Anda di halaman 1dari 63

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN SPESIFIKASI TEKNIS BAB XII SPESIFIKASI TEKNIK PEKERJAAN HIDROMEKANIKAL

12.1

UMUM

12.1.1 Lingkup Pekerjaan Lingkup kontrak pekerjaan hidromekanikal meliputi desain, pabrikasi, suplai, testing, pengerjaan akhir, pengecatan, pengepakan untuk ekspor, asuransi, pengapalan, penyerahan/pemasukan ke lokasi pekerjaan, pengangkutan, instalasi /pemasangan, testing di lokasi pekerjaan dan tes fungsi serta catudaya dari semua peralatan hidromekanikal sebagai berikut: TEROWONG PENGELAK (1) 1 (satu) set pintu terowong pengelak (diversion closing gate) temporer dimensi bukaan 3,50 m L x 3,50 m T, lengkap dengan daun pintu, kerangka pengarah dan alat angkat. (2) 1 (satu) komplet set saringan sampah (trashrack) terowong pengelak tipe temporer dengan dimensi bukaan 3,50 mL x 3,50 mT BANGUNAN PENGAMBILAN (3) 1 (satu) set saringan sampah (trashsrack) pengambilan tipe permanen dipasang pada mulut bangunan pengambilan posisi miring dengan dimensi bukaan 3,00 m L x 6,00 m T (4) 1 (satu) set pintu darurat pengambilan tipe pintu beroda tetap dengan dimensi bukaan 3,00 m L x 3,00 m T dioperasikan dalam kondisi tekanan seimbang SALURAN HANTAR-PEMBANGKIT LISTRIK-& AIR BAKU (5) 1 (satu) jalur pipa konduit terbuka dari baja 1,00 m untuk saluran pengeluaran air waduk dicabang untuk saluran pembangkitan dan disambung dengan pipa tanam dalam rumah katup. (6) 1 (satu) jalur pipa konduit baja saluran untuk suplai air baku diambilkan dari saluran keluaran utama dilengkapi dengan 1 (satu) pasang katup pengaman dan katup kontrol 0,20 m yang dioperasikan dengan alat penggerak elektrik untuk disambung ke saluran suplai air baku PDAM . RUMAH KATUP - SALURAN KELUARAN DARURAT (7) 1 (satu) set pipa konduit baja 1,00 - 0,80 m keluaran lengkap dengan katup pengaman tipe pintu sorong (wedge gate gate valve) m, katup angin (air valve) 100 mm. (8) 1( sat) set katup pengaman tipe katup pintu sluice 0,80 m dioperasikan dalam kondisi tekanan seimbang dengan motor listrik dan manual apabila suplai listrik dari PLN padam. (9) 1 (satu) set pintu penutup/kuras tipe sorong bonet tekanan tinggi dengan dimensi bukaan 0,70 m L x 0,70 m T lengkap dengan alat penggerak/aktuator elektrik. (10) 1 ( set katup pancar holojet (Hollow Jet Valve) dengan diameter nominal 0,60 m lengkap dengan alat penggerak/aktuator elektrik.
ST - XII - 1

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN FASILITAS PERALATAN BANTU (11) 1 (satu) set alat angkat rantai ril tunggal (monorail travelling hoist) berkapasitas angkat 3,0 ton dipasang dalam rumah katup keluaran. (12) 1 (satu) set Emergency Diesel Engine Generating Set (EDG) kapasitas 50. KVA komplit dengan panel kontrol, tangki bahan bakar dan kelengkapan lain yang diperlukan. Pengangkeran, plat-plat perapat yang diperlukan untuk memasang peralatan hidromekanikal pada pekerjaan beton primer (tahap-1) supaya memungkinkan untuk penyetelan, dan menempatkan bagian-bagian yang tertanam, bersama-sama dengan komponen-komponen angker harus di suplai oleh Kontraktor agar dapat masuk sebelumnya (lebih awal), hal ini akan diatur pada saat proses kontrak. Harga kontrak juga harus sudah termasuk untuk suplai, memasang semua peralatan listrik dan alat kontrol sebagaimana tercakup dalam lingkup pekerjaan. Semuanya itu sesuai dengan spesifikasi, yang akan dilengkapi dengan gambar dan jadual pelelangan. 12.1.2 Tegangan Kerja dan Perencanaan Perencanaan, dimensi dan bahan-bahan untuk semua bagian tidak boleh mengalami kerusakan akibat dari kondisi-kondisi yang paling tidak menguntungkan ataupun akibat lendutan-lendutan maupun vibrasi yang disebabkan atau ditimbulkan karena pengaruh pengoperasian peralatan. Mekanisme harus dibuat sedemikian rupa agar dihindarkan terhadap penumpukan debu atau karat yang mungkin terjadi. Semua bagian yang akan dilepas atau dapat dilepas untuk keperluan pemeliharaan atau penggantian harus dipegang pada tempat dengan pengikat yang tidak dapat korosi. Jenis, bahan dan ukuran semua pengikat harus dipilih agar aman terhadap beban maksimum yang mungkin terjadi, layak dan aman dalam pengoperasian, bebas dari tegangan yang tidak diinginkan, pengeringan yang memadai serta lainlain yang perlu untuk suatu peralatan yang memenuhi syarat. Dalam merencanakan kerangka pengarah (guide frame) agar mempertimbangkan lebar celah antara dinding untuk pintu atau stoplog harus cukup/memadai untuk akses orang dalam memasang atau pada waktu memperbaiki. Perlu di ketahui bahwa gambar-gambar dalam tender hanya merupakan gambar/ tipikal secara umum dari peralatan dan ukuran-ukuran yang ada bukanlah merupakan yang pasti secara detail dari peralatan yang harus disediakan. Gambargambar tersebut hanya menunjukkan garis besar dari struktur peralatan yang akan dipasang. Setiap adanya perubahan perletakan pengecoran dari bagian-bagian yang tertanam dalam beton, yang ditetapkan oleh Penyedia Jasa harus disetujui oleh Direksi. 12.1.3 Instruksi kepada Staf Proyek Selama pekerjaan pemasangan dilokasi pekerjaan, Penyedia Jasa harus memberi instruksi / petunjuk kepada staf Proyek yang ditunjuk oleh Pemberi kerja yang nantinya secara penuh akan bertanggung jawab dalam Penyedia Jasa untuk penyetelan, pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Instruksi/ petunjuk tersebut harus di berikan oleh tenaga yang ahli dalam bidangnya. Biaya yang diperlukan untuk melakukan instruksi tersebut harus sudah termasuk dalam harga kontrak.

ST - XII - 2

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN

12.1.4 Satuan Ukuran Dalam semua surat menyurat, perencanaan teknis serta semua gambar, harus menggunakan satuan dalam Metris. Namun demikian bila ada dokumen / phamplet yang sudah tercetak dengan menggunakan satuan bukan Metris, maka hendaknya agar ditambahkan ukuran persamaan dalam metris sebagai tambahan. 12.1.5 Pentanahan Semua peralatan listrik harus di lengkapi / dipasang pentanahan secara menyeluruh dengan memasang plat tembaga dan disuplai oleh Penyedia Jasa. Konduktor tembaga pentanahan harus di hitung berdasarkan arus listrik maksimum akibat adanya kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi (ground fault current) dan harus menggunakan proteksi dalam rangkaian listrik serta mempunyai ukuran minimum 8 milimeter persegi dan bila memungkinkan harus dimasukkan dalam pipa konduit dengan konduktor. 12.1.6 Perubahan Bahan atau Peralatan. Penyedia Jasa tidak boleh mengadakan perubahan terhadap peralatan-peralatan atau bahan-bahan yang tergabung dalam peralatan sebagaimana dicantumkan dalam spesifikasi tanpa ada persetujuan tertulis dari Direksi. Dalam hal ada perubahan atau penggantian yang tidak dapat dihindarkan bisa dilakukan asal dari pihak Pemberi kerja tidak keberatan terhadap perubahan / penggantian tersebut dan tidak akan ada penambahan harga kontrak. 12.1.7 Label & Plat Nama Semua label, data dan plat nama dan plat instruksi pada panel-panel dan peralatan harus ditulis dalam Bahasa Indonesia. 12.1.8 Gambar-gambar, Dokumen-dokumen yang Harus Disuplai oleh Penyedia Jasa Sebelum memulai pekerjaan pabrikasi peralatan, kriteria desain, kalkulasi / perhitungan, ukuran-ukuran gambar dan diagram yang menunjukkan semua detail dari peralatan dan bahan-bahan yang akan dipakai, harus diserahkan kepada Direksi dan Pemberi Kerja untuk mendapatkan persetujuan. Semua gambar dan kalkulasi desain harus diserahkan dalam waktu sebagaimana dijelaskan dalam uraian dibawah terhitung mulai tanggal penunjukan kontrak dan harus disediakan waktu kelonggaran yang cukup untuk mengadakan perubahan-perubahan yang perlu dibuat oleh Penyedia Jasa bila diperlukan dan diinstruksikan oleh Direksi, tanpa mengakibatkan kelambatan Penyedia Jasa pekerjaan / kontrak. Apabila diminta oleh Direksi, Penyedia Jasa harus mengadakan perubahan-perubahan gambar atas biaya Penyedia Jasa dan seselanjutnya untuk diserahkan dan mendapatkan persetujuan Direksi. Pada waktu Penyedia Jasa menyiapkan jadual Penyedia Jasa pekerjaan sebagaimana diminta, Penyedia Jasa harus menyediakan waktu tambahan yang diperlukan untuk mendapatkan persetuju-an gambar dan hendaknya dicantumkan dalam jadual tersebut. Untuk setiap persetujuan tersebut diperlukan waktu kurang lebih 6 (enam) minggu. Pada dasarnya klaim atau perpanjangan waktu akibat kelambatan penyerahan gambar kepada Direksi atau kelambatan yang disebabkan karena gambar yang belum disetujui oleh Direksi tidak dapat disetujui. Setelah gambar dan dokumen disetujui oleh Direksi, Penyedia Jasa harus menyerahkan sejumlah gambar dan dokumen yang diperlukan kepada Direksi dan Pemberi Kerja.
ST - XII - 3

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Dalam hal ini harus di pahami, bahwa persetujuan gambar dan dokumen tidak berarti Penyedia Jasa terlepas dari tanggung jawabnya sehubungan dengan kontrak pekerjaan. Setelah semua pekerjaan yang di kontrakkan selesai, satu set gambar negative micro film lengkap yang sebelumnya telah disetujui harus diserahkan bersamasama dengan gambar cetakan yang telah disetujui oleh Direksi dan Pemberi kerja dalam bentuk buku / dijilid melalui Direksi. Jumlah gambar dan data yang harus diserahkan kepada Pemberi Kerja dan Direksi adalah sebagai berikut
Uraian Selama Penyedia Jasaan pekerjaan Gambar dan dokumen untuk mendapat persetujuan Gambar dan dokumen yang sudah disetujui Setelah pekerjaan selesai Gambar dalam bentuk file dalam Compact Disk (CD) Gambar negative Gambar cetak dalam bentuk buku/dijilid Semua hasil inspeksi dan data tes dalam bentuk buku Laporan pekerjaan dalam bentuk foto Spesifikasi akhir yg telah disetujui kalkulasi & daftar bahan Pemberi Kerja 2 set 3 set 1 set (CD) 1 set 4 set 4 set 2 set 4 set Direksi Proyek 3 set 3 set 2 set ( CD) 2 set 2 set 2 set 2 set 2 set

Penyedia Jasa harus menyediakan gambar-gambar dan dokumen-dokumen dalam batas waktu sebagaimana ditetapkan dibawah terhitung dari tanggal surat kesanggupan (1) Dalam waktu 2 (dua) bulan Gambar detail yang berkaitan dengan pekerjaan sipil antara lain blockouts untuk kerangka pengarah, pondasi peralatan dan lain sebagainya. Dalam waktu 5 (lima) bulan Semua gambar-gambar lain dan dokumen kecuali gambar tersebut pada (1) Apabila ada permintaan dari Direksi untuk memperbanyak gambar-gambar, dokumen dan data maka hal tersebut harus disediakan oleh dan atas biaya Penyedia Jasa.

(2)

12.1.9 Instruksi / petunjuk Pengoperasian dan Pemeliharaan Penyedia Jasa harus mengajukan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan instruksi / petunjuk secara umum cara pemasangan, pengoperasian dan pemeliharaan peralatan dengan referensi khusus serta pengembangan-nya. Instruksi / petunjuk harus disampaikan dalam waktu secepatnya setelah ada persetujuan gambar-gambar. Instruksi / petunjuk harus diserahkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan dengan cara yang sama seperti halnya persetujuan gambar dan setelah persetujuan akhir harus disiapkan dan disampaikan sebanyak 7 (tujuh) dan 3 (tiga) copy masing-masing kepada Direksi dan Pemberi kerja. Penyedia Jasa harus menjamin agar pengawas Penyedia Jasa pekerjaan instalasi yang bertugas dilokasi pekerjaan harus mempunyai satu copy. Copy instruksi / petunjuk yang diserah-kan untuk mendapatkan persetujuan harus disiapkan dalam Bahasa Inggris. Setelah ada persetujuan akhir instruksi/petunjuk

ST - XII - 4

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN tersebut harus diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia atas biaya Penyedia Jasa dan selanjutnya disampaikan kepada Direksi dan Pemberi Kerja. Instruksi / petunjuk harus memuat secara detail prosedur pemasangan, penyetelan pengoperasi-an, cara melepas setiap komponen, sistim dan mekanisme harus dijelaskan serta digambarkan secara rinci. Pemeliharaan setiap komponen harus diuraikan, termasuk frekwensi pemeriksa-an dan pelumasan dan lain-lain informasi yang diperlukan. Instruksi / petunjuk harus memuat secara terpisah dan dalam bab yang secara lengkap menguraikan tentang prosedur operasi untuk mengatur / penyetelan pintupintu, katup-katup dan peralatan lainnya yang terkait dan harus memuat gambargambar skema dan informasi lengkap agar dapat dengan mudah dibaca/ dimengerti. Dalam menyiapkan instruksi / petunjuk, Penyedia Jasa harus mempertimbangkan agar dapat dengan mudah dipahami bagi operator yang belum berpengalaman dengan peralatan tersebut. Instruksi / petunjuk harus memuat daftar gambar-gambar yang dipakai, rekomendasi suku cadang dan daftar bagian-bagian setiap komponen atau item dari peralatan. Daftar bagian-bagian harus memuat code pabrik, nomer seri dan cara membuat pesanan/order. Daftar bagian-bagian tersebut harus detail hanya untuk peralatan yang disuplai dan tidak hanya memuat referensi secara umum atau uraian peralatan dengan model yang sama tetapi secara detail berbeda. 12.1.10 Petunjuk Pemasangan Petunjuk pemasangan harus diserahkan dengan cara yang sama seperti halnya cara pengoperasian dan instruksi/petunjuk pemeli-haraan setelah persetujuan akhir masing-masing harus disiapkan dan diserahkan sebanyak 7 (tujuh) dan 3 (tiga) copy kepada Direksi dan Pemberi Kerja. Petunjuk cara pemasangan harus diuraikan secara detail mengenai prosedur perakitan pemasangan, penggunaan peralatan yang dipakai untuk instalasi / pemasangan dan alat ukur yang diperlukan. 12.1.11 Standar dan Pengerjaan (1) Umum Semua bahan yang digunakan harus baru, kelas satu, dan yang umum digunakan serta sesuai dengan sifat-sifatnya. Semua bahan harus memenuhi standar Japanese Internasional Standard (JIS) terbitan terbaru kecuali ditetapkan lain atau atas persetujuan Direksi. Semua pengerjaan harus klas tertinggi untuk menjaga kehalusan dan bebas dari getaran pada waktu dioperasikan dalam segala kondisi dan desain, dimensi dan bahan-bahan untuk semua bagian harus tidak boleh terpuntir, aus atau rusak akibat kondisi kerja yang berat. Semua bagian harus sesuai dengan dimensi sebagaimana tercantum dalam gambargambar yang telah disetujui. Semua sambungan, permukaan yang dipakai sebagai patokan / pedoman dan komponen-komponen yang berkaitan harus dikerjakan dengan mesin dan semua pengecoran permukaan tempat mur harus bersih. Semua tanda pengerjaan mesin harus ditunjukkan dalam gambar yang disetujui. Semua sekrup, baut-baut tanam, mur dan ulir pipa harus memenuhi syarat/standari JIS

ST - XII - 5

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN terbaru atau standar international yang memuat komponen tersebut dan semua harus memenuhi syarat standar ukuran metris. (2) Standar spesifikasi Japanese Standards, yang diterbitkan oleh Japanese Standard Association telah digunakan untuk semua spesifikasi. Standar national atau International apabila memenuhi syarat atau yang ekivalen/sama dengan Japanese Standard yang diterbitkan saat ini dan dapat diterima atas opini Direksi. Dalam hal terjadi dokumen kontrak bertentangan sebagian atau seluruhnya dengan standar-standar / code diatas, maka Dokumen Kontrak yang harus digunakan. Semua peralatan listrik, bahan dan detail instalasi, harus memenuhi syarat dan revisi terbaru dari code / standar berikut dimana dapat dipakai / cocok : (A) (B) (C) (D) (E) (F) (G) (H) 3) Japanese Industrial Standards (JIS) Japanese Electro-Technical Committees Standards (JEC) Japanese Engineering Standards (JES) Japan Electric Machine Industry Associations Standard (JEM) Japanese Cable-makers Association Standards (JCS) International Electrotechnical Commission (IEC) Local regulatory bodies having jurisdiction over installation Local codes

Perakitan di pabrik Semua peralatan harus dirakit di pabrik sebelum dikirim dan Penyedia Jasa harus menguji peralatan tersebut untuk menunjukkan kepada Direksi bahwa peralatan tersebut berikut komponen-komponennya memenuhi persya-ratan. Semua pengujian harus dilaksanakan dengan kondisi operasi sejauh mungkin mendekati operasi yang normal sebagaimana mestinya. Untuk semua bagian-bagian yang dibongkar harus diberi tanda-tanda dan diberi pen sebagaimana diminta untuk menjamin agar nantinya perakitan dilapangan dapat dilaksanakan dengan benar. Pengecoran Semua hasil pengecoran harus merata, padat, cetakan terisi penuh, kwalitasnya merata dan dengan kondisi bebas dari lubang-lubang, bintik-bintik, pengkerutan, retak, cacat-cacat lainnya serta memenuhi syarat kebersihan untuk pemakain. Sebelum pengerjaan akhir dengan mesin semua barang cor harus diperiksa terlebih dahulu terhadap kemungkinan adanya cacat-cacat sebagaimana diuraikan di atas. Barang-barang yang dicor tidak boleh diperbaikai, ditambal atau dilas tanpa persetujuan dari Direksi. Dalam hal ada ijin hanyalah untuk cacat-cacat ringan yang tidak akan mempengaruhi kekuatan, penggunaan atau kemampuan pengerjaan dengan mesin. Apabila terdapat pemisahan karena adanya bahan lain pada tempat yang kritis pada barang cor akan menyebabkan barang tersebut ditolak. Dalam hal ada perubahan bentuk penampang, maka agar bagian yang membentuk sudut harus dibulatkan dengan radius sebesar mungkin. Semua permukaan yang tidak dikerjakan dengan mesin dan kelihatan setelah peralatan dipasang, harus diupayakan agar kelihatan baik sebelum dicat. Pekerjaan pengecoran harus memenuhi standar berikut : (a) Besi Cor Besi cor harus memenuhi JIS-G-5501, FC 25 atau ekivalen yang disetujui. (b) Baja Cor
ST - XII - 6

(4)

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Baja cor harus dianeal secara penuh (untuk menghilangkan tegangan-tegangan dalam yang terjadi) harus memenuhi JIS-G-5101, SC 42 atau ekivalen yang disetujui. (c) Cor Perunggu Cor perunggu harus memenuhi JIS--H-5111, BC 2 atau ekivalen yang disetujui. (d) Cor Perunggu - phospor (Phosphor Bronze) Cor perunggu-phospor harus memenuhi JIS-H-5113, PBC 2 atau ekivalen yang disetujui. (5) Barang cetakan Barang yang dicetak harus sesuai dengan JIS-G-3201, SF 50 atau yang ekivalen yang disetujui. Ingot harus dicetak dalam cetakan yang terbuat dari metal, dengan pengerjaan klas satu dan harus bebas dari cacat-cacat yang dapat mempengaruhi kekuatan dan ketahanannya termasuk sambungan, pipa, cacat, retak, putus, kropos, berbintik-bintik dan kelebihan bahan bukan dari metal. Apabila terjadi suatu perubahan bentuk penampang maka bagian yang membentuk sudut harus dibulatkan dengan radius sebesar mungkin. Semua permukaan barang cetakan harus halus dan bebas dari bekas-bekas yang disebabkan karena alat cetak. (6) Plat dan batangan baja Baja plat untuk pipa konduit dan pintu harus memenuhi JIS-G-3106 SM 41 atau ekivalen yang disetujui. Baja plat untuk kostruksi umum harus memenuhi JIS-G-3101, SS 41 atau ekivalen yang disetujui. Baja untuk baut, mur dan ring harus memenuhi JIS-G-3123 atau ekivalen yang disetujui. Baja tahan karat dalam bentuk plat dan batangan harus memenuhi JIS-G-4303, G4304, G-4305,G-4306, G-4307 atau ekivalen yang disetujui. Plat baja dengan pola Pola plat yang dapat disetujui pemakaiannya adalah yang berbentuk profil menonjol. Semua ujung-ujungnya yang akan disambung agar dipotong sedemikian rupa agar polanya dapat bersambung satu sama yang lain secara menerus. Pengerjaan mesin (a) Umum Semua toleransi dan ukuran-ukuran untuk berbagai metal fit antara bagian yang datar dan berbentuk silinder harus sesuai / memenuhi Japanese Industrial Standards atau ekivalen yang disetujui untuk klas metal fit yang diperlukan. Pengerjaan mesin harus memberikan kelonggaran untuk penempatan bantalan sehingga permukaannya benar-benar rapat. Permukan bantalan harus benarbenar kontak secara penuh. Permukaan bidang luncur bantalan harus dihaluskan dengan teliti untuk menjaga agar pada waktu dirakit dapat beroperasi dengan baik. Bagian-bagian yang dikerjakan dengan mesin harus dilaksanakan dengan hati-hati dan teliti. Semua lubang yang dibor dan dibaut harus ditempatkan secara teliti dan dibor dengan menggunakan mal (templates). (b) Pengerjaan akhir permukaan
ST - XII - 7

(7)

(8)

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Tanda-tanda / kode pengerjaan akhir harus dicantumkan dalam gambar pabrikasi dari Penyedia Jasa dan harus memenuhi Japanese Industrial Standards atau ekivalen. Untuk mengetahui pengerjaan permukaan tersebut sesuai dengan spesifikasi dapat ditentukan dengan cara meraba dan diperiksa secara visual dan dicocokan dengan contoh standar kekasaran berdasarkan standar yang telah ditetapkan diatas. (c) Permukaan yang tidak memerlukan pengerjaan akhir. Secara praktis sejauh mungkin semua pekerjaan supaya diatur agar semua hubungan dan sambungan dapat cocok tanpa pengerjaan akhir. Namun demikian apabila ada perbedaan yang cukup besar / menyolok pada sambungan yang tidak memerlukan pengerjaan akhir, maka perlu diadakan pemotongan atau penghalusan atau pekerjaan mesin agar di peroleh sambungan yang sebaik-baiknya. Permukaan yang tidak memerlukan pengerjaan akhir harus benar-benar lurus dan ukuran-ukurannya sesuai dengan yang ada dalam gambar, namun demikian apabila ada bagian yang menonjol harus dipotong dan bagian yang berbintikbintik harus dihilangkan. Dalam hal ada sedikit lekukan atau lobang yang tidak mempengaruhi kekuatan atau penggunaannya dapat diisi / ditambal dengan persetujuan Direksi. (d) Pasak dan alur pasak Pasak dan alur pasak harus memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum dalam Japanese Industrial Standrards atau ekivalen yang disetujui, kecuali ditetapkan lain. (e) Pen dan lubang pen Lubang pen harus dibor sesuai dengan ukuran, halus dan lurus dan pada sudut kanan terhadap garis hati dari barang tersebut. Pembuatan lubang harus dilaksanakan setelah barang tersebut di hubungkan / dipasang pada pondasi yang kuat. Pen harus di buat dari baja yang di keraskan dan di tempatkan dengan benar. Roda-roda utama atau rollers untuk pintu harus dipasang dengan pen yang dapat dilepas dan mempunyai bantalan dengan pelumasan sendiri dan ring kuningan. (f) Pelumasan Sebelum dirakit, semua permukaan bantalan, journal dan alur oli harus dibersihkan dan diberi pelumasan dengan oli atau gemuk yang telah disetujui. Sebelum dioperasikan, setiap system pelumasan harus diperiksa terlebih dahulu. Sebelum dirakit bantalan yang dapat melumasi sendiri harus di bersihkan dengan kain lap dan digemuki dengan minyak pelumas yang telah disetujui. Bahan pelarut (solvent) tidak boleh digunakan pada bantalan yang dapat melumasi sendiri. Spesifikasi minyak pelumas yang telah disetujui harus dicantumkan dalam buku petunjuk operasi dan pemeliharaan. (g) Kesimbangan Semua bagian yang berputar harus benar-benar seimbang baik secara statis maupun dinamis, sehingga pada waktu berputar pada kecepatan normal dan pada setiap beban sampai pada beban terbesar, tidak akan terjadi getaran akibat ada ketidak seimbangan dan peralatan harus beroperasi dengan suara normal / wajar.
ST - XII - 8

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN

(9)

Bahan-bahan lain (a) Bahan bantalan dengan pelumasan sendiri haus memenuhi ASTM B22, Alloy E dengan L-Lubricant. (b) Kabel baja standar harus memenuhi JIS-G 3525, galvanized atau ekivalen yang di setujui. (c) Perlengkapan kabel baja harus memenuhi standar pabrik pembuat untuk jenis kabel baja yang digunakan. (d) Pipa konduit harus memenuhi JIS-C-8305 atau yang ekivalen. (e) Karet perapat harus dicetak dari bahan yang bermutu tinggi, neoprene compound. Polymer dasar harus menggunakan karet murni, co-polymer dari butadine dan styrene, atau campurannya. Campuran harus berisi tidak karang dari 70% dalam volume dari polymer dasar, dan sisanya harus terdiri dari bahan-bahan pengeras (reinforcing carbon black zincoxide accelerators), antioxidants vulcanizing agents dan atau plasticisers. Compound tersebut harus mempunyai sifat-sifat phisik sebagai berikut Sifat-Sifat/ Properties Tegangan tarik Tensile strength Perpanjangan Ultimate elongation Kekerasan Durometer (shore type A) Durometer hardness (shore type A) Berat jenis Specific gravity Penyerapan air (70 C dalam waktu 48 jam) Water absorption (70%C for 48 hours) Pemampatan (dalam % dari total defleksi asli Compression test (as a percent of total original deflection) Teg. tarik setelah oxygen bomb aging dlm waktu 48 jam pd700 C Tensile strength after oxygen bomb aging for 48 hours at 70C Batasan/Limits 210 kg/cm2 450 % (minimum) 50 - 70 1,1 - 1,3 5 % (maks.dari berat) 30 % (maksimum)

80 % dari tegangan tarik sebelum ageing

(10)

Pekerjaan pengelasan Semua pengelasan harus di kerjakan dengan salah satu cara, manual, shield metalic arc welding, atau otomatis dengan submerged arc welding Penyedia Jasa harus mengajukan prosedur pengelasan untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi, dan setelah prosedur pengelasan tersebut disetujui Penyedia Jasa harus mencatat dalam gambar khusus yang selanjutnya akan menjadi salah satu gambar/dokumen kontrak. Simbul pengelasan harus di tunjukkan dalam semua gambar Penyedia Jasa dimana pengelasan diperlukan. Pemeriksaan secara radiographic akan dilakukan oleh Penyedia Jasa bila ditetapkan dalam standar, spesifikasi atau kriteria desain yang dipakai. Semua pengelasan bagian-bagian yang penting, atas opini Direksi, dimana terjadi tegangan penuh pada sekitar plat, atau dari opini Direksi atau inspector, dan tidak terlihat pada standar pengelasan, maka atas permintaan Direksi harus di periksa dengan radiographic test.

ST - XII - 9

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Meter-meter yang cocok harus disediakan untuk menunjukkan besarnya arus dan voltase pengelasan selama berlangsung pekerjaan las. Kecuali di tetapkan lain dalam spesifikasi semua bagian yang memerlukan pekerjaan pengelasan harus di laksanakan seluruhnya sebelum pengerjaan akhir. Semua sambungan las harus dibuat secara menerus dan kedap air. Ukuran tebal las minimum tidak boleh kurang dari 4,5 mm. Semua las yang cacat harus di adakan pemotongan (chipping) sampai pada metal dan setelah di perbaiki harus diperiksa dengan menggunakan serbuk magnit (magnit fliux) atau ultrasonic, hal ini untuk mengecek apakah semua cacat-cacat pada las tersebut benar-benar telah diperbaiki. Semua plat yang akan disambung dengan las harus dipotong dengan cermat. Ukuran dan bentuk dari ujung-ujung yang akan disambung harus sedemikan rupa agar bagian yang akan berfusi dapat sepenuhnya merembes. Bagian ujungujungnya supaya di bentuk agar dapat menampung berbagai kondisi pengelasan. Pada jarak 25 mm dari ujung plat yang akan dilas harus bersih dari debu, gemuk dan harus dibersihkan sampai mengkilap. (11) Kualifikasi prosedur pengelasan Teknik pengelasan yang akan dipergunakan, penampilan dan kwalitas hasil pengelasan serta metode yang akan dipakai untuk perbaikan terhadap kerusakan/cacat, harus memenuhi standar American Welding Society (AWS) D.1.1 atau ekivalen yang disetujui Direksi. Kualifikasi tukang las (Welder) Semua tukang las dan operator las yang ditugaskan melaksanakan pekerjaan las harus mampu serta lulus tes dalam Penyedia Jasaan pengelasan dengan posisi mendatar maupun tegak, dalam jangka waktu 6 bulan sebelumnya, baik untuk tukang las maupun operator las harus memenuhi syarat standar JIS Z-3801 atau standar ekivalen yang disetujui. Penyedia Jasa harus menyampaikan kepada Direksi, copy sertifikat dan laporan hasil pengujian/tes phisik contoh las dari tes kualifikasi. Apabila pihak Direksi berpendapat pada suatu pekerjaan las meragukan salah seorang tukang las, maka terhadap yang bersangkutan harus diadakan tes kualifikasi ulang. Semua biaya yang diperlukan untuk melaksanakan tes ulang tersebut, sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Jasa. Kawat las Kawat las yang digunakan harus memenuhi syarat standar JIS Z - 3211 atau 3212 jenis yang dilapisi dengan kadar hidrogen rendah atau ekivalen yang disetujui. Logam jenis baja anti karat (stainless steel), yang dipakai dalam aliran air yang direncanakan untuk proteksi pukulan (pitting) harus menggunakan jenis baja campuran chromium- nickel. Jenis dan komposisi kimia dan nomer standar JIS dari kawat las yang akan dipakai untuk memenuhi persyaratan tersebut harus disetujui oleh Direksi. Bahan inspeksi dan testing. Bahan-bahan, bagian-bagian dan barang-barang rakitan yang akan dipakai untuk Penyedia Jasa pekerjaan harus diuji terlebih dahulu, kecuali ditetapkan lain sesuai dengan cara yang terbaik yang biasa dipakai di pasaran untuk jenis dan klas tertentu suatu pekerjaan. Apabila pabrik menghendaki untuk memakai bahan yang ada dalam persediaan yang telah dipabrikasi secara khusus untuk peralatan yang akan di suplai, maka
ST - XII - 10

(12)

(13)

(14)

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN harus menunjukkan bukti-bukti, bahwa bahan tersehut memenuhi persyaratan dengan cara menjelaskan tes terhadap bahan-bahan tersebut. Sertifikat yang menyatakan komposisi kimia (mill test report) dari bahan plat atau profil dapat diterima sebagai bukti dokumen tes. Sebagai tambahan bila dalam spesifikasi menyatakan bahwa harus dilakukan tes sifat-sfat mekanis harus dilakukan, maka semua bahan harus dites dipabrik terlebih dahulu sebelum dipakai untuk Penyedia Jasaan pekerjaan, dan setiap bahan yang cacat harus ditolak. Tes yang harus disaksikan oleh Direksi dan pengecekan bahan dapat dilakukan di pabrik pembuat oleh inspektor yang ditunjuk oleh Direksi, untuk menyaksikan Penyedia Jasaan pengetesan bahan atau melaksanakan pengecekan bahan, kecuali ditetapkan lain. Dalam hal tes-tes tersebut dilakukan maka sejauh mungkin diatur agar tidak menganggu kegiatan pabrik. Penyedia Jasa harus memenuhi permintaan inspektor baik mengenai cara tes maupun perbaikan kerusakan akibat kesalahan pembuatan. Semua barang cor yang mempunyai berat 226,8 kg (500 pounds) atau lebih harus mempunyai kupon dari hasil tes yang telah dibuat berdasarkan barang contoh yang disiapkan. Jumlah, ukuran dan lokasi pengetesan dari barang contoh harus mendapat persetujuan Direksi. Dalam hal ditemukan bahan yang cacat / rusak dan berdasarkan spesifikasi harus ditolak, maka sekali di tolak maka selanjutnya tidak boleh dipakai pada bagian manapun dari pekerjaan tersebut. Bahan contoh (specimen) yang akan dites untuk bahan konstruksi lainnya atas permintaan Direksi harus disediakan oleh Penyedia Jasa. Kekuatan patah, batas elastisitas, kekenyalan, kekerasan dan lain-lain, akan ditetapkan berdasarkan hasil tes bahan contoh. Penyedia Jasa harus menyediakan secara cuma-cuma semua bahan contoh (specimen), pelapisan, pemotongan dan pengerjaan mesin sampai pada ukuran, bentuk dan dimensi sesuai petunjuk Direksi. Penyedia Jasa pengetesan dilakukan oleh dan atas biaya Penyedia Jasa dan dilaksanakan atas petunjuk Direksi. Bahan tes yang dinyatakan ditolak harus dibuat tahan lama dan akan menjadi milik Pemberi kerja. Semua laporan hasil tes harus diserahkan kepada Direksi. Penyedia Jasa harus menyampaikan kepada Direksi sebagaimana diminta, sertifikat hasil tes yang menyatakan analisa komposisi kimia dan sifat-sifat phisik dari bahan-bahan yang akan di gunakan. Ketidak hadiran/pelepasan Direksi dalam inspeksi tidak berarti bahwa Penyedia Jasa lepas dari tanggung jawabnya untuk menyerahkan bahan dan pengerjaan untuk dapat diterima oleh Direksi. 12.1.12 Peralatan Listrik dan Pengkabelan (1) Motor Motor listrik harus dengan poros horisontal, torsi pada waktu start tinggi, arus start rendah, angker tipe sankar, tipe induksi, direncanakan untuk voltase start penuh, tahan cuaca dan tertutup secara total. Tipe motor yang digulung hanya dapat diterima bila tipe kurungan tidak memenuhi untuk pembebanan. Motor listrik harus mempunyai isolasi klas E dalam standar JECdan beban yang menerus pada suhu udara 40 derajat C. Isolasi penghantar motor harus klas E dan harus disediakan kotak terminal dan lebih dipilih bila dihubungkan dengan bautbaut penghubung. Kapasitas motor harus melebihi 100 % terhadap nilai yang dihitung dari kebalikan kombinasi dari beban-beban yang akan terjadi selama pembukaan dan penutupan
ST - XII - 11

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN pintu. Permulaan dan torsi maksimum dari motor masing-masing harus melebihi 200 % dan kurang dari 350 % dari torsi rata-rata. Penggulungan dan sambungan harus cocok impregnated to render kedap terhadap kelembaban, nonhidroscopic dan tidak terpengaruh dari pengumpulan debu. Semua bantalan motor harus jenis bola atau roller dengan perapat pelumas untuk mencegah masuknya pelumas kedalam kumparan. Rumah bantalan harus dipasang dengan ball in head grease fitting dan tutupnya dapat dilepas untuk membersihkan pelumas. (2) Rem motor Rem harus dipasang pada motor dengan menggunakan pir dan pelepas selenoid yang digerakkan dengan sistim arus bolak balik. Kapasitas rata-rata tersebut diatas harus tidak boleh kurang dari 200 % dari beban torsi rata-rata motor. Rem harus diatur bekerja secara otomatis, pada waktu ada tenaga listrik dan lepas pada waktu motor diberi tenaga listrik. Rem motor didalam harus tahan cuarca dengan jalan yang mudah dijangkau untuk keperluan pemeliharaan. Kabel listrik dan pengkabelan Penyedia Jasa harus bertanggung jawab untuk pengkabelan, penem-patan dan penyediaan kabel kontrol dan kabel tenaga dan atau yang diperlukan untuk keperluan operasi. Semua pengkabelan dalam panel kontrol harus dengan kabel cross polyethylene dan vinyl sheathered (CV cable) stranded konduktor yang dibentuk dari kelompokkelompok dan didukung dengan baik. Sehingga dengan demikian tidak akan ada splices dalam kabel dan semua sambunga harus dilakukan hanya pada blok terminal atau studs. Semua pengkabelan yang diluar antara lemari kontrol, motor-motor, saklar pembatas dan lain-lain, harus dengan inti tembaga yang majemuk, kabel CV, klas 600 Volts. Ukuran minimum kabel konduktor harus dengan luas penampang 2.0 mm2. Motor starter dan Ampere meter Semua starter harus cocok untuk starter langsung motor-motor, disediakan dengan 3 phase tipe induksi relai arus lebih untuk beban lebih dengan re-setting manual, relai tipe phasa terbuka dan pelepasan tegangan rendah. Relai arus lebih harus dapat disetel dilapangan pada arus beban penuh pada motor. Proteksi cadangan (backup protection) harus disediakan dengan kapasitas sekering tertutup rupturing yang tinggi atau pemutus arus dengan rumah yang dicetak (moulded case circuit breakers). Tegangan kontrol harus 220 Vlts, arus bolak balik. Semua motor harus disediakan dengan saklar pemutus yang cepat lepas tanpa sekering dengan handel operasi yang dapat dikunci pada posisioff. Harus di setel pada arus beban penuh pada saat interupsi motor atau sirkit perlatan lainnya. Konduit Konduit baja yang kuat harus digalvanis baik didalam maupun diluar sesuai dengan standar JIS-C-8305, harus mempunyai ketebalan plat 2,3 mm dan mempunyai diameter dalam minimum 16 milimeter. Enclosures

(3)

(4)

(5)

(6)

ST - XII - 12

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Motor bagian luar dalam tahan cuaca dan tertutup penuh. Bagian-bagian dalam dari peralatan yang lain secara uumum harus tahan debu dan tahan cuaca bila diperlukan. Bagian dalam, trim dan pintu-pintu harus dilapisi dengan dua lapisan cat pelapis dasar yang sesuai dan yang akhir jenis cat enamel, dan warnanya akan ditentukan kemudian oleh Direksi. (7) Stop kontak Stopkontak harus menggunakandua pen dengan tipe pentanahan 3-pen dengan kapasitas 20 Amper pada 220 Volts, sesuai untuk penutup Inggris (English plug) untuk dipergunakan didalam ruangan. Stop kontak harus tahan cuaca udara terbuka atau yang diberi proteksi terhadap udara luar. Saklar pembatas Saklar-saklar pembatas harus mempunyai enclosures yang tahan cuaca dan harus dipasang yang cocok sehingga mudah diadakan penyetelan dan terkunci dengan kuat dalam posisinya setelah selesai penyetelan. Saklar-saklar tersebut harus mempunyai rating untuk tugas berat (heavy duty ratang) dan harus mempunyai bagian-bagian yang berputar terbuat dari baja anti karat dan menggunakan bantalan-bantalan yang permanen. Lampu indikasi Semua lampu indikasi harus menggunakan jenis filamen yang diberi warna dengan tipe lensa plastic untuk umur panjang dan untuk kondisi kerja dengan kejutan, vibrasi dan perlakuan yang kasar. Instrumen dan Meter Semua instrumen dan meter harus mempunyai penunujuk kurang lebih 110 mm, dan harus untuk tugas berat, tpe untuk industri yang cocok untuk dipasang dengan kejutan-kejutan dan vibrasi yang besar. Penerangan (lighting fixtures) Sistim penerangan harus lengkap dengan lampu-lampunya. Harus dipasang lampu jenis neon yang dilengkapi dengan ftting untuk arus bolak balik, 220 Volts, 50 Hz dan dilengkapi dengan balas yang mempunyai faktor tenaga yang besar. Penerangan dengan lapu jenis Incandescentharus lengkap dengan pemegangnya sesuai dengan standar lokal yang berlaku. Lampu mercury untuk banjir harus dipasang dengan pegangan yang berulir yang cocok untuk lampu mercury jenis tegangan tinggi, dan stabilizer yang memadai dan mempunyai faktor tenaga yang besar untuk pengopeasian yang stabil. Lampu penerangan harus mengguna-kan jenis yang cocok untuk dipasang diluar/udara terbuka dan tahan cuaca. Dalam pemilihan jenis lampu penerangan harus dipelajari sedemikian rupa sehingga iluminasi dari lampu tidak terganggu/rusak dengan adanya pengumpulan nyamuk-nyamuk dan debu..

(8)

(9)

(10)

(11)

12.1.13 Jaringan Tenaga Listrik Permanen Jaringan suplai tenaga listrik untuk peralatan-peralatan listrik yang permanen harus disediakan sebagai berikut : Arus bolak balik .......................................... 3 phasa, 4 kawat, 50 Hz Tegangan antara phasa dengan phasa.......... 380 Volts
ST - XII - 13

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Tegangan antara phasa dan netral............... 220 Volts Fluktuasi/Variasi tegangan.......................... 10 % Fluktuasi/Variasi frekuensi........................... 5 % Titik netral..................................................... dihubungkan dengan arde Suplai jaringan listrik 3-phase harus digunakan untuk sirkit tenaga dan satu phasa digunakan untuk suplai kejaringan penerangan, indikasi, motor kontrol dan sirkit tenaga listrik kecil. 12.1.14 Proteksi, Pembersihan dan Pengecatan (1) Umum Semua bagian yang seluruhnya akan tertanam dalam beton harus dibersihkan dan diberi proteksi dengan cement wash atau cara yang disetujui sebelum penyerahan dari pabrik pembuat. Sebelum di pasang, semua permukaan harus dibebaskan dari karat dan dibersihkan dari debu dan partikel-partikel yang tidak diinginkan. Pembersihan tersebut tidak boleh mempengaruhi kekuatan atau pengoperasian dan fungsi dari peralatan. Semua bagian yang akan dikerjakan dengan mesin atau permukaan bantalan harus dibersihkan dan dicegah dari korosi, dengan memberikan cairan anti debu atau lapisan plastik sebelum penyerahan dari pabrik pembuat. Apabila yang terakhir ini tidak dapat dilaksanakan maka bagian tersebut dapat dilapisi dengan gemuk yang mempunyai titik cair yang tinggi. Setelah selesai pemasangan bagian-bagian tersebut harus dibersihkan dengan zat pelarut (solvents) dan selanjutnya dilap atau dipolis sampai mengkilap. Semua warna akhir dari peralatan harus disetujui oleh Direksi setelah ada kesepakatan dengan Pemberi kerja, sehingga dalam hal ini Penyedia Jasa harus mengajukan suatu rencana pemberian warna untuk peralatan dan harus menyerahkan kepingan/potongan contoh warna. Kepingan contoh warna tersebut harus merupakan lampiran daftar warna yang disetujui untuk setiap peralatan yang akan dilaksanakan di lokasi pekerjaan. Semua peralatan harus dicat sebagaimana di tetapkan dibawah. Pengecetan peralatan harus meliputi persiapan permukaan, aplikasi cat, proteksi dan pengeringan lapisan cat, begitu juga suplai semua alat, tenaga dan bahan yang diperlukan untuk seluruh pekerjaan pengecetan. Penyedia Jasa harus menyediakan jumlah cat yang cukup, baik untuk pengecatan di lapangan maupun untuk perbaikan pengecatan yang telah di laksanakan di pabrik pembuat. Cat yang dipakai harus hasil produksi pabrik cat yang mempunyai reputasi cukup baik dan pemilihannya harus disetujui oleh Direksi. (2) Persiapan permukaan Semua oli, parafin, gemuk dan kotoran lain harus dibersihkan dari permukaan yang akan dicat dengan bahan pelarut Semua bekas atau sisa pengelasan kerak dan bahan / kotoran-kotoran lainnya harus dibersihkan dengan semprotan pasir hingga mencapai warna putih metal. Bagian dalam dari pipa baja harus dibersihkan secara mekanis atau dengan semprotan pasir sampai mencapai standar yang berlaku dalam perdagangan. Harus diadakan perhatian khusus untuk membersihkan pada bagian sudut-sudut yang menyiku. Apabila ada debu atau beberapa permukaan menjadi kotor dalam
ST - XII - 14

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN periode pembersihan dan pengecatan, maka pembersihan ulang harus dilakukan dengan cara dan tingkat pengerjaan yang sama. Selama pekerjaan pembersihan dan pengecatan sedang berlangsung pada bagian permukaan yang tidak dicat harus dilindungi dengan memberi penutup disekitar lokasi tersebut. Harus dipilih cara yang menguntungkan untuk menghilang-kan semua oli dan uap yang datang dari saluran udara pada peralatan blasting. Semua persiapan permukaan harus disetujui oleh Direksi, sebelum pekerjaan pengecetan dilaksanakan. (3) Prosedur Pengecatan Setiap pelaksanaan pekerjaan pengecatan lapisan cat harus memenuhi syarat, permukaannya halus dan rata. Cat harus diaduk secara merata, disaring dan dijaga agar kekentalannnya sama selama pekerjaan pengecatan di laksanakan. Pengecatan tidak boleh dilaksanakan bila temperatur logam atau udara sekitarnya mencapai suhu dibawah 10 C. Pada waktu pengecetan berlangsung, permukaan yang akan dicat harus bebas dari uap air / embun. Pengecetan harus dilaksanakan dengan menggunakan alat penyemprot atau dengan kuas. Setiap pengecetan harus memberi kesempatan agar lapisan cat tersebut kering/mengeras terlebih dahulu secara keseluruhan sebelum pengecetan lapisan berikutnya dimulai. Permukaan yang tidak boleh dicat Perunggu, kuningan, permukaan gigi, permukaan logam yang telah dilakukan pengerjaan akhir, permukaan yang kontak dengan bagian yang menggelinding atau meluncur setelah dirakit di lapangan dan kabel baja tidak boleh di cat. Semua permukaan baja tahan korosi untuk bantalan dan bagian-bagian yang telah dilakukan pengerjaan akhir dengan mesin tidak boleh di cat. Setelah pembersihan, pada permukaan harus dilapisi dengan lembaran plastik yang diberi perekat, sehingga akan melindungi permukaan tersebut dari kerusakan akibat benturan kecil dan terhadap korosi selama pengiriman dan penyimpanan dilokasi pekerjaan. Lapisan tersebut harus dilepas sebelum peralatan dipasang dilapangan. Skedul pengecatan Pengecatan harus dilaksanakan sebagai berikut : (i) Cat jenis tar epoxy, total ketebalan 0,45 - 0,60 mm, harus dilakukan pada bagian-bagian berikut : Bagian yang terbuka dari semua rangka pengarah. Semua daun pintu Permukaan bagian dalam pipa baja tanam, pipa bagian dalam dan luar dari pipa baja terbuka dan katup. Saringan sampah (ii) Semua permukaan logam yang tidak memerlukan pengerjaan akhir kecuali yang telah disebutkan diatas, harus dicat jenis alkyt resin enameled atau cat sejenis yang disetujui Direksi. Total ketebalan dari cat ini termasuk cat dasar harus mencapai 0,12 - 0,15 mm. Peralatan yang umum diperdagang-kan harus dicat sesuai dengan standar dari pabrik pembuat.

(4)

(5)

ST - XII - 15

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Semua permukaan logam yang telah dilakukan pengerjaan akhir termasuk sekrup dan ulir yang terbuka selama transportasi atau sedang menunggu pemasangan harus dibersihkan dan diberi lapisan cat yang dapat larut dalam bensin, compound yang dapat mencegah karat/kotoran. 12.1.15 Pengepakan Semua barang harus dipak dengan baik atau diberi proteksi agar tidak rusak selama dalam pengiriman dari pabrik sampai di lokasi pekerjaan. Setiap krat atau peti harus berisi sebuah daftar barang yang dimasukkan kedalam amplop yang anti air dan copy dalam rangkap 3 (tiga) harus disampaikan kepada Direksi sebelum pengiriman barang. Semua peti harus diberi tanda yang jelas untuk mempermudah pengenalan terhadap daftar barang. Semua peti, pak dan lain-lain harus diberi tanda yang jelas dibagian luar dan menjelaskan total berat, dimana letak berat barang serta penempatan sling yang benar dan identifikasi lain berkenaan dengan dokumen pengapalan. Direksi berhak untuk memeriksa dan menyaksikan peralatan dan pengepakan sebelum barang dikirim. Penyedia Jasa harus bertanggung jawab secara keseluruhan dan menjamin pengepakan barang yang memadai untuk pemindahan dan pengecekan, tidak akan terlepas dari tanggung jawab untuk setiap kehilangan atau kerusakan yang diakibatkan karena kesalahan pengepakan. Semua bahan pengepak adalah milik Penyedia Jasa dan agar memuaskan pihak Direksi, maka bahan pengepak tersebut harus dibuang dari lokasi proyek dalam waktu secepatnya. 12.1.16 Perakitan dan Testing Pintu di Pabrik (1) Daun pintu dan kerangka pengarah Pintu harus dirakit di pabrik dalam posisi yang mendekati seperti pemasangan di lapangan. Pada waktu dirakit, daun pintu harus diperiksa dimensinya, toleransi, ketilitian kelurusannya. Setiap ditemukan kesalahan serta ketidak lurusan harus segera dibetulkan sebagaimana mestinya. Karet perapat harus dipasang pada tempatnya selama perakitan di pabrik. Bagian yang digabungkan satu dengan yang lain harus diberi tanda yang jelas sebelum dibongkar untuk pengiriman. Jalur lintasan roda utama, rel pengarah samping, permukaan perapat, kerangka pengarah bagian atas dan bagian bawah harus diperiksa kerataannya dengan menggunakan penggaris dan pengukur tusuk Semua dimensi dari kerangka pengarah, yang berkaitan dengan dimensi daun pintu, harus diperiksa dan apabila ditemukan kesalahan dan ketidak lurusan harus dibetulkan sebagaimana mestinya. Sebelum dibongkar dan dikirim semua bagian yang digabung harus diberi tanda. Roda gigi penggerak dan panel kontrol Roda gigi penggerak harus dirakit secara lengkap di pabrik dan dites/diuji kehalusan operasi dan catu dayanya. Semua bagian harus dites pada kondisi operasi normal agar semua kerenggangan dan toleransi yang diperlukan telah disediakan sehingga tidak mengakibatkan bengkokan pada bagian yang berputar. Semua bantalan harus diperiksa secara teliti. Semua gemuk pelumasan dan oli yang diperlukan harus disediakan untuk keperluan tes catudaya. Setiap ada cacat atau terjadi pengoperasian yang tidak normal/lancar harus diperbaiki dan semua tes harus diulang kembali.
ST - XII - 16

(2)

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN 12.1.17 Pemasangan dan Testing Pintu di lapangan (1) Kerangka pengarah Kerangka pengarah harus dirakit dalam blockout sesuai dengan gambar final yang telah disetujui dan diupayakan agar kerataan dan tingkat toleransi masih dalam batas yang telah ditetapkan dalam spesifikasi, selanjutnya diikat dengan kuat dan aman ditempatnya. Baut penyetel atau perlengkapan lainnya harus digunakan untuk memasang kerangka pengarah sehingga diperoleh posisi yang akurat. Hubungan antara kerangka pengarah, angker dan perlengkapan lainnya harus disetel, selanjutnya dikencangkan dan dilas untuk menahan kerangka pengarah tetap kuat pada posisinya pada saat pengecoran blockout dilaksanakan. Angker pengikat tambahan harus disediakan seperlunya untuk menjamin kelurusan yang diperlukan. Harus dijaga dengan ketat dan sebaik-baiknya agar alur pengarah roda dan permukaan karet perapat harus terletak dalam bidangnya yang benar dan dalam batas toleransi seluruh panjang alur dapat dicapai sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam spesifikasi. Pengecoran dalam blockout tidak boleh dilaksananakn sebelum kerangka pengarah secara lengkap, benar dan kuat dirakit. Selama pengecoran berlangsung, batas-batas deviasi kelurusan harus awasi/diperiksa dan apabila ada indikasi perubahan toleransi harus secepatnya diambil langkah-langkah perbaikannya. Daun Pintu Daun pintu lengkap dengan karet perapat harus dirakit dan dipasang sesuai dengan gambar final yang telah disetujui. Sambungan-sambungan harus rapat/kedap air dimana diperlukan. Pada bagian bawah pintu, pada waktu dipasang harus dalam posisi lurus/rata untuk menjaga kerapatan, sehingga karet perapat selalu menekan rapat pada permukaan kerangka ambang (sill) yang tertanam dalam beton. Daun pintu bagian samping harus benarbenar lurus sehingga karet perapat akan selalu menekan rapat pada permukaan kerangka perapat yang tertanam dalam beton. Daun pintu harus dirakit dan dites di pabrik agar memenuhi toleransi yang telah ditetapkan dalam spesifikasi. Uraian serta sket secara mendetail metode.cara pemasangan pintu harus diserahkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Namun demikian persetujuan yang diberikan tidak melepas tanggung jawab Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya untuk mencapai toleransi sebagaimana diuraikan diatas. Roda Gigi Pengangkat dan Panel Kontrol Selama perakitan, semua permukaan bantalan, journal, alur gemuk dan oli harus dibersihkan dengan baik dan dilumasi dengan oli atau gemuk yang disetujui. Sebelum pengoperasian dilaksanakan, semua sistim pelumasan harus diperiksa oleh Penyedia Jasa. Peralatan roda gigi pengangkat harus seluruhnya dirakit dan dipasang sesuai dengan gambar final yang telah disetujui. Drum kabel baja harus diletakkan dan disetel dalam posisinya dengan benar terhadap perlengkapan kabel baja yang dipasang pada daun pintu. Setelah peralatan roda gigi pengangkat dipasang dan sebelum kabel baja dipasang, peralatan pengangkat harus dicoba untuk dioperasikan dan diperiksa terhadap pengoperasian yang benar. Setelah tes tersebut selesai dilaksanakan, kabel baja harus dipasang dan dihubungkan dengan daun pintu dan selanjutnya daun pintu

(2)

(3)

ST - XII - 17

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN dites, dimana semua kontrol seperti saklar pembatas, penunjuk kedudukan dan lain-lain harus disetel dan dites untuk pengoperasian yang benar. Setiap ditemukan cacat atau operasi yang tidak normal selama tes berlangsung, harus segera dibetulkan dan semua tes harus diulang kembali. 12.1.18 Instruksi / Petunjuk Prosedur Testing Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan suatu instruksi prosedure testing yang menguraikan semua tes yang harus dilaksanakan, selama atau secepatnya setelah penyerahan gambar. Prosedur tersebut harus menjelaskan urutan dari tes, persiapan peralatan, dan prosedure operasi dan diikuti uraian secara detail prosedur-prosedur tes yang harus dilaksanakan. Prosedur ini harus diserahkan untuk mendapat persetujuan dan diserahkan dalam cara yang sama sebagimana untuk persetujuan gambar. 12.1.19 Testing (a) Umum Selama Penyedia Jasa pekerjaan dan setelah pemasangan setiap peralatan, Penyedia Jasa harus melaksanakan serangkaian tes sebagaimana telah diuraikan dalam instruksi / prosedur tes untuk mengetahui ketelitian pada perakitan dan untuk membuktikan kelengkapan bahan dan pengerjaannya. Tes dan laporan hasil tes harus disetujui oleh Direksi. Tidak akan ada bagian pekerjaan yang dapat diterima sebelum Direksi menyatakan lengkap dan puas terhadap hasil tes. Laporan / catatan hasil tes, data, lembar perhitungan dan photophoto (bila ada), harus diserahkan kepada Direksi sebanyak 6 (enam) copy dalam waktu 2 (dua) minggu setelah tes dilaksanakan. Tes Kebocoran Tes kebocoran air dilaksanakan bersamaan dengan the watery test. Kebocoran dalam bentuk semprotan atau terkonsentrasi pada satu titik/lokasi tidak diperbolehkan, walaupun bocoran rata-rata dalam praktenya lebih kecil dari yang diijinkan. Karet perapat pada lokasi bocoran disetel dan diperbaiki seperlunya. Kebocoran rata-rata yang diijinkan untuk setiap pintu, stoplog dan katup tidak sama tergantung dari tekanan hidrolik dan di ukur berdasarkan kriteria berikut: 1) Angka kebocoran air maksimum setiap pintu untuk 1 meter seal (perapat) adalah 200 cc/menit 2) Angka kebocoran air maksimum setiap outlet valve/guard valve adalah 100 cc/10 menit.

(b)

12.1.20 Suku Cadang dan Alat-alat Penyedia Jasa harus melengkapi daftar rekomendasi suku cadang seperti dalam daftar berikut : (1) Pipa konduit baja (a) 1 (satu) set karet perapat untuk lubang orang dan sambungan ekspansi (2) Pintu Sorong Bonet (a) 100 % lampu indikasi dan sekering (b) 1 (satu) set kontaktor tetap dan yang bergerak untuk saklar dan relai (3) Katup Pintu Pengaman Pintu Sorong Bonet (a) 100 % lampu indikasi dan sekering (b) 1 (satu) set kontaktor tetap dan yang bergerak untuk saklar dan relai (4) Katup Pintu Pengaman & Kontrol (a) 100 % lampu indikasi dan sekering
ST - XII - 18

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN (b) 1 (satu) set kontaktor tetap dan yang bergerak untuk saklar dan relai (5) Suku cadang lainnya antara lain untuk Genset yang direkomendasikan oleh pabrik (6) Alat-alat/kunci (a) 1 (satu) set standar hand tool untuk pekerjaan mesin (b) alat-alat khusus (special tools) yang diperlukan Setiap suku cadang yang disuplai harus dipak atau diatur sedemikian rupa agar cocok untuk penyimpanan dilokasi pekerjaan dalam waktu tidak kurang dari 2 (dua) tahun dan setiap suku cadang harus diberi tanda yang jelas mengenai uraian kegunaannya pada bagian luar pak/bungkusnya Suku cadang yang diserahkan harus dimasukan dalam gudang yang ditunjuk oleh Pemberi kerja dan penyerahan tidak akan dianggap lengkap sampai pembukaan peti oleh Penyedia Jasa dan isinya dicek oleh orang yang ditunjuk oleh Pemberi kerja dan isi barang dimasukkan kembali dalam peti oleh Penyedia Jasa sehingga Direksi akan menyatakan puas atau akan menetapkan untuk dipasang pada unit yang bersangkutan. 12.1.21 Ukuran dan Pembayaran Ukuran dan pembayaran pekerjaan hidro-mekanikal dibuat dalam bentuk kontrak lump-sum untuk masing-masing item yang tercantum Daftar Kuantitas dan Harga dimana lump-sum adalah cara kompensasi penuh atas biaya-biaya untuk semua tenaga kerja, pengangkutan, pemasangan, pengecatan, pengoperasian dan lain-lain item yang diperlukan untuk menyelesai-kan pekerjaan.

12.2

DESAIN KRITERIA

12.2.1 Beban Rencana (1) Umum Peralatan harus didesain pada kondisi kombinasi yang paling buruk dari beban yang bekerja, dengan tegangan desain dan particular yang tercantum dalam Pasal 12.2.3 Tegangan Perencanaan dan 12.2.4 Desain khusus. Beban-beban yang bekerja pada masing-masing peralatan hidromekanikal dipengaruhi oleh banyak factor baik dalam kondisi normal maupun beban lebih, diuraikan pada masing-masing pasal yang terkait, sesuai dengan frekuensi kejadian dari beban dan kemungkinan terjadinya. Beban pada perlatan yang ditetapkan disini harus dipertimbangkan sebagai kebutuhan yang paling minimum dan Penyedia Jasa harus memberikan tambahan beban atau kombinasi beban atas dasar pertimbangan Penyedia Jasa berdasarkan kondisi peralatan dan pengalaman atau kemajuan teknik desain. (2) Pintu, Stop Log, Trashrack dan katup (a) Beban Tekanan Air Statis Beban air statis adalah perbedaan air di bagian up stream dan down stream Pintu Darurat & Kontrol, Stoplog, Trash racks dan Saluran Pipa Baja/Penstock. (b) Beban sedimen Beban sedimen adalah kedalaman sedimen dari pasir yang berada didepan pintu.

ST - XII - 19

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Beban sedimentasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut: Ps = 0.5 Ce W1(H12-H22) B Dimana : Ps : Beban Sedimentasi (t) Ce : Koefisien tek. sedimen = 0.4 0.6 W1: Berat Sedimen dengan formula = W (l v) Wo (t/m3), W : Berat jenis sedimen = 1.6 t/m3 V : Ratio density sedimentasi = 0.3 Wo: Unit weight of water= 1.0 t/m3 H1 : Kedalaman air H2 : Kedalaman sedimen (c) Beban Sendiri Pintu Beban reaksi dari pintu itu sendiri. Beban Angin Beban perencanaan angin diperhitungkan adalah 300 kg/m2 pada luas proyeksi tegak yang dipakai dalam tipe-tipe konstruksi hidromekanikal dan yang akan dipengaruhi beberapa faktor. - Permukaan tempat yang datar : 1.2 - Permukaan silindrikal : 0.7 - Untuk lattice member, (sisi depan) : 1.6 - Untuk lattice member, (sisi belakang) : 1.2 Beban operasi Beban operasi harus sesuai dengan yang ditetapkan dalam paragrap berikut. Beban dinamis selama terjadi gempa bumi Beban dinamis selama terjadi gempa bumi dihitung dengan menggunakan formula Westergards berikut: Pd = 7/8. Wo .K H.h Dimana, Pd : Tekanan dinamis (t/m2) Wo : Berat jenis air dalam (1,0 t/m3) K : Koefisien intensitas gempa bumi arah mendatar 0,15 g H : Kedalaman air dari permukaan tanah (m) h : Kedalaman air dalam waduk (m) Beban yang Bekerja pada Peralatan Beban ini diuraikan pada masing spesifikasi detail pada bab ini` anrtara lain: 1) Variasi tekanan air dan gaya vibrasi dipengaruhi oleh aliran air yang terjadi. 2) Tekanan air yang bervariasi dan gaya vibrasi karena aliran air harus diperhitung-kan 3) Semua beban ditentukan pada saat pintu dinaikkan dengan hoist (pengangkat) terjadi kelebihan beban (overload) atau kondisi pintu terjepit. 4) Variasi suhu pada permukaan baja yang diperkirakan 40O C. Beban operasi
ST - XII - 20

(d)

(e)

(f)

(g)

(h)

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Beban-beban operasi harus sesuai dengan yang diperlukan dalam sub-pasal 12.2.1 (2) berikut (2) (a) Alat Pengangkat Alat angkat stationer Alat pengangkat tipe stationer direncanakan dengan perhitungan sebagai berikut: 1) Berat pintu sendiri dan tambahan pemberat pintu jika ada. 2) Kerugian gesek terhadap rotasi atau gesekan (sliding). 3) Kerugian gesek terhadap karet perapat 4) Kerugian gesek terhadap sedimen, jika ada. 5) Gaya apung (Buoyancy.) 6) Uplift dan down pull force. 7) Kerugian akibat kelebihan beban (over load hoist) atau kondisi pintu terjatuh. Gaya penutupan untuk semua pintu harus mempunyai toperansi lebih dari 25 % terhadap gaya keatas dan kerugian-kerugian gaya friksi dan gaya apung dan sebagainya pada setiap pembukaan pintu dan pada setiap posisi elevasi air waduk. (b) Alat angkat gerak (Movable Type Hoist) Movable type hoist direncanakan dengan perhitungan sama seperti di atas dan ditambah dengan beban-beban lain sebagai berikut: 1) Horizontal inertia force/centrifugal force. 2) Wind load. - 40 kg/m2 kondisi beban angin rendah. - 300 kg/m2 pada posisi storing. 3) Braking load dan friction load yang lain. 4) Seismic load (seismic intensity) 0.12. Pipa Baja (Steel Pipe) Kondisi Kosong Tekanan dari luar (external pressure) berikut harus diperhitungkan : 1) Tinggi tetan air dihitung dari center line dari pipa baja sampai elevasi permukaan tanah pada bagian tertanam 2) Beban tekan air ekuivalen dengan 2.0 m pada bagian terbuka (exposed portion) 3) Beban karena pengaruh pengecoran betonan. 4) Beban karena sementasi kontak (contact grouting) 2.0 kgf/cm2 Kondisi isi air 1) Tekanan dalam (internal pressure) 2) Desain tekanan dalam harus dihitung dari penjumlaha tekanan statis dan kenaikan tekanan tekanan karena water hammer. 3) Tegangan karena variasi temperatur Peralatan Lain 1) Footpath, Balcony Floor, Platform, etc - Beban penuh 500 kg/m2 - Beban lain berat aktual dalam hal pengkabelan sedang dilakukan 2) Tangga (Step of Ladder) Beban tegak 180 kg 3) Pagar besi (Handrail) Beban datar 30 kg

(3) (a)

(b)

(4)

ST - XII - 21

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN

(5)

Penangkal petir Penyedia Jasa harus menyediakan penangkal petir dan disusun dalam instalasi yang diperlukan pada sub-bab 2.

12.2.3 Tegangan Rencana (1) (a) Pintu, dan konstruksi baja lainnya. Bagian/suku struktur baja 1) Tegangan yang diijinkan Tebal plat 40 mm Tegangan yang diijinkan untuk pembebanan normal pada konstruksi baja, dengan tebal 40 mm adalah (5/6) kali tegangan ijin dari tegangan yang dihitung (sesuai dengan prosedur sebagaimana tercantum dalam AISC Specification for Design, Fabrication, and Erection of Structural Steel for Building, 8th Edition, 1980, Clause 1.5 Allowable Unit Stress and Clause 1.6 Combined Stress). Tebal plat > 40 mm Tegangan ijin untuk konstruksi baja dengan ketebalan melebihi 40 mm adalah sebesar 0.92 kali sebagaimana diuraikan di atas. 2) Tegangan ijin pada beban lebih Tegangan ijin pada keadaan beban lebih, dan tegangan lentur keliling (circular bending stress) tejadi pada pipa pada waktu pengisian pipa, 50 % lebih tinggi dari pada keadaan beban normal, namun demikian, setiap tegangan tidak boleh melebihi 90 % dari maximum tegangan hancur (yield strength) dari material yang digunakan. 3) Tegangan kombinasi Tegangan kombinasi dihitung dengan menggunakan rumus yang dikenal dengan Mises, Hencky and Huber berikut: g2 = x2 + y2 - x.y+ 32 Dimana, g : Tegangan kombinasi (kgf/cm2) x : Tegangan axial (tegangan arik diperhitungkan positive) (kgf/cm2) y : Tegangan Axial yang tegak lurus pada axis x (tegangan tarik diperhitungkan positive) (kgf/cm2) : Tegangan geser (kgf/cm2) Dalam kondisi normal pipa penuh dengan air, tegangan keliling, tegangan axial dan tegangan geser bekerja tegak lurus pada axis pipe dan tegangan kombinasi untuk beban normal, harus lebih kecil dari tegangan ijin sebagaimana ditetapkan pada butir (1) di atas. Namun demikian, tegangan ijin dapat dinaikkan sebesar 1,35 kali terhadap tegangan ijin sebagaimana pada tegangan lentur pada plat pipa karena perpanjangan restraining pipe shell karena ring pengaku sudah diperhitungkan. Tegangan kombinasi harus dihitung dengan rumus di atas 4) Tegangan kritis pada ruji kisi-kisi Tegangan yang bekerja pada elemen kisi-kisi tidak boleh melebihi tegangan kritisnya dan dihitung dengan rumus :

ST - XII - 22

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN cr = 0,6 x y.(1.23 0.153.L/t) Dimana, cr : Tegangan kritis yang diijinkan (kgf/cm2) y : Tegangan lumer material )kgf/cm2) L : Jarak penumpu Lateral dari batang elemen (cm) t : Tebal elemen kisi-kisi tidak termasuk toleransi korosi (cm) Panel saringan harus bebas dari vibrasi dalam kondisi pembebanan yang palinh jelek atau setiap kondisi aliran. 5) Apabila peralatan dilapisi dengan clad-steel pada sisi yang berhubungan dengan air (plat penutup dll), clad steel tersebut harus di abaikan pada waktu menerima tegangan, material yang yang dilapisi saja yang diperhitungkan dalam hal yang menahan tegangan. (b) Bagian-bagian mesin Semua bagian mekanis dari pintu dan peralatan angkat yang mendapat beban pada kondisi normal atau beban pada kondisi dengan kapasitas rata-rata harus didesain berdasarkan faktor keamanan pada tabel berikut terhadap tegangan hancur dari material yang dipakai. Faktor angka keamanan (FS) Tensile stress Compressive Shearing stress stress 5 5 8.7 5 5 5 5 10 8 5 5 5 5 5 8 8.7 8.7 8.7 8.7 10 10

Material Rolled steel for general or welded structure Cabon steel forging Carbon steel for machine structural use Corrosion resisting steel Carbon steel casting Gray iron casting Bronze casting b)

Tegangan tarik yang diijinkan Tegangan tarik yang diijinkan adalah tegangan hancur atau tegangan patah di kalikan dengan faktor keamanan berikut, dan diambil yang lebih kecil. Bahan Baja dirol atau dicetak Baja dirol atau dicetak untuk baut Baja cor Perunggu atau kuningan yang di rol Perunggu atau kuningan yang dicor Besi cor Faktor angka keamanan Tegangan Lumer Tegangan Patah 2,5 5 4 6 3 6 4 8 5 10 10

ST - XII - 23

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN (a) SS 400 dan SM 400B Tegangan Tegangan tarik Tegangan tekan Tegangan geser Tegangan desak

Tebal plat (mm) 40 1.300 kg/cm2 1.300 kg/cm2 750 kg/cm2 2.200 kg/cm2

> 40 1.200 1.200 700 2.000

kg/cm2 kg/cm2 kg/cm2 kg/cm2

(b) Carbon steel casting dan Carbon steel forging Teg. tarik (kg/cm2) 700 750 800 900 1.100 1.250 1.400 1.700 Tegangan tekan (kg/cm2) 700 750 800 900 1.100 1.250 1.400 1.700 Tegangan geser (kg/cm2) 400 400 450 500 600 700 800 1.000 Tegangan desak (kg/cm2) 1.200 1.250 1.350 1.550 1.850 2.100 2.350 2.900

Simbol SC 42 SC 45 SC 49 SC 55 FC 40 SF 45 SF 50 SF 60

(c) Tegangan pada beton Tegangan yang diijinkan pada beton untuk tegangan tekan (bearing) adalah 52 kg/cm2, untuk tegangan geser adalah 5,5 kg/cm2 sedang untuk tegangan tekan (compressisive) adalah 60 kg/cm2 kecuali ditetapkan lain dalam spesifikasi.

12.3. DESAIN KHUSUS / PARTIKULAR 12.3.1 Tebal Minimum Tebal konstruksi baja suatu instalasi tidak boleh kurang dari 6,0 mm, kecuali disini bagian baja yang terkait atau bagian baja yang telah disetujui oleh Direksi (Engineer).

Partikular Bar element of Trash-rack Skin plate of gate including corrosion allowance Steel section of vertical girder Corrosion-resisting steel plate : Sealing plates on side and lintel beams Sealing plates on sill beams Track frame Front frame Finished steel pipe

Tebal Minimum (mm) 6,0 6,0 5,0 6,0 9,0 9,0 6,0 5,0

ST - XII - 24

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN

12.3.2 Rasio Kerampingan Kritis Rasio kepipihan kritis bagian konstruksi baja untuk kompresi mayor kurang dari 120, dan 150 untuk bagian konstruksi baja sekunder. Dalam arti jika rasio bagian konstruksi baja akan terbaca masing-masing 200 dan 240. 12.3.3 Lenturan Maksimum Lenturan maksimum tiap komponen dari peralatan tidak akan melebihi beban penuh nilai di bawah ini: Komponen Balok utama horisontal pintu Balok utama pintu bonet/kaptup pintu Balok interrmediate trash-racks Monorail crane 12.3.4 Toleransi Korosi yang Diijinkan Korosi yang diizinkan untuk peralatan, dan konstruksi baja akan ditentukan sebagai berikut: Partikular Tebal plat untuk pintu, katup Semua bagian trshracks yang terendam air Plat penutup (skin plates) dan bagian utama struktur untuk semua pintu Untuk pintu dan trash rack terowong pengelak Plat pesat dan pipa baja Daun katup darurat dan bonet katup & katup kontrol Semua bagian pintu yang terendam 12.3.5 Koefisien friksi Koefisien gesek penting dalam perencanaan alat pengangkat dan tidak kurang dari nilai tersebut di bawah ini: Material Metal seals Rubber seals Brass-faced seals Fluoro-carbon faced seals Self-lubricating bearings Roller wheel bearings Sediment between steel and sand Steel on stainless steel Static Friction Kinetic Friction Sliding (Starting) or Rolling 0.6 0.4 1.5 0.7 0.5 0.2 0.2 0.1 0.2 0.1 0.02 0.01 0.3 0.5 Korosi yang diijinkan (mm) 2,0 2,0 2,0 0,0 2,0 2,0 3,0 Lenturan maksimum 1/800 Jarak tumpuan 1/1500 Jarak tumpuan 1/600 Jarak tumpuan 1/1200 Jarak tumpuan

ST - XII - 25

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN 12.3.6 Efisiensi Mekanikal Efisiensi mekanikal dalam perencanaan kapasitas motor dan tidak kurang dari nilai tersebut di bawah ini, atau ninai yang disetujui sebelumnya oleh Direksi kecuali telah ditetapkan sebelumnya:

Bagian Sheave having plain bearing (per each) Sheave having roller bearing (per each) Drum Spur gear and level gear One set of wheel and pinnion (open) One set of wheel and pinion (oil bath) Cyclo speed reducer Reduction ratio 1/59 to 1/11 Reduction ratio 1/121 ti 1/87 Sprocket by chain driving (per each Worm gear Self-lock type Anti-selflock type Spindle

Efisiensi Mekanikal 0.95 0.98 0.95 0.95 0.97 0.8 to 0.85 0.65 to 0.75 0.95 0.5 0.75 0.2 to 0.4

12.3.7 Untuk Peralatan Mekanikal Dalam perencanaan komponen peralatan mekanikal harus memenuhi yang dipersyaratkan berikut kecuali ditetapkan lain secara spesifik. (1) Roda Gigi Semua roda gigi dibuat dengan menggunakan mesin perkakas bubut, frais, bor, potong, skrap dan lain-lain dengan bahan yang dipilih minimal adalah sebagai berikut: - Wheels Rolled or forged steel - Pinions Rolled or forged steel - Worm Wheels Steel with bronze rims - Worms Steel or forged Apabila menggunakan worm gearing (transmisi ulir) inilah yang menggerakkan pertama kali dan direncanakan dengan menggunakan penggerak secara manual maupun motor yang dilengkapi dengan oil tight removable housings dengan lubrication oil plug, drain cock dan oil level indicator. Temperatur pada bak oil perlu dipasang thermometer dan tertera tidak lebih dari 40 centigrade dari temperatur atmosfer. Semua roda gigi dan pinion dilengkapi dengan penutup dari baja atau metal pelindung sebagai pengaman. Alat pemindahan roda gigi harus dikunci agar aman tidak terlepas. Ropes, Drums dan Sheaves Pesawat pengangkat yang menggunakan kawat (wire rope) harus galvanise, flexible dengan type fiber core dan internal lubricant. Faktor keamanan dari kawat pengangkat beban yang bekerja tidak akan melebihi 8, maximum normal. Kabel baja harus mampu untu menahan beban maksimum hoist

(2)

ST - XII - 26

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN motor torque tidak melebihi 90% yield strength. Kekuatan patah kabel yang diperlukan harus dicantumkan dalam order Penyedia Jasa kepada pabrik pembuat kabe. Sistim kabel harus seragam dan disusun agar tidak terjadi belokan yang berlawanan. Penggulung kawat (wire drum) dibuat dari baja tuang (cast steel) atau pabrik baja dengan mesin alur. Pembuatan alur pada termol harus sama dengan diameter kawat. Alur harus halus dan dikerjakan dengan mesin dan kedalaman yang cukup. Teromol harus mempunyai panjang yang cukup untuk menggulung jumlah panjang kabel dan mempunyai satu alur cadangan pada waktu pintu pada posisi paling atas dan disediakan tiga alur pintu pada posisi menutup penuh. Ujung kabel harus diamankan diluar teromol dengan cara di klem atau cara lain yang disetujui. Pengikatan harus mudah dijangkau sehingga memudahkan pada saat penggantian kabel. Diameter minimum pitch circle penggulung kawat dan sheaves masing-masing tidak kurang dari 19 D dan 17 D untuk konstruksi lilitan kawat 6 37 dimana D adalah diameter kabel. Diameter minimum pitch circle equalizer sheave tidakk boleh kurang dari 10 D. Jumlah lapisan kawat yang digulung pada drum cukup 2 (second layers) lapis. Fleet angle anrtara alur teromol dan pipringan tidak boleh melebihi 4 derajat untuk satu lapaisan gulungan dan 2 derajat untuk lapisan multiple. Rope sheaves berbentuk Vee-groove dengan sudut 52 dan groove depth 1.5 diameter kawat. Diameter alur harus sedikit lebih besar dari diameter kabel untuk mencegah pinching. Saklar untuk mendeteksi kabel kendor harus disediakan Kabel kendor dimana ada kemungkinan ada kondisi terjepit selama menurunkan pintu. (3) Kopling Dipasang coupling atau flexible gear type coupling untuk memudahkan pemindahan gigi pada saat poros digerakkan / diputar. Bantalan Untuk kecepatan poros rendah menggunakan bahan bronze bushed bearing dan untuk kecepatan tinggi menggunakan ball atau roller bearing. Untuk semua penggunaan. As dan bearing harus proporsional sehingga panjangnya tidak melebihi satu setegah kali diameter sehingga tegangan yang terjadi tidak melebihi pada proyeksi luasan bearing. Spie dan alur spie (Keys dan Keyways) Keys dan Keyways direncanakan / dipilih yang memadai (standard). Dimana taper keys dipergunakan dengan sutau ketinggian atau dengan penyediaan yang memadai untuk memungkinkan pada waktu pelepasan. Posisi alur harus diamankan dengan cara membuat sekrup counter sunk pada alur. Pasak/Pengunci (Dowels) Gear boxes dan bearing, mempunyai kelurusan yang baik dan posisi dengan cara memasang pen selama pemasangan. Alat pemutar manual (Hand Operation Devices)

(4)

(5)

(6)

(7)

ST - XII - 27

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Peralatan ini sebagai pelengkap apabila kondisi electrical system tidak berfungsi atau aliran listrik padam dan digerakkan dengan tenaga penggerak kurang dari 10 kg/orang, dan diameter handle 300 600 mm atau dengan penempatan pada ketinggian 600 800 mm dari dasar. (8) Batang Ulir (Screw Spindles) Diameter screw spindle minimal 50 mm. Screw spindle dibuat dari baja anti karat dan dibentuk oleh mesin potong dengan trapreoridal thread sepanjang yang diperlukan. Posisi Indikator Mekanikal Tipe Posisi Indikator mekanikal dipasang pada setiap mekanisme, dan harus dapat dibaca dengan mudah dari tipe putar yang dapat memutar sekitar 300 derajat dari seluruh lintas. Plat penunjuk dibuat dari baja anti karat atau kuningan yang digrafir dan bagian utama indicator dibuat dari material yang tidak korosif dan dimasukkan dalam ruangan yang kedap cuaca dan debu. Indikator harus dengan mudah dapat dibaca untuk pembukaan alat vertical setiap 10 cm.

(9)

ST - XII - 28

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN

DETAIL SPESIFIKSI TEKNIK


12.4 PINTU TEROWONG PENGELAK

12.4.1 Umum Penyedia Jasa harus mendesain, mensuplai, memasang dan mengetest 1 (satu) set pintu sorong tegak pada bagian pemasukan terowongan pengelak, di bagian hulu bangunan pengambilan. Pintu pengelak tersebut akan dipakai untuk menutup mulut terowongan dengan dimensi bukaan 3.500 mm (Lebar) x 3.500 mm (Tinggi) setelah pembangunan dam selesai. 12.4.2 Beban Rencana dan Kondisi desain (a) Beban dan Tegangan Rencana Pintu pengelak harus didesain untuk kondisi-kondisi berikut : (i) Mampu menahan tekanan air dibagian hulu dengan ketinggian air 57.57 meter dan dibagian hilir pintu tidak ada air. (ii) Mampu menahan tekanan lumpur setinggi 1 meter dari bagian hulu pintu. (iii) Pada waktu penutupan terowongan pengelak, pintu diturunkan pada kedalaman 1,00 meter dari aliran air. Oleh karena itu dalam menghitung gaya gesek pada pintu dan rangka pengarah, koefisien gesek antara karet perapat dan baja tahan karat agar diambil sebesar 0.20. (iv) Beban-beban lain yang harus diperhitungkan ialah reaksi-reaksi akibat beban sendiri dan semua beban pada saat mulai dan selama menurunkan pintu. (v) Pintu harus didesain agar memenuhi syarat tegangan pada pasal 12.2.1 (b) Kondisi/data desain Data/kondisi desain secara garis besar adalah seperti pada uraian berikut: - Tipe : Pintu tipe sorong konstrksi baja temporer - Jumlah : 1 ( satu) set - Lebar bukaan : 3.500 mm - Tinggi bukaan : 3.500 mm - Elevasi sill : 138,00 m - NWL : 192,100 m - LWL. : 175,90 m - Tinggi tekan air : 54.50 m (EL.NWL EL.Sill) - Sistim perapat : 4 sisi dari karet sekat pada hilir dari permukaan pintu. - Maksimum defleksi balok utama horisontal : 1/600 jarak tumpuan - Tinggi angkat : 5.00 m - Sistim operasi : Lokal (Truck Crane) - Toleransi korosi : 0 mm (tidak diperhitungkan)

ST - XII - 29

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN

12.4.3 Bagian-bagian yang Tertanam (a) Umum Bagian-bagian yang tertanam dalam beton terdiri dari anggota alur pengarah, ambang dan lintel. Semua bagian tersebut harus didesain agar mampu memindahkan dengan aman beban-beban yang ditimbulkan oleh tekanan air yang bekerja pada daun pintu, pada struktur beton. Bagian-bagian alur pengarah samping harus dipabrikasi dengan baja profil atau plat mulai dari ambang sampai di bagian atas struktur. Alur pengarah harus dilengkapi dengan plat peluncur dan plat perapat terbuat dari karet, mulai dari ambang sampai lintel atau setidak-tidaknya setinggi pintu diatas permukaan lintel, sebagaimana terlihat pada gambar. Kerangka ambang dan perapat bagian atas harus terdiri dari profil siku yang diperkuat dan diikat / dibaut dengan kerangka alur pengarah dikedua unjungnya. Kerangka lintel atas harus dipasang plat perapat perunggu, sedang permukaan kerangka ambang harus diratakan dengan pengerjaan mesin. Bagian yang tertanam harus dipasang dan diikat pada blockout yang telah disiapkan pada waktu pengecoran tahap pertama. Dan untuk menjamin kelurusan/kerataan maka harus dilengkapi juga dengan baut penyetel. Setelah bagian yang tertanam terpasang lurus/level maka baut-baut pengikat dilas pada angker-angker yang telah tertanam dalam beton. Bagian yang tertanam harus dicor dalam blockout yang telah disediakan. (b) Toleransi Pada waktu kerangka pengarah sudah dirakit dan dipasang, semua kerangka harus lurus dan setiap deviasi permukaan terhadap bidang yang teoritis harus berjarak maksimum plus atau minus 1 milimeter dalam total panjang permukaan perapat. Kerangka pengarah harus dipabrikasi dan dipasang dengan akurat dalam batas toleransi berikut: Titik-titik pengukuran - Jarak bersih - Jarak perapatan - Perbedaan panjang diagonal length - Jarak center to center of track frames - Tinggi guide frame - Jarak antara roller paths - Kerataan side and lintel sealing frames - Kelurusan side and lintel sealing frames - Kerataan sill beam surface - Kelurusan sill beam surface - Kerataan track frame surfaces - Kelurusan track frame surfaces - Kelurusan side roller paths Toleransi(mm) +5 +5 +5 +5 + 12 0 to + 6 + 0.5/m +1 + 0.5/m +1 + 0.5/m +1 +2

Toleransi yang tidak ditetapkan disini agar ditentukan sendiri oleh Penyedia Jasa, namun harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Direksi.

ST - XII - 30

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN

12.4.4 Daun pintu (a) Umum Daun pintu harus merupakan konstruksi baja yang dilas terdiri dari plat penutup vertikal yang dipasang pada bagian hilir dari serangkaian gelagar utama yang dilengkaspi dengan penguat-penguat vertikal dan penutup samping. Daun pintu harus dilengkapi dengan plat peluncur baja tahan karat yang yang dipasang pada kedua belah sisi samping dan sepanjang pintu bagian atas dan diatur agar sesuai/cocok dengan permukaan perunggu yang dipasang pada bagian-bagian yang tertanam. Sepanjang plat penutup bagian bawah harus diratakan dengan pengerjaan mesin agar cocok dengan permukaan ambang yang juga diratakan dengan pengerjaan mesin. Hal ini dimaksudkan agar dapat memberikan kerapatan bagian bawah yang memadai. Dalam daun pintu harus mempunyai berat yang cukup memadai untuk menjaga stabilitas dan mencegah terangkatnya pintu dari segala kondisi hidrolis. Untuk mengikat dan agar beton tersebut aman dalam pintu, maka harus disediakan angker-angker pengikat yang terbuat dari baja. Bagian atas dari gelagar horizontal harus dipasang kait-kait pengangkat, sedang pada profil penutup samping harus dipasang plat spasi pengarah sebagaimana terlihat pada gambar. Plat penutup harus mempunyai ketebalan tidak kurang dari 12 mm. Pada kondisi tekanan air maksimum lendutan maksimum gelagar-gelagar horizontal tidak boleh melebihi 1/600 lebar pintu sebagaimana tercantum pada pasal 12.3.2. Konstruksi pintu secara mendetail tidak diuraikan dalam spesifikasi ini, namun harus dibuat oleh Penyedia Jasa atas persetujuan dari Direksi. Sebagai referensi denah dan susunan pintu dapat dilihat pada Gambar No. M-01 Toleransi Pintu harus dipabrikasi dengan teliti dan dipasang dalam batas toleransi berikut: Titik Pengukuran - Lebar pintu - Tinggi pintut - Kedalaman pintu - Perbedaan panjang diagonal - Jarak center to center plat perapat - Jarak antara batang penumpu - Jarak antara side roller treads - Jarak antara lifting attachment centers - Jarak antara side seal rubbers - Jarak antara bottom seal and lintel seal Toleransi (mm) +5 +5 +3 +5 +5 +5 +5 +6 +8 +5

(b)

Toleransi yang tidak tercantum disini harus diteapkan sendiri oleh Penyedia Jasa, namun harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Direksi. 12.4.5 Perakitan danTes Prosedur dan tes harus sesuai dan mengikuti dengan yang diperlukan pada Pasal 12.1.16. dalam Bab ini.

ST - XII - 31

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN 12.4.6 Instalasi dan Tes di Lapangan Instalasi dan tes harus sesuai dengan yang diperlukan pada Pasal 12.1.17. dalam Bab ini. 12.4.7 Test Lengkap Prosedur dan tes harus sesuai dengan yang yang telah ditetapkan dalam Bab 12.1.18 dan 12.1.19. dalam Bab ini.

12.5

SARINGAN SAMPAH TEROWONG PENGELAK

12.5.1 Umum Penyedia Jasa harus mendisain, mensuplai dan memasang satu (1) set saringan sampah pada bangunan mulut terowong pengelak. Saringan tersebut didesain untuk mencegah masuknya sampah ikutan aliran berupa pepohonan yang tidak diinginkan kedalam saluran terwong pengelak pada saat terjadi banjir. Saringan harus didesain agar mampu menahan gaya-gaya yang berpengaruh kuat, beban statis dan vibrasi yang mungkin terjadi karena aliran air melalui saringan sampah. Saringan-saringan sampah harus menutup bukaan dengan lebar 3,50 m dan tinggi 3,50 m (tinggi vertikal) dengan jarak antara kisi-kisi 200 mm. 12.5.2 Tegangan dan Kondisi Rencana (a) Tegangan Rencana Tegangan rencana harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam pasal 12.2.2 dalam Spesifikasi Umum, disamping itu batang elemen harus memenuhi persyaratan-persyaratan berikut. Tegangan pada batang elemen tidak boleh melebihi tegangan kritis : c = 0.6 x teg. lumer x ( 1,23 - 0,015. L/t) Dimana ; c : Tegangan kritis yang diijinkan dalamkg/cm2 L : Panjang tumpuan (memanjang) batang elemen dalam cm , L/t < 70 t : Tebal batang elemen dikurangi toleransi korosi sebesar 0,0 cm (struktur temporer tidak diperhitungkan) Kondisi desain Saringan sampah harus didesain untuk kondisi-kondisi berikut (1) Data umum - Tipe : saringan temporer posisi vertikal - Jumlah : 1 set - Lebar bukaan : 3,500 m - Tinggi bukaan vertikal : 3,500 m (EL. 141,50 m - EL.138,00) - Jarak kisi : 200 mm - Toleransi korosi : 0,0 (tidak diperhitungkan) (2) Saringan sampah 1) Kondisi beban normal - Perbedaan tinggi air : 3,0 m - Berat sendiri dari saringan dan bagian penumpu - Cek vibrasi karena Karmans vrtex yang terjadi karena aliran air melalui jeruji
ST - XII - 32

(b)

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN 2) Beban lebih - Gaya impact dari material-material yang mengapung/logs 3) Gelagar penumpu Beban-beban berikut harus diperhitungkan : - Beban reaksi tekanan air pada batang elemen - Beban dari berat sendiri saringan dan gelagar-gelagar penumpu 12.5.3 Saringan Sampah (a) Umum Secara umum saringan sampah terdiri dari batang elemen, bagian penumpu dan lain-lain komponen yang diperlukan. Saringan sampah harus diikatkan pada gelagar penumpu dengan menggunakan baut, mur dan ring yang terbuat dari baja anti karat. Konstruksi saringan sampah secara mendetail tidak diuraikan dalam spesifikasi ini, namun harus dibuat oleh Penyedia Jasa atas persetujuan dari Direksi. Sebagai referensi denah dan susunan saringan seperti pada Gambar Lelang No. M-02. (b) Batang elemen Batang saringan sampah harus terbuat dari baja profil berbentuk persegi empat. Tebal minimum batang elemen tersebut tidak boleh kurang dari 12 mm. Jarak antara garis hati (bar pitch) batang elemen harus 200 mm plus atau minus 2 mm. Semua batang elemen harus dipasang pada baja profil dengan permukaan rata dan diikatkan pada gelagar penumpu, untuk mencegah terjadinya vibrasi. Tumpuan lateral harus disedidiakan untuk mencegah tekukan pada elemen dan disediakan batang horisontal dan dipasang secara seri seperti terlihat pada gambar. Gelagar penumpu Saringan sampah harus ditumpu pada bagian ambang dan ditengah dari lebar bukaan. Saringan sampah disisi atas harus ditumpu pada dua sisi bagian atas struktur. Gelagar penumpu bagian ambang harus dibuat dari baja profil H diberi penguat seperlunya dan kedua ujungnya dimasukkan dalam blockout pada dinding beton. Gelagar tersebut harus dibor dan dilengkapi dengan baut-baut pengikat, mur dan ring baja anti karat. Balok penumpu tengah harus menggunakan baja profil yang dirol, diperkuat yang memadai, yang dibangun kedalam block-outs dalam dinding samping pada ujungujungnya. Balok tersebut harus dibor dan disuplai berikut baut-baut pengikat, mur dan ring anti karat. Untuk bagian atas dan bawah harus ditumpu dengan baja profil siku yang dipabrikasi dan lengkap dengan baut, mur dan ring anti karat. Semua gelagar bagian atas harus dapat disetel sebelum dicor, untuk menjamin agar dapat ditempatkan pada posisi yang benar terhadap kelurusannya. Defleksi maksimum gelagar penumpu pada beban maksimum tidak boleh melebihi 1/600 dari lebar bukaan.

(c)

12.5.4 Perakitan dan Tes di Pabrik Saringan sampah harus pabrikasi sesuai dengan gambar yang disetujui, di rakit di pabrik dan dicek toleransi dimensinya, akurasi kelurusaanya. Setiap ketidak lurusan harus segera dibetulkan sebagaimana mestinya. 12.5.5 Pemasangan di lapangan

ST - XII - 33

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Balok penumpu harus dipasang dalam block-outs sesuai dengan gambar akhir yang telah disetujui. Saringan sampah harus dipasang pada mulut terowong dan blockout yang telah di sediakan dan beri tanda. Setelah penyetelan kelurusan/ kerataan saringan sampah dinyatakan benar/diterima, semua angker pengikat serta baut-baut pengikat dapat dikencangkan. Selanjutnya pengecoran block-out dapat dilaksanakan. Panel saringan harus dipasang sesuai dengan gambar detail yang telah disetujui oleh Direksi. Dan atau sesuai dengan petunjuk Direksi. Pemeriksaan jarak antara elemen perlu diperiksa sebelum dipasang. 12.6 SARINGAN SAMPAH PENGAMBILAN

12.6.1 Umum Penyedia Jasa harus mendisain, mensuplai dan memasang 1 set saringan sampah pada pada mulut bangunan pengambilan. Saringan tersebut didesain untuk mencegah masuknya kotoran-kotoran yang tidak diinginkan kedalam peralatan hidromekanikal antara lain: pintu katup saluran keluaran dan supai air baku. Saringan harus didesain agar mampu menahan gaya-gaya yang berpengaruh kuat, beban statis dan vibrasi yang mungkin terjadi karena aliran air melalui saringan sampah. Saringan-saringan sampah untuk menutup dimensi bukaan dengan lebar 3,00 m dan panjang 6,00 m (tinggi vertikal). 12.6.2 Tegangan dan Kondisi Rencana (a) Tegangan Rencana Tegangan rencana harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam pasal 12.2.2 dalam Spesifikasi Umum, disamping itu batang elemen harus memenuhi persyaratan-persyaratan berikut. Tegangan pada batang elemen tidak boleh melebihi tegangan kritis : c = 0.6 x teg. lumer x ( 1,23 - 0,015. L/t) Dimana ; c : Tegangan kritis yang diijinkan dalamkg/cm2 L : Panjang tumpuan (memanjang) batang elemen dalam cm , L/t < 70 t : Tebal batang elemen dikurangi toleransi korosi sebesar 0,2 cm Kondisi desain Saringan sampah harus didesain untuk kondisi-kondisi berikut (1) Data umum - Tipe : saringan permanen posisi miring - Jumlah : 1 set - Lebar bukaan : 3.000 mm - Tinggi bukaan (vertikal) : 6.000 mm - Elevasi dasar treshrek : 170,00 m Jarak kisi : 50 mm - Desain head : 3,0 m (karena impact log) - Korosi ijin : 2,00 mm untuk kisi dan komponen utama/ balok penumpu (2) Saringan sampah 1) Kondisi beban normal Perbedaan tinggi air : 3,0 m (karena impact log).
ST - XII - 34

(b)

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Berat sendiri dari saringan dan bagian penumpu Cek vibrasi karena Karmans vortex yang terjadi karena aliran air melalui jeruji 2) Beban lebih - Gaya impact dari material-material yang mengapung/logs Gelagar penumpu Beban-beban berikut harus diperhitungkan : - Beban reaksi tekanan air pada batang elemen - Beban dari berat sendiri saringan dan gelagar-gelagar penumpu

(3)

12.6.3 Saringan Sampah (a) Umum Secara umum saringan sampah terdiri dari batang elemen, bagian penumpu dan lain-lain komponen yang diperlukan. Saringan sampah harus diikatkan pada gelagar penumpu dengan menggunakan baut, mur dan ring yang terbuat dari baja anti karat. Konstruksi saringan sampah secara mendetail tidak diuraikan dalam spesifikasi ini, namun harus dibuat oleh Penyedia Jasa atas persetujuan dari Direksi. Sebagai referensi denah dan susunan saringan seperti pada Gambar Lelang No. M-03. Batang elemen Batang saringan sampah harus terbuat dari baja profil berbentuk persegi empat. Tebal minimum batang elemen tersebut harus memasukkan toleransi korosi sebesar 2 mm dan tidak boleh kurang dari 12 mm tidak termasuk toleransi korosi. Jarak antara garis hati (pitch) batang elemen harus 50 mm plus atau minus 2 mm. Semua batang elemen harus dipasang pada baja profil dengan permukaan rata dan diikatkan pada gelagar penumpu, untuk mencegah terjadinya vibrasi. Tumpuan lateral harus disedidiakan untuk mencegah tekukan pada elemen dan disediakan batang horisontal dan dipasang secara seri seperti terlihat pada gambar. Gelagar penumpu Saringan sampah harus ditumpu pada bagian ambang dan ditengah dari lebar bukaan. Saringan sampah disisi atas harus ditumpu pada dua sisi bagian atas struktur. Gelagar penumpu bagian ambang harus dibuat dari baja profil H diberi penguat seperlunya dan kedua ujungnya dimasukkan dalam blockout pada dinding beton. Gelagar tersebut harus dibor dan dilengkapi dengan baut-baut pengikat, mur dan ring baja anti karat. Balok penumpu tengah harus menggunakan baja profil yang dirol, diperkuat yang memadai, yang dibangun kedalam block-outs dalam dinding samping pada ujung-ujungnya. Balok tersebut harus dibor dan disuplai berikut baut-baut pengikat, mur dan ring anti karat. Untuk bagian atas dan bawah harus ditumpu dengan baja profil siku yang dipabrikasi dan lengkap dengan baut, mur dan ring anti karat. Semua gelagar bagian atas harus dapat disetel sebelum dicor, untuk menjamin agar dapat ditempatkan pada posisi yang benar terhadap kelurusannya. Defleksi maksimum gelagar penumpu pada beban maksimum tidak boleh melebihi 1/600 dari lebar bukaan.

(b)

(c)

ST - XII - 35

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN

12.6.4 Perakitan dan Tes di Pabrik Saringan sampah harus pabrikasi sesuai dengan gambar yang disetujui, di rakit di pabrik dan dicek toleransi dimensinya, akurasi kelurusaanya. Setiap ketidak lurusan harus segera dibetulkan sebagaimana mestinya. 12.6.5 Pemasangan di lapangan Balok penumpu harus dipasang dalam block-outs sesuai dengan gambar akhir yang telah disetujui. Saringan sampah harus dipasang pada mulut terowong dan blockout yang telah di sediakan dan beri tanda. Setelah penyetelan kelurusan/ kerataan saringan sampah dinyatakan benar/diterima, semua angker pengikat serta baut-baut pengikat dapat dikencangkan. Selanjutnya pengecoran block-out dapat dilaksanakan. Panel saringan harus dipasang sesuai dengan gambar detail yang telah disetujui oleh Direksi. Dan atau sesuai dengan petunjuk Direksi. Pemeriksaan jarak antara elemen perlu diperiksa sebelum dipasang. 12.7 PINTU PENGAMBILAN DARURAT TIPE RODA TETAP & HOIST

12.7.1 Umum 1 (satu) set pintu darurat pengambilan tipe roda tetap posisi vertikal (vertical lift) dengan dimensi bukaan 3,00 m Lebar x 3,00 m Tinggi, komplit dengan daun pintu, kerangka pengarah, alat pengangkat, panel kontrol komplit dengan kelengkapan yang diperlukan, harus didesain, disuplai dan dipasang pada bangunan pengambilan dalam kontrak ini oleh Penyedia Jasa. Pintu pengambilan darurat digunakan untuk menutup saluran keluaran dalam kondisi darurat. Pintu dalam keadaan darurat harus mampu ditutup dalam kondisi ada aliran dalam saluran keluaran dengan berat pintu sendiri.dan dibuka dalam keadaan kondisi tekanan air dihulu dan dihilir pintu seimbang. Untuk menyamakan tekanan air dilakukan dengan membuka katup pintas dalam ruang katup. Pintu dioperasikan melalui kabinet kontrol lokal di rumah pintu. Penyedia Jasa harus mempelajari dengan hati-hati dalam desain agar tidak terjadi kerusakan dan vibrasi pada pintu selama pengoperasian pada setiap kondisi elevasi air dan kebocoran air pada kondisi menutup penuh. Susunan umum pintu pengambilan darurat & alat angkat dapat dilihat pada gambar tipikal dalam Gambar Dokumen Lelang. No. M-04 12.7.2 Tegangan Rencana Tegangan rencana hendaknya mengikuti pada spesifikasi yang telah ditetapkan pada Pasal 12.2.2 dalam bab ini. 12.7.3 Kondisi Desain Pintu pengambilan darurat, kerangka pengarah dan alat angkat hendaknya mengikuti kondisi desain sebagai berikut: (1) Data umum Jumlah yang harus disediakan Daun Pintu - Tipe : Pintu roda tetap konstruksi baja - Lebar bukaan : 3.000 mm - Tinggi bukaan : 3.000 mm
ST - XII - 36

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN 195.57 m 192,10 m 175,90 m 175,30 m 20.27m (MAB - Sill EL) 4 sisi karet perapat pada sisi hilir permukaan pintu - EL. deck pemeliharaan : 198,30 m Alat Pengangkat - Tipe : Teromol kabel baja stasioner digerakkan dengan motor listrik (wire drum electric motor driven wire type hoist) - Kecepatan angkat : 1,00 m/menit 10 % pada waktu pembukaan dan penutupan. - Hoist deck : EL.203,80 m - Panjang angkat : 23.50 m (0,5 m diatas deck pemeliharaan pada EL. 198,30 m) - Metode operasi : kontrol kabinet lokal (2) Pintu (a) Kondisi pembebanan normal - Beban hidrostatik: Tinggi elevasi air 20.27 m Tail water dibawah sill beam tidak ada air - Berat mati pintu dan kabel baja dengan rekasinya. - Beban operasi Beban operasi diperhitungkan sesuai dengan sub-pasal (4) Alat angkat. (b) Kondisi beban lebih - Semua beban-yang terjadi pada waktu terjadi gempa bumi. - Semua beban yang terjadi selama pintu dinaikkan atau diturunkan pada kondisi beban lebih atau keadaan pintu terjepit. (3) Kerangka Pengarah Beban pada kerangka pengarah adalah beban roda utama dan beban perapatan serta semua beban lainnya pada kondisi operasi pintu yang terburuk dari alat angkat. Kerangka pengarah dan angker harus mampu untuk memindahkan semuabeban dari roda utama, perapat dan roller samping pintu pada struktur beton. (4) Alat pengangkat Alat pengangkat harus didesain untuk menaikkan dan menurunkan pintu pada setiap posisi pintu antara buka penuh dan menutup penuh. Kapasitas alat angkat dan kabel baja harus memadai untuk start, menaikan atau menurunkan pintu pada kecepatan rata-rata pada kondisi beban kombinasi, baik pada waktu menaikkan/menurunkkan pintu berikut ini: (a) Kondisi normal - Berat mati pintu dan kabel baja dengan reaksinya - Gaya friksi roda utama - Gaya friksi karet perapat
ST - XII - 37

MAB MAN L.W.L Elevasi sill Desain head Metode perapatan

: : : : : :

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Beban hidrolik pada karet perapat Gaya sedot pada waktu operasi (termasuk pada waktu pembukaan pintu parsial) (b) Beban lebih - Semua beban pada kondisi gempa - Semua beban yang terjadi selama operasi menaikkan atau menurinkan karena beban lebih pada alat agkat akibat kondisi pintu terjepit 12.7.4 Detail Pintu (1) Umum Pintu terdiri dari plat penutup, balok utama, bagian vertical, roda utama, karet perapat, roller samping, lifting lugs dan semua komponen yang diperlukan. Pintu harus tipe roda tetap dan konstruksi baja. Profil pintu bagian bawah harus memadai untuk memperkecil gaya sedot selama operasi. Harus benarbenar diperhatikan tipe teromol ganda dan peralatan angkat pintu harus lempang pada bidang miring sedemikian rupa sehingga tidak terjadi perubahan akibat lewat air, sehingga tidak terjadi vibrasi atau bentuk phenomena lainnya. Harus disediakan lubang pada balok horizontal untuk menguras air. Perapatan dengan pengelasan dapat dilakukan bila diperlukan terhadap kerapatan terhadap kebocoran air. Detail pintu harus sesuai dengan yang telah ditetapkan pada pasal-pasal yang relevan. Konstruksi detail pintu tidak ditetapkan disini, dan diserahkan kepada Penyedia Jasa, namun harus mendapat persetujuan Direksi. Sebagai referensi susunan umum pintu pengambilan darurat & alat angkat dapat dilihat pada gambar tipikal dalam Gambar Dokumen Lelang. No. M-04 (2) Toleransi Pintu harus dipabrikasi dengan teliti dan dipasang dalam batas toleransi berikut: Titik Pengukuran - Lebar pintu - Tinggi pintu - Kedalaman pintu - Perbedaan panjang diagonal - Jarak center to center main wheels - Jarak antara main wheel treads - Jarak antara side roller treads - Jarak antara lifting attachment centers - Jarak antara side seal rubbers - Jarak antara bottom seal and lintel seal - Jarak antara permukaan hilir of wheel treads - permukaaan karet perapat samping Toleransi (mm) +5 +5 +3 +5 +5 +5 +5 +6 +8 +5 0 to + 2 -

Toleransi yang tidak tercantum disini harus diteapkan sendiri oleh Penyedia Jasa, namun harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Direksi.

ST - XII - 38

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN 12.7.5 Detail Kerangka Pengarah (1) Umum Kerangka pengarah terdiri dari kerangka perapat, balok atas (lintel), kerangka jejak (track), balok bawah (sill), kerangka pengarah samping, alat doging, alat proteksi dari baja tahan karat dan semua komponen kelengkapan yang diperlukan untuk pemasangan kerangka pengarah stasioner yang lengkap. Plat tahan karat harus dipasang pada permukaan kerangka pengarah untuk meniadakan keaursan yang berlebihan. Kerangka pengarah diperpanjang sampai pada elevasi pemeliharaan pintu EL. 198,30 m dalam ruangan pintu. Kerangka pengarah harus mempunyai plat anti karat yang ditempelkan (clad-steel) pada semua panjang permukaan, dengan maksud tidak terjadi kontak dengan permukaan beton. Penyedia Jasa dapat mengajukan cara lain untuk mengurangi keausan kabel baja. Detail kerangka pengarah agar mengikuti persyaratan sebagaimana tercantum pada Pasal 12.1 yang terkait. Detail kerangka pengarah tidak ditetapkan disini dan diserahkan kepada Penyedia Jasa, namun harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi. (2) Toleransi Kerangka pengarah harus dipabrikasi dan dipasang dengan akurat dalam batas toleransi berikut: Titik-titik pengukuran - Jarak bersih - Jarak perapatan - Perbedaan panjang diagonal length - Jarak center to center of track frames - Tinggi guide frame - Jarak antara roller paths - Kerataan side and lintel sealing frames - Kelurusan side and lintel sealing frames - Kerataan sill beam surface - Kelurusan sill beam surface - Kerataan track frame surfaces - Kelurusan track frame surfaces - Kelurusan side roller paths Toleransi(mm) +5 +5 +5 +5 + 12 0 to + 6 + 0.5/m +1 + 0.5/m +1 + 0.5/m +1 +2

Toleransi yang tidak ditetapkan disini agar ditentukan sendiri oleh Penyedia Jasa, namun harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Direksi. 12.7.6 Detail Alat Angkat (hoist) (1) Umum Alat angkat agar menggunakan tipe teromol kabel baja jenis stasioner ( wire drum type hoist) yang dipasang pada elevasi lantai EL. 203,80 m untuk menaikkan, menurunkan dan menahan pintu. Alat angkat hendaknya terdiri kerangka konstruksi baja, peralatan mekanikal, yaitu, as torsi, bearings, gigi reduksi, rem thruster, kopling, teromol angkat tipe ganda, kabel baja, position indicator tipe mekanikal, alat operasi manual, kopling electro-magnetic, rem tangan, rem hidrolik, detector kekendoran kabel baja dll, peralatan elektrikal
ST - XII - 39

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN yaitu, motor angkat dengan rem maknit, saklar pembatas, kontrol, AC/DC inverter dan pengisi accu, dll dan semua komponen lain yang dibutuhkan untuk operasi yang efisien. Setiap teromol angkat dan gigi reduksi agar diberi tutup proteksi baja untuk melindungi terhadap bahaya. Konstruksi penutup baja agar didesain supaya pada waktu mensuplai pelumasan tidak perlu membuka plat penutup. Agar disediakan sistim rem dalam mekanisme alat angkat untuk meyakinkan pengunci sendiri dan penahan yang aman pada waktu alat angkat berhenti. Peralatan mekanikal dan elektrikal agar memenuhi syarat dengan persyaratan yang terkait masing-masing pada Pasal 12.3.7 dan 12.1.12 dalam Bab ini. AC/DC inverter dan pengisi accu yang ditetapkan dalam Pasal 12.1.20 Suku Cadang dan Alat-alat juga harus disediakan untuk alat angkat ini. Sistim katup pintas dan alat detektor kondisi terisi air dalam Pasal 12.7 harus dipakai juga untuk pengoperasian alat angkat ini. Konstruksi detail alat angkat tidak ditetapkan disini dan diserhakan kepada Penyedia Jasa, namun harus mendapatkan persetujuan Direksi. 12.7.7 Kontrol dan Pengkabelan (1) Sistim kontrol Alat angkat harus dioperasikan melalui 1 (satu) kabinet kontrol lokal yang dipasang pada EL. 203,80 m dalam rumah alat angkat. Pintu harus diangkat, diturunkan atau menghentikan motor dengan saklar tombol Naik, Turun. Operasi dan kontrol pintu dan alat angkat termasuk penyediaan saklar pembatas harus mengikuti sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 12.1.12. (2) Pengkabelan Semua kabel tenaga dan kontrol dan/atau kabel dengan semua konduit, fixtures dan perlengkapan dari titik terminal pada Pasal 12.1.12 dalam Sesifikasi Umum sampai pada masing-masing peralatan elektrikal harus disuplai oleh Penyedia Jasa sesuai dengan yang ditetapkan dalam Pasal 12.1.13 Spesifikasi Umum. (3) Kabinet Kontrol Lokal Penyedia Jasa harus menyediakan 1 (satu) kabinet kontrol local dalam rumah alat angkat, dan harus menggunakan kontruksi tahan cuaca. Instrumen yang harus dipasang pada atau di dalam kabinet kontro tetapi tidak terbatas pada instrumen berikut, Semua indicator seperti misalnya meters, dan penerangan harus kelihatan dari luar tanpa membuka pintu atau jendela yang dikunci. Earth leakage circuit breaker Arresters untuk sumber daya Incoming supply moulded case circuit breaker (MCCB) lockable in off position Under voltage relay MCCBs untuk memprotek motor and other circuits Relai proteksi Motor volt meter sumber daya Ampere meter beban Starter motor
ST - XII - 40

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Stop kontak 230 V Penghangat ruangan dengan thermostat danon-off switch Lampu Neon dengan saklar pintu "Tes Lampu" saklar tombol untuk inspeksi lampu indikasi Saklar tombol "Pintu Naik" Saklar tombol "Pintu Turun Saklar tombol "Pintu Stop Lampu indikasi "Source pilot" Lampu indikasi "Waterway water-kondisi terisi air" Lampu indikasi "Pintu Sedang Naik" Lampu indikasi "Pintu Sedang Turun" Lampu indikasi "Pintu Stand-by" Lampu indikasi "Pintu posisi perawatan dan Naik Lebih" Lampu indikasi "Pintu Turun Penuh" Lampu indikasi "Motor beban lebih" Lampu indikasi "Kabel kendor Lampu indikasi "Earth leakage" Lampu indikasi "Under voltage" Indikator elevasi air pengambilan tipe Digital Perlatan Tanda Bahaya Semua MCCBs yang diperlukan, step-down transformers, relays, kontaktors, saklar dan komponen-komponen pengkabelan.

(4) Peralatan Tanda Bahaya Satu set tanda bahaya terdiri dari sirene (buzzer) dan saklar reset, dll harus disediakan pada kabinet kontrol oleh Penyedia Jasa, sehingga dengan demikian memberikan peringatan kepada operator pintu. Tanda bahaya akan berbunyi apabila salah satu relai atau saklar berikut bekerja: - Under voltage relay - Earth leakage circuit breaker - Motor protection relay - Slack rope limit switch - Over raised limit switch - Elevasi air waduk mencapai NWL. EL 192,10 m. 12.7.8 Perakitan dan Tes/Pengujian Prosedur dan tes harus sesuai dan mengikuti dengan yang diperlukan pada Bab 12.1.16 dari Spesifikasi Umum. 12.7.9 Instalasi dan Tes/Pengujian di Lapangan Instalasi dan tes harus sesuai dengan yang ditetapkan dalam Pasal 12.1.17 dari Spesifikasi Umum. 12.7.10 Tests/Pengujian Lengkap Prosedur dan tes harus sesuai dengan yang yang telah ditetapkan dalam Pasal 12.1.19 dari Spesifikasi Umum.

ST - XII - 41

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN

12.8

PIPA KONDUIT BAJA KELUARAN - PENSTOCK

2.8.1 Umum Penyedia Jasa harus mendesain, mensuplai dan memasang satu set pipa konduit baja hantar dan keluaran dengan diameter dari 3,00 m - 1,00 - 0,80 - 0,60 - 0,20 m dengan total panjang kurang lebih 241.40 m. Saluran hantar tersebut terdiri dari steel liner 3,00 m panjang 30 m posisi miring dan pipa tanam diameter 1,00 m panjang 11.20 m (pada main plug), pipa terbuka 1,00 m panjang 180 m, pencabangan untuk saluran pembangkit diameter 1,00 m panjang 10 m dan saluran keluaran kuras diameter 0,80 m. Pada ujung saluran keluaran kuras dipasang pintu penutup/kuras dengan dimensi bukaan 0,70 m L x 0,70 m T. Dihilir katup pengaman dicabang untuk saluran keluaran pada saat semua unit pembangkit tidak berfungsi dan pada ujungnya dipasang katup kontrol tipe pancar holojet (Hollow Jet Valve) dengan diameter nominal 0,60 m. Untuk suplai air baku air baku/PDAM maksimum debit 0,150 m3/detik dengan 0,20 m dicabang dari pipa cabang pembangkit sebelum katup pengaman yang dilengkapi dengan sepasang katup pintu sluice. Dibagian hulu sebagai katup pengaman dan dihilir katup kontrol tipe sluice dengan 0,20 m. Sebuah kopling ekspasi dan lubang orang harus disediakan dalam konduit terbuka sebelum ditanam dalam rumah katup. Kopling ekspansi harus dimasukkan dalam ruang beton agar supaya ada jalan masuk kekopling untuk pemeliharaan, ruang beton harus disediakan dengan tutup kedap air. Konduit baja, termasuk transisi dan bagian gorong-gorong (culvert) harus dilengkapi dengan pipa-pipa lurus, pipa-pipa belokan, sambungan-sambungan ekspansi, sambungan-sambungan untuk melepas (dismantling joints), flensa-flensa, sambungan pencabangan, pipa-pipa drainase, pengaku-pengaku, ring-ring pengaku, lubang orang, ban-ban angker dan batang-batang penguat serta semua perlengkapan dan komponen lain yang diperlukan. Transisi dan bagian gorong-gorong harus diperhitungkan sebagai konduit-konduit baja. 12.8.2 Beban dan Tegangan Rencana (a) Beban dan kondisi perencanaan Pipa konduit baja harus direncanakan untuk kondisi-kondisi berikut, bilamana dapat diterapkan. 1) Untuk menahan tekanan dari dalam sebesar 65.57 kg/cm 2) Untuk menahan tekanan dari luar. Konduit baja harus mampu menahan tekanan dari luar pada waktu bagian dalam dari pipa dalam keadaan kosong. Faktor keamanan terhadap tekuk tidak boleh kurang dari 1,5. Untuk menahan beban pada waktu pengecoran beton. Apabila pemasangan dan pengelasan konduit baja telah selesai sesuai dengan spesifikasi ini, dan telah memuaskan Direksi, selanjutnya konduit baja dicor dalam beton dengan mengikuti ketentuan-ketentuan yang ditetap-kan dalam spesifikasi yang lain. Penyedia Jasa harus mensuplai, memasang, palang-palang penahan dibagian dalam konduit yang cukup kuat untuk menjaga agar tetap bulat dalam batas-batas toleransi yang ditetapkan, sampai pengecoran beton selesai.
ST - XII - 42

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Penyedia Jasa juga harus mensuplai, memasang palang-palang penahan di bagian luar untuk menahan beban-beban pada waktu pengecoran sedang berlangsung. Pengecoran beton harus dilaksanakan secara bertahap setiap bagian/lapisan dengan ketinggian maksimum 1,0 m. 3) Untuk menahan beban-beban yang berkenaan dengan pengangkutan selama pabrikasi, transportasi dan pemasangan di lapangan. Tebal plat dinding konduit tidak boleh kurang dari tebal plat minimum yang diperlukan untuk pemindahan selama pabrikasi, yang ditentukan dengan rumus sebagai berikut : t = (D+400)/800 Dimana, t : tebal plat minimum dinding pipa dalam mm D : diameter dalam pipa dalam mm (b) Tegangan Rencana Tegangan rencana yang diijinkan pipa konduit harus memenuhi syarat sebagaimana ditetapkan dalam Spesifikasi pada Pasal 12.2.2. Efesiensi Pengelasan Kekuatan sambungan las pada pipa konduit harus diperhitungkan dengan faktor efesiensi sebesar 95 % bila pengelasan dikerjakan di workshop (bengkel) dan dengan 90 % bila pengelasan dilaksanakan di lapangan terhadap kekuatan plat. Sambungan las Full penetration butt-weld joint harus digunakan untuk semua sambungan memanjang (longitudinal) dan girth-weld untuk pengelasan dalam dinding-dinding konduit baja. elonggaran terhadap korosi Faktor keamanan terhadap korosi maka tebal plat dari hasil perhitungan harus ditambah dengan angka 2,0 mm. Perlengkapan Cincin pengaku Cincin-cincin pengaku harus dipasang dengan cara dilas secara menerus pada konduit baja dengan posisi tegak lurus terhadap arah sumbu dari konduit. Konstruksi dari cincin-cincin harus sedemikian rupa sehingga beton di sekeliling konduit dapat tuangkan dengan aman. Sambungan fleksibel Sambungan tersebut harus kopling tipe "Viking Johnson" atau yang ekivalen yang mempunyai dua flens slip-on dan paking dilengkapi dengan baut-baut pengikat untuk menghubungkan dengan ujung pipa yang berbentuk rata. Sambungan tersebut harus memungkinkan gerakan akibat perpanjangan maupun gerakan miring (angular) pada pipa-pipa. Lubang sementasi

(c)

(d)

(e)

12.8.3 (a)

(b)

(c)

ST - XII - 43

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Lubang-lubang sementasi (grouting) dengan penutupnya harus disediakan pada konduit baja selama pabrikasi. Setelah sementasi selesai dilaksanakan maka lubang-lubang tersebut harus dilas dengan plat baja. (d) Flensa Penyedia Jasa harus mensuplai dan memasang flensa-flensa yang diperlukan untuk menghubungkan konduit baja dengan pintu sorong bonnet dan katup-katup. Lubang Orang Sebuah lubang orang dengan diameter 600 mm harus disediakan sebagaimana terlihat pada gambar. Lubang orang tersebut harus dibuat dari plat baja yang dilengkapi dengan paking karet, tuas pemegang dan semua komponen-komponen dan perlengkapan-perlengkapan lain yang diperlukan.

(e)

12.8.4 Pabrikasi (a) Umum Penyedia Jasa harus memotong plat-plat baja untuk konduit baja dengan dimensi yang tepat, menyiapkan ujung-ujung untuk pengelasan, mengepres ujung-ujungnya untuk dirol, dan mengerol sehingga mempunyai kelengkungan dan membuat bagian-bagian dengan lengkap di pabrik milik Penyedia Jasa dan mengirim ke lokasi proyek untuk pemasangan. Pemotongan dan pembengkokan Semua plat harus dipotong dengan tepat menurut ukuran-ukuran dalam gambar pabrikasi yang telah disetujui Direksi, dengan tolerasi secukupnya untuk menjaga kemungkinan pengkerutan selama pengelasan. Semua ujung-ujung plat harus dicek terhadap kerataan dan bebas dari lapisan-lapisan, permukaan yang retak dan cacatcacat lain yang tidak diperbolehkan. Plat dalam bentuk silinder dapat dirol atau dibengkok menjadi bentuk lengkung yang ditetapkan, diteruskan ke ujungujungnya, dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak merusak kekuatan plat dan dengan meneruskan kelengkungan antara ujung-ujungnya. Pembetulan kelengkungan dengan cara memukul tidak boleh dilakukan. Untuk tempat pengisian las plat yang tidak sama tebalnya, apabila perbedaan tebal plat melebihi 3 mm maka pekerjaan trimming dari plat yang lebih tebal harus dikerjakan di bengkel Penyedia Jasa. Tidak diperbolehkan memberikan tanda dengan stamping maupun dengan pemberian alur pada dinding konduit baja. Pengelasan Sebagai tambahan dalam persyaratan yang diperlukan dalam Spesifikasi Umum" harus diberlakukan hal-hal sebagai berikut : (1) Permukaan-permukaan plat yang akan dilas harus dibersihkan dari kotoran, minyak oli, parafin atau gemuk, untuk jarak tidak boleh kurang dari 25 mm dari ujung yang akan dilas. Pada waktu konduit baja sudah selesai di pasang, tidak diperbolehkan adanya cantelan-cantelan angkat, plat-plat penutup, penopang-penopang atau perlengkapan-perlengkapan lain yang dilas pada konduit, kecuali penguatpenguat yang permanen yang akan ditanam dalam cor beton. Penyedia Jasa harus dengan hati-hati melepas semua cantelan-cantelan angkat dan
ST - XII - 44

(b)

(c)

(2)

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN perlengkapan-perlengkapan yang bersifat sementara yang dilaskan pada bagian luar dinding konduit dan las dibersihkan, dihaluskan dan dibersihkan di sekeliling metal. Dalam Penyedia Jasa pelepasan perlengkapanperlengkapan tersebut harus dilaksanakan dengan hati-hati untuk mencegah pemotongan, lecetan, atau termakannya dinding konduit. Apabila pemasangan telah selesai, semua palang-palang penguat bagian dalam dan lain-lain perlengkapan pada bagian dalam dinding konduit baja harus dibuang dengan cara yang sama seperti diatas, dan bagian dalam dibersihkan dengan pembilasan. (3) Semua cantelan-cantelan, penopang-penopang atau penyangga-penyangga yang dilaskan pada konduit baja baik yang merupakan bagian permanen maupun penyangga sementara, harus dibuat dari plat yang sama dengan plat konduitbaja dan pengelasannya harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan berikut ini : Semua sambungan-sambungan yang dilas harus bersih dan halus dan perkuatan maksimum harus 2 mm pada bagian dalam konduit baja. Pada bagian luar dari konduit baja, pengelasan harus dibersihkan dan bebas dari serbuk las (flux) dan bekas las dan halus agar pengetesan dengan alat radiographi dapat dilaksanakan.

(4)

(d)

Toleransi Konduit baja yang telah selesai dikerjakan harus sesuai dengan dimensi yang tercantum dalam gambar dan toleransinya ditetapkan berikut. Toleransi-toleransi dari panjang melingkar dari tiap bagian tidak boleh melebihi plus atau minus 0.25 % dari panjang nominal untuk bagian tersebut. Toleransi pada bagian-bagian silinder yang terakhir harus dalam batas-batas plus atau minus 2 mm dari bidang normal terhadap garis sumbu dari bagian tersebut. Toleransi-toleransi tersebut diatas tidak termasuk setiap toleransi terhadap pengkerutan atau distorsi/puntiran yang disediakan oleh Penyedia Jasa sebagai kompensasi karena pengaruh-pengaruh pengelasan. Tes dan Inspeksi Mill tests Plat-plat baja untuk konduit baja harus lulus tes terhadap mill tests yang dilakukan sesuai dengan yang diperlukan dalam Japanese Industrial Standards (JIS) untuk masing-masing ketebalan dan kualitas. (1) Tes Tarik (2) Tes bengkok (3) Tes kejut Setelah tes selesai dilaksanakan maka Penyedia Jasa harus secepatnya menyerahkan sertifikat laopran hasil mill test kepada Direksi sebanyak 3 (tiga) copy. Hasil-hasil tes harus dibuat dalam suatu formulir sehingga dapat untuk menetapkan apakah hasil tes tersebut telah memenuhi spesifikasi material yang telah ditetapkan. Apabila diminta, maka semua percobaan tes harus disaksikan oleh Direksi.

12.8.5 (a)

ST - XII - 45

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN

(b)

Tes radiographi Semua sambungan memanjang dan 20 % dan sambungan melingkar (girth joints) termasuk semua sambungan yang berbentuk "T" dalam dinding-dinding pipa, harus dites radiographi masing-masing dilaksanakan di bengkel Penyedia Jasa dan di lapangan. Radiograph harus sesuai dengan persya-ratan-persyaratan dan teknis sebagaimana tercantum dalam JIS Z 3104 dan harus sama dengan klas kedua. Bagian las yang cacat harus di chipping atau dibakar atau arc-goughed untuk mengetahui sampai lapisan metal yang tidak cacat (sound metal) dan selanjutnya bagian yang cacat dilas kembali. Bagian las yang telah diperbaiki harus dites lagi dengan radiograhi 100 %. Penyedia Jasa harus menyediakan semua peralatan, films dan tenaga yang diperlukan untuk Penyedia Jasa tes tersebut. Semua filmfilm asli radiographs harus menjadi milik Pemberi Kerja. Penyedia Jasa harus menyediakan tempat penyimpanan yang memadai untuk hasil radiograph dan harus menyimpan dan memelihara semua hasil radiograph pengelasan baik yang diterima maupun yang ditolak. Semua hasil radiographi harus diidentifikasi dan harus disiapkan gambar identifikasinya. Penyedia Jasa harus menyerahkan prosedur inspeksi radiographi kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan sebelum inspeksi dilaksanakan. Apabila diperlukan Direksi berhak menetapkan inspeksi tambahan. Tes sambungan las Semua plat yang dibuat harus distempel untuk menunjukkan tukang las dan tanggal pengelasan. Penyedia Jasa harus menyediakan semua plat yang dites, peralatan-peralatan, perlengkapan, bahan-bahan dan tenaga yang diperlukan untuk tes. Plat-plat yang dites harus berukuran minimum 400 x 300 mm yang terbuat dari dua buah plat 400 x 150 mm dilas satu dengan yang lain. Pengetesan, yang akan dilaksanakan adalah salah satu dari plat-plat berikut : (1) Dua tes tegangan patah berlawanan dengan garis sumbu pengelasan (2) Dua kaki bengkokan dan (3) Dua muka bengkokan Tes tersebut diatas harus dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dalam standar yang telah disetujui.

(c)

(d)

Inspeksi Konduit baja yang akan diinspeksi oleh Direksi untuk pengelasan dan permukaan las yang tidak sempurna antara lain terjadinya pemotongan lebih pada las (under cut weld), stempel, klem atau bekas betel, lubang-lubang (pitting) pada permukaan plat atau bentuk permukaan yang tidak merata lainnya yang serupa. Kekeliruan material dan hasil pengerjaan yang kurang baik harus diperbaiki oleh Penyedia Jasa sedemikian rupa sehingga secara keseluruhan dapat memuaskan Direksi. Material yang kelihatan cacat setelah/akibat pemasangan akan ditolak dan Penyedia Jasa akan diperingatkan. Harus dibuat suatu laporan mengenai semua lokasi/bagian pengelasan yang tidak memenuhi syarat dan cara perbaikkannya.

ST - XII - 46

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN

12.8.6 Instalasi/Pemasangan (a) Umum Pekerjaan instalasi termasuk pemasangan dan pengelasan konduit baja sesuai dengan gambar-gambar yang telah disetujui. Penyedia Jasa harus melaksanakan pemasangan dengan hati-hati sesuai dengan jadual dan petunjuk dari Direksi, dimana pemasangan konduit baja diperlukan langkah-langkah yang sesuai dengan pekerjaan-pekerjaan lain yang terkait. Sebelum pemasangan, Penyedia Jasa harus menyiapkan rencana urutan, metode dan jadual pemasangan dengan mengadakan koordinasi dengan Penyedia Jasa yang lain, dan rencana tersebut harus mendapatkan persetujuan Direksi. Penyedia Jasa harus menjaga hubungan baik dengan Pemilik Pekerjaan dan harus bekerja sama dengan mereka untuk mendapatkan kemajuan pekerjaan yang baik terhadap keseluruhan Proyek. Penyedia Jasa harus menyediakan semua tenaga, bahan-bahan, fasilitas-fasilitas, peralatan-peralatan, perlengkapan-perlengka-pan, dan semua peralatan yang diperlukan untuk instalasi konduit baja. Pengangkutan dan penempatan Untuk menjamin agar ketelitian bundarnya konduit baja dalam batas toleransi yang telah ditetapkan dalam Pasal 12.1.16, setelah setiap bagian selesai pabrikasi, harus segera disediakan internal spiders untuk mencegah terjadinya deformasi yang mungkin terjadi selama dalam pengangkutan, instalasi dan pengecoran. Konstruksi baja penyangga bagian luar dan fasilitas-fasilitas untuk angker harus disuplai dan dipasang untuk mencegah terjadinya perubahan tempat atau tekanan keatas (uplift) konduit baja akibat Bouyancy dari gaya-gaya dari luar yang dapat terjadi selama pengecoran beton. Penyangga-penyangga tersebut akan ditanam dalam beton bersama sama dengan konduit baja. Bila diperlukan Penyedia Jasa mensuplai, dan memasang tambahan batang-batang penguat sesuai dengan spesifikasi lain di tempat-tempat yang telah ditetapkan dalam gambar yang disiapkan oleh Penyedia Jasa. Pengelasan di lapangan Pengelasan pada waktu pemasangan di lapangan harus dikerjakan secara manual, sesuai dengan cara yang telah disetujui dan ditetapkan sebagai berikut. Tempatkan ujung-ujung yang akan disambung dan lakukan dengan menggunakan jaring-jaring dan pad plates atau tackweld jigs. Dalam hal tidak ada cara lain maka konduit baja tersebut dapat disambung dengan cara paksa. Selama dalam proses pengelasan, titik tengah dan jarak antara ujung yang dipersiapkan harus dijaga pada posisi yang benar. Peralatan yang dipakai untuk mengeringkan kawat las harus disediakan untuk menjaga agar tukang las setiap saat menggunakan kawat las yang kering. Setelah pengelasan di lapangan, 20 % dari seluruh sambungan melingkar (girth joints), termasuk semua sambungan "T" dalam dinding-dinding pipa harus diradiographi, dan las yang cacat harus diperbaiki dengan cara sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 12.1.11. Pembongkaran Jaring-jaring (spiders) Jaring-jaring (bila perlu/ada) tidak boleh dibongkar tanpa ijin terlebih dahulu dari Direksi.

(b)

(c)

(d)

ST - XII - 47

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN 12.9 12.9.1 KATUP PENGAMAN (WEDGE GATE VALVE) Umum Penyedia jasa harus mendesain, mensuplai dan memasang 1 (satu) set katup pengaman dengan diameter 0,80 m m digerakkan secara elektrik dan manual seperti terlihat pada gambar dipasang pada konduit kuras untuk menutup saluran pada saat diperlukan pemeriksaan/perawatan dan atau perbaikan pintu penutup/ kuras. Kondisi desain secara umum seperti diuraikan pada spesifiksi umum pasal 12.1.2. 12.9.2 Beban dan Tegangan Rencana Katup pengaman tipe wedge valve harus direncana mampu dioperasikan dan menahan beban tekanan air dengan ketinggian sebesar 65.57 m Tegangan rencana untuk katup pengaman ini agar mengikuti pasal 12.2.1 pada spesifikasi ini. 12.9.3 Katup Pengaman (Wedge Gate Valve) Katup pengaman tipe baji terdiri dari daun pintu, rumah katup, bonet dan mekanis pengoperasian dan semua peralatan serta komponen yang diperlukan. Daun pintu harus terbuat dari besi cor (cast iron) dan dengan dudukan ring yang terbuat dari bronze. Apabila katup ditutup pada material yang sama maka harus menggunakan komposisi kimianya yang berbeda. Bonet dan rumah katup terbuat dari besi cor. Bonet dan rumah katup harus disambung dengan baut dan kedap air. Rumah katup harus disediakan dudukan ring yang terbuat dari bronze dan kedua sisi slot. Mekanisme pengoperasian harus menggunakan sistim sekrup di dalam yang dioperasikan secara manual untuk membuka dan menutup katup. Mekanisme tersebut terdiri dari bantalan, gigi reduksi, batang ulir, roda pemutar dan peralatan lain yang diperlukan. Konstruksi secara mendetail tidak dimasukkan dalam spesifikasi ini, namun Kontrktor diwajibkan untuk menyampaikan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. 12.9.4 Perakitan dan Pengetesan di Pabrik Sebelum katup tersebut dicat, test tekanan air harus dilakukan dan dinaikkan secara perlahan sampai mencapai 1,5 kali dari maksimum tekanan operasi. Tekanan tersebut harus ditahan selama 10 menit sementara diadakan pengecekan terjadinya kebocoran pada bagian hilir katup. Setiap ada penyimpangan harus diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. Selama pengetesan sedang berlangsung, bila terjadi kebocoran, maka bocoran tersebut tidak boleh melebihi 100 cc selama 10 menit. Hasil test harus dicatat dan dibuat laporannya disampaikan krepada Direksi. 12.9.5 Pemasangan dan test di lapangan Katup tersebut harus dipasang dan sesuai dengan gambar final yang disetujui oleh Direksi dan sesuai dengan petunjuk pemasangan dari Penyedia jasa. Setelah pemasangan selesai dilaksanakan harus diadakan test operasi Setiap ada penyimpangan harus diadaka pembetulan dan tes secara menyeluruh diulang kembali.

ST - XII - 48

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN 12.10. PINTU KURAS TIPE SORONG BONET TEKANAN TINGGI 12.10.1 Umum Penyedia jasa harus mendesain, mensuplai dan memasang 1 (satu) set Pintu Sorong Bonet di rumah katup pada saluran keluaran. Dalam keadaan normal pintu dalam posisi menutup penuh. Pintu Sorong Bonet yang akan dipasang di Bendungan Tukul Kabupaten Pacitan berfungsi untuk menurunkan elevasi air waduk dengan mengeluarkan air waduk pada dalam kondisi darurat dimana akan dilakukan inspeksi/perbaikan saluran keluaran .Penyedia Jasa harus menjamin agar dalam perencanaan pintu dan alat pengangkat (hoist) untuk menghindarkan pengaruh vibrasi pada saat dioperasikan dan sedikit kebocoran air pada saat kondisi pintu ditutup. 12.10.2 Tegangan-tegangan Perencanaan Tegangan-tegangan perencanaan agar mengacu sebagaimana diuraikan pada pasal 12.2 dalam bab ini

pada

spesifikasi

umum

12.10.3 Data Perencanaan Pintu, kerangka pengarah (guide frame) dan hoist supaya direncanakan menurut kondisi perencanaan berikut: (1) Data Umum : Jumlah yang disediakan - Daun pintu : 1 set - Kerangka pengarah : 1 set - Alat angkat : 1 set Pintu - Tipe pintu : Pintu Sorong Bonet - Lebar bukaan : 700 mm - Tinggi bukaan : 700 mm - Muka Air Banjir (MAB) : EL. 195,57 m - Muka Air Normal (MAN) : EL. 192,10 m - Elevasi sill : 128,70 m - Tinggi Air Rencana : 66.87 m
- Sistim perapatan/sealing system Alat Pengangkat : Metal tough sealing

Tipe Alat Pengangkat

(1)

- Kecepatan Alat Pengangkat - Tinggi angkat - Elevasi Dasar Alat pengangkat - Metoda operasi Pintu Sorong Bonet a) Kondisi beban normal - Beban hidrostatis - Tinggi perencanaan pada ketinggian - Berat sendiri - Beban operasional b) Kondisi beban lebih

: Electrically driven one-stem spindle hoist : 0.10 m/min 10% : 0,90 m pada saat operasi normal : EL. 128,90 m (approx) : Lokal

66.87 m

ST - XII - 49

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Semua beban diperoleh selama operasional atau pintu beroperasi terjadi saat pengangkatan ada muatan/beban lebih atau kondisi pintu jatuh. (2) Kerangka Pengarah (Guide Frames) Pembebanan pada kerangka pengarah adalah pada sepatu dan beban karet perapat (rubber seal) dan semua beban-beban lain akibat operasional pintu terhadap alat pengangkat (hoist). Kerangka pengarah dan anchor akan menerima semua beban dari sepatu (shoe), dan karet perapat (rubber seal) pintu ke konstruksi dinding beton. Alat Pengangkat (Hoists) Alat Pengangkat direncanakan untuk membuka, menutup pintu pada posisi antara tutup penuh dan buka penuh. Kapasitas alat pengangkat dan batang ulir (screw spindle) harus cukup untuk membuka dan menutup pintu pada kecepatan dan mengatasi gaya-gaya gesek yang timbul dan terhadap kerugian-kerugian beban kombinasi berikut: a) Kondisi beban normal - Berat pintu sendiri - Kerugian gesekan terhadap sliding bar on sliding plate - Kerugian gesekan terhadap perapat - Kerugian apung (Buoyancy) - Downpull force pada saat terbuka b) Kondisi beban lebih (overloading) Semua beban yang diperoleh pada saat pintu terbuka, pintu dioperasikan terjadi muatan lebih atau pada kondisi pintu jatuh.

(3)

12.10.4 Detail Pintu (1) Umum Daun pintu semuanya harus merupakan kontruksi baja yang dilas. Plat penutup harus diletakkan pada sisi bagian hulu pintu. Defleksi maksimum harus kurang dari 1/1.500 lebar bukaan pintu dan semua bagian dari pintu harus memperhitungkan toleransi korosi sebesar 2 mm. Harus disediakan daun pintu dengan permukaan perapat perunggu (bronze) pada ujung kedua sisi samping dan sisi atas pada permukaan bagian hilir, pada waktu pintu ditutup, merapat pada permukaan perapat baja anti karat serupa yang dipasang pada dinding alur pintu bagian hilir kerangka pengarah. Daun pintu harus disediakan plat baja anti karat yang dikerjakan dengan mesin agar permukaannya rata, sehingga akan cocoki dengan permukaan bagian ambang Toleransi Pintu harus dipabrikasi dengan teliti dan dipasang dalam batas toleransi berikut: Titik Pengukuran Toleransi (mm) - Lebar pintu +5 - Tinggi pintut +5 - Kedalaman pintu +3 - Perbedaan panjang diagonal +5 - Jarak center to center sealing plate +5 - Jarak antara side treads +5 - Jarak antara side seal +8 - Jarak antara bottom seal and lintel seal +5
ST - XII - 50

(2)

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Toleransi yang tidak tercantum disini harus diteapkan sendiri oleh Penyedia Jasa, namun harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Direksi. 12.10.5 Detail Kerangka Pengarah (Guide Frames) (1) Umum Kerangka pengarah harus terbuat dari konstruksi yang dilas yang terdiri dari sebuah kerangka, bonnet dan sebuah tutup bonnet. Kerangka pengarah harus cukup kuat untuk menahan tekanan air maksimum dan mempunyai toleransi terhadap korosi sebesar 2 mm. Kerangka dan bonnet harus dibaut satu sama lain di sekitar permukaan flens tegak sehingga membuat hubungan tersebut kedap air. Bagian-bagian tersebut harus diatur sedemikian rupa sehingga dari celah tegak dalam dinding dari masing-masing sisi aliran air, dimana daun pintu akan menerima, menahan dan mengarahkan gerakan membuka dan menutup. Kerangka harus dibaut dengan gorong-gorong (culvert) pada kedua sisi dari pintu. Setelah selesai dipasang kerangka pengarah harus dicor dengan beton. Toleransi Kerangka pengarah harus dipabrikasi dan dipasang dengan akurat dalam batas toleransi berikut: Titik-titik pengukuran Toleransi(mm) - Jarak bersih +5 - Jarak perapatan +5 - Tinggi guide frame + 12 - Jarak antara sliding paths 0 to + 6 - Kerataan side and lintel sealing frames + 0.5/m - Kelurusan side and lintel sealing frames +1 - Kerataan sill beam surface + 0.5/m - Kelurusan sill beam surface +1 - Kerataan track frame surfaces + 0.5/m - Kelurusan track frame surfaces +1 - Kelurusan side sliding paths +2

(2)

12.10.6 Detail Alat Pengangkat (Hoist) (1) Umum Alat pengangkat yang akan dipasang adalah one stem spindle hoist (batang ulir) pada hoist deck sampai pintu sorong bonet (Bonneted Slide Gate). Spindle hoist dilengkapi dengan kerangka dasar baja dengan grating, peralatan mekanis, torque shaft, bearings, gear reducer units, kopling, screw dan penyangga spindle dengan clamp, spindle cover, manual operating device, posisi indikator mekanikal dan peralatan elektrik, motor alat perangkat, limit switches, control dan komponen-komponen lain yang diperlukan untuk memudahkan pengoperasian pintu. Detail konstruksi alat pengangkat harus atas persetujuan dari Direksi (Engineer) pada saat perlengkapan akan diajukan oleh Penyedia Jasa. (2) Konstruksi Kerangka Kerja Baja dan Grating Konstruksi kerangka kerja baja dibuat dari baja yang dilas menggunakan bahan rolled steel dan pelat. Dijamin agar tidak ada lendutan. Kedudukan dari spindle hoist dibuat dari bahan cast iron. Lubang yang terbuka ditutup oleh grating.

ST - XII - 51

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN (3) Batang ulir (Spindle) Pintu diangkat ke atas dari lantai beton pemeliharaan (maintenance deck) pada EL. 128,90 m untuk pemeliharaan secara periodik tanpa peralatan tambahan (handling equipment). Pada saat batang ulir digerakkan (dioperasikan) clamp penyangga batang ulir (spindle) terhindar dari tekukan (buckling) dan tetap kokoh dari tracking bar pada sisi kerangka jalan.

12.10.7 Kontrol & Pengkabelan (Control dan Wiring) (1) Sistem Kontrol Setiap alat pengangkat dilengkapi dengan kabinet kontrol lokal di rumah kontrol (control house). Setiap pintu akan dibuka, ditutup atau diberhentikan dengan menggunakan push-button switch buka, tutup atau stop. Limit switch berfungsi untuk menghentikan pintu saat beroperasi. a) Buka penuh dan Tutup penuh pada limit switch dapat membatasi masing-masing pintu dalam posisi stop (berhenti). b) Torsi lebih (Over Torque) untuk mengaktifkan limit switch pada saat pengangkatan terjadi beban lebih pada saat pintu dibuka dan ditutup secara otomatis berhenti. Pengkabelan (Wiring) Semua tenaga dan kabel-kabel kontrol atau kawat dengan saluran-saluran kabel yang dibutuhkan dan perlengkapan terminal elektrikal akan dikirim dan dipasang oleh Kontraktor. Kontraktor akan menentukan tempat, tipe panel distribusi lokal dekat alat pengangkat pintu berikut distribusi tenaga (power distribution panel), dan peralatan lain yang dibutuhkan. (a) Alat angkat pintu 2 (dua) sets. (b) Suku cadang feeder. Kabinet Kontrol (Control Cabinet) a) Kontraktor akan menyiapkan 1 (satu) set kabinet kontrol lokal untuk mengangkat pintu sorong. Kabinet kontrol lokal akan diletakkan pada hoist deck dan tahan terhadap pengaruh air, lengkap dengan tutup, dengan kunci pintu dan atau jendela. Perlengkapan lain adalah switches, indicators, relays, transformer dan perlengkapan-perlengkapan lain yang diperlukan pada kabinet. b) Instrumen yang akan dipasang mengikuti kabinet kontrol lokal tidak diuraikan secara mendetail adalah semua indikator, meter, lampu-lampu termasuk: - Circuit breaker - Arresters untuk power circuit - Kotak circuit breaker (MCCB) - Relay voltage - MCCBs untuk motor - Relay untuk protek motor - Volt meter - Ampere meter - Motor starter - 230 V sesuai kebutuhan luar - Space heater dengan termostat dan on off switch - Lampu Fluorescent - Switch untuk lokal dan remote
ST - XII - 52

(2)

(3)

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Tombol tekan untuk buka pintu Tombol tekan untuk tutup pintu Tombol tekan untuk stop pintu Tombol tekan untuk tes lampu Lampu indikator untuk source pilot Lampu indikator untuk buka pintu Lampu indikator untuk tutup pintu Lampu indikator untuk stop pintu Lampu indikator untuk buka penuh Lampu indikator untuk tutup penuh Lampu indikator untuk motor beban lebih Lampu indikator untuk torsi lebih Lampu indikator untuk voltage Alarm Indikator untuk posisi pintu Peralatan lain seperti step-down transformer, relays, contactors, switch dan lain-lain.

(4)

Detector Posisi Pintu Elektrikal dan Indikator Detector posisi pintu elektrikal akan disiapkan untuk Bonneted Slide gate. Indikator pintu elektrikal harus disynchronkan dengan kabinet kontrol.

12.10.8 Perakitan dan Tes di pabrik Prosedur dan tes harus sesuai dan mengikuti dengan yang diperlukan pada Bab 12.1.16 dari Spesifikasi Umum. (1) Pintu dan Kerangka Jalan Pintu termasuk metal perapat, track shoe dan lugs untuk Bonneted Slide Gate akan dirakit dalam pabrik/bengkel peralatan dengan penyetelannya/perakitan di lapangan. Setelah perakitan selesai, pintu diperiksa dimensinya, toleransi dan keakuratan kelurusan (alignment). Apabila ditemukan ketidak sesuaian (error) dan misalignment perlu dikoreksi secepatnya. Karet perapat harus kokoh, dalam penjepitan pada support dan dirakit di pabrik/bengkel peralatan pintu. Track frame, front frame, sealing frame, sill beam dan guide frame akan diperiksa mengenai kelurusan/perataan dengan alat feeler gauge. Juga termasuk pemeriksaan dimensinya dan jika ditemukan ada ketidak sesuaian (error) atau misalignment sebelum dikirim untuk dipasang harus diperbaiki terlebih dahulu. (2) Alat Pengangkat (Hoist) Alat pengangkat akan dilengkapi di pabrik perakitan dan dites mengenai performancenya. Semua unit harus dites secara normal dalam kecepatan operasinya dan diperiksa clearance dan toleransi pada waktu digerakkan. Semua bantalan (bearing) diperiksa dengan teliti. Penggunaan pelumas dan grease juga dites. Yang akan dites antara lain: - Kecepatan buka dan tutup. - Voltage dan current pada motor listrik - Temperatur yang terdapat di bantalan, motor dan reducer. - Kontak roda gigi. - Bunyi dan vibrasi. - Alat pengangkat beroperasi secara manual. - Limit switch saat dioperasikan. - Torque switch
ST - XII - 53

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN - Kabinet kontrol dan panel. Hasil pengukuran dan tes harus dilakukan bersama-sama antara Penyedia Jasa dan Direksi (Engineer). 12.10.9 Pemasangan dan Tes Lapangan Instalasi dan tes harus sesuai dengan yang ditetapkan dalam Pasal 12.1.17 dari Spesifikasi Umum. (1) Guide Frames Pemasangan kerangka jalan pada blockouts mengikuti petunjuk pada gambar kerja yang telah mendapat persetujuan Direksi (Engineer). Dalam pengukuran untuk kelurusan, toleransi termasuk penempatan bolt (baut) akan diperiksa di lapangan. Penyambungan antara kerangka jalan dan anchor harus disetel pada posisi yang ditentukan dengan benar sebelum blockout di beton. (2) Pintu Daun pintu lengkap dengan karet perapat, dan pemasangan track shoe akan dipasang sesuai dengan gambar kerja yang telah mendapat persetujuan Direksi (Engineer). Kedudukan dasar pintu pada sill beam harus diperiksa untuk penyetelan karet perapat secara akurat dan rata permukaan. Selama pemasangan diperiksa apakah toleransi yang dibutuhkan sudah benar dan dengan teliti. Alat Pengangkat Sebelum dipasang, semua permukaan bantalan, journal, pelumasan (grease & oil) sudah cukup/ diisi. Sistem pelumasan dalam pengisian dan kebutuhan pelumas menjadi tanggungan kontraktor. Dalam penyetelan/ pemasangan spindle mengenai kelurusan harus benar dan sambungan-sambungannya jangan sampai melengkung. Setelah memasang alat pengangkat, sambungan-sambungan spindle (batang ulir) diteliti/ diperiksa saat dioperasikan, dilanjutkan dengan sistem elektrikal tes lokal dan remote beberapa saat, semua kontrol-kontrol misalnya limit switch, electromagnetic brakes dan posisi indikator di setel/ adjusted dan di tes operasinya.

(3)

12.10.10 Tes Lengkap (Tests on Completion) Prosedur dan tes harus sesuai dengan yang yang telah ditetapkan dalam Pasal 12.1.19 dari Spesifikasi Umum. Setelah pekerjaan pemasangan lengkap di lapangan, tes akan diajukan oleh kontraktor berupa lembaran-lembaran/ laporan prosedur tes. Jika ditemukan kerusakan/cacat atau tidak benar/ salah selama tes operasi akan diperiksa kembali dan tes diulang. Prosedur tes pendahuluan dan tes operasional sebagai berikut: (1) Tes Pendahuluan Tes pendahuluan akan mengikuti tetapi tidak terbatas pada item-item berikut: a) Inspeksi pengukuran dengan feeler gauge secara memuaskan pada perapat atau seluruh perapat (seals). b) Insulation resistance test pada semua pemasangan kabel-kabel penyambungan elektrikal. c) Penempatan limit switches, indikator dan peralatan kontrol. d) Inspeksi pemasangan semua komponen secara memuaskan. (2) Tes Operasi e) Pengukuran kecepatan operasi.
ST - XII - 54

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN f) Pemeriksaan konsumsi arus tenaga listrik dari motor elektrik. g) Pemeriksaan indikator yang akurat, penempatan limit dan alarm signal dan lain-lain. h) Pemeriksaan kebocoran air pada saat pintu ditutup. i) Pemeriksaan pengoperasian alat pengangkat secara manual. j) Pemeriksaan pintu secara memuaskan pada saat dioperasikan kondisi kering (dry test) dan diairi (wet test) 12.11 KATUP PANCAR HOLOJET (HOLLOW JET VALVE)

12.11.1 Umum Penyedia Jasa harus mendesain, mensuplai dan memasang sebuah katup pancar berongga dengan tipe pengeluaran bebas yang digerakkan dengan tenaga listrik berdiameter 0,60 m dan dipasang di dalam rumah katup, untuk mensuplai air daerah irigasi dalam kondisi darurat dimana semau peralatan pembangkit tidak berfungsi. Kontraktor harus membeli dari pabrik yang mempunyi reputasi baik, dalam spesialisasi pembuatan katup jenis ini. Katup tersebut harus terdiri dari katup jenis pancar berongga/holojet, bagian penyangga roda gigi penggerak kepala tetap (headstock) dan lemari kontrol. 12.11.2 Kriteria Perencanaan (1) Elevasi air dalam waduk Elevasi HWL (High) Elevasi NWL (Normal) Elevasi LWL (Low)

: Elevasi 195,57 m : Elevasi 192,10 m : Elevasi 175,90 m

(2) Debit yang diperlukan: Debit rencana pada elevasi NWL waduk 192,10 m adalah sebesar 4.91 m3/detik dan pada elevasi air waduk rendah 175,90 m adalah 4.22 m3/detik. (3) Koefisien debit katup tidak boleh kurang dari 0,75 (4) Kinerja (performance) katup harus memberikan kontrol dalam keseluruh langkah, harus bebas dari kavitasi dan vibrasi pada setiap pembukaan. Katup harus mampu dioperasikan dalam keadaan debit bebas. 12.11.3 Katup Pancar Holojet Katup pancar holojet harus terdiri dari sebuah bodi, dengan sebuah pemasukan dengan diameter yang sama dengan konduit (diameter 0,60 mm) dan mempunyai sebuah permukaan melengkung keluar dan bentuk ekspansi. Bodi katup harus dilengkapi dengan dua buah pasak as dimana satu pada salah satu sisi pada bodi katup, untuk memasang bagian penopang / penyangga yang dipabrikasi, sebagaimana terlihat pada gambar. Katup harus mempunyai silinder yang menyatu dengan posisi di tengah dalam bodi katup dengan jarak/spasi yang sama dengan rongga pemisah dengan ujung bagian hilir sehingga akan memungkinkan jalan masuk udara bebas ke dalam permukaan dalam dari pancaran.

ST - XII - 55

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Elemen kontrol katup harus mempunyai bentuk sebuah jarum dimana harus meluncur di dalam silinder pada bodi katup. Jarum tersebut harus meluncur kearah hulu untuk menutup katup. Semua bahan yang akan dipakai untuk membuat katup tersebut harus kualitas klas satu dan sejauh mungkin sesuai dengan standar JIS.

12.11.4 Bagian Penopang dan Roda Gigi Penggerak Dua buah bagian penopang-penopang baja yang harus dipabrikasi dalam bentuk sengkang, harus disediakan untuk menyangga katup pada waktu dihubungkan dengan konduit baja. Bagian penopang harus dilengkapi dengan rumah bantalan perunggu untuk menghindari pasak as pada bodi katup. Bagian penopang-penopang harus dapat disetel, untuk membetulkan posisi katup, sebelum dikencangkan pada angker yang dipasang dalam lubang yang dibor dalam pekerjaan beton. Semua baut angker harus disuplai lengkap dengan bagian-bagian penopang. Kualitas baja dan tegangan kerja harus memenuhi syarat-syarat sebagaimana ditetapkan dalam spesifikasi pada pasal 12.2.2. Batang penggerak berulir lengkap dengan koplingnya harus terbuat dari baja anti karat dan harus disediakan antara katup dengan penyangga roda gigi penggerak pada elevasi 128,90 m. Roda gigi kepala tetap (headstock) harus terdiri dari penyangga bagian kaki, harus dibaut pada konstruksi baja di ruang pada lantai dalam rumah katup dan gigi penggerak yang digerakkan dengan tenaga listrik dan dipasang dengan sebuah roda pemutar darurat untuk mengoperasikan pada waktu tidak ada aliran listrik. Roda gigi penggerak juga harus dilengkapi dengan indikator posisi kedudukan katup yang digerakkan secara mekanis untuk menjamin agar pengaturan debit katup yang benar. Indikator posisi kedudukan katup harus dibuat dengan angka ketelitian 2 %. Kecepatan operasi katup harus sebagimana ditetapkan dalam desain, untuk memberikan umur yang panjang dan bebas dari kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi dalam pengoperasian. Penggerak yang digerakkan dengan tenaga listrik harus disediakan dengan sistim saling mengunci untuk mencegah terjadinya motor listrik start pada waktu engkol pemutar dalam keadaan operasi. Langkah katup harus dibatasi dalam keadaan membuka penuh dan menutup penuh dengan menggunakan saklar-saklar pembatas, yang posisinya dapat diatur dan direncanakan untuk memberhentikan putaran motor pada waktu katup telah mencapai salah satu posisi batas langkahnya. Penggerak harus dilengkapi dengan sebuah peralatan pembatas torsi untuk memberhentikan putaran motor bila terjadi katup dalam keadaan terjepit selama dalam operasinya, sehingga akan mencegah terjadinya torsi yang berlebihan dan rusaknya katup. Penggerak harus dilengkapi dengan kontrol sklar tombol untuk mengoperasikan katup. Harus disediakan 3 (tiga) saklar tombol dan diberi tanda Buka, Tutup dan Stop. Semua pengkabelan dari panel distribusi ke penggerak harus disediakan dan dipasang oleh Penyedia Jasa. Suplai tenaga listrik ke penggerak harus sebagimana ditetapkan dalam spesifikasi pada Bab 10.

ST - XII - 56

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN 12.11.5 Perakitan dan Pengetesan di Pabrik Prosedur pengujian harus mengikuti/sesuai dengan yang yang telah ditetapkan dalam Pasal 12.1.16 dari Spesifikasi Umum. Katup pancar berongga berikut penopang dan roda gigi penggerak harus dirakit di pabrik, dalam posisi mana seperti yang akan dipasang di lapangan. Saklar-saklar pembatas harus disetel dan katup dioperasikan baik secara manual maupun dengan tenaga listrik. Semua komponen harus dicek dimensinya terhadap gambar final yang telah disetujui dengan toleransi dan kelurusannya. Semua operasi panel kontrol juga harus dicek. Setiap ditemukan cacat-cacat atau ketidak benaran operasinya selama dalam pegetesan harus dibetulkan dan tes harus diulang kembali. Tes terhadap tekanan air harus dilakukan pada katup untuk menjamin terhadap kebocoran yang mungkin terjadi. Tekanan air harus ekivalen dengan 1,5 kali tekanan air maksimum ketinggaian air waduk pada katup. 12.11.6 Pemasangan dan Pengetesan di Lapangan. Prosedur pengujian harus mengikuti/sesuai dengan yang yang telah ditetapkan dalam Pasal 12.1.17 & 2.1.19 dari Spesifikasi Umum. Katup pancar holojet (hollow jet valve) lengkap dengan bagian penopang / penyangga dan peralatan penggerak harus dirakit dan dipasang yang secara rinci sesuai dengan gambar final dan petunjuk dari Penyedia Jasa yang telah disetujui Direksi. Setelah pemasangan selesai, katup harus di tes untuk pengoperasian yang baik . Setiap ditemukan cacat-cacat atau pengoperasian yang tidak baik selama tes berlangsung harus dibetulkan dan seluruh tes harus diulang kembali. Tes tersebut harus terdiri dari tes pendahuluan dan tes operasi. Tes pendahuluan harus mencakup tetapi tidak terbatas pada tes-tes berikut : - Tes tahanan isolasi dari pengkabelan yang dilaksanakan di lapangan dan semua sambungan listrik. - Penyetelan saklar pembatas, indikator dan alat-alat kontrol. - Inpeksi semua instalasi komponen apakah memenuhi syarat Tes operasi harus meliputi tetapi tidak terbatas pada tes-tes berikut : (a) Operasi secara normal dari katup (b) Batas langkah (c) Ketelitian indikator dan penyetelan katup (d) Apakah kontrol manual dan peralatan untuk pencegahan dapat bekerja dengan baik dan pengoperasian secara umum memenuhi syarat. (e) Tes operasi dalam tekanan air normal pada permukaan air dalam waduk tinggi, EL192,10 m. Tes pada butir (e) tidak diperlukan sebelum penyerahan peralatan, dalam opini dari Direksi, elevasi waduk tidak diperbolehkan untuk melaksanakan tes, dalam hal ini maka tes dapat dilaksanakan selama dalam masa pemeliharaan dan dihadiri oleh wakil dari Penyedia Jasa.

ST - XII - 57

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN

12.12 KATUP ANGIN 12.12.1 Umum Penyedia Jasa harus mendesain, mensuplai dan memasang katup-katup angin pada pipa konduit dan pekerjaan pemipaan dalam rumah katup, sebagaimana terlihat pada gambar. Katup angin harus disediakan untuk membuang dan memasukkan udara pada waktu mengisi dan mengosongkan pipa konduit dan pemipaan, juga untuk membuang udara bertekanan yang terakumulasi. 12.12.2 Katup Angin Katup angin harus menggunakan tipe katup ganda, kombinasi lubang yang besar maupun yang kecil. Lubang yang besar harus dipakai untuk membuang maupun memasukkan udara pada waktu mengisi dan mengosongkan konduit dan pemipaan. Lubang yang kecil harus dipakai untuk membuang udara bertekanan yang terakumulasi. Katup angin harus didesain untuk menahan tekanan kerja sebesar 10 bar. Katupkatup tersebut harus dites di pabrik dengan tekanan 1,5 kali tekanan kerja. Katup angin harus dirakit dan dipasang di lapangan sesuai dengan gambar rinci final dan petunjuk dari Pemasok (Supplier)

12.13 KATUP PENGAMAN DAN KATUP LAYAN SALURAN AIR PDAM (WEDGE GATE VALVE) 12.13.1 U m u m Penyedia jasa harus mendesain, mensuplai dan memasang 1 (satu) pasang katup pengaman & kontrol dengan nominal diameter 0,20 m yang digerakkan secara elektrik & manual seperti terlihat pada gambar. Pada kondisi normal katup pengaman ini dalam posisi membuka dan katup layan dibuka/ditutup sesuai dengan kebutuhan, dipasang pada saluran konduit suplai air baku PDAM. Katup pengaman dalam kondisi normal dioperasikan pada kondisi tekanan seimbang untuk menutup saluran keluaran air baku pada saat diperlukan pemeriksaan, pemeliharaan dan atau perbaikan katup kontrol. 12.13.2 Beban dan Tegangan Rencana Katup pengaman & katup layan tipe katup pintu sluice (wedge gate valve) harus direncana mampu dioperasikan dan menahan beban tekanan air dengan ketinggian sebesar 65.57 m Tegangan rencana untuk katup pengaman ini agar mengikuti pasal 12.2.1 pada spesifikasi ini. 12.13.3 Katup pintu (wedge Gate Valve) Katup pintu tipe baji terdiri dari daun pintu, rumah katup, bonet dan mekanis pengoperasian dan semua peralatan serta komponen yang diperlukan. Daun pintu harus terbuat dari besi cor (cast iron) dan dengan dudukan ring yang terbuat dari bronze. Apabila katup ditutup pada material yang sama maka harus menggunakan komposisi kimianya yang berbeda.

ST - XII - 58

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Bonet dan rumah katup terbuat dari besi cor harus disambung dengan baut dan kedap air. Rumah katup harus disediakan dudukan ring yang terbuat dari bronze dan kedua sisi slot. Mekanisme pengoperasian harus menggunakan sistim sekrup di dalam yang dioperasikan secara manual untuk membuka dan menutup katup. Mekanisme tersebut terdiri dari bantalan, gigi reduksi, batang ulir, roda pemutar dan peralatan lain yang diperlukan. Konstruksi secara mendetail tidak dimasukkan dalam spesifikasi ini, namun Kontrktor diwajibkan untuk menyampaikan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. 12.13.4 Perakitan dan Pengetesan di Pabrik Sebelum katup tersebut dicat, test tekanan air harus dilakukan dan dinaikkan secara perlahan sampai mencapai 1,5 kali dari maksimum tekanan operasi. Tekanan tersebut harus ditahan selama 10 menit sementara diadakan penngecekan terjadinya kebocoran pada bagian hilir katup. Setiap ada penyimpangan harus diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. Selama pengetesan sedang berlangsung, bila terjadi kebocoran, maka bocoran tersebut tidak boleh melebihi 100 cc selama 10 ment. Hasil test harus dicatat dan dibuat laporannya disampaikan krepada Direksi. 12.13.5 Pemasangan dan test di lapangan Katup tersebut harus dipasang dan sesuai dengan gambar final yang disetujui oleh Direksi dan sesuai dengan petunjuk pemasangan dari Penyedia jasa. Setelah pemasangan selesai dilaksanakan harus diadakan test operasi Setiap ada penyimpangan harus diadaka pembetulan dan tes secara menyeluruh diulang kembali. 12.14 KATROL RANTAI JALAN

12.14.1 Umum Katrol rantai jalan yang dioperasikan secara manual harus didesain, disuplai, sdan dipasang oleh Penyedia Jasa sebagaimana ditetapkan dan dapat dilihat pada gambar dan dalam jadual. Katrol angkat harus disuplai termasuk ril lintas. 12.14.2 Katrol Rantai Jalan Katrol harus close lift type, dapat menopang sendiri dan mempunyai angka faktor keamanan beban kerja minimum sebesar 4 (empat). Kait angkat harus menggunakan tipe yang aman, untuk mencegah terjadinya kesalahan penyambungan. Jumlah kabel beban satu atau dua tergantung dari kapasitas katrol. Rantai tangan harus berhenti pada ketinggian 500 mm dari permukaan lantai kerja. Katrol harus dites dengan beban sebesar 125 % dari beban kerja yang diijinkan. Katrol rantai jalan harus dipasang rantai untuk mengoperasikan troli yang dipasang pada balok. Balok lintas tersebut adalah balok profil yang umum dipakai, yang cocok untuk memasang katrol di bagian tengah roda. Jarak antara penopang balok harus didesain untuk memikul kenaikan beban sebesar 25 % dari kapasitas beban kerja katrol. 12.14.3 Pemasangan dan Testing di Lapangan. Katrol rantai dan balok lintas tersebut harus dipasang sesuai dengan gambar final dan petunjuk dari Penyedia Jasa. Katrol tersebut harus dioperasikan untuk

ST - XII - 59

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN mencocokkan langkah pengait dengan yang tercantum dalam gambar, bersamasama batas langkah horizontal dari troli, apabila dapat diterapkan. Katrol harus dites dengan beban sebesar 125 % dari beban kerja yang diijinkan. Setiap ditemukan cacat-cacat atau operasi yang kurang sempurna selama tes sedang berlangsung harus dibetulkan dan tes diulang kembali. 12.15 DIESEL ENGINE GERATOR SET (GENSET) 12.15.1 Umum Penyedia jasa harus mendesain, menyediakan dan memasang & testing satu (2) set diesel engine generator sets (Genset) komplit dengan semua kelengkapan yang diperlukan untuk dipasang di rumah genset dekat rumah katup dan di Rumah pintu control darurat. Genset harus disusun dengan rapi dan dipasang pada landasan konstruksi baja yang dilengkapi dengan peralatan peredam vibrasi. Kebutuhan kapasitas genset tidak kurang dari 60 kVA dipasang di Rumah katup dan 40 KVA dipasang dirumah kontrol Pintu pengambilan darurat. Untuk itu pada Rumah katup dan Rumah control pintu darurat akan dipasang 2 buah genset @75 KVA ( 2 x 75 KVA), yang sekaligus dapat dimanfaatkan untuk mem back up kebutuhan listrik kantor dan fasilitas bendungan lain apabila ada gangguan listrik PLN. Kedua genset tersebut harus terpasang dan keduanya saling berhubungan yang dilengkapi automatic panel control dan switch pengalih untuk dipakai bergantian atau bila salah satu mengalami kerusakan. 12.15.2. Detail Diesel engine Motor diesel harus tipe full compression ignition vertical cylinder, single acting, 4 cycle, 1500 rpm, solid injection dan disediakan sebuah radiator tipe pendingin. (radiator cooler). Silinder liner harus tipe yang dapat diganti seluruh panjangnya. (full length replaceable type cylinder liner) Diesel engine dan generator harus dipasang pada landasan konstruksi baja yang umum (common skid base). Daya diesel & generator harus secara menerus (continuous output) harus digaransi untuk kondisi di lapangan. (conditions at the Site). Motor diesel harus didesain menggunakan bahan bakar solar (light diesel oil for fuel). Motor diesel harus dilengkapi dengan aki disekat tipe arus searah (DC) yang mempunyai kapasitas mampu untuk berkali-kali starting. Metode starting menggunakan motor listrik arus searah (DC ) dengan menggunakan kunci saklar (key switch) dan mati secara otomatis bila terjadi kegagalan. Sebagai tambahan diatas, harus disediakan untuk motor diesel item brikut: - Sebuah tangki solar harian kapasitas 1,000-liter dengan pengukur apung yang masuk secara gravitasi motor diesiel bahan bakar dan pompa bahan bakar manual untuk mengisi tangki harian. - Radiator untuk mendinginkan mesin dengan tipe pengaman fleksibel dan louver ke udara terbuka. - Pompa oli pendingin dan fuel oil injection (engine shaft driven).

ST - XII - 60

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Pendinginan tipe tekanan (forced) harus mencakup main bearings, crank pin bearings, piston pins, timing gears, camshaft bearings, valve locker mechanism and governor. - Filter for fuel oil and lubricating oil - Lubricating oil cooler - Common skid base, foundation bolts and nuts - Reamer bolts with nuts - All piping materials with valves and cocks - Air suction strainer - Expansion of flexible joint for exhaust pipe - Special maintenance tools for repairs - A test pump with a pressure gauge for fuel injection valve - 150 % of the quantity of lubricating oil required - Silencer and exhaust pipe with thermal insulation to atmosphere - Rating plate - Any additional accessories of manufacturers standard 12.15.3 Generator details Generator harus tipe 3 phase, 4 wire, revolving field type brush-less with damper winding, self-excited, a self-ventilated open type single wiring synchronous alternator. Rating generator harus continuous output 400/320 V, 50 Hz, 0.8 lagging and harus dikopel langsung ke mesin engine. Isolasi klas B of IEC-85. Automatic voltage regulator harus disediakan untuk sistim eksitasi (excitation system), mampu untuk mengatur voltage dalam rentang 2 % dari tidak berbeban ke beban penuk (no load to full load). Titik netral kumparan (armature winding) harus dihubungkan neutral bus dari main distribution board, dan solidly grounded. Kenaikan suhu maksimumgenerator tidak boleh melebihi dari nilai berikut: - The stator winding (by thermometer): 60 C - Rotor field winding (by resistance): 75 C - Iron core and other parts (by thermometer) 75 C The following accessories shall be supplied : - Rating plate 150 % of the quantity of lubricating oil - Kelengkapan lain yang diperlukan dari standar dari pabrikan. 12.15.4 Detail Engine generator control panels Kontrol panels untuk engine generator control harus terdiri dari satu (1) diesel engine dan one (1) generator control Panel. Kontrol panels harus indoor type, self-standing untuk generator panel dan skid base mount untuk diesel engine control Panel. Peralatan dan alat-alat yang harus dipasang pada panel harus mencakup dan tidak terbatas pada items berikut : (a) Diesel engine control panel Satu (1) starter switch Satu (1) battery switch Satu (1) speed controller Satu (1) cooling water temperature gauge Satu (1) lubricating oil temperature gauge Satu (1) fuel oil level gauge

ST - XII - 61

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Satu (1) oil pressure gauge (b) Generator control panel Satu (1) 400 V circuit breaker dengan interlocking mechanism dengan generating unit yang lain untuk setiap masing-masing main and sub generators Satu (1) AC ammeter with selective switch Satu (1) AC voltmeter with selective switch Satu (1) frequency meter Satu (1) regulating switch for governor motor Satu (1) group annunciater Satu (1) lot of single phase, dry type potential transformers Satu (3) single phase, dry type current transformers of 100/5 A Satu (1) set of cable terminals, back wiring, terminal boards and name plates Satu (1) set of test terminals Satu (1) under-voltage relay Three (3) over-current relays Satu (1) set of alarm and automatic shut down devices with fault indication of : Excessive temperature rise of cooling water Pressure drop of lubricating oil (c) Kecepatan lebih (Over-speed) - One (1) set of AC exciter with automatic voltage regulator and necessary accessories

12.15.5 Tes di pabrikan (Shop test) (a) Tes kombinasi (Combine tests) Tes kombinasi generator dan engine harus dilakukan sebelum diserakan pada manufacturers shop : Operation test (starting and stop tests) Load test including temperature rise and fuel and lubrication oil consumption measurement Governor test Over-speed test (120 percent 1 minute)

(b) Test untuk generator Tests berikut khusus generator harus dilakukan di manufacturers shop : Plotting of characteristics Wave form test Temperature rise test High voltage test Stator coil : 1500 V for 1 min. Rotor coil : 10 voltage of exciter (min. 1500 V) for 1 min. Test Panel dancubicle termasuk relay test dan metering calibration check 12.15.6 Tangki bahan bakar (Fuel oil tank) Satu (1) set tangki bahan bakar yang dipasang diluar berdiri sendiri (self-standing outdoor use) kapasitas 4.000 litter komplit dengan kelengkapan yang diperlukan harus didesain, disuplai, dan dipasang oleh Penyedia jasa dalam kontrak ini.
ST - XII - 62

SPESIFIKASI TEKNIS BENDUNGAN TUKUL KABUPATEN PACITAN Penyedia jasa dalam sub-pasal ini harus menyimpan, dan mengisi bahan bahar dengan gravitasi ke dalam tangki harian dalam rumah generator. Semua pemipaan tangki dan tangki harian komplit dengan pompa pengisi, pompa kembali (return pomps) dan tangki harian, penopang pipa, fiting, valve, hangers etc harus disediakan dalam sub-pasal ini. Tangki bahan bakar harus konstruksi baja dilas dan terdiri dari sole plate, tank shell, roof, anchor frames, nuts and washers. Plat baja untuk tangki bahan bakar harus mempunyai ketebalan minimum 4,5 mm. Tangki bahan bakar haru sdilengkapi dengan kelengkapan berikut]: Satu (1) manhole with inside and outside ladders Satu (1) float type oil level gauge Satu (1) vapor outlet Satu (1) oil feed inlet with stop valve Satu (1) oil return inlet with stop valve Satu (1) fire extinguishing port with stop valve Satu (1) water drain with stop valve from the bottom of tank 12.15.7 Test Selesai Pekerjaan (Test on completion) Setelah pemasangan selesai dilapangan test berikut harus dilakukana oleh penyedia jasa sesuai dengan prosedur yang telah disetujui tetapi tidak terbatas pada: (a) Insulation resistance tests (b) Grounding resistance tests (c) High voltage test Stator winding and 400 V bus line to earth : AC 500 V for 1 minute (d) Starting test (e) Operation test (f) Governor test

ST - XII - 63