Anda di halaman 1dari 4

PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSIONAL (Dysfunctional Uterine Bleeding)

BATASAN Perdarahan uterus disfungsional (PUD) adalah perdarahan abnormal yang terjasi di dalam atau di luar haid, oleh karena gangguan fungsi mekanisme kerja poros hipotalamus-hipofisisovarium-endometrium tanpa disertai kelainan organic genital. PATOFISIOLOGI PUD dapat terjadi pada sikus ovulatorik, anovulatorik maupun pada keadaan dengan folikel persisten. Pada Siklus Ovulatorik, perdarahan dapat terjadi pada pertengahan haid ataupun bersamaan dengan haid. Perdarahan ini disebabkan korpus luteum persisten dengan kadar estrogen yang rendah, sedangkan progesterone terus terbentuk. Pada Siklus Anovulatorik, sering dijumpai pada masa perimenopouse dan masa reproduksi. Dasar perdarahan yang terjadi pada siklus anovulatorik ini karena tidak terjadi ovulasi maka korpus luteum terbentuk, sehingga akan terjadi kadar progesterone rendah dan kadar esterogen berlebihan. Kadar esterogen tinggi maka endometrium mengalami proliferasi berlebihan (hiperplasi). Kadar progesterone rendah maka tebalnya endometrium tersebut tidak diikuti dengan pembentukan penyangga yang baik, kaya pembuluh darah dan kelenjar. Jaringan ini rapuh, mudah melepaskan bagian permukaan, dan menimbulkan perdarahan. Perdarahan di satu tempat baru sembuh, timbul perdarahan di tempat lain, sehingga perdarahan tidak terjadi secara bersamaan. Jadi dasar perdarahan pada kasus anovulatorik ini disebabkan karena: 1. Endometrium yang tebal dan rapuh 2. Pelepasan endometrium yang tidak bersamaan 3. Tidak ada kolaps jaringan PUD pada keadaan folikel persisten, sering dijumpai pada masa perimonoause, jarang pada masa reproduksi. Oleh karena pengaruh estrogen yang terus-menerus, endometrium mengalami hiperplasi, baik jenis simple hiperplasi, andenomatus maupun atipik. Jenis adenomatus dan atipik merupakan pembakal keganasan (pre cancerous), sehingga perlu penanganan khusus. GAMBAR KLINIS 1. Perdarahan dapat terjadi setiap waktu dalam siklus haid 2. Perdarahan dapat bersifat sedikit-sedikit, terus-menerus atau banyak berulang-ulang 3. Paling sering dijumpai pada masa menarke atau masa perimenopause.

ETIOLOGI Penyebab PUD ini sukar diketahui dengan pasti. PUD sering dijumpai pada: 1. 2. 3. 4. 5. Sindroma polikistik ovarii (SOPK) Obesitas Imaturitas poros hipotalamik-hipofise-ovarium, misal: pada masa menarke Anovulasi terlambat (late anovulation) misal: pada pra menopause Gangguan kejiwaan

DIAGNOSIS Anamnesis Sangat penting untuk meakukan anamnesis cermat, perlu dinyatakan usia menarke, siklus haid setelah menarke, lama dan jumlah darah haid. Selain itu perlu ditanyakan pul latar belakang kehidupan keluarga serta latar belakang emosionalnya. Pengobatan obat KB dan terapi hormonal lain, riwayat penyakit yang berhubungan dengan penyakit dalam (interna) PEMERIKSAAN Pemeriksaan umum Pemeriksaan umum ini tunjukkan untuk mengetahui kemungkinan kelainan yang menjadi sebab perdarahan. Perhatian kemungkinan penyakit metabolic, penyakit sistematik lain atau penyakit menahun termasuk kelainan hemostasis. Pemeriksaan Ginekologik 1. Dilakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kelainan organic yang dapat menyebabkan perdarahan abnormal; misalnya; polip serviks, ulkus, perlukaan, erosi, radang, tumor, abortus, keganasan, dll 2. Untuk menegakkan diagnosis pada gadis tak perlu dilakukan kuret. 3. Pada wanita yang sudah menikah, sebaiknya dilakukan kuret untuk menegakkan diagnosis. 4. Pada pemeriksaan histology, biasanya didapatkan endometrium hyperplasia. USG vaginal jika memungkinkan dilakukan untuk: kemungkinan hasil, tebal endometrium, kelainan pathologis. DIAGNOSIS BANDING Semua kelainan yang dapat menimbulkan pendarahan abnormal uterus.

PENATALAKSANAAN Prinsip Pengobatan 1. 2. 3. 4. Membuat diagnosis PUD, dengan menyingkirkan kemungkinan kelainan organic. Menghentikan perdarahan Mengatur haid supaya normal kembali Bila anemis (Hb<8gr%) diberi transfuse

Menghentikan Perdarahan 1. Kuret (tidak perlu MRS, kecuali bila akan ditransfusi) dilakukan untuk penderita yang sudah kawin. 2. Obat-obat (prioritas pilihan, menurut nomor urut) a. Estrogen Biasanya dipilih estrogen alami seperti estrogen konyugasi (conjugated estrogen), misalnya Estradiol Valerat. Estrogen jenis ini lebih menguntungkkan, karena tidak membebani hati dan tidak meningkatkan kadar rennin maupun gangguan pembekuan darah. Jenis estrogen yang lain adalah Etinil Estradiol. Estrogen jenis ini dimetabolisme di hati, sehingga lebih menggangu fungsi hati. Dosis - Bila perdarahan banyak ( profuse): MRS, diberikan etinil estradiol 0,005 mg/oral tiap 8 jam - Bila perdarahan tidak banyak, dapat diberikan: Benzoat estradiol 20 mg i.m. Estradiol konyugasi 2,5 mg per oral, 7-10 hari. b. Pil kombinasi Tujuan merubah endometrium menjadi reaksi pseudodesidual. Dosi: - Bila perdarahan banyak (profuse) dapat diberikan 4x1 selama 7-10 hari, kemudian dilanjutkan 1x1 selama 3-6 siklus. c. Progesterone Tujuan pemberianTujuan pemberian progesterone ini untuk memberikan keseimbangan pengaruh pemberian estrogen. Progesteronyang dipilih jenis progesterone yang molekulnya menyerupai progesterone alami. Termasuk dalam jenis ini Medroxy Progesterone Acetate (MPA) dan diprogesteron. Progesteron yang androgenic (derivate testosteron) tidak banyak digunakan, karena mempunyai efek androgenic (acne, tumbuh bulu, dsb) serta dapat menurunkan HDL kolesterol. Dosis: MPA 10-20 mg perhari, selama 7-10 hari atau Norethisteron 2x5 mg,7-10 hari.

Bila ada kontra indikasi pemberian estrogen, dapat diberikan injeksi 100 mg i.m. Progesteron, dengan tujuan untuk ketahanan endometrium dan merangsang kontraksi ritmik pada vasomotor. Untuk keperluan ini dapat digunakan Depot Medroxy Progesterone Acetate (DMPA). d. Senyawa Antiprostaglandin Pengaruh senyawa antiprostaglandin terutama pada penderita dengan kontra indikasi pemberian estrogen dan progesterone, misalnya kegagalan hati atau keganasan. Mengatur Haid Segera setelah pendarahan berhenti, dilanjutkan terapi untuk mengatur haid. Untuk mengatur haid dapat diberikan 1. Pil oral selama 3-6 bulan 2. Progesterone 2x5 mg selama 10 hari, dimulai pada hari ke 14-15 haid.