Anda di halaman 1dari 8

Tremor Essential tremor adalah gerakan fluktuatif gemetar pada tubuh kita yang biasanya sering terjadi pada

tangan atau lengan sehingga tidak bisa melakukan gerakan halus. Pada penderita Parkinson, keadaan ini terjadi, dimana gerakan yang berulang-ulang dilakukan. umumnya penderiata diberi obat-obatan untuk mengurangi tremor. namun sekarang ada teknik operasi yang disebut Deep brain stimulation (DBS apabila terapi medikamentosa (obat-obatan sudah tidak memberikan respon yang baik lagi.DBS pertama kali dilakukan stimulasi dengan menggunakan frekuensi tinggi pada thalamus (bagian otak yang terletak simetris di tengah penderita parkinson.DBS terbukti sangat efektif dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan tremor, maka penderita Parkinson dengan esensial tremor dapat disembuhkan. Sebelum dilakukan operasi DBS, penderita terlebih dahulu dilakukan brain s!anning dengan menggunakan "#$ (magneti! resonan!e imaging dan skull %-ray untuk mengetahui posisi thalamus."engukur kedalaman thalamus dengan foto %-ray. Pasien yang dalam keadaan sadar, terus menerus diajak bi!ara untuk memantau kemungkinan adanya komplikasi.DBS menggunakan elektrode yang dipasang di ba&ah kulit dan ditanam se!ara permanen di thalamus Teknik ini minimally in'asi'e surgery karena hanya membuat satu lobang ke!il dengan diameter ( sentimeter sebagai tempat masuknya elektroda tersebut setelah dihitung kemiringan dan kedalam thalamus.dan dipantau dengan monitor !omputer.

"ekanisme reflek Baik disadari maupun tidak,tubuh kita selalu melakukan gerak. Bahkanseseorang yang tidak memiliki kesempurnaan pun akan tetap melakukan gerak. Saat kita tersenyum,mengedipkan mata atau bernapas sesungguhnya telah terjadi gerak yang disebabkanoleh kontrasi otot. )erak terjadi begitu saja. )erak terjadi melalui mekanisme rumit dan melibatkan banyak bagian tubuh.Terdapat banyak komponen * komponen tubuh yang terlibat dalam grak iniBaik itu disadari maupun tidak disadari. )erak adalah suatu tanggapan tehadap rangsangan baik itu dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh. )erak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. Dan dalam melakukan gerak tubuh kita melakukan banyak koordinasi dengan perangkat tubuh yang lain.+al ini menunjukkan suatu kerja sama yang siergis. ,ita dapat bayangkan diri kita berada dalam sebuah lorong yang gelap Semua indera kita pun akan siap siaga.Telinga pasti akan mendengar segala sesuatu sehalus apa pun. ,emudian kita menabrak sesuatu. Dalam keadaan seperti itu diri kita pasti refleks melompat bahkan akan menjerit.Denyut jantung akan !epat dan se!ara refeks kita pun berlari. Begitulah salah satu !ontoh gerak refleks yang terjadi pada diri kita.

Seluruh mekanisme gerak yang terjadi di tubuh kita tak lepas dari peranan system saraf. Sistem saraf ini tersusun atas jaringan saraf yang di dalamnya terdapat sel-sel saraf atau neuron. "eskipun system saraf tersusun dengan sangat kompleks,tetapi sebenarnya hanya tersusun atas - jenis sel,yaitu sel saraf dan sel neuroglia. .dapun berdasarkan fungsinya system saraf itu sendiri dapat dibedakan atas tiga jenis / (. Sel saraf sensorik Sel saraf sensorik adalah sel yang memba&a impuls berup rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan , ke system saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang .SEl saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera,karena berhubungan dengan alat indra.

-. Sel saraf "otorik SEl saraf motorik berfungsi memba&a impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang menuju to atau kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak,karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak. 0. Sel saraf penguhubung Sel saraf penguhubung disebut juga dengan sel saraf konektor,hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. 1amun pada hakikatnya sebenarnya system saraf terbagi menjadi du kelompok besar / 1. Sistem saraf sadar .dalah system saraf yang mengatu tau mengkoordinasikan semua kegiatan yang dapat diatur menurut kemauan kita.2ontohnya,melempar bola,berjalan,berfikir,menulis,berbi!ara dan lain-lain. Saraf sadar pun terbagi menjadi dua / a.Saraf pusat terdiri dari / - 3tak "erupakan pusat kesadaran,yang letaknya di rongga tengkorak. - Sumsum tulang belakang Sumsum tulang belakang berfungsi menghantarkan impuls (rangsangan dari dan ke otak,serta mengkoordinasikan gerak refleks. 4etaknya pada ruas-ruas tulang belakang,yakni dari ruas * ruas tulag leher hingga ke ruas-ruas tulang

pinggang yang kedua. Dan dalam sumsum ini terdapat simpul * simpul gerak refleks. b. Saraf Tepi Sistem saraf tepi terdiri dari sarfa-saraf yang berada di luar system saraf pusat (otak dan sumsum ulang belakang . .rtinya system saraf tepi merupakan saraf yang menyebar pada seluruh bagian tubuh yang melayani organ-organ tubh tertentu,sepeti kulit,persendian,otot,kelenjar,saluran darah dan lain-lain.

2. Susunan saraf tak sadar. - Susunan saraf simpatis - Susunan saraf parasimpatis )erak pada umumnya terjadi se!ara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. $mpuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, diba&a ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, diba&a oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. )erak refleks berjalan sangat !epat dan tanggapan terjadi se!ara otomatis terhadap rangsangan, tanpa memerlukan kontrol dari otak. 5adi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. 2ontoh gerak refleks misalnya berkedip, bersin, atau batuk. Dimana gerak refleks ini merupakan gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. 5alur saraf ini dibentuk oleh sekuen dari neuron sensorik ,interneuron, dan neuron motorik, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe refleks tertentu. )erak refleks yang paling sederhanahanya memerlukandua tipe sel saraf, yaitu neuron sensorik dan neuron motorik. )erak refleks bekerja bukanlah diba&ah kesadaran dan kemauan seseorang. Pada gerak refleks, impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas, yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang, kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke pusat saraf, diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor, yaitu otot atau kelenjar. 5alan pintas ini disebut lengkung refleks. )erak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi berada di dalam otak, misalnya, gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut .

Kemudian bagaimanakah mekanisme gerak refleks dalam tubuh kita? )erak refleks adalah gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling sederhana. 5alur saraf ini dibentuk oleh sekuen neuron sensor,interneuron,dan neuron motor,yang mngalirkan impuls saraf untuk tipe reflek tertentu.)erak refleks yang paling sederhana hanya memerlukan dua tipe sel sraf yaitu neuron sensor dan neuron motor. )erak refleks disebabkan oleh rangsangan tertentu yang biasanya mengejutkan dan menyakitkan. "isalnya bila kaki menginjak paku,se!ara otomatis kita akan menarik kaki dan akan berteriak. #efleks juga terjadi ketika kita membaui makanan enak , dengan keluarnya air liur tanpa disadari. Brikut skema gerak refleks/

)erak refleks terjadi apabila rangsangan yang diterima oleh saraf sensori langsung disampaikan oleh neuron perantara (neuron penghubung .+al ini berbeda sekali dengan ekanisme gerak biasa. )erak biasa rangsangan akan diterimaleh saraf sensorik dan kemudian disampaikan langsung ke ota. Dari otak kemudian dikeluarkan perintah ke saraf motori sehingga terjadilah gerakan. .rtinya pada gerak biasa gerakan itu diketahui atu dikontrol oleh otak. Sehingga oleh sebab itu gerak biasa adalah gerak yang disaari.

Mekanisme Ereksi Sistem Persarafan Ereksi Pada dasarnya mekanisme ereksi terjadi melalui proses neurologis dan hemodinamik yang dikontrol oleh faktor psikologis. Sehingga penyebab disfungsi ereksi dibagi menjadi faktor psikologis dan faktor organik yang dapat disebabkan oleh kelainan pada pembuluh darah ('askulogenik , persarafan (neurogenik dan hormon (endokrinologik (2arbone, et al -667 . #angsangan seksual akan diolah pada susunan saraf pusat di beberapa tempat terutama di jaras supra spinal yaitu area preoptik medial ("P3. dan nukleus para'entrikularis (P81 dihipotalamus dan hippokampus yang merupakan pusat integrasi fungsi seksual dan ereksi. Penelitian pada binatang dengan melakukan elektro stimulasi pada area tersebut akan menimbulkan terjadinya ereksi, sebaliknya lesi pada daerah itu seperti stroke, ensefalitis, epilepsi lobus temporal dan Parkinson akan menurunkan frekuensi kopulasi dan disfungsi ereksi.(Sa!hs 9 "eisel, (:;;< "arson, et al, (::0 . Berbagai ma!am neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin ditemukan pada hipotalamus diduga akti'asi reseptor kedua neurotransmiter akan menyebabkan terjadinya ereksi, sedangkan akti'asi reseptor serotonin ( 5-hydroxytryptamine) akan menghambat terjadinya ereksi (=oreman 9 >erni!ke, (::6 . Penyuntikan apomorfin dengan dosis ?ng pada P81 pada tikus jantan akan menyebabkan ereksi tanpa adanya tikus betina("elis, et al (:;@ . Efek pemberian apomorfin akan meningkatkan produksi 3ksida 1itrat (13 sebagai neurotranmiter penting terjadinya ereksi terutama pada P81("elis, et al (::A . Sebaliknya lesi pada P81 sangat menurunkan kemampuan ereksi pada pemberian apomorfin. (.rgiolas, et al (:;@ Dari penelitian tersebut diduga kuat bah&a akti'asi reseptor dopaminergik di P81 berperanan pada terjadinya ereksi yang di induksi dengan apomorfin. (.llard 9 )iuliano, -667 #angsangan dari susunan saraf pusat akan dilanjutkan pada tingkat medula spinalis yang mempunyai dua pusat persarafan ereksi, sistem persarafan parasimpatis yang merupakan pusat rangsangan terjadinya ereksi (erektogenik terletak pada segmen sakrum (S- - S7 pada manusia nukleus parasimpatis terutama terdapat di saraf preganglion parasimpatis pada !olumna intermedio lateral medula spinalis sakrum S0. .kson parasimpatis akan melalui ner'us pel'ikus menuju pleksus pel'is dan bersinap dengan persarafan post ganglion dimana akson menujun ke ner'us !a'ernosus.(1adelhaft, et al (:;0< .llard 9 )iuliano, -667 Sistem persarafan simpatis yang terutama menghambat ereksi (erektolitik pusatnya terletak pada kolumna intermedio lateral dan komisura dorsal abu abu pada segmen torakolumbal (T(( * 4- medula spinalis. (1adelhaft, et al (:;@, .llard 9 )iuliano, -667 Penis di persarafi oleh sistem persarafan otonom (simpatis dan parasimpatis pada daerah pel'is kedua saraf bersatu membentuk ner'us ka'ernosus yang masuk ke dalam korpus ka'ernosus, korpus spongiosum dan gland penis untuk pengaturan aliran darah selama ereksi dan detumesen. Sistem persarafan somatis yaitu ner'us pundendus berperan sebagai sensorik penis dan kontraksi dan relaksasi otot otot lurik bulboka'ernosus dan is!ioka'ernosus (4ue, -666 .

Sistem persarafan tersebut bertanggung ja&ab terhadap terjadinya tiga ma!an tipe ereksi / psikogenik, refleksogenik dan nokturna. Ereksi psikogenik yang terjadi karena rangsangan pendengaran, pen!iuman dan fantasi yang diolah pada susunan saraf pusat akan dilanjutkan pada pusat ereksi di medula spinalis (T((-4- dan S--S7 sehingga terjadi ereksi. Ereksi refleksogenik yang terjadi karena rangsangan perabaan pada organ genital dan sekitarnya, akan menuju pusat ereksi di medula spinalis yang akan menimbulkan persepsi sensoris yang akan mengaktifkan sistem saraf otonom untuk menyampaikan rangsangan pada ner'us ka'ernosus sehingga terjadi ereksi. Tipe ereksi ini akan tetap terjadi pada pasien dengan !edera medula spinalis diatas segmen sakrum -. Ereksi nokturna umumnya terjadi selama tidur rapid eye mo'ement (#E" . Selama tidur #E" akan mengaktifkan sistem saraf kolinergik yang terletak pada tegmentum pontin lateral, sehingga terjadi peningkatan ketegangan penis.(4ue, -66Anatomi dan Fisiologi Ereksi pada Penis =isiologi dan anatomi ereksi telah disimpulkan dari berbagai penelitan dengan baik oleh ,rane dkk (:;:. Penis mempunyai sepasang korpus ka'ernosus dan sebuah korpus spongiosum. ,orpus spongiosum, merupakan jaringan yang mengelilingi uretra dan pada bagian distal membentuk bagian kepala (gland penis. Sedangkan korpus ka'ernosus berbentuk sepasang tabung yang menge!il dibagian ujung proksimalnya. Tunika albugenia, pembungkus tabung ini melekat pada jaringan ka'ernos yang berongga-rongga (spongelike) sehingga terbentuklah ruang-ruang (lakuna yang saling berhubugan dan dibatasi oleh sel-sel endotel pembuluh darah. Dinding trabekulum ini terdiri dari seberkas otot polos yang tebal dalam bingkai serat fibroelastik yang mengandung sel-sel fibrolast, jaringan kolagen dan elastin.(Taher, (::0 Sumber pendarahan adalah arteri dorsalis penis dan arteri ka'ernosus kanan dan kiri yang lebih berperanan pada prorses ereksi merupakan !abang akhir dari jalinan arteri hipogastrik ka'ernosus. .rteri ka'ernosus ber!abang membentuk arteri helisine, !abang dari setiap arteri helisine langsung berakhir di ruangan lakuna tersebut. Sedangkan

aliran pembuluh balik dari korpus ka'ernosus keluar melalui 'enula subtunika yang terletak diantara bagian perifer jaringan penegang (erectile) dengan tunika albugenia. .liran 'ena dari ujung penis mengalir terutama melalui 'ena dorsalis profunda, sedangkan aliran bagian pangkal krura biasanya melalui 'ena ka'ernosus dan 'ena kruralis (4ue, (:;; . Ereksi akan terjadi dia&ali relaksasi otot polos korpus ka'ernosus penis (Taher, (::0 . Dilatasi dinding ka'ernosa dan arteri helisine menyebabkan darah mengalir memasuki ruangan-ruangan lakuna. Selanjutnya, relaksasi otot polos trabekulum akan memperluas ruangan lakuna sehingga penis menjadi membesar. Tekanan darah sistemik yang disalurkan mele&ati arteri helisine akan lebih mendorong dinding trabekulum ke arah tunika albugenia. Sebaliknya mekanan pleksus 'enula subtunika sehingga menghambat pengembalian darah dari ruangan lakuna dan meningkatkan tekanan dalam lakuna sehingga penis menjadi tegang (Taher, (::0 . .danya tekanan dalam lakuna selama periode ereksi dihasilkan oleh keseimbangan antara tekanan perfusi arteri ka'ernosa dengan tahanan terhadap pengeluaran aliran darah oleh kompresi 'enula subtunika. Pengurangan aliran darah balik subtunika oleh penekanan mekanik ini, dikenal sebgai mekanisme oklusi 'ena korporal.

,esmas kesehatan kerja Penyakit .kibat ,erja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja. Dengan demikian Penyakit .kibat ,erja merupakan penyakit yang artifisial atau man made disease. >+3 membedakan empat kategori Penyakit .kibat ,erja / (. Penyakit yang hanya disebabkan oleh pekerjaan, misalnya Pneumo!oniosis. -. Penyakit yang salah satu penyebabnya adalah pekerjaan, misalnya ,arsinoma Bronkhogenik. 0. Penyakit dengan pekerjaan merupakan salah satu penyebab di antara faktor-faktor penyebab lainnya, misalnya Bronkhitis khronis. 7. Penyakit dimana pekerjaan memperberat suatu kondisi yang sudah ada sebelumnya, misalnya asma. FAKT ! PE"#E$A$ =aktor penyebab Penyakit .kibat ,erja sangat banyak, tergantung pada bahan yang digunakan dalam proses kerja, lingkungan kerja ataupun !ara kerja, sehingga tidak mungkin disebutkan satu per satu. Pada umumnya faktor penyebab dapat dikelompokkan dalam ? golongan/ (. %olongan fisik / suara (bising , radiasi, suhu (panasBdingin , tekanan yang sangat tinggi, 'ibrasi, penerangan lampu yang kurang baik. -. %olongan kimia&i / bahan kimia&i yang digunakan dalam proses kerja, maupun yang terdapat dalam lingkungan kerja, dapat berbentuk debu, uap, gas, larutan, a&an atau kabut. 0. %olongan biologis ' bakteri, 'irus atau jamur 7. %olongan fisiologis ' biasanya disebabkan oleh penataan tempat kerja dan !ara kerja ?. %olongan psikososial ' lingkungan kerja yang mengakibatkan stress. ()A%" S)S PE"#AK)T AK)$AT KE!*A Cntuk dapat mendiagnosis Penyakit .kibat ,erja pada indi'idu perlu dilakukan suatu pendekatan sistematis untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dan menginterpretasinya se!ara tepat. Pendekatan tersebut dapat disusun menjadi @ langkah yang dapat digunakan sebagai pedoman/ (. Tentukan Diagnosis klinisnya

Diagnosis klinis harus dapat ditegakkan terlebih dahulu, dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas penunjang yang ada, seperti umumnya dilakukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Setelah diagnosis klinik ditegakkan baru dapat dipikirkan lebih lanjut apakah penyakit tersebut berhubungan dengan pekerjaan atau tidak. -. Tentukan pajanan yang dialami oleh tenaga kerja selama ini Pengetahuan mengenai pajanan yang dialami oleh seorang tenaga kerja adalah esensial untuk dapat menghubungkan suatu penyakit dengan pekerjaannya. Cntuk ini perlu dilakukan anamnesis mengenai ri&ayat pekerjaannya se!ara !ermat dan teliti, yang men!akup/ - Penjelasan mengenai semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh penderita se!ara khronologis - 4amanya melakukan masing-masing pekerjaan - Bahan yang diproduksi - "ateri (bahan baku yang digunakan - 5umlah pajanannya - Pemakaian alat perlindungan diri (masker - Pola &aktu terjadinya gejala - $nformasi mengenai tenaga kerja lain (apakah ada yang mengalami gejala serupa - $nformasi tertulis yang ada mengenai bahan-bahan yang digunakan ("SDS, label, dan sebagainya 0. Tentukan apakah pajanan tersebut memang dapat menyebabkan penyakit tersebut .pakah terdapat bukti-bukti ilmiah dalam kepustakaan yang mendukung pendapat bah&a pajanan yang dialami menyebabkan penyakit yang diderita. 5ika dalam kepustakaan tidak ditemukan adanya dasar ilmiah yang menyatakan hal tersebut di atas, maka tidak dapat ditegakkan diagnosa penyakit akibat kerja. 5ika dalam kepustakaan ada yang mendukung, perlu dipelajari lebih lanjut se!ara khusus mengenai pajanan sehingga dapat menyebabkan penyakit yang diderita (konsentrasi, jumlah, lama, dan sebagainya . 7. Tentukan apakah jumlah pajanan yang dialami !ukup besar untuk dapat mengakibatkan penyakit tersebut. 5ika penyakit yang diderita hanya dapat terjadi pada keadaan pajanan tertentu, maka pajanan yang dialami pasien di tempat kerja menjadi penting untuk diteliti lebih lanjut dan membandingkannya dengan kepustakaan yang ada untuk dapat menentukan diagnosis penyakit akibat kerja. ?. Tentukan apakah ada faktor-faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi .pakah ada keterangan dari ri&ayat penyakit maupun ri&ayat pekerjaannya, yang dapat mengubah keadaan pajanannya, misalnya penggunaan .PD, ri&ayat adanya pajanan serupa sebelumnya sehingga risikonya meningkat. .pakah pasien mempunyai ri&ayat kesehatan (ri&ayat keluarga yang mengakibatkan penderita lebih rentanBlebih sensitif terhadap pajanan yang dialami. A. 2ari adanya kemungkinan lain yang dapat merupakan penyebab penyakit .pakah ada faktor lain yang dapat merupakan penyebab penyakitD .pakah penderita mengalami pajanan lain yang diketahui dapat merupakan penyebab penyakit. "eskipun demikian, adanya penyebab lain tidak selalu dapat digunakan untuk menyingkirkan penyebab di tempat kerja. @. Buat keputusan apakah penyakit tersebut disebabkan oleh pekerjaannya Sesudah menerapkan ke enam langkah di atas perlu dibuat suatu keputusan berdasarkan informasi yang telah didapat yang memiliki dasar ilmiah. Seperti telah disebutkan sebelumnya, tidak selalu pekerjaan merupakan penyebab langsung suatu penyakit, kadang-kadang pekerjaan hanya memperberat suatu kondisi yang telah ada sebelumnya. +al ini perlu dibedakan pada &aktu

menegakkan diagnosis. Suatu pekerjaanBpajanan dinyatakan sebagai penyebab suatu penyakit apabila tanpa melakukan pekerjaan atau tanpa adanya pajanan tertentu, pasien tidak akan menderita penyakit tersebut pada saat ini. Sedangkan pekerjaan dinyatakan memperberat suatu keadaan apabila penyakit telah ada atau timbul pada &aktu yang sama tanpa tergantung pekerjaannya, tetapi pekerjaannyaBpajanannya memperberatBmemper!epat timbulnya penyakit. Dari uraian di atas dapat dimengerti bah&a untuk menegakkan diagnosis Penyakit .kibat ,erja diperlukan pengetahuan yang spesifik, tersedianya berbagai informasi yang didapat baik dari pemeriksaan klinis pasien, pemeriksaan lingkungan di tempat kerja (bila memungkinkan dan data epidemiologis.