Anda di halaman 1dari 2

Eksplorasi endapan nikel laterite

Karakteristik batuan ultramafik Batuan ultramafik umumnya terbentuk pada mantel bumi pada kedalaman sekitar 12 mil atau kurang lebih 20 km dibawah permukaan laut sebagian kecil dari batuan ini seperti dunite dan peridotite akan muncul kepermukaan kepermukaan padasaat tumbukan lempeng samudra. batuan ultramefik dikenal juga dengan batuan ultrabasic. kandungan silikanya rendah dan lebih banyak mengandung mineral mafik yaitu mineral yang berwarna elap kaya magnesium dan besi. Endapan nikel laterite Laterite berarti endapan yang kaya dengan iron-oxide. Nikel laterite merupakan mineral biji yang terbentuk dari proses pelapukan lanjutan dari batuan ultramafik pembawa Ni-silikat yang terbentuk dalam suatu singkapan tunggal. umumnya terdapat pada daerah yang beriklim tropis samapai subtropis. batuan pembawanya dunite dan peridotite, unsur nikel tersebut terdapat dalam kisi-kisi kristal mineral olivin dan piroksin sebagai hasil subtitusi terhadap atom Fe dan Mg. Pembentukan nikel laterit Proses pembentukan nikel laterite dipengaruhi oleh beberapa fator yaitu batuan dasar, iklim, topografi, airtanah, stabilitas mineral, struktur, mobilitas unsur, waktu dan kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap tingkat kelarutan mineral. Indonesia termasuk negara yang beriklim tropis sehingga termasuk penghasil nikel terbasar didunia. Profil endapan nikel laterit limonite zone, zona ini umumnya berwarna merah hingga merah kecoklatan, kaya akan besi bekurang lebih 20-50 %. umumnya mengandung mineral Hematite dan Geothite. strukturnya sangat halus (clay). pada zona ini terdapat zona transisi yang merupakan peralihan antara zona limonit dan zona saprolit umumnya berwarna merah, mengandung mineral smectite (nontronit). Saprolite zone, zona ini berwarna abu-abu hingga hijau kecoklatan. mengandung mineral serpentin dan olivin, unsur Ni diatas 2%. berukuran halus hingga boulder. Ukuran boulder ini biasanya merupakan bagian dari proses pelapukan batuan induk (protolith) yang belum sempurna. Bedrock zone, zona ini tidak dapat ditambang karena merupakan batuan dasar (sourcesrock) yang tidak ekonomis.
Gambar profil zona laterit

Eksplorasi endapan nikel laterit Eksplotasi dilakukan dalam pertambangan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai nilai ekonomis suatu lokasi atau area yang akan ditambang. Eksplotasi dilakukan oleh geologist yang mengambil keputusan layak tidaknya suatu area penambangan, yang harus diperhatikan bagaiman prospek sumberdaya mineral pada suatu area tambang sehingga dapat menghasilkan nilai tereka (inferred) yang nantinya dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan nilai idikasi (indicated) pada suatu sumberdaya mineral (mineral resources). Tahap awal eksplorasi endapan laterit berupa survey area untuk mendpatkan data awal. Persiapan peralatan yang mendukung dalam melakukan eksplorasi sangat penting, ini bertujuan agar dapat memperoleh informasi yang tepat. Untuk pengambilan data biasanya dilakukan Tespit atau tenching yaitu pengambilan sampel tanah secara sistematik permeter vertikal melalui channel sampling dengan cara pembuatan sumuran 11 meter peresegi dengan kedalaman tertentu. sampel tespit ini dapat memberikan gambaran secara visual kenampakan profil laterit secara vertikal dengan dimensi tertentu pada daerah yang dianggap representatif. Tahap pengeboran eksplorasi dilakukan untuk mengetahui informasi geologi dan mempelajari data geologi berupa batuan dasarnya, stratigrafi, struktur dan mineralisasi. dari data hasil pengeboran inilah yang nantinya dapat dilakukan perhitungan cadangan suatu prospect area serta melakukan rancangan area tambang. Data yang diperoleh dari pengeboran dicatat dan disimpan sebagai database. sampel pengeboran dibawa ke sample house untuk dilakukan preparasi sample sebelum dianalisa mendapatkan data assay. Data hasil assay ditampilkan dalam bentuk spreadsheet selanjutnya divalidasi untuk menentukan ore dan non ore. Data yang sudah divalidasi kemudian ditampilkan dalam bentuk peta dan sayatan vertikal untuk analisan dan interpretasi geologi lebih lanjut.