Anda di halaman 1dari 16

January 17,

2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 1

BAB IV
MENGENALI PERKEMBANGAN LINGKUNGAN

A. PETA, ATLAS DAN GLOBE

1. PETA
PENGERTIAN PETA
Peta adalah gambaran nyata/konvensional
tetang permukaan bumi pada bidang datar yang
diperkecil
Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh
wilayah di permukaan bumi dengan berbagai
kenampakannya pada bidang datar yang
diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.
Peta ialah gambaran sebagian atau seluruh
permukaan bumi di atas bidang datar dalam
skala tertentu.
Peta adalah gambaran konvensional dan
selektif dari muka bumi atau benda di angkasa,
beserta data-data terkait, dengan ukuran lebih
kecil dan dibuat pada bidang datar.
o Konvensional berarti simbol dan lambang
yang digunakan pada peta telah disepakati
oleh ahli-ahli kartografi di dunia.
o Selektif berarti peta hanya menampilkan
sebagian informasi dari kenampakan
permukaan bumi.
Ilmu yang mempelajari tentang peta disebut
kartografi.
Ahli membuat peta disebut kartografer.

SYARAT PETA YANG BAIK
1. Konform, yaitu bentuk peta yang digambar
harus sebangun dengan keadaan yang
sebenarnya di lapangan.
2. Ekuidistan, yaitu jarak di peta jika dikalikan
dengan skalanya harus sama dengan jarak
sebenarnya di lapangan.
3. Ekuivalen, yaitu daerah atau bidang yang
digambar di peta setelah diperhitungkan
dengan skalanya, harus sama dengan keadaan
sebenarnya di lapangan.

UNSUR UNSUR KELENGKAPAN PETA
1. Judul peta
Judul pada peta menunjukkan wilayah,
daerah, negara mana yang terdapat dalam
gambar tersebut, ditulis harus jelas dan
sesuai antara judul serta gambaran
wilayahnya.
2. Skala peta
Skala peta adalah perbandingan jarak dip
eta dengan jarak sebenarnya di lapangan
Skala peta adalah angka yang menunjukkan
perbandingan jarak pada peta dan jarak
sesungguhnya di muka bumi
Skala adalah perbandingan antara jarak
dua buah titik (tempat) di peta dengan
jarak sesungguhnya di lapangan.

Macam skala peta :
1) Skala angka/numeric
- Skala berbentuk angka atau
pecahan yang ditulis mendatar,
misalnya 1:1.000.000 menunjukkan
1 cm di peta sama dengan
1.000.000 cm di lapangan. Artinya,
jarak antara dua titik pada peta
sama dengan satu per sejuta dari
jarak kenampakan di lapangan.
Makin besar angka pembagi atau
penyebut pecahan itu, berarti
makin kecil skala peta.
Skala angka adalah skala yang
dinyatakan dalam bentuk angka, baik
angka bulat maupun angka pecahan.
Skala angka dalam bentuk pecahan
disebut skala pecahan (representative
fraction).

2) Skala garis/grafis
- Skala dinyatakan juga dengan garis,
misalnya:





Artinya, jarak 0-10 pada peta sama
dengan jarak 10 km di lapangan.
Makin panjang potongan garis itu,
makin besar skala peta tersebut.

3) Skala verbal
- Skala verbal adalah skala yang
dinyatakan secara verbal atau
dengan kalimat. Contoh: 1 inch to
1 mile
Skala itu berarti 1 inci pada peta
menyatakan jarak 1 mil di
lapangan. Bila 1 mil = 63.360 inci,
maka skala dalam bentuk angka
adalah 1 : 63.360.

3. Legenda peta
Legenda adalah bagian peta yang memuat
keterangan dari simbol-simbol yang terdapat
pada

4. Orientasi peta/petunjuk arah
Arah yang ditunjukkan dengan gambar panah
lazimnya arah utara yang digambarkan dengan
panah ditambah huruf (U) di ujungnya. Yang
lazim pula arah utara adalah arah atas di peta.
Ada juga peta yang arah utaranya tidak tepat
di atas.

5. Inset peta
Inset merupakan peta yang berukuran lebih
kecil dari peta utama.
Inset dapat dibedakan menjadi dua.
a. Inset yang berupa gambar lebih luas
dari gambar utama. Inset jenis ini
digunakan untuk menjelaskan letak
daerah yang digambarkan terhadap
wilayah di sekitarnya.
b. Inset dengan gambar yang lebih sempit
yang digunakan untuk memperjelas
bagian wilayah tertentu pada peta.

6. Garis astronomis ( garis lintang dan garis bujur
)
0 10 20 30 40 50 Km
1 Cm
January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 2

Garis lintang pada peta dimulai dari garis
khatulistiwa yang diberi tanda 0. Garis
khatulistiwa memisahkan belahan bumi
utara dengan belahan bumi selatan. Garis-
garis lintang yang lain sejajar dengan
khatulistiwa. Oleh karena itu, garis itu
dinamakan juga garis parallel,(sejajar).
Garis ini juga disebut lalitude. Garis lintang
di belahan utara dinamakan Lintang Utara
(LU), dari 1 LU - 90 LU (kutub utara =
KU). Di belahan selatan dinamakan Lintang
Selatan (LS), dari 1 LS - 90 LS (kutub
selatan = KS).
Garis bujur ( meridian / longitude ) pada
peta berbentuk garis lurus atau lengkung
dari utara ke selatan. Garis bujur yang
melalui Kota Greenwich dekat London
ditetapkan sebagai garis bujur 0. Di
sebelah timur garis 0 adalah Bujur Timur
dan di sebelah baratnya adalah Bujur
Barat, kedua garis bujur itu sampai 180.

7. Tahun pembuatan, penerbit
Keadaan geografi bersifat dinamis. Tahun
pembuatan peta perlu ditulis, agar pembaca
mengetahui kapan peta bersangkutan dibuat.

8. Sumber peta
Sumber peta menunjukkan dari mana peta
didapatkan atau nama badan/instansi pembuat
peta tersebut. Pencantuman sumber peta
menunjukkan keabsahan peta bersangkutan.
Badan pemetaan di Indonesia misalnya
Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survei dan
Pemetaan Nasional) dan Jawatan Topografi
Angkatan Darat.

9. Garis kontur
Kontur adalah garis yang menghubungkan
tempat-tempat yang sama ketinggiannya dari
permukaan laut. Kontur tidak pernah bertemu.
Dengan garis kontur, pembaca peta dapat
mengetahui tinggi rendah suatu tempat.

10. Proyeksi peta
Untuk memperkecil kesalahan, pemindahan
gambar peta ke bidang datar dilakukan secara
sistematis dan matematis, yaitu dengan
proyeksi. Beberapa jenis proyeksi adalah:
proyeksi azimutal, proyeksi silinder, dan
proyeksi kerucut. Cara proyeksi diinformasikan
pada gambar peta bersangkutan melalui
informasi proyeksi peta.

11. Warna dan tulisan
Penggunaan warna pada peta bertujuan untuk
membedakan keadaan wilayah, ketinggian,
kedalaman, dan sebagai unsur estetika.
Misalnya: kuning menunjukkan dataran tinggi.
Warna cokelat menunjukkan adanya
pegunungan, dan lain sebagainya.
Tulisan (lettering) digunakan pada keterangan
serta mempertegas simbol. Umumnya dipilih
huruf cetak standar yang representatif sesuai
ukuran peta. Misalnya huruf cetak untuk
menuliskan judul peta, huruf bersirip miring
untuk menuliskan keterangan kenampakan air
(sungai, danau, laut).

JENIS PETA
O Jenis peta berdasarkan isinya
^ Peta umum adalah peta yang menggambarkan
seluruh kenampakan di permukaan bumi, baik
berupa kenampakan alam maupun kenampakan
budaya. Kenampakan alam dapat berupa
sungai, danau, laut, maupun bentang lahan.
Kenampakan budaya dapat berupa jalan raya,
jalan kereta api, pemukiman, dan sebagainya.
o Peta umum dapat dibedakan sebagai
berikut.
1) Peta dunia, yaitu peta yang berfungsi
memberikan informasi letak dan
bentuk wilayah setiap negara di dunia.
2) Peta korografi, yaitu peta yang
memberikan gambaran seluruh atau
sebagian permukaan bumi yang
bercorak umum dan berskala kecil.
3) Peta topografi, yaitu peta yang
memberikan gambaran tentang
permukaan bumi dan reliefnya.

^ Peta khusus adalah peta yang di dalamnya
hanya menggambarkan satu aspek dari gejala
di permukaan bumi. Peta ini disebut juga
sebagai peta tematik karena hanya
menggambarkan tema tertentu yang ada di
permukaan bumi. Contoh dari peta tematik
antara lain peta kepadatan penduduk, peta
penggunaan lahan, peta persebaran hasil
tambang, peta jaringan jalan, dan sebagainya.

JENIS PETA BERDASARKAN BENTUKNYA
1. Peta datar (peta planimetri)
Peta datar adalah peta yang dibuat pada bidang
datar, seperti kertas, kain, kanvas, maupun triplek.
Perbedaan kenampakan di daratan maupun di
lautan digambarkan dengan menggunakan
perbedaan warna atau simbol lain.

2. Peta timbul (peta relief)
Peta timbul atau peta relief adalah peta yang
dibuat sesuai dengan bentuk sebenarnya di
permukaan bumi. Peta ini dibuat secara tiga
dimensi sehingga gunung nampak menjulang,
sedangkan dataran rendah dan lembah nampak di
bawahnya.

3. Peta digital
Peta digital adalah peta yang dibuat dengan alat
bantu komputer. Data dalam penggambaran peta
disimpan dalam suatu disket, CD, atau hard disk.
Gambar peta ditayangkan melalui monitor
komputer. Program yang digunakan dalam
penggambaran peta ini dapat menggunakan
program map info dan arc info.

O Jenis peta berdasarkan skalanya
1. Peta kadaster, skala 1:100 < 1:5.000.
2. Peta skala besar, skala 1:5.000 < 1:250.000.
3. Peta skala sedang, skala 1:250.000 <
1:500.000.
4. Peta skala kecil, skala 1:500.000 <
1:1.000.000.





January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 3

SIMBOL GEOGRAFI PADA PETA
O Pada peta akan ditemui gambar-gambar berupa
symbol yang mewakili kenampakan yang ada di
permukaan bumi.
1. Kenampakan hipsografi
Kenampakan relief merupakan nama lain
kenampakan hipsografi. Kenampakan ini berupa
bentang alam daratan, seperti pegunungan,
dataran tinggi, dataran rendah, bukit, lembah,
dan lain-lain. Untuk menunjukkan kenampakan
hipsografi pada peta digunakan simbol warna,
yaitu warna cokelat.
Contoh penggolongan warna berdasarkan
kenampakan hipsografi sebagai berikut:
o Hijau tua 0 m - 200 m
o Hijau muda 200 m - 500 m
o Kuning 500 m - 1000 m
o Cokelat muda 1.000 m - 2.000 m
o Cokelat tua 2.000 m - 3.000 m
o Cokelat sangat tua 3.000 m - 4.000 m
o Putih > 4.000 m

2. Kenampakan hidrografi
o Hidrografi, yaitu bentuk muka bumi berupa
perairan, seperti lautan, laut, selat, teluk,
sungai, danau, dan sebagainya. Nama-nama
perairan dalam peta biasanya ditulis
dengan menggunakan huruf miring (italic).
Sedangkan sebagai simbol kedalaman dari
perairan tersebut ditunjukkan oleh warna
biru yang bertingkat-tingkat, mulai dari
warna biru keputih-putihan (biru sangat
muda), biru muda, biru, biru tua, sampai
biru kehitaman. Tingkatan warna itu
disesuaikan dengan kedalaman perairan
tersebut. Pada setiap peta kadangkala
terdapat perbedaan penggolongan warna
biru. Hal ini disesuaikan dengan besar
gambar dan tujuan pembuatan peta
tesebut.
o Contoh penggolongan warna berdasarkan
kedalaman perairan :
- Biru keputih-putihan 0 m 200 m
- Biru muda 200 m 2.000 m
- Biru tua 2.000 m 4.000 m
- Biru kehitaman > 4.000 m

3. Kenampakan buatan manusia
^ Pada peta, kenampakan buatan manusia,
seperti jalan, rel kereta api, kota,
bangunan, dan lain-lain menggunakan
warna merah atau warna hitam dipadu
dengan simbol garis dan titik. Warna merah
digunakan untuk kenampakan kota atau
jalan, sedangkan warna hitam sering
digunakan untuk menunjukkan bangunan,
dam, dan lain-lain.
^ Selain itu terdapat simbol-simbol khusus
untuk menunjukkan kenampakan-
kenampakan lainnya, seperti menggunakan
bentuk mini dari kenampakan tersebut.
Kenampakan rumah sakit diberi simbol
tanda palang merah (redcross) atau tempat
tidur, warung makan atau restoran
disimbolkan dengan gambar sendokgarpu,
kota pelabuhan dengan gambar menara,
dan sebagainya. Contoh simbol
kenampakan buatan manusia sebagai
berikut.

SIMBOL PETA DIBEDAKAN MENJADI 3 MACAM YAITU

BENTUK
SIMBOL
WUJUD SIMBOL
PICTORAL GEOMETRIK HURUF/ANGKA
TITIK

Pelabuhan Udara Pelabuhan Udara PU Pelabuhan Udara



Gedung Sekolah Gedung sekolah GS Gedung sekolah



Gedung Museum O Kota Kecil GM Gedung Museum

Gereja


Gunung aktif G Gereja

Masjid Kota Besar M Masjid
GARIS
Jalan Raya O Ibukota provinsi JR Jalan Raya



Jalan kereta api Ibukota negara KA Jalan Kereta api



Sungai V Gereja S sungai
+-+-+-+-+ Batas negara L masjid BN Batas Negara
++++++++ Batas propinsi BP Batas provinsi
AREA



Dataran Rendah


Dataran Rendah DR Dataran rendah



Perkebunan kopi

Perkebunan Kopi PK Perkebunan Kopi
January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 4


FUNGSI PETA
1. Menyajikan informasi tentang suatu tempat
secara keruangan. Contoh: letak serta jarak,
luas dan bentuk, arah dan kemiringan.
2. Menggambarkan kenampakan bentang alam
dan budaya di muka bumi. Contoh:
persebaran alami dan nonalami.
3. Memberikan informasi gejala geografis di atas
permukaan bumi

O ARYONO PRIHANDITO dalam bukunya
KARTOGRAFI, membedakan fungsi peta
menjadi empat, yaitu:
1) Menunjukkan posisi atau lokasi relatif.
Peta berfungsi untuk menunjukkan letak
suatu tempat berdasarkan titik acuan
tertentu di muka bumi.
2) Menunjukkan jarak antarkota atau luas
daerah di muka bumi.
3) Memperlihatkan bentuk atau dimensi
kenampakan tertentu, seperti aliran
sungai dan gunung dapat terlihat di dalam
peta.
4) Mengumpulkan dan menyeleksi data-data
dari suatu daerah dan menyajikannya di
dalam peta. Dalam penyajiannya, simbol-
simbol digunakan sebagai wakil dari data-
data tersebut. Dalam hal ini, Kartografer
dapat menganggap simbol tersebut
dimengerti oleh pemakai peta.

2. ATLAS

PENGERTIAN ATLAS
Atlas adalah nama dewa orang Yunani. Dewa ini
memegang bumi di atas pundaknya. Selanjutnya
nama atlas digunakan untuk memberi nama
kumpulan peta-peta yang dirancang untuk
disimpan dalam bentuk jilid (buku) atau dalam
keadaan lepas-lepas, tetapi dikumpulkan menjadi
satu.

JENIS ATLAS
O Atlas berdasarkan wilayah
1. Atlas alam semesta, yaitu atlas yang
menyajikan gambaran letak dan gerakan dari
planet. Misalnya, gambaran peredaran bumi
mengelilingi matahari, posisi bulan, gerhana
bulan, dan sebagainya.
2. Atlas dunia, yaitu atlas yang menyajikan
gambaran informasi fisik dan hasil-hasilnya
dari berbagai negara. Atlas ini juga
memberikan gambaran kemajuan
pembangunan berbagai negara.
3. Atlas nasional, yaitu atlas yang menampilkan
keterpaduan kondisi geografi fisik dan hasil-
hasilnya yang mencirikan suatu negara.
4. Atlas regional, yaitu atlas yang menyajikan
gambaran mengenai aspek geografi dari suatu
provinsi.
5. Atlas kota, yaitu atlas yang menyajikan
informasi tentang kondisi geografis suatu
kota.

O Atlas berdasarkan tujuan
1. Atlas referensi, yaitu atlas yang dibuat untuk
kepentingan referensi. Atlas ini didesain
untuk membantu pengguna dalam
menentukan kenampakan-kenampakan
geografis atau untuk kepentingan politik
(batas negara) dan juga untuk kepentingan
perjalanan serta untuk perencanaan wilayah.
2. Atlas wisata, yaitu atlas yang menunjukkan
tempat dan jenis wisata yang ada dalam suatu
negara.
3. Atlas pendidikan, yaitu atlas yang didesain
untuk keperluan pendidikan. Atlas ini
menyajikan informasi tentang persebaran
fenomena geografi fisik, seperti relief, iklim,
fauna, dan juga memberikan informasi
tentang hasil bumi, kepadatan penduduk,
persebaran daerah industri, dan sebagainya.

O Atlas berdasarkan isi
1. Atlas umum, yaitu atlas yang memberikan
informasi geografi secara umum. Misalnya,
atlas pelajar atau atlas dunia.
2. Atlas tematik, yaitu atlas yang memberikan
informasi tentang satu fenomena tertentu.
Misalnya, atlas wisata.

KOMPONEN PADA ATLAS
1. Daftar isi
Daftar isi memuat judul-judul peta dengan
disertai halamannya. Daftar isi akan memudahkan
pengguna dalam memilih peta yang diinginkan.
2. Keterangan
Atlas dapat memuat berbagai jenis peta baik yang
berupa peta tematik maupun peta umum.
Keterangan dalam atlas yang dimaksud adalah isi
dari atlas tersebut.
3. Indeks
Pada bagian belakang dari atlas terdapat indeks
yang berfungsi untuk memudahkan pengguna
dalam mencari letak suatu tempat atau objek.
Misalnya, mencari letak Kota Sidoarjo. Dalam
indeks tertulis Sidoarjo 37 E.2. Artinya letak Kota
Sidoarjo pada atlas, yaitu halaman 37 kolom E
(garis antarbujur) dan baris 2 (garis antarlintang).

SIFAT ATLAS
1) menarik, artinya atlas menarik orang
untukmembacanya.
2) informatif, artinya informasi yang ditampilkan
jelas, mudah, dan aktual.



Perkebunan Teh

Perkebunan teh PT Perkebunan Teh



Wisata Bahari

Wisata Bahari WB Wisata Bahari



Peternakan Sapi

Peternakan Sapi PS Peternakan Sapi
January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 5

3) sistematis, artinya atlas disusun dengan urutan
yang jelas. Urutan tersebut dapat dimulai dari
suatu daerah yang lebih kecil/sempit, kemudian
daerah yang lebih besar/luas. Misalnya dari suatu
negara kemudian negara negara lainnya di dunia.
Urutan dapat juga berdasarkan posisi dari arah
tertentu, misalnya dari wilayah bagian barat
sampai timur. Misalnya dari propinsi di wilayah
paling barat sampai propinsi di wilayah paling
timur.

MANFAAT ATLAS
1) Mencari letak suatu objek geografi, misalnya:
negara, provinsi, dan kota.
2) Mencari informasi tentang keadaan sosial dan
ekonomi suatu daerah atau negara. Misalnya,
yang berhubungan dengan hasil bumi dan
kepadatan penduduk.
3) Mencari informasi tentang keadaan budaya,
misalnya yang berhubungan dengan pendidikan
dan persebaran benda sejarah.

3. GLOBE

PENGERTIAN GLOBE
O Globe adalah model tiruan bola bumi yang
memberikan gambaran tentang bentuk bumi
sehingga mendekati bentuk yang sebenarnya.
O Globe berasal dari bahasa Latin, globees yang
artinya bulatan atau bola. Globe terbesar dengan
diameter 36,5 m terdapat di Miami, Amerika
Serikat.
O Globe, artinya tiruan bola bumi yang diperkecil
supaya dapat menggambarkan bentuk bumi yang
sebenarnya.
O Globe adalah gambaran nyata / konvensional
tentang bumi pada bidang bulat yang diperkecil.
O Anaximander sebagai manusia yang
menciptakan globe pertama kali

KEDUDUKAN GLOBE TERHADAP BIDANG DATAR
O Pada globe, sumbu bumi tidak tegak lurus pada
lintasan semu matahari. Selain rotasi, bumi juga
mengalami revolusi, yaitu peredaran Bumi
mengelilingi Matahari. Waktu yang diperlukan
bumi untuk satu kali putaran penuh (rotasi) ialah
24 jam.
O Sambil berotasi, bumi beredar mengelilingi
matahari. Peredaran bumi mengelilingi matahari
membentuk suatu bidang yang disebut ekliptika.
O Waktu yang diperlukan bumi untuk satu kali
beredar penuh (revolusi) ialah 365 hari.
O Revolusi bumi ialah perputaran bumi bersama
planet yang lain mengelilingi matahari sambil
berputar pada porosnya.
O Poros bumi dalam peredaran mengelilingi
matahari selalu miring 66 terhadap bidang
ekliptika. Karena letaknya sangat jauh, sinar
matahari yang datang ke permukaan bumi
arahnya sejajar.
O Garis-garis dan angka 66 atau 23 tersebut
menunjukkan posisi datangnya sinar matahari
yang berdampak pada iklim suatu tempat di bumi.
O Jadi, garis-garis dan angka 66 atau 23
menunjukkan keadaan iklim suatu tempat di
bumi.
O Garis lintang menandakan perbedaan zona iklim
di bumi.
o Daerah di antara garis Khatulistiwa, 23 LU - 23
LS, disebut daerah tropis karena di sanalah
sepanjang waktu matahari bersinar pada siang
hari. Di daerah ini hanya dikenal 2 musim, yaitu
musim panas dan penghujan.
o Daerah antara 23 LU dan 66 LU serta
antara 23 LS dan 66 LS disebut daerah
subtropis. Di daerah ini dapat terjadi 4 musim,
yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin,
dan musim semi.













KARAKTERISTIK GARIS BUJUR DAN GARIS LINTANG
O Karakteristik garis bujur:
1. Menghubungkan Kutub Utara dan Kutub
Selatan.
2. Membagi Bumi menjadi dua bagian yang sama
pada garis 0 dan 180, menjadi Bujur Barat
dan Bujur Timur.
3. Garis 180 Bujur Timur dan 180 Bujur Barat
berimpit di Samudra Pasifik.
4. Garis bujur 0 dengan beberapa pembelokan
disebut garis Batas Tanggal Internasional yang
digunakan sebagai awal pedoman pembagian
waktu di dunia.

O Karakteristik garis lintang:
1. Garis lintang 0 membagi Bumi menjadi 2
belahan sama besar yaitu lintang utara dan
lintang selatan. Garis ini dinamakan garis lini/
equator/katulistiwa.
2. Garis lintang paling panjang adalah garis
ekuator atau khatulistiwa, yaitu 40.000 km
3. Garis lintang 0 di tetapkan sebagai garis GMT
( Greenwich Mean Time ) yang dimulai dari
kota Greenwich yang berada di dekat kota
London, Inggris.
4. Garis 23 LU/LS dinamakan garis Balik
Matahari, sebab matahari hanya beredar dari
garis 23 LU menuju 0 dan terus bergerak
menuju 23 LS sampai di garis ini matahari
berbalik arah menuju ke utara, begitu
seterusnya. Garis 23 LU disebut garis Balik
Matarahri Utara dan 23 LS disebut garis
Balik Matahari Selatan
5. Garis 66 LU/LS dinamakan garis lingkaran
kutub yaitu 66 LU disebut garis lingkaran
Kutub Utara dan 66 LS dinamakan garis
Lingkaran Kutub selatan
6. Garis 90 LU/LS dinamakan garis Kutub, yaitu
90 LU dinamakan Kutub Utara dan 90 LS
dinamakan Kutub Selatan

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN GLOBE
O GLOBE JUGA MEMIKIKI KEGUNAAN ATAU
KELEBIHAN :
1. Bentuk globe menyerupai bentuk bumi yang
sebenarnya.
KEDUDUKAN MATAHARI
January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 6

2. Letak astronomis dan geografis pada globe
mudah dipelajari karena mengikuti bentuk
bumi. Pada peta, garis lintang dan garis bujur
merupakan hasil proyeksi yang mengandung
unsur distorsi atau kesalahan.
3. Gambar daratan dan lautan pada globe dapat
terlihat persebarannya sesuai dengan
kenyataan.
4. Pembagian iklim matahari dapat lebih mudah
dipelajari dengan menggunakan globe.
5. Globe dapat menirukan gerakan rotasi bumi
dan posisi bumi terhadap ekliptika.

O GLOBE MEMILIKI KELEMAHAN, YAITU:
1. skala globe terlalu kecil sehingga
informasinya tidak lengkap atau masih
bersifat umum. Banyak informasi yang tidak
terpetakan pada globe.
2. globe tidak mudah di bawa ke mana-mana
seperti halnya peta yang bisa dilipat.

MANFAAT GLOBE
1. Menggambarkan atau memproyeksikan bentuk
bumi yang sebenarnya dan dapat memperlihatkan
permukaannya secara utuh.
2. Dapat dengan mudah memperagakan terjadinya
siang dan malam dengan bantuan sinar dari
senter.
3. Dapat dengan mudah memperagakan terjadinya
rotasi bumi.
4. Membandingkan perbedaan daerah waktu di bumi
dengan pertolongan garis bujur.
5. Menunjukkan sistem pembagian garis lintang dan
garis bujur serta besarnya lingkaran garis lintang.
6. Menggambarkan dengan mudah kedudukan bumi
dalam hubungannya dengan matahari dan bulan.
7. menentukan/merencanakan perjalanan jauh
melalui udara dan laut,
8. mengikuti kejadian yang berkaitan dengan gempa
bumi dan arus samudera dengan lebih mudah
9. melihat hubungan lautan-lautan, kontinen-
kontinen, daerah-daerah Kutub
10. memahami konsep yang mendasar tentang
perbedaan waktu, iklim, musim, pembagian zone
waktu

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM
MENGGUNAKAN GLOBE :
O Globe sengaja dibuat miring karena dibuat sesuai
dengan letaknya pada bidang perputaran bumi
mengelilingi matahari. Jadi kalian tidak perlu
membuatnya tegak lurus.
O Jika kalian akan mendemonstrasikan gerakan
rotasi bumi maka jangan sampai salah arah
perputarannya. Putarlah globe ke arah kanan atau
kalau dilihat dari atas (kutub utara) arah
perputarannya berlawanan arah jarum jam).
O Sebagaimana halnya peta, globe memiliki
koordinat sehingga lokasi obyek dapat dicari
dengan menggunakan koordinat.
O Informasi keruangan lainnya sama dengan peta.

AKIBAT KEMIRINGAN SUMBU TERHADAP IKLIM DI
BERBAGAI WILAYAH DI BUMI
1. Daerah iklim tropika ( lintang 0 - 23,5 LU/LS )
hanya memiliki 2 musim saja yaitu musim
kemarau dan musim penghujan
2. Periode siang hari dan malam hari di daerah
tropika selalu sama di sepanjang waktu, yaitu
sekitar 12 jam
3. Daerah iklim sedang ( 23,5 - 66,5 LU/LS )
memiliki 4 musim yaitu musim dingin, musim
panas, musim semi dan musim gugur
4. Lama waktu siang dan malamn hari di daerah
iklim sedang tidak sama, kecuali tanggal 21 Maret
dan 23 September. Selama musim panas siang hari
waktunya lebih lama dibandingkan malam hari,
sebaliknya pada musim dingin, malam hari lepih
lama dibandingkan siang hari
5. Daerah iklim kutub ( 66,5 - 90 LU/LS )
pergantian siang dan malamnya sekitar 6 bulan

B. KONDISI GEOGRAFIS DAN PENDUDUK INDONESIA

1. KONDISI GEOGRAFIS INDONEISA

O Indonesia memiliki 3 macam iklim yaitu :
1. Iklim panas/tropis :
Indonesia memiliki iklim tropis karena secara
astronomis Indonesia terletak pada garis 6
LU 11 LS, wilayah ini berdasarkan
pembagian iklim matahari terletak pada
daerah tropis maka Indonesia memiliki iklim
tropis

2. Iklim muson/musim :
Indonesia memiliki iklim ini disebabkan secara
geografis Indonesia terletak pada daerah yang
dilalui angina musim/muson yang datang dari
daratan Asia menuju Australia dan berganti
arah tiap 6 bulan sekali dari arah Australia
menuju Asia.

3. Iklim laut/marine :
Indonesia mempunyai iklim ini karena
sebagian besar wilayah Indonesia terdiri atas
laut. Oleh sebab itu iklim panas/tropis di
Indonesia tidak terlalu panas ( sejuk ) karena
pengaruh laut/perairan yang luas.

O Indonesia memiliki 2 macam iklim yaitu :
1. Musim kemarau
2. Musim penghujan

O Musim pancaroba adalah musim peralihan dari
musim kemarau ke musim penghujan atu
seba\liknya dari musim penghujan ke musim
kemarau

O Musim pancaroba dibagi menjadi 2 macam yaitu :
1. Musim labuh :
Yaitu musim peralihan dari musim kemarau ke
musim penghujan
2. Musim mareng :
Yaitu musim peralihan dari musim penghujan
ke musim kemarau

O Pembagian iklim :
1. Iklim fisis :
O Adalah pembagian iklim berdasarkan
kondisi-kondisi fisik/keadaan alam.
Kondisi fisik tersebut meliputi :
o Tinggi rendahnya daratan/relief
o Keadaan arus laut
o Jarak suatu daratan terhadap
pengaruh angina laut
January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 7

O Pembagian iklim fisis meliputi :
a. Iklim continental ( iklim tengah
benua ) :
b. Ialah iklim yang terdapat di daerah
yang letaknya di tengah-tengah benua
jauh dari pengaruh angin laut maka
mempunyai ciri-ciri ;
Kelembaban rendah ( kering )
Perbedaan suhu sangat menyolok
antara siang dan malam hari

c. Iklim lautan/iklim marine adalah iklim
yang terjadi di daerah yang letaknya
berdekatan dengan laut. Daerah ini
memiliki ciri-ciri sbb :
Penguapan tinggi
Udara selalu lembab bahkan
langit selalu tertutup awan
Perbedaan suhu antara siang dan
malam hari kecil

d. Iklim ugahari adalah iklim pada
dataran tinggi dengan perbedaan
amplitudo siang dan malam yang
besar di daerah pegunungan.

2. IKLIM MATAHARI
Wilayah di permukaan bumi dalam iklim
matahari, dibagi menjadi tiga wilayah tipe
iklim :
1. Daerah tropika, yaitu daerah yang
terletak antara 23LU 23 LS. Pada
daerah ini mempunyai suhu udara yang
relatif tinggi sepanjang tahun.
2. Daerah sedang, yaitu daerah yang
terletak antara 23 - 66, baik lintang
utara (LU) maupun lintang selatan (LS). Di
daerah ini terdapat empat musim, yaitu
musim dingin, semi, panas, dan gugur.
3. Daerah kutub, yaitu daerah yang terletak
antara 6690 baik LU maupun LS.
Suhu udara di daerah ini sepanjang tahun
rendah.

3. PEMBAGIAN IKLIM JUNGHUHN

Junghuhn membuat klasifikasi iklim berdasarkan
ketinggian tempat dan tanaman budidaya yang dapat
tumbuhdi daerah tersebut. Kita tahu bahwa semakin
tinggi tempatmaka suhu makin dingin. Oleh sebab itu
tanaman budidaya yang dapat tumbuh akan berbeda-
beda

















2. KONDISI PENDUDUK

O Pertumbuhan penduduk adalah perkembangan
jumlah penduduk di suatu daerah/Negara

O Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
penduduk :
a. Kelahiran/fertilitas/natalitas
b. Kematian/mortalitas
c. Migrasi ( emigrasi dan imigrasi )

O Transisi demografi ialah suatu pola pergesaran
pertumbuhan penduduk dari tingkat kelahiran dan
kematiatian tinggi ke pola pertumbuhan penduduk
dengan tingkat kelahiran dan kematian rendah.

O Kepadatan penduduk/densitas penduduk ialah
angka yang menunjukkan perbandingan jumlah
rata-rata penduduk yang bertempat tinggal pada
suatu daerah

O Faktor penunjang kelahiran ( pronatalitas ) :
a. Kawin usia muda
b. Pandangan banyak anak banyak rejeki
c. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai
pencari nafkah
d. Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua
e. Anak laki-laki dianggap sebagai penerus
keturunanan, sehingga bila belum memiliki
anak laki-laki oarng masih terus ingin memilki
anak laki-laki.

O Penghambat kelahiran ( antinatalitas ) :
a. Keinginan untuk mempunyai anak sedikit
karena banyak anak beban tanggungan orang
tua bertambah berat
b. Penundaan usia kawain sampai selesai
pendidikan/mendapat pekerjaan
c. Wanita merasa terbatas ruang geraknya bila
mempunyai banyak anak
d. Dilaksanakannya program KB

O Angka kelahiran kasar ialah rata-rata banyaknya
bayi lahir dari setiap 1000 orang pendududk dalam
setahun.

Rumus :

CBR = B X 1000
P

Keterangan :
CBR ( Crude Birth Rate ) = angka kelahiran kasar
B ( Birth ) = jumlah kelahiran setahun
P ( Population ) = Jumlah penduduk

January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 8

O Angka kelahiran khusus menurut umur ialah rata-
rata banyaknya bayi lahir dari tiap 1000 orang
wanita pada usia tertentu dalam setahun
Rumus :
ASBR
x
= B
x
X 1000
P
x


Keterangan :
- ASBR
x
( Age Specific Birth Rate )= angka
kelahiran pada wanita usia tertententu
- B
x
( Birth )= jumlah kelahiran pada wanita usia
tertentu
- P
x
( Populatin )= jumlah penduduk wanita usia
tertentu

O Angka kelahiran kasar adalah rata-rata banyaknya
orang yang meninggal dari tiap 1000 orang
penduduk dalam setahun
Rumus :
CDR = B X 1000
P

Keterangan :
- CBR ( Crude Death Rate ) = angka kematian
kasar
- D ( Death ) = jumlah kematian
setahun
- P ( Population ) = Jumlah penduduk

O Angka kematian khusus ialah rata-rata benyaknya
orang emninggal dari tiap 1000 orang penduduk
pada usia tertentu dalam setahun.
Rumus :
ASDR
x
= D
x
X 1000
P
x


Keterangan :
- ASDR
x
( Age Specific Birth Rate ) = angka
kematian pada wanita usia tertententu
- D
x
( Birth ) = jumlah kematian pada wanita
usia tertentu
- P
x
( Populatin ) = jumlah penduduk usia
tertentu

O Angka kematian bayi ialah rata-rata banyaknya
bayi yang meninggal dari tiap 1000 orang
pendududk dalam setahun
Rumus :
IMR = Jumlah bayi mati X 1000
Jumlah bayi lahir hidup

Keterangan :
- IMR ( Infat Mortality Rate ) = angka kematian
bayi usia di bawah 1 tahun

O Angka kelahiran bervariasi dan dikelompokkan
menjadi :
a. Tingkat kelahiran tinggi, lebih dari 30
orang/1000 penduduk
b. Tingkat kelahiran sedang berkisar antara 20
30 orang/1000 penduduk
c. Tingkat kelahiran rendah, kurang dari 20
orang/1000 penduduk

O Angka kematian ini bervariasi, dan dikelompokkan
menjadi :
a. Tingkat kematian tinggi, lebih dari 18
orang/1000 penduduk
b. Tingkat kematian sedang, berkisar antara 14-
18 orang/1000 penduduk
c. Tingkat kematian rendah, kurang dari 14
orang/1000 penduduk

O Migrasi internasinal adalah perpendahan
pendududk, baik ke dalam maupun ke luar suatu
Negara dan menetap di Negara tersebut.
Migrasi internasional dibedakan menjadi 2 macam
yaitu :
a. Emigrasi ialah perpindahan penduduk keluar
dari suatu Negara untuk menetap di Negara
lain
b. Imigrasi adalah perpindahan penduduk dari
luar negeri masuk ke dalam negeri

O Mobilitas /perpindahan penduduk/migrasi adalah
perpindahan penduduk dari suatu daerah ke
daerah lain.
Migrasi dibedakan menjadi :
a. Migrasi internasional :
1) Emigrasi
2) Imigrasi
b. Migrasi nasional :
1) Transmigrasi
2) Urbanisasi
3) Ruralisasi

O Migrasi nasional ialah perpindahan penduduk di
dalam suatu Negara.

O Transmigrasi ialah perpindahan penududuk dari
salah satu pulau untuk menetap di pulau lain
dalam wilayah Negara RI

O Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari
desa ke kota

O Ruralisasi ialah perpindahan penduduk dari kota
ke desa untuk tujuan menetap

O Jenis-jenis transmigrasi :
a. Transmigrasi umum yaitu transmigrasi yang
dilaksanakan dan dibiaya oleh pemerintah
b. Transmigrasi khusus yaitu transmigrai yang
dilaksanakan oleh pemerintah yang sifatnya
khusus dengan tujuan tertentu
c. Transmigrasi spontan ( swkarsa ) yaitu
transmigrasi yang dilakukan oleh pendusuk
atas kemauan dan biaya sendiri dengan
fasilitas yang diberikan oleh pemerintah
berupa lahan garapan seluas 2 ha dll
d. Transmigrasi swakarya yaitu transmigrasi yang
sebagian biayanya ditanggung oleh
pemerintah, sedangkan untuk pembukaan
lahan ditanggung oleh transmigrasi
e. Transmigrasi local yaitu transmigrasi yang
terjadi dari satu daerah ke daerah lainnya
dalam 1 provinsi
f. Transmigrasi bedol desa yaitu perpindahan
penduduk meliputi seluruh desa beserta
kepala desa dan perangkat-perangkatnya ke
daerah lain.
g. Transmigrasi sektoral yaitu perpindahan
penduduk yang biayanya ditanggung bersama
oleh pemerintah daetrah asal transmigran
dengan pemerintah daerah tujuan
transmigrasi

January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 9

O Tujuan transmigrasi adalah :
a. Pemerintahan persebaran penduduk
b. Peningkatan taraf hidup para transmigran
c. Pengolahan sumber daya alam yang belum
tersendiri di daerah transmigrasi
d. Penyediaan lapangan kerja bagi transmigran di
daerah tujuan
e. Pemerataan pembangunan di seluruh
Indonesia
f. Peningkatan pertahanan dan keamanan
nasional

O Pola mobilitas penduduk di suatu daerah
dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
a. Nglaju ( forensen ) disebut perpindahan
peduduk harian yaitu perpeindahan penduduk
setiap hari antara desa dan kota
b. Migrasi musimam adalah perpindahan
penduduk yang terjadi pada musim-musim
tertentu
c. Migrasi menetap/permanent yaitu
perpindahan penduduk dari satu daerah ke
daerah lain dengan tujuan menetap

O Komposisi penduduk/susunan penduduk ialah
pengelompokkan penduduk berdasarkan kriteria
yang dibutuhkan

O Macam-macam pengelompokkan penduduk yang
bisas dilaksnakan dalam kegiatan pendataan
berdasarkan :
a. Sifat sosial dibedakan menjadi 2 macam yaitu
menurut :
1) Tingkat pendidikan
2) Status perkawinan
b. Ciri-ciri ekonomi :
1) Mata pencaharian
c. Tempat tinggal :
1) Desa
2) Kota
d. Jenis kelamin dan umur

O Piramida penduduk adalah bentuk grafik dari
susunan pendududk berdasarkan jenis kelamin dan
umur

O Macam-macam piramida penduduk :
a. Bentuk limas menunjukkan jumlah penduduk
usia muda lebih banyak dari usia dewasa,
jumlah penduduk bertambah dengan cepat
Contoh : Indonesia, India, Cina Barsilia dll /
Negara yang sedang berkembang

b. Bentuk granat, menunjukkan jumlah penduduk
usia muda hamper sama dengan usia dewasa
Contoh : Belanda, Swedia, Norwegia,
Finlandia
c. Bentuk nisan, menggambarkan jumlah
penduduk usia muda lebih sedikit daripada
usia dewasa.
Contoh : Jerman, Inggris, Belgia, Perancis

O Akibat urbanisasi :
a. Bagi desa :
Kekurangan tenaga kerja muda
Lahan pertanian terbengkelai
Beralihnya modal dari desa ke kota
Desa tidak berkembang
Adanya Koran, listrik masuk desa

b. Bagi kota :
Pertambahan penduduk kota sangat cepat
Munculnya daerah slum ( daerah kumuh )
Kriminalitas meningkat
Komunikasi desa dan kota semakin lancar
Munculnya daerah-daerah pinggiran kota
Kota perlu menambah fasilitas-fasilitas
seperti sekolah, RS, pasar, lapangan kerja
dll

O Berikut ini adalah contoh-contoh keterkaitan
antara kondisi geografis dengan keadaan
penduduk, yaitu:
1. wilayah yang subur cenderung dipilih
penduduk sebagai tempat tinggal, sehingga
kepadatan penduduk di daerah tersebut lebih
tinggi dibandingkan dengan di wilayah yang
kurang subur.
2. wilayah yang kondisi airnya memadai, baik
dari segi jumlah maupun kualitasnya,
cenderung menjadi tempat pemusatan
penduduk.
3. wilayah yang memiliki potensi bencana alam
yang tinggi seperti banjir, longsor, cenderung
dihindari penduduk. wilayah yang cuacanya
ekstrim seperti di daerah kutub dan gurun
jumlah penduduknya sangat kecil.

C. ATMOSFER

Bumi dikelilingi oleh lapisan-lapisan gas yang
dinamakan atmosfer. Atmosfer merupakan campuran
berbagai macam gas yang tidak berwarna dan tidak
terlihat mata. Unsur utama dalam atmosfer adalah
oksigen dan nitrogen. Atmosfer terdiri atas lapisan-
lapisan
1. Troposfer
2. Stratosfer
3. Mesosfer
4. Thermosfer
5. Eksosfer

1. TROPOSFER
Lapisan atmosfer paling bawah
January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 10

Terdiri atas lapisan :
a. Planetair
b. Konveksi
c. Tropospause

2. STRATOSFER
Lapisan kedua dalam atmofer
Terdiri atas lapisan :
a. Isothermal
b. Ozonosfer

3. MESOSFER
Lapisan udara di atas stratosfer
Terdapat lapisan Stratospause

4. TERMOSFER / IONOSFER :
Terjadi ionoisasi atom-atom di udara oleh
sinar X dan ultraviolet
Lapisan inversi = lapisan yg memiliki ciri
semakin tinggi dr permukaan laut, semakin
tinggi pula temperaturnya
Lapisan ini memantulkan gelombang radio =
penting di bidang komunikasi

5. EKSOSFER :
Lapisan terluar dari atmosfer
Butiran-butiran gas berangsur-angsur lolos ke
angkasa luar =disipasifer

MANFAAT ATMOSFER :
1. Menjaga suhu bumi agar tetap hangat
2. Melindungi bumi dari benda angkasa yang akan
jatuh ke bumi
3. Sebagai filter pancaran sinar matahari
4. Menyediakan gas-gas yang penting bagi
permukaan bumi
5. Memantulkan gelombang radio
Atmosfer mempunyai beberapa sifat antara lain
sebagai berikut :
1. Tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak
dapat dirasakan kecuali bentuk angin.
2. Dinamis dan elastis atau dapat mengembang
atau mengerut.
3. Transparan terhadap beberapa bentuk radiasi.
4. Mempunyai berat/massa sehingga memiliki
tekanan.
5. Karakteristik Lapisan Atmosfer

CUACA DAN IKLIM

Cuaca =keadaan udara pada waktu yang singkat
dan wilayah yang sempit
Iklim =rata-rata keadaan udara dalam waktu yang
relatif lama dan wilayah yang luas
Meteorologi =ilmu pengetahuan yang
mempelajari cuaca
Klimatologi =ilmu pengetahuan yang mempelajari
iklim

UNSUR PEMBENTUK CUACA DAN IKLIM

1. Suhu udara
2. Tekanan udara
3. Angin
4. Kelembaban udara
5. Curah hujan



SUHU UDARA

Pengertian = panas dinginnya udara
Jalannya suhu harian =perubahan suhu udara
selama 24 jam
Amplitudo suhu harian =perbedaan suhu udara
maksimum dengan suhu udara minimum

Insolasi =Energi matahari yang melewati atmosfer
dan mampu mencapai permukaan bumi dalam
bentuk radiasi matahari

Konduksi =bersinggungan langsung
artinya permukaan bumi yang panas karena sinar
matahari bersinggungan langsung dengan lapisan
udara yang paling bawah.Lapisan ini akan
meneruskan panas yang diterimanya ke lapisan
udara di atasnya

Konveksi =gerakan udara secara vertikal, terjadi
karena lapisan udara paling bawah yang panas
akibat konduksi menyebabkan molekul-
molekulnya menjadi renggang. Berat udara akan
berkurang. Akibatnya udara akan naik.Adapun
udara di atasnya akan turun, karena suhunya lebih
dingin

Adveksi =Artinya gerakan udara secara
horisontal.Udara yang membawa panas matahari
akan mengisi udara di sebelahnya. Akibatnya,
udara yang berada di sekitarnya akan menghangat

Turbulensi =Artinya gerakan udara berputar-
putar ( tidak teratur ), hal itu terjadi karena
adanya angin siklon / angin berputar

TEKANAN UDARA

Pengertian = tenaga yang menekan daerah
sekitarnya yang ditimbulkan oleh berat/bobot
kolom udara yang ada di atasnya
Faktor yang mempengaruhi :
Suhu udara
Kerapatan
Ketinggian

Isobar =garis khayal yang menghubungkan
tempat-tempat atau daerah-daerah pada peta
yang memiliki tekanan udara yang sama

Gradien tekanan udara / gradien barometrik =
Jarak 2 isobar pada peta cuaca yang
menggambarkan besar kecilnya perbedaan
tekanan udara

ANGIN

Pengertian = udara yang bergerak karena adanya
perbedaan tekanan udara
Arah gerakan angin
Udara bergerak dari daerah yang bertekanan
udara tinggi ke daerah yang bertekanan udara
rendah
Hukum Buys Ballot :
Angin bergerak dari daerah yang bertekanan
maksimum menuju ke daerah yang bertekanan
minimum. Di belahan bumi bagian utara angin
berbelok ke kanan, sedangkan di belahan bumi
bagian selatan angin berbelok ke kiri
January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 11

Kecepatan angin :
Faktor yang mempengaruhi kecepatan angin :
Jarak perpindahan
Perbedaan tekanan udara
Wilayah yang dilalui angin terbuka atau ada
penghalang

Pola angin :
Angin tetap :
Angin barat
Angin timur
Angin pasat
Angin antipasat
Angin Muson/angin musim
Angin musim timur laut
Angin musim barat laut
Angin lokal :
Angin darat
Angin laut
Angin lembah
Angin gunung
Angin fohn
Angin siklon
Angin antisiklon

PENGERTIAN MACAM-MACAM ANGIN :
1. Angin barat adalah angin yang bertiup dari daerah
sub-tropik ke kutub sampai pada lintang 60
derajat, baik lintang utara maupun lintang
selatan.
2. Angin timur adalah angin yang berasal dari daerah
timur dan terdapat pada batas kutub. Angin ini
bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub.
3. Angin pasat adalah angin yang berhembus terus
menerus dari daerah maksimum sub-tropik
selatan dan utara menuju ke arah khatulistiwa.
Sampai di khatulistiwa angin tersebut berbelok
sesuai dengan Hukum Buys Ballot.
4. Angin anti pasat adalah angin yang arahnya
berlawanan dengan angin pasat. Di belahan bumi
bagian selatan bertiup angin dari barat laut ke
tenggara. Di belahan bumi utara bertiup angin
dari barat daya ke timur laut.
5. Angin muson adalah angin yang setiap setengah
tahun bertiupnya berganti arah.
6. Angin muson laut adalah angin yang terjadi pada
musim panas, di antara tekanan udara minimum
dan di laut maksimum.
7. Angin muson darat adalah angin yang terjadi pada
musim dingin, tekanan udara di daratan
maksimum dan di laut minimum, bersifat kering.
8. Angin darat adalah angin yang bergerak dari arah
darat ke laut, sedangkan angin laut adalah angin
yang bergerak dari laut ke darat.
9. Angin gunung adalah angin yang bertiup dari
lereng gunung ke lembah (terjadi pada malam
hari),
10. Angin lembah adalah angin yang bertiup dari
lembah ke gunung (terjadi pada siang hari).
11. Angin siklon adalah angin di daerah depresi yang
memiliki barometris minimum dan dikelilingi
barometris maksimum.
12. Angin antisiklon adalah angin di daerah kompresi
yang memiliki barometris maksimum dan
dikelilingi barometris minimum.
13. Angin fohn adalah angin yang bersifat panas dan
kering yang turun dari daerah pegunungan.


TUGAS :
CARILAH GAMBAR MACAM-MACAM ANGIN TERSEBUT
DAN DITEMPEL DI BUKU CATATAN KALIAN

KELEMBABAN UDARA

Pengertian = banyak sedikitnya uap air yang
terkandung dalam udara
Macam-macam kelembaban :
+ Kelembaban absolut/mutlak :
+ Kelembaban relatif/nisbi :
Depresi bola basah = selisih suhu antara suhu
bola termometer bola basah dan bola kering

Pengertian dari :
Kelembapan relatif adalah perbandingan jumlah
uap air di udara dengan jumlah uap air maksimum
yang terkandung di udara pada suhu yang sama.
Kelembapan absolut adalah banyaknya uap air
dalam udara pada suatu daerah tertentu yang
dinyatakan dalam gram uap air per meter kubik.

CURAH HUJAN

Pengertian = banyaknya air hujan yang jatuh ke
permukaan bumi
Hujan = titik-titik air atau es yang jatuh ke
permukaan bumi
Jenis-jenis hujan :
Hujan zenithal / tropikal / konveksi
Hujan orografis
Hujan frontal
Daerah bayang-bayang hujan ( rain shadow )

Pengertian macam-macam hujan :
1. Hujan zenithal atau hujan konveksi terjadi karena
udara yang mengandung uap air naik secara
vertikal. Udara yang naik secara vertikal ini
kemudian mengalami penurunan suhu, sehingga
uap air yang dikandungnya berubah menjadi titik-
titik air (kondensasi), dan akhirnya titik-titik air
itu jatuh ke bumi menjadi hujan.
2. Hujan orografis adalah hujan terjadi karena
adanya gerakan udara yang menaiki pegunungan
dan kemudian mengalami kondensasi atau
pengembunan. Kemudian udara yang telah
mengalami kondensasi tersebut membentuk awan
yang menimbulkan hujan.
3. Hujan frontal terjadi karena bertemunya dua
massa udara yang berlainan suhunya. Udara yang
lebih panas dipaksa naik karena bertumbukan
dengan udara yang lebih dingin.
4. Hujan konvergen, yaitu hujan yang terjadi karena
adanya pengumpulan awan yang disebabkan oleh
angin

Berdasarkan bentuknya, hujan dibedakan sebagai
berikut.
1. Hujan air (rain)
2. Hujan salju (snow)
3. Hujan es (hail stone)

Macam-macam iklim :
O LIHAT CATATAN KONDISI GEOGRAFIS DAN
PENDUDUK INDONESIA

D. HIDROSFER

January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 12

Hidrosfer berasal dari kata hidros (air) dan
sphere (lapisan). Hidrosfer berarti lapisan air.
Lapisan air di permukaan bumi meliputi lautan,
laut, danau, sungai, salju/gletser, air tanah, dan
uap air yang terdapat dalam atmosfer.

Ilmu yang mempelajari air di bawah tanah yang
meliputi keberadaannya dan persebarannya
dinamakan HIDROLOGI

Hidrologi mempunyai beberapa cabang ilmu, yaitu
sebagai berikut.
1. Potamologi, yaitu ilmu yang mempelajari air
yang mengalir di permukaan tanah.
2. Limnologi, yaitu ilmu yang mempelajari
tentang air yang menggenang di permukaan
tanah (danau).
3. Geohidrologi, yaitu ilmu yang mempelajari
tentang air yang terdapat di bawah tanah.
4. Kriologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang
salju dan es.
5. Hidrometeorologi, yaitu ilmu yang
mempelajari factor-faktor meteorologi yang
berpengaruh terhadap kondisi hidrologi.

MACAM-MACAM SIKLUS AIR :
1. SIKLUS AIR PENDEK
Radiasi matahari dan
angin menyebabkan
air laut mengalami
penguapan.
Kemudian terjadi
kondensasi dan
membentuk titik-titik
air yang disebut
awan. Awan yang
jenuh turun sebagai air hujan di permukaan air
laut. Siklus air seperti ini disebut siklus air
pendek


2. SIKLUS AIR SEDANG
Air laut mengalami
penguapan, kemudian
terjadi kondensasi dan
membentuk awan.
Awan tertiup angin dan
terbawa ke daratan
kemudian terjadi hujan
di daratan. Sebagian air
hujan akan meresap ke dalam tanah, mengalir ke
permukaan, dan akhirnya menuju ke laut. Siklus
air seperti ini disebut siklus air sedang.

3. SIKLUS AIR PANJANG
Air laut mengalami penguapan, lalu terjadi
kondensasi dan membentuk awan. Awan ini
terbawa ke daratan dan terjadi hujan berupa
hujan salju dan es. Salju dan es kemudian
mengendap di permukaan tanah dan pada musim
semi mulai mencair. Air tersebut kemudian
sebagian akan meresap ke dalam tanah dan
sebagian lagi akan mengalir ke permukaan tanah,
dan akhirnya menuju ke laut. Siklus air seperti ini
disebut siklus air panjang.

GEJALA-GEJALA METEROLOGIS DAN KLIMATOLOGIS
YANG MENYEBABKAN TERJADINYA SIKLUS AIR :
1. Evaporasi, yaitu proses berubahnya air menjadi
gas (uap air).
2. Transpirasi, yaitu air yang dimanfaatkan untuk
pertumbuhan tanaman dan diuapkan melalui
stomata.
3. Kondensasi, yaitu proses berubahnya wujud dari
uap air menjadi titik-titik air.
4. Angin, yaitu udara yang bergerak dari tekanan
maksimum ke tekanan minimum.
5. Presipitasi, yaitu jatuhnya hydrometeor ke
permukaan bumi dapat berupa air, salju, maupun
es.
6. Infiltrasi, yaitu proses perembesan air ke dalam
lapisan tanah melalui pori-pori tanah atau
batuan.
7. Overland flow, yaitu aliran pada permukaan
tanah.
8. Run off, yaitu aliran air melalui suatu saluran.
9. Glasiasi adalah proses perubahan air di atmosfer
karena pengaruh, suhu yang sangat dingin
(kristalisasi).
10. Presipitasi/curah hujan adalah curahan dari
atmosfer hasil kristalisasi/sublimasi berupa
gletser ke permukaan bumi.
11. Glasiasi/hujan es adalah curahan dari atmosfer
hasil kristalisasi/sublimasi berupa gletser ke
permukaan bumi.
12. Surface run off adalah pergerakan air di
permukaan bumi/tanah menuju sungai, danau,
selanjutnya ke laut.
13. Subsurface run off adalah aliran air di dalam
lapisan tanah, perkolasi di atas batuan kedap air.

January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 13

MACAM-MACAM PERAIRAN


A. AIR PERMUKAAN
Air permukaan adalah air yang berada di
permukaan bumi meliputi air yang ada di sungai,
danau, telaga, rawa

1. PERAIRAN DARAT :
Sungai
Sungai adalah saluran alami yang berfungsi
mengalirkan air hujan, air tanah, maupun air
salju yang mencair ke danau atau ke laut. Ilmu
yang mempelajari tentang sungai disebut
potamologi.

Jenis-jenis sungai
Jenis sungai berdasarkan sumber airnya
a. Sungai hujan, yaitu sungai yang sumber
airnya dari air hujan.
b. Sungai mata air, yaitu sungai yang
sumber airnya berasal dari mata air.
c. Sungai gletser, yaitu sungai yang sumber
airnya berasal dari es, salju, atau gletser
mencair.
d. Sungai campuran, yaitu sungai yang
airnya bersumber dari campuran dua atau
tiga sumber air di atas.

Jenis sungai berdasarkan volume airnya
a. Sungai ephimeral, yaitu sungai yang mengalir
pada saat terjadinya hujan dan beberapa saat
setelah hujan selesai.
b. Sungai intermiten, yaitu sungai yang
mengalirkan airnya pada musim penghujan,
sedangkan pada musim kemarau kering.
Sungai seperti ini disebut sebagai sungai
episodik.
c. Sungai pherenial, yaitu sungai yang airnya
mengalir sepanjang tahun. Tipe sungai ini
dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Sungai periodik, yaitu sungai yang pada
musim hujan airnya banyak, sedangkan
pada musim kemarau airnya sedikit.
2) Sungai permanen, yaitu sungai yang pada
musim penghujan dan musim kemarau
debit airnya hampir sama.

Jenis sungai berdasarkan arah aliran airnya
1) Sungai konsekuen, yaitu sungai yang arah
alirannya sesuai dengan kemiringan struktur
geologisnya.
2) Sungai subsekuen, yaitu sungai yang arah
aliran airnya tegak lurus dengan sungai
konsekuen.
3) Sungai obsekuen, yaitu sungai yang arah
aliran airnya berlawanan dengan sungai
konsekuen dan menuju sungai subsekuen.
4) Sungai resekuen, yaitu sungai yang aliran
airnya sesuai dengan sungai konsekuen dan
menuju sungai subsekuen.
5) Sungai insekuen, yaitu sungai yang arah
alirannya tidak teratur.

Jenis sungai berdasarkan struktur geologinya
1) Sungai antiseden, yaitu sungai yang mampu
mempertahankan alirannya, meskipun terjadi
pengangkatan secara perlahan.
2) Sungai reverse, yaitu sungai yang tidak
mampu mengimbangi pengangkatan sehingga
terjadi perubahan arah aliran.
3) Sungai superposed, yaitu sungai yang
mengalir pada suatu daratan paneplain
sehingga struktur batuan di dataran tersebut
tersingkap.

BAGIAN-BAGIAN SUNGAI
1. BAGIAN HULU, dengan arus yang deras, daya
erosi besar, arah erosi vertikal, kadang berupa air
terjun. Di bagian ini tidak terjadi proses
pengendapan dan lembah sungai berbentuk V.
2. BAGIAN TENGAH, dengan arus tidak begitu deras,
erosi telah berkurang, lembah sungai berbentuk
U, erosi yang terjadi vertikal dan horizontal.
3. BAGIAN HILIR, dengan arus tenang, daya erosi
kecil, terjadi erosi horizontal, dan banyak terjadi
pengendapan hingga membentuk delta.




PERAIRAN
AIR PERMUKAAN
PERAIRAN LAUT
PERAIRAN DARAT
SUNGAI
DANAU
TELAGA
RAWA
AIR BAWAH PERMUKAAN
AIR TANAH DANGKAL
AIR TANAH DALAM
ARTESIS
AIR DI BAWAH SUNGAI
AIR KAPILER
GEYSER
January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 14

ENDAPAN PADA ALIRAN SUNGAI :
1. Dataran banjir adalah endapan pada dasar sungai,
yang terjadi pada sungai-sungai tersebut sudah
mencapai stadium dewasa.
2. Kerucut aluvial terjadi karena berkurangnya daya
angkut yang disebabkan oleh perubahan gradien.
3. Gosong sungai terjadi karena mengalami gradasi
pada musim hujan.
4. Kipas aluvial terjadi karena sungai mengalami
perubahan gradient yang drastis dari daerah
pegunungan mencapai dataran rendah.
5. Gosong meander adalah endapan yang berupa
gisik, yang terbentuk pada bagian dalam
meander.
6. Gosong delta adalah endapan yang dibentuk oleh
anak sungai pada waktu bertemu dengan induk
sungai.
7. Delta adalah endapan yang terbentuk pada sungai
yang mencapai base level. Delta terjadi akibat
adanya penurunan kecepatan secara drastis.
8. Tanggul alam merupakan endapan yang terjadi di
tepi sungai.
9. Endapan sungai liar adalah endapan pada sungai
yang alirannya berpindah-pindah dan tidak tetap.

CARA MELESTARIKAN SUNGAI :
1. Tidak membuang sampah dan limbah di sungai
2. Tidak mendirikan bangunan di tepian sungai
(bantaran sungai)
3. Mengadakan penghijauan di bantaran
sungai/tebing sungai
4. Dalam mencari ikan di sungai tidak menggunakan
racun

MANFAAT SUNGAI :
1. Irigasi/pengairan
2. PLTA (pembangkit listrik)
3. Sarana lalu lintas
4. Sarana industri
5. Sarana kebutuhan rumah tangga
6. Budidaya perikanan air tawar.

DANAU
Danau adalah lekukan atau cekungan di
permukaaN bumi yang terisi air. Air danau berasal
dari sungai, curah hujan, mata air, dan air tanah.

MACAM-MACAM DANAU :

Menurut cara terjadinya, danau dibedakan menjadi:
1. Danau vulkanik adalah danau yang terbentuk
karena letusan gunung berapi disebut juga danau
kawah. Contoh: Danau Kalimutu, Danau Rinani,
Danau Kelud, dan Danau Tangkuban Perahu.
2. Danau tektonik adalah danau yang terbentuk
akibat peristiwa patahan atau penurunan kerak
bumi oleh aktivitas tenaga endogen. Contoh:
Danau Poso, Danau Towuti, Danau Singkarak dan
Danau Tempe.
3. Danau tektovulkanik adalah danau yang terbentuk
karena gabungan peristiwa antara tektonik dan
vulkanik. Umumnya, danau jenis ini terbentuk
karena hasil letusan gunung api yang mengalami
peruntuhan dasar lubang kepundan. Contoh:
Danau Toba, Danau Ranau, dan Danau Kerinci.
4. Danau karst adalah danau yang terbentuk karena
peristiwa melarutnya batu kapur sehingga
membentuk daerah cekungan. Danau yang terjadi
karena pelarutan kimia. Contoh: misalnya danau
yang berada di daerah Gunung Kidul dan daerah
karst di Yugoslavia.
5. Danau buatan, danau yang terjadi karena dibuat
manusia dengan cara membendung aliran sungai.
Contoh: Waduk Gajah Mungkur, Waduk
Karangkates, dan Waduk Jati Luhur.
6. Danau glasial adalah danau yang terjadi karena
peristiwa pencairan es yang kemudian
menggenangi cekungan pada zaman es alluivium.
Contoh: Danau Michisan dan Danau Superior.
Danau ini terdapat di wilayah perbatasan antara
Kanada-Amerika Serikat.
7. Danau laguna adalah danau yang terbentuk di
daerah pantai akibat pengendapan material yang
dibawa oleh sungai. Pengendapan tersebut
membentuk bendungan di muara sungai. Danau
laguna juga dapat terbentuk di cekungan karang
yang dikurung oleh pulau-pulau karang (atol).
Contoh: pantai Selatan Jawa dan pantai Barat
Sumatera.
8. Danau hempangan atau bendungan adalan danau
yang terjadi karena aliran sungai secara alamiah
terbendung oleh lava hasil letusan gunung api
sehingga airnya menggenang dan membentuk
danau. Contoh: Danau Tondano di Sulawesi Utara
dan Danau Air Tawar di Aceh.

Manfaat air danau :
1. Irigasi
2. Pembangkit tenaga listrik misalnya PLTA Saguling,
PLTA Asahan, PLTA Jatiluhur, PLTA Cirata
3. Mencegah banjir
4. Tempat memelihara ikan
5. Tempat rekreasi
6. Tempat olah raga air
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RUSAKNYA DANAU
ADALAH:
1. Proses sedimentasi yang dihasilkan dari endapan-
endapan hasil erosi.
2. Penguapan yang lebih besar daripada jumlah air
yang masuk sehingga air danau berangsur-angsur
habis.
3. Gerakan tektonisme yang dapat mengubah aliran
sungai yang masuk ke danau.

RAWA
Rawa adalah suatu daerah datar atau sedikit
cekung yang tergenang oleh air, baik berasal dari
air hujan, air tanah, maupun aliran permukaan
yang mengumpul. Wilayah rawa yang luas
terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan
Papua.

Rawa airnya bersifat asam, warna airnya
kemerahan, dan kurang baik untuk irigasi. Air
permukaan dan air tanah pada rawa dangkal, dan
pada bagian dasarnya banyak terdapat gambut.
Vegetasi mampu menutup seluruh permukaan
rawa.

Macam-macam rawa adalah sebagai berikut:
1. Rawa tergenang adalah rawa yang selalu
tergenang oleh air, dasar rawa merupakan
lapisan gambut yang tebal dan air yang
berwarna kemerah-merahan.
2. Rawa pasang surut adalah rawa yang
dipengaruhi oleh pasang surut air laut
sehingga dapat dimanfaatkan sebagai areal
sawah pasang surut.
January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 15


Berdasarkan sifat airnya, rawa dibedakan atas
tiga jenis, yaitu:
1. Rawa air tawar adalah rawa yang berisi air
tawar. Rawa ini tidak mengalami pergantian
air. Rawa ini umumnya terdapat di daerah
pedalaman dan sekitar aliran sungai-sungai
besar di hutan.
2. Rawa air payau adalah rawa yang berisi
campuran air asin dan tawar. Rawa jenis ini
terdapat di sekitar muara sungai yang
mendapat pengaruh pasang surut air laut.
3. Rawa air asin adalah rawa yang berisi air laut.
Rawa jenis ini banyak terdapat di kawasan
pantai yang terkena pengaruh pasang surut air
laut

Rawa dapat dimanfaatkan :
w sebagai sumber pembangkitlistrik,
w sebagai pengendali banjir,
w sebagai objek pariwisata.
w Pada rawa yang terdapat pergantian air tawar
dapat digunakan untuk areal persawahan
w rawa yang airnya tidak terlalu asam dapat
digunakan untuk daerah perikanan.

Untuk menjaga kelestaian rawa, dapat dilakukan
dengan tidak membuang limbah ke rawa serta
menjaga kelestarian tanaman rawa.

2. PERAIRAN LAUT
Laut adalah bagian permukaan bumi yang cekung
dan tertutup oleh air yang mempunyai kadar
garam tinggi.
Ilmu yang mempelajari perairan laut adalah
oseanografi

KLASIFIKASI PERAIRAN LAUT
Perairan laut berdasarkan luas dan bentuknya
1. Teluk adalah bagian laut yang
menjorok(masuk) ke daratan. Misalnya, Teluk
Pelabuhan Ratu, Teluk Poso, dan Teluk
Tomini.
2. Selat adalah laut yang relatif sempit dan
terletak di antara dua pulau. Misalnya, Selat
Sunda, Selat Bali, dan Selat Madura.
3. Laut adalah perairan yang terletak di antara
pulau-pulau yang relatif lebih luas
dibadingkan dengan selat. Misalnya, Laut
Jawa, Laut Tengah, dan Laut Merah.
4. Samudera adalah laut yang sangat luas dan
terletak di antara benua-benua. Misalnya,
Samudera Hindia, Samudera Atlantik, dan
Samudera Pasifik.

Perairan laut berdasarkan proses terjadinya
1. Laut trangresi adalah laut yang terjadi
karena ada genangan air laut terhadap
daratan pada waktu berakhirnya zaman es.
Misalnya, Laut Jawa, Laut Arafuru, dan Laut
Cina Selatan.
2. Laut regresi adalah laut yang menyempit,
yang terjadi pada zaman es karena penurunan
permukaan air laut sebagai akibat adanya
penurunan.
3. Laut ingresi adalah laut yang terjadi karena
dasar laut mengalami gerakan menurun.
Misalnya, Laut Banda, Laut Flores, Laut
Sulawesi, dan Laut Maluku.

Perairan laut berdasarkan letaknya
1. Laut tepi adalah laut yang terletak di tepi
benua. Misalnya, Laut Cina Selatan yang
dipisahkan oleh Kepulauan Indonesia dan
Filipina.
2. Laut pertengahan adalah laut yang terletak
di antara benua-benua. Misalnya, laut yang
berada di Indonesia, Laut Tengah (Laut
Mediteran) yang terletak di Benua Eropa,
Benua Afrika, dan Benua Asia.
3. Laut pedalaman adalah laut yang terletak di
tengah-tengah benua dan dikelilingi oleh
daratan. Misalnya, Laut Kaspia, Laut Hitam,
dan Laut Mati. d.

Perairan laut menurut kedalamannya
1. Zona littoral atau zona pesisir laut terletak di
antara garis pasang dan garis surut. Jadi,
kedalamannya 0 m (nol meter). Pada zona ini
tampak beberapa jenis binatang, tetapi bukan
ikan, misalnya undur-undur dan jengking
(kepiting darat).
2. Zona neritik adalah laut yang terletak pada
kedalaman 0 m - 200 m. Misalnya, Laut Jawa,
Laut Natuna, Selat Malaka dan Laut Arafuru.
CIRI-CIRI ZONA NERITIK SEBAGAI BERIKUT :
a. Sinar matahari masih menembus dasar
laut.
b. Kedalamannya 200 m.
c. Bagian paling banyak terdapat ikan dan
tumbuhan laut.
3. Zona bathial adalah laut yang terletak pada
kedalaman 200 m - 1.000 m. Secara geologis,
zona ini merupakan batas antara daratan dan
perairan.
CIRI-CIRI ZONA BATHIAL SEBAGAI BERIKUT:
a. Sinar matahari tidak ada lagi.
b. Kedalaman antara 200 m - 1.000 m.
c. Tumbuh-tumbuhan jumlahnya terbatas.
4. Zona abisal adalah laut yang terletak pada
kedalaman lebih dari 1.000 m sampai 6.000
m.
CIRI-CIRI ZONA ABISAL SEBAGAI BERIKUT:
a. Sinar matahari tidak ada lagi.
b. Kedalaman antara 1.000 m - 6.000 m.
c. Suhu sangat rendah sudah mencapai titik
beku air.
d. Tumbuh-tumbuhan tidak ada lagi dan
jumlah binatang menjadi terbatas.

MANFAAT PERAIRAN LAUT
1. Sumber mata pencaharian penduduk
2. Sarana transportasi laut
3. Pembangkit tenaga listrik
4. Tempat wisata bahari
5. Pengatur iklim
6. Tempat pertahanan dan keamanan
7. Sumber bahan tambang

Warna air laut :
Tergantung pada zat larutan dan organisme yang
terdapat di dalam air laut, misalnya :
1) Laut Merah kadang terlihat merah darah
karena banyak ganggang laut/algen yang
sifatnya memantulkan sinar merah matahari
2) Laut Kuning banyak mengandung Lumpur loss
Jika laut jernih maka kalau dangkal akan
January 17,
2014
CATATAN IPS KELAS 7

Atanasia Yayuk Widihartanti Page 16

tergantung pada sifat dasar lautnya, misalnya
:
Laut yang terdapat di daerah tropis akan
terlihar kehijau-hijauan karena banyak
binatang koral

Jika lautnya dalam maka akan terlihat biru (
warna asli laut ). Warna ini berasal dari sinar
matahari yang mempunyai gelombang terpendek
adalah biru mka warna inilah yang pertama kali
dipantulkan oleh air laut.

B. AIR BAWAH PERMUKAAN

1. AIR TANAH
Air tanah adalah air yang terdapat di dalam
tanah. Air tanah berasal dari hujan, salju, atau
bentuk curahan lain yang meresap ke dalam tanah
dan tertampung pada lapisan kedap air.
Peresapan air ke dalam tanah (infiltrasi) melalui
berbagai media, antara lain:
Pori-pori tanah (tanah gembur meresapkan air
lebih banyak dibandingkan tanah yang pejal);
Rongga tanah yang dibuat oleh hewan;
Retakan lapisan tanah akibat kekeringan;
Penutupan vegetasi di permukaan bumi.

MACAM AIR TANAH :
1. Air tanah dangkal (air freatis)
2. Air tanah dalam (air artesis).

1. AIR TANAH DANGKAL ( AIR FREATIS) :
Air freatis adalah air tanah yang terletak di atas
lapisan kedap air (impermeable) tidak jauh dari
permukaan tanah.

Ciri-ciri air tanah dangkal adalah:
1. Banyak digunakan sebagai sumur-sumur
penduduk;
2. Pada musim kemarau debit airnya surut dan
pada musim penghujan debit airnya banyak;
3. mudah terkena polusi, terutama daerah yang
padat penduduknya.

2. AIR TANAH DALAM /AIR ARTESIS:
Air artesis adalah air tanah yang terletak jauh di
dalam tanah, di antara dua lapisan batuan kedap
air (impermeable).

Lapisan di antara dua lapisan kedap air tersebut
dinamakan lapisan akuifer. Lapisan tersebut dapat
menampung banyak air. Jika lapisan kedap air retak,
secara alami air akan keluar ke permukaan. Air yang
memancar ke permukaan disebut mata air artesis.

Ciri-ciri air tanah dalam adalah:
1. berasal dari dataran tinggi atau lereng
pegunungan yang masuk ke dalam lapisan
akuifer;
2. letak air jauh di dalam tanah; dan
3. mempunyai tekanan yang besar karena
pengumpulan secara terus-menerus.


CATATAN :
- SUMBER BAHAN : BUKU-BUKU SEKOLAH
ELEKTRONIK ( BSE )