Anda di halaman 1dari 11

PENDAHULUAN Pterygium merupakan suatu pertumbuhan fibrovaskular pada konjungtiva bulbi yang bersifat degeneratif dan invasif.

Secara klinis pterygium muncul sebagai lipatan berbentuk segitiga pada konjungtiva yang meluas ke kornea pada daerah fissura interpalpebra. Biasanya pada bagian nasal tetapi dapat juga terjadi pada bagian temporal. Pterigium banyak terdapat pada orang dewasa, tetapi dijumpai pula pada anakanak, baik laki-laki maupun perempuan. Di merika Serikat, pasien pterigium lebih kurang !", diatas umur #$ tahun dan meningkat pada kalangan yang sering terpapar sinar ultraviolet tinggi. %aki-laki dua kali lebih banyak terkena dibandingkan perempuan.

LAPORAN KASUS 1. Identitas pasien &ama (mur *enis kelamin gama lamat Pekerjaan .anggal pemeriksaan 2. Anamnesis Keluhan utama : penurunan penglihatan ' &y. ' )$ tahun ' Perempuan ' +slam ' apit ai, ' pembantu -umah .angga ' !/ 0 desember !$1)

Riwa at Pen a!it Se!a"an#: Pasien datang ke -S(P &.B dengan keluhan penglihatan menurun pada mata sebelah kanan, penglihatan kabur dirasakan sejak 2 3 bulan yang lalu yang lalu, menurut pengakuan pasien tumbuh kurang lebih kabur dirasakan perlahan-lahan 4 bersamaan menurut pengakuan pasien dengan membesarnya daging berwarna putih di mata kanannya yang sudah sejak ! tahun yang lalu. awalnya daging putih berukuran kecil seperti ujung jarum pentul dan tidak mengganggu, tapi lama-lama kelamaan daging tumbuh membesar seperti sekarang dan dirasakan sanggat menggagu aktivitas nya sebagai pembantu rumahtangga Selain itu pasien mengeluh mata terasa mengganjal dan berair agak merah yang sering kumat-kumatan dan memberat ! minggu terakhir. Penglihatan ganda disangkal, keluhan sakit kepala disertai rasa sakit pada mata juga disangkal oleh pasien. , gatal 5-6, kotoran mata 5-6.Dan keluhan ini mengganggu aktivitas sehariharinya, riwayat trauma disangkal.

Riwa at Pen a!it Dahulu: pasien pernah menderita mata belekan, merah, yang nyeri yang sering kumat-kumatan kurang lebih satu tahun yang lalu yang bila kumat berobat ke mantri desa dan diberi salep mata. riwayat penyakit serupa sebelumnya disangkal. riwayat bintil-bintil nyeri diwajah disangkal, riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan gula disangkal. Riwa at Pen#$%atan: pasien hanya diberi obat tetes mata oleh majikannya

Riwa at Pen a!it Kelua"#a dan S$sial: sebelum bekerja sebagai pembantu rumah tangga disumbawa pasien bekerja sebagai buruh tani selama kurang lebih 7 tahun, bila pergi bekerja slalu memakai topi . Pasien mengakui tidak ada keluarga yang mengalami penyakit serupa. dirumah pasien tinggal bersama 8 anggota keluarga lainnya, satu tahun belaknagn ini pasien tinggal bersama majikannya di sumbawa. Riwa at ale"#i: -iwayat alergi makanan 5-6, alergi obat-obatan 5-6, dan asma 5-6. &. Peme"i!saan 'isi! Status Generalis 9( 9eadaan sakit 9esadaran0:;S Pemeriksaan Tanda Vital .ekanan darah &adi Arekuensi &apas Suhu ' 1!$0/$ mm?g ' 8@ kali0menit ' 1/ kali0menit ' )3,3o;
3

' Baik ' Sedang ' ;ompos mentis0<#=7>3

Status Lokalis Pemeriksaan =isus pinhole Posisi bola mata :erakan bola mata >ata kanan 30!# .idak ada kemajuan Brtoforia Baik ke segala arah Brtoforia Baik kesegala arah >ata kiri 303

.idak terasa nyeri Palpebra superior <dema ?iperemi Bulu mata rah pertumbuhan >argo palpebra &ormal 9rusta 5-6

.idak terasa nyeri

&ormal 9rusta 5-6

Palpebra inferior <dema ?iperemi >argo palpebra Bulu mata & & ?iperemi 5-6 Aolikel 5-6 +njeksi konjungtiva 5-6 & & ?iperemi 5-6 Aolikel 5-6 +njeksi konjungtiva 5-6

9onjungtiva palpebra superior dan inferior 9onjungtiva bulbi

+njeksi silier 5-6 Pterigium 5C6 Penebalan 5C6 ?iperemi 5C6 minimal 9ornea 10! Permukaan medialnya nya tertutupi jarungan fivrovaskular dan hampir menutupi seluruh pupil Permukaan cembung +nfiltrasi 5-6 Pterigium 5C6 ;B +ris &ormal Darna coklat Bentuk normal Pupil Bentuk -eguler -eflek langsung dan tak langsung 5C6 %ensa .+B 5dengan palpasi6 *ernih 9esan normal

+njeksi silier 5-6 Pterigium 5-6 Penebalan 5-6 ?iperemi 5-6 9eruh pada bagian atas margimal 56

Permukaan cembung +nfiltrasi 5-6 Pterigium 5-6 &ormal Darna coklat Bentuk normal Bentuk -eguler -eflek langsung dan tak langsung 5C6 *ernih 9esan normal

Aunduskopi

Sulit dievaluasi

9esan normal

(. )am%a" mata pasien

*ata !anan

*ata !i"i

IDEN+I'IKASI *ASALAH Daftar masalah yang terjadi pada pasien adalah ' 1. Penglihatan kabur !. >ata seperti ada yang mengganjal dan berair ). Ditemukan jaringan pada bagian nasal BD ANALISA KASUS 1. Su%,e!tiPen#lihatan !a%u" >ata kabur dapat disebabkan oleh kelainan yang timbul mulai dari bagian mata anterior, mata posterior, dan jaras visual neurologik. *adi, harus dipertimbangkan terjadinya pengeruhan atau gangguan pada media, perdarahan dalam vitreus, gangguan fungsi retina, nervus optikus atau jaras visual intrakranial atau pembentukan fibrovaskular. Pada pasien tidak ada ditemukan lensa yang keruh, .+B yg tinggi, perdarahan. Pada pasien ditemukan adanya pembentukan fibrovaskular yang menutupi hampir seluruh pupil yang mana merupakan media refraksi . Disini dapat dilihat bahwa pasien ini mengalami pterygium dimana penyakit ini bisa membuat penglihatan kabur apabila pertumbuhan fibrovaskularnya sudah mencapai kornea 5Eona optik6. *ata sepe"ti ada an# men##an,al dan %e"ai" >ata yang mengganjal bisa diakibatkan adanya peradangan di palpebra, adneksa,ataupun segmen anterior. Pada pasien tidak ditemukan adanya edema pada palpebradan adneksa, ataupun peradangan pada konjungtiva. .idak ditemukan adanya secret yang berlebih. Pada pasien ditemukan adanya penebalan konjungtiva bulbi hingga kornea dimana hal ini dapat mengakibatkan ada rasa ganjalan pada mata saat berkedip, sedangkan mata berair pada pasien ini disebabkan refleks akibat iritasi epitel pada permukaan mata.

2. O%,e!tiDitemu!an ,a"in#an pada %a#ian nasal di mata !anan Pertumbuhan jaringan pada konjungtiva bulbi bisa diakibatkan oleh suatu penyakit akibat pinguekula, pseudopterygium, dan pterygium. Pinguekula dapat disingkirkan karena pinguekula tidak bisa tumbuh hingga kornea, sedangkan pada pasien ditemukan pertumbuhan jaringan hingga kornea. Sedangkan pseudopterygium terjadi akibat adanya tukak kornea. Pterygium merupakan diagnosis yang tepat pada pasien ini karena .ampak penebalan pada konjungtiva bulbi dari arah nasal yang berbentuk segitiga dengan bagian puncak pterygi um hampir melewati pinggi r pupil. .ampakan klinis ini merupakan gambaran khas dari Pterygium, yang pertumbuhannya biasanya dari arah nasal 5paling sering6 dan dari arah temporal dengan apeF atau puncaknya tumbuh ke arah sentral 5ke arah kornea. &. Assessment Dia#n$sis : pte" #ium de"a,at ( OD >enurut Perhimpunan Dokter Spesialis >ata +ndonesia, derajat pertumbuhan pterygium dibagi menjadi '

Derajat 1 ' *ika pterygium hanya terbatas pada limbus kornea. Derajat ! ' *ika sudah melewati limbus korrnea tetapi tidak lebih ! mm melewati kornea. Derajat ) ' Sudah melebihi derajat ! tetapi tidak melebihi pinggiran pupil. Derajat # ' Pertumbuhan pterygium melewati pupil sehinga mengganggu penglihatan.

(. Plannin# +atala!sana &on farmakologik 1. >enghindari pajanan matahari, menghindari debu !. >enggunakan kacamata atau topi jika keluar Aarmakologik 1. steroid topikal Pembedahan 5pterygium yang dapat mengganggu refraksi atau bisa dengan alasan kosmetik6 KIE Pasien menghindari debu, asap, dan sebisa mungkin menggunakan kacamata pelindung ultraviolet atau menggunakan topi. .. P"$#n$sis Prognosis kosmetik dan visual setelah eksisi pterygium adalah baik. Pada pasien dengan rekurensi pterigium dapat diterapi dengan pembedahan dengan eksisi ulang dan grafting dengan autograph konjungtiva.

RIN)KASAN AKHIR Pasien datang ke -S(P &.B dengan keluhan penglihatan menurun pada mata sebelah kanan, penglihatan kabur dirasakan sejak 2 3 bulan yang lalu yang lalu dirasakan perlahan-lahan 4 bersamaan dengan membesarnya daging berwarna putih di matakanannya yang sudah tumbuh kurang lebih sejak ! tahun yang lalu. awalnya daging putih berukuran kecil seperti ujung jarum pentul dan tidak mengganggu, tapi lama-lama kelamaan daging tumbuh membesar seperti sekarang dan dirasakan sanggat menggagu aktivitas nya sebagai pembantu rumahtangga. sebelum bekerja sebagai pembantu rumah tangga disumbawa pasien bekerja sebagai buruh tani selama kurang lebih 7 tahun. selain itu pasien mengeluh mata terasa mengganjal dan berair dan agak yang sering kumat-kumatan dan memberat ! minggu terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan =BD ' 30!#. Pada pemeriksaan konjungtiva bulbi dan kornea didapatkan ada pembentukan fibrovaskular dan agak hiperemi. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik dapat didiagnosis bahwa pasien ini mengalami pterygium derajat # bagian BD. .indakan yang harus dilakukan adalah pembedahan, hal ini dikarenakan perygiumnya sudah mengganggu refraksi pada mata pasien.

10

DA'+AR PUS+AKA -iordan, Paul dkk. !$1$. =aughan G <:; Perdami.!$$3. +lmu Penyakit >ata (ntuk Dokter (mum G >ahasiswa 9edokteran, Perdami +ljas, S. !$$8. +lmu Penyakit >ata, <disi ketiga. Aakultas 9edokteran (niversitas +ndonesia sbury Bftalmologi (mum, *akartaH

11