Anda di halaman 1dari 15

TANGGUNG JAWAB AKUNTAN PUBLIK Akuntan adalah seseorang yang berhak menyandang gelar atau sebutan akuntan sesuai

dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Akuntan Publik adalah akuntan yang telah memperoleh izin dari Menteri untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan ini. Kantor Akuntan Publik yang selanjutnya disebut KAP, adalah badan usaha yang telah mendapatkan izin dari Menteri sebagai wadah bagi Akuntan Publik dalam memberikan jasanya. (PMK No. ! tahun "##$, pasal %. Pro&esi akuntan publik (auditor independen% memiliki tangggung jawab yang sangat besar dalam mengemban keper'ayaan yang diberikan kepadanya oleh masyarakat (publik%. (erdapat tiga tanggung jawab akuntan publik dalam melaksanakan pekerjaannya, yaitu) . (anggung *awab Moral (Moral Responsibility% Akuntan publik memiliki tanggung jawab moral untuk) a% Memberi in&ormasi se'ara lengkap dan jujur mengenai perusahaan yang diaudit kepada pihak yng berwenang atas in&ormasi tersebut, walaupun tidak ada sanksi terhadap tindakannya. b% Mengambil keputusan yang bijaksana dan obyekti& (objective% dengan kemahiran pro&esional (due professional care%. ". (anggung *awab Pro&esional (Professional Responsibility% Akuntan publik harus memiliki tanggung jawab pro&esional terhadap asosiasi pro&esi yang mewadahinya (rule professional conduct%. +. (anggung *awab ,ukum (Legal Responsibility% Akuntan publik harus memiliki tanggung jawab diluar batas standar pro&esinya yaitu tanggung jawab terkait dengan hukum yang berlaku.-tandar Pro&esional Akuntan Publik (-PAP% yang diterbitkan oleh .katan Akuntan .ndonesia (.A.% dalam -tandar Auditing -eksi #, mengatur tentang /(anggung *awab dan 0ungsi Auditor .ndependen1. Pada paragra& ", standar tersebut antara lain dinyatakan bahwa auditor bertanggung jawab untuk meren'anakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah

laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan atau ke'urangan. 2aporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen. (anggung jawab auditor adalah untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Manajemen bertanggung jawab untuk menerapkan kebijakan akuntansi yang sehat dan untuk membangun dan memelihara pengendalian intern yang akan, di antaranya, men'atat, mengolah, meringkas, dan melaporkan transaksi (termasuk peristiwa dan kondisi% yang konsisten dengan asersi manajemen yang ter'antum dalam laporan keuangan. Auditor independen dapat memberikan saran tentang bentuk dan isi laporan keuangan atau membuat dra&t laporan keuangan, seluruhnya atau sebagian, berdasarkan in&ormasi dari manajemen dalam pelaksanaan audit. Namun, tanggung jawab auditor atas laporan keuangan auditan terbatas pada pernyataan pendapatnya atas laporan keuangan tersebut. (-A # No. +% Auditor independen juga bertanggung jawab terhadap pro&esinya, tanggung jawab untuk mematuhi standar yang diterima oleh para praktisi rekan sepro&esinya. 3alam mengakui pentingnya kepatuhan tersebut, .katan Akuntan .ndonesia telah menerapkan aturan yang mendukung standar tersebut dan membuat basis penegakan kepatuhan tersebut, sebagai bagian dari Kode 4tik .katan Akuntan .ndonesia yang men'akup Aturan 4tika Kompartemen Akuntan Publik. 5idang jasa akuntan publik meliputi) . *asa Atestasi, termasuk di dalamnya adalah audit umum atas laporan keuangan, pemeriksaan atas laporan keuangan prospekti&, pemeriksaan atas pelaporan in&ormasi keuangan pro&orma, re6iew atas laporan keuangan, dan jasa audit serta atestasi lainnya. ". *asa Non-atestasi, yang men'akup jasa yang berkaitan dengan akuntansi, keuangan, manajemen, kompilasi, perpajakan, dan konsultasi. ATESTASI Atestasi (attestation% adalah suatu pernyataan pendapat atau pertimbangan yang diberikan oleh seorang yang independen dan kompeten yang menyatakan apakah asersi (assertion% suatu entitas telah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. -tandar atestasi membagi tiga tipe perikatan atestasi)

"

. Pemeriksaan (examination% 2. Review +. Prosedur yang disepakati (agreed-upon procedures%. -alah satu tipe pemeriksaan adalah audit atas laporan keuangan historis yang disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Pemeriksaan tipe ini diatur berdasarkan standar auditing. (ipe pemeriksaan lain, misalnya pemeriksaan atas in&ormasi keuangan prospekti&, diatur berdasarkan pedoman yang lebih bersi&at umum dalam standar atestasi. -tandar atestasi ditetapkan oleh .nstitut Akuntan Publik .ndonesia) . -tandar 7mum a. Perikatan harus dilaksanakan oleh seorang praktisi atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis 'ukup dalam &ungsi atestasi. b. Perikatan harus dilaksanakan oleh seorang praktisi atau lebih yang memiliki pengetahuan 'ukup dalam bidang yang bersangkutan dengan asersi. '. Praktisi harus melaksanakan perikatan hanya jika ia memiliki alasan untuk meyakinkan dirinya bahwa kedua kondisi berikut ini ada) Asersi dapat dinilai dengan kritera rasional, baik yang telah ditetapkan oleh badan yang diakui atau yang dinyatakan dalam penyajian asersi tersebut dengan 'ara 'ukup jelas dan komprehensi& bagi pemba'a yang diketahui mampu memahaminya. Asersi tersebut dapat diestimasi atau diukur se'ara konsisten dan rasional dengan menggunakan 'riteria tersebut. d. 3alam semua hal yang bersangkutan dengan perikatan, sikap mental independen harus dipertahankan oleh praktisi. e. Kemahiran pro&esional harus selalu digunakan oleh praktisi dalam melaksanakan perikatan, mulai dari tahap peren'anaan sampai dengan pelaksanaan perikatan tersebut. ". -tandar Pekerjaan 2apangan a. Pekerjaan harus diren'anakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disuper6isi dengan semestinya. b. 5ukti yang 'ukup harus diperoleh untuk memberikan dasar rasional bagi simpulan yang dinyatakan dalam laporan.

+. -tandar Pelaporan a. 2aporan harus menyebutkan asersi yang dilaporkan dan menyatakan si&at perikatan atestasi yang bersangkutan. b. 2aporan harus menyatakan simpulan praktisi mengenai apakah asersi disajikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan atau kriteria yang dinyatakan dipakai sebagai alat pengukur. '. 2aporan harus menyatakan semua keberatan praktisi yang signi&ikan tentang perikatan dan penyajian asersi. d. 2aporan suatu perikatan untuk menge6aluasi suatu asersi yang disusun berdasarkan kriteria yang disepakati atau berdasarkan suatu perikatan untuk melaksanakan prosedur yang disepakati harus berisi suatu pernyataan tentang keterbatasan pemakaian laporan hanya oleh pihak-pihak yang menyepakati kriteria atau prosedur tersebut. AUDIT Audit adalah suatu proses sistematis untuk se'ara objekti& mendapatakan dan menge6aluasi bukti mengenai asersi tentang kegiatan dan kejadian ekonomi untuk meyakinkan tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan. (erdapat beberapa jenis audit atau pemeriksaan, antara lain) a. Audit Keuangan Audit keuangan adalah audit terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi yang akan menghasilkan opini pihak ketiga mengenai rele6ansi, akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut. Audit keuangan umumnya dilaksanakan oleh perusahaan atau akuntan publik independen yang harus mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. 5anyak perusahaan mempekerjakan auditor internal yang ber&okus pada pengawasan pelaksanaan dan operasi perusahaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebijakan organisasi

b. Audit 9perasional Audit operasional adalah pengkajian atas setiap bagian organisasi terhadap prosedur operasi standar dan metoda yang diterapkan suatu organisasi dengan tujuan untuk menge6aluasi e&isiensi, e&ekti6itas, dan keekonomisan (+4%. '. Audit Ketaatan Audit ketaatan adalah proses kerja yang menentukan apakah pihak yang diaudit telah mengikuti prosedur, standar, dan aturan tertentu yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang. d. Audit .n6estigati& Audit in6estigati& adalah serangkaian kegiatan mengenali (recognize%, mengidenti&ikasi (identify%, dan menguji (examine% se'ara detail in&ormasi dan &akta-&akta yang ada untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya dalam rangka pembuktian untuk mendukung proses hukum atas dugaan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan suatu entitas (perusahaan:organisasi:negara:daerah%. -tandar audit merupakan ukuran mutu pekerjaan audit yang ditetapkan oleh organisasi pro&esi audit, yang merupakan persyaratan minimum yang harus di'apai auditor dalam melaksanakan tugas auditnya. -tandar audit diperlukan untuk menjaga mutu pekerjaan auditor. Mutu audit perlu dijaga supaya pro&esi auditor tetap mendapat keper'ayaan dari masyarakat. 7ntuk meyakinkan pemba'a laporan audit, maka auditor harus men'antumkan bahwa auditnya telah dilaksanakan sesuai dengan standar audit yang berlaku di dalam laporannya. -tandar auditing berbeda dengan prosedur auditing, yaitu ;prosedur; berkaitan dengan tindakan yang harus dilaksanakan, sedangkan ;standar; berkaitan dengan kriteria atau ukuran mutu kinerja tindakan tersebut, dan berkaitan dengan tujuan yang hendak di'apai melalui penggunaan prosedur tersebut. -tandar auditing, yang berbeda dengan prosedur auditing, berkaitan dengan tidak hanya kualitas pro&esional auditor namun juga berkaitan dengan pertimbangan yang digunakan dalam pelaksanaan auditnya dan dalam laporannya. -tandar auditing yang telah ditetapkan dan disahkan oleh .katan Akuntan .ndonesia (-A <# No. "% adalah sebagai berikut) . -tandar 7mum

<

a. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang 'ukup sebagai auditor. b. 3alam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. '. 3alam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran pro&esionalnya dengan 'ermat dan seksama ". -tandar Pekerjaan 2apangan a. Pekerjaan harus diren'anakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disuper6isi dengan semestinya. b. Pemahaman memadai mengenai pengendalian intern harus diperoleh untuk meren'anakan audit dan menentukan si&at, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. '. 5ukti audit kompeten yang 'ukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan keterangan, dan kon&irmasi sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. +. -tandar Pelaporan a. 2aporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di .ndonesia. b. 2aporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya. '. Pengungkapan in&ormati& dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, ke'uali dinyatakan lain dalam laporan auditor. d. 2aporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporankeuangan se'ara keseluruhan atau suatu asersil bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. *ika pendapat se'ara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. 3alam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai si&at pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor.

KOMPILASI DAN REVIEW 3alam melakukan kompilasi laporan keuangan, akuntan harus memahami se'ara garis besar si&at transaksi entitas tersebut, bentuk 'atatan akuntansinya, kuali&ikasi para petugas pembukuannya, basis akuntansi yang digunakan untuk penyajian laporan keuangan serta bentuk dan isi laporan keuangan. Akuntan biasanya memperoleh pengetahuan mengenai hal tersebut melalui pengalamannya atau melalui pengajuan pertanyaan kepada personel entitas tersebut. 5erdasarkan pemahaman tersebut, pada saat melakukan kompilasi laporan keuangan, akuntan harus menentukan apakah perlu melakukan jasa akuntansi yang lain, seperti membantu mempersiapkan buku besar atau memberikan jasa konsultansi mengenai masalah akuntansi. Review atas laporan keuangan merupakan pelaksanaan prosedur permintaan keterangan dan analisis yang menghasilkan dasar memadai bagi akuntan untuk memberikan keyakinan terbatas, bahwa tidak terdapat modi&ikasi material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar 2aporan tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di .ndonesia, atau sesuai dengan basis akuntansi komprehensi& yang lain. (ujuan review sangat berbeda dengan tujuan kompilasi. ,asil review yang dilaksanakan melalui prosedur permintaan keterangan dan analisis harus menjadi dasar memadai bagi akuntan untuk memberikan keyakinan terbatas, bahwa tidak ada modi&ikasi material yang harus dilakukan atas laporan keuangan> sedangkan dalam suatu kompilasi, akuntan tidak memberikan keyakinan seperti itu. -tandar jasa akuntansi dan review memberikan rerangka untuk &ungsi nonatestasi bagi jasa akuntan publik yang men'akup jasa akuntansi dan review. -i&at pekerjaan non-atestasi tidak menyatakan pendapat, hal ini sangat berbeda dengan tujuan audit atas laporan keuangan yang dilaksanakan sesuai dengan standar auditing. (ujuan audit adalah untuk memberikan dasar memadai untuk menyatakan suatu pendapat mengenai laporan keuangan se'ara keseluruhan. Review tidak memberikan dasar untuk menyatakan pendapat seperti itu, karena dalam review tidak men'akup pemerolehan suatu pemahaman atas pengendalian intern, penetapan risiko pengendalian, pengujian 'atatan akuntansi dan pengujian atas respon terhadap permintaan keterangan dengan 'ara pemerolehan bahan bukti yang menguatkan melalui inspeksi, pengamatan, atau kon&irmasi, dan prosedur tertentu lainnya yang biasa dilaksanakan dalam suatu audit.

Review dapat menjadikan perhatian akuntan tertuju kepada hal-hal penting yang mempengaruhi laporan keuangan, namun tidak memberikan keyakinan bahwa akuntan akan mengetahui semua hal penting yang akan terungkap melalui suatu audit. *asa akuntansi yang diatur dalam standar ini, antara lain) Kompilasi laporan keuangan ? penyajian in&ormasi-in&ormasi yang merupakan pernyataan manajemen (pemilik% dalam bentuk laporan keuangan. Review atas laporan keuangan ? pelaksanaan prosedur permintaan keterangan dan analisis yang menghasilkan dasar memadai bagi akuntan untuk memberikan keyakinan terbatas, bahwa tidak terdapat modi&ikasi material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di .ndonesia. 2aporan keuangan komparati& ? penyajian in&ormasi dalam bentuk laporan keuangan dua periode atau lebih yang disajikan dalam bentuk berkolom. LAPORAN KEUANGAN PROSPEKTIF 2aporan keuangan prospekti& men'akup prakiraan keuangan maupun proyeksi keuangan, termasuk ikhtisar asumsi dan kebijakan akuntansi pokok. Meskipun laporan keuangan prospekti& dapat men'akup periode yang sebagian telah lewat, laporan untuk periode yang seluruhnya telah lewat tidak dianggap sebagai laporan keuangan prospekti&. 2aporan keuangan pro&orma dan penyajian sebagian + tidak dianggap sebagai laporan keuangan prospekti&. 2aporan keuangan prospekti& dapat ditujukan untuk ;penggunaan umum; atau ;penggunaan terbatas.; Penggunaan umum laporan keuangan prospekti& adalah penggunaan laporan oleh pihak-pihak yang tidak melakukan negosiasi se'ara langsung dengan pihak yang bertanggung jawab, misalnya, dalam suatu pernyataan penawaran obligasi atau saham. Karena penerima laporan keuangan prospekti& untuk digunakan umum tidak dapat menanyakan kepada pihak yang bertanggung jawab se'ara langsung mengenai penyajian, maka penyajian yang paling berman&aat bagi mereka adalah yang menggambarkan hasil yang diharapkan, sepanjang pengetahuan dan keyakinan pihak yang bertanggung jawab. 9leh karena itu, hanya prakiraan keuanganlah yang tepat untuk digunakan umum ini.

Penggunaan terbatas laporan keuangan prospekti& adalah penggunaan laporan keuangan prospekti& oleh pihak yang bertanggung jawab itu sendiri atau oleh pihak yang bertanggung jawab dan pihak ketiga yang melakukan negosiasi se'ara langsung dengan pihak yang bertanggung jawab. @ontohnya men'akup penggunaan untuk negosiasi pinjaman bank, pelaporan untuk suatu instansi yang berwenang, dan penggunaan semata-mata dalam entitas yang bersangkutan. Pihak ketiga yang menerima laporan prospekti& yang dimaksud untuk digunakan terbatas dapat meminta keterangan kepada pihak yang bertanggung jawab dan merundingkan persyaratannya se'ara langsung. Kompilasi laporan keuangan prospekti& merupakan jasa pro&esional yang men'akup) . Merakit, menurut kebutuhan, laporan keuangan prospekti& berdasarkan asumsi pihak yang bertanggung jawab ". Melaksanakan prosedur kompilasi yang diharuskan, termasuk memba'a laporan keuangan prospekti& beserta ikhtisar asumsi dan kebijakan akuntansi pokok serta mempertimbangkan apakah laporan keuangan tersebut disajikan sesuai dengan panduan dalam P-A( No. 8 ini dan tidak se'ara nyata tidak tepat. +. Menerbitkan laporan kompilasi. Kompilasi tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas laporan keuangan prospekti& atau asumsi yang mendasari laporan tersebut. Karena keterbatasan prosedur yang dilaksanakan oleh akuntan, suatu kompilasi tidak memberikan keyakinan bahwa akuntan akan mengetahui hal-hal penting yang dapat terungkap dengan prosedur yang lebih luas, seperti yang dilakukan dalam pemeriksaan atas laporan keuangan prospekti&. Akuntan dapat melakukan kompilasi laporan keuangan prospekti& untuk suatu entitas yang dalam hubungan dengan entitas tersebut ia tidak independen. 3alam keadaan seperti itu, akuntan se'ara tegas harus mengungkapkan ketidakindependensian tersebut> namun, alasan yang melandasinya tidak perlu diungkapkan. *ika akuntan tidak independen, is dapat memberikan laporan kompilasi bentuk baku, namun harus memasukkan kalimat berikut ini sesudah paragra& terakhir, 1Kami tidak independen dalam hubungan kami dengan P( KA(.1

PENGENDALIAN MUTU -tandar pengendalian mutu kantor akuntan publik (KAP% memberikan panduan bagi kantor akuntan publik di dalam melaksanakan pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oleh kantornya dengan mematuhi berbagai standar yang diterbitkan oleh 3ewan -tandar Pro&esional Akuntan Publik .nstitut Akuntan Publik .ndonesia (3-PAP .AP.% dan Aturan 4tika Kompartemen Akuntan Publik yang diterbitkan oleh .AP.. 7nsur ? unsur pengendalian mutu yang harus diterapkan oleh setiap KAP pada semua jenis jasa audit, atestasi dan konsultasi meliputi) .ndependensi ? meyakinkan semua personel pada setiap tingkat organisasi harus mempertahankan independensi. Penugasan personil ? meyakinkan bahwa perikatan akan dilaksanakan oleh sta& pro&esional yang memiliki tingkat pelatihan dan keahlian teknis untuk perikatan dimaksud. Konsultasi ? meyakinkan bahwa personel akan memperoleh in&ormasi memadai sesuai yang dibutuhkan dari orang yang memiliki tingkat pengetahuan, kompetensi, pertimbangan (judgement%, dan wewenang memadai. -uper6isi ? meyakinkan bahwa pelaksanaan perikatan memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh KAP. Perekrutan ( iring% ? meyakinkan bahwa semua orang yang dipekerjakan memiliki karakteristik semestinya, sehingga memungkinkan mereka melakukan penugasan se'ara kompeten. Pengembangan pro&essional ? meyakinkan bahwa setiap personil memiliki pengetahuan memadai sehingga memungkinkan mereka memenuhi tanggung jawabnya. Pendidikan pro&esional berkelanjutan dan pelatihan merupakan wahana bagi KAP untuk memberikan pengetahuan memadai bagi personelnya untuk memenuhi tanggung jawab mereka dan untuk kemajuan karier mereka di KAP. Penerimaan dan kelanjutan klien ? menentukan apakah perikatan dari klien akan diterima atau dilanjutkan untuk meminimumkan kemungkinan terjadinya hubungan dengan klien yang manajemennya tidak memiliki integritas berdasarkan pada prinsip pertimbangan kehati-hatian (prudence%.

.nspeksi ? meyakinkan bahwa prosedur yang berhubungan dengan unsur-unsur lain pengendalian mutu telah diterapkan dengan e&ekti&. Kantor akuntan publik juga harus mematuhi standar auditing yang ditetapkan

.katan Akuntan .ndonesia dalam pelaksanaan audit. 9leh karena itu, kantor akuntan publik harus membuat kebijakan dan prosedur pengendalian mutu untuk memberikan keyakinan memadai tentang kesesuaian penugasan audit dengan standar auditing yang ditetapkan .katan Akuntan .ndonesia. -i&at dan luasnya kebijakan dan prosedur pengendalian mutu yang ditetapkan oleh kantor akuntan publik tergantung atas &aktor&aktor tertentu, seperti ukuran kantor akuntan publik, tingkat otonomi yang diberikan kepada karyawan dan kantor-kantor 'abangnya, si&at praktik, organisasi kantornya, serta pertimbangan biaya-man&aat. (-A = No. "% -tandar auditing yang ditetapkan .katan Akuntan .ndonesia berkaitan dengan pelaksanaan penugasan audit se'ara indi6idual> standar pengendalian mutu berkaitan dengan pelaksanaan praktik audit kantor akuntan publik se'ara keseluruhan. 9leh karena itu, standar auditing yang ditetapkan .katan Akuntan .ndonesia dan standar pengendalian mutu berhubungan satu sama lain, dan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu yang diterapkan oleh kantor akuntan publik berpengaruh terhadap pelaksanaan penugasan audit se'ara indi6idual dan pelaksanaan praktik audit kantor akuntan publik se'ara keseluruhan. (-A = No.+% PERATURAN MENTERI KEUANGAN No. 17 Tahun 200 5idang jasa akuntan publik dan KAP adalah jasa atestasi meliputi jasa audit umum atas laporan keuangan, jasa pemeriksaan atas laporan keuangan prospekti&, jasa pemeriksaan atas pelaporan in&ormasi keuangan pro&orma, jasa re6iu atas laporan keuangan, jasa atestasi lainnya sebagaimana ter'antum dalam -PAP. -elain itu, Akuntan Publik dan KAP dapat memberikan jasa audit lainnya dan jasa yang berkaitan dengan akuntansi, keuangan, manajemen, kompilasi, perpajakan, dan konsultansi sesuai dengan kompetensi Akuntan Publik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (pasal " ayat C+% Pemberian jasa audit umum atas laporan keuangan dari suatu entitas sebagaimana disebut di atas dilakukan oleh KAP paling lama untuk = (enam% tahun buku berturut-turut dan oleh seorang Akuntan Publik paling lama untuk + (tiga% tahun

buku berturut-turut. Akuntan Publik tersebut dapat menerima kembali penugasan audit umum untuk klien setelah (satu% tahun buku tidak memberikan jasa audit umum atas (satu% tahun buku laporan keuangan klien tersebut. *asa audit umum atas laporan keuangan dapat diberikan kembali kepada klien yang sama melalui KAP setelah tidak diberikan melalui KAP tersebut. (pasal + ayat -+% Akuntan Publik wajib mengikuti Pendidikan Pro&esional 5erkelanjutan (PP2% yang diselenggarakan dan:atau yang diakui oleh .AP. dan PPA*P. Akuntan Publik yang dalam waktu (satu% tahun tidak melakukan audit umum atas laporan keuangan, wajib mengikuti PP2 di bidang auditing dan akuntansi paling sedikit sebanyak < (lima belas% -KP (-atuan Kredit PP2% pada tahun berikutnya. Akuntan Publik wajib menyampaikan laporan realisasi PP2 tahunan dengan lengkap kepada -ekretaris *enderal u.p. Kepala Pusat paling lama pada akhir bulan *anuari tahun berikutnya dengan menggunakan &ormulir Dealisasi PP2 pada 2ampiran A. sebagaimana terlampir dalam Peraturan Menteri Keuangan ini. (pasal +8 ayat ,8C<%. Akuntan publik wajib melaporkan se'ara tertulis kepada -ekretaris *enderal u.p. Kepala Pusat paling lambat satu bulan sejak ) menjadi Dekan KAP dengan melampirkan perjanjian kerja sama yang disahkan oleh notaris, mengundurkan diri dari KAP, pindah alamat tempat tinggal. Kewajiban melapor dilakukan dengan menggunakan &ormulir Pemberitahuan Pindah Alamat atau -tatus Dekan KAP pada 2ampiran A.. PMK ini. (pasal +< ayat C"% KAP wajib menyampaikan dengan lengkap kepada -ekretaris *enderal u.p. Kepala Pusat laporan tahunan sebagai berikut) 2aporan kegiatan usaha 2aporan keuangan KAP 2aporan realisasi program kerja tenaga asing 2aporan tahunan tersebut wajib diserahkan dalam bentuk ard copy dan soft copy. KAP yang bekerjasama dengan KAPA (Kantor Akuntan Publik Asing% atau 9AA (9rganisasi Audit Asing%, wajib menyampaikan hasil re6iu mutu kepada -ekretaris *enderal u.p. Kepala Pusat paling sedikit sekali dalam 8 (empat% tahun sejak tanggal perjanjian kerjasama. Kepala Pusat dapat menunjuk pejabat atau petugas untuk melakukan penelitian langsung terhadap laporan tersebut. (pasal +=%

"

KAP yang mempekerjakan tenaga asing wajib menyampaikan laporan kepada -ekretaris *enderal u.p. Kepala Pusat yang paling kurang memuat nama, izin kerja tenaga asing yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang, kewarganegaraan, keahlian, ren'ana kerja, dan jangka waktu penugasan, paling lama tenaga asing yang bersangkutan dipekerjakan. (pasal +!% KAP wajib melaporkan se'ara tertulis kepada -ekretaris *enderal u.p. Kepala Pusat paling lama (satu% bulan sejak terjadinya (pasal +$ ayat %) a% Perubahan alamat dengan melampirkan tanda bukti kepemilikan atau sewa kantor dan denah kantor yang menunjukkan kantor terisolasi dari kegiatan lain. b% Perubahan susunan Dekan dengan melampirkan perjanjian kerja sama yang disahkan oleh notaris. '% Perubahan pemimpin Dekan dan:atau Pemimpin @abang KAP dengan melampirkan bukti domisili dan surat perjanjian dari seluruh Dekan mengenai perubahan atau surat penunjukkan menjadi Pemimpin @abang KAP d% Pemimpin Dekan dan:atau rekan KAP mengundurkan diri atau meninggal dunia. KAP wajib melaporkan se'ara tertulis kepada -ekretaris *enderal u.p. Kepala Pusat paling lambat (satu% bulan sejak) ( % KAPA yang melakukan perjanjian kerjasama dengan KAP oleh negara asal di'abut izin usahanya> ("% 9AA yang melakukan perjanjian dengan KAP bubar> (+% perubahan dan:atau berakhirnya kerja sama dengan KAPA atau 9AA. (pasal +$ ayat "% 5erdasarkan pasal 8#, dijelaskan bahwa dalam memberikan jasa -jasanya, Akuntan Publik dan KAP wajib mematuhi) % -PAP yang ditetapkan oleh .A.. "% 4tika pro&esi yang ditetapkan oleh .A.. +% Peraturan perundang-undangan yang berlaku yang berhubungan dengan bidang jasa yang diberikan. UU PASAR MODAL 5erdasarkan pasal berbentuk Perseorangan = PMK No. !:PMK. :"##$, sebuah KAP hanya dapat ataupun Persekutuan Perdata atau Persekutuan 0irma. (satu% bulan sejak

Mengingat badan usaha yang menjadi dasar dari KAP tersebut bukanlah berbentuk badan hukum, maka tanggung jawab terhadap kewajiban untuk mengganti kerugian

terhadap pihak yang dirugikan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dibebankan kepada pribadi dari anggota persekutuan tersebut se'ara tanggung renteng. 3engan pengertian lain, bahwa harta yang akan menjadi jaminan pembayaran terhadap pemenuhan ganti-ganti rugi tersebut adalah harta pribadi dari masing-masing Akuntan Publik dalam hal KAP yang merupakan badan usaha dalam menjalankan *asanya berbentuk Perorangan ataupun Persekutuan Perdata ataupun Persekutuan 0irma. *ika ditemukan bukti-bukti pelanggaran dalam memberikan jasanya baik yang bersi&at ringan hingga yang bersi&at berat, berdasarkan PMK No. !:PMK.# :"##$ hanya dikenakan sanksi administrati&, berupa) sanksi peringatan, sanksi pembekuan ijin dan sanksi pen'abutan ijin seperti yang diatur antara lain dalam pasal =", pasal =+, pasal =8 dan pasal =<. -anksi peringatan dikenakan terhadap pelanggaran ringan, sanksi pembekuan ijin dikenakan terhadap pelanggaran berat, dan sanksi pen'abutan ijin dikenakan terhadap pelanggaran yang sangat berat. PERATURAN BAPEPAM 5erdasarkan Peraturan 5apepam-2K No. .A. .< mengenai Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, tanggung jawab dan tugas komite audit antara yaitu) . Melakukan penelaahan atas in&ormasi keuangan yang dikeluarkan perusahaan. ". Melakukan penelaahan atas ketaatan perusahaan atas peraturan perundangundangan di pasar modal dan peraturan perundang-undangan lainnya. +. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor eksternal. 8. Melaporkan kepada komisaris berbagai risiko yang dihadapi perusahaan dan pelaksanaan manajemen risiko oleh direksi. <. Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan emiten. =. Menjaga kerahasiaan data, dokumen, dan in&ormasi perusahaan. !. Membuat pedoman kerja komite audit (audit committee c arter%. Pembentukan komite audit berdasarkan peraturan ini, minimal terdiri dari tiga orang yaitu satu orang komisaris independen yang bertindak sebagai ketua komite audit, dan dua orang pihak independen dari luar emiten dengan latar belakang pendidikan akuntansi dan keuangan.

PERATURAN BANK INDONESIA 5erdasarkan peraturan 5ank .ndonesia Nomor $:8:P5.:"##=, tugas dan tanggung jawab komite audit adalah melakukan pemantauan dan e6aluasi atas peren'anaan dan pelaksanaan audit serta pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai ke'ukupan pengendalian intern termasuk ke'ukupan proses pelaporan keuangan. 3alam melaksanakan tugas tersebut, komite audit harus melakukan pemantauan dan e6aluasi terhadap) Pelaksanaan tugas -atuan Kerja Audit .ntern. Kesesuaian pelaksanaan pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik dengan standar audit yang berlaku. Kesesuain laporan keuangan dengan standar akuntansi yang berlaku. Pelaksanaan tindak lanjut oleh 3ireksi atas hasil temuan -atuan Kerja Audit .ntern, akuntan publik, dan hasil pengawasan 5ank .ndonesia, guna memberikan rekomendasi kepada dewan Komisaris. -elain itu, komite audit wajib memberikan rekomendasi mengenai penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik kepada dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Dapat 7mum Pemegang -aham. 3an berdasarkan peraturan 5. ini, pembentukan komite minimal terdiri dari tiga orang yaitu satu orang komisaris independen sebagai ketua komite audit, satu orang dari pihak independen yang memiliki keahlian di bidang keuangan atau akuntansi, dan satu orang dari pihak independen yang memiliki keahlian di bidang hukum atau perbankan.

<