.*%4 ab 6.3*5 6.'3* 4.**5 4.%<< tn b b

'.<<< ab 5.'&7 b 5.<'6 b '.*63 '.%33 tn

*&.46* ab 3.&7< 7.'&7 *&.&63 *&.6<< tn b b

Keterangan 8 ;ilai rata-rata pada kolom yang sama diikuti huruf yang sama, menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji !;A taraf 4 ( tn 8 $idak ;yata O 8 ;yata

OO 8 "angat ;yata

$abel '. 9ata-rata Aumlah Daun $anaman "elada pada Umur 4 H"$, *& H"$, *4 H"$, %& H"$ dan %4 H"$ ;& * % < 6 4 Umur 4 H"$ *& H"$ *4 H"$ %& H"$ %4 H"$ .erlakuan Kulti?ar K* % K% K* K% K* K% K* K% K* K% $& $* *.3*5 % <.4 <.47< 4.4 4.47< '.'4 7 **.47< **.3*5 Komposisi ;utrisi $% *.7<< % <.6*5 <.<<< 4.%4 4 '.<<< '.<<< *&.7<< *&.%4 $< % % <.*55 <.*55 6.7<< 4 5.47< 5.7<< 7.6*5 3.'4 $6 *.7<< % <.%4 <.<<< 6.555 6.3*5 5.<<< 5.6*5 7.4 7.3*5

% <.6*5 <.47< 4.<<< 4.555 '.'4 '.3*5 *&.3*5 **.<<<

Keterangan 8 ;ilai rata-rata pada kolom yang sama diikuti huruf yang sama, menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji !;A taraf 4 ( tn 8 $idak ;yata O 8 ;yata OO 8 "angat ;yata

.ada umur 4 H"$ tidak terdapat interaksi, perbedaan kulti?ar mengakibatkan perbedaan pada jumlah daun. Kulti?ar /hia $ai "eed nyata lebih banyak jumlah daunnya di banding kulti?ar ;e# -reen 9apid.

.ada umur *4 H"$, antara komposisi nutrisi dan kulti?ar tidak terdapat interaksi. .erlakuan yang diberi komposisi $& dan $* nyata lebih banyak jumlah daunnya dibanding yang diberi komposisi $< dan $6. .ada umur %& H"$ dan %4 H"$, antara komposisi nutrisi dan kulti?ar tidak terdapat interaksi. .erlakuan yang diberi komposisi $& dan $* nyata lebih banyak jumlah daunnya dibanding yang diberi komposisi $6. .ada gambar %, -rafik rata-rata jumlah daun memperlihatkan bah#a semakin bertambah umur tanaman, maka jumlah daun semakin meningkat.

(.2.3. Panjang Akar -rafik rata-rata panjang akar dapat dilihat pada gambar <. "edangkan, hasil pengukuran rata-rata panjang akar dapat dilhat pada $abel 7 dan hasil pengukuran panjang akar masing-masing kulti?ar dapat di lihat pada $abel 3. "ementara hasil sidik ragam di sajikan pada $abel )ampiran **, *% dan *<. Hasil "idik 9agam pada umur *&, %& dan %4 H"$ menunjukkan antara komposisi nutrisi dan kulti?ar terdapat interaksi pada umur %& H"$. $etapi pada umur *& dan %4 H"$ tidak terdapat interaksi.

-ambar < 8 -rafik 9ata-rata .anjang 2kar

$abel 7. 9ata-rata panjang akar umur *& H"$ sampai dengan %4 H"$ .erlakuan Komposisi ;utrisi $& $* $% $< $6 Kulti?ar K* K% :nteraksi 7.<'6 a 6.6<' b 6.&5% b <.4% b <.&% b 6.<<< b 4.&<< a tn *5.7'6 **.55 4.&7< 4.'' 6.%%* 7.5'6 7.''* OO *3.&% a *%.'%7 b 5.6<' c 7.&5% bc 4.&53 c *&.%*5 *&.<* tn 9ata-rata .anjang 2kar $anaman "elada (cm) *& H"$ %& H"$ %4 H"$

Keterangan 8 ;ilai rata-rata pada kolom yang sama diikuti huruf yang sama, menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji !;A taraf 4 ( tn 8 $idak ;yata O 8 ;yata OO 8 "angat ;yata

$abel 3. 9ata-rata .anjang 2kar umur *& H"$, %& H"$ dan %4 H"$ ;& Umur * % < *& H"$ %& H"$ %4 H"$ .erlakuan Kulti?ar $& K* '.555 K% K* K% K* K% 3.&7< $* 6 6.7'4 Komposisi ;utrisi $% 6.%&7 <.3*5 b 5.6*5 7.%4 6.5%4 c $< <.&7< <.347 4.7'4 7.%4 '.7'4 cd 4.555 $6 %.'&7 <.<<< cd <.*55 d cd 4.%'' cd <.6*5 5.'%%

*'.*55 a *&.'4 *3.<'4 *7.555 **.'3* *<.555

*5.47< a *%.47< b <.'4

Keterangan 8 ;ilai rata-rata pada kolom yang sama diikuti huruf yang sama, menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji !;A taraf 4 ( tn 8 $idak ;yata O 8 ;yata OO 8 "angat ;yata

.ada umur *& H"$, antara komposisi nutrisi dan kulti?ar tidak terdapat interaksi. .erlakuan yang diberi komposisi $& nyata lebih panjang akarnya dibanding yang diberi komposisi $*, $%, $< dan $6. Kulti?ar /hia $ai "eed nyata lebih panjang akarnya dibanding kulti?ar ;e# -reen 9apid.

.ada umur %& H"$, terdapat interaksi antara komposisi nutrisi dan kulti?ar. Kulti?ar ;e# -reen 9apid yang diberi komposisi $& nyata lebih panjang akarnya dibanding yang diberi komposisi $*, $%, $< dan $6. $araf $* nyata lebih panjang akarnya dibanding yang diberi komposisi $%,$< dan $6. "edangkan, taraf $% dan $< nyata lebih panjang akarnya dibanding yang diberi komposisi $6. .ada kulti?ar /hia $ai "eed yang diberi komposisi $& nyata lebih panjang akarnya dibanding yang diberi komposisi $*, $%, $< dan $6. $araf $* nyata lebih panjang akarnya dibanding yang diberi komposisi $%, $< dan $6 dan taraf $< nyata lebih panjang akarnya dibanding taraf $% dan $6. .ada taraf $%, kulti?ar ;e# -reen 9apid nyata lebih panjang akarnya dibanding kulti?ar /hia $ai "eed. .ada umur %4 H"$, antara komposisi nutrisi dan kulti?ar tidak terdapat interaksi. .erlakuan yang diberi komposisi $& nyata lebih panjang akarnya dibanding yang diberi komposisi $*, $%, $< dan $6. $araf $* nyata lebih panjang akarnya dibanding yang diberi komposisi $%, $< dan $6. .ada gambar <, dapat dilihat bah#a pertumbuhan akar cenderung meningkat seiring dengan pertambahan hari penanaman.

(.2.). Bo&ot Basa' 6.%.4.*. !obot !asah .ucuk (!!.), !obot !asah 2kar (!!2) dan !obot !asah !rangkasan (!!!) -rafik bobot basah tanaman selada dapat dilihat pada gambar 6. "edangkan, hasil rata-rata bobot basah tanaman selada dapat dilihat pada $abel *& dan hasil pengukuran bobot basah tanaman selada (!obot !asah Daun, !obot !asah 2kar dan !obot !asah !rangkasan) masing-masing kulti?ar dapat dilihat

pada $abel **. "ementara hasil sidik ragam disajikan pada $abel )ampiran *6, *4 dan *5. Hasil sidik ragam menunjukkan antara komposisi nutrisi dan kulti?ar terdapat interaksi pada !!2 dan !!!. $etapi, pada !!. tidak terdapat interaksi.

-ambar 6 8 -rafik 9ata-rata !obot !asah "elada

$abel *&. 9ata-rata !obot !asah .ucuk, !obot !asah 2kar dan !obot !asah !rangkasan .erlakuan Komposisi ;utrisi $& $* $% $< $6 63.3% 5&.*%6 <6.<6 *'.35% *6.*4 *'.65% a *'.%'3 a *&.6'3 b **.546 ab 7.5' b 55.<7< ''.6&< 66.7% %3.5*5 %%.7%6 9ata-rata !obot !asah $anaman "elada (cm) !!. !!2 !!!

Kulti?ar K* K% :nteraksi <6.<77 <4.7*< OO *<.*'* *<.&65 tn 6'.45 67.75 OO

Keterangan 8 ;ilai rata-rata pada kolom yang sama diikuti huruf yang sama, menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji !;A taraf 4 ( tn 8 $idak ;yata O 8 ;yata OO 8 "angat ;yata

$abel **. 9ata-rata !obot !asah .ucuk, !obot !asah 2kar dan !obot !asah !rangkasan ;& Umur .erlakuan Kulti?ar * % < !!. !!2 !!! K* K% K* K% K* K% 4&.34 *3.647 *4.655 55.<4 55.6*5 ab ab $& 65.73* ab ab $* 56.5&7 a *5.&4 *7.4&7 7<.**5 a Komposisi ;utrisi $% %4.54 *%.&4 7.3&7 $< cd %%.4<< d *&.4'4 *%.'<< $6 *%.37< d *4.<%4 d '.'%4 3.5*5 %&.'&7 d 44.56* ab 6<.&<< bc *<.<3* d

'*.53* ab 44.&7< bc %<.355 d

<6.447 cd <4.%55 cd %6.36* d

Keterangan 8 ;ilai rata-rata pada kolom yang sama diikuti huruf yang sama, menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji !;A taraf 4 ( tn 8 $idak ;yata

O 8 ;yata OO 8 "angat ;yata

.ada bobot basah pucuk, antara komposisi nutrisi dan kulti?ar terdapat interaksi. Kulti?ar ;e# -reen 9apid yang diberi komposisi $&, $* dan $% nyata lebih berat bobot basah pucuknya dibanding yang diberi komposisi $< dan $6. .ada kulti?ar /hia $ai "eed yang diberi komposisi $& dan $* nyata lebih berat bobot basah pucuknya dibanding yang diberi komposisi $%, $< dan $6. .ada taraf $%, kulti?ar ;e# -reen 9apid nyata lebih berat bobot basah pucuknya dibanding kulti?ar /hia $ai "eed. !erbeda pada bobot basah pucuk, bobot basah akar tidak terdapat interaksi. .ada bobot basah akar, perlakuan yang diberi komposisi $& dan $* nyata lebih berat bobot basah akarnya dibanding yang diberi komposisi $%, $< dan $6. .ada bobot basah brangkasan, antara komposisi nutrisi dan kulti?ar terdapat interaksi. Kulti?ar ;e# -reen 9apid yang diberi komposisi $&, $* dan $% nyata lebih berat bobot brangkasannya dibanding yang diberi komposisi $< dan $6. .ada kulti?ar /hia $ai "eed yang diberi komposisi $& dan $* nyata lebih berat bobot basah brangkasannya dibanding yang diberi komposisi $%, $< dan $6. .ada taraf $%, Kulti?ar ;e# -reen 9apid nyata lebih berat bobot basah brangkasannya dibanding kulti?ar /hia $ai "eed.

.ada gambar 6 dapat dilihat grafik bobot basah tanaman. !obot basah tertinggi diperlihatkan oleh satuan percobaan yang menggunakan komposisi $*.

(.2.,. Bo&ot !ering 6.%.5.*. !obot Kering .ucuk (!K.), !obot Kering 2kar (!K2) dan !obot Kering !rangkasan (!K!) -rafik rata-rata bobot kering tanaman selada dapat dilihat pada gambar 4. "edangkan, hasil rata-rata obot kering tanaman selada dapat dilihat pada $abel *% dan hasil pengukuran bobot basah tanaman selada (!obot Kering Daun, !obot Kering 2kar dan !obot Kering !rangkasan) masing-masing kulti?ar dapat dilihat pada $abel *<. "ementara hasil sidik ragam disajikan pada $abel )ampiran *', *7 dan *3. Hasil sidik ragam menunjukkan antara komposisi nutrisi dan kulti?ar terdapat interaksi pada !K. dan !K!. $etapi, pada !K2 tidak terdapat interaksi.

-ambar 4 8 -rafik 9ata-rata !obot Kering "elada

$abel *%. 9ata-rata !obot kering .ucuk, !obot Kering 2kar dan !obot Kering !rangkasan .erlakuan Komposisi ;utrisi $& $* $% $< $6 Kulti?ar K* K% :nteraksi <.646 <.'33 %.'34 *.5%6 *.<&7 %.46* %.54* OO *.&7< ab *.%64 a &.3&7 b *.&&7 ab *.&%3 ab *.&&4 *.*&4 tn 6.4<' 4.&64 <.'&6 %.5<< %.<<' <.465 <.'45 OO 9ata-rata !obot Kering $anaman "elada (cm) !K. !K2 !K!

Keterangan 8 ;ilai rata-rata pada kolom yang sama diikuti huruf yang sama, menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji !;A taraf 4 ( tn 8 $idak ;yata O 8 ;yata

OO 8 "angat ;yata

$abel *<. 9ata-rata !obot kering .ucuk, !obot Kering 2kar dan !obot Kering !rangkasan ;& Umur .erlakuan Kulti?ar * % < !K. !K2 !K! K* K% K* K% K* K% $& <.%7< <.5%4 *.&4 *.**5 6.<<< 6.'6* a ab a $* <.<6* 6.%47 *.*<< *.<47 abc 6.6'4 4.5*5 a a a a Komposisi ;utrisi $% <.655 %.*%4 &.3<< &.77< 6.6 ab a $< *.<6* &.3<< *.&7< %.%'4 d cd c c bc *.3&7 $6 *.%'4 *.<6* &.3'4 *.&7< %.%4 d %.6%4 d c c

<.&&7 bcd %.33*

Keterangan 8 ;ilai rata-rata pada kolom yang sama diikuti huruf yang sama, menunjukkan tidak berbeda nyata pada Uji !;A taraf 4 ( tn 8 $idak ;yata O 8 ;yata OO 8 "angat ;yata

.ada bobot kering pucuk, antara komposisi nutrisi dan kulti?ar terdapat interaksi. Kulti?ar ;e# -reen 9apid yang diberi komposisi $&, $* dan $% nyata lebih berat bobot kering pucuknya dibanding yang diberi komposisi $< dan $6. .ada kulti?ar /hia $ai "eed yang diberi komposisi $& dan $* nyata lebih berat bobot kering pucuknya dibanding yang diberi komposisi $%, $< dan $6. .ada

taraf $%, Kulti?ar ;e# -reen 9apid nyata lebih berat bobot kering pucuknya dibanding kulti?ar /hia $ai "eed. !erbeda dengan bobot kering pucuk, bobot kering akar antara komposisi nutrisi dan kulti?ar tidak terdapat interaksi. .ada bobot kering akar, perlakuan yang diberi komposisi $* nyata lebih berat bobot kering akarnya dibanding yang diberi komposisi $%. .ada bobot kering brangkasan, antara komposisi nutrisi dan kulti?ar terdapat interaksi. Kulti?ar ;e# -reen 9apid yang diberi komposisi $&, $* dan $% nyata lebih berat bobot kering brangkasannya dibanding yang diberi komposisi $< dan $6. .ada kulti?ar /hia $ai "eed yang diberi komposisi $& dan $* nyata lebih berat bobot kering brangkasannya dibanding yang diberi komposisi $%, $< dan $6. .ada taraf $%, kulti?ar ;e# -reen 9apid nyata lebih berat bobot kering brangkasannya dibanding kulti?ar /hia $ai "eed. .ada gambar 4 dapat dilihat grafik bobot kering tanaman. !obot kering tertinggi relatif diperlihatkan oleh satuan percoban yang menggunakan komposisi $*.

(.3. Pe%&a'asan (.3.1. Tinggi Tana%an .ada tinggi tanaman terdapat interaksi antara komposisi nutrisi dan kulti?ar pada umur 4, *&, %& dan %4 H"$. $inggi tanaman tertinggi terlihat pada $& dan $*. "edangkan tinggi tanaman terendah terlihat pada komposisi $< dan

$6. Hal itu diduga karena komposisi $& dan $* mempunyai unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan tanaman. "edangkan pada $< dan $6, unsur hara yang terkandung didalamnya tidak mencukupi untuk pertumbuhan tanaman. enurut

organ (*333), selada yang dibudidayakan dalam sistem hidroponik dapat mengalami pertumbuhan yang cepat apabila kebutuhan hara tanaman tersebut tersedia dalam jumlah yang cukup. enurut "ch#ar+ (*334) konsentrasi hara

yang tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman dalam melaksanakan proses fisiologis menyebabkan proses pertumbuhan dan perkembangan yang lambat dan secara ?isual menunjukkan gejala yang abnormal dalam #arna dan atau struktur. "elain itu, diduga terdapat kekurangan hara ; dan K pada taraf $%, $< dan $6. enurut (Direktorat Aenderal .endidikan $inggi Departemen .endidikan dan Kebudayaan dalam Kesuburan $anah *33*), tanaman yang kekurangan unsur hara ; dan K akan menurunkan produksi tanaman dan membuat tanaman menjadi kerdil. Hal ini disebabkan, tanaman yang tumbuh membutuhkan ; dalam membentuk sel-sel baru. 0otosintesis menghasikan karbohidrat dari /@% dan H%@, namun proses tersebut berlangsung kurang optimal untuk menghasilkan protein, asam nukleat dan sebagainya bilamana kekurangan ;. "elain itu, diduga terdapat kekurangan unsur hara mikro ,n dan sel-sel meristem dan o. ,n berperan dalam pembelahan

o berpengaruh terhadap pertumbuhan secara keseluruhan, enurut "upari (*333), apabila tanaman kekurangan

khususnya tinggi tanaman.

,n akan berpengaruh pada batang yaitu ruas-ruas batang memendek dan pembelahan sel-sel meristem tidak sempurna. hara mikro enurut ;o?i+an (%&&%), unsur

o berperan dalam penyerapan ; dan secara tidak langsung juga

berperan pada produksi asam amino dan protein. 9espon positif pada tinggi tanaman diperlihatkan oleh kulti?ar ;e# -reen 9apid (4, *&, dan %4 H"$).

(.3.2. Ju%la' Daun Aumlah daun terbanyak terlihat pada komposisi $& dan $*, sedangkan jumlah daun terendah diperlihatkan oleh satuan percobaan dengan taraf komposisi $< dan $6. Hal ini diduga karena unsur hara didalam $& dan $* cukup untuk pertumbuhan daun sedangkan pada komposisi $< dan $6 unsur hara yang terkandung didalamnya. enurut "itompul dan -uritno (*334), daun berfungsi

sebagai penerima dan alat fotosintesis. )uas daun merupakan parameter utama karena laju fotosintesis persatuan tanaman ditentukan sebagian besar oleh luas daun. "elain itu, diduga juga terdapat kekurangan unsur hara pada $< dan $6 terutama ; dan 0osfor. enurut "lamet. ", *33*, kekurangan ; dan 0osfor dapat

mempengaruhi jumlah daun. "elain itu, diduga pada $< dan $6 terdapat kekurangan unsur hara mikro yaitu ,n, (*333), kekurangan unsur hara ,n, o, 0e, n, /o dan !. enurut "upari

o, 0e,

n, /o dan ! dapat mempengaruhi

pertumbuhan ?egetatif tanaman khususnya jumlah daun. "edangkan pada $& dan $*, diduga unsur hara mikro ini terkandung dalam jumlah yang cukup.

(.3.3. Panjang Akar Hasil pengukuran panjang akar tertinggi diperlihatkan oleh satuan percobaan dengan komposisi $& dan $*, sedangkan panjang akar terendah diperlihatkan oleh satuan percobaan menggunakan komposisi $< dan $6. .ada tingkat konsentrasi hara yang rendah, perakaran mengalami defisiensi unsur hara tertentu dan penghambatan distribusi hara (Aager dalam "onne?eld dan De Kruij,

*333), serta penyerapan air yang terhambat sebagai akibat lanjut defisiensi hara yang terjadi (Dorais, . et. 2l %&&*). Hal ini diperkuat oleh :slami dan Utomo

(*334), yang menyatakan bah#a untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik, tanaman harus mempunyai akar dan sistem perakaran yang cukup luas dan dalam untuk memperoleh hara dan air sesuai kebutuhan pertumbuhan, namun tanaman tidak selalu memerlukan sistem perakaran yang luas dan dalam pada kondisi hara yang sudah mencukupi. "elain itu, jumlah oksigen terlarut dalam air juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman. enurut :++ati, :.9 (%&&5), oksigen terlarut

yang cukup dalam air akan membantu perakaran tanaman dalam mengikat oksigen. !ila kadar oksigen terlarut cukup tinggi maka proses respirasi akan lancar dan energi yang dihasilkan akar cukup banyak untuk menyerap hara yang dapat diserap tanaman. $anaman akan memiliki pertumbuhan yang cepat dan menghasilkan produktifitas yang tinggi dan berkualitas. Hal ini diperkuat oleh )esmana dan Darma#an (%&&*), yang menyatakan bah#a pelarutan oksigen kedalam air berkaitan dengan sirkulasi, pola arus dan turbulensi pergerakan air berupa riak air maupun gelombang akan mempercepat difusi udara kedalam air. "elain itu diduga pada komposisi $< dan $6 kekurangan unsur hara 0osfor. enurut "lamet. ", (*33*), kekurangan ; dan 0osfor dapat mempengaruhi pertumbuhan akar. "elain itu, diduga pada $< dan $6 juga kekurangan unsur hara ! (!oron). "utejo (*37') menyatakan bah#a jenis unsur hara !oron dapat diserap tanaman dalam bentuk !@< yang berperan dalam pembentukan atau pembelahan sel terutama pada titik tumbuh pucuk, juga dalam pertumbuhan tepung sari dan akar. "arief (*373) menyatakan bah#a pertumbuhan dan perkembangan akar dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tersedianya unsur hara. organ and

)ennard (%&&&) menyatakan bah#a tanaman selada dapat tumbuh dengan optimal jika faktor yang mempengaruhinya terpenuhi, diantaranya adalah unsur hara dan media tumbuh yang mendukung pertumbuhan akar.

(.3.(. Bo&ot Basa' Pu1uk -BBP/8Bo&ot Basa' Akar -BBA/ #an Bo&ot Basa' Brangkasan -BBB/. !obot basah pucuk, bobot basah akar dan bobot basah brangkasan terbaik diperlihatkan oleh satuan percobaan yang menggunakan komposisi $& dan $*. "edangkan, bobot basah pucuk, bobot basah akar dan bobot basah brangkasan terendah diperlihatkan oleh satuan percobaan yang menggunakan komposisi $< dan $6. .ada bobot basah tanaman selada dalam penelitian ini masih kurang dari bobot ideal pertumbuhan. Karena, menurut 9ubat+ky dan Damaguchi (*337), bobot ideal tanaman selada berkisar antara *&&-6&& g. .ertumbuhan dalam arti biologis didefinisikan sebagai bertambahnya berat yang tidk dapat terkendali (irre?ersible) dari suatu mahluk hidup ( ;eto?ia, %&&'). Ko+lo#ski (*3'6) menambahkan bah#a pertumbuhan merupakan perkembangan jaringan akar, batang, daun dan struktur produksi melalui pembelahan sel dan produksi protoplasma. enurut "itompul dan -uritno (*334), pengukuran biomassa total

tanaman merupakan parameter yang paling baik digunakan sebagai indikator pertumbuhan tanaman. Karena, dipandang sebagai manisfestasi dari semua proses dan peristi#a yang terjadi dalam pertumbuhan. Hal ini diduga pada komposisi $< dan $6 secara keseluruhan, kandungan unsur haranya lebih rendah dibanding komposisi $& dan $*. "ehingga, satuan percobaan pada komposisi $< dan $6 mempunyai pertumbuhan yang kurang optimal dibanding pada satuan percobaan yang menggunakan $& dan $*. .ernyataan ini didukung oleh "etyamidjaja

(*373), yang menyatakan bah#a unsur hara dalam bentuk yang tersedia akan lebih cepat terserap oleh tanaman untuk digunakan dalam proses metabolisme sehingga akan memberikan respon terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. ;yoman (%&&%) menyatakan bah#a ketika mengalami kekurangan hara, gejala yang terlihat meliputi terhambatnya pertumbuhan akar, batang dan daun sehingga hasil yang diperoleh akan turun.

(.3.). Bo&ot !ering Pu1uk -B!P/8 Bo&ot !ering Akar -B!A/ #an Bo&ot !ering Brangkasan -B!B/. !obot kering adalah hasil dari bobot basah yang dikeringkan dalam #aktu tertentu. Dari hasil pengukuran bobot kering dapat dilihat efesiensi penyerapan unsur hara. .ada bobot kering pucuk terdapat interaksi. Gfesiensi penyerapan unsur hara yang paling baik diperlihatkan oleh satuan percobaan yang menggunakan komposisi $&, $* dan $% pada kulti?ar ;e# -reen 9apid. "edangkan, pada kulti?ar /hia $ai "eed, efesiensi terbaik diperlihatkan oleh satuan percobaan yang menggunakan komposisi $& dan $*. Hasil ini memperlihatkan bah#a, kulti?ar ;e# -reen 9apid pada taraf $% mempunyai daya serap unsur hara lebih baik dibanding kulti?ar /hia $ai "eed. .ada bobot kering 2kar tidak terdapat interaksi. Hasil terbaik diperlihatkan oleh satuan percobaan yang menggunakan komposisi $* dan hasil terendah diperlihatkan oleh satuan percobaan yang menggunakan komposisi $%. .ada bobot kering brangkasan terdapat interaksi. Gfesiensi penyerapan unsur hara yang paling baik diperlihatkan oleh satuan percobaan yang menggunakan komposisi $&, $* dan $% pada kulti?ar ;e# -reen 9apid. "edangkan, pada kulti?ar /hia $ai "eed, efesiensi terbaik diperlihatkan oleh satuan percobaan yang menggunakan

komposisi $& dan $*. Hasil ini memperlihatkan bah#a, kulti?ar ;e# -reen 9apid pada taraf $% mempunyai daya serap unsur hara lebih baik dibanding kulti?ar /hia $ai "eed. Kulti?ar /hia $ai "eed memperlihatkan respon lebih baik dibanding kulti?ar ;e# -reen 9apid. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian "u#andi, 2 yang menyatakan bah#a kulti?ar ;e# -reen 9apid mempunyai respon lebih baik dibanding kulti?ar /hia $ai seed. $api berbeda dengan hasil penelitian 2gustia#an (%&&5). %&&5 yang menyatakan bah#a kulti?ar /hia $ai "eed memperlihatkan respon lebih baik dibanding kulti?ar ;e# -reen 9apid. "oeseno (*33*) menyatakan secara morfologi setiap ?arietas memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memberikan respon yang berbeda pula.

7. !E I4PULAN DAN A9AN

).1. !esi%pulan

Dosis komposisi $& dan $* berbeda nyata dengan komposisi $%, $< dan $6 pada tinggi tanaman (%4 H"$), jumlah daun (*4, %& dan %4 H"$),

panjang akar (*& dan %4 H"$), bobot basah (!!2) dan bobot kering (!!2).

Kulti?ar /hia $ai "eed nyata lebih tinggi dibanding kulti?ar ;e# -reen 9apid pada jumlah daun (4 H"$) dan panjang akar (*& H"$).

$erdapat interaksi antara komposisi nutrisi dengan kulti?ar pada tinggi tanaman (4, *&, *4 dan %4 H"$), .anjang akar (*& dan %4 H"$), !obot basah tanaman (!!. dan !!!) dan bobot kering tanaman (!K. dan !K!).

).2. aran "ebaiknya dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan bahan organik tambahan untuk melengkapi kekurangan kandungan unsur hara pada kompos 2yam.

DA*TA9 PU TA!A

2gustia#an. %&&5. .engaruh Konsentrasi .upuk ikro ajemuk !entuk Kelat terhadap .ertumbuhan dan .roduksi Dua Kulti?ar "elada (Lactuca sativa ).) dalam "istem Hidroponik 9akit 2pung. "kripsi. Aurusan !udidaya .ertanian. 0akultas .ertanian. Uni?ersitas Djuanda. !ogor.

2shari,

". *334. Hortikultura .ress. Aakarta.

2spek

!udidaya.

Uni?ersitas

:ndonesia

Dorais,

., 2... .apadopoulos, and 2. -osselin. %&&*. :nfluence of Glectric /onducti?ity anagement on -reen House $omato Dield and 0ruit Puality. Aournal 2gronomi. 2ustralia.

0ranklin, .. *33*. 0isiologi $anaman Uni?ersitas :ndonesia (U:. .ress). Aakarta.

!udidaya.

.enerbit

-ardner, .earce, dan itchell. *33*. 0isiologa $anaman !udidaya. $erjemahan H. "usilo dan "ubyanto. .enerbit U: Aakarta.

Hardjo#igeno, ". *334. :lmu $anah. 2kademika .ersindo. Aakarta

Haryanto, G., ", $ina., dan 9, 9estu. %&&<. "a#i dan "elada. .enebar "#adaya, Aakarta.

:ndriani, D.H. %&&6. embuat Kompos secara Kilat. /et. Ke-1:. .enebar "#adaya. Aakarta.

:slami, $. dan N. H. Utomo. *334. Hubungan 2ir, $anah dan $anaman. :K:. "emarang .ress. "emarang. :++ati, :.9. %&&5. .enggunaan .upuk ajemuk sebagai "umber Hara pada !udidaya "elada (Lactuca Sativa ).) secara Hidroponik dengan $iga /ara 0ertigasi. "kripisi. .rogram "tudi Hortikultura. 0akultas .ertanian. :.!. !ogor.

Ko+lo#ski, $.$, *3'6. -ro#th and De?elopment of $rees 1ol. :. 2cademic .ress. ;e# Dork.

)esmana, ". dan :. Darma#an. %&&*. !udidaya :kan Hias 2ir $a#ar .opuler. .enebar "#adaya. Aakarta.

)ingga, .. %&&%. Hidroponik8 !ertanam $anpa $anah. .enebar "#adaya. Aakarta

organ, ). dan )ennard. %&&&. Hydroponic /apsicum .roduction Q 2 /omprehensi?e .ractica and "cientefe -uide to /ommercial Hydroponic /apsicum .roduction./asper .ublication. 2ustralia.

organ, ). *333. Hydroponics )ettuce .roduction. /asper .ublication. 2ustralia.

urbandono, ). %&&6.

embuat Kompos. .enebar "#adaya. Aakarta.

;as#ir. %&&<. .emanfaatan Urine "api yang Difermentasikan sebagai ;utrisi $anaman. http8FFtumoutou.netF'&%R&'*<6Fnas#ir.htm. &6-&7-%&&'.

;a+arudin, %&&&. !udidaya dan .engantar .anen "ayuran Dataran 9endah. .enebar "#adaya. Aakarta.

;eto?ia, A. %&&'. Gfikasi .upuk ikro ajemuk sebagai Unsur Hara ikro pada !udidaya !ayam (Amaranthus sp) dalam "istem Hidroponik 9akit 2pung. "kripsi. Aurusan !udidaya .ertanian. 0akultas .ertanian. Uni?ersitas Djuanda.!ogor. ;o?i+an. %&&<. .etunjuk .emupukan yang Gfektif. .enerbit 2gromedia .ustaka.Aakarta.

;o?i+an, :r. %&&%. .etunjuk .emupukan yang Gfektif. .enerbit 2gromedia .ustaka.Aakarta.

;obel, 2. %&&6. Glectrical /onducti?ity. ###. ;ieukoopb?. /om.

;yoman, :r. %&&%. Diagnosis Defisiensi dan $oksisitas Hara ineral pada $anaman. akalah 0alsafah "ain. .rogram .asca "arjana :.!. !ogor.

.racaya, 9. %&&%. !ertanam "ayuran @rganik Dikebun, .ot .olybag. .enebar "#adaya. Aakarta.

.rati#i, H. %&&<. .engaruh Aenis .upuk Kandang dan .opulasi $anaman $erhadap .ertumbuhan dan .roduksi )idah !uaya (Aloevera ?ar. chinensis !aker). "kripsi. Aurusan !udidaya .ertanian. :nstitut .ertanian !ogor. !ogor.

9iana, 2. %&&&. ;utrient "elada. http8FF###.asiamaya.comFnutrientsFselada.htm. &6-&7-%&&'.

9ubat+ky, 1.G. dan . Damaguchi. *337. "ayuran Dunia 8 .rinsip, .roduksi dan -i+i. Gd. $erjemahan. /. Herison. :$!. !andung.

9ukmana, 9. *336. !ertanam "elada dan 2nde#i. Kanisius. Doyakarta.

"arief, ". *373. Kesuburan dan .emupukan $anah .ertanian. .enerbit .ustaka !uana. !andung.

"ch#ar+, . *334. "oilles /ulture Heidelberg. -ermany.

anagement. "pringer-1erlag !erlin.

"etyamidjaja. *373. .upuk dan .emupukan. /1. "imple=. Aakarta.

"oeseno, ". *333. !isnis "ayuran Hidroponik. .$. -ramedia .ustaka Utama. Aakarta.

"oeseno, ". *33*. !ercocok $anam secara Hidroponik. .$. -ramedia .ustaka Utama. Aakarta.

"onne?eld, /. and /. de Kreij. *333. 9esponse /ucumber ( Cucumis sativus ).) to an UneSual Distributions of "alts in the 9oot Gn?ironment. .lant and "oil.

"itompul, ". . $anaman. -adjah

dan -uritno. *334. 2nalisis adaUni?ersity .ress. Dogyakarta.

.erumbuhan

"upari. *333. $untunan embangun 2gribisnis. "eri .raktek /iputri Hijau. .$. -ramedia. Aakarta.

"uprapto. %&&&. )aporan 2khir. .engkajian $eknologi Usaha $ani "ayuran .inggir .erkotaan. !adan .enelitian dan .engembangan .ertanian. Denpasar.

"uprayitna, :. *335. "ayur dan !uah !erkualitas. /1. 2neka. "olo.

"utanto, 9. %&&%. .ertanian @rganik. !erkelanjutan. Kanisius. Dogyakarta.

enuju .ertanian 2lternatif dan

"utejo,

. *37'. .upuk dan /ara .emupukan. .enerbit 9ineka /ipta. Aakarta.

"u#andi, 2. %&&5. .engaruh .enggunaan Kompos Kambing sebagai $ambahan )arutan 2norganik dalam "istem Hidroponik 9akit 2pung pada !udidaya "elada (Lactuca sativa ).) "kripsi. Aurusan !udidaya .ertanian. 0akultas .ertanian. Uni?ersitas Djuanda. !ogor.

Untung, @. %&&&. Hidroponik "ayuran "istem ;utrien 0ilm $eknik (;0$). .enebar "#adaya. Aakarta.

Ninarno, 0.-. et al. %&&%. .ertanian dan .angan @rganik. "istem dan "ertifikasi. -!rio .ress. !ogor.

,ulkarnain, :. %&&'. 0ertimi=. /1. 2ndalas .rima

andiri. /ia#i. !ogor

-------------%&&%. Hidroponik 8 "istem .ertanian

ahal. $rubus.