Anda di halaman 1dari 24

I. PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Pupuk merupakan setiap bahan yang diberikan ke dalam tanah atau disemprotkan pada tanaman dengan maksud untuk menambah unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Pengertian lain dari pupuk adalah suatu bahan yang diberikan ke dalam tanah dan atau tanaman dengan maksud untuk mengubah kondisi fisik, kimia, dan hayati dari tanah dan atau tanaman sehingga sesuai dengan tuntutan tanaman. Demikian pula pemberian urea dalam tanah yang miskin akan meningkatkan kadar N dalam tanah tersebut. Semua usaha tersebut dinamakan pemupukan. Dengan demikian bahan kapur, legin, pembenah tanah dan urea disebut pupuk. Namun menurut beberapa pengertian pupuk dibatasi menjadi pengertian secara khusus. Pengertian pupuk secara khusus ialah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih hara tanaman. Dengan demikian kapur tidak termasuk dalam kategori pupuk berdasarkan pengertian secara khusus. Bahan pupuk selain mengandung hara tanaman umumnya mengandung bahan lain, yaitu: 1. at pemba!a atau karier "carrier#. $ontoh: Double superfosfat "DS#: %at pemba!anya adalah $aS&' dan hara tanamannya fosfor "P#. (. Senya!a)senya!a lain berupa kotoran "impurities# atau campuran bahan lain dalam jumlah relatif sedikit. *isalnya + " !a,el%uure

+moniak# sering mengandung kotoran sekitar -. sekitar khlor, asam sulfat "/(S&'#.

-. Bahan mantel "coated# ialah bahan yang melapisi pupuk dengan maksud agar pupuk mempunyai nilai lebih baik misalnya kelarutannya berkurang, nilai higroskopisnya menjadi lebih rendah dan mungkin lebih menarik. Bahan yang digunakan untuk selaput berupa aspal, lilin, malam, !a0 dan sebagainya. Pupuk yang bermantel harganya lebih mahal dibandingkan tanpa mantel. '. 1iller "pengisi#. Pupuk majemuk atau pupuk campur yang kadarnya tinggi sering diberi filler agar ratio fertili%ernya dapat tepat sesuai dengan yang diinginkan, juga dengan maksud agar mudah disebar lebih merata. Berdasarkan pada proses terjadinya, pupuk dapatdi golongkan menjadi ( golongan, ke ( golongan itu adalah sebagai berikut: 1. Pupuk Buatan: +dalah pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan meramu bahan kimia "anorganik# dengan kadar hara yang tinggi. (. Pupuk +lam: +dalah pupuk yang terjadi dari akibat mekanisme alam terhadap bahan bahan alami melalui proses degradasi dan dekomposisi. Berdasarkan pada kandungan kimia dari bahan pupuknya pupuk dapat digolongkan menjadi (, ke ( golongan pupuk tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pupuk &rganik: 2aitu pupuk yang terdiri dari senya!a)senya!a organik seperti $, /, dan &.
2. Pupuk +norganik: 2aitu pupuk yang tersusun atas senya!a)senya!a

anorganik.

Pengelompokan pupuk Pupuk dapat dikelompokan menjadi - bagian, antara lain: 1. Pupuk alam dan buatan3 Pupuk alam antara lain: pupuk kandang, pupuk hijau, dan pupuk kompos. Pupuk buatan adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan meramu bahan kimia "anorganik# dengan kadar hara yang tinggi, sedangkan pupuk alam adalah pupuk yang terbuat secara alami melalui proses degradasi dan dekomposisi. (. Pupuk menurut unsur yang terkandung *enurut unsur yang terkandung, pupuk dapat dibedakan sebagai pupuk nitrogen. $ontohnya, pupuk urea, +, NP4, dan lain)lain. -. Pupuk organik dan anorganik Pupuk organik yaitu terdiri atas senya!a)senya!a organik "$, /, &#. Sedangkan pupuk anorganik tersusun atas senya!a)senya!a anorganik.

B. Tujuan *akalah ini bertujuan agar mahasis!a dapat: 1. *engenal berbagai macam pupuk dan dapat membedakannya (. *engetahui sifat masing)masing pupuk dalam hal !arna, bentuk, p/, sifat, higroskopis, kelarutan, kadar hara, macam pupuk. -. *embuat pupuk campur dari pupuk tunggal yang ada. '. Dapat melakukan pengapuran dengan metode S*P dan +l)dd

II TINJAUAN PUSTAKA 1. Pupuk dan Sifat !ifatn"a Pupuk mengenal istilah makro dan mikro. *eskipun belakangan ini jumlah pupuk cenderung makin beragam dengan aneka merek, kita tidak akan terkecoh. +papun namanya dan Negara manapun pembuatnya, dari segi unsur yang dikandungnya tetap saja hanya ada dua golongan pupuk yaitu pupuk makro dan pupuk mikro. Sebagai patokan dalam membeli pupuk adalah unsur yang

dikandungnya. 5ermasuk dalam pengertian ini adalah pemberian bahan kapur dengan maksud untuk meningkatkan p/ tanah yang masam, pemberian legin bersama benih tanaman kacang)kacangan serta pemberian pembenah tanah "soil conditioner) untuk memperbaiki sifat fisik tanah. Demikian pula pemberian urea dalam tanah yang miskin akan meningkatkan kadar N dalam tanah tersebut. Semua usaha tersebut dinamakan pemupukan. Dengan demikian bahan kapur, legin, pembenah tanah dan urea disebut pupuk. Dalam pengertian yang khusus pupuk ialah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih hara tanaman. Dengan pengertian ini, dari kegiatan yang disebutkan di atas hanya urea yang dianggap pupuk karena bahan tersebut yang mengandung hara tanaman yaitu nitrogen. Bahan pupuk selain mengandung hara tanaman umumnya mengandung bahan lain, yaitu: 1. at pemba!a atau karier "carrier#. Double superfosfat "DS#: %at pemba!anya adalah $aS&' dan hara tanamannya fosfor "P#.

(. Senya!a)senya!a lain berupa kotoran "impurities# atau campuran bahan lain dalam jumlah relatif sedikit. *isalnya + "%!a,el%uure

amoniak# sering mengandung kotoran sekitar -. berupa khlor, asam bebas "/(S&'# dan sebagainya. -. Bahan mantel "coated# ialah bahan yang melapisi pupuk dengan maksud agar pupuk mempunyai nilai lebih baik misalnya kelarutannya berkurang, nilai higroskopisnya menjadi lebih rendah dan mungkin agar lebih menarik. Bahan yang digunakan untuk selaput berupa aspal, lilin, malam, !a0 dan sebagainya. Pupuk yang bermantel harganya lebih mahal dibandingkan tanpa mantel. '. Filler "pengisi#. Pupuk majemuk atau pupuk campur yang kadarnya tinggi sering diberi filler agar ratio fertilizer nya dapat tepat sesuai dengan yang diinginkan, juga dengan maksud agar mudah disebar lebih merata.

Higr#!k#pi!ita! adalah mudah tidaknya pupuk menyerap uap air yang ada di udara. Pupuk yang higroskopis kurang baik karena mudah menjadi basah atau mencair bila tidak tertutup. Bila kelembapan udara menurun, pupuk dapat menjadi kering kembali tetapi terjadi bongkah)bongkah yang keras. Pada suhu udara rata)rata berbagai jenis pupuk mulai menarik uap air pada kelembapan nisbi udara lebih dari 67 .. Di 8ndonesia kelembapan nisbi udara rata)rata sekitar 97 ., sehingga pupuk yang mudah menarik air "higroskopis# seperti urea akan menjadi rusak kalau tidak disimpan dengan baik. :ntuk mengurangi higroskopisitas tersebut biasanya pupuk dibuat menjadi butir)butiran sehingga luas permukaan yang menarik air menjadi berkurang. 4adang)kadang butiran

tersebut juga diberi lapisan penahan air, yang hanya dapat menyerap air jika kadar air cukup banyak. Kelarutan, menunjukkan mudah tidaknya pupuk larut dalam air dan mudah tidaknya unsur yang terdapat dalam pupuk diambil oleh tanaman. :mumnya pupuk N dan 4 mudah sekali larut dalam air, sedangkan pupuk P dapat dibedakan menjadi "1# mudah larut dalam air "superpospat#, "(# larut dalam asam sitrat atau ammonium sitrat "1*P ; 1used *agnesium Phosphate# dan "-# larut dalam asam keras "fosfat alam#. Da"a Kri!tali!a!i : Daya kristalisasi kelembaban dimana pupuk tersebut disimpan. +pabila suhu dan kelembaban rendah maka daya pengkristalan pupuk akan tinggi. Daya pengkristalan ini bisa dikurangi dengan pemakaian bahanbahan yang disebut conditioner. $onditioner ini diberikan pada saat pembentukan pupuk. Pupuk Tunggal Pupuk tunggal adalah pupuk yang tersusun atas senya!a)senya!a anorganik dengan kandungan unsur hara utamanya "hara makro# satu macam, misalnya N, P, atau 4. Pupuk K#$p#! Pupuk kompos merupakan bahan)bahan organik yang telah mengalami pelapukan, seperti jerami, alang)alang, sekam padi, dan lain)lain termasuk kotoran he!an. Sebenarnya pupuk hijau dan seresah dapat dikatakan sebgai pupuk kompos. 5etapi sekarang sudah banyak spesifikasi mengenai kompos. Biasanya orang lebih suka menggunakan limbah atau sampah domestik yang berasal dari tumbuh)tumbuhan dan bahan yang dapat diperbaharui yang tidak

tercmpur logam dan plastik. /al ini juga diharapkan dapat menanggulangi adanya timbunan sampah yang menggunung serta megurangi polusi dan pencemaran di perkotaan. Pupuk Kandang Pupuk kandang mempunyai keuntungan sifat yang lebih baik daripada pupuk organik lainnya apalagi dari pupuk anorganik, yaitu : 1. Pupuk kandang merupakan humus banyak mengandung unsur)unsur organik yang dibutuhkan di dalam tanah. &leh karena itu dapat mempertahankan struktur tanah sehingga mudah diolah dan banyak mengandung oksigen. Penambahan pupuk kandang dapat

meningkatkan kesuburan dan poduksi pertanian. /al ini disebakan tanah lebih banyak menahan air lebih banyak sehingga unsur hara akan terlarut dan lebih mudah diserap oleh bulu akar. (. Sumber hara makro dan mikro dalam keadaan seimbang yang sangat penting unuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. :nsur mikro yang tidak terdapat pada pupuk lainnya bisa disediakan oleh pupuk kandang, misalnya S, *n, $o, Br, dan lain)lain. -. Pupuk kandang banyak mengandung mikrooganisme yang dapat membantu pembentukan humus di dalam tanah dan mensintesa senya!a tertentu yang berguna bagi tanaman, sehingga pupuk kandang merupakan suatu pupuk yang sangat diperlukan bagi tanah dan tanaman dan keberadaannya dalam tanah tidak dapat digantikan oleh pupuk lain.

Pupuk %air Pupuk oganik bukan hanya berbentuk padat dapat berbentuk cair seperti pupuk anorganik. Pupuk cair sepertinya lebih mudah dimanfaatkan oleh tanaman karena unsur)unsur di dalamnya sudah terurai dan tidak dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga manfaatnya lebih cepat terasa. Bahan baku pupuk cair dapat berasal dari pupuk padat dengan perlakuan perendaman. Setelah beberapa minggu dan melalui beberapa perlakuan, air rendaman sudah dapat digunakan sebagai pupuk cair. Penggunaan pupuk cair dapat memudahkan dan menghemat tenaga. 4euntungan pupuk cair antara lain : 1. pengerjaan pemupukan akan lebih cepat (. penggunaanya sekaligus melakukan perlakuan penyiraman sehingga dapat menjaga kelembaban tanah -. aplikasinya bersama pestisida organik berfungsi sebagai pencegah dan pemberantas penggangu tanaman. &. Pen'a$puran Pupuk 4emampuan tanah untuk menyediakan nutrien tersedia ber,ariasi besar, juga kebutuhan mineral tanaman yang berbeda cukup ber,ariasi. Dalam rangka menyediakan nutrien bagi bermacam)macam tanaman dengan kebutuhan berbeda, pupuk yang berisi dua atau lebih unsur penting disiapkan dalam berbagai derajat yang berbeda. *ereka dikenal sebagai pupuk campuran, dan dibuat dengan mencampur dua atau lebih pemba!a pupuk yang terpisah. *empersiapkan pupuk campuran dapat di kerjakan dengan cara yang relatif sederhana, khususnya bila campuran terdapat pada derajatr yang rendah

"misalnya pupuk yang mengandung presentase nitrogen yang rendah#. *ereka dibuat dari bahan campuran penting yang cocok dan yang besar menentukan derajat atau susunan yang dinginkan. 5erdapat perlengkapan yang mencampur massa pupuk. Dalam pemakaiannya pupuk buatan terbukti mempunyai kelebihan yang positif daripada pupuk organik, seperti pupuk kandang, air kotoran dari kandang, kotoran manusia dan kompos sebagai berikut "/ardjodinomo, 1<=7#. Dengan pupuk buatan kita dapat memberikan berbagai %at makanan tanaman dalam jumlah dan perbandingan yang kita kehendaki. Pemberian pupuk ke dalam tanah merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah berkurangnya unsur hara dalam tanah yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk dapat dibedakan menjadi pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam adalah pupuk yang langsung didapat dari alam misalnya fosfat alam, pupuk organik "pupuk kandang, kompos, pupuk hijau#, sedangkan pupuk buatan adalah pupuk yang dibuat di pabrik dengan jenis dan kadar unsur haranya sengaja ditambahkan dalam pupuk tersebut dalam jumlah tertentu. Pupuk buatan yang secara umum digunakan dalam usaha pertanian antara lain: :rea, 4, SP)->, 4$l, +, dan 5SP "?ingga P dan *arsono, (777#. 4eadaan unsur hara dalam tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: kecepatan pelapukan mineral tanah, sifat bahan induk, keadaan tanaman yang hidup di atasnya, dan laju pencucian oleh air hujan "@osmarkam, (77(#. :nsur hara dalam tanah dapat menjadi berkurang atau hilang karena 5erserap oleh tanaman dan selanjutnya terba!a keluar ketika panenan berlangsung. Biasanya untuk memupuk beberapa jenis pupuk sengaja

dicampur yang tujuannya akan menghemat !aktu, tenaga dan biaya yang dikeluarkan. Perlu diingat bah!a untuk mencampur pupuk harus hati)hati, karena beberapa pupuk menjadi rusak kalau dicampur atau tidak dapat disimpan lama setelah pencampuran. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam membuat pupuk campur adalah: 1. Pupuk yang akan di campur harus berfasa sama (. 5idak menimbulkan efek campuran yang merugikan tanaman -. Pencampuran pupuk harus dilakukan dalam keadaan kering '. 4andungan haranya harus dihitung 6. 4ekurangan bahan pupuk dapat diisi dengan bahan pengisi yang berbentuk serbuk, tanah kering dan abu gosok. 4euntungan dari pupuk campur ini antara lain: 1. Dapat menggantikan pupuk majemuk NP4 yang relatif mahal (. Dalam sekali pemupukan unsur hara yang diberikan sudah terlengkapi -. *urah harganya, serta meningkatkan kreatifitas pemupukan :nsur hara yg diperlukan tanaman adalah: 4arbon "$#, /idrogen "/#, &ksigen "&#, Nitrogen "N#, 1osfor "P#, 4alium "4#, Sulfur "S#, 4alsium "$a#, *agnesium "*g#, Seng " n#, Besi "1e#, *angan "*n#, 5embaga "$u#, *olibden "*o#, Boron "B#, 4lor "$l#, Natrium "Na#, 4obal "$o#, dan Silikon "Si# "@osmarkam, (77(#. Pemberian pupuk ke dalam tanah merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah berkurangnya unsur hara dalam tanah yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk dapat dibedakan menjadi pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam adalah pupuk yang langsung didapat dari alam

misalnya fosfat alam, pupuk organik "pupuk kandang, kompos, pupuk hijau#, sedangkan pupuk buatan adalah pupuk yang dibuat di pabrik dengan jenis dan kadar unsur haranya sengaja ditambahkan dalam pupuk tersebut dalam jumlah tertentu. Pupuk buatan yang secara umum digunakan dalam usaha pertanian antara lain: :rea, 4, SP)->, 4$l, +, dan 5SP "?ingga dan *arsono, (777#.

(. Pengapuran Pengapuran merupakan salah satu cara untuk memperbaiki tanah yang bereaksi asam atau basa. 5ujuan dari pengapuran adalah untuk menaikkan p/ tanah sehingga karenanya unsur)unsur hara menjadi lebih tersedia,

memperbaiki struktur tanahnya sehingga kehidupan organisme dalam tanah lebih giat, dan menurunkan kelarutan %at)%at yang sifatnya meracuni tanaman dan unsur lain tidak banyak terbuang. 4apur banyak mengandung unsure $a tetapi pemberian kapur ke dalam tanah pada umumnya bukan karena tanah kekurangan unsure $a tetapi karena tanah terlalu masam. &leh karena itu p/ tanah perlu dinaikkan agar unsure)unsur hara seperti P mudah diserap tanaman dan keracunan +l dapat dihindari. Pengertian asam di sini adalah suatu senya!a yang bila di larutkan ke dalam air akan menghasilkan proton atau hidrogen. Sedangkan basa adalah senya!a yang menghasilkan ion hidroksil jika di larutkan dalam air. Di dalam tanah, apabila kepekatan ion hidrogen atau di sebut pula proton yang beredar didalam tanah lebih sedikit, maka rekasi tanah tersebut menjadi asam dan apabila sebaliknya, tanah tersebut menjadi basa. Besarnya tingkat keasaman dan kebasaan tanah di nyatakan dalam bentuk gram mol per liter yang di tulis

dalam

bentuk

pecahan,

misalnya

1A17

gram

molAliter

atau

1A177.777.777.777.777 gram molAliter. +ngka)angka tersebut bisa juga di tulis sebagai angka 17 berpangkat seperti 17 )= "logaritma = negatif#. +ngka log negati,e dari kepekatan ion hidrogen merupakan derajat kemasaman, yaitu reaksi tanah yang di lambangkan dengan p/ singkatan dari Potential of /ydrogen. Derajat kemasaman yang di lambangkan oleh p/ berkisar antara 1 sampai 1'. angka satu menunjukkan kepekatan ion hidrogen pada tanah adalah 17 )1 atau 1A17 gram molAliter, angka dua menunjukkan kepekatan ion hidrogen pada tanah adalah 17 )( atau 1A177 gmolAliter dan seterusnya sampai 1'. Pada angka yang di tunjukkan oleh p/, jika angka lebih kecil dari = "1)=# maka tanah tersebut bersifat masam, dan bila angka lebih besar dari = "=)1'# maka tanah tersebut bersifat basa. Sedangkan untuk tanah normal, angka yang di lambangkan oleh p/ adalah =.

%ara $enentukan kea!a$an tana) :ntuk menetukan tingkat kemasaman tanah, maka alat yang bisa di gunakan di antaranya adalah kertas lakmus dan Soil 5esterAp/ tester. +dapun cara menggunakan alat)alat tersebut adalah sebagai berikut : a#. 4ertas lakmus3 :ntuk kertas lakmus ini, tahap pemakainnya adalah sebagai berikut: 1. +mbil tanah sample yang akan di ukur derajat kemasamannya (. ?arutkan tanah tersebut ke dalam aBuadest "dalam !adah# -. Biarkan tanah terendam sampai airnya bening kembali '. Setelah airnya bening, pindahkah air yang bening ke !adah yang lain.

6. +mbil sedikit kertas lakmus dan celupkan ke dalam air tersebut Setelah beberapa saat, lihat perubahan !arna pada kertas lakmus tersebut dan cocokkan dengan !arna skala pada pembungkus kertas lakmus yang biasanya di lengkapi angka masing)masing p/.

b# Soil tester atau p/ tester3 :ntuk alat ini pemakaiannya cukup mudah, yaitu tinggal menancapkan alat yang mirip pasak ini kedalam tanah sesuai batas yang di anjurkan, kemudian tinggal melihat angka)angka jarum skala yang ada pada bagian atas alat tersebut.

Pangapuran pada tana) $a!a$ Pada umumnya, p/ tanah yang dikehendaki untuk pertumbuhan tanaman agar optimal adalah p/ tanah netral yaitu >,6)=,7 karena pada kondisi p/ netral unsur hara dapat tersedia secara optimal dan mikroorganisme dapat berkambang dengan maksimal "1oth, 1<<6#. :ntuk tanah)tanah yang bersifat masam agar p/)nya meningkat mendekati netral, maka di perlukan pengapuran. Besarnya pengapuran tergantung dari : 1. +ngka p/ tanah yang ingin dicapai (. Cenis kapur yang diberikan yang di nyatakan dengan kandungan setara $a$&-. Besarnya ukuran partikel kapur. Semakin halus kapur, semakin sedikit kapur yang di berikan. '. 4elas tekstur tanah. Semakin tinggi kandungan liat tanah, semakin tinggi kapur yang di berikan.

Sedangkan cara mengapur tanah masam itu sendiri ada beberapa tahap yang harus di lalui dengan susah payah, yaitu : 1. Persiapkan kapur sesuai dosis yang telah di tentukan. (. Bersihkan lahan yang akan di kapur dari rumput atau tanaman pengganggu lainnya. -. $angkul A bajak tanah secara keseluruhan. '. Bagi lahan dalam beberapa petak. *isalnya lahannya adalah satu hektar, maka bagi menjadi '7 petakan, yang berarti tiap petak akan mendapat jatah 1A'7 dosis kapur yang di berikan. 6. Petakan)petakan tersebut dapat di tandai dengan tali atau lainnya, tanda apa sajalah pokoknya yang mau mengapur bisa tahu, terserahlah seperti tester >. 5ebarkan kapur ke seluruh lahan sesuai rencana.

Hal )al "ang perlu di per)atikan dala$ pengapuran tana) $a!a$ Pengapuran pada tanah asam harus memperhatikan beberapa hal yang penting, yaitu : a#. Daktu pengapuran Daktu pengapuran yang paling baik adalah pada saat penghujung musim kemarau, apabila hujan sedang giat)giatnya turun, maka sebaiknya pengapuran janganlah di lakukan. b#. Dosis kapur Sebaiknya dosis yang di berikan jangan sampai berlebihan, karena dapat menyebabkan tanah menjadi basa, jika tanah basa maka harus diberi

belerang, dan hal ini sungguh sangat merepotkan. :ntuk tanah yang terlalu asam, di anjurkan untuk melakukan pengapuran secara bertahap, misalnya setelah pengapuran pertama berjalan ()- minggu kemudian tanah di kapur lagi. Pengapuran 4apur merupakan salah satu bahan mineral yang dihasilkan melalui proses pelapukan dan pelarutan dari batu)batuan yang terdapat dari dalam tanah. *ineral utama penyusun kapur adalah kalsit dan dolomit yang tergolong dalam mineral sekunder. 4apur menurut susunan kimia adalah $a&, tetapi istilah kapur adalah senya!a bentuk karbonat kapur dengan $a$&- dan *g$&- sebagai komponen utarna. Bentuk oksidanya yaitu $a&, dapat dihasilkan dengan memanaskan kalsium karbonat dan menghilangkan

karbondioksidanya. Bentuk hidroksidanya dapat terbentuk dengan membasahi atau menambahkan air pada bentuk oksidanya. 5anah masam umumnya tidak produktif. :ntuk meningkatkan produktifitas tanah tersebut, pemberian kapur adalah cara yang tepat. Beberapa keuntungan dari pengapuran adalah : 1# fosfat menjadi lebih tersedia, (# kalium menjadi lebih efisien dalam unsur hara tanaman, -# struktur tanahnya menjadi baik dan kehidupan organisme dalam tanah lebih giat, '# menambah $a dan *g bila yang digunakan adalah dolomin, dan 6# kelarutan %at)%at yang sifatnya meracun tanaman menjadi menurun dan unsur lain tidak banyak terbuang. Selain tanah)tanah yang bereaksi masam, terdapat pula tanah yang, bereaksi alkalis "basa# dengan derajat p/ lebih dari 9.7. 5anah)tanah demikian perlu diturunkan p/ nya sampai mendekati netral agar permanfaatannya untuk berusaha tani lebih baik. :saha untuk menurunkan p/ pada tanah yang

reaksinya alkalis dapat dilakukan dengan memberikan beberapa bahan, yaitu tepung belerang "S#. $ara pengapuran dengan bahan pengapur untuk menaikkan p/ tanah yang paling umum pada tanah)tanah pertanian yang menghendaki perbaikan derajat keasamannya adalah dengan cara disebar dan disemprotkan. Bila ada kelebihan pemberian kapur, yaitu penambahan kapur melebihi p/ tanah yang diperlukan oleh pertumbuhan optimum tanaman, biasanya tanaman akan memberikan tanggapan terhadap pengapuran akan sangat menderita, terutama pada tahun pertama pemberian kapur. Pemberian kapur dalam jumlah sedang pada tanah berat tidak akan memberikan pengaruh buruk. 5etapi, pada tanah berpasir atau berdebu dan bahan organik rendah jumlah pemberian kapur yang sama menyebabkan banyak tanaman menderita. Pengaruh buruk yang dapat terjadi adalah : 1 # kekurangan besi, mangan, tembaga dan seng, (# 4etersediaan fosfor mungkin menurun karena pembentukan senya!a kompleks dan tidak larut, -# Serapan fostor dan penggunaannya dalam metabolisme tanaman dapat terganggu, '# serapan boron dan penggunaannya dapat terganggu dan 6# perubahan p/ yang meningkat cepat dapat berpengaruh buruk. Dengan begitu kerusakan akibat kelebihan kapur sukar diterangkan secara memuaskan, karena adanya hubungan biokoloidal yang kompleks dalam tanah.

III. HASIL DAN PE*BAHASAN Pupuk adalah bahanAmaterial yang ditambahkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman di dalam tanah, terutama untuk tanah)tanah yang kekurangan unsur hara berdasarkan hasil analisa tanah. Banyak

bahanAmaterial pupuk yang diambil atau dimurnikan langsung dari cadangan mineral alami dalam bumi dan ada pula yang bersifat sintetis atau yang dihasilkan melalui bahanAreaksi kimia tertentu. $ontoh pupuk alami antara lain Sulfur)Phospor)*agnesium "Sulpomag# dan triple super phospat "5SP#, sedangkan pupuk yang sintetis antara lain :rea dan +monium Nitrat. :ntuk mendapatkan hasil yang tinggi dan kualitas yang baik, perlu diusahakan tersedianya persyaratan yang sebaik ; baiknya, agar tanaman tumbuh dengan baik.:ntuk itu perlu diatur sistem pembuangan air, pengolahan tanah yang baik, penggunaan benih yang prima dan penanggulangan secara intensif berbagai rerumputan, penyakit tanaman, hama dan lain

sebagainya.Namun syarat utamanya adalah tanaman harus mendapatkan %at makanan yang cukup selama dalam pertumbuhannya.salah satu %at makanan tersebut adalah pupuk. A. Pengenalan pupuk Bahan organik merupakan salah satu komponen tanah yang sangat penting bagi ekosistem tanah, dimana bahan organik merupakan sumber pengikat hara dan substrat bagi mikrobia tanah. Bahan organik tanah merupakan bahan penting untuk memperbaiki kesuburan tanah, baik secara fisik, kimia maupun biologi.

:saha untuk memperbaiki dan mempertahankan kandungan bahan organik untuk menjaga produkti,itas tanah mineral masam di daerah tropis perlu dilakukan "@osmarkam, (77(#. Bahan organik yang berasal dari sisa tumbuhan dan binatang yang secara terus menerus mengalami perubahan bentuk karena dipengaruhi oleh proses fisika, kimia dan biologi. Bahan organik tersebut terdiri dari karbohidrat, protein kasar, selulose, hemiselulose, lignin dan lemak. Penggunaan pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah dan mendorong perkembangan populasi mikro organisme tanah. Bahan organik secara fisik mendorong granulasi, mengurangi plastisitas dan meningkatkan daya pegang air "/ardjo!igeno, 1<<-#. +pabila tidak ada masukan bahan organik ke dalam tanah akan terjadi masalah pencucian sekaligus kelambatan penyediaan hara. Pada kondisi seperti ini penyediaan hara hanya terjadi dari mineralisasi bahan organik yang masih terdapat dalam tanah, sehingga mengakibatkan cadangan total $ tanah semakin berkurang "/ardjo!igeno, 1<9=#. Peningkatan p/ disebabkan adanya proses dekomposisi dari berbagai jenis bahan organik yang diberikan. /asil perombakan tersebut akan menghasilkan kation)kation basa yang mampu meningkatkan p/. /ardjo!igeno "1<<-# menyatakan bah!a pelapukan pada umumnya terjadi secara geokimia yang terjadi melalui reaksi yang berbeda antara lain oksidasi, reduksi, oksidaksi)reduksi, hidrasi, solusi, dan hidrolisis. /asil akhir sederhana dari perombakan bahan organik antara lain kation)kation basa seperti $a, *g, 4 dan Na.

Pelepasan

kation)kation

basa

ke

dalam

larutan

tanah

akan

menyebabkan tanah jenuh dengan kation)kation tersebut dan pada akhirnya akan meningkatkan p/ tanah. Selanjutnya @ichie "1<9<# menyatakan bah!a peningkatan p/ akibat penambahan bahan organik karena proses mineralisasi dari anion organik menjadi $&( dan /(& atau karena sifat alkalin dari bahan organik tersebut. Cadi dapat dikatakan bah!a pemberian bahan organik dapat meningkatan p/ tanah namun besarnya peningkatan tersebut sangat tergantung dari kualitas bahan organik yang dipergunakan. Perbedaan dalam kecepatan proses dekomposisi dan mineralisasi dari masing)masing jenis bahan organik tersebut pada akhirnya berkorelasi dengan sumbangan $ dan N ke dalam tanah, meskipun dari semua jenis bahan organik yang digunakan termasuk dalam bahan organik yang berkualitas tinggi atau berkategori labil dimana paruh !aktu "turn o,er# berkisar 7,1 ; 7,76 tahun. B. Pen'a$puran pupuk Pupuk campuran dapat di kerjakan dengan cara yang relatif sederhana, khususnya bila campuran terdapat pada derajatr yang rendah "misalnya pupuk yang mengandung presentase nitrogen yang rendah#. *ereka dibuat dari bahan campuran penting yang cocok dan yang besar menentukan derajat atau susunan yang dinginkan. 5erdapat perlengkapan yang mencampur massa pupuk. Dalam pemakaiannya pupuk buatan terbukti mempunyai kelebihan yang positif daripada pupuk organik, seperti pupuk kandang, air kotoran dari kandang, kotoran manusia dan kompos sebagai berikut "/ardjodinomo, 1<=7#. Dalam melakukan pencampuran pupuk maka kita harus menghitung kandungan unsure hara masing ; masing pupuk. Dalam praktikum kali ini

perbandingan NP4 yang digunakanan adalah 9:1(:>. Pupuk yang di gunakan adalah +, SP (7 dan 4$?. Setelah dilakukan perhitungan dapat di ketahui

jumlah kebutuhan pupuk tersebut, yaitu pupuk + 9 gr, pupuk SP (7 >7gr dan 4$l 1( gr. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam membuat pupk campur adalah: 1. Pupuk yang akan di campur harus berfasa sama (. 5idak menimbulkan efek campuran yang merugikan tanaman -. Pencampuran pupuk harus dilakukan dalam keadaan kering '. 4andungan haranya harus dihitung 6. 4ekurangan bahan pupuk dapat diisi dengan bahan pengisi yang berbentuk serbuk, tanah kering dan abu gosok. 4euntungan dari pupuk campur ini antara lain: 1# Dapat menggantikan pupuk majemuk NP4 yang relatif mahal (# Dalam sekali pemupukan unsut hara yang diberikan sudah terlengkapi -# *urah harganya, serta meningkatkan kreatifitas pemupukan Pupuk buatan yang secara umum digunakan dalam usaha pertanian antara lain: :rea, 4, SP)->, 4$l, +, dan 5SP "?ingga dan *arsono, (777#. 4eadaan unsur hara dalam tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: kecepatan pelapukan mineral tanah, sifat bahan induk, keadaan tanaman yang hidup di atasnya, dan laju pencucian oleh air hujan "@osmarkam, (77(#. :nsur hara dalam tanah dapat menjadi berkurang atau hilang karena 5erserap oleh tanaman dan selanjutnya terba!a keluar ketika panenan berlangsung.

%. Pengapuran Pengapuran merupakan salah satu cara untuk memperbaiki tanah yang bereaksi asam atau basa. 5ujuan dari pengapuran adalah untuk menaikkan p/ tanah sehingga karenanya unsur)unsur hara menjadi lebih tersedia,

memperbaiki struktur tanahnya sehingga kehidupan organisme dalam tanah lebih giat, dan menurunkan kelarutan %at)%at yang sifatnya meracuni tanaman dan unsur lain tidak banyak terbuang. Bila ada kelebihan pemberian kapur, yaitu penambahan kapur melebihi p/ tanah yang diperlukan oleh pertumbuhan optimum tanaman, biasanya tanaman akan memberikan tanggapan terhadap pengapuran akan sangat menderita, terutama pada tahun pertama pemberian kapur. Pemberian kapur dalam jumlah sedang pada tanah berat tidak akan memberikan pengaruh buruk. 5etapi, pada tanah berpasir atau berdebu dan bahan organik rendah jumlah pemberian kapur yang sama menyebabkan banyak tanaman menderita.

I+. KESI*PULAN 1. Pengenalan Pupuk a. Sifat fisik pupuk dapat diamati melalui berbagai bentuk, !arna, fase, dosis serta kegunaan yang tercantum dalam kemasan dari tiap)tiap pupuk. b. Sifat pupuk dapat dilihat dari higroskopisitasnya, kelarutannya, keasamannya. c. :rutan pupuk dari yang paling higroskopis adalah :rea, Eandasil + dan B, *utiara, P/&NS4+, dan SP)(7. d. :rutan pupuk dari yang paling asam adalah *utiara, Eandasil + dan B, P/&NS4+, dan SP)(7 &. Pen'a$puran Pupuk Pencampuran pupuk dapat dilakukan secara manual dengan +, :rea, 4$l, +, 4$?,

menggunakan perhitungan yang tepat dan takaran yang pas, sesuai dengan kebutuhan. Dalam praktikum kali ini perbandingan NP4 yang digunakan adalah 9:1(:>. Pupuk yang di gunakan adalah +, SP)(7 dan 4$l. Setelah dilakukan

perhitungan dapat diketahui jumlah kebutuhan pupuk tersebut, yaitu pupuk + 9 gr, pupuk SP (7 >7gr dan 4$l 1( gr. (. Pengapuran a. 5anah masam karena kandungan /F yang tinggi dan banyak ion +?-F yang bersifat masam karena dengan air ion tersebut dapat menghasilkan /F. Di daerah ra!a)ra!a atau tanah gambut, tanah masam umumnya disebabkan oleh kandungan asam sulfat yang tinggi. b. @eaksi tanah dibedakan menjadi kemasaman "reaksi tanah# aktif dan potensial. @eaksi tanah aktif ialah yang diukurnya konsentrasi hidrogen

yang terdapat bebas dalam larutan tanah. @eaksi tanah potensial ialah banyaknya kadar hidrogen dapat tukar baik yang terjerap oleh kompleks koloid tanah maupun yang terdapat dalarn larutan. c. :ntuk menetralkan tanah mineral asam seluas 1 hektar, kedalaman (7 cm mengandung +l ; dd ( meA177gr. Berat jenis tanah 1,( grAcm-. 4ebutuhan +l ; dd1,6 G +l ; dd. Setelah dihitung kapur murni yang di butuhkan adalah -,> ton $a$&- A ha.

DA,TA- PUSTAKA 1oth, /enry D. 1<<6. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. 2ogyakarta: Eadjah *ada :ni,ersity Press. /ardjodinomo, 1<=7. Ilmu Memupuk. Bandung : penerbit Binacipta. /ardjo!igeno, Sar!ono. 1<9=. Ilmu Tanah. Bogor3 $H +kademika pressindo. IIIIIIIIIIIIIIIIIII. 1<<-. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Cakarta: +kademika Pressindo ?ingga dan *arsono. (77=. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Cakarta: Penebar S!adaya. Nurjaya dan Setyorini, D. (77<. Uji Tanah Untuk Menilai Kesu uran Tanah Mendukung Produksi Tanaman! Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan 5eknologi Pertanian Bogor. Bogor. @osmarkam, +fandi. (77(! Ilmu Kesu uran Tanah. 2ogyakarta3 4aninisus.