Anda di halaman 1dari 35

BAB I

NORMALISASI SUNGAI

Data Sungai :
Nomor Patok

= 12

Bentuk Penampang Sungai

= Lebar

Lebar Dasar Sungai (b)

= 13 m

Material Dasar Sungai

= Lempung

Koefisien Kekasaran

= Chezy

Kemiringan Dasar Sungai (I)

= 0,040894

Debit Banjir Rencana 100 tahun (Q100th)

= 275 m3/det

Elevasi dasar sungai di Udik Bendung

= +64,52 m

Elevasi dasar sungai terdalam 300 m di Hilir Bendung

= +59,49 m

Patok

Jarak

Elevasi

Beda tinggi

Slope

11

67,4

12

25

72

4,6

0,184

13

40

66,4

5,6

0.14

14

45

63,5

2,9

0.06444

15

17

61

2,5

0.17857

127

rerata slope

0.113402

h (m)

A (m2)

0
0,1
0,3
0,5
0,7
0,9
1,1
1,203
1,5
1,7

0
1,3
3,9
6,5
9,1
11,7
14,3
15,639
19,5
22,1

R^4/6
(m)
0,000
0,215
0,448
0,630
0,788
0,932
1,066
1,131
1,310
1,424

V
(m/s)
0,000
3,351
6,971
9,799
12,264
14,500
16,576
17,595
20,384
22,157

Q
(m3/s)
0,000
4,357
27,187
63,696
111,599
169,655
237,038
275,173
397,480
489,679

Tabel 1 Perhitungan h coba-coba (Hb)

SI-311 Bangunan Air

Page 1

Lengkung Debit Sebelum Ada Bendung


2.5

Tinggi (m)

2
Lengkung
Debit
Sebelum Ada
Bendung

1.5
1
0.5
0
0

200

400

600

800

Debit (m3/det)
Grafik 1 Lengkung Debit pada sungai sebelum ada bendung

Contoh Perhitungan :
b = 13 m, h = 1,203 m

R=h

A = b * h = 13 * 1,203 = 15,639 m2
V=

dimasukan rumus : C =

dengan

n = 0,013 (dari tabel)

=
= 17,595 m/det
Q = V * A = 17,595 * 15,639 = 275,173 m3/det
Kesimpulan :
Dengan menggunakan Tabel 1 Perhitungan h coba-coba (Hb), di dapat Hb = 1,203 m
dengan Q100th = 275,173 m3/det

SI-311 Bangunan Air

Page 2

BAB II
HIDRAULIK DAN MERCU BENDUNG

2.1 Tinggi Mercu Bendung/Pengempang (P)


o Elevasi muka air Bangunan Bagi I

= +67,52m

o Kehilangan energi akibat :


Kemiringan saluran = I * L = 0,00017 * 350 = 0,0595
Alat ukur debit

= 0,25

Bangunan bilas

= 0,19

Bangunan pengambil

= 0,28

Faktor keamanan

= 0,1
+

Elevasi Mercu Bendung

= +68,3995 m +68,4 m

Tinggi Mercu Bendung (P) :


P = Elevasi Mercu Elevasi dasar sungai di udik
= 68,4 64,52
= 3,88 m

2.2 Lebar Pintu Pembilas (Bpp) dan Lebar Pilar (Bp)

Syarat untuk Bb

: B < Bb < 1,2 B

Syarat untuk Bpp

: 1/6 Bb 1/10 Bb

Syarat untuk Bp

: 0,8 m 1,2 m

Lebar Bruto (Bb)

B = 13 m
1,2 B = 1,2 * 13 = 15,6 m 16 m
13 m < Bb < 16 m
SI-311 Bangunan Air

maka direncanakan Bb = 14,5 m


Page 3

Lebar Pintu Pembilas (Bpp) dan Lebar Pilar (Bp)

Bpp = 1/6 * 14,5 = 2,42 m


Bpp = 1/10 *14,5 = 1,45 m
2,42 m 1,45 m
Diambil Lebar Pintu Pembilas (Bpp) = 2 m
Karena Jumlah Pintu (n) = 1 , maka diambil Lebar pintu (T) = 1 m dan Lebar
Pilar (Bp) = 1 m

Pintu Pembilas

1m

Pilar

1m

2.3 Lebar Efektif Bendung (Beff)


-

Lebar Netto (Bn)

Bn = Bb n*T = 14,5 (1 * 1) = 13,5 m


-

Lebar Efektif Bendung (Beff)

Rumus Lebar Efektif Bendung :


Beff = Bn 2 (nKp + Ka ) H1
Dimana :

SI-311 Bangunan Air

Beff

= lebar efektif bendung

Bn

= lebar bendung (lebar total lebar pilar)

= jumlah pilar

Kp

= koef. Kontraksi pilar

Ka

= koef. Kontraksi pangkal bendung

H1

= tinggi energy di atas mercu


Page 4

Tabel 2.1 Harga Koefisien Kontraksi

Beff = Bn 2(nKp + Ka )H1


= 13,5 2(1* 0,01 + 0,1)H1
= 13,5 0,22H1

2.4 Tinggi Muka Air di atas Mercu Bendung


Q100th = 275 m3/det
Q = Cd * *

Beff * H11,5

Cd awal dengan bentuk mercu bulat 2 rad = 2,0 2,2


Asumsi Cd awal = 2
275 = 2,0 * *

(13,5 0,22H1) * H11,5

275 = 46,0322H11,5 0,75H12,5

H1 = 4,772 m

Jari-jari untuk mercu bendung bentuk bulat dengan bahan beton, r = 0,7H1
r = 0,7 * 4,772 = 3,3404 m

SI-311 Bangunan Air

Page 5

Grafik 2.1 Koefisien C0

Grafik 2.2 Koefisien C1

H1/r = 4,772/3,3404 = 1,43

C0 = 1,24 (dari grafik 2.1)

P/H1 = 3,88/4,772 = 0,813

C1 = 0,96 (dari grafik 2.2)

C2 = 1 (tegak)
Maka, Cd = C0 * C1 * C2 = 1,24 * 0,96 * 1 = 1,1904

tidak sama dengan

asumsi Cd awal
Cd awal

H1

H1/r

P/H1

C0

C1

C2

Cd
akhir

4,772

3,3404

1,43

0,813

1,24

0,96

1,1904

1,1904

4,9193 3,4435

1,43

0,789

1,24

0,95

1,178

1,178

4,956

1,43

0,783

1,24

0,95

1,178

3,4692

Tabel 2.2 Mencari Cd Awal = Cd Akhir

SI-311 Bangunan Air

Page 6

Lengkung Debit Setelah Ada Bendung


H1
0
1
2
3
4
4,956
5

Cd
1,178
1,178
1,178
1,178
1,178
1,178
1,178

g
9,81
9,81
9,81
9,81
9,81
9,81
9,81

Q100th
0
26,671
74,188
133,995
202,765
274,980
278,432

Tabel 2.3 Perhitungan Q100th setelah dapat H1

= 1,178 * *

Q100th

(13,5 (0,22 * 4,956)) * 4,9561,5

= 274,980 m3/det

Lengkung Debit Setelah Ada Bendung


6
5
4
3

Lengkung Debit
Setelah Ada Bendung

2
1
0
0

100

200

300

Grafik 2.3 Lengkung Debit pada sungai setelah ada bendung

Jadi, H1 = 4,956 m

Beff = 13,5 0,22 * 4,956


= 12,41 m

SI-311 Bangunan Air

Page 7

Tinggi muka air di atas mercu (Hd)


Syarat : Hd < H1
H1 = 4,956 m
H1 = Hd +
4,956 = Hd +
Hd = 4,61 m

Jadi, 4,61 m < 4,956 m OK!

h = Hd +

v =

= 4,61 +

= 4,956 m

= 2,61 m/det

h = H1 cocok!

Elevasi muka air di udik bendung


Emau = Elevasi Mercu + Hd
= 68,4 + 4,61 = +73,01 m
Elevasi garis energi di udik bendung
Egeu = Emau +
= 73,01 +

= +73,36 m

Pengaruh back water


L =
L =

= 373,306 m

Dimana :
L = panjang pengaruh pengempangan ke arah udik dari suatu bendung
I = kemiringan dasar sungai
h = tinggi kenaikan muka air di bendung akibat pengempangan (P + h Hb)
SI-311 Bangunan Air

Page 8

Elevasi muka air di hilir bendung


Degradasi = (1 ~ 2 m)

asumsi diambil 1 m

Emah = Elevasi dasar sungai terdalam 300m hilir bendung + Hb degradasi


= 59,49 + 1,203 - 1 = +59,693 m
Elevasi garis energi di hilir bendung
Egeh = Emah + H1 - Hd
= 59,693 + 4,956 4,61 = +60,039 m
2.5 Perencanaan Mercu Bentuk Bulat 2 Radius
R1 = 0,7 H1
= 0,7 * 4,772 = 3,3404 m
R2 = 0,5 R1
= 0,5 * 3,3404 = 1,6702 m

SI-311 Bangunan Air

Page 9

BAB III
PEREDAM ENERGI BENDUNG

Peredam Energi Tipe USBR


Diketahui :
Emau = +73,01 m

Bb = 14,5 m

Emah = +60,693 m

q=

Hd

= 22,16 m3/det/m

= 4,61 m

Kecepatan air di kaki bendung (V1)


-

Kecepatan air di kaki bendung sebelum tinggi muka air di kaki bendung
diketahui :

V1 =
Dimana :
V1

= kecepatan awal loncatan

Hd

= tinggi muka air di atas mercu

= percepatan gravitasi

= tinggi jatuh (Emau Emah)

z = Emau Emah = 73,01 60,693 = 12,317 m


V1 =
= 14,7 m/det
y1 =

Tinggi muka air di kaki bendung (y1)


=

SI-311 Bangunan Air

= 1,29 m

Page 10

Kecepatan air di kaki bendung yang sebenarnya setelah tinggi muka air di
kaki bendung diketahui :

V1 =
=
= 15,361 m/det
Tinggi rating jump (y2)
y2 =

dimana : Fr

=
= 7,259 m
-

= 4,318

Berdasarkan hasil perhitungan parameter di atas, dipilih tipe ruang


olak/peredam energi USBR IV. Karena sesuai ketentuan 2,5 < Fr < 4,5

Ukuran cutblock
w = lebar maks gerigi = y1 = 1,29 m
jarak antar block = 2,5 w = 2,5 * 1,29 = 3,225 m
tinggi block = 2 y1 = 2 * 1,29 = 2,58 m
Tinggi endsill / ambang hilir
Tinggi endsill = 1,25 y1 = 1,25 * 1,29 = 1,613 m
Panjang ruang olak (Lj)
L =
=

= 29,035 m

SI-311 Bangunan Air

Page 11

BAB IV
BANGUNAN PENGAMBIL, BANGUNAN PEMBILAS, DAN
KANTONG LUMPUR

4.1 Bangunan Pengambil / Intake


Diketahui :
Letak pengambilan intake di kiri
Qintake (Qi) = 9 m3/det
Elevasi Mercu = + 68,4 m
Dengan adanya kantong lumpur, debit rencana pengambilan ditambah 20%,
sehingga debit rencana pengambilan menjadi :
Qrencana (Qr) = 1,2 * 9 = 10,8 m3/det

Kehilangan tinggi energi pada bukaan (z)


Dapat dihitung dengan menggunakan rumus tersebut :
V =
Jika kecepatan rencana diasumsikan 1,5 m/det,
1,5= 0,8
z = 0,18 m
didapatkan kehilangan tinggi energi pada bukaan yang diperlukan 0,18 m.

SI-311 Bangunan Air

Page 12

Tinggi bukaan (a)


Dengan menggunakan persamaan :
Qrencana = * Bpi * a *
Dimana :
Qrencana= debit rencana pengambilan

= koefisien debit (0,8)

Bpi

= lebar pintu pengambil

= tinggi bukaan pada pintu

= percepatan gravitasi

= kehilangan tinggi energi pada bukaan

maka rumus tinggi bukaan menjadi :


a=

jika lebar pintu pengambil (Bpi) diambil 1,5 m dengan jumlah pintu (n) = 3 buah,
a=

a = 1,597 m 1,6 m
sehingga digunakan 3 pintu dengan lebar (Bpi) 1,5 m dan tinggi (hpi) 1,6 m.
Tinggi ambang pengambilan (p)
Syarat : 0 < p < 0,2 m
maka tinggi ambang pengambilan (p) diambil 0,2 m diatas pelat saluran
pembilas bawah.

SI-311 Bangunan Air

Page 13

4.2 Bangunan Pembilas (under sluice)


Diketahui :
Pintu pembilas hanya terdiri dari satu bagian
Tinggi mercu (P) = 3,88 m
Diameter butiran (d) = 0,04 mm
Lubang under sluice
Dimensi under sluice ditentukan berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagai
berikut (KP-02, 1986) :
Tinggi saluran pembilas bawah hendaknya lebih besar dari 1,5 kali diameter
terbesar sedimen dasar sungai
Tinggi saluran pembilas bawah sekurang-kurangnya 1,00 m,
Tinggi sebaiknya diambil 1/3 sampai 1/4 dari kedalaman air didepan
pengambilan selama debit normal.
Maka ukuran saluran under sluice diambil :
Tinggi saluran (Tus) = 1,6 m, dengan tebal pelat = 0,3 m
Lebar saluran (Bus) = 1 m
Pintu penguras under sluice 1 buah dengan tinggi = 3,88 m, lebar = 1 m
Kecepatan air kritis yang diperlukan untuk pembilasan (Vc)
Dengan rumus sebagai berikut :
Vc = 1,5C
= 1,5*4

Dimana : C = koefisien sedimen antara


3,2 5,5. (diambil 4)

= 1,2 m/det

SI-311 Bangunan Air

Page 14

Kecepatan air saat pintu dibuka setengah/setinggi under sluice (Vus)


Dengan rumus sebagai berikut :
Q = * b * Tus
Dimana :
= koefisien kontraksi (0,62)

P = tinggi mercu

b = lebar pintu pembilas


Tus = tinggi under sluice
Q = 0,62 * 1 * 1,6
Q = 7,71 m3/det
A = Tus * Bus
= 1,6 * 1
= 1,6 m2
Vus =
Maka,

= 4,82 m/det
Vus > Vc
4,82 m/det > 1,2 m/det OK! (sedimen dapat terkuras)

SI-311 Bangunan Air

Page 15

Kecepatan air saat pintu dibuka sepenuhnya/setinggi mercu (Vup)


Dengan rumus sebagai berikut :
Q =*b*H
Dimana :
= 0,75
H=P
z = 1/3 H
Q = 0,75 * 1 * 3,88
Q = 14,65 m3/det
A =H*B
= 3,88 * 1
= 3,88 m2
Vup =
Maka,

= 3,77 m/det
Vup > Vc
3,77 m/det > 1,2 m/det OK! (sedimen dapat terkuras)

SI-311 Bangunan Air

Page 16

4.3 Kantong Lumpur


Diketahui :
Waktu bilas lumpur (T) = 5 hari = 5 * 24 *3600 = 432000 detik
Qintake (Qi) = 9 m3/det
Qrencana (Qr) = 1,2 * 9 = 10,8 m3/det
d0 = 0,07 (faktor bentuk butir)
t = 30o (temperatur suhu normal d indonesia)
w = kecepatan endap (didapat dari grafik w = 0,005 m/det)
Volume kantong lumpur
V = 0,0002 * Qr * T
= 0,0002 * 10,8 * 432000 = 933,12 m3
Luas rata rata kantong lumpur
8

Syarat :

L*B=

= 1800 m2

maka, L =

Dimana : L = panjang bidang pengendapan


B = lebar bidang pengendapan
Jadi,

Didapat, L

SI-311 Bangunan Air

maka diperoleh, B = 15 m

= 120 m

Page 17

Eksploitasi normal, kantong lumpur hampir penuh (In)


Asumsi : Vn = 0,5 m/det (untuk mencegah vegetasi dan partikel-partikel yang
lebih besar tidak langsung menghadap hilir intake)
Ks = koefisein kekasaran = 40 m1/3 /detik
An =

= 18 m2

hn =

= 1,2 m
= (15) + (2)

Pn = B + 2
Rn =

= 18,1 m

=1m

Maka kemiringan permukaan air di kantong lumpur saat Qintake,


In =

= 0,000156

Pembilasan, kantong lumpur kosong (Is)


Asumsi : Vs = 1 m/det (untuk pasir halus)
Ks = koefisein kekasaran = 40 m1/3 /detik
As =
hs=

=
=

= 10,8 m2
= 0,72 m
= (15) + (2)

Ps = B + 2
Rs =

= 17,4 m

= 0,621 m

Maka kemiringan dasar kantong lumpur,


Is =

SI-311 Bangunan Air

= 0,0012

Page 18

Panjang kantong lumpur


V = (0,5BL) + 0,5(Is - In)L2 B
933,12
L

= (0,5 * 15 * L ) + (0,5 * (0,0012 0,000156) * L2 * 15)


= 111,5 m

Grafik 4.1 hubungan diameter ayak dengan kecepatan endap di air tenang

SI-311 Bangunan Air

Page 19

BAB V
PONDASI DAN LANTAI MUKA BENDUNG

Diketahui :
Koefisien Bligh (Cbligh) = 7
Koefisien Lane (Clane) = 4,5
Elevasi muka air udik = +73,01 m
Elevasi muka air hilir = +59,693 m
Elevasi mercu = +68,4 m
Elevasi ambang hilir = elevasi dasar sungai terdalam 300m hilir bendung +
tinggi ambang hilir degradasi
= 59,49 + 1,613 1 = +60,103 m
Hn

= Elevasi mercu Elevasi ambang hilir


= 68,4 60,103 = 8,3 m

Hb

= Elevasi Muka Air di Udik Elevasi Muka Air di Hilir Bendung


= 73,01 59,693 = 13,32 m

Maka, H
H

= max (Hn ; Hb)


= Hb = 13,32 m

Rumus yang digunakan :


- Metode Bligh

- Metode Lane

Lv + Lh CBligh * H * 1,5

Lv + 1/3Lh CLane * H

HBligh =

HLane =

SI-311 Bangunan Air

Page 20

Gradien hidrolis sebelum ada lantai muka


SEGMEN

Lv

Lh

1/3Lh

Lv+Lh

Lv+1/3Lh

0~1

7,00

0,00

0,000

7,00

7,000

H
Bligh
1,000

1~2

0,00

3,00

1,000

3,00

1,000

0,429

0,222

2~3

3,00

3,00

1,000

6,00

4,000

0,857

0,889

3~4

0,00

18,97

6,323

18,97

6,323

2,710

1,405

4~5

3,00

3,00

1,000

6,00

4,000

0,857

0,889

5~6

0,00

3,53

1,177

3,53

1,177

0,504

0,261

6~7

3,92

0,00

0,000

3,92

3,920

0,560

0,871

7~8

0,00

2,50

0,833

2,50

0,833

0,357

0,185

8~9

2,50

0,00

0,000

2,50

2,500

0,357

0,556

9 ~ 10

0,00

2,50

0,833

2,50

0,833

0,357

0,185

10 ~ 11

2,50

0,00

0,000

2,50

2,500

0,357

0,556

11 ~ 12

0,00

2,50

0,833

2,50

0,833

0,357

0,185

12 ~ 13

4,00

0,00

0,000

4,00

4,000

0,571

0,889

13 ~ 14

0,00

2,00

0,667

2,00

0,667

0,286

0,148

14 ~ 15

5,50

0,00

0,000

5,50

5,500

0,786

1,222

31,42

41,00

13,667

72,420

45,087

10,346

10,019

H Lane
1,556

Penentuan Lantai Muka :


-

Metode Bligh

Lv + Lh

CBligh * H * 1,5

72,42

7 * 13,32 * 1,5

72,42

<

139,86

Perlu lantai muka sepanjang : 139,86 72,42 = 67,44 m


-

Metode Lane

Lv + 1/3Lh

CLane * H

45,1

4,5 * 13,32

45,1

<

59,94

Perlu lantai muka sepanjang : 59,94 45,09 = 15,04 m


Maka, diambil panjang lantai muka yang diperlukan 67,44 m 68 m
SI-311 Bangunan Air

Page 21

Gradien hidrolis setelah ada lantai muka

7,000

H
Bligh
1,000

H
Lane
1,556

3,00

1,000

0,429

0,222

1,000

6,00

4,000

0,857

0,889

18,97

6,323

18,97

6,323

2,710

1,405

3,00

3,00

1,000

6,00

4,000

0,857

0,889

5~6

0,00

3,53

1,177

3,53

1,177

0,504

0,261

6~7

4,92

0,00

0,000

4,92

4,920

0,703

1,093

7~8

0,00

2,50

0,833

2,50

0,833

0,357

0,185

8~9

2,50

0,00

0,000

2,50

2,500

0,357

0,556

9 ~ 10

0,00

2,50

0,833

2,50

0,833

0,357

0,185

10 ~ 11

2,50

0,00

0,000

2,50

2,500

0,357

0,556

11 ~ 12

0,00

2,50

0,833

2,50

0,833

0,357

0,185

12 ~ 13

4,00

0,00

0,000

4,00

4,000

0,571

0,889

13 ~ 14

0,00

2,00

0,667

2,00

0,667

0,286

0,148

14 ~ 15

4,00

0,00

0,000

4,00

4,000

0,571

0,889

15 ~ 16

0,00

5,00

1,667

5,00

1,667

0,714

0,370

16 ~ 17

3,00

0,00

0,000

3,00

3,000

0,429

0,667

17 ~ 18

0,00

3,00

1,000

3,00

1,000

0,429

0,222

18 ~ 19

3,00

0,00

0,000

3,00

3,000

0,429

0,667

19 ~ 20

0,00

13,00

4,333

13,00

4,333

1,857

0,963

20 ~ 21

3,00

0,00

0,000

3,00

3,000

0,429

0,667

21 ~ 22

0,00

3,00

1,000

3,00

1,000

0,429

0,222

22 ~ 23

3,00

0,00

0,000

3,00

3,000

0,429

0,667

23 ~ 24

0,00

13,00

4,333

13,00

4,333

1,857

0,963

24 ~ 25

3,00

0,00

0,000

3,00

3,000

0,429

0,667

25 ~ 26

0,00

3,00

1,000

3,00

1,000

0,429

0,222

26 ~ 27

3,00

0,00

0,000

3,00

3,000

0,429

0,667

27 ~ 28

0,00

13,00

4,333

13,00

4,333

1,857

0,963

28 ~ 29

3,00

0,00

0,000

3,00

3,000

0,429

0,667

29 ~ 30

0,00

3,00

1,000

3,00

1,000

0,429

0,222

30 ~ 31

3,00

0,00

0,000

3,00

3,000

0,429

0,667

31 ~ 32

0,00

7,00

2,333

7,00

2,333

1,000

0,519

32 ~ 33

4,50

0,00

0,000

4,50

4,500

0,643

1,000

33 ~ 34

0,00

5,00

1,667

5,00

1,667

0,714

0,370

34 ~ 35

6,00

0,00

0,000

6,00

6,000

0,857

1,333

65,42

109,00

36,33

174,42

101,75

24,92

22,61

SEGMEN

Lv

Lh

1/3Lh

Lv+Lh

Lv+1/3Lh

0~1

7,00

0,00

0,000

7,00

1~2

0,00

3,00

1,000

2~3

3,00

3,00

3~4

0,00

4~5

SI-311 Bangunan Air

Page 22

Penentuan Lantai Muka :


-

Metode Bligh

Lv + Lh

CBligh * H * 1,5

174,42

7 * 13,32 * 1,5

174,42

139,86

Tidak perlu lantai muka , karena


-

Lada

Lperlu

Lada

Lperlu

Metode Lane

Lv + 1/3Lh

CLane * H

101,75

4,5 * 13,32

101,75

59,94

Tidak perlu lantai muka , karena

SI-311 Bangunan Air

Page 23

BAB VI
STABILITAS BENDUNG

Gaya gaya yang bekerja dalam penghitungan stabilitas bendung :


5.1 Akibat Berat Sendiri
Yaitu berat dari kontruksi bendung dengan arah gaya vertikal ke bawah dari
titik berat. Rumus yang digunakan dalam menghitung gaya pada berat sendiri
yaitu Luas Bidang dikalikan dengan berat jenis pasangan beton (2,4 t/m3).
Tabel perhitungan gaya dan momen akibat berat sendiri

Gaya

Besar Gaya (T)

G1

Lengan
Momen (m)

Momen
Terhadap X
(T.m)

0,32

7,00

2,40

5,38

0,16

0,86

1,61

1,61

2,40

3,12

0,86

2,68

2,68

5,39

2,40

34,65

1,66

57,52

3,00

3,00

2,40

10,80

4,00

43,20

24,97

2,39

2,40

143,05

15,49

2215,10

3,00

3,00

2,40

10,80

26,97

291,28

G7

3,53

5,39

2,40

45,64

29,74

1357,07

G8

2,46

2,35

2,40

13,90

31,50

437,75

0,22

2,46

2,40

0,65

31,91

20,76

2,50

4,04

2,40

24,24

33,98

823,65

2,50

2,39

2,40

7,18

34,40

247,03

2,50

3,93

2,40

23,60

36,48

861,05

2,50

2,50

2,40

7,50

36,90

276,72

2,50

3,93

2,40

23,60

38,98

920,06

G2

0,5

G3
G4

0,5

G5
G6

G9

0,5

0,5

G10
G11

0,5

G12
G13

0,5

G14
G15

0,5

2,50

1,43

2,40

4,29

39,40

169,01

G16

0,5

2,00

1,65

2,40

3,97

40,90

162,27

G17

2,00

7,71

2,40

37,01

41,23

1525,79

G18

5,00

1,50

2,40

18,00

44,73

805,12

SI-311 Bangunan Air

417,38

() 10216,91

Page 24

5.2 Akibat Gempa


Gaya gempa memiliki arah horizontal ke arah yang merugikan dari titik
berat. Rumus yang digunakan dalam menghitung gaya gempa yaitu gaya berat
sendiri dikalikan nilai koefisien gempa (1,1).
Tabel perhitungan gaya dan momen akibat gempa

Gaya

Besar Gaya (T)

Lengan
Momen (m)

Momen
Terhadap X
(T.m)

K1

1,10

5,38

5,91

3,50

20,70

K2

1,10

3,12

3,43

5,93

20,35

K3

1,10

34,65

38,11

2,69

102,66

K4

1,10

10,80

11,88

2,00

23,76

K5

1,10

143,05

157,35

4,19

659,86

K6

1,10

10,80

11,88

2,00

23,76

K7

1,10

45,64

50,20

2,69

135,22

K8

1,10

13,90

15,29

6,56

100,34

K9

1,10

0,65

0,72

6,64

4,75

K10

1,10

24,24

26,66

5,94

158,30

K11

1,10

7,18

7,90

8,79

69,44

K12

1,10

23,60

25,96

8,38

217,69

K13

1,10

7,50

8,25

11,18

92,27

K14

1,10

23,60

25,96

10,88

282,60

K15

1,10

4,29

4,72

13,55

63,95

K16

1,10

3,97

4,36

13,45

58,68

K17

1,10

37,01

2,53

8,77

22,20

K18

1,10

18,00

0,67

9,67

6,48

SI-311 Bangunan Air

398,61

(+) 2063,00

Page 25

5.3 Akibat Tekanan Lumpur


Endapan lumpur dianggap setinggi mercu bendung dengan sudut geser
dalam diambil () = 290 dan berat jenis tanah () = 1,75 t/m3. Perhitungan
menggunakan rumus berikut ini :

Ka

Ps
Dimana :

Ps

tg 2 45 o
2

1
s .h 2 .K a
2
= gaya akibat tekanan lumpur (Ton)

lumpur= - air = 1,75 1,00 = 0,75 t/m3


h

= kedalaman lumpur (m)

= sudut geser dalam lumpur

Ka

= koefisien tekanan tanah aktif

Perhitungan :
Ka

tg 2 45 o
2

29

tg 2 45 o
2

0,347

Tabel perhitungan gaya dan momen akibat tekanan lumpur


Lengan
Momen (m)

Besar Gaya (T)


Horizontal
Ps

0,5 x 0,75 x 3,882 x 0,347 = 1,96


(+) 1,96

SI-311 Bangunan Air

Vertikal

H
11,71

Momen Terhadap X
(T.m)
V

H
22,96
(+) 22,95

Page 26

5.4 Akibat Tekanan Tanah


Perhitungan menggunakan rumus berikut ini :
Ka

tg 2 45 o
2

Pa

1
.h 2 .K a
2

Kp

tg 2 45 o
2

Pp

1
.h 2 .K p
2

Dimana :

Perhitungan :

Pa

= gaya akibat tekanan tanah aktif (Ton)

Pp

= gaya akibat tekanan tanah pasif (Ton)

= berat jenis tanah (1,75 t/m3)

= kedalaman tanah (m)

= sudut geser dalam (29o)

Ka

= koefisien tekanan tanah aktif

Kp

= koefisien tekanan tanah pasif

Ka

tg 2 45 o
2

29

tg 2 45 o
2

0,347

Kp

tg 2 45 o
2

29

tg 2 45 o

2,882

1,7 1,00 = 0,7 t/m3

Tabel perhitungan gaya dan momen akibat tekanan tanah


Lengan
Momen (m)

Besar Gaya (T)

Pa

Horizontal
0,5 x 0,75 x 8,922 x 0,347 = 10,354

Pp

0,5 x 0,75 x 32 x 2,882 = 9,73

Vertikal

H
2,973
1

Momen
Terhadap X
(T.m)
V
H
30,782
9,72

(+) 10,354

(+) 30,782

() 9,73

() 9,72

SI-311 Bangunan Air

Page 27

5.5 Akibat Hidrostatis


Perhitungan akibat gaya hidrostatis ditinjau terhadap waktu muka air normal
dan muka air banjir, dengan menggunakan rumus berikut :

PH

Dimana : PH

1
w .h 2
2

gaya akibat tekanan hidrostatis (Ton)

tinggi air (m)

berat jenis air (1 Ton/m3)

Perhitungan :
-

Pada Waktu Muka Air Normal

Tabel perhitungan gaya dan momen akibat hidrostatis waktu muka air normal
Lengan Momen
(m)

Besar Gaya (T)


Horizontal
0,5 x 1 x 3,882 = 7,53

Ph

Vertikal

H
11,71

Momen Terhadap X
(T.m)
V

(+) 7,53

H
88,14
(+) 88,14

Pada Waktu Muka Air Banjir

Tabel perhitungan gaya dan momen akibat hidrostatis waktu muka air banjir
Lengan
M omen (m)

Besar Gaya (T)


Horisontal
H

Vertikal

0,50 x 1,00 x 8,49 x 8,49 =

36,04

M omen Terhadap X
(T.m)
V

13,25

477,53

V1

0,50 x 1,00 x 4,03 x 3,76 =

7,58

39,75

301,16

V2

1,00 x 4,03 x 0,85 =

3,43

38,98

133,53

V3

1,00 x 2,82 x 0,36 =

1,02

30,84

31,31

V4

1,00 x

29

x 1,21 =

35,13 15,49

544,11

1,00 x

27

x 1,61 =

43,57 14,52

632,59

V5
V6

0,50 x 1,00 x 1,61 x 1,61 =

(+) 36,04

SI-311 Bangunan Air

2,60

() 93,31

1,40

3,63
() 1646,33 (+) 477,53

Page 28

5.6 Akibat Uplift Pressure


Perhitungan akibat gaya uplift pressure ditinjau terhadap waktu muka air
normal dan muka air banjir, dengan menggunakan rumus berikut :

Ux

Lx H
H x
w
Ltot

Dimana : Ux

gaya angkat pada x (t/m2)

Ltot

panjang total bidang kontak bangunan dan tanah


bawah (m)

Lx

jarak sepanjang bidang kontak dari hulu sampai x (m)

Hx

tinggi energi dihulu bendung (m)

beda tinggi energi (m)

berat jenis air (1 t/m3)

Perhitungan :
-

Pada Waktu Muka Air Normal

Ltot

= 64,92 m

= Elevasi mercu Elevasi ambang hilir = 68,4 61,103 = 7,297 m


Tabel perhitungan uplift pressure pada waktu air normal

Titik

Elevasi
Muka air
normal
(m)

Elevasi di
tiap titik

Hx

Lx

Lt

Ux

(m)

(m)

(m)

(m)

(m)

(t/m3)

(t/m2)

68,40

63,02

5,38

0,00

7,30

64,92

1,00

5,38

68,40

59,02

9,38

4,00

7,30

64,92

1,00

8,93

68,40

59,02

9,38

6,00

7,30

64,92

1,00

8,71

68,40

63,02

5,38

10,00

7,30

64,92

1,00

4,26

68,40

63,02

5,38

12,50

7,30

64,92

1,00

3,98

68,40

60,52

7,88

15,00

7,30

64,92

1,00

6,19

68,40

60,52

7,88

17,50

7,30

64,92

1,00

5,91

68,40

58,02

10,38

20,00

7,30

64,92

1,00

8,13

68,40

58,02

10,38

22,50

7,30

64,92

1,00

7,85

68,40

54,10

14,30

26,42

7,30

64,92

1,00

11,33

68,40

54,10

14,30

29,95

7,30

64,92

1,00

10,93

68,40

57,10

11,30

32,95

7,30

64,92

1,00

7,60

68,40

57,10

11,30

51,92

7,30

64,92

1,00

5,46

68,40

54,10

14,30

54,92

7,30

64,92

1,00

8,13

68,40

54,10

14,30

57,92

7,30

64,92

1,00

7,79

68,40

61,10

7,30

64,92

7,30

64,92

1,00

0,00

SI-311 Bangunan Air

Page 29

Tabel perhitungan gaya dan momen akibat uplift horizontal waktu muka air normal

Besar Gaya (T)


HA-B

5,38

4,00

H'A-B

0,5

4,00

HC-D

8,71

4,00

H'C-D

0,5

4,00

HE-F

3,98

2,50

H'E-F

0,5

2,50

HG-H

5,91

2,50

H'G-H

0,5

2,50

HI-J

7,85

3,92

H'I-J

0,5

3,92

HK-L

10,93

3,00

H'K-L

0,5

3,00

HM-N

5,46

3,00

H'M-N

0,5

3,00

HO-P

7,79

7,00

H'O-P

0,5

7,00

8,93

5,38

4,26

8,71

6,19

3,98

8,13

11,33

7,60

8,13

0,00

5,91

7,85

10,93

5,46

7,79

)
)
)
)
)

Lengan
Momen

Momen
terhadap X

(m)

(T.m)

21,52

6,92

7,10

6,25

148,92
44,40

34,82

6,92

240,97

-8,90

6,25

-55,65

9,94

7,67

76,22

2,77

7,25

20,12

14,78

5,17

76,43

2,77

4,75

13,18

30,78

1,96

60,32

6,82

1,31

8,91

32,80

1,50

49,20

-5,01

1,00

-5,01

16,39

1,50

24,59

4,00

1,00

4,00

54,53

3,50

190,85

-27,25

2,33

-63,50

(+)

239

(+) 958,11

()

40,25

() 124,15

Tabel perhitungan gaya dan momen akibat uplift vertikal waktu muka air normal

Besar Gaya (T)


HB-C

8,71

2,00

H'B-C

0,5

2,00

HD-E

3,98

2,50

H'D-E

0,5

2,50

HF-G

5,91

2,50

H'F-G

0,5

2,50

HH-I

7,85

2,50

H'H-I

0,5

2,50

HJ-K

10,93

3,53

H'J-K

0,5

3,53

HL-M

5,46

18,97

H'L-M

0,5

18,97

HN-O

7,79

3,00

H'N-O

0,5

3,00

(
(

8,93
4,26

8,71
3,98

)
)

6,19

5,91

8,13

7,85

(
(
(

11,33
7,60
8,13

10,93
5,46
7,79

)
)
)

Lengan
Momen

Momen
terhadap X

(m)

(T.m)

17,41

40,00

0,22

40,33

9,07

9,94

37,75

375,14

0,35

38,17

13,41

14,78

35,25

521,08

0,35

35,67

12,53

19,63

32,75

642,80

0,35

33,17

11,65

38,60

29,74

1147,64

0,70

30,32

21,24

103,66

15,49

1605,11

20,22

18,65

377,11

23,37

1,50

35,05

0,51

2,00

(+)

250

696,45

1,01
(+) 5129,28

()

SI-311 Bangunan Air

()

Page 30

Pada Waktu Muka Air Banjir

Ltot

= 64,92 m

Hb

= Elevasi Muka Air di Udik Elevasi Muka Air di Hilir Bendung


= 73,01 62,31 = 10,7 m
Tabel perhitungan uplift pressure pada waktu air banjir

Titik

Elevasi
Muka air
normal
(m)

Elevasi di
tiap titik

Hx

Lx

Lt

Ux

(m)

(m)

(m)

(m)

(m)

(t/m3)

(t/m2)

73,01

63,02

9,99

0,00

10,70

64,92

1,00

9,99

73,01

59,02

13,99

4,00

10,70

64,92

1,00

13,33

73,01

59,02

13,99

6,00

10,70

64,92

1,00

13,00

73,01

63,02

9,99

10,00

10,70

64,92

1,00

8,34

73,01

63,02

9,99

12,50

10,70

64,92

1,00

7,93
10,02

73,01

60,52

12,49

15,00

10,70

64,92

1,00

73,01

60,52

12,49

17,50

10,70

64,92

1,00

9,61

73,01

58,02

14,99

20,00

10,70

64,92

1,00

11,69

73,01

58,02

14,99

22,50

10,70

64,92

1,00

11,28

73,01

54,10

18,91

26,42

10,70

64,92

1,00

14,56

73,01

54,10

18,91

29,95

10,70

64,92

1,00

13,97

73,01

57,10

15,91

32,95

10,70

64,92

1,00

10,48

73,01

57,10

15,91

51,92

10,70

64,92

1,00

7,35

73,01

54,10

18,91

54,92

10,70

64,92

1,00

9,86

73,01

54,10

18,91

57,92

10,70

64,92

1,00

9,36

73,01

61,10

11,91

64,92

10,70

64,92

1,00

1,21

Tabel perhitungan gaya dan momen akibat uplift horizontal waktu muka air banjir
Besar Gaya (T)
HA-B

9,99

4,00

H'A-B

0,5

4,00

HC-D

13,00

4,00

H'C-D

0,5

4,00

HE-F

7,93

2,50

H'E-F

0,5

2,50

HG-H

9,61

2,50

H'G-H

0,5

2,50

HI-J

11,28

3,92

H'I-J

0,5

3,92

HK-L

13,97

3,00

H'K-L

0,5

3,00

HM-N

7,35

3,00

H'M-N

0,5

3,00

HO-P

9,36

7,00

H'O-P

0,5

7,00

SI-311 Bangunan Air

(
(
(
(
(
(
(
(

13,33
8,34
10,02
11,69
14,56
10,48
9,86
1,21

9,99
13,00
7,93
9,61
11,28
13,97
7,35
9,36

)
)
)
)
)
)
)
)

Lengan
Momen

Momen
terhadap X

(m)

(T.m)

39,96

6,92

6,68

6,25

276,52
41,78

52,00

6,92

359,87

-9,32

6,25

-58,27

19,82

7,67

152,05

2,61

7,25

18,93

24,01

5,17

124,15

2,61

4,75

12,40

44,22

1,96

86,68

6,42

1,31

8,38

41,92

1,50

62,88

-5,24

1,00

-5,24

22,06

1,50

33,09

3,76

1,00

3,76

65,55

3,50

229,41

-28,54

2,33

-66,49

(+)

332

(+) 1410

()

43,10

() 130

Page 31

Tabel perhitungan gaya dan momen akibat uplift vertikal waktu muka air banjir

Besar Gaya (T)


HB-C

13,00

2,00

H'B-C

0,5

2,00

HD-E

7,93

2,50

H'D-E

0,5

2,50

HF-G

9,61

2,50

H'F-G

0,5

2,50

HH-I

11,28

2,50

H'H-I

0,5

2,50

HJ-K

13,97

3,53

H'J-K

0,5

3,53

HL-M

7,35

18,97

H'L-M

0,5

18,97

HN-O

9,36

3,00

H'N-O

0,5

3,00

13,33

13,00

8,34

7,93

10,02

9,61

(
(
(
(

11,69
14,56
10,48
9,86

11,28
13,97
7,35

)
)
)

9,36

Momen
terhadap X

(m)

(T.m)

26,00

40,00

0,33

40,33

13,29

19,82

37,75

748,37

0,52

38,17

19,66

24,01

35,25

846,50

0,52

35,67

18,37

28,20

32,75

923,68

0,52

33,17

17,08

49,33

29,74

1466,74

1,03

30,32

31,14

139,48

15,49

2159,84

29,66

18,65

552,98

28,09

1,50

42,14

0,74

2,00

1,48

(+)

Lengan
Momen

1040,09

348

(+) 7881,36

()

()

Rekapitulasi Gaya dan Momen pada Bendung


Momen (T.m)

Gaya Horisontal
(T)

Gaya Vertikal
(T)

MT

MG

Berat Sendiri

0,00

417,38

-10216,91

0,00

Gaya Gempa

398,61

0,00

0,00

2063,00

Tekanan lumpur

1,96

0,00

0,00

22,95

Tekanan tanah

0,62

0,00

0,00

21,06

7,53

0,00

0,00

88,14

36,04

93,31

-1646,33

477,53

Gaya uplift MAN

198,75

250,00

5129,28

833,96

Gaya uplift MAB


(efektif 70%)

202,23

243,60

5516,95

896,00

MAN

607,47

667,38

-5087,63

3008,05

MAB

639,46

754,29

-6346,29

3459,48

Item

Tekanan hidrostatis
MAN
Tekanan hidrostatis
MAB

SI-311 Bangunan Air

Page 32

Kontrol Stabilitas Bendung


-

Kontrol terhadap guling

Momen Tahan (MT) harus lebih besar dari Momen Guling (MG), dihitung
dengan rumus :
Sf =

Dimana : Sf

= safety factor (faktor keamanan) = 1,5

MT = jumlah momen tahan


MG = jumlah momen guling
Maka,
Untuk air normal
Sf =

= 1,69 1,5

OK !

= 1,83 1,5

OK !

Untuk air banjir


Sf =

Kontrol terhadap geser

Kontruksi tidak boleh bergeser, dihitung dengan rumus :


Sf = f
Dimana : Sf

= safety factor (faktor keamanan) = 1,2

= koefisien gesekan antara konstruksi dengan tanah dasar

= jumlah gaya vertikal

= jumlah gaya horizontal

SI-311 Bangunan Air

Page 33

Digunakan f = 0,75 (pasangan batu)


kondisi saat Muka Air Normal ; gaya gempa diabaikan
Maka,
Untuk air normal
Sf = f

= 0,75

= 3,19 1,2

OK !

= 0,75

= 1,21 1,2

OK !

Untuk air banjir


Sf = f

SI-311 Bangunan Air

Page 34

BAB VII
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil perhitungan Perencanaan Bendung Tetap, maka diperoleh :


o Lebar Efektif (Beff)

= 12,41 m

o Tinggi Mercu (P)

= 3,88 m

o Tinggi Muka Air diatas Mercu (Hd) = 4,61 m


o Tipe Kolam Olak/Peredam Energi USBR IV, direncanakan panjang
kolam olak/peredam energi 29,035 m
o Pintu Pengambil, direncanakan 3 buah pintu dengan lebar 1,5 m dan
tinggi 1,6 m
o Pintu Pembilas Bawah/Under Sluice, direncanakan 1 buah pintu
dengan lebar 1 m dan tinggi 3,88 m sedangkan untuk lubang pembilas
bawah/under sluice direncanakan 1 buah lubang saluran dengan
tinggi 1,6 m dan lebar 1 m
o Kolam Lumpur, direncanakan bentuk trapesium dengan lebar 15 m
dan panjang kolam lumpur 111,5 m
o Lantai Muka, direncanakan dengan panjang 68 m
o Bendung aman terhadap guling dan juga aman terhadap geser

SI-311 Bangunan Air

Page 35