Anda di halaman 1dari 3

Judul : KALOR JENIS LOGAM

Tujuan
Menentukan kalor jenis kuningan
II. Teori
Masih ingat pelajaran di SMP tentang kalor?
Kalor adalah bentuk energi yang berpindah dari suhu tinggi ke suhu rendah. Jika suatu benda
menerima / melepaskan kalor maka suhu benda itu akan naik/turun atau wujud benda berubah.
Kapasitas kalor (H) adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan oleh zat untuk menaikkan suhunya 1ºC
(satuan kalori/ºC).
Menurut asas Black : Kalor yang dilepas = kalor yang diterima
Kalor jenis suatu benda tidak tergantung dari massa benda, tetapi tergantung pada sifat dan jenis
benda tersebut. Jika kalor jenis suatu benda adalah kecil maka kenaikan suhu benda tersebut akan
cepat bila dipanaskan.
III. Alat dan Bahan
1. kalorimeter 3. neraca
2. air panas dan air dingin 4. beban kuningan 2 buah
IV. Cara Kerja
1. Menulis kapasitas kalor hasil percobaan minggu lalu (Ckal = ...)
2. Menimbang beban 1 buah
3. Menimbang kalorimeter + air dingin. Masukkan beban, ukur suhunya

4. Menimbang air panas. Ukur suhunya.

5. Memasukkan / campur dengan air dingin


6. Mengukur suhu akhir

V. Hasil Pengamatan
m k = 0,1181 kg m kuningan I = 0,111 kg
C kal = 535,1945 J/°C m kuningan II = 0,097 kg
c air = 4200 J/kg°C
I Percobaan pertama : 1 beban
No m kuningan (kg) m ad+k (kg) t ad+k+b (°C) m ap (kg) t ap (°C) t akhir (°C)
1 0,111 0,2243 25 0,111 67 41,5
2 0,111 0,1802 26 0,0909 63 42
3 0,111 0,1754 26,5 0,0964 62,1 44
4 0,111 0,2088 26 0,0685 58 37
5 0,111 0,2139 26,5 0,0904 61 40,6
6 0,111 0,188 26 0,0705 56 39
II Percobaan kedua : 2 beban
No m kuningan (kg) m ad+k (kg) t ad+k+b (°C) m ap (kg) t ap (°C) t akhir (°C)
1 0,2077 0,1982 26,5 0,077 57 37,5
2 0,2077 0,1849 26,5 0,0713 55 38
3 0,2077 0,2115 26 0,0829 59 38,5
4 0,2077 0,215 28 0,0725 54 36
5 0,2077 0,2417 28 0,0458 57 34
6 0,2077 0,2265 29 0,0306 53 33

VI. Analisa Data


1. Benda yang memberi kalor adalah air panas.
Besarnya perubahan suhu air panas dengan suhu akhir (Δt beri) adalah = tap - takhir.
Contoh penghitungan kalor yang diberikan air panas pada percobaan pertama bagian 1:
Δt beri = tap - takhir
= 67°C - 41,5°C
= 25,5°C
Q beri = map × cair × Δtberi
= 0.111 kg × 4200 J/kg°C × 25,5°C
= 11.888,1 J
2. Air dingin, kalorimeter, dan kuningan adalah benda-benda yang menerima kalor.
Besarnya perubahan suhu benda-benda itu dengan suhu akhir (Δt terima) adalah = takhir - tad+k+b
Maka, menurut asas Black, terjadinya pertukaran kalor dalam sistem adalah sebagai berikut:
Q beri = Q terima
map × cair × Δtberi = Qterima ad + Qterima k + Qterima b
map × cair × Δtberi = (mad × cair × Δtterima) + (Ck × Δtterima) + (mb × cb × Δtterima)
Dari C kalorimeter yang sudah kami dapat dari kegiatan sebelumnya, kalor jenis kuningan (Cb) dapat
ditentukan dengan mengubah persamaan terakhir menjadi sebagai berikut:
cb = ((map × cair × Δtberi) - (mad × cair × Δtterima) - (Ck × Δtterima)) / Δtterima mb
Berikut tabel hasil penghitungan Cb untuk setiap percobaan:
k = kalorimeter ad = air dingin
b = benda (kuningan) ap = air panas
Percobaan I
tberi (°C) tterima (°C) Qberi (J) Qterima ad (J) Qterima k (J) Qterima b (J) cb (J/kg°C)
25,5 16,5 11888,1 7359,66 8830,7093 -4302,26925 -2349,041
21 16 8017,38 4173,12 8563,112 -4718,852 -2657,011
18,1 17,5 7328,328 4211,55 9365,9038 -6249,12575 -3217,053
21 11 6041,7 4190,34 5887,1395 -4035,7795 -3305,307
20,4 14,1 7745,472 5673,276 7546,2425 -5474,04645 -3497,57
17 13 5033,7 3816,54 6957,5285 -5740,3685 -3978,079
Percobaan II
tberi (°C) tterima (°C) Qberi (J) Qterima ad (J) Qterima k (J) Qterima b (J) cb (J/kg°C)
19,5 11 6306,3 3700,62 5887,1395 -3281,4595 -1436,276
17 11,5 5090,82 3226,44 6154,7368 -4290,35675 -1796,218
20,5 12,5 7137,69 4903,5 6689,9313 -4455,74125 -1716,222
18 8 5481 3255,84 4281,556 -2056,396 -1237,6
23 6 4424,28 3114,72 3211,167 -1901,607 -1525,924
20 4 2570,4 1821,12 2140,778 -1391,498 -1674,889
Dari hasil penghitungan, didapat bahwa Q benda (kuningan) minus, yang menyebabkan kalor
jenisnya (c) juga minus. Hal ini mungkin saja dikarenakan bahwa dalam percobaan ini kuningan
malah ikut melepas panas bersama-sama dengan air panas.
Karena kuningan memiliki kapasitas kalor lebih kecil daripada air dingin, maka sesaat setelah air
panas bercampur dalam kalorimeter, suhu kuningan naik, dan secara keseluruhan, air dan kalorimeter
saja yang menerima panas, karena selanjutnya kuningan juga melepas kalor. Untuk selanjutnya, kalor
jenis kuningan dianggap positif.
Karena kalor jenis kuningan merupakan konstanta, seharusnya dari tiap percobaan hasil
penghitungan kalor jenis benda adalah sama. Perbedaan nilai ini bisa terjadi karena beberapa alasan:
 Adanya ketidaktelitian mengukur suhu dan/atau mengukur massa benda-benda yang
bersangkutan dalam penelitian
 Dalam menjalankan percobaan, ada kebocoran kalor keluar sistem (kalorimeter) yang
tidak diperhitungkan
VII.Kesimpulan
Dari kedua perobaan utama, kami menyatakan kalor jenis kuningan yang berupa hasil rata-rata
penghitungan kalor jenis kuningan dalam setiap percobaan, karena nilai kalor jenis kuningan setiap
percobaan tidak sama.
Kalor jenis kuningan rata-rata percobaan I = 19004,1 / 6 = 3167,34 J/kg°C
Kalor jenis kuningan rata-rata percobaan II = 9387,13 / 6 = 1564,52 J/kg°C