Anda di halaman 1dari 11

MODUL PRAKTIKUM TANGGAL PRAKTIKUM PENYUSUN MODUL ASISTEN PENANGGUNG JAWAB

: Hand Boring : : :

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Ma !"d dan T"#"an Maksud dari praktikum hand boring adalah pengambilan contoh tanah dengan cara pengeboran, dimana dilakukan dengan menggunakan tangan (secara manual). Tujuan dari praktikum hand boring adalah: a. untuk mendapatkan keterangan tentang struktur tanah secara visual (lanau atau lempung), yaitu pada lapisan tanah dibawah yang akan menjadi pondasi. b. pengambilan contoh tanah tidak terganggu (undisturbed) dan terganggu (disturbed) untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut dilaboratorium.

I.$. Da!ar T%ori Dari hasil percobaan dapat diketahui penggolongan tanah secara visual, walaupun penggolongan ini termasuk yang kasar dari sudut pandang teknis. Tanah tanah tersebut dapat digolongkan dalam beberapa macam, yaitu : !. "aru kerikil (gravel) #. $asir (sand) %. &anau (Silt) '. &empung (Clay)

(olongan batu kerikil dan pasir seringkali dikenal sebagai bahan bahan yang berbutir kasar atau non kohesi) (tidak lengket*tidak menyatu), sedangkan golongan lanau dan lempung dikenal sebagai bahan bahan berbutir halus atau kohesi) (lengket*menyatu). (olongan ini terdiri dari butiran yang sangat dan menunjukkan si)at si)at plastisitas dan kohesi. +ohesi menunjukkan kenyataan bahwa bagian bagian dari butiran butiran tersebut melekat satu sama lain sedangkan plastisitas adalah si)at yang memungkinkan untuk butiran butiran itu dapat berubah rubah tanpa terjadi retakan*pecahan.

L%&'"ng &empung terdiri dari butiran yang sangat kecil dan menunjukkan si)at si)at plastisitas dan kohesi. +ohesi menunjukkan kenyataan bahwa bagian bagian dari butiran tersebut melekat satu sama lain. ,edangkan plastisitas adalah si)at yang memungkinkan untuk butiran butiran itu dapat berubah ubah tanpa terjadi retakan*pecahan. Ba(" K%ri i) dan Pa!ir (olongan ini terdiri dari butiran*pecahan batu dengan berbagai ukuran dan bentuk. "utiran batu kerikil biasanya terdiri dari pecahan batu, tetapi juga dapat terdiri dari suatu macam -at tertentu misalnya flint dan kwartz. Lana" &anau adalah bahan yang merupakan peralihan antara lempung dan pasir halus, dimana bahan tanah lanau kurang plastis dan lebih mudah ditembus oleh air dibandingkan tanah lempung dan memiliki si)at dilatasi yang tidak terdapat pada lempung. Dilatasi ini menunjukkan gejala perubahan isi apabila lanau itu diubah bentuknya serta akan menunjukkan gejala untuk menjadi quick (hidup) apabila diguncangkan atau digetarkan. .ntuk menyatakan klasi)ikasi dan menyatakan dengan tepat suatu tanah secara visual, semata mata dengan melihat saja, mengerjakannya dan membentuk kembali.

/ara yang paling baik untuk membedakan antara lanau dengan lempung adalah percobaan dilatasi. /ontoh tanah yang diselidiki lebih lanjut mengenai si)at si)at dari lapisan tanah dapat dibagi atas tiga macam, yaitu: tanah permukaan, contoh tanah terganggu (disturbed) dan tanah tidak tertganggu (undisturbed). !. Tanah $ermukaan Tanah permukaan adalah tanah disekitar lokasi pengeboran yang bebas dari batu batuan, rumput dan humus. Tanah ini dipergunakan untuk percobaan Compaction dimana dari percobaan tersebut kita dapat mengetahuinya karena tanah yang akan dipadatkan adalah yang belum mengalami proses pemadatan yang berarti. #. /ontoh Tanah Terganggu (disturbed sampels) /ontoh ini diambil tanpa ada usaha usaha untuk melindungi struktur asli dari tanah tersebut. Tanah ini dipakai untuk penyelidikan yang tidak memerlukan contoh asli (undisturbed samples) seperti specific gravity dan atterberg limit. Specific Gravity Digunakan untuk menentukan Specific Gravity dari suatu bahan material tanah dimana dengan nilai Specific Gravity tersebut kita dapat menentukan golongan*jenis dari bahan tersebut yaitu bebas, plastisitas, batas susut dan batas cair. Atterberg imit Digunakan untuk mendapatkan batas batas atterberg limit yang ingin diketahui, penggunaannya tanah tersebut dicampurkan dengan air dan diaduk sehingga menjadi homogen untuk percobaan dibatas batas atterberg limit tersebut kita dapat menggolongannya. %. /ontoh Tanah Tidak Terganggu (undisturbed sampels) /ontoh tanah ini masih menunjukkan si)at si)at asli tanah. /ontoh tanah ini tidak mengalami perubahan struktur. +adar air atau susunan kimia. /ara pengambilan contoh tanah ini dengan memakai tabung tabung contoh dan contoh tanah ini dipergunakan untuk Consolidasi dan !nconfines Compression.

Consolidasi

Digunakan untuk mengetahui apakah tanah tersebut normal atau over consolidated mencari koe)esien pemampatan akibat adanya pembebanan. !nconfined Compression

Digunakan untuk mengetahui sensivity dari suatu tanah, yaitu hubungan antara undisturbed strengt" dan remolded strengt". Ta*"ng +on(o, (tubles Samples) 0lat ini merupakan tabung silinder berdinding tipis yang disambung dengan stang bor dengan suatu alat yang tersebut pemegang tabung contoh. 0lat ini terutama dipakai untuk lempung yang lunak sampai yang sedang. /ara pemakaian tabung contoh ini adalah dengan dimasukkan kedalam dasar lubang bor, kemudian ditekan atau dipukul kedalam tanah asli yang akan diambil contohnya.

I.-. R"&"! .ang Dig"na an $erbandingan &uas Tabung 1 !2 3

#o #! !223 < !23 #!

Dimana : Do D! : diameter luar tabung : diameter dalam tabung

I./. A)a( dan Ba,an 0lat alat yang digunakan adalah sebagai berikut : !. 0uger 4wan besar (! buah), sebagai alat bor tanah dan untuk mengambil contoh tanah terganggu (disturbed). #. ,ocket (! buah), untuk menghubungkan tabung contoh dengan batang bor.

%. +epala pemukul ("ammer "ead), untuk sebagai tumpuan pemukul, agar tabung dapat masuk kedalam lubang yang diinginkan. '. "atang bor (5 buah, 6 ! meter), untuk menyambung alat bor sewaktu mengambil contoh tanah. 5. ,tang pemutar dan batang bor (! set), untuk membantu memutar alat bor agar masuk kedalam lubang bor. 7. +unci pipa, untuk memasukkan, mengangkat, membuka dan mengencangkan batang bor dan mata bor serta socket. 8. $alu besar, sebagai alat untuk memukul kepala pemutar. 9. Tabung contoh, untuk mengambil contoh tanah yang tidak terganggu (undisturbed) dan terganggu (disturbed). :. $acul, untuk mengambil contoh tanah permukaan. !2. ,endok pasir*pisau, untuk membersihkan permukaan tabung contoh dan mengeluarkan contoh tanah terganggu (disturbed) dari 0uger 4wan besar. !!. ;li, untuk mempermudah dalam menyambung alat alat pengeboran dan untuk membuat tanah dalam tabung sample tidak melekat di dinding tabung tersebut. !#. +uas, sebagai alat bantu melumasi 0uger 4wan besar, tabung contoh dan penyambung batang bor. !%. &ilin (keadaan cair), sebagai penutup contoh tanah pada tabung contoh. !'. Meteran, untuk mengukur tinggi dari tabung contoh pada batang bor agar sesuai dengan kedalaman yang diminta. !5. +antong plastik, untuk menampung contoh tanah terganggu (disturbed) dan sebagai penutup pada tabung contoh tanah tidak terganggu (undisturbed). !7. Tali ra)ia atau karet gelang, untuk mengikat plastik penutup pada tabung contoh . !8. +arung goni, untuk menampung contoh tanah permukaan.

BAB II PELAKSANAAN PER+OBAAN

II.1. P%r!ia'an P%r0o*aan ,ebelum melaksanakan percobaan hand boring ini, terlebih dahulu harus diperhatikan hal hal sebagai berikut: !. Tentukan lokasi yang akan dibor. #. 0lat alat yang diperlukan disiapkan untuk dibawa ketempat lokasi praktikum. %. Tanah disekitar lokasi dibersihkan terhadap batu batuan, rumput rumputan dan humus.

II. $. Ja)ann.a P%r0o*aan !. 0uger 4wan dipasang pada ujung sebuah batang bor dan pada ujung lainnya dipasang stang pemutar. #. 0uger 4wan diletakkan pada lokasi yang digali !2 cm sebagai titik pengeboran. %. ,tang pemutar diberi beban berat (dengan dinaiki para praktikan), pada saat 0uger 4wan masuk kedalam tanah diusahakan agar selalu tegak lurus kemudian stang pemutar dan batang pemutar diputar searah dengan jarun jam, hal ini agar "atang bor tidak lepas dari kuncinya. '. "ila auger iwan telah terisi penuh dengan tanah dengan tanah, maka auger iwan diangkat, tanah dikeluarkan dan tanah tersebut diidenti)ikasikan secara visual mengenai jenis dan warnanya. ,etelah auger iwan dibersihkan dari sisa tanah (tanah dalam auger iwan pada pengeboran pertama dibuang begitu juga pada pengeboran ke # dan ke %) 5. 0uger 4wan dimasukkan kembali kedalam lubang dan ulangi pekerjaan sampai

kedalaman yang diinginkan. Tanah tersebut diambil dan masukkan ke dalam plastik untuk contoh tanah disturbed pada kedalaman ! m.

7. <ika kedalaman untuk pengeboran sampai undisturbed telah tercapai maka 0uger 4wan diganti dengan tabung contoh yang sebelumnya diolesi oli agar tanah tidak melekat sehingga memperkecil kerusakan. 8. Tabung contoh dan batang bor dimasukkan kedalam lubang secara perlahan lahan dan usahakan masuk tegak lurus. $ada batang bor diberi tanda kedalaman tabung yang akan dicapai sehingga waktu pemukulan tidak melebihi tinggi tabung (dapat mengakibatkan compaction) ataupun kurang. 9. /abut batang bor perlahan lahan dengan bantuan kunci pipa, contoh tanah diambil kemudian kedua ujung tabung contoh ditutup dengan lilin cair agar kadar air tanah tidak berubah. Tempelkan label kedalaman dari contoh tanah. :. Tabung diganti dengan auger iwan kembali dan pengeboran dilanjutkan. /ontoh tanah diambil dan diidenti)ikasikan. Demikian selanjutnya dilakukan pengambilan contoh tanah, baik yang disturbed maupun yang undisturbed pada kedalaman kedalaman yang diinginkan. !2. selanjutnya $engambilan contoh tanah disturbed pada kedalaman: % m baik disturbed maupun undisturbed dapat dilakukan seperti pada pengeboran ke dalaman ! m.

II.-. Da(a dan 1o(o Terlampir

BAB III HASIL PER+OBAAN

III. 1. P%r,i("ngan Diketahui : Do D! Ditanya : $erbandingan luas tabung $enyelesaian : $erbandingan luas tabung Do# > D!# D!# (9,8 cm)# > (9,5 cm)# (9,5 cm)# ',8 3 < !23 III. $. Ha!i) P%ng%*oran Dari hasil pengeboran sedalam % meter, maka praktikan mendapatkan keterangan secara visual pada lapisan tanah dengan kedalaman ! meter dan % meter yang meliputi: K%da)a&an ! meter !,5 meter #,5 meter % meter K%(%rangan .ndisturbed Disturbed .ndisturbed Disturbed Warna Tana, /oklat kemerah merahan /oklat kemerah merahan /oklat merah muda /oklat merah muda Si2a( Tana, 0gak lengket 0gak lengket &engket &engket &anau &empung J%ni! Tana, < !23 ? !223 < < !23 !23 < !23 = 9,8 cm (kedalaman ! m dan %m) = 9,5 cm (kedalaman ! m dan % m)

BAB I3 PENUTUP

I3. 1. K%!i&'")an !. $ada setiap (interval) kedalaman, jenis tanah dan warnanya berbeda. #. Tabung yang dipakai memilki luas tabung ',83. %. +adar air dibawah lebih tinggi dibandingkan dengan kadar air dipermukaan. '. $ada kedalaman yang lebih dalam, tanah lebih banyak mengandung batuan. 5. @arna tanah pada permukaan lebih tua dibandingkan dengan tanah dibawah permukaan. 7. +edalaman !m didapat warna tanah coklat kemerah merahan, si)at tanah agak lengket dan jenis tanah lanau. 8. +edalaman %m didapat warna tanah coklat merah muda, si)at tanah lengket dan jenis tanah lempung.

I3.$. 1a (or42a (or %!a)a,an .ang da'a( (%r#adi 'ada 'ra (i "& ini dian(aran.a: !. #. +urang terampilnya praktikan dalam menggunakan alat dilapangan. +eadaan dan situasi lapangan yang kurang menunjang sepertiA terjadinya hujan, panas dan sebagainya. %. $eralatan yang digunakan dalam praktikum sudah tua dan perlu diganti sehingga menyulitkan praktikan dalam melakukan praktikum karena akurasinya tidak tercapai. '. ,ewaktu melakukan pemboran * pemutaran bor tidak tegak lurus, sehingga contoh tanah yang masuk kedalam tabung sedikit. 5. +urang disiplinnya praktikan, yaitu dalam melaksanakan jalannya percobaan ada yang terabaikan atau terlewatkan.

I3. -. Saran !. $erlu alat untuk kalibrasi ulang dan peralatan yang sudah tidak layak pakai sebaiknya tidak digunakan. #. $engenalan alat yang lebih mendasar kepada praktikan agar dilapangan lebih terampil.

DA1TAR PUSTAKA

!. 4r. Biana C. $ranowo & dan 4r. Bahmat ,etiadi D$edoman $raktikum Mekanika Tanah (bagian !)D, &aboratorium Mekanika Tanah E,$ > 4T4, ,erpong #222. #. <oseph F. "owles, Fdisi +eempat <ilid ,atu, D0nalisis Dan Desain $ondasiD, FB&0G((0, <akarta !::!. %. <oseph F. "owles, Fdisi +edua, D,i)at > ,i)at Eisis Dan (eoteknis TanahD, FB&0G((0, <akarta !:9:. '. B. E. /raig, Fdisi +eempat, DMekanika TanahD, FB&0G((0, <akarta !::'.