Anda di halaman 1dari 8

MATERI IPS KELAS 7

January 17, 2014

BAB III PROSES SOSIAL MEMBENTUK KEPRIBADIAN SESEORANG


A. KOMPETENSI DASAR : 2.1 Interaksi Sosial Sebagai Proses Sosial PENGERTIAN PROSES SOSIAL Proses sosial adalah hubungan timbalbalik antara bidang-bidang kehidupan dalam masyarakat melalui interaksi antar individu masyarakat. Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat bila, secara perseorangan atau kelompok, manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut, atau apa yang akan terjadi bila ada perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara lama. Proses sosial diartikan sebagai suatu pengaruh timbal-balik dalam kehidupan bersama. PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL : Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara satu individu dengan individu yang lain, antara individu dengan kelompok atau antara kelompok yang satu dengan kelompok lain. interaksi sosial adalah hubunganhubungan sosial yang dinamis, baik yang menyangkut hubungan antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, maupun antara kelompok dan kelompok lain. Proses interaksi sosial adalah hubungan timbal balik dimana terdapat tujuan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya dalam kehidupan bersama. Kehidupan bersama ini dapat terdiri dari beberapa segi, baik dari segi ideologi, politik, hukum, dan sebagainya. Proses interaksi sosial akan terjadi apabila di antara pihak yang berinteraksi melakukan kontak sosial dan komunikasi. Agar interaksi dapat berlangsung dibutuhkan dua syarat yaitu : 1. adanya kontak sosial 2. adanya komunikasi
Atanasia yayuk Widihartanti

Kontak dapat dibedakan ke dalam dua bagian (Karl Mannheim,2003: 65): Kontak primer adalah kontak yang dikembangkan dalam media tatap muka,

Kontak sekunder terjadi tidak dalam media tatap muka dan ditandai dengan adanya jarak. Kontak Sekunder dapat dibagi lagi ke dalam dua bagian: a. Kontak Sekunder langsung, yaitu kontak yang terjadi antara masingmasing pihak melalui alat tertentu, misalnya telepon, internet, surat, sms, dan lain-lain. b. Kontak Sekunder tidak langsung, yaitu kontak yang memerlukan pihak ketiga. Misalnya, Ahmad minta tolong kepada Fauzi untuk dikenalkan kepada Fatimah.

Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan anara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Komunikasi menjadi salah satu unsur penting bagi terjadinya interaksi sosial.

Ciri dari interaksi sosial : 1. Melibatkan lebih dari satu orang 2. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial 3. Memiliki maksud dan tujuan yang jelas 4. Dinamakan melalui suatu sistem sosial tertentu. 5. Adanya dimensi waktu yang menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung. Macam-macam interaksi: 1. interaksi sosial secara langsung 2. interaksi sosial secara tidak langsung Pola-pola interaksi: 1. interaksi individu dan individu 2. interaksi individu dan kelompok 3. interaksi kelompok dan kelompok
Page 1

MATERI IPS KELAS 7

January 17, 2014

Menurut Gillin dan Gillin, interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan antar orang, antar kelompok, maupun antar individu dengan kelompok manusia. FaktorFaktor yang mempengaruhi interaksi social : 1. Imitasi : imitasi adalah suatu tindakan meniru orang lain, baik dalam hal sikap maupun tingkah laku. 2. Identifikas : identifikasi adalah menjadikan diri seseorang sama persis dengan orang yang diidolakan (kagumi) secara luar dan dalam (penampilan maupun tingkah laku).

3. Simpati : a. simpati adalah kemampuan menempatkan diri berada dalam keadaan orang lain dan merasakan apa yang dirasakan orang lain tersebut. 4. Sugesti : Sugesti adalah pandangan, pendapat, sikap, atau nilai dan norma yang dikemukakan dalam interaksi sosial yang dapat memengaruhi dan mendorong orang untuk memiliki pandangan, pendapat, sikap atau nilai dan norma yang sama.

BAB III PROSES SOSIAL MEMBENTUK KEPRIBADIAN SESEORANG


B. KOMPETENSI DASAR : 2.2 Sosialisasi Sebagai Pembentukan Kepribadian Proses

PENGERTIAN SOSIALISASI Pendapat beberapa ahli sosial mengenai pengertian proses sosialisasi. 1. Krathwohl Proses sosialisasi adalah proses yang mengusahakan seseorang menjadi peka terhadap rangsangan masyarakatnya dan menyesuaikan diri serta berperilaku seperti orang lain dalam masyarakatnya atau kebudayaannya. 2. Laurence Proses sosialisasi adalah proses pendidikan atau latihan seseorang yang belum berpengalaman dalam suatu kebudayaan dan berusaha menguasai kebudayaan sebagai aspek perilakunya. 3. Guire Proses sosialisasi adalah proses penyajian kemungkinan-kemungkinan perilaku perorangan dengan sanksi positif atau negatif yang menyebabkan
Atanasia yayuk Widihartanti

penerimaan orang lain.

atau

penolakan

oleh

4. Lawang, Robert M.Z. Proses sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial. Pengertian lain dari sosialisasi : Sosialisasi: suatu proses belajar seorang anggota kelompok untuk mengenal, menghayati, dan berpartisipasi dalam kelompok di lingkungannya sehingga dia akan merasa menjadi bagian dari kelompoknya tadi. Sosialisasi merupakan proses seseorang mempelajari cara hidup masyarakat untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan nilai, norma, dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat

Page 2

MATERI IPS KELAS 7

January 17, 2014

Sosialisasi adalah suatu proses belajar yang seseorang menghayati (internalisasi) norma-norma sosial di mana ia hidup sehingga menjadi individu yang baik. Sosialisasi adalah suatu proses mempelajari kebiasaan dan tata kelakukan untuk menjadi bagian dari suatu masyarakat. Sosialisasi adalah suatu proses yang membantu individu melalui proses belajar dan menyesuaikan diri, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi adalah proses pembelajaran individu untuk menjalankan peran dan statusnya sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Sosialisasi merupakan sebuah proses yang melaluinya seorang anak belajar bagaimana memainkan peran sosial tertentu sesuai dengan status sosial-nya supaya dapat berpartisipasi dan menjadi anggota dari suatu masyarakat. PENGERTIAN KEPRIBADIAN : Kepribadian adalah ciri watak seorang individu yang konsisten memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang mandiri. Kepribadian adalah sifat dan watak seseorang yang konsisten, yang mencakup kebiasaan, sikap, dan sifat lain yang khas dimiliki seseorang. Menurut Soerjono Soekanto (2003), kepribadian mencakup kebiasaankebiasaan, sikap, dan lain-lain. Sifat yang khas dimiliki seseorang yang berkembang apabila orang tadi berhubungan dengan orang lain. Menurut Cuber (2003), kepribadian sebagai gabungan keseluruhan dari ciri-ciri (sifat-sifat) yang tampak dan dapat dilihat pada seseorang. Menurut Theodore W. Neocomb, kepribadian merupakan organisasi atau himpunan dari sikap- sikap yang dialami
Atanasia yayuk Widihartanti

seseorang sebagai latar belakang dari perilakunya. Menurut Allport, kepribadian merupakan organisasi dinamis dari sistem psikofisik seseorang yang menentukannya dalam mengadakan penyesuaian terhadap lingkungan secara khas. KEPRIBADIAN OLEH : SESEORANG DIBENTUK

1. Faktor Keturunan (Warisan Biologis) Keturunan sangat penting artinya dalam menentukan pembentukan kepribadian seseorang. Hal ini terjadi karena faktor itu secara relatif tidak mengalami perubahan. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki badan yang lemah akan mempunyai sifat rendah diri yang berlebihan. 2. Faktor Lingkungan Alam (Geografis) Faktor geografis dapat menentukan corak kepribadian setiap orang. Lingkungan geografis yang berbeda seperti di pegunungan, pedesaan, tepi pantai, dan perkotaan akan melahirkan kepribadian yang berbeda- beda. Masyarakat yang tinggal di daerah pantai yang panas seringkali menunjukkan kepribadian yang keras dan lugas. Berbeda halnya dengan masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan, kepribadiannya cenderung lebih lembut, ramah, dan penuh basa-basi. Secara nyata, perbedaan tersebut juga tampak pada masyarakat pedesaan dan perkotaan. 3. Faktor Lingkungan Kebudayaan Lingkungan kebudayaan turut memengaruhi pembentukan kepribadian seseorang karena setiap lingkungan kebudayaan memiliki batasan dan aturan tingkah laku tertentu. Aturan tersebut cenderung membentuk pola kepribadian tertentu yang menunjukkan lingkungan kebudayaan tempat seseorang hidup. Seorang anak yang dilahirkan di lingkungan suku Batak akan dididik berdasarkan adat suku Batak tersebut. 4. Faktor Lingkungan Sosial Setiap anggota kelompok memiliki peran yang diwariskan kepada anggota kelompoknya. Kelompok manusia yang
Page 3

MATERI IPS KELAS 7

January 17, 2014

pertama adalah keluarga, tetangga, teman sepermainan, dan lingkungan sekitar. Tiap kelompok itu dihadapkan pada nilai, norma, adat-istiadat, kebudayaan, dan lain sebagainya. Disadari atau tidak, mereka memengaruhi yang lainnya untuk menyesuaikan diri terhadap kelompoknya. Setiap kelompok mewariskan pengalaman khas yang tidak diberikan oleh kelompok lain sehingga timbullah kepribadian yang khas dari anggota masyarakat tersebut. 5. Pengalaman kelompok dan individu Sepanjang hidup, manusia pasti berada dalam kelompok. Mulai dari kelompok keluarga, yang merupakan kelompok pertama yang dikenal, sampai kepada kelompok-kelompok di luar keluarga yang banyak sekali jumlahnya. Karena itu, perkembang-an kepribadian manusia juga dipengaruhi oleh kelompok-kelompok yang diikutinya. 6. Pengalaman yang unik dari individu Sering kita dapati, anak-anak yang berasal dari keluarga yang sama, dibesarkan dalam kebudayaan yang sama serta mempunyai lingkungan fisik yang sama pula, tetapi mempunyai kepribadian yang berlainan. Hal itu terjadi karena mereka tidak mendapatkan pengalaman yang sama. Mereka pernah mendapatkan pengalaman yang serupa dalam beberapa hal dan berbeda dalam beberapa hal lainnya. Pengalaman yang dihadapi setiap orang unik. Tidak ada pengalaman dua orang yang sama secara sempurna. SECARA UMUM PROSES SOSIALISASI DIBEDAKAN MENJADI DUA MACAM, YAITU : Sosialisasi primer adalah sosialisasi pertama yang dalani individu semasa kecil yaitu anak usia antara 0 4 tahun.

Sosialisasi sekunder, yaitu sosialisasi di luar lingkungan keluarga yang merupakan kelanjutan dan perluasan sosialisasi primer. Tahapan sosialisasi dalam pembentukan kepribadian seseorang : 1. Sosialisasi dalam keluarga 2. Sosialisasi dengan teman sepermainan 3. Sosialisasi dengan lingkungan sekolah TUJUAN SOSIALISASI : 1. Memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi kehidupan di masyarakat. Sekolah merupakan media sosialisasi dalam proses transfer pengetahuan. 2. Mengembangkan kemampuan seseorang agar dapat berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Seorang yang mengajarkan cara berbicara yang sopan, merupakan contoh sosialisasi untuk tujuan ini. 3. Menanamkan nilai-nilai dan norma bertingkah laku Sesuai dengan nilai, norma, dan kepercayaan yang ada pada masyarakat. Anak kecil yang dididik mengaji dan memahami ilmu agama merupakan contoh sosialisasi untuk tujuan ini. 4. Untuk memahami peranan dan status social masing-masing. Orangtua mengajarkan anak tentang peran dia sebagai seorang anak, laki-laki ataupun perempuan merupakan contoh sosialisasi Untuk tujuan ini. Faktor budaya yang secara langsung mempengaruhi kepribadian seorang individu : 1. Faktor kedaerahan dimana seseorang bertempat tinggal; 2. Cara hidup; 3. Budaya khusus berdasarkan pada kelas sosial; 4. Dasar agama; dan 5. Profesi.

BAB III PROSES SOSIAL MEMBENTUK KEPRIBADIAN SESEORANG C. KOMPETENSI DASAR : 2.3 Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Atanasia yayuk Widihartanti Page 4

MATERI IPS KELAS 7

January 17, 2014

PENGERTIAN PROSES ASOSIATIF DAN DISOSIATIF Proses asosiatif adalah proses yang cenderung menciptakan persatuan dan meningkatkan solidaritas di antara masing anggota kelompok. Proses disosiatif adalah proses yang cenderung menciptakan perpecahan dan merenggangkan solidaritas di antara masing-masing anggota kelompok. Soeryono Soekanto membagi proses interaksi sosial itu ke dalam dua jenis proses interaksi ; 1. Proses-proses yang sifatnya asosiatif 2. Proses-proses yang sifatnya disosiatif. Proses Interaksi yang Asosiatif : Proses interaksi yang asosiatif adalah proses sosial yang mengarah pada bentuk kerjasama dan persatuan. Macam Proses interaksi yang sifatnya asosiatif : 1. Kooperasi / kerjasama kooperasi adalah bentuk interaksi sosial yang dibangun dengan maksud untuk mencapai tujuan bersama. Motivasi-motivasi yang mendorong orang melakukan kerja sama : a. Adanya orientasi perorangan terhadap kelompoknya sendiri. b. Adanya ancaman dari luar. c. Rintangan yang dihadapi anggota untuk mencapai cita-cita kelompok. d. Kelompok merasa dirugikan ketika hal-hal yang mendasar diusik oleh orang lain atau kelompok lain. e. Keinginan mendapatkan keuntungan atau memiliki pamrih tertentu kerja sama mempunyai beberapa macam bentuk : a. Kerukunan adalah hidup berdampingan secara damai dan melakukan kerjasama secara bersamasama. b. Tawar-menawar (bargaining) Tawar-menawar adalah bentuk perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.
Atanasia yayuk Widihartanti

Bargaining adalah perjanjian mengenai tawar-menawar atau pertukaran barang dan jasa antarindividu atau antarkelompok.

c. Kooptasi Kooptasi adalah kerjasama dalam bentuk mau menerima pendapat atau ide orang atau kelompok lain. Hal itu diperlukan agar kerjasama dapat berlanjut dengan baik. Cooptation adalah suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari kekacauan. d. Koalisi Koalisi adalah bentuk kerjasama antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai kesamaan tujuan. Koalisi dilakukan agar memperoleh hasil yang lebih besar. Coalition adalah kombinasi antar dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama e. Joint venture Joint venture adalah bentuk kerjasama yang dilakukan oleh beberapa perusahaan. Dengan joint venture diharapkan hasil atau keuntungan yang diperoleh dari sebuah usaha akan lebih besar. Joint venture adalah kerja sama dalam pengusahaan proyekproyek tertentu dengan perjanjian pembagian keuntungan menurut porsi masing-masing yang disepakati. 2. Akomodasi, Akomodasi dipahami sebagai usaha manusia untuk meredakan ketegangan (konflik) demi mencapai keadaan yang stabil. Adapun tujuan dari akomodasi adalah: 1) Mengurangi pertentangan antara orang-perorangan atau kelompok akibat adanya perbedaan paham.
Page 5

MATERI IPS KELAS 7

January 17, 2014

2) Mencegah meledaknya suatu pertentangan dalam sementara waktu yang memungkinkan kerjasama antara kelompokkelompok 3) sosial sebagai akibat faktor sosial, psikologis, dan budaya. Mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah. Berdasarkan pelaksanaannya, akomodasi dapat dibedakan menjadi : 1) Paksaan/coercion : Coersion adalah bentuk akomodasi yang dilakukan dengan kekerasan dan paksaan. Paksaan merupakan bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya unsur paksaan. Paksaan merupakan bentuk akomodasi dengan salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah dibandingkan dengan pihak lawan. 2) Kompromi/compromise : Compromise adalah akomodasi yang dilakukan dengan cara masing-masing kelompok yang berselisih bersedia mengurangi tuntutannya sehingga terjadi kesepakatan damai. Kompromi adalah bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. 3) Penengah/arbitration : Arbitration adalah akomodasi yang dilakukan dengan cara menghadirkan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak dimana memiliki kedudukan lebih tinggi daripada pihak yang bertikai. Keputusan yang diambil oleh pihak ketiga bersifat mengikat. Contoh terjadi perselisihan antara Niko dan Anton, keduanya meminta bantuan kepada guru BP.
Atanasia yayuk Widihartanti

Penengah (arbitration) atau pihak ketiga merupakan suatu cara untuk mencapai kompromi apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapai penyelesaian. Pertentangan diselesaikan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak yang bertentangan.

4) Mediasi/mesiation : Mediation adalah akomodasi yang dilakukan dengan cara menghadirkan pihak ketiga sebagai penasihat. Contoh peran kepala desa dalam mendamaikan pertengkaran tetangga. Mediasi menyerupai penengah. Pada mediasi hadirnya pihak ketiga hanya sebagai penasihat belaka. Tugas pihak ketiga adalah memberi nasihat agar para pihak yang bertikai menemukan penyelesaian untuk selanjutnya melakukan perdamaian. 5) Konsilisasi/consilliation : Conciliation adalah akomodasi yang dilakukan dengan cara mempertemukan keinginankeinginan pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan atau kesepakatan bersama. Konsilisasi adalah suatu usaha mempertemukan keinginankeinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu tujuan bersama 6) Toleransi/toleration : Toleration adalah bentuk akomodasi satu pihak menerima pihak lain tanpa adanya persetujuan formal. Contoh pertikaian antara dua keluarga yang berakhir karena masing-masing pihak memahami keadaannya. Kesabaran suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang resmi. Pada usaha ini pihak yang berselisih
Page 6

MATERI IPS KELAS 7

January 17, 2014

menyadari betapa berselisih itu tidak bermanfaat. Secara perlahan-lahan perselisihan diharapkan akan hilang atau setidaknya berkurang. 7) Terperangkap/skakmat/stalemate : Stalemate adalah bentuk akomodasi masing-masing pihak menghentikan pertikaian karena memiliki kekuatan yang seimbang. Contoh antara Amerika dan Rusia mengenai persenjataan nuklir. Terperangkap (skakmat) hingga tak dapat bergerak lagi adalah suatu bentuk akomodasi di mana dua pihak yang sedang berselisih yang mempunyai kekuatan seimbang berhenti pada suatu titik tertentu 8) Keputusan pengadilan/adjudication : Ajudication adalah bentuk akomodasi yang dilakukan melalui pengadilan. Keputusan pengadilan adalah penyelesaian perselisihan melalui jalan pengadilan. Hal ini dilakukan karena kedua belah pihak mengalami kesulitan mencari jalan damai. 3. Asimilasi, Asimilasi dipahami sebagai penggabungan dua kebudayaan yang berbeda dan berangsur-angsur berubah menjadi satu kebudayaan baru di mana ciri khas kebudayaan masing-masing menghilang. Menurut Koentjaraningrat, terdapat beberapa syarat terjadinya asimilasi : 1) Adanya kelompok-kelompok manusia yang dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. 2) Adanya interaksi langsung secara intensif dalam kurun waktu yanglama. 3) Akibatnya, masing-masing kebudayaan berubah sifat dan wujudnya menjadi kebudayaan campuran. 4. Akulturasi.
Atanasia yayuk Widihartanti

Akulturasi adalah penggabungan dua kebudayaan yang berbeda, tetapi unsurunsur khas dari masing-masing kebudayaan tersebut masih dipertahankan. Akulturasi adalah keadaan dimana unsurunsur kebudayaan asing lambat laun diterima dan diolah ke dalam budaya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian budaya asal. Proses Interaksi yang Disosiatif : Proses disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang dapat merenggangkan hubungan solidaritas antar individu. Macam-macam proses disosiatif : 1. Persaingan/kompetisi Persaingan adalah bentuk usaha yang dilakukan agar memperoleh kemenangan atau hasil yang lebih tanpa menimbulkan benturan fi sik. Kompetisi atau persaingan adalah suatu bentuk perjuangan social yang berlangsung secara damai. Kompetisi bisa berubah menjadi konflik bila salah satunya merasa frustasi dalam kompetisi tersebut, kemudian berupaya untuk menjatuhkan lawannya sekalipun dengan cara yang sangat kasar. Kompetisi mempunyai dua tipe umum : 1) Kompetisi Pribadi Kompetisi pribadi melibatkan satu individu dengan individu lain yang secara langsung bersaing untuk mendapatkan sesuatu. Misalnya Dino dan Tatang bersaing untuk mendapatkan hati Clara atau persaingan antarkaryawan untuk mendapatkan posisi yang bagus. Kompetisi-kompetisi di atas dinamakan rivalry. 2) Kompetisi Kelompok Kompetisi kelompok merupakan persaingan yang melibatkan berbagai pihak secara berkelompok. Bentuk kompetisi ini dapat dilihat pada setiap pertandingan seperti pertandingan voli, sepak bola, dan basket. Namun, dapat pula terjadi pada dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan suatu yang berharga.
Page 7

MATERI IPS KELAS 7

January 17, 2014

Beberapa bentuk persaingan antara lain : 1) persaingan ekonomi, 2) persaingan kebudayaan, 3) persaingan kedudukan dan peranan, 4) persaingan ras. 2. Kontravensi Kontraversi adalah suatu bentuk proses social yang berada di antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ini ditandai oleh gejala-gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian atau keraguan terhadap kepribadian seseorang. Kontraversi merupakan suatu sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan suatu golongan tertentu. Berdasarkan tingkatannya, kontravensi dibedakan menjadi beberapa macam bentuk. Bentuk-bentuk tersebut menurut Leopold Von Wiese dan Howard Becker : 1) Kontravensi umum, meliputi perbuatan-perbuatan seperti penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalanghalangi, protes, gangguan-gangguan, kekerasan, dan pengacauan rencana orang lain. 2) Kontravensi sederhana, seperti menyangkal pernyataan orang lain di

muka umum, memaki-maki orang lain melalui surat-surat selebaran, mencerca, memfitnah, dan melemparkan beban pembuktian kepada pihak lain. 3) Kontravensi intensif, seperti penghasutan, penyebaran desasdesus, dan mengecewakan pihak-pihak lain. 4) Kontravensi rahasia, antara lain mengumumkan rahasia pihak lawan dan pengkhianatan. 5) Kontravensi taktis, misalnya mengejutkan lawan dan mengganggu membingungkan pihak lain. 3. Pertentangan/konflik Pertentangan atau konflik adalah proses interaksi sosial di mana beberapa individu atau kelompok berusaha memperoleh sesuatu yang diinginkan dengan cara menekan, menghancurkan, atau mengalahkan lawan. Konflik atau pertentangan adalah kompetisi yang hebat sehingga menimbulkan pertentangan karena diiringi dengan rasa benci, emosi, dan marah. Masing-masing pihak yang bertikai berupaya untuk saling menyerang, melukai, merusak, dan memusnahkan lawannya. Contohnya, tawuran antarpelajar, perang antaretnis.

Atanasia yayuk Widihartanti

Page 8