Anda di halaman 1dari 9

PAPER

MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DI SEKOLAH

Paper Ini Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Kuliah: Pengelolaan Pembelajaran
Dosen Pengampu: M. Djauhar Siddiq, M.Pd.

Disusun Oleh :
Liska Fitrianingsih (07105241009)
Habib Hambali (07105241013)
Herman Sinaga (07105241026)
Azwin Yuda Himawan (071052440)
Bagas Sosiawan (071052440)

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN


JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2009
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SEKOLAH

Manajemen sarana dan prasarana pendidikan merupakan hal yang sangat


menunjang atas tercapainya suatu tujuan dari pendidikan, sebagai seorang personal
pendidikan kita dituntut untuk menguasi dan memahami manajemen sarana dan
prasarana, untuk meningkatkan daya kerja yang efektif dan efisien serta mampu
menghargai etika kerja sesama personal pendidikan, sehingga akan tercipta keserasian,
kenyamanan yang dapat menimbulkan kebanggaan dan rasa memiliki baik dari warga
sekolah maupun warga masyarakat sekitarnya. Lingkungan pendidikan akan bersifat
positif atau negatif itu tergantung pada manajemen pengelolaan sarana dan prasarana itu
sendiri.

A. PENGERTIAN MANAJEMEN SARANA PENDIDIKAN


Menurut Stoner (1995: 7) yang dikutip oleh Sufyarna, manajemen adalah
seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Selanjutnya Stoner
( 1995:8) mengemukakan, manjamen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan
penggunaan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan secara efektif dan efisien. Menurut Miller (dalam reksoputranto,
1992:102) management is the prosess of directing and facilitating the work of
people organized in formal group to achieve a desired goal.
Secara Etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untuk
mencapai tujuan dalam pendidikan. misalnya: lokasi/tempat, bangunan sekolah,
lapangan olahraga, uang dsb. Sedangkan sarana berarti alat langsung untuk
mencapai tujuan pendidikan. misalnya; Alat Pelajaran, Alat Peraga, Media
Pengajaan, Ruang, Buku, Perpustakaan, Laboratorium dsb.
Berdasarkan pengertian tersebut di atas dapat kita simpulkan bahwa
pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah adalah proses
perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian peralatan yang
secra langsung maupun tidak langsung digunakan untuk mencapai tujuan
pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
B. MANAJEMEN SARANA PENDIDIKAN
Dalam manajemen sarana pendidikan hal-hal yang dibicarakan dan
dilaksanakan berkaitan dengan lima hal, yaitu penentuan kebutuhan, proses
pengadaan, pemakaian, pencatatan atau pengurusan dan pertanggungjawaban
(Suryosubroto, 2004: 115).
• Penentuan kebutuhan
Proses melihat kembali kekayaan yang telah ada sebelum mengadakan alat-
alat atau fasilitas tertentu. Setelah itu menentukan sarana apa yang akan
diadakan berdasarkan kepentingan pendidikan sekolah.
• Proses pengadaan
Ada beberapa hal yang mungkin ditempuh dalam proses pengadaan sarana
pendidikan :
- Pembelian dengan biaya pemerintah
- Pembelian dengan biaya dari SPP
- Bantuan dari BP3
- Bantuan dari masyarakat lainnya
• Pemakaian
Dari segi penggunaan sarana dibedakan menjadi barang habis pakai dan
tidak habis pakai. Semua barang akan dipertanggungjawabkan tiap satu tahun
sekali, maka perlu pemeliharaan, dan ini disebut barang inventaris.
• Pencatatan/pengurusan
Untuk keperluan pencatatan dan pengurusan ini disediakan instrument
administrasi berupa :
- Buku inventaris
- Buku pembelian
- Buku penghapusan
- Kartu barang
• Pertanggungjawaban
Semua barang-barang inventaris di sekolah harus pertanggungjawabkan
dengan jalan membuat laporan penggunaan barang-barang tersebut yang
ditujukan kepada instansi atasan (Kanwil) DepDikBud.
C. KOMPONEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SEKOLAH
1. LAHAN
Lahan yang di perlukan untuk mendirikan sekolah harus di sertai dengan
tanda bukti kepemilikan yang sah dan lengkap (sertifikat), adapun jenis lahan
tersebut harus memenuhi beberapa kriteria antara lain :
• Lahan terbangun adalah lahan yang diatasnya
berisi bangunan
• Lahan terbuka adalah lahan yang belum ada
bangunan diatasnya.
• Lahan kegiatan praktek adalah lahan yang di
gunakan untuk pelaksanaan kegiatan praktek
• Lahan pengembangan adalah lahan yang di
butuhkan untuk pengembangan bangunan dan
kegiatan praktek.
Lokasi sekolah harus berada di wilayah pemukiman yang sesuai dengan
cakupan wilayah sehingga mudah di jangkau dan aman dari gangguan bencana
alam dan lingkungan yang kurang baik.

2. RUANG
Secara umum jenis ruang ditinjau dari fungsinya di kelompokkan dalam :
a. Ruang pendidikan
Ruang pendidikan berfungsi untuk menampung proses kegiatan belajar
mengajar teori dan praktek antara lain :
• Ruang teori sejumlah rombel
• Ruang perpustakaaan
• Ruang Laaboraatorium
• Ruang kesenian
• Ruang Olah raga
• Ruang keteraampilan
b. Ruang administrasi
Ruang Administrasi berfungsi untuk melaksanakan berbagai kegiatan kantor.
Ruang administrasi terdiri dari :
• Ruang kepala sekolah
• Ruang tata usaha
• Ruang guru
• Gudang
c. Ruang penunjang
Ruang penunjang berfungsi untuk menunjang kegiatan yang mendukung
proses kegiatan belajar mengajar antara lain :
• Ruang Ibadah
• Ruang serbaguna
• Ruang koperasi sekolah
• Ruang UKS
• Ruang OSIS
• Ruang WC/ kamar mandi
• Ruang BP

3. Perabot
Secara umum perabot sekolah mendukung 3 fungsi yaitu : fungsi pendidikan,
fungsi administrasi, fungsi penunjang. Jenis perabot sekolah di kelompokkan
menjadi 3 macam :
• Perabot pendidikan
Perabot pendidikan adalah semua jenis mebel yang di gunakan untuk proses
kegiatan belajar mengajar. Adapun Jenis, bentuk dan ukurannya mengacu pada
kegiatan itu sendiri.
• Perabot administrasi
Perabot administrasi adalah perabot yang di gunakan untuk mendukung
kegiatan kantor. jenis perabot ini hanya tidak baku / terstandart secara
internasional
• Perabot penunjang
Perabot penunjang adalah perabot yang di gunakan / di butuhkan dalam ruang
penunjang. seperti perabot perpustakaan, perabot UKS, perabot OSIS dsb.
• Alat dan Media Pendidikan
Setiap mata pelajaran sekurang – kurangnya memiliki satu jenis alat peraga
praktek yang sesuai dengan keperluan pendidikan dan pembelajaran, sehingga
dengan demikian proses pembelajaran tersebut akan berjalan dengan optimal.

4. BUKU ATAU BAHAN AJAR


Bahan ajar adalah sekumpulan bahan pelajaran yang di gunakan dalam
kegiatan proses belajar mengajar. Bahan ajar ini terdiri dari :
• Buku Pegangan
Buku pegangan di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai acuan dalam
pembelajaran yang bersifat Normatif, adaptif dan produktif.
• Buku Pelengkap
Buku ini di gunakan oleh guru untuk memperluas dan memperdalam
penguasaan materi
• Buku Sumber
Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik untuk memperoleh
kejelasan informasi mengenai suatu bidang ilmu / keterampilan.
• Buku Bacaan
Buku ini dapat di gunakan oleh guru dan peserta didik sebagai bahan bacaan
tambahan (non fiksi) untuk memperluas pengetahuan dan wawasan serta sebagai
bahan bacaan (fiksi ) yang bersifat relatif.

D. HUBUNGAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DENGAN


PROGRAM PENGAJARAN
Jenis peralatan dan perlengkapan yang di sediakan di sekolah dan cara-
cara pengelolaannya mempunyai pengaruh besar terhadap proses belajar
mengajar. Agar dapat menciptakan suasana belajar pada siswa maka pendidik
perlu memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran. Adapun prinsip-prinsip
belajar yang perlu diperhatikan yaitu:
Perhatian, dalam pembelajaran guru hendaknya tidak mengabaikan
masalah perhatian. Sebelum pembelajaran dimulai guru hendaknya menarik
perhatian siswa agar siswa berkonsentrasi dan tertarik pada materi pelajaran yang
sedang diajarkan.
Motivasi, Jika perhatian siswa sudah terpusat maka langkah guru
selanjutnya memotivasi siswa. Walaupun siswa udah termotivasi dengan kegiatan
awal saat guru mengkondisikan agar perhatian siswa terpusat pada materi
pelajaran yang sedang berlangsung. Namun guru wajib membangun motivasi
sepanjang proses belajar dan pembelajaran berlangsung agar siswa dapa
mengikuti pelajaran dengan baik.
Keaktifan siswa, Pembelajaran yang bermakna apabila siswa aktif dalam
proses belajar dan pembelajaran. Siswa tidak sekedar menerima dan menelan
konsep-konsep yang disampaikan guru, tetapi siswa beraktivitas langsung. Dalam
hal ini guru perlu menciptakan situasi yang menimbulkan aktivitas siswa.
Keterlibatan langsung, pelibatan langsung siswa dalam proses
pembelajaran adalah penting. Siswalah yang melakukan kegiatan belajar bukan
guru. Supaya siswa banyak terlibat dalam proses pembelajaran, guru hendaknya
memilih dan mempersiapkan kegiatan-kegiatan sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
Pengulangan belajar, Penguasaan meteri oleh siswa tidak bisa
berlangsung secara singkat. Siswa perlu melakukan pengulangan-pengulangan
supaya meteri yang dipelajari tetap ingat. Oleh karena itu guru harus melakukan
sesuatu yang membuat siswa melakukan pengulangan belajar.
Materi pelajaran yang merangsang dan menantang, kadang siswa
merasa bosan dan tidak tertarik dengan materi yang sedang diajarkan. Untuk
menghindari gejala yang seperti ini guru harus memilih dan mengorganisir materi
sedemikikan rupa sehingga merangsang dan menantang siswa untuk
mempelajarinya.
Balikan atau penguatan kepada siswa, penguatan atau reinforcement
mempunyai efek yang besar jika sering diberikan kepada siswa. Setiap
keberhasilan siswa sekecil apapun, hendaknya ditanggapi dengan memberikan
penghargaan.
Persediaan sarana dan prasana yang kurang dan tidak memadai akan
menghambat proses belajar mengajar , demikian pula manajemennya yang jelek
akan mengurangi kegunaan alat-alat dan perlengkapan tersebut, sekalipun
peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Namun yang
lebih penting dari itu semua adalah penyediaan sarana di sekolah di sesuaikan
dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa mendatang.
DAFTAR PUSTAKA

Sufyarma, 2003. Kapita Selekta Manajemen Pendidikan.Bandung. Alfabeta


Suryosubroto. 2004. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta. Rineka Cipta.

http://re-searchengines.com/rustanti30708.html
http://imronfauzi.wordpress.com/2008/06/12/administrasi-sarana-dan-prasarana-
pendidikan/
http://imronfauzi.wordpress.com/2008/06/12/administrasi-sarana-dan-prasarana-
pendidikan/
http://kesling.poltekkes-pontianak.org/index.php?pilih=hal&id=7