Anda di halaman 1dari 11

Menganalisis Perusahaan East West Seed Indonesia dengan Penangkaran Benih Tradisional Balai Benih Induk Hortikultura Pasirbanteng,

Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

Disusun oleh: Wirangga Setya Maulana 150610100023

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2013

Analisis Penangkaran Benih Tradisonal Induk Hortikultura Pasirbanteng Balai Benih Induk Hortikultura Pasirbanteng merupakan tempat penangkaran benih tradisional yang berada di Kecamatan Tanjungsari, Sumedang yang menangkarkan berbagai jenis benih buah-buahan. Komoditas yang akan dianalisis yaitu komoditas alpukat dan durian. Untuk 1 biji durian seharga Rp100,- dan untuk biji alpukat seharga Rp150,- per satuannya. Di balai benih pasirbanteng terdapat banyak penangkar yang berasal dari karyawan yang rajin menanam batang bawah sendiri untuk kemudian dijual di balai benih pasirbanteng. Sebelumnya balai memberikan aspek-aspek ke penangkar atau karyawan yang menjual lalu kemudian balai membelinya dari penangkar atau karyawan balai. Terdapat minimal standar benih dari pengepul untuk kemudian dijual, yaitu misalnya batang bawah memiliki tinggi 25-35 cm, tidak terserang hama dan penyakit, keadaan batang bawah subur, dan kambiumnya aktif. Di dalam menangkarkan benih buah-buahan ini tidak selalu berjalan dengan baik, terdapat beberapa kendala yang dialami oleh penangkar yaitu salah satunya adalah kekurangan benih. Misalnya, sudah direncanakan perbanyakan benih dari APBD sebesar Rp5.000,- sehingga harus terpenuhi seluruhnya. Jika terdapat suatu kegagalan yang terjadi misalnya gangguan OPT, nantinya akan ada dokumentasi atau administrasi yang harus ditempuh. Kematian benih akan dibuatkan dokumentasi karena setiap bulan akan ada monitoring dari mentri pertanian. Untuk benih yang gagal dipelihara lagi, misalnya alpukat keluar tunas baru, terlihat tunasnya subur lalu baru dilaksanakan penyambungan ulang. Untuk okulasi yang gagal harus ada ketentuan 25 cm dari dasar media, jika gagal ditangkarkan di lahan balai bisa dipindahkan ke tempat lain. Balai Benih Hortikultura Pasirbanteng memiliki lahan penangkaran seluas 28,9 ha. Dimana 28 ha dominan dikuasi oleh buah-buahan karena di blok-blok ada pohon induk buahbuahan dan 2 ha untuk setiap perbenihan buah-buahannya. Buah-buahan yang ada di penangkaran balai ini diantaranya, mangga, rambutan, jeruk nipis, alpukat dan durian. Luas lahan tersebut terbagi ke dalam beberapa blok lagi. Untuk blok 1 ada BPMT (Blok Penggandaan Mata Tempel), yaitu alur perbanyakan yang diawali dengan pohon induk, lalu ada BF (blok fondasi) dan BPMT. Untuk perbanyakan ke petani atau dijual, diambil dari BPMT. Kelas benih BD (benih dasar), label warna putih ditanam disalah satu areal atau di dalam green house namanya blok fondasi. Bila mata entres diambil mata tunas akan habis, maka produksi 1

akan berkurang jadi bukan pohon induk tunggal. Agar pohon induk dapat bertahan hidup harus dibuat BF (Blok Fondasi), memperbanyak di blok fondasi yang intinya tidak merubah sifat dari pohon induknya. Warna blok fondasi: Benih dasar berlabel warna putih; Benih pokok: label warna ungu; Benih sebar: label warna biru. Pelabelan PIT (Pohon Induk Tunggal) berhubungan dgn BPSB (Balai Pengembangan Sertifikasi Benih Hortikultura) yg ada di Ciganitri lembang. Untuk mensertifikasi tanaman yang didaftarkan. Misalnya PIT durian, sebelumnya harus mengetahui asal usulnya dan harus jelas dari mana induknya dan didapatkannya. Durian yang akan di label, harus didaftarkan dahulu ke BPSD, kemudian dari menteri pertanian sudah keluar sertifikasinya baru BPSD yang mengidentifikasi atau mencatat, dilihat dari kriteria pertumbuhan tanaman, misalnya buahnya besar dan manis. Lalu dari BPSD datang mencatat fungsi sertifikat untuk diberikan hak paten. Sebenarnya tidak menggunakan sertfikat juga tidak masalah, tetapi Balai Pasirbanteng ini tujuan utamanya adalah menjual atau untuk usaha, karena harus ada SOP dan menjual benih tidak sembarangan harus ada sertifikatnya. Membuat daftar sertifikasi tidak terlalu lama, hanya berkisar kurang lebih 1 minggu sertifikat sudah jadi. Kendala penangkaran yang dihadapi di Balai Pasirbanteng ini yaitu okulasi banyak dan SDM yg kurang, karena jika musim kemarau penyiraman dilakukan 1 hari bisa mencapai 2 kali menyiram, kendalanya kering maka harus di penyiraman secara terus menerus. Sehingga kekurangnya SDM dalam penangkaran merupakan kendala terbesar di Balai Pasirbanteng ini karena SDM banyak yg mempunyai kegiatan di luar Balai dan karyawan honorernya pun terbatas. Namun terlepas dari kendala yang dihadapi oleh Balai Pasirbanteng ini, fasilitas sarana dan prasarananya sudah bagus. Dan untuk menutupi kendala yang telah disebutkan diatas, penyiraman hanya dilakukan satu kali selama satu hari saja, namun secara rutin (setiap hari). Dalam melakukan pemasarannya, Balai melakukan penjualan melalui internet dengan website pertanian pribadi balai. Namun tidak boleh menjual dengan harga seenaknya harus sesuai dengan SKGUBnya (Surat Keputusan Gubernur), jika seenaknya memberikan harga benih maka balai tidak berfungsi membantu melayani masyarakat. Penyaluran ke petani-petani atau kelompok tani dan ke daerah-daerah dgn cara memberikan benih berupa sampel. Intinya, balai merupakan penyedia untuk kebutuhan khususnya di Jawa Barat. Syarat harus memiliki kelompok tani, agar kerjanya nyata jadi bisa memberdayakan masyarakat di daerah tersebut. Jika untuk pribadi balai 2

hanya akan melayani 1 atau 2 benih yang akan dijual. Selain itu, balai juga mempunyai petani binaan di Majalengka.

Analisis Perusahaan East West Seed Indonesia PT East West Seed Indonesia merupakan perusahaan penghasil benih yang sudah bersertifikat. Benih yang dihasilkan adalah benih F1 yang unggul. Benih tersebut diantaranya benih sawi, benih cabai, benih tomat, benih jagung, benih pakcoy. Benih yang dihasilkan di dapat dari indukan yang sudah diseleksi. Indukan dipilih dari benih yang unggul kemudian diseleksi, disemai, dibudidayakan dan di cari keunggulannya. Sasaran perusahaan,dengan melalui jasa pengiriman produk-produk/benih-benih yang telah di kemas di kirim ke tempat-tempat yang telah dipercaya perusahaan kemudian di pasarkan ke tempat-tempat tersebut yaitu daerah sekitar perusahaan,kota-kota besar di jawa seperti Jakarta, Bandung, DIY, Semarang, Surabaya dan Luar pulau jawa seperti Medan, Banda Aceh, Pekanbaru, Lampung serta ekspor keluar negeri seperti Thaiwan, Belanda, Singapura. Konsumen juga biasa memesan langsung dari perusahaan. Kini komoditas yang di telah di produksi telah banyak menyumbangkan banyak kemajuan bagi petani Indonesia. Diantara komoditas tersebut adalah cabai, buncis, bawang merah, tomat, bunga kol, timun, dan lain-lain. Proses produksi benih di mulai dari penyemaian, penanaman, pemeliharaan, panen, sortasi, ekstraksi, pengepakan benih dan pemasaran benih. Sebelum dilakukan pemasaran benih,benih terlebih dahulu di budidayakan oleh perusahaan dan di cari keunggulan dan kelemahan dari benih tersebut. Dalam proses pemeliharaan tanaman dilakukan pula polinasi yaitu selfing dan crossing. Tujuan dari selfing adalah untuk mendapatkan benih murni (benih yang sifatnya sama dengan induknya). Crossing bertujuan untuk mendapatkan benih unggul. Jadi perusahaan ini akan memasarkan benih apabila sudah mendapatkan benih yang memiliki sifat unggul. Untuk mendapatkan benih yang unggul perusahaan melakukuan budidaya yang intensif dan berkelanjutan dengan pengawasan dari para breeder.Untuk memperoleh tanaman induk yang unggul sifatnya breeder melakukan seleksi tanaman seminggu sekali dengan cara membuang atau membunuh tanaman yang tidak masuk dalam criteria.

Ketika sudah diperoleh tanaman induk yang unggul sifatnya kemudian di uji lagi ketahanan terhadap hama maupun penyakit dan kemampuan berproduksi. Setelah lolos keduanya benih siap di keluarkan ke pasaran tetapi di uji lagi oleh departemen PDS. Hasil uji departement PDS menentukan benih layak keluar ke pasaran dan menjadikan benih yang mendapatkan sertifikat dari dinas ke Penanganan Quality Qontrol, Quality Control Proses Produksi di Laboratorium: Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh PT. East West Seed Indonesia adalah sebagai berikut: 1) Menentukan jumlah varietas atau anggaran unit produk yang harus diambil oleh dealer dalam jangka waktu yang ditetapkan. 2) Melakukan koordinasi main dealer dalam memenuhi 4 P (Marketing Mix). Sistem pemasaran di perusahaan ini yaitu dengan cara mengirimkan benih kepada pelanggan. Para pelanggan dapat memesan benih yang dibutuhkan melalui telepon atau fax. Pemasaran dilakukan dengan sistem pengiriman atau datang langsung ke perusahaan. Kini pemasaran sudah meluas hampir seluruh Indonesia antara lain: Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, Palembang, Jogjakarta dan lain-lain. Bahkan sampai di impor ke luar negeri dan Sistem Pemasaran Menggunakan Sistem Kemitraan, yaitu: 1) Sistem kemitraan yang diterapkan oleh PT. East West Seed Indonesia dengan petani adalah sistem subkontrak, yang dituangkan dalam surat kontrak kerjasama, mencakup volume biji, harga jual benih, standar mutu benih dan juga waktu penyetorannya 2) Penggunaan biaya produksi usahatani mentimun OP melalui kemitraan dengan PT. East West Seed Indonesia di Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember adalah efisien 3) Pendapatan usahatani mentimun OP bermitra dengan PT. East West Seed Indonesia adalah menguntungkan 4) Urutan faktor-faktor yang. menjadi prioritas petani untuk melakukan kemitraan dengan PT. East West Seed Indonesia adalah: 1. Pendapatan yang tinggi (15.21%); 2. Jaminan pasar (14.45%); 3. Sistem pembayaran (14.26%); 4. Jaminan modal (13.21%); 5. Bimbingan teknis budidaya (12.26%); 4

6. Bimbingan teknis pasca panen (11.31%); 7. Ketersediaan saprodi (11.22%); 8. Keterbukaan pihak pengusaha (8.08%). Cabang-cabang PT East West Seed Indonesia yaitu: 1. East West Seed Cabang Purwakarta merupakan pusat dari perusahaan East West Seed Indonesia yang merupakan tempat R&D untuk dataran rendah dan juga sebagai tempat pengolahan benih terakhir (Packing). 2. East West Seed Cabang Lembang merupakan anak perusahaan yang bergerak pada bidang R&D sayuran untuk dataran tinggi 3. East West Seed Cabang Wanayasa merupakan anak perusahaan yang bergerak pada bidang R&D sayuran untuk dataran menengah. 4. East West Seed Cabang Jember merupakan anak perusahaan yang bergerak pada bidang produksi benih yang bekerja sama dengan petani polinasi untuk menghasilkan benih F1 yang selanjutnya benih akan di kirim ke purwakarta untuk pengemasan (packing).

Kunci Keberhasilan Produksi Produksi PT. East West Seed Indonesia Salah satu kunci untuk keberhasilan produksi adalah penggunaan stock seed atau benih tebar yang baik. Untuk itu perusahaan mempunyai staf ahli khusus yang bertugas untuk menjaga mutu mulai dari breeder seed sampai kestock seed. Dalam memperoleh benih sayuran perusahan tidak memiliki lahan sendiri melainkan melakukan mitra kerja dengan petani dengan sistem kontrak dimana petani menggunakan stock seed yang telah disiapkan dari perusahaan dengan demikian petani dan perusahaan akan saling diuntungkan. Dimana petani harus menjual produksinya kepada perusahaan dengan harga yang telah disepakati bersama sebelum benih diproduksi. Petani akan bekerja seoptimal mungkin karena setiap kilogram yang dihasilkannya berarti pendapatan. PT.East West Seed Indonesia juga memiliki staf ahli di bidang produksi dengan petugaspetugas lapangannya yang memberikan petunjuk teknis mengenai cara memproduksi benih yang baik serta mengawasi dan memonitor perkembangan tanaman sampai benih tersebut dihasilkan. Setelah benih itu dihasilkan maka dilakukan pengetesan daya berkecambah (DB) dengan tingkat hibriditas. Benih tersebut baru layak jual bila memiliki daya berkecambah minimal 85% dan tingkat kemurnian 96% untuk benih hibrida. Benih-benih yang akan dikirim oleh divisi produksi 5

harus disortasi secara manual terlebih dahulu dan memiliki standar minimal daya berkecambah 85%, serta kadar benih air masih relative cukup tinggi yakni 10-13%. Setibanya dipurwakarta dan diterima oleh divisi processing benih-benih tersebut segera difumigasi sekitar 3 hari untuk memastikan benih-benih tersebut bebas dari hama khususnya kacang panjang. Setelah benihbenih difumigasi lalu dimasukan kedalam gudang dalam kondisi kelembapan nisbi atau RH sekitar 30% dan suhu sekitar 25C dengan menggunakan dehumifire dan AC selama sekitar 2 minggu. Pada kondisi demikian kadar air benih akan menurun menjadi 7-9% sehingga benihbenih tersebut dapat tersimpan dalam waktu yang relative cukup lama. Setelah penyimpanan benih dalam gudang maka dilakukan processing benih untuk memisahkan benih murni dari kotoran benih dan benih hampa. Sehingga benih dijamin akan mencapai kemurnian fisik benih minimal 98%. Proses cleaning dang reading ini menggunakan mesin processing kapasitas besar dan untuk benih-benih ukuran besar dan volume yang cukup banyak seperti kacang panjang, mentimun, kangkung dan lain-lain. Dan untuk mesin processing kecil untuk benih-benih ukuran kecil seperti tomat, cabe dan sebagainya. Kedua mesin processing tersebut dilengkapi dengan screen atau ayakan dan brower. Setiap benih memiliki ukuran tertentu. Selama processing dimana kadar air mencapai 7-9% dan daya kecambah minimal 98%, maka dilakukan pengemasan baik kedalam kantong alumunium atau kaleng dengan menggunakan mesin scanning atau silling. Benih-benih yang telah dikemas dimasukan kedalam dus-dus dalam ukuran tertentu dan selanjutnya diserahkan kebagian ekspedisi.

Perbedaan Perusahaan East West Seed Indonesia dengan Penangkaran Benih Tradisional Balai Benih Induk Hortikultura Pasirbanteng Terdapat beberapa perbedaan yang mendasar di dua tempat penangkaran tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel dibawah ini: Penangkaran Benih Tradisional Balai Benih Perusahaan East West Seed Indonesia Induk Hortikultura Pasirbanteng,

Tanjungsari 1. Menangkarkan benih sayuran 2. Pemasaran Indonesia sudah mencapai seluruh 1. Menangkarkan benih buah-buahan 2. Pemasaran hanya sebatas Provinsi Jawa Barat 6

3. Melalui beberapa tahapan proses Quality Control 4. Menggunakan kegiatan pemasaran

3. Hanya melalui 1 kali proses Quality Control (Mendapatkan sertifikasi) 4. Tidak menggunakan marketing mix

marketing mix (4P) 5. Kemitraan subcontract 6. Pelanggan bisa memesan lewat telepon atau fax 7. Penetapan ditentukan oleh perusahaan, tidak terkait dengan pemerintah 8. Mengedapankan keuntungan 9. Memiliki anak perusahaan 10. Setiap proses diperhatikan detail-detailnya 8. Tidak memikirkan keuntungan 9. Tidak memiliki anak perusahaan 10. Tidak terlalu memperhatikan detail proses karena kurangnya SDM 7. Harga sesuai ketetapan SKGUB menggunakan sistem 5. Kemitraan hanya untuk petani yang memiliki kelompok tani 6. Memberikan sampel

Kelebihan Balai Benih Induk Hortikultura Pasirbanteng Lebih dekat dengan petani karena langsung berinteraksi dengan petani dan langsung dating ke balai untuk membeli benih horti. Harga benih yang tidak terlalu mahal karena yang mengatur harga adalah pemerintah. Intinya komunikasi lebih penting ketimbang dengan keuntungan yang di dapat karena tujuan balai adalah melayani masyarakat.

Kelemahan Balai Benih Induk Hortikultura Pasirbanteng Seperti yang telah dijelaskan dalam tabel diatas, dapat terlihat bahwa Balai Pasirbanteng masih jauh tertinggal dari Perusahaan East West Seed Indonesia. Sistem pemasaran yang masih jauh tertinggal karena Perusahaan East West Seed Indonesia sudah hampir ke seluruh Indonesia, sedangkan Balai Pasirbanteng masih sebatas Jawa Barat. Tidak menggunakan metode marketing mix dan quality control. Promosi yang saat ini tengah dijalankan oleh Balai Pasirbanteng sudah dapat dikatakan baik yaitu promosi lewat website pribadi dan memberikan sampel kepada petani-petani yang memiliki kelompok tani. 7

Kelebihan Perusahaan East West Seed Indonesia Dilihat dari segala tahapan yang dilakukan oleh perusahaan, dapat dikatakan bahwa perusahaan memiliki banyak keunggulan dari balai Diantaranya, adanya beberapa proses quality control, kegiatan pemasaran yang telah menyebar ke seluruh indonesia, dan menggunakan marketing mix dalam kegiatan promosinya yg memperhatikan kualitas produk, price, place dan promotion.

Kelemahan Perusahaan East West Seed Indonesia Mematok harga dengan mendapatkan keuntungan sebesar mungkin dilihat dari bagaimana perusahaan, melihat kondisi pasar di suatu daerah maupun luar. Jadi besar kemungkinan harga yang dipatok bisa jauh lebih mahal dibandingkan dengan di balai-balai dinas pertanian, khususnya Balai Benih Induk Hortikultura Pasribanteng.

Yang Perlu Diperbaiki di Balai Benih Induk Hortikultura Pasirbanteng Yang harus diperbaiki dari Balai Pasirbanteng ini yaitu, penambahan SDM yang masih menjadi kendala utama dalam proses penangkaran benih. Selain itu, bisa dengan menambah benih sayuran. Semula yang hanya buah-buahan bisa ditambah dengan komoditas sayuran. Karena balai ini bernama Balai Benih Induk Hortikultura sehingga bisa dengan menambahkan komoditas sayuran agar lebih bisa menambah benih dan memperluas pengetahuan tentang benih hortikultura. Namun, pada dasarnya Balai Benih Hortikultura Pasribanteng hanyalah balai untuk menangkarkan beberapa jenis buah-buahan dan hanya melayani masyarakat petani dalam membudidayakan tanaman buah-buahan.

Yang Perlu Diperbaiki di Perusahaan East West Seed Indonesia Yang harus diperbaiki dari Perusahaan East West Seed Indonesia yaitu, seharusnya lebih memperhatikan kondisi pasar menengah ke bawah, sehingga semua kalangan dapat membeli benih di perusahaan ketimbang di balai-balai pertanian sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. PT East West Seed Indonesia melalui http://id.scribd.com/doc/76412292/PT-EASTWEST-SEED-INDONESIA pada tanggal 13 November 2013 Aprilia. 2013. Tentang East West Seed Indonesia melalui

http://aprilia1894.blogspot.com/2013/01/about-east-west-seed-indonesia_22.html pada tanggal 13 November 2013 Febriantri, Sekarayu. 2013. PT East West Seed Indonesia melalui pada

http://sekarayufebrianti.blogspot.com/2013/01/pt-east-west-seed-indonesia.html tanggal 13 November 2013

Nurfantoro, Adi. Tugas KKPI melalui http://nurfantoroadi.wordpress.com/tugas-kkpi-di-tempatpi/ pada tanggal 13 November 2013

LAMPIRAN (Tanaman di Balai Benih Induk Hortikultura Pasribanteng)

10