Anda di halaman 1dari 22

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.

Dokumen : LR-PK-UN-001
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 31 - 03 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
COLD START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 1 dari 11


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
1. Fungsi
1.1 Fungsi Equipment/system
Cold Start adalah kegiatan start Up Unit yang dilakukan setelah Unit shutdown selama
lebih dari 72 jam sampai Unit berbeban dan paralel dengan jaringan 150 kV yang
berpatokan utama pada parameter tekanan uap utama (main steam pressure), temperatur
uap utama (main steam temperature) dan temperatur sudu pertama Turbin.
1.2 Tujuan SOP :
Sebagai panduan operator dalam melaksanakan kegiatan cold start up unit secara aman,
handal dan efisien.

2. APD Yang Digunakan
2.1. Helm pengaman
2.2. Sepatu safety
2.3. Sarung tangan
2.4. Majun
2.5. Masker

3. Alat Kerja
3.1. Kunci F
3.2. Kunci Inggris
3.3. Kunci Pipa












PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-001
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 31 - 03 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
COLD START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 2 dari 11


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
4. Spesifikasi Teknik
4.1. Kapasitas Pembangkit : 2 x 315 MW
4.2. Boiler
1) Model : DG1025/18.2-13
2) Max. continous rating : 1025 t/h (max. evaporation capacity: 1055,75 t/h)
3) SH out steam press/temp : 17,5 Mpa / 541C (BMCR condition)
4) RH steam flow : 840,8 t/h (BMCR condition)
5) RH in/out steam temp. : 3,90 Mpa / 3,73 Mpa (BMCR condition)
6) RH in/out steam press. : 330C / 541C (BMCR condition)
7) Feedwater temp : 280C (BMCR condition)
8) Guaranteed efficiency : 92,71%

4.3. Turbin
1) Model : N300-16.7/537/537, subcritical press, impulse type,
tandem compound two cylinders, double casing with
two line exhaust, reheat condenseing turbine.
2) Guaranteed / Max. pwr : 315,846 MW / 325,8 MW
3) MSV inlet press. / Temp. : 16,67 Mpa / 538C
4) IP inlet temp : 538C, 1025 t/h (VWO condition)
5) Back press of condenser : 5,80 kPa













PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-001
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 31 - 03 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
COLD START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 3 dari 11


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
5. Batasan Operasi
5.1. Unit telah shutdown selama lebih dari 72 jam
5.2. Parameter-parameter Cold Start :
1) Tekanan uap utama : 0 Mpa
2) Temperatur uap utama : 30C
3) Temperatur water wall : < 100 C
4) Temperatur sudu pertama turbin : < 150C
5.3. Parameter rolling turbin :
1) Tekanan uap utama : 3,45 MPa
2) Temperatur uap utama : > 300C
3) Tekanan uap reheat : 0,686 MPa
4) Temparatur uap reheat : > 237C
5) Temperatur sudu pertama turbin : >240C
6) Target : 500 rpm ; Accelerating rate : 100 rpm/menit ; Waktu : < 300 detik
Target : 1200 rpm ; Accelerating rate : 100 rpm/menit ; Waktu : 30 menit
Target : 2000 rpm ; Accelerating rate : 250 rpm/menit ; Waktu : 60 menit
Target : 3000 rpm ; Accelerating rate : 250 rpm/menit ; Waktu : 30 menit
7) Load up rate = 1 MW/menit
8) Initial load applied = 9 MW
5.4. Parameter rising up boiler metal temperature.
MSP (MPa) < 0,98 0,98 ~ 3,92 3,92 ~ 9,8 9,8 ~ 18,2
Temp rising ratio (C/h) < 28 < 56 30 < 3,6
Press rising ratio (MPa/min) - 0,03 0,05 0,06










PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-001
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 31 - 03 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
COLD START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 4 dari 11


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
6. Pelaksanaan Cold Start Up Unit
6.1. Pastikan checklist start up (LR-CL-UN-001) sudah terpenuhi semua.

6.2. Start cooling system
1) Start circulating water pump (CWP)
2) Start sea water booster pump (SWBP)
3) Start close cooling water pump (CCWP)
6.3. Start condensate system
1) Filling condensate storage tank (CST), NWL = 3000 mm
2) Filling condensate Hot Well, NWL = 1100 mm
3) Start condensate extraction pump (CEP)
4) In service Condensate Polishing Plant (CPP)
5) Filling deaerator, NWL = 2500 mm
6.4. Start feed water system
1) Start Boiler Feed Pump Motor driven (MBFP)
2) Filling steam drum dengan flow = 90 t/h ; NWL = -50 mm

6.5. Vacuum up condenser
1) Start vacuum pump (-87 kPa s.d. -90 kPa)
2) In service turbine gland seal system (P = 23 kPa ; T = 167C metal turbine)

6.6. Lube oil system
1) Start AC lube oil system (P = 0,3 MPa ; NWL = 1800 mm ; T = 40 ~ 42C)
2) Start jacking oil pump (P = 14,7 ~ 15 MPa)
3) Start turning gear (4 ~ 5 rpm ; I = 29 A)

6.7. Purging H
2
to generator
1) Start generator sealing oil system
2) Purging generator (CO
2
to air ; H
2
to CO
2
(purity > 96% ; P = 0,23 MPa ))
3) Start generator stator cooling system (flow = 42 t/h ; P = 0,03 < H2 Press ; conduct
= 0,5 ~ 1,5 S/cm)


PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-001
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 31 - 03 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
COLD START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 5 dari 11


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
6.8. Start electric hydraulic system (EH system)
1) Start EH system to main turbine (P = 14 MPa)
2) Start EH bypass system (P = 15 MPa)

6.9. Start draft system
1) Start Air Heater (AH) system
2) Start ID Fan system (furnace press = -50 Pa s.d. -100 Pa)
3) Start FD fan system (air flow > 30 % ~

400 t/h)

6.10. Oil firing system
1) Purging boiler, reset MFT (300 detik).
2) Oil leak test, No leak at fuel system in boiler (10 menit).
3) Start scanner cooling air fan.
4) Insert thermoprobe.
5) Insert FTV.
6) Aktivasi soot blower AH secara kontinyu
7) Start oil gun, layer AB warming up boiler rate = 28C/h ; 0,03Mpa/min.
8) Pressurize Main steam.
9) Rising temperature Main steam.
Range Press.(MPa) 0 ~ 0,98 0,98 ~ 3,45 3,45 ~ 9,8 9,8 ~ 16,7
Temp. Rate (C/min) 0,47 0,93 0,5 0,6
Press.Rate (MPa/min) 0,01 0,03 0,05 0,06

6.11. Bypass Operation (Pada press. 1 MPa)
1) Maintain pressure & temp. Main Steam (P = 3,45 MPa ; T = 300C)

6.12. Warming up turbine.
1) Warming HP pre warming, target :
a. HP 1
st
stage temp. 150C
b. HIP Shell expansion 7 mm
2) MSV Pre-warming, target :
a. CV inner casing temp. up & down 150C ; T <30C.

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-001
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 31 - 03 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
COLD START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 6 dari 11


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel

6.13. Rolling-up Turbine.
1) Tutup HP & LP Bypass.
2) Turbine reset at DCS panel, LATCH.
3) Set Target = 500 rpm; Acc = 100 rpm/min (Lakukan friction/rub check di local).
4) Set Target : 1200 rpm ; Acc = 100 rpm/min.
a. Pastikan JOP Auto stop ; >1200 rpm.
b. Hold di 1200 rpm. Lakukan heat soak selama 30 menit.

5) Set Target = 2000 rpm ; Acc = 100 rpm/min.
a. Critical speed I (1300 ~ 1450 rpm)
Pastikan accelerate auto change dari 100 Rpm/min to 400 rpm, dan kembali ke
accelerate semula (Amati kenaikan vibrasi pada turbine, Bearing Vibration
< 0,03 mm & Shaft Bearing < 0,12 mm).
b. Critical speed II (1640 ~ 1820 rpm) :
Pastikan accelerate auto change dari 100 Rpm/min to 400 rpm dan kembali ke
semula (Amati kenaikan vibrasi pada turbine, Bearing Vibration < 0,04 mm &
Shaft Bearing < 0,12 mm).

6) Hold di 2000 rpm. Lakukan heat soak selama 60 menit. Target:
a. HP Exhaust inner wall casing temp. 200C. T: 50C.
b. IP Exhaust inner wall temp. 130C, T: 50C.
c. HP inner casing in up/down temp. > 250C, T: 50C.
d. HP inner casing out up/down temp. > 250C, T: 50C.
e. HP casing diff. expansion L-R > 20 mm.
f. HIP diff. expansion (<3,5mm).
g. LP diff. expansion (<14 mm).
h. Eccentricity: < 30 m.
i. Axial shift #1: -1,65 s/d +1,2 mm.
j. Axial shift #2 : -1,65 s/d +1,2 mm.
k. Vibrasi bearing #1 s.d. #6 < 0,04 mm/s.
l. Vibrasi Shaft #1 s.d. #6 < 0,12 mm/s

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-001
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 31 - 03 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
COLD START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 7 dari 11


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
m. Temp. bearing #1 s.d. #4 <115C, bearing No. 5,6: < 105C
n. Trust pad temp. < 110C.
o. Return lube oil temp. < 75C

7) Set Target : 3000 rpm ; Acc : 100 rpm/min.
Hold di 3000 Rpm. Lakukan heat soak selama 30 menit. Target:
a. Amati vacuum condenser = 87 kPa ~92 kPa.
b. Temp. LP Exhaust = 45 ~ 50C (80C LP spray auto open)
c. Stop AC lube oil, MOP in-service pada putaran 3000 rpm, disch. Press = 1,75
~ 1,85 MPa. Lubricating pressure di bearing turbine: 0,07 ~ 0,12 MPa. Temp.
lube oil = 40 ~ 45C.
d. HP & LP Bypass switch to Auto mode. Ketika pressure main steam 5,78
MPa dan Temperature Main Steam 370C

8) In service Low Pressure Heater (LPH) steam side

7. Synchronizing
7.1. Step synchronizing
1) DS GCB close (pastikan grounding open)
2) FCB close (reset panel di relay room)
3) Excitation ON
4) GCB Syn
5) Engage auto sync
6) Auto synchron IN (DEH menu)
7.2. Initial load at 6 MW dan Increase Load 1 MW/min
7.3. Ketika Load > 8 MW Load Control IN







PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-001
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 31 - 03 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
COLD START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 8 dari 11


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
8. Proses Increasing Load dengan Fixed Pressure
8.1. Pada beban 30 MW di tahan selama 30 menit,
8.2. Pada beban 45 MW, aktifitas :
1) Change Over Supply Steam Deaerator From Aux. Steam to IP Extraction Steam
No. 4 saat Pressure > 0,1 MPa
2) Deaerator level control kondisi three element
3) Change over bypass feedwater line to main feed water line (pada saat 60 MW).
Prosedur:
a. Posisikan MBFP manual pada Scoop tube dan CV (posisi terakhir)
b. Buka control valve pada bypass feed water line sampai di >70% , DP Set Point
turun sampai 1 MPa. (Pastikan Feedwater flow tetap stabil saat kondisi ini).
Jika berubah tambah scoop tube.
c. Buka front MOV pada main feed water line
d. Setelah feedwater flow dan level drum normal, posisikan out service bypass
feed water line.

4) Coal firing 1
st
Mill (Mill A)
a. Temp. outlet primary air > 265C
b. Start PA Fan system (out press = 8 kPa)
c. Start seal air fan (press = 10 kPa)
d. Start Mill system
e. Start coal feeder (flow rate 6 ~ 45 t/h)

5) Pada beban 70 MW, aktifitas :
a. Pastikan Drain Valve pada Cold Reheat, Hot Reheat, ICV, IP Casing & semua
IP Casing Extraction pipe dalam kondisi Close
b. Aktivasi Spray De-Superheater dan Reheater
c. Aktivasi 1
st
Turbine boiler feed pump (BFPT)
i) Warming line BFPT (T = Temp. aux. steam header ~ 300C)
ii) Start vacuum BFPT ( 87 kPa)
iii) Start booster pump BFPT (Press = 1,2 MPa)
iv) Rolling BFPT

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-001
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 31 - 03 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
COLD START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 9 dari 11


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
v) Balancing Header Pressure Feedwater Naikkan rpm BFPT melalui
set target pada MEH.
vi) Buka Outlet Valve BFPT
vii) Remote CCS IN Auto LCV pada BFPT
viii) Stand By MBFP
d. Coal firing 2
nd
Mill (Mill B)
6) Pada beban 90 MW, aktifitas :
a. Pastikan Drain valve pada semua LP casing extraction steam pipe dalam
kondisi close
b. In service HPH steam side
HP Heater #1 #2 #3
Pressure Ext. Steam 0,6 MPa 1,2 MPa 2,0 MPa

9. Proses Increasing Load dengan Sliding Pressure
9.1. Pada beban 140 MW, aktifitas:
1) Coal firing 3
rd
Mill (Mill C)

9.2. Pada beban 145 MW, Aktivitas :
1) Aktifasi 2
nd
Turbine boiler feed pump (BFPT)
2) Aktifkan CCS IN pada Unit Master
3) Aktifkan Turbine Following Mode Auto
4) Aktifkan Self Sealing pada gland seal turbin

9.3. Pada beban 180 MW, aktifitas :
1) Pastikan pada kondisi ini MSP 13 MPa dan MST 515C

9.4. Pada beban 200 MW, aktifitas :
1) Coal Firing 4
th
Mill (Mill D)
2) Aktifkan Soot Blower pada Boiler jika diperlukan
3) Lakukan Vacuum leakage test pada 225 MW jika diperlukan
4) Change over Single Valve to Sequence Valve jika diperlukan


PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-001
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 31 - 03 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
COLD START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 10 dari 11


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
9.5. Pada beban 250 MW, aktifitas :
1) Retract All Oil Gun
2) Aktifkan ESP
3) Aktifkan Boiler Following Mode Auto
4) Unit pada kondisi CCS Mode

9.6. Full Load pada 300 MW

Catatan :
Saat Cold Start amati dari lokal maupun CCR dan jika ada kelainan, segera buat SR
(Service Request) untuk perbaikan






















PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-001
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 31 - 03 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
COLD START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 11 dari 11


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
10. Lampiran

Lampiran 1. Cold Start Up Curve with HIP Casing
Lampiran 2. Cold Start Up Curve with IP Casing
Lampiran 3. Relation Curve of Steam Temperature Under Steam Pressure During
Initial Turbine Rolling and Steam Temperature After Control Stage
Lampiran 4. Relation Curve of Main Steam Flow And Power
Lampiran 5. Temperature Change Over Curve of the Control Stage on HP Casing
Lampiran 6. Temperature Change Over Curve of the Control Stage on IP Casing
Lampiran 7. Life-loss Curve of HP Rotor
Lampiran 8. Life-loss Curve of IP Rotor
Lampiran 9. Turbine IP Cylinder Startup System
LR-CL-UN-001 Cek List Cold Start Up Unit



Lampiran 1. Cold Start Up Curve With HIP Casing



Lampiran 2. Cold Start Up Curve With IP Casing



Lampiran 3. Relation Curve of Steam Temperature Under Steam Pressure During Initial
Turbine Rolling and Steam Temperature After Control Stage




Lampiran 4. Relation Curve of Main Steam Flow And Power











Ma|n Steam F|uw Percentage =
Iotol low unJcr tbc ccrtoin poromctcr
o Hoin Stcom onJ tbc ccrtoin opcning
o cocb EP control :ol:c
Iotol low unJcr tbc somc poromctcr
wbilc oll tbc EP control :ol:cs orc wiJc -0pcn
1uu%
Puwer Percentage =
Elcctric powcr unJcr tbc ccrtoin poromctcr
o Hoin Stcom onJ tbc ccrtoin Hoin Stcom Flow
Suu Hw (Stcom Iurbinc RotcJ Powcr)
1uu%


Lampiran 5. Temperature Change Over Curve of the Control Stage on HP Casing



Lampiran 6. Temperature Change Over Curve of the Control Stage on IP Casing



Lampiran 7. Life-losse Curve of HP Rotor




Lampiran 8. Life-losse Curve of IP Rotor




Lampiran 9. Turbine IP Cylinder Startup System


No. Dokumen : LR-CL-UN-001.1
Tanggal Terbit : 23 Agustus 2011
Revisi : 00
Halaman : 1 dari 1
UNIT:
Hari,Tanggal:........................................
NO. KKSNO. STATUS JAM KONDISI
1 19:30 P:0,2Mpa
1
2
3
4
5
6
7
COLD START UP UNIT
CHECK LIST
UB JO&M REMBANG MANAGEMENT SYSTEM
PT. PEMBANGKITAN JAWA-BALI
Pastikanmeggertelahdilakukanpadasemua
motormotoryangadadalamunitpalinglama7
(tujuh)harisebelumnya
Pastikanisolationvalvedrainpadaturbindalam
kondisiopen
Pastikantersediapowersupply
PastikanpersediaanairuntukoperasiPLTU
mencukupidanmemenuhikriteriaoperasi.
Pastikanpersediaanbahanbakar(HSDdan
Batubara)mencukupi
Pastikanisolationvalvedraindanventingpada
boilerdalamkondisiopen
KETERANGAN
ContohPengisian Startlubeoilpump
Pastikanfirefightingsystembekerjadenganbaik
AKTIVITAS
8
9
10 P:0,7~0,75Mpa
TTD.OPERATOR
(...............................................)
TTD.SUPERVISOR
Pastikankondisilokaltidakadakebocoranpipa
air,uap(steam)danbahanbakar(fuel)
Pastikanbunker(silo)batubaradalamkondisi
terisipenuhpadasaatcoalfiring
Inserviceauxiliarysteamheader(supplysteam
dariunitlain)
(...................................................)
Status:
M=Maintenance
SB=Standby
=Normal
L=Leakage