Anda di halaman 1dari 18

Tremor Pada Ekstremitas Atas

Kelompok A9 Septian Dwi Chandra Joana De Chantal Laiyan Cecillia Wirawanty Yogie Rinaldi Leonita Alfyani Kurnity Tepat Melisa Haekal Mahargias Meldina Sari Simatupang Agnes Christie Muhammad Haziq bin Hashim 10.2011.096 10.2011.151 10.2011.187 10.2011.213 10.2011.254 10.2011.340 10.2011.342 10.2011.362 10.2011.396 10.2011.434

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta


1|Page

A. Pendahuluan

Ekstremitas superior ditandai secara khas oleh kebebasan gerak yang amat luas dan disesuaikan untuk memegang dan melakukan berbagai pekerjaan dengan tangan. Ektremitas superior terdiri dari lima bagian yaitu bahu, lengan atas, lengan bawah, pergelagan tangan dan tangan. Pada kasus tremor ditandai dengan gerakan secara terus menerus atau berlebihan pada salah satu anggota gerak tubuh. Gangguan tersebut bisa disebabkan oleh banyak faktor yang saling berhubungan baik itu dilihat dari sisi anatomi (organ), histologi (jaringan), fisiologi (fungsi) ataupun dari sisi biokimia (energi) yang terjadi dalam tubuh kita.

B. Identifikasi Masalah

Seorang laki-laki umur 62 tahun datang ke klinik , diantar keluarga, mengeluh tangan gemetar disertai rasa kaku sejak sekitar 1 bulan lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tremor pada ekstremitas atas dan tidak didapatkan kelainan pada jantung dan paru

Istilah yang tidak diketahui 1. Tremor Suatu gerakan gemetar diluar kesadaran yang berirama dan tidak terkendali, yang terjadi karena otot berkontraksi dan berelaksasi secara berulang-ulang. 2. Ekstremitas Atas Anggota badan bagian atas seperti lengan dan tungkai

Rumusan masalah Laki-laki 62 tahun mengeluh tangan gemetar dan rasa kaku sekitar 1 bulan.

2|Page

Analisisa masalah

Makro Organ yang terkait Mikro Tremor pada ekstremitas atas Mekanisme Kerja

ATP

Sumber Energi

Glikogen

Enzim Glikolisis

C. Pembahasan

Tremor adalah Suatu gerakan gemetar diluar kesadaran yang berirama dan tidak terkendali, yang terjadi karena otot berkontraksi dan berelaksasi secara berulang-ulang. Tremor dikelompokkan berdasarkan kecepatan dan irama gerakannya, dimana dan seberapa sering terjadi serta beratnya:1-3 1. Tremor aksi, terjadi ketika otot dalam keadaan aktif. 2. Tremor istirahat, terjadi ketika otot sedang beristirahat. Meskipun penderita sedang beristirahat total, lengan atau tungkainya bisa terus gemetaran. Tremor ini bisa merupakan pertanda dari penyakit Parkinson. 3. Tremor yang disengaja, terjadi jika seseorang membuat gerakan yang disengaja. Tremor ini bisa terjadi pada seseorang yang memiliki kelainan pada serebelum (otak kecil) atau penghubungnya. Tremor yang disengaja juga bisa terjadi pada penyakit neurologis lainnya, stroke atau alkoholik menahun. 4. Tremor esensial merupakan tremor yang biasanya mulai timbul pada masa dewasa, yang secara perlahan menjadi semakin nyata dan tidak memiliki penyebab yang pasti. Tremor esensial biasanya bersifat ringan dan tidak menunjukkan adanya penyakit yang serius, tetapi bisa mengganggu. Keadaan ini bisa diperberat oleh stres emosional, kecemasan, kelelahan, kafein atau obat-obat tertentu
3|Page

5. Tremor senilis adalah tremor esensial yang timbul pada usia lanjut 6. Tremor familial merupakan tremor esensial yang terjadi di dalam satu keluarga

Organ pada ekstremitas atas:9

i.

Regio Scapularis Os. Clavicula Os. Scapulae

ii.

Regio Brachium Os. Humerus

iii.

Regio Antebrachium Os. Radius Os. Ulna


Sumber :http://image.tutorvista.com

iv.

Regio Manus Ossa carpalia : Baris Proximal, dari lateral ke medial:

Os scaphoideum Os lunatum Os triquetrum Os pisiforme

Baris Distal, dari lateral ke medial Os trapezium Os trapezoideum Os capitatum Os hamatum

Ossa metacarpalia
Sumber :http://image.tutorvista.com

Ossa phalanges

4|Page

Otot pada ekstremitas atas5 1. Otot Anterior Thorax Lapisan Superficial Gerakan scapula : M. Pectoralis major M. Pectoralis minor M. Serratus anterior M. Subclavius M. Trapezius M. Levator scapulae M. Rhomboideus major M. Rhomboideus minor

2. Otot yang Melewati Articulatio Humeri Gerakan Lengan Atas M. deltoideus M. Pectoralis major M. Latissimus dorsi M. Supraspinatus M. Infraspinatus M. Teres minor M. Teres major M. Coracobrachialis M. Subscapularis

3. Otot yang Melewati Articulatio Cubiti Daerah posterior extensor lengan lengan bawah, yaitu M. Triceps brachii dan M. Anconeus. Daerah anterior flexor lengan bawah, yaitu M. Biceps brachii, M. Brachoradialis, dan M. Brachialis

5|Page

4. Otot Lengan Bawah daerah Anterio, Lapisan Superficial M. Pronator teres M. Flexor carpi radialis M. Palmaris longus M. Flexor carpi ulnaris M. Flexor digitorum superficialis

5. Otot Lengan Bawah daerah anterior, Lapisan Profundus M. Brachioradialis M. Extensor carpi radialis longus M. Extensor carpi radialis brevis M. Extensor digitorum M. Extensor carpi ulnaris

6. Otot Lengan Bawah Daerah Posterior, Lapisan Superficial M. Brachioradialis M. Extensor carpi radialis longus M. Extensor carpi radialis brevis M. Extensor digitorum M. Extensor carpi ulnaris

7. Otot Lengan Bawah Daerah Posterior, Lapisan Profunda M. Supinator M. Abductor pollicis longus M. Extensor pollicis brevis and longus M. Extensor indicus

6|Page

8. Musculi Intrinsik Manus Musculi thenar M. Abductor pollicis brevis M. Flexor pollicis brevis M. Opponens pollicis M. Adductor pollicis Musculi hypothenar M. Abductor digiti minimi M. Flexor digiti minimi M. Opponens pollicis

9. Musculus Intrinsik Manus Mm. lumbricales Mm. palmar interossei Mm. dorsal interossei

Sendi11-12 Sendi peluru (Articulatio Globoidea) Persendian yang memungkinkan pergerakan kesegala arah. Contohnya pada hubungan tulang lengan atas (humerus) dengan scapula. Sendi Engsel (Articulatio Ginglymus) Persendian yang memungkinkan gerakan melipat hanya pada satu arah. Contohnya pada siku dan lutut. Sendi Pelana (Articulatio Sellaris) Kedua ujung tulang membentuk seperti pelana yang memungkinkan gerakan keatas, kebawah, kekiri dan kekanan. Contohnya pada ibu jari Sendi Telur (Articulatio Ellipsoidea) Kedua ujung tulang membentuk oval. Contohnya pada pergelangan tangan (fleksi dan ekstensi, abduksi dan adduksi)

7|Page

Gerakan-gerakan pada sendi yang ada di ekstremitas atas :5,6 1. Flexi 2. Extensi 3. Abduksi 4. Adduksi 5. Circumdictio 6. Pronasi 7. Suprinasi : gerakan yang memperkecil sudut diantara 2 tulang. : gerakan yang memperbesar sudut di antara 2 tulang. : gerakan yang menjauhi sumbu tubuh. : gerakan yang mendekati sumbu tubuh. : gerakan memutar pada sumbu. : gerakan rotasi lateral dari antebrachii. : gerakan rotasi medial dari antebrachii.

Letak Gangalia Basalis10-12 Ganglia basalis adalah pulau substansia grisea yang terletak dalam di diensefalon pada kedua sisi talamus dan otak tengah bagian atas yang memproses dan mempengaruhi informasi disaraf. Ganglia basalis penting untuk mengontrol gerakan yang sangat terampil dan memerlukan pola kecepatan respon tanpa pemikiran yang disengaja. Gangguan pada basal gangalia mengakibatkan gangguan dalam pemulaian dan penghentian pergerakan.5,6

8|Page

Jaringan pada organ ekstremitas atas1,8,11,12 Struktur Tulang

Sumber:http://htmlimg1.scribdassets.com

a. Periosteum Periosteum merupakan lapisan pertama dan selaput terluar tulang yangtipis. Periosteum mengandung osteoblas (sel pembentuk jaringan tulang), jaringan ikat dan pembuluh darah. Periosteum merupakan tempatmelekatnya otot-otot rangka (skelet) ke tulang dan berperan dalammemberikan nutrisi, pertumbuhan dan reparasi tulang rusak b. Tulang kompak (korteks) Tulang kompak merupakan lapisan kedua pada tulang yang memilikitekstur halus dan sangat kuat. Tulang kompak memiliki sedikit rongga danlebih banyak mengandung kapur (Calsium Phosfat dan CalsiumCarbonat) sehingga tulang menjadi padat. Tulang kompak paling banyak ditemukan pada tulang kaki dan tulang tangan. 80% tulang di tubuh dibentuk oleh tulangkompak. Sel tulang kompak berada di lakuna dan menerima nutrisi dari kanalikuli yang bercabang di seluruh tulang kompak dan disalurkanmelalui kanal havers yang mengandung pembuluh darah. Di sekeliling tiap kanal havers, kolagen tersusun dalam lapisan konsentris dan membentuk silinder yang disebut osteon (sistem Havers) atau disebut juga tulang keras.
9|Page

Setiap sistem Havers terdiri dari saluran Havers, yaitu suatu saluranyang sejajar dengan sumbu tulang. Di sekeliling sistem havers terdapat lamella-lamella yang konsentris dan berlapis-lapis. Pada lamella terdapat rongga-rongga yang disebut lakuna. Di dalam lakuna terdapat osteosit. Dari lakuna keluar saluran-saluran kecil yang menuju ke segala arahdisebut kanalikuli yang berhubungan dengan lakuna lain. Di antara sistemhavers terdapat lamella interestial yang lamella-lamellanya tidak berkaitandengan sistem havers. Pembuluh darah dari periosteum menembus tulangkompak melalui saluran volkman yang berhubungan dengan pembuluhdarah saluran havers. Kedua saluran ini arahnya saling tegak lurus.

c. Tulang spongiosa Pada lapisan ketiga disebut dengan tulang spongiosa, berada di dalamkorteks dan membentuk sisa 20% tulang di tubuh. Sesuai dengannamanya tulang spongiosa memiliki banyak rongga. Rongga tersebut diisioleh sumsum merah yang dapat memproduksi sel-sel darah. Tulangspongiosa terdiri dari kisi-kisi tipis tulang yang disebut trabekula.Trabekula terdiri dari spikulum / lempeng, dan sel-sel terletak di permukaan lempeng. Nutrien berdifusi dari cairan ekstrasel tulang kedalam trabekula. Lebih dari 90 % protein dalam matriks tulang tersusunatas kolagen tipe I.

d. Sumsum Tulang (Bone Marrow) Lapisan terakhir tulang yang paling dalam adalah sumsum tulang.Sumsum tulang wujudnya seperti jelly yang kental. Sumsum tulang ini dilindungi oleh tulang spongiosa seperti yang telah dijelaskan dibagiantulang spongiosa. Sumsum tulang berperan penting dalam tubuh kitakarena berfungsi memproduksi sel-sel darah yang ada dalam tubuh Berdasarkan Jaringan Penyusun dan Sifat-sifat Fisiknya

a. Tulang Rawan ( Kartilago )

Tulang rawan adalah tulang yang tidak mengandung pembuluh darahdan saraf kecuali lapisan luarnya (perikondrium). Tulang rawan memilikisifat lentur karena tulang rawan tersusun atas zat interseluler yang berbentuk jelly yaitu condroithin sulfat yang di dalamnya terdapatserabut kolagen elastin. Maka dari itu, tulang rawan bersifat lentur
10 | P a g e

danlebih kuat dibandingkan dengan jaringan ikat biasa.Pada saat interseluler tersebut juga terdapat rongga-rongga yangdisebut lakuna yang berisi sel tulang rawan yaitu kondrosit.Tulang rawan terdiri dari tiga tipe, yaitu : 1. Tulang rawan hialin Yaitu tulang yang berwarna putih sedikit kebiru-biruan,mengandung serat-serat kolagen dan kondrosit. Tulang rawan hialindapat kita temukan pada laring, trakea, bronkus, ujung-ujung tulang panjang, tulang rusuk bagian depan, cuping hidung, dan rangka janin. 2. Tulang rawan elastis Yaitu tulang yang mengandung serabut-serabut elastis. Tulangrawan elastis dapat kita temukan pada daun telinga, tuba eustachi (pada telinga ) dan laring. 3. Tulang rawan fibrosa Yaitu tulang yang mengandung banyak sekali bundle-bundel seratkolagen sehingga tulang rawan fibrosa sangat kuat dan lebih kaku. Tulanginio dapat kita temukan pada discus diantara tulang vertebrae dan padasimfisis pubis diantara dua tulang pubis. Pada orang dewasa tulang rawan jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan anakanak. Pada orang dewasa tulang rawan hanyaditemukan di beberapa tempat, yaitu cuping hidung, cuping telinga, antar tulang rusuk (cortal cartilage) dan tulang dada, sendi-sendi tulang, antar ruas tulang belakang dan pada cakra epifisis.

b. Tulang Keras (osteon)

Tulang keras atau yang sering kita sebut sebagai tulang yangsebenarnya berfungsi untuk menyusun berbagai sistem rangka. Tulangtersusun atas sel, matriks protein, dan deposit mineral. Sel-selnya terdiriatas tiga jenis dasar, yaitu osteoblas, osteosit, dan osteoklas. 1. Osteoblas Merupakan sel pembentuk tulang yang memproduksi kolagen tipe I. Tulang baru dibentuk olehosteoblast yang membentuk osteoid dan mineral pada matriks tulang. Bila proses ini selesai osteoblast menjadi osteosit dan terperangkap dalam matriks tulang yang mengandung mineral. 2. Osteosit Berfungsi memelihara kontent mineral dan elemen organik tulang.Osteosit ini merupakan sel-sel tulang dewasa.
11 | P a g e

3. Osteoklas Osteoklas mengikis dan menyerap tulang yang sudah terbentuk disekitarnya dengan mengeluarkan asam yang melarutkan kristal kalsium fosfat dan enzim yang menguraikan matriks organik. Sel ini berinti banyak, dapat bergerak, serta melekat di tulang melalui integrin ditonjolan membran yang disebut sealing zone. Berdasarkan Bentuknya 1. Tulang panjang Tulang yang ukuran panjangnya terbesar pada tubuh, contoh : humerus, femur, radius, ulna. 2. Tulang pendek Tulang yang ukurannya pendek, contoh : tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki. 3. Tulang pipih Tulang yang ukurannya lebar, contoh : tulang tengkorak kepala, tulang rusuk dan sternum. 4. Tulang tidak beraturan Tulang yang tidak beraturan karena bentuknya tidak teratur, contohnya pada vertebra, tulang muka, pelvis.

Didalam tubuh manusia terdapat 3 macam otot, yaitu otot rangka atau otot lurik, otot jantung dan yang terakhir adalah otot polos. Otot rangka (lurik) Merupakan otot yang melekat pada rangka, Serabut otot sangat panjang kira-kira 1-40 mm, berbentuk silindris dengan lebar berkisar antara 50 mikron sampai 100 mikron. Mempunyai banyak nukleus dan mitokondria. Setiap serabut memiliki banyak inti yang tersusun di bagian perifer, Kontraksinya berlangsung sangat cepat dan kuat.3 Dibawah mikroskop otot rangka atau otot lurik terlihat bergaris, karena I band terlihat terang. I berarti isotrop yang berarti daya tembus cahaya untuk semua sumbu sama. A band kelihatan gelap karena daya tembus tidak sama, ada yang maksimal ada yang minimal. A berarti anisotrop. Miofilamen aktin terdiri atas 2 untai molekul aktin, tropomiosin dan troponin. Troponin terdiri atas 3 bagian, yaitu : Troponim T yang melekat pada tropomiosin,
12 | P a g e

Troponin C yang dapat mengikat ion Ca++ dan Troponin I yang pada keadaan istirahat meleket kuat pada aktin, dan tropomiosin menutupi active site aktin. Miofilamen miosin terdiri atas molekul-molekul miosin. Berbentuk speerti pipa, mempunyai tangkai dan kepala. Kepala miosin mempunyai sifat : sifat pertama yaitu tempat mengikat aktin, dimana tiapa miosin berhadapan dengan 6 aktin. Sifat kedua yaitu mengandung ATPase dan sifat terakhir yaitu dapat mengikat ATP.1,4 Otot jantung Otot jantung termasuk otot yang bergaris. Serat otot jantung bercabang dan mengadakan interdigitasi. Membran dari 2 buah sel yang bersebelahan terlihat sejajar, mempunyai lipatan-lipatan, terletak di garis Z, dan disebut intercalated disk. Sebagian gap berdifusi membentuk gap junction.4 Fibril otot jantung juga terdiri atas miosin, aktin, tropomiosindan troponin. Otot jantung mempunyai banyak mitokondria. Nukleus sel hanya satu, hanya terdapat pada jantung dan Bekerja terus-menerus setiap saat tanpa henti, tapi otot jantung jugamempunyai masa istirahat, yaitu setiap kali berdenyut. Otot polos Sel otot polos tidak bergaris, mempunyai satu nukleus, sarccoplasmic retikulum kurang sempurna. Ada miosin, aktin dan tropomiosin. Tidak ada troponin pada otot polos, susunan tidak teratur rapi. Pada kontraksi filamen tebal dan tipis saling menggeser. Sel berisi sedikit mitokondria, banyak menggunakan glikolisis untuk metabolismenya. Jenis otot ini dapatditemukan pada dinding berongga seperti kandung kemih dan uterus, sertapada dinding tuba, seperti pada sistem respiratorik, pencernaan, reproduksi,urinarius, dan sistem sirkulasi darah. Otot polos dibedakan 2 jenis yaitu otot polos viseral dan otot polos multiunit.1 Otot polos unit tunggal (viseral) ditemukan tersusun dalam lapisan dinding organ berongga atau visera. Semua serabut dalam lapisan mampu berkontraksi sebagai satu unit tunggal. Otot ini dapat bereksitasi sendiri atau miogenik dan tidak memerlukan stimulasi saraf eksternal untuk hasil dari aktivitas listrik spontan. Otot polos unit ganda (multiunit) ditemukan pada dinding pembuluh darah besar, pada jalan udara besar traktus respiratorik, pada otot mata yang memfokuskan lensa dan menyesuaikan ukuran pupil dan pada otot erektorpili rambut.

13 | P a g e

Otot rangka(lurik)

otot polos

otot jantung

Mekanisme kerja pada ekstremitas atas Pada tremor atau pada kasus disebutkan dengan tangan bergetar, itu disebabkan karena adanya gangguan atau perubahan pada sistem saraf pusat terutama pada bagian motoris yaitu pada basal ganglia. Basal ganglia adalah bagian otak yang berfungsi sebagai penjaga keseimbangan motorik. Gangguan Pada basal ganglia dapat menyebabkan salah satunya adalah penyakit parkinson. Basal ganglia adalah kumpulan subcortical nuclei pada forebrain yang terletak di bagian anterior dari ventrikel lateral Secara umum basal ganglia terlibat dalam proses pengendalian gerakan. Contohnya pada penyakit Parkinson's yang disebabkan oleh proses degenerasi neuron-neuron yang terletak pada midbrain yang mengirim axon ke bagian basal ganglia. Penyakit tersebut memiliki symptom seperti munculnya kelemahan otot, tremor (gemetaran), hambatan keseimbangan dan kesulitan dalam melakukan gerak (kaku).9 Basal Ganglia terdiri dari globus pallidus yang terletak di bagian lateral dari thalamus di setiap sisi hemisphere, putamen yang terletak dibagian lateral globus pallidus, caudate yang merupakan bagian yang panjang clanmelingkar clibagian ujung anterior putamen, serta amygdala yang juga merupakan bagian dari sistem limbic. Caudate dan Putamen dikenal pula sebagai Striatum. Fungsi basal ganglia adalah menghambat gerakan yang tidak perlu pada tubuh manusia. Pasa saat terjadi kontraksi maka tonus akan naik dengan sendirinya dan pada saat istirahat atau pada saat tidak sedang berkontraksi makan tonus normal, disinilah kerja dari basal ganglia dimana tonus akan dihambat oleh basal ganglia sehingga walau pada saat istirahat tonus normal. Apabila basla ganglia mengalami gangguan atau kerusakan sehingga tidak

14 | P a g e

dapat berfungsi, maka akan menyebabkan tonus naik pada saat istirahat yang mengakibatkan gerakan menjadi kaku atau bergetar.8,9

Mekanisme Penghantar Impuls10,11 Impuls dapat dihantarkan melalui beberapa cara, di antaranya melalui sel saraf dan sinapsis. Berikut ini akan dibahas secara rinci kedua cara tersebut.

1. Penghantaran Impuls Melalui Sel Saraf Penghantaran impuls baik yang berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui serabut saraf (akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. Pada waktu sel saraf beristirahat, kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf. Diperkirakan bahwa rangsangan (stimulus) pada indra menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat. Perubahan potensial ini (depolarisasi) terjadi berurutan sepanjang serabut saraf. Kecepatan perjalanan gelombang perbedaan potensial bervariasi antara 1 sampai dengart 120 m per detik, tergantung pada diameter akson dan ada atau tidaknya selubung mielin. Bila impuls telah lewat maka untuk sementara serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls, karena terjadi perubahan potensial kembali seperti semula (potensial istirahat). Untuk dapat berfungsi kembali diperlukan waktu 1/500 sampai 1/1000 detik.

15 | P a g e

Energi yang digunakan berasal dari hasil pemapasan sel yang dilakukan oleh mitokondria dalam sel saraf. Stimulasi yang kurang kuat atau di bawah ambang (threshold) tidak akan menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik. Tetapi bila kekuatannya di atas ambang maka impuls akan dihantarkan sampai ke ujung akson. Stimulasi yang kuat dapat menimbulkan jumlah impuls yang lebih besar pada periode waktu tertentu daripada impuls yang lemah. 2. Penghantaran impulse melalui sinapse Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan sinapsis. Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter; yang disebut vesikula sinapsis. Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron pra-sinapsis. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis disebut post-sinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis. Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin. Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari neuron pra-sinapsis ke post-sinapsis. Neurontransmitter ada bermacam-macam misalnya asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh, noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik, dan dopamin serta serotonin yang terdapat di otak. Asetilkolin kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran postsinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. Bila asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka akan diuraikan oleh enzim asetilkolinesterase yang dihasilkan oleh membran post-sinapsis.

Sumber energi

Energi pada kontraksi otot didapat dari perubahan adeninosin trifosfat (ATP) menjadi adenine trifosfat (ADP). Kemudian ADP segera diubah kembali oleh ATP dari tenaga yang tersedia dari pemecahan glikogen. Dengan adanya kecukupan oksigen, pemecahan ini dilakukan dengan aerob dan mengeluarkan karbondioksida dan uap air dan menghasilkan
16 | P a g e

sekitar 36ATP, sedangkan jika ketidakcukupan oksigen maka akan diubah menjadi asam laktat dan menghasilkan 2ATP (proses anaerob). Asam laktat akan menimbun didalam darah dan akan mengakibatkan pegal.12

D. Kesimpulan

Tremor ektremitas atas merupakan suatu gerakan gemetar yang berirama dan tidak terkendali yang terjadi karena otot berkontraksi dan berelaksasi secara berulang ulang pada bagian atas tubuh. Tremot terjadi karena adanya kerusakan pada basal ganglia sehingga otot tidak dapat melakukan relaksasi sebagaimana mestinya. Inilah yang menyebabkan otot mengalami kontraksi secara berlebihan sehingga menghasilkan suatu getaran yang tak terkendali.

17 | P a g e

Daftar Pustaka
1. Watson R.Anatomi dan fisiologi untuk perawat.Jakarta : Buku Kedokteran EGC; 2002.h.132-205. 2. Suryo J.Herbal penyembuh gangguan sistem pernapasan.Yogyakata: B First;2010.h.4966. 3. 4. 5. Farida N.Kid and global disease.Jakarta: Grasindo;2010.h.45-8. Artner J. Atlas of human skeletal anatomy. Ebook. 2002 Salim D, Sumadikarya IK. Bahan kuliah blok 5 muskuloskeletal-1. FK UKRIDA. Jakarta. 2011. 6. 7. 8. 9. Corwin EJ. Patofisiologi. 3tded. Jakarta: EGC;2009.p.221. Pasiak T. Unlimited potency of the brain. 1sted. Bandung: Mizan;2009.p.93-5. Prasetyo AFX. Buku ajar anatomi dan fisiologi. Edisi ke-3. Jakarta: EGC; 2006. Laksman H. Anatomi klinis dasar. Jakarta: Hipokrates; 2002.

10. Sherwood L. Fisiologi kedokteran. Jakarta : EGC, h.203-245 11. Scanlon VC, Sanders T. Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi. Edisi ke- 3. Jakarta : EGC, 2006.h. 109-135

12. Pearce EC. Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. 30thed. Jakarta: Gramedia;2009. p22.

18 | P a g e